Tag: saluran pembuangan

  • Jangan Pernah Lakukan 5 Hal Ini Kalau Nggak Mau Septic Tank Bermasalah!



    Jakarta

    Septic tank adalah tempat penampungan kotoran alias tinja sebelum airnya dikembalikan ke daerah resapan. Meski tak terlihat, septic tank perlu dirawat dan digunakan dengan baik agar tidak menimbulkan masalah.

    Namun, masih banyak masyarakat yang awam soal cara merawat septic tank. Peneliti Utama Teknologi Lingkungan Kota Penelitian Teknologi Bersih LIPI Neni Sintawardani mengatakan septic tank yang sudah berbau, kepenuhan, dan mampet harus segera disedot karena dapat terjadinya kasus septic tank, misalnya terjadi ledakan.

    Lantas, apa saja hal yang perlu dihindari agar septic tank tetap terawat dan tidak menimbulkan masalah? Berikut lima kelalaian yang harus kamu tahu.


    5 Hal yang Bikin Septic Tank Bermasalah

    Inilah beberapa hal yang bisa bikin septic tank kamu bermasalah.

    1. Desain yang Asal

    Menurut Neni, septic tank yang efektif adalah septic tank yang didesain dengan memperkirakan volume jumlah limbah yang akan diproduksi oleh penghuni. Dengan begitu air limbah yang keluar masuk setelah proses dekomposisi bisa seimbang.

    Septic tank harus terbagi menjadi minimal dua bagian, sebagai ruang penampungan dan ruang kedap udara untuk penguraian limbah oleh bakteri.

    “Jika volumenya sesuai dengan apa yang masuk dan desainnya tidak satu ruang, jadi minimal dua orang, itu biasanya lebih aman stabil. Tidak perlu dilakukan penyedotan terlalu sering,” kata Neni beberapa waktu lalu.

    2. Ventilasi Tak Terawat

    Neni mengatakan bahwa ada beberapa kasus sang penghuni rumah tidak mengetahui di mana letak septic tank mereka. Biasanya pada kasus seperti ini, ventilasi septic tank tidak terawat rawan terselimuti sampah akibatnya gas dari penguraian bakteri tertimbun di septic tank tidak adanya saluran keluar.

    “Di mana ada lubang saluran gas? Beberapa kasus saya lihat beberapa rumah karena ketidaktahuan lubang gasnya tertutup. Tertutup tanah, atau terlalu rendah, enggak tahu di mana letaknya. Nah itu lama lama tekanan gas kuat itu juga bisa meledak,” ucap Neni.

    3. Bