Tag: sabun cuci

  • Tips Jitu Bersihkan Sofa Basah yang Terendam Banjir


    Jakarta

    Sofa memiliki bahan yang lembut, halus, dan mudah menyerap air. Perabotan satu ini harus tetap kering agar tekstur dan warnanya tetap terjaga dan tahan lama.

    Namun, pasti ada beberapa pengguna yang rumahnya kebanjiran sehingga meninggalkan noda pada permukaan sofa dan harus segera dibersihkan.

    Cara membersihkan sofa, tidak sama dengan pakaian yang bisa asal direndam dan disikat. Ukurannya jauh lebih besar dan bahan pelapis berbeda dari kain biasanya sehingga harus menggunakan cara khusus agar saat sudah bersih tetap bagus tampilannya tanpa kusut dan meninggalkan noda.


    Dilansir Ideal Home, menurut Margaret Larson dari Sustainable Furniture, sebaiknya sebelum membersihkan sofa, kamu melakukan patch test atau uji tempel terlebih dahulu. Hal ini untuk mencegah kerusakan pada sofa.

    “Sebelum membersihkan sofa, pastikan kamu melakukan patch test dengan menggunakan produk kebersihan atau alat kebersihan pada bagian kecil di sofa. Pastikan area ini tersembunyi jadi apabila terdapat kerusakan tidak terlalu kelihatan. Perhatikan pada warna yang hilang atau tekstur aneh. Jika hal itu muncul jangan gunakan produk tersebut ke seluruh sofa,” ujarnya, dikutip dari Ideal Home, Senin (25/12/2023).

    Cara Membersihkan Sofa yang Kotor Terendam Banjir

    1. Keringkan dengan Vacuum Cleaner

    Sofa kurang disarankan untuk dijemur ketika basah. Sebab, sinar matahari langsung dapat memudarkan warna sofa, membuat kain kusut dan menciut, serta merusak bagian jok. Lebih baik, kamu gunakan vacuum cleaner yang khusus untuk menyedot air. Alat ini juga ampuh untuk menghilangkan noda.

    2. Cara Hilangkan Noda dan Bau

    Sofa yang terendam banjir bisa saja muncul bau tidak sedap karena kita tidak tahu air banjir tersebut berasal dari mana. Untuk membersihkannya, kamu bisa menggunakan sabun khusus yang aman untuk bahan permukaan sofa. Jika tidak ada ketentuan khusus, kamu bisa mencampurkan air dan sabun cuci piring untuk menghilangkan noda dan baunya.

    Tepuk-tepuk permukaan sofa, usap-usap secara lembut pada bagian yang agak membandel. Kemudian bilas dengan air bersih melalui spons yang bersih. Jika kamu memiliki vacuum cleaner khusus untuk menyedot air, kamu bisa memakai alat tersebut. Alat lainnya yang bisa digunakan adalah kain atau tisu bersih dan kering.

    Jika furnitur Anda tidak dapat dibersihkan dengan air, coba gunakan cuka pada kain untuk menepuk-nepuk noda. Namun, kamu harus cek terlebih dahulu apakah bahan sofa aman jika dibersihkan dengan cuka. Bau cuka akan hilang saat area tersebut kering.

    3. Rapikan Permukaan Sofa dengan Uap

    Sofa yang basah pasti membuat permukaan bahannya kusut dan tidak serata seperti tampilan awal. Pakai alat steam atau alat semacam vacuum cleaner yang bisa khusus untuk membuat uap yang fungsinya agar tidak membuat permukaannya kusut. Gunakan dengan pengaturan rendah dan terus gerakkan steamer agar tidak berbekas di sofa yang bisa merusak bahan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Noda Cat di Lantai Bikin Geregetan? Begini Cara Ngilanginnya!



    Jakarta

    Ketika mengecat dinding rumah, ada saja tetesan cat yang jatuh dan mengenai lantai. Terkadang, noda cat di lantai sangat sulit untuk dibersihkan apalagi jika sudah telanjur kering.

    Namun, tak perlu khawatir, melansir dari Today’s Homeowner, Kamis (13/3/2025) terdapat cara-cara untuk menghilangkan noda cat pada lantai tergantung material lantai.

    Lantai Keramik

    Menghilangkan noda cat dari lantai keramik cukup mudah. Campurkan 1 gelas air dengan 1 gelas cuka ke dalam panci lalu larutkan hingga mendidih. Celupkan kain pada larutan air cuka yang panas lalu oleskan pada noda cat. Tunggu hingga noda cat melunak dan setelah lunak baru gosok dengan sikat atau bantalan nilon.


    Jika tidak ampuh, gunakan cairan penghilang noda cat. Namun, lakukan pengetesan pada bagian lantai yang tidak mencolok untuk memastikan cairan tidak merusak glasir dari lantai keramik. Apalagi jika lantai keramik berbahan marmer atau batuan yang rentan rusak.

    Lantai Kayu

    Cara untuk menghilangkan noda cat di lantai kayu adalah mengamplasnya. Mulailah dengan amplas asar, lalu setelah noda menghilang maka gunakan amplas yang lebih halus. Setelah itu, basahi kain lap dengan pengencer cat dan tepuk-tepuk area tersebut untuk menghilangkan noda cat yang tersisa.

    Pilihan lain menggunakan pengupas cat dengan mengoleskan satu lapisan tipis menggunakan kuas terhadap bagian yang terkena noda. Biarkan selama 30 menit sesuai petunjuk dan gunakan pengikis cat seperti sendok atau koin setelah noda lunak.

    Lantai Karpet

    Untuk lantai yang dilapisi karpet, tergantung bahan dasar cat, apakah air, akrilik/lateks, atau minyak. Untuk semua jenis cat bisa gunakan handuk basah dan ambil noda cat. Hindari menekan atau menggosok noda di karpet agar noda tidak semakin menempel.

    Untuk cat berbahan dasar air, campurkan larutan 1 gelas air dan 1 sendok teh deterjen pencuci piring. Oleskan noda dengan spons dan diamkan dua sampai tiga menit. Gunakan benda yang ujungnya keras seperti kartu kredit bekas, untuk mengikis cat dari karpet. Pilihan lainnya bisa oleskan cuka putih pada spons lalu basuh ke noda sampai hilang. Bilas area noda dengan campuran air hangat dan sabun cuci piring kemudian basuh dengan air biasa.

    Untuk cat lateks, campurkan larutan sabun dan air. Gunakan spons untuk membasuh noda dengan larutan tersebut. Usap dengan kuat dan hati-hati.

    Untuk cat minyak, gunakan kukusan untuk melunakkan cat. Sambil menguapkan air pada noda, gunakan benda halus dan tajam seperti jarum untuk memecah noda.

    Itulah beberapa cara menghilangkan noda cat di lantai. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jelang Lebaran, Pastikan Sofamu Bebas Kotoran dengan Cara Ini!



    Jakarta

    Sofa di ruang tamu merupakan salah satu barang di rumah yang mungkin jarang dibersihkan. Ukurannya besar dan sulit dibawa terkadang membuat kita bingung bagaimana cara membersihkannya.

    Padahal, sofa juga sama seperti barang rumah tangga lainnya yang menyimpan kuman dan bakteri. Oleh karena itu, sebelum Lebaran ketika banyak tamu datang, sebaiknya sofa dibersihkan.

    Walau kelihatannya bersih dan tidak ada kotoran apa-apa, sebetulnya sofa merupakan tempat berkumpulnya kotoran dan noda dari tumpahan makanan atau minuman, bahkan sampai kaki kita yang kotor menginjak sofa. Namun, kotoran tersebut menumpuk di sela-sela sofa sehingga kita sering tidak sadar jika sofa sebetulnya sudah kotor.


    Namun, kamu tidak perlu khawatir sebab berikut melansir dari situs Good House Keeping, terdapat beberapa cara membersihkan sofa.

    Cek Kode Label

    Pada sofa terdapat kode label yang membantu kamu mengetahui bagaimana cara perawatannya. Berikut kodenya

    • W adalah kode bahwa sofa dapat dibersihkan dengan air.
    • S adalah kode bahwa sofa hanya dapat dibersihkan pakai bahan kimia atau pelarut pembersih jok (dry clean).
    • W/S adalah kode bahwa sofa dapat dibersihkan pakai air maupun pelarut bahan kimia.
    • X adalah kode bahwa sofa hanya bisa divakum, disedot debunya, dan jangan gunakan air.

    Setelah mengecek kode pada label perawatan sofa, kemudian bersihkan sofa sesuai dengan bahannya yaitu ada bahan kain dan bahan kulit.

    Bersihkan Sofa Bahan Kain

    Untuk membersihkan sofa berbahan kain, perhatikan langkah-langkah berikut.

    1. Gunakan penyedot debu untuk membersihkan seluruh bagian sofa, seperti belakang, lengan, pinggiran, dan bawah. Bersihkan juga sepanjang pinggiran dan jahitan sofa.
    2. Gunakan alat uap seperti setrika uap untuk menembus kain. Hal ini berguna untuk membunuh tungau yang menyelinap di sofa.
    3. Bersihkan noda jika ada. Campur ¼ sendok teh sabun cuci piring dan satu cangkir air hangat. Tuang dan tepuk noda dengan hati-hati. Setelah noda hilang, tepuk area untuk menghilangkan kelembapannya.
    4. Semprotkan pewangi pada sofa.

    Bersihkan Sofa Bahan Kulit

    Untuk membersihkan sofa berbahan kain, perhatikan langkah-langkah berikut.

    1. Bersihkan menggunakan penyedot debu sedikit demi sedikit sampai celah sofa.
    2. Bilas pakai kain basah pada beberapa spot yang ada nodanya.
    3. Semprotkan pelindung kulit sofa agar lebih awet.
    4. Setelah dibersihkan, kamu perlu menghilangkan bau dari sofa yang mengganggu. Melansir dari situs The Spruce, bau sofa bisa hilang dengan menggosokkan soda kue dengan lembut terhadap kain sofa. Biarkan soda kue selama satu jam atau semalaman. Kemudian, sedot sisa-sisa soda kue tersebut.

    Itulah beberapa tips untuk membersihkan sofa serta menjaga kesegarannya. Semoga bermanfaat ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Baju Kena Kuah Opor? Nggak Usah Panik, Begini Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Opor merupakan salah satu hidangan yang kerap disajikan dalam perayaan Idul Fitri. Banyak orang yang sangat berhati-hati ketika memakan hidangan tersebut karena tidak ingin kuah kuningnya jatuh ke pakaian yang digunakan.

    Warna kuning pada kuah opor berasal dari kunyit. Warna kuning ini sangat mudah untuk menempel pada kain, bahkan hingga bisa menyerap pada kulit tangan.

    Selain itu, warna kuning dari kunyit ini sulit dihilangkan jika sudah menempel dalam waktu yang lama. Hal ini membuat noda kuah opor menjadi sangat membandel jika menempel pada pakaian maupun taplak meja.


    Namun jangan khawatir! Jika pakaian maupun taplak meja kamu terkena kuah opor, masih bisa dibersihkan. Begini caranya.

    Cara Membersihkan Noda Kuah Opor pada Pakaian

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini cara menghilangkan noda kunyit dari pakaian.

    1. Hilangkan Kelebihan Cairan Noda Kunyit pada Pakaian

    Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menghilangkan cairan yang menempel pada pakaian menggunakan sendok. Hal tersebut harus segera dilakukan agar noda tidak semakin menempel pada pakaian.

    2. Taburkan Baking Soda

    Selanjutnya, taburkan baking soda di atas noda kuah opor. Biarkan selama 20 menit. Baking soda akan menyerap minyak pada noda tersebut. Setelah 20 menit, bersihkan baking soda dari pakaian.

