Tag: sakit

  • Haqqul Muslim Alal Muslim, Anjuran Penuhi Hak Sesama Muslim


    Jakarta

    Haqqul muslim alal muslim adalah potongan dari hadits yang menjelaskan tentang hak seorang muslim terhadap muslim yang lain. Hak apa saja yang dimaksud dalam hadits tersebut?

    Disebutkan dalam buku Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 1 oleh Sheikh Muhammad Al-Utsaimin terjemahan Munirul Abidin, haqqul muslim alal muslim atau hak seorang muslim terhadap sesama muslim sebetulnya tak terhitung jumlahnya. Namun, Rasulullah SAW hanya menyebutkan beberapa karena pentingnya masalah tersebut. Hal ini tertuang dalam beberapa hadits sahih.

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, haqqul muslim alal muslim ada lima perkara, “Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, ‘Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada lima, yaitu membalas salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangannya, dan menjawab (mendoakan) apabila ia bersin’.” (HR Bukhari dan Muslim)


    Sementara itu, menurut kitab Bulughul Maram: Hadis-hadis Pilihan Tentang Hukum oleh Aidh Al-Qarni terjemahan M. Zaky Mubarak dan Iffah Syarifah, haqqul muslim alal muslim ada enam perkara. Perkara-perkara itu tercantum pada hadits yang berbunyi sebagaimana berikut ini.

    حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتْ قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَحِبُهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهُ فَسَمِّتَهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

    Bacaan latin: Haqqu muslimi alal muslimi sittun qiila maa hunna yaa rasuulullahi qaala idzhaa laqiitahu fasallim ‘alaihi wa idzhaa da’aka faajibhu wa idzhas tanshohaka fanshohlahu wa idzhaa ‘athosa fahamidallahi fasammithu wa idzhaa marizdhaa fa’udhu wa idzhaa maa ta fattabi’hu

    Artinya: “Kewajiban muslim terhadap muslim lainnya ada enam: jika engkau berjumpa dengannya, ucapkanlah salam; jika ia mengundangmu, penuhilah; jika dia meminta nasihatmu, nasehatilah, jika dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah, ucapkanlah yarhamukallâh (semoga Allah memberikan rahmat kepadamu); jika dia sakit, jenguklah; dan jika dia meninggal dunia, antarkanlah jenazahnya.”

    6 Haqqul Muslim Alal Muslim atau Hak Sesama Muslim

    1. Mengucapkan dan Membalas Salam

    Diambil dari buku Al-Islam karya Said Hawwa, haqqul muslim alal muslim yang pertama adalah mengucapkan salam dan menjawab salam apabila bertemu sesama muslim. Meskipun mengucapkan salam adalah sunah, namun menjawab salam hukumnya wajib. Bahkan Rasulullah SAW bersabda,

    “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya. Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian telah beriman dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mengasihi. Apakah kalian ingin saya beri tahu hal yang apabila kalian melakukannya maka kalian akan saling mengasihi: Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Muslim)

    2. Datang Bila Mendapat Undangan

    Haqqul muslim alal muslim yang kedua adalah memenuhi undangan seorang muslim apabila diundang. Hal ini didasarkan juga pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud,

    “Barang siapa yang diundang kemudian ia tidak memenuhi undangan tersebut maka ia telah melakukan maksiat kepada Allah SWT dan rasul-Nya. Dan barang siapa datang dalam suatu undangan padahal ia tidak diundang, maka ia masuk bagai seorang pencuri dan keluar bagaikan orang yang membawa lari harta orang lain.” (HR Abu Dawud)

    3. Mendoakan yang Bersin

    Haqqul muslim alal muslim yang ketiga adalah mendoakan ketika mendengar muslim lain bersin. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW,

    “Apabila kalian bersin, ucapkanlah, ‘Segala puji bagi Allah dalam segala kondisi (Alhamdulillahi ‘ala kulli haal).’ Dan hendaknya saudara atau kawannya mendoakannya, ‘Semoga Allah SWT mengasihimu (yarhamukallah).’ Apabila saudara atau kawannya tersebut telah mendoakannya, ia (orang yang tadinya bersin) hendaknya berkata, ‘Semoga Allah SWT memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu’.” (HR Bukhari)

    4. Menjenguk

    Haqqul muslim alal muslim atau hak muslim terhadap muslim lain yang keempat adalah menjenguk apabila sakit. Ketika menjenguk orang sakit, hendaknya seorang muslim mendoakan agar segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT dan memotivasi hatinya.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barang menjenguk orang sakit, maka ia masih berada di pinggir surga hingga ia pulang.” (HR Muslim)

    5. Mengantarkan Jenazah

    Haqqul muslim alal muslim yang kelima adalah mengantar jenazah yang meninggal dunia. Hal ini didasarkan dengan sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa mengantar jenazah dan mengangkatnya tiga kali maka ia telah memenuhi hak jenazah tersebut.” (HR Tirmidzi)

    6. Memberi Nasihat

    Haqqul muslim alal muslim yang terakhir adalah memberikan nasihat apabila ada seorang muslim meminta nasihat kepada kita. Nasihat ini hendaknya berisi pesan yang baik yang sesuai dengan perintah Allah SWT dan bukan nasihat yang mengandung keburukan.