    3. Rendam Bagian Noda pada Pakaian

    Tempatkan bagian pakaian yang bernoda ke dalam wadah yang berisi cuka dan diamkan selama 20 menit. Peras sisa cuka sebelum melanjutkan ke langkah selanjutnya. Ulangi langkah pertama hingga ketiga sesuai kebutuhan.

    Sebagai informasi, jika pakaian terkena noda kunyit bubuk, bukan noda kunyit yang berbahan dasar minyak, bisa dimulai dari langkah ini.

    4. Cuci Pakaian

    Cuci Pakaian yang terkena noda kunyit di mesin cuci dengan menggunakan air dingin. Pakaian dapat dimasukkan ke dalam mesin pengering untuk dikeringkan, tetapi pastikan nodanya benar-benar hilang karena panas dari pengering akan mengeringkannya. Pakaian juga bisa dijemur di luar ruangan di mana sinar matahari dapat membantu menghilangkan noda kunyit yang membandel.

    Cara Bersihkan Noda Opor atau Noda Makanan pada Taplak Meja

    Tak hanya pada pakaian saja, kuah opor juga bisa jatuh terkena taplak meja. Dikutip dari homejelly.com, cara yang paling mudah membersihkan noda opor dari taplak meja adalah dengan membuat campuran bahan pembersih sendiri. Bahan yang diperlukan antara lain yaitu:

    1. Enzyme spray (spray oil treatment) atau sabun cuci piring.

    2. Detergen

    3.Baking Soda

    Langkah-langkah:

    1. Bersihkan residu makanan yang sudah mengeras pada taplak meja. Lalu semprotkan enzyme spray (spray oil treatment) atau sabun cuci piring langsung kepada noda tersebut dan gosok secara perlahan. Setelah digosok, biarkan selama 15 menit.

    2. Siapkan baskom untuk mencucinya. Isi baskom tersebut dengan air hangat, lalu tambahkan dengan ± 2 sendok makan detergen.

    3. Masukkan taplak meja ke dalam cairan detergen tersebut dan biarkan terendam selama 15 menit. Bila nodanya sangat membandel, kamu bisa biarkan taplak meja terendam selama ± 8 Jam atau semalaman dengan tambahan baking soda. Lalu bilas.

    4. Cek taplak meja. bila sudah bersih kamu bisa menjemurnya di luar hingga kering. Pastikan agar taplak meja tidak ditempatkan di tempat yang terlalu panas.

    Itulah cara membersihkan noda opor pada pakaian maupun taplak meja. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan Pengganti Cairan Pembersih buat Ngepel Sesuai Jenis Lantai


    Jakarta

    Lantai rumah harus sering dibersihkan dengan cara disapu dan dipel. Supaya lantai bersih dan kinclong, penghuni rumah perlu menggunakan cairan pembersih khusus ketika mengepel lantai.

    Ada banyak cairan pembersih lantai di pasaran yang bisa digunakan. Namun, biasanya cairan tersebut mengandung bahan kimia yang bersifat keras, sehingga kurang baik untuk kesehatan.

    Nah, ternyata cairan pembersih lantai sebenarnya bisa dibikin sendiri menggunakan bahan-bahan yang lebih alami, lho. Berikut bahan-bahan sederhana yang bisa dipakai untuk mengepel lantai, dikutip dari The Spruce.


    Bahan Pengganti Cairan Pembersih Lantai

    1. Cuka Putih Suling untuk Lantai Ubin dan Linoleum

    Cairan pembersih lantai alami bisa dibuat dari cuka putih suling. Cairan ini cocok untuk mengepel lantai keramik dan linoleum. Namun, pastikan nat ubin tertutup rapat ya. Berikut beberapa resep cairan pembersih lantai dengan cuka suling.

    • Campurkan 1/2 cangkir cuka putih suling and 1 galon air hangat.
    • Campurkan 1/2 cangkir cuka putih suling, 1 galon air hangat, dan 2 sendok makan sabun cuci piring berbahan lembut.
    • Campurkan 1/2 cangkir cuka putih suling, 1 galon air hangat, dan beberapa tetes minyak esensial beraroma atau jus lemon.