    Perintah ini juga tercantum dalam surah Al Asr ayat 1-3 yang berbunyi,
    وَالْعَصْرِۙ

    Artinya: Demi masa

    اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

    Artinya: sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian

    اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ

    Artinya: kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Sakit Disebut Jadi Penggugur Dosa, Begini Haditsnya


    Jakarta

    Dalam Islam, sakit bukan hanya sekadar kondisi kesehatan melainkan juga ujian yang Allah SWT berikan. Mereka yang sakit memiliki keistimewaan.

    Pada sebuah hadits bahkan disebutkan bahwa sakit dapat menjadi penggugur dosa seseorang. Benarkah demikian?

    Hadits Sakit Penggugur Dosa

    Menukil buku Bimbingan Orang Sakit susunan Saiful Hadi El-Sutha, apabila kaum muslimin dapat menyikapi sakit yang ia derita dengan sabar sekaligus berserah diri kepada Allah SWT niscaya sakitnya akan menjadi berkah. Setidaknya ada beberapa hadits yang menjelaskan terkait sakit sebagai penggugur dosa.


    Diriwayatkan oleh Al Hakim, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan menguji hamba-Nya dengan penyakit hingga penyakitnya itu akan menghapus segala dosa darinya.” (HR Al Hakim)

    Dalam redaksi lain, terdapat juga hadits yang membahas sakit dapat menggugurkan dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Tidaklah menimpa seorang muslim suatu penyakit, keletihan, kepedihan, kesedihan, hingga kecemasan yang dirasakannya, melainkan dengan semua itu Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya.” (HR Muslim)

    Bahkan, Allah SWT berfirman dalam surah Al An’am ayat 17,

    وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗٓ اِلَّا هُوَ ۗوَاِنْ يَّمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

    Artinya: “Dan jika Allah menimpakan keburukan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia sendiri. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    Selain itu, sakit dapat menjadi kesempatan bagi seseorang untuk memperbanyak ibadah dan doa kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa orang yang sakit akan mendapat pahala yang sama dengan orang yang sehat jika ia tetap memperbanyak ibadah dan doa kepada Allah SWT.

    Dr. Zaprulkhan menyebutkan dalam bukunya Hikmah Sakit Mereguk Kasih Sayang Ilahi, Allah SWT menghadirkan bermacam-macam penyakit kepada hamba-Nya dalam rangka membersihkan dosa-dosa yang telah dikerjakan. Jadi, sakit dapat menggugurkan dosa karena dosa merupakan salah satu dari musibah atau bencana yang dapat menguji keimanan seorang hamba.

    Rasulullah bersabda, “Tiada henti-hentinya suatu bencana menimpa kepada orang mukmin lelaki maupun perempuan, baik mengenai dirinya atau sanak keluarganya, atau harta kekayaannya hingga ketika wafat dia menghadap Allah sudah dalam keadaan bersih dari dosa-dosa.” (HR At Tirmidzi)

    Anjuran Menjenguk Orang Sakit

    Kaum muslimin juga dianjurkan untuk menjenguk sesamanya jika ada yang sakit. Dalam Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi dikatakan Nabi Muhammad SAW menjenguk sahabatnya yang sakit.

    Ketika menjenguk kerabat yang sakit, Rasulullah SAW mendoakan kesembuhan dengan berbagai doa yang dibacakan untuk mengharapkan kesembuhannya.

    Ada doa yang dibacakan Rasulullah SAW untuk mengharap kesembuhan orang yang sakit. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda:

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Arab latin: Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

    Artinya: “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Kesembuhan untuk Orang Sakit



    Jakarta

    Kesehatan adalah anugerah berharga yang harus dijaga dengan baik. Ketika sakit, doa adalah salah satu cara untuk memohon dan meminta kesembuhan kepada Allah SWT.

    Sembuh dari penyakit adalah keinginan setiap orang yang sedang sakit. Berikut beberapa doa kesembuhan orang sakit.

    Doa Kesembuhan untuk Orang Sakit

    Doa yang Dibaca Orang yang Sakit

    Dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil, berikut bacaan doa kesembuhan yang bisa dibaca oleh orang yang sakit:


    Doa Pertama

    بِسْمِ اللهِ أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَ أَحَاذِرُ

    Bacaan latin: Bismillaah (3 kali), a’uudzu bi ‘izzatillaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7 kali).

    Artinya: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari kejahatan yang menimpaku dan yang aku takuti.” (HR. Muslim)

    Doa Kedua

    بِسْمِ اللهِ أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ مِنْ وَجَعِي هَذَا.

    Bacaan latin: Bismillaah a’uudzu bi ‘izzatillaah wa qudratihi min syarri maa ajidu min waja’ii haadzaa.

    Artinya: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah, dari kejahatan penyakit yang aku derita ini.” (HR Tirmidzi)

    Doa Kesembuhan yang Dibaca oleh Orang yang Menjenguk

    Dikutip dari kitab Al-Adzkar oleh Al-Imam An-Nawawi, Rasulullah SAW telah mengajarkan beberapa doa kesembuhan orang sakit yang dibaca oleh orang yang menjenguk. Beberapa di antaranya yaitu:

    Doa Pertama

    Membaca ta’awudz pada sebagian keluarga, sambil mengusap dengan tangan kanan, lalu berucap,

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Bacaan latin: Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’an laa yughadiru saqaman

    Artinya: “Ya Allah, Tuhannya manusia, hilangkanlah rasa sakit, sembuhkanlah, Engkau-lah Dzat Yang Menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.”