    2. Sabun Cuci Piring

    Nggak perlu beli cairan pembersih lantai, sabun cuci piring yang lembut juga bisa digunakan buat larutan pel untuk sebagian besar jenis lantai. Namun, jangan campurkan terlalu banyak sabun karena bisa membuat lantai agak lengket. Berikut adalah dua resep cairan pembersih lantai dengan sabun cuci piring.

    • Campurkan 1/4 cangkir sabun cuci piring yang lembut dan 3 cangkir air hangat.
    • Campurkan 1/4 cangkir sabun cuci piring, 2 cangkir cuka putih, 2 cangkir air hangat, dan 1/2 cangkir jus lemon.

    3. Alkohol Gosok untuk Lantai Laminasi

    Campuran alkohol gosok dan air dapat menggantikan cairan pembersih lantai untuk lantai laminasi dan ubin. Alkohol gosok efektif menambahkan daya pembersih ke dalam air. Alkohol gosok menguap dengan cepat, sehingga tidak meninggalkan goresan dan garis saat mengering. Berikut adalah dua cara untuk membuat larutan pembersih alkohol gosok.

    • Campurkan 1 cangkir alkohol gosok dan 1 galon air hangat.
    • Campurkan 1 bagian cuka, 1 bagian alkohol gosok, dan 1 bagian air hangat.

    Itulah beberapa bahan yang bisa kamu gunakan untuk menggantikan cairan pembersih lantai. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh Membersihkan Noda di Dinding Putih agar Selalu Terlihat Baru



    Jakarta

    Putih sering menjadi pilihan untuk cat tembok rumah. Warna putih menjadi salah satu pilihan karena bisa memberi kesan bersih dan luas di dalam rumah. Namun, dinding berwarna putih lebih mudah kotor karena terkena noda.

    Nah untuk membersihkan noda di dinding putih perlu siasat tersendiri. Melansir dari The Spruce, berikut ini cara membersihkan noda pada dinding putih agar terlihat bersih seperti sedia kala.

    1. Bersihkan area langit-langit hingga ke lantai

    Kamu bisa memulainya dari membersihkan langit-langit dari debu yang ada. Gunakan kemoceng panjang atau bisa juga gunakan lap basah untuk menghilangkan debu. Agar lebih mudah, kamu bisa menggunakan alat yang dapat diatur panjang-pendeknya untuk membersihkan sudut-sudut atas pada dinding.


    2. Gunakan pembersih serba guna

    Kamu bisa menggunakan pembersih serba guna dengan kain mikrofiber atau lap, maupun tisu dapur. Biasanya, hal ini dilakukan untuk membsihkan noda makanan atau coret-coretan yang sulit hilang.

    3. Pakai sabun cuci piring dan spons

    Walaupun namanya sabun cuci piring, ternyata sabun tersebut juga berguna untuk hal lain. Salah satunya membersihkan dinding.

    Jika ada noda yang tidak membandel, kalian bisa gunakan spons basah dan teteskan sabun cuci piring, lalu lap noda tersebut. Setelah itu, diamkan selama beberapa saat dan lap dengan kain mikrofiber basah hingga bersih. Kamu mungkin perlu mengulangi proses tersebut sebanyak 2-3 kali.

    4. Gunakan soda kue

    Jika ada noda membandel, kamu bisa gunakan pasta soda kue untuk menghapusnya.

    Caranya, tuang soda kue dan air ke dalam mangkuk dengan perbandingan 3:1. Lalu, oleskan pasta tersebut ke noda yang ada di dinding menggunakan spons basah dan diamkan beberapa saat.

    Jika sudah agak menyerap, lap noda tersebut dengan lap basah atau kain mikrofiber atau tisu dapur basah.

    Cara Menjaga Dinding Putih Bersih Lebih Lama

    Untuk menjaga dinding putih agar bersih lebih lama, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan. Di antaranya:

    1. Bersihkan noda secara teratur agar tidak menempel di dinding
    2. Bersihkan kotoran di lantai dengan hati-hati agar tidak menempel ke dinding
    3. Bersihkan langit-langit dan bagian atas dinding, terutama jika ada kipas angin gantung

    Demikian informasi terkait tips membersihkan dinding putih di rumah. Semoga bermanfaat ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan Membersihkan Dapur, Bisa Timbulkan Bau Tak Sedap!


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu bagian rumah yang paling sering digunakan. Seringnya penggunaan dapur di rumah tak ayal membuat ruangan tersebut cepat kotor.

    Penghuni rumah tentunya tidak betah jika bagian dapur kotor. Namun, membersihkan dapur tidak bisa asal-asalan, bukannya bersih nanti yang ada justru semakin kotor.

    Nah, berikut ini ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari saat membersihkan dapur. Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini informasinya.


    1. Tidak Membersihkan Bagian Belakang Perabotan Dapur

    ilustrasi kulkasilustrasi kulkas Foto: Getty Images/asbe

    Banyak penghuni rumah yang lupa membersihkan bagian belakang perabotan dapur, seperti kulkas, oven, serta microwave. Tumpukan debu, sisa makanan, maupun minyak lama-lama bisa sulit dibersihkan apabila didiamkan terlalu lama sehingga menimbulkan bau tak sedap.

    Penghuni rumah bisa membersihkan debu terlebih dahulu lalu bersihkan minyak atau kotoran dengan kain dan semprotan pembersih. Jangan lupa, saat membersihkan kulkas periksa kumparan dan bersihkan debu yang menumpuk untuk mengurangi konsumsi energi.

    2. Terlalu Banyak Pakai Sabun Cuci Piring

    Bukan Sabun Cuci Piring, 4 Bahan Alami Ini Bikin Piring Bersih dan KinclongIlustrasi penggunaan sabun cuci piring. Foto: Getty Images/iStockphoto/robertprzybysz

    Menggunakan banyak sabun cuci piring dianggap bisa membuat peralatan makan semakin bersih. Namun, terlalu banyak menggunakan sabun cuci piring justru bisa meninggalkan residu tipis pada peralatan makan dan permukaan wastafel.

    Residu tersebut bisa membuat tampilan piring menjadi keruh. Cukup menggunakan beberapa tetes sabun cuci piring saja serta dibilas dengan air panas untuk membersihkan residu.

    3. Tidak Membersihkan Tempat Sampah

    In de zorgTempat sampah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Sama seperti bagian lainnya, tempat sampah perlu dibersihkan. Sebab jika tidak dibersihkan bisa menimbulkan bau tak sedap hingga menampung bakteri.

    Untuk mencegah hal tersebut, cuci bagian dalam tempat sampah seminggu sekali dengan air sabun hangat dan taburkan baking soda di bagian bawah tempat sampah untuk menyerap bau.

    “Kosongkan tempat sampah secara teratur dan bilas bagian dalam tempat sampah dengan sabun lembut dan air panas untuk menghilangkan sisa-sisa makanan. Gunakan semprotan desinfektan dan biarkan tempat sampah mengering sepenuhnya untuk mencegah penumpukan kelembapan,” ujar pendiri Fresh Tech Maid, Wells Ye, dikutip dari Homes & Gardens, Selasa (8/4/2025).

    4. Mengabaikan Saluran Pembuangan Wastafel

    Water flowing out of a kitchen stainless steel tap into the sink. Wasting water by leaving a chrome faucet tap runningwastafel. Foto: Getty Images/vovashevchuk

    Saluran pembuangan wastafel yang tidak dirawat bisa menjadi tempat perkembangbiakan bakteri dan menimbulkan bau tak sedap. Sampah makanan, minyak, maupun buih sabun yang menumpuk bisa menimbulkan potensi penyumbatan saluran pembuangan wastafel.

    Untuk membersihkannya, penghuni rumah bisa menggunakan menuangkan setengah cup baking soda dan satu cup cuka putih ke dalam saluran pembuangan. Biarkan selama 5-10 menit untuk memecah kotoran dan menghilangkan bau, lalu bilas dengan air mendidih untuk membuang residu.