    Doa Kedua

    Meletakkan tangan pada bagian tubuh yang sedang sakit, sambil membaca,

    بِسْمِ اللّهِ

    Bacaan latin: Bismillah (3x)

    Artinya: “Dengan Nama Allah”

    Kemudian membaca doa ini sebanyak tujuh kali,

    أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    Bacaan latin: A’udzu bi ‘izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir

    Artinya: “Aku berlindung dengan keperkasaan dan kuasa Allah dari keburukan apa yang aku rasakan dan apa yang aku khawatirkan.”

    Doa Ketiga

    Ketika Rasulullah SAW menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash, beliau membaca,

    اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

    Bacaan latin: Allahummasyfi Sa’dan. Allahummasyfi Sa’dan. Allahummasyfi Sa’dan

    Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad. Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad. Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad.”

    Doa Keempat

    Jika menjenguk orang sakit yang belum tiba ajalnya, ucapkan doa ini tujuh kali,

    أَسْأَلُ الله العَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

    Bacaan latin: As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka

    Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhannya Awasy yang agung, semoga Dia menyembuhkanmu,”

    Doa Kelima

    Doa malaikat Jibril untuk Rasulullah SAW yang sedang sakit,

    بِاسْمِ اللهِ، أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ مِنْ شَرِ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيْكَ

    Bacaan latin: Bismillahi arqika min kulli syai’in yu’dzika min syarri kulli nafsin aw ainin haasidin, Allahu yasyfika bismillahi arqika

    Artinya: “Dengan Nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari keburukan segala jiwa atau mata yang dengki. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan Nama Allah aku meruqyahmu.”

    Demikian beberapa doa yang dapat dibaca untuk memohon kesembuhan dari sakit. Lafalkan doa dengan ikhlas dan hanya berharap kesembuhan datangnya dari Allah SWT.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Penyembuh Segala Penyakit dari Rasulullah SAW


    Jakarta

    Setiap orang pasti pernah mengalami sakit semasa hidupnya. Ketika sakit, umat Islam tentu memohon agar disembuhkan. Ada sejumlah doa penyembuh segala penyakit yang dapat dipanjatkan.

    Berdoa menjadi salah satu ikhtiar memohon kesembuhan selain mendatangi ahli medis. Mengutip buku Bimbingan Orang Sakit oleh Saiful Hadi El-Sutha, apabila kaum muslimin dapat menyikapi sakit yang ia derita dengan sabar sekaligus berserah diri kepada Allah SWT niscaya sakitnya akan menjadi berkah. Setidaknya ada beberapa hadits yang menjelaskan terkait sakit sebagai penggugur dosa.

    Bahkan dalam sebuah hadits, dikatakan sakit dapat menjadi penggugur dosa. Diriwayatkan oleh Al Hakim, Nabi Muhammad SAW bersabda,


    “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan menguji hamba-Nya dengan penyakit hingga penyakitnya itu akan menghapus segala dosa darinya.” (HR Al Hakim)

    4 Doa Penyembuh Segala Penyakit

    Berikut doa penyembuh segala penyakit yang dapat dibaca seperti dikutip dari buku Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun tulisan Adi Tri Eka dan buku 5 Shalat Pembangun Jiwa oleh Nasrudin Abd Rohim.

    1. Doa Penyembuh Segala Penyakit Versi Pertama

    اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِوَالْفَقْرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

    Arab latin: Allaahumma ‘aafinii badanii, allaahumma ‘aafinii fii sama ‘ii, allahumma ‘aafinii fii basharii. Allaahumma innii a’uudzu bika minal kufri wal faqri. Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qabri la ilaaha illaa anta

    Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah badanku. Ya Allah, sembuhkanlah pendengaranku. Ya Allah, sembuhkanlah penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Tuhan selain engkau.” (HR Abu Daud)

    2. Doa Penyembuh Segala Penyakit Versi Kedua

    Dari Utsman bin Abil ‘Ash bahwa ia mengadu kepada Rasulullah perihal penyakit yang ia rasakan pada tubuhnya. Rasulullah SAW pun memerintahkannya membaca doa berikut.

    (3x) بِسْمِ اللَّهِ

    (7x) أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    Arab latin: Bismillah (3x), a’uudzu bi’izzatillaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7x)

    Artinya: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari kejahatan yang menimpaku dan yang aku takuti.”

    3. Doa Penyembuh Segala Penyakit Versi Ketiga

    Doa penyembuh segala penyakit selanjutnya dibaca Nabi SAW ketika meruqyah salah seorang sahabatnya.

    امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

    Arab latin: Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.

    Artinya: “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau,”

    4. Doa Penyembuh Segala Penyakit Veris Keempat

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ ولا إل أحد منان ناس

    Arab latin: Yaa hayyun, yaa qayyuumun, birahmatika istaghiitsu, ashlih lii sya’nii kullahuu, wa laa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin, wa laa ilaa ahadin minan naas.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Kekal, hanya dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh kondisiku, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dari-Mu). Dan jangan Engkau biarkan aku bergantung kepada siapapun dari manusia.” (Ath Thabrani, Al-Mu’jamu ash-Shaghir lith Thabrani, Juz 2 [Mesir: Muwaqi’u Jaamil Hadits])

    Itulah sejumlah doa penyembuh segala penyakit yang dapat dibaca. Jangan lupa diamalkan, ya!

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa untuk Orang Sakit Supaya Cepat Sembuh Sesuai Sunah


    Jakarta

    Menjenguk orang sakit dan mendoakannya termasuk dalam anjuran Rasulullah SAW. Berikut lima doa yang untuk orang sakit yang dapat dipanjatkan.

    Keadaan sakit termasuk dalam ujian Allah SWT. Akan tetapi, sakit juga dapat menjadi berkah sebagaimana Nabi Ayyub AS yang bertambah ketaatannya kepada Allah SWT setelah diuji sakit.

    Menjenguk orang sakit mengandung banyak keutamaan. Dikutip dari buku Samudra Keteladanan Muhammad karya Nurul H. Maarif, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Ibn Majah, dan Ahmad bin Hanbal, Rasulullah SAW mengibaratkan orang yang menjenguknya seakan-akan tengah berjalan sembari memetik buah-buahan surga, lalu duduk dan rahmat Allah SWT diturunkan dengan deras.


    Bila menjenguknya di pagi hari, maka 70 ribu malaikat mendoakannya supaya ia mendapatkan rahmat hingga waktu sore. Bila menjenguknya sore hari, maka 70 ribu malaikat mendoakannya agar ia mendapatkan rahmat hingga pagi harinya.

    Rasulullah SAW juga bersabda, “Orang-orang yang menjenguk orang sakit akan berada di kebun-kebun surga sampai ia pulang.” (HR. Muslim)

    Rasulullah SAW pun sering menjenguk sahabat-sahabatnya yang sakit. Beliau bahkan terkadang menjenguk orang yang membencinya. Akhlak yang sangat luhur dan terpuji ini hendaknya menjadi teladan seluruh umat Islam.

    Ketika menjenguk orang sakit, Rasulullah SAW tidak lupa membaca doa. Berikut 5 doa untuk orang sakit sesuai anjuran Rasulullah SAW.

    Doa untuk Orang Sakit

    Berdasarkan hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, berikut doa yang dapat dibaca ketika menjenguk orang sakit.

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syifā’a illā syifā uka. Syifā’an lā yughādiru saqaman

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkan penyakit ini. Sembuhkanlah. Engkau Yang Maha menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit.”

    Doa Menjenguk Orang Sakit

    Dikutip dari buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ahmad Zacky El-Syafa, doa ini dipanjatkan Rasulullah SAW ketika menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash yang tengah berbaring sakit.

    اللَّهُمَّ اِشْفِ سَعْدًا ، اَللَّهُمَّ اِشْفِ سَعْدًا، اَللَّهُمَّ اِشْفِ سَعْدًا

    Allaahumma isyfi sa’dan. allaahumma isyfi sa’dan. allaahumma isyfi sa’dan

    “Ya Allah… sembuhkanlah ia dalam keadaan bahagia. Ya Allah… sembuhkanlah ia dalam keadaan bahagia. Ya Allah… sembuhkanlah ia dalam keadaan bahagia.” (HR. Muslim)

    Doa Menjenguk Orang Sakit 2

    Doa ini diriwayatkan oleh Abud Dawud dan Tirmidzi. Menurut hadits Rasulullah SAW, “Barang siapa yang menjenguk orang sakit yang belum datang ajalnya, kemudian membaca doa “As-Alullaaha rabbal ‘arsyil ‘adziimi an-yasyfiyaka” sebanyak tujuh kali, maka Allah akan menyembuhkan dari penyakit tersebut.” Berikut bacaannya,

    أَسْأَلُ اللَّهِ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيْكَ

    As-Alullaaha rabbal ‘arsyil ‘adziimi an-yasyfiyaka (7 x)

    Artinya: “Aku memohon kepada Allah Tuhan Yang Maha Agung Penguasa Arasy agar berkenan menyembuhkanmu (7x).” (HR Abu Dawud dan Tirmizi)

    Doa Menjenguk Orang Sakit 3

    Dikutip dari buku Doa Andalan Para Nabi karya Musthafa Murad, doa berikut juga dapat dibacakan ketika menjenguk orang sakit.

    لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Lā ba’sa thahūrun insyā’allāhu.

    Artinya: “Tidak apa-apa. Insya Allah ia menjadi pembersih dosa.”

    Doa Rasulullah SAW ketika Menjenguk Sahabat yang Sakit

    يَا سَلْمَانُ، شَفَى اللَّهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِينِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

    Ya salmaanu syafallaahu saqamaka, waghafara dzanbaka, wa ‘aafaaka fii dii- nika wa jismika ila muddati ajalika

    Artinya: “Wahai Salman… semoga Allah menyembuhkan penyakitmu dan mengampuni dosamu, memberikan kesehatan dalam agamamu, juga badan mu sampai kelak tiba ajalmu.” (HR Ibnu Sunni)

    Adab Menjenguk Orang Sakit

    Terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika menjenguk orang sakit, sebagaimana dijelaskan al-Qismul Ilmi Bi Madaril Wathan dalam bukunya Adab Muslim Sehari Semalam.