    5. Tidak Mengganti Spons Cuci Piring

    Spons cuci piringSpons cuci piring Foto: Getty Images/iStockphoto/tadamichi

    Spons cuci piring merupakan salah satu benda yang paling banyak mengandung bakteri di rumah, apalagi jika digunakan dalam waktu yang terlalu lama. Sebaiknya penghuni rumah mengganti spons setiap 1-2 minggu atau jika sudah menimbulkan bau.

    Membersihkan dapur tidak hanya sekadar mengelap permukaan agar tampak bersih dan rapi saja tetapi juga menjaga setiap bagian yang ada. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut bisa menjaga dapur lebih bersih dan mencegah bau tak sedap menguar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sabun Cuci Piring Habis? Tenang, Coba Gunakan 4 Bahan Alami Ini!



    Jakarta

    Mencuci piring bisa dibilang salah satu aktivitas yang sering dilakukan di dapur. Saking seringnya mencuci piring, kadang tidak terasa sabun cuci piring ternyata sudah habis. Dalam keadaan darurat bisa gunakan beberapa bahan alami sebagai pengganti sabun cuci piring.

    Melansir dari situs The Spruce, Selasa (08/04/2025), berikut 4 bahan alami yang bisa digunakan untuk mencuci piring.

    Soda Kue

    Soda kue dikenal sebagai bahan yang memiliki sifat abrasif yang lembut. Hal ini menjadikan soda kue sebagai pembersih yang baik, bahkan bisa membantu mengendalikan bau.


    Cuka Putih Suling

    Kualitas asam dari cuka putih suling dapat menghilangkan sisa minyak pada piring. Caranya isi mangkuk dengan ½ cangkir cuka lalu bilas pada piring yang penuh noda.

    Air Jeruk Lemon

    Sama seperti cuka, air jeruk lemon mengandung asam ringan yang dapat menghilangkan sisa-sisa makanan di piring. Gunakan ½ cangkir air jeruk lemon sama seperti menggunakan cuka. Namun, pastikan untuk menyaring air jeruk lemon agar tidak ada ampas yang tersisa. Supaya saat mencuci piring kamu tidak menemukan ampas kering.

    Bubuk Minuman Jeruk

    Jika tidak ada air lemon atau jeruk lemon langsung, kamu bisa gunakan bubuk minuman jeruk sebagai penggantinya.

    Itu dia 4 bahan alami yang bisa kamu gunakan untuk mencuci piring. Selamat mencoba!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Tips Membersihkan Dispenser agar Tak Mudah Bau


    Jakarta

    Dispenser merupakan alat yang dirancang untuk mempermudah saat mengambil air minum dari galon. Jadi pengguna tidak perlu mengangkat beban berat dari galon, cukup menekan tombol yang tersedia di dispenser layaknya membuka keran, air akan keluar atas perintah kita.

    Di balik kemudahannya, ada yang perlu pengguna tahu bahwa dispenser ini mudah berdebu, kotor, dan bau. Debu yang menempel di badan dispenser bisa masuk ke dalam dan terminum oleh penggunanya karena jarang dibersihkan. Oleh karena itu, perlu sering dibersihkan luar dan dalam.

    Dikutip dari situs Awesome Water Filters, berikut cara membersihkan dispenser.


    Cara Merawat Dispenser

    1. Cabut Kabel

    Sebelum menurunkan galon dari dispenser, pastikan kabel tidak ada yang tersambung ke listrik. Hal ini untuk menghindari penggunanya tersetrum ketika membersihkan dispenser.

    2. Campurkan Sabun Cuci Piring dan Cuka

    Setelah galon diturunkan, bawa dispenser ke bak cuci piring atau ke halaman rumah. Lalu siapkan larutan pembersihnya. Biasanya sabun cuci piring dan air sudah cukup untuk membersihkan, tetapi apabila ada noda membandel, kamu bisa menambahkan cuka sedikit ke dalam larutan pembersih.