    1. Tidak Berlama-lama Duduk di Samping Orang Sakit

    Selain itu, hendaknya memilih waktu yang tepat untuk menjenguk dan tidak membebani orang yang dijenguk.

    2. Menanyakan Keadaan

    Hal ini dapat dilakukan dengan bertanya “Bagaimana kabarmu?” sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW.

    3. Mendoakan Kesembuhan

    Diriwayatkan dalam hadits, Rasulullah SAW berdoa ketika menjenguk orang yang tengah sakit. Hal ini dapat dilakukan dengan mengusap tangan kanan orang yang sakit sembari berdoa.

    4. Mengingatkan Agar Bersabar atas Ketetapan Allah SWT

    Hal ini juga bisa dilakukan dengan memberi semangat kepada orang yang sakit.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Minta Kesembuhan Sakit untuk Diri Sendiri Sesuai Sunah


    Jakarta

    Ajaran Islam mengajarkan sakit kepada hambanya diturunkan untuk memberikan kesempatan bagi mereka menghapus dosa-dosa. Untuk itu, dianjurkan memperbanyak doa dan istigfar ketika sakit.

    Dari Ummul ‘Ala berkata, “Rasulullah SAW mengunjungiku ketika aku sakit, lalu beliau bersabda.

    أَبْشِرِى يَا أُمَّ الْعَلَاءِ فَإِنَّ مَرَضَ الْمُسْلِمِ يُذْهِبُ اللَّهُ بِهِ خَطَايَاهُ كَمَا تُذْهِبُ النَّارُ خَبَثَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ


    Artinya: “Bergembiralah wahai Ummul ‘Ala, sesungguhnya sakitnya seorang muslim dijadikan oleh Allah untuk menghilangkan kesalahannya dengannya, sebagaimana api menghilangkan karat emas dan perak.” (HR Abu Dawud)

    4 Doa Minta Kesembuhan Sakit untuk Diri Sendiri

    1. Doa Minta Kesembuhan Versi Pertama

    Dilansir dari buku Doa Menghadapi Musibah oleh Arif Munandar Riswanto, berikut doa meminta kesembuhan yang bisa diamalkan.

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Allaahumma rabban naasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syaafi. Laa syaafiya illā anta syifaa’an lā yughaadiru saqaman.

    Artinya: “Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah penyembuh. Tidak ada penawar selain dari penawar-Mu, penawar yang menghabiskan sakit dan penyakit.”

    2. Doa Minta Kesembuhan Versi Kedua

    Doa meminta kesembuhan yang dikutip dari buku Doa-Doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa sebagai berikut.

    بِسْمِ الله، حَسْبِيَ الله تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهُ، اِعْتَصَمْتا بِاللَّه فَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَى الله مَا شَاءَ اللَّهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُ وَّةَ إِلَّا بِاللَّه الْعَلِيُّ الْعَظِيمِ

    Bismillaahi hasbiyallaahi tawakkaltu ‘alallaahi i’tashamtu billaahi fawwadltu amri ilallaahi maa syaa-allahu laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aiyyil ‘adziimi

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah-lah Zat Yang mencukupiku. Aku berserah diri kepada Allah. Aku memohon perlindungan kepada Allah. Tiada daya dan upaya hanyalah kepada Allah Zat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

    3. Doa Minta Kesembuhan Versi Ketiga

    Dari buku Al Adzkar Doa dan Dzikir dalam Al-Qur’an dan Sunnah karya Imam Nawawi, doa meminta kesembuhan dapat diamalkan dengan menggunakan debu. Berikut doanya:

    بِسْمِ اللهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

    Bismillahi turbatu ardhinaa biriiqati ba’dhinaa yusyfa saqiimunaa bi idzni rabbinaa

    Artinya: “Dengan nama Allah, debu tanah kami dengan ludah di antara kami, orang-orang yang menderita sakit di antara kami menjadi sembuh dengan izin Tuhan kami.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, & Hakim)

    4. Doa Minta Kesembuhan Versi Keempat

    Riwayat dari Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Sayyidah Aisyah RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW membaca Al-Mu’awwidzat bagi sebagian anggota keluarganya dan mengusap dengan tangan kanannya seraya berkata. Berikut bacaan doanya:

    للَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذهبْ البَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِي إِلَّا أَنتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Allahumma rabban naasi adzhibil ba’sisyfi antasy syaafi laa syaafiya illa anta syifaa’an laa yughaadiru saqama

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memelihara dan menguasai manusia, hapuskanlah penyakit dan penderitaan ini. Sembuhkanlah karena Engkaulah yang Maha Menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu. Kesembuhan yang tidak menimbulkan efek samping.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, & Abdurrazaq)

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa Memohon Kesembuhan dari Sakit untuk Diri Sendiri


    Jakarta

    Doa memohon kesembuhan dapat diamalkan muslim agar Allah SWT mengangkat penyakitnya. Sakit tidak hanya tergolong sebagai musibah, melainkan juga momen untuk menggugurkan dosa seorang muslim.

    Ketika sakit, muslim dianjurkan untuk banyak berdoa dan istighfar. Allah SWT menganjurkan memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa berdoa sebagaimana firman-Nya dalam surah Ghafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Berikut beberapa doa memohon kesembuhan yang bisa diamalkan muslim ketika sakit yang dikutip dari berbagai sumber.