    Pakai spons untuk mengusap seluruh bagian dispenser, lalu bilas. Apabila sudah kering bisa digunakan kembali.

    3. Ganti Filter Air

    Beberapa jenis dispenser memakai filter air yang dapat membunuh bakteri berbahaya pada air. Jika dispenser di rumah memiliki filter, ingat untuk rajin menggantinya. Jangan sampai filter air sudah kotor hingga mempengaruhi rasa dan warna air.

    4. Bersihkan Sistem Pendingin dan Pemanas

    Beberapa dispenser memiliki teknologi yang dapat mengubah air menjadi dingin atau panas. Bagian ini juga perlu dicek secara berkala. Selain untuk menjaga kebersihannya, cara ini juga untuk memastikan tidak ada masalah pada sistem.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Sederet Bahan Alami yang Ampuh Basmi Gulma di Pekarangan Rumah


    Jakarta

    Keberadaan gulma atau semacam tumbuhan liar bisa mengganggu keindahan pekarangan rumah. Tak hanya itu, adanya gulma juga bisa merusak pertumbuhan tanaman yang ada di halaman rumah.

    Tak heran, banyak penghuni rumah yang ingin membasmi gulma. Nah, untuk membasminya bisa menggunakan bahan alami yang bisa ditemukan di rumah lho.

    Apa saja bahan yang diperlukan dan cara membasmi gulma? Dilansir dari Real Simple, berikut ini informasinya.


    Pakai Air Panas

    Salah satu cara yang mudah untuk membasmi gulma adalah menggunakan air panas. Cara ini sangat simple, efektif, dan bebas bahan kimia.

    Untuk membasmi gulma di area yang retak, seperti di jalan rumah, tuangkan sepanci air panas ke gulma. Tuangkan secara perlahan untuk menghindari cipratan air panas. Karena opsi ini tidak permanen, ulangi proses ini saat gulma tumbuh kembali hingga area tersebut bebas dan bersih.

    Pakai Lemon

    freshly squeezed lemon juice in small bowlIlustrasi perasan jeruk lemon. Foto: Getty Images/iStockphoto/rez-art

    Untuk membasmi gulma memakai perasan jeruk lemon cukup mudah. Caranya, isi botol spray dengan perasan lemon asli dan semprotkan pada gulma. Larutan ini akan mengering dan membunuh gulma dalam waktu 1-2 hari.

    Agar hasilnya maksimal, penghuni rumah bisa menambahkan cuka asam ke dalam larutan.

    Pakai Koran

    Ilustrasi koranIlustrasi koran Foto: Getty Images/iStockphoto/Fedor Kozyr

    Kalau pekarangan rumah terdapat gulma, bisa gunakan alat penyiang gulam untuk membasminya. Selanjutnya, letakkan koran di atas tanah atau permukaan.

    Koran bisa menghalangi pertumbuhan gulma dan pembentukan benih baru dengan menghalangi sinar matahari dan udara. Selanjutnya tutup dengan mulsa agar gulma tidak tumbuh. Nantinya, koran juga akan hancur dengan sendirinya jadi tidak perlu dibersihkan.

    Pakai Campuran Cuka dan Boraks

    Penghuni rumah juga bisa menggunakan campuran cuka dan boraks untuk membasmi gulma. Caranya, campurkan 3,7 liter cuka, 1 cup boraks atau garam, dan 1 sendok makan sabun cuci piring ke dalam semprotan.

    Apabila area yang ditumbuhi gulma kecil, atur nosel semprotan ke aliran. Kalau area yang ditumbuhi gulma besar, atur nosel menjadi semprotan. Selanjutnya, semprotkan larutan itu dengan hati-hati karena larutan itu tidak bisa membedakan antara gulma dengan tanaman.

    Metode ini paling cocok dilakukan pada hari yang cerah karena cuka asam akan membakar tanaman dan garam akan membuatnya layu saat matahari terbenam. Sementara itu, sabun cuci piring akan membantu larutan menempel pada gulma.

    Itulah beberapa cara untuk membasmi gulma dengan bahan alami. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com