    6 Doa Memohon Kesembuhan: Arab, Latin dan Arti

    1. Doa Memohon Kesembuhan Versi Pertama

    Doa memohon kesembuhan yang pertama ini dinukil dari buku Doa-Doa Terbaik Sepanjang Masa oleh Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa. Berikut bacaannya,

    بِسْمِ الله، حَسْبِيَ الله تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهُ، اِعْتَصَمْتا بِاللَّه فَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَى الله مَا شَاءَ اللَّهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُ وَّةَ إِلَّا بِاللَّه الْعَلِيُّ الْعَظِيمِ

    Bismillaahi hasbiyallaahi tawakkaltu ‘alallaahi i’tashamtu billaahi fawwadltu amri ilallaahi maa syaa-allahu laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aiyyil ‘adziimi

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah-lah Zat Yang mencukupiku. Aku berserah diri kepada Allah. Aku memohon perlindungan kepada Allah. Tiada daya dan upaya hanyalah kepada Allah Zat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

    2. Doa Memohon Kesembuhan Versi Kedua

    Ada pula doa memohon kesembuhan versi lainnya yang tercantum dalam riwayat dari Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. Dari Sayyidah Aisyah RA berkata bahwa Nabi Muhammad SAW membaca Al-Mu’awwidzat bagi sebagian anggota keluarganya dan mengusap dengan tangan kanannya sambil membaca doa berikut,

    للَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذهبْ البَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِي إِلَّا أَنتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Allahumma rabban naasi adzhibil ba’sisyfi antasy syaafi laa syaafiya illa anta syifaa’an laa yughaadiru saqama

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memelihara dan menguasai manusia, hapuskanlah penyakit dan penderitaan ini. Sembuhkanlah karena Engkaulah yang Maha Menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu. Kesembuhan yang tidak menimbulkan efek samping.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, & Abdurrazaq)

    3. Doa Memohon Kesembuhan Versi Ketiga

    Selain doa-doa di atas, ada pula doa memohon kesembuhan yang dapat diamalkan muslim yang dikutip dari buku Doa Menghadapi Musibah karya Arif Munandar Riswanto.

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Allaahumma rabban naasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syaafi. Laa syaafiya illā anta syifaa’an lā yughaadiru saqaman.

    Artinya: “Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah penyembuh. Tidak ada penawar selain dari penawar-Mu, penawar yang menghabiskan sakit dan penyakit.”

    4. Doa Memohon Kesembuhan Versi Keempat

    Dalam kitab Al Adzkar oleh Imam Nawawi yang diterjemahkan Masturi Irham dan Muhammad Aniq terdapat pula doa memohon kesembuhan yang bisa dipanjatkan muslim. Bacaan ini diamalkan dengan menggunakan debu.

    بِسْمِ اللهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

    Bismillahi turbatu ardhinaa biriiqati ba’dhinaa yusyfa saqiimunaa bi idzni rabbinaa

    Artinya: “Dengan nama Allah, debu tanah kami dengan ludah di antara kami, orang-orang yang menderita sakit di antara kami menjadi sembuh dengan izin Tuhan kami.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, & Hakim)

    5. Doa Memohon Kesembuhan Versi Kelima

    Selanjutnya, doa memohon kesembuhan turut tersemat dalam buku Panduan lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat yang disusun Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf M Pd. Berikut bacaannya,

    اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ أَجَلِي قَدْ حَضَرَ فَأَرِحْنِي وَإِنْ كَانَ مُتَأَخِّرًا فَاشْفِنِي وَإِنْ كَانَ بَلَاءً فَصَبِرْنِي

    Alloohumma in kaana ajalii qod hadhoro fa arihnii. wa in kaana muta’akhkhiron fasyfinii. wa in kana balaa-an fashobbirnii.

    Artinya: “Ya Allah, jika ajalku sudah dekat maka wafatkanlah aku dengan tenang, jika ajalku masih lama maka sembuhkanlah penyakitku, dan jika sakitku ini adalah ujian dari-Mu maka anugerahkanlah kesabaran untukku.”

    Lalu dilanjut dengan membaca doa berikut,

    أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    A’uudzu bi ‘izzatillahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru.

    Artinya: “Aku berlindung dengan kebesaran Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan apa yang aku derita dan aku khawatirkan.”

    6. Doa Memohon Kesembuhan Versi Keenam

    Masih dari sumber yang sama, ada juga doa memohon kesembuhan versi lainnya dengan lafaz lebih singkat.

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، بِسْمِ اللهِ الْكَبِيرِ وَأَعُوْذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ مِنْ شَرِّ عِرْقٍ نَعَارٍ، وَ مِنْ شَرِّ حَرِّ النَّارِ.

    Bismillahir rahmanirrahim, bismillaahil kabiir wa a’uudzu billaahil ‘azhiim min syarri ‘irqin na’-aarin wa min syarri kulli harrin naar.

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, dengan nama Allah Yang Maha Besar, aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung dari sakitnya darah mengalir (luka) dan dari buruknya panas api.”

    Itulah beberapa doa memohon kesembuhan yang bisa dilafalkan muslim. Semoga bermanfaat.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Ayub ketika Sakit, Baca untuk Minta Kesembuhan


    Jakarta

    Doa Nabi Ayub AS ketika sakit dapat diamalkan muslim untuk memohon kesembuhan. Sebagaimana diketahui, Ayub AS diuji dengan penyakit yang menggerogoti tubuhnya dalam waktu cukup lama.

    Menurut Qashash Al-Anbiyaa’ oleh Ibnu Katsir yang diterjemahkan Saefulloh MS, Nabi Ayub AS dikenal dengan sifatnya yang sangat dermawan. Sebelum sakit, ia dianugerahi harta yang melimpah.

    Harta kekayaannya Ayub AS mencakup hewan ternak seperti kambing, sapi, unta, serta keledai. Sebagai utusan Allah SWT, Nabi Ayub AS menggunakan hartanya untuk kebaikan seperti disumbang kepada fakir miskin, membantu anak yatim, memuliakan tamu, dan lain sebagainya.


    Namun, semua nikmat itu dicabut oleh Allah SWT ketika Ayub AS sakit. Saking parahnya penyakit yang diderita Nabi Ayub AS, ia hanya dapat menggunakan lidah dan hatinya untuk beribadah kepada Allah SWT.

    Sehari-hari, sang istri terpaksa mencari nafkah sejak Ayub AS jatuh sakit. Sebagai sosok yang setia, istri Nabi Ayub AS merawat sang nabi dengan tulus.

    Doa Nabi Ayub AS ketika Sakit

    Doa ketika Nabi Ayub AS sakit tercantum dalam surah Al Anbiya ayat 83, berikut bunyinya:

    وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

    Arab latin: Wa ayyụba iż nādā rabbahū annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn

    Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

    Kisah Sembuhnya Ayub AS dari Penyakit yang Diderita

    Diceritakan dalam buku Mukjizat Doa-doa yang Terbukti Dikabulkan Allah karya Yoli Hemdi, alih-alih memohon kesembuhan kepada Allah SWT secara langsung, Ayub AS justru meminta Allah SWT menunjukkan bentuk Maha Penyayang-Nya. Ini menunjukkan pribadi sang nabi yang taat dan santun.

    Allah SWT lantas memberi Nabi Ayub AS kesembuhan. Hal tersebut dijelaskan dalam surah Al Anbiya ayat 84,

    فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ

    Artinya: “Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.”

    Itulah doa Nabi Ayub AS ketika sakit yang bisa diamalkan muslim. Semoga kita senantiasa selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT, Aamiin.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Sakit Disebut sebagai Penggugur Dosa, Begini Haditsnya


    Jakarta

    Sakit bukan hanya sebuah musibah atau ujian dari Allah SWT, tetapi juga bisa menjadi peringatan, serta bentuk nikmat dan anugerah dari-Nya. Diriwayatkan pula sakit dapat berfungsi sebagai penggugur dosa.

    Sebagian muslim mungkin memandang sakit sebagai ujian untuk mengukur iman dan ketakwaan, dan mereka menanggapinya dengan sabar, berikhtiar, dan berdoa. Ada juga yang melihat sakit sebagai nikmat dan anugerah dari Allah SWT, menyikapinya dengan sabar dan keridaan.

    3 Hadits Sakit sebagai Penggugur Dosa

    Mengutip buku Bimbingan Orang Sakit susunan Saiful Hadi El-Sutha, ketika menderita sakit, seorang muslim sebaiknya menyikapi sakit yang dialaminya dengan cara introspeksi, bertobat, berdoa, dan terus berikhtiar untuk sembuh. Niscaya sakit yang dialami bisa menjadi berkah dan rahmat.


    Hal tersebut telah ditegaskan oleh Rasulullah SAW melalui sabda-sabdanya berikut ini:

    1. Sakit Menggugurkan Dosa

    مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضِ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتُهُ كَمَا تَحَطَّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا. (رواه البخاري ومسلم)

    Artinya: “Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu musibah berupa sakit atau lainnya, melainkan Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan sakitnya itu, sebagaimana sebatang pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Al Bukhari dan Muslim)

    2. Sakit Menghapuskan Kesalahan

    ما يَصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمْ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَم حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشأَكُهَا إِلَّا كَفَّرَ الله بها مِنْ خطاياه. (رواه البخاري)

    Artinya: “Tidaklah menimpa seorang muslim suatu keletihan, penyakit, kecemasan, kesedihan, kesulitan, kesedihan, kesakitan, dan kepedihan, bahkan hingga duri yang menusuknya, melainkan dengan semua itu Allah akan menghapuskan segala kesalahannya.” (HR Al Bukhari)

    3. Sakit Menjadi Ladang Pahala

    إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مقيما صحيحًا . (رواه البخاري )

    Artinya: “Apabila seorang hamba mengalami sakit atau sedang dalam perjalanan, maka akan dicatat baginya pahala perbuatannya seperti pahala perbuatan yang dilakukannya ketika tidak bepergian atau tidak sakit.” (HR Al Bukhari)

    Masih merujuk sumber sebelumnya, untuk itu, muslim sepatutnya tidak merasa putus asa ketika menghadapi penyakit yang dialaminya. Ia harus tetap berusaha mencari kesembuhan dan terus berikhtiar. Sebab, Allah SWT tidak pernah menurunkan penyakit tanpa menyediakan obatnya.

    Bahkan para nabi, yang merupakan hamba-hamba pilihan dan tercinta di sisi Allah SWT, juga mengalami ujian berupa penyakit, bahkan penyakit yang sangat berat. Ini menunjukkan bahwa ujian dalam bentuk sakit tidak hanya dialami oleh orang biasa, tetapi juga oleh mereka yang paling dekat dengan Allah SWT.

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya manusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian orang-orang yang setingkat di bawah mereka, kemudian orang- orang yang setingkat di bawah mereka, kemudian orang-orang yang setingkat di bawah mereka.” (HR Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Hakim)

    Doa Mengharap Kesembuhan

    Orang yang sedang sakit dapat berharap mendapatkan doa untuk kesembuhan dari mereka yang datang menjenguknya. Dilansir dari Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi terjemahan Abu Firly Bassam Taqiy, ketika Rasulullah SAW menjenguk kerabat yang sedang sakit, beliau mendoakan agar mereka diberikan kesembuhan dengan berbagai doa.

    Salah satu doanya diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA yang berbunyi:

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Arab latin: Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa isyfi antas syāfi lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

    Artinya: “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakitnya. Berikanlah kesembuhan karena kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

    Doa ini adalah bentuk kepedulian dan harapan akan kesembuhan dari orang yang menjenguk. Dengan doa ini, diharapkan orang yang sakit merasakan dukungan dan perhatian dari mereka yang menjenguk, serta merasa tenang dan berharap pada kekuatan doa untuk mendapatkan kesembuhan dari Allah SWT.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa untuk Orang Sakit yang Dicontohkan Rasulullah SAW


    Jakarta

    Dalam Islam, doa berperan penting dalam menghadapi segala hal termasuk ujian kesehatan. Doa untuk orang sakit jadi salah satu ungkapan untuk memohon kesembuhan kepada Allah SWT.

    Memperbanyak doa juga termasuk dari usaha seorang yang sakit agar segera disembuhkan. Nabi Muhammad SAW bersabda:

    ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوْقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ


    Mintalah kepada Allah, dan kalian meyakini akan dikabulkannya doa tersebut (H. Tirmidzi).

    “Syafakillah” (untuk perempuan) dan “Syafakallah” (untuk laki-laki adalah ucapan bahasa Arab sederhana yang bisa kita ucapkan langsung kepada orang sakit. Selain itu, ada banyak doa yang bisa diucapkan.

    Doa untuk Kesembuhan

    Surat Al Ikhlas adalah salah satu surat dalam AL-Qu’ran yang bia dibaca untuk meminta agar penyakit cepat sembuh. Dikutip dari buku Fikih Orang Sakit oleh Jean Auroux, ketika ia merasa sakit, Rasulullah SAW membaca doa ini:

    قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (۲) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ(4)

    Arab latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yụlad. Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad.

    Artinya: “Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia” (QS. Al- Ikhlas 1-4).

    Seraya membaca doa itu, Nabi Muammad SAW mengangkat kedua telapak tangannya lalu meniupkan ke dalam keduanya.

    Doa untuk Mendoakan Orang Sakit

    Nabi Muhammad SAW pernah membaca doa untuk meruqyah salah seorang sahabat yang sedang sakit, dengan kalimat ini:

    امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

    Arab latin: Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.

    Artinya, “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang bisa mengangkatnya kecuali Engkau.”

    Doa agar Diberi Kesehatan

    Dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil, berikut bacaan doa agar diberi kesembuhan yang bisa dibaca oleh orang yang sakit:

    بِسْمِ اللهِ(3x)

    (7x) أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَ أَحَاذِرُ

    Bismillah (3x)
    A’uudzu bi ‘izzatillaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7x)

    Artinya: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari kejahatan yang menimpaku dan yang aku takuti” (HR. Muslim).

    Ucapan untuk Orang Sakit dalam Islam

    Dalam kitab Al-Adzkar oleh Al-Imam An-Nawawi, Nabi Muhammad SAW mengajarkan beberapa doa kesembuhan orang sakit. Doa ini dibaca oleh orang yang menjenguk:

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Arab latin: Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’an laa yughadiru saqaman

    Artinya: “Ya Allah, Tuhannya manusia, hilangkanlah rasa sakit, sembuhkanlah, Engkau-lah Dzat Yang Menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.

    Doa untuk Menyembuhkan Segala Penyakit

    بِسْمِ اللهِ أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ مِنْ وَجَعِي هَذَا.

    Arab latin: Bismillaah a’uudzu bi ‘izzatillaah wa qudratihi min syarri maa ajidu min waja’ii haadzaa.

    Artinya: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah, dari kejahatan penyakit yang aku derita ini.” (HR Tirmidzi)

    Doa untuk Orang Sakit dengan Menyebut Namanya

    Saat Rasulullah SAW menjenguk salah satu sahabat yakni Sa’ad bin Abi Waqqash, beliau membaca doa ini:

    اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

    Bacaan latin: Allahummasyfi Sa’dan. Allahummasyfi Sa’dan. Allahummasyfi Sa’dan

    Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad. Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad. Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad.”

    Itu tadi kumpulan doa untuk orang sakit dalam Islam yang bisa dibaca bagi penjenguk maupun orang yang sakit itu sendiri. Semoga setiap doa yang dipanjatkan tadi menjadi pengantar menuju kesembuhan dan kebahagiaan. Amin.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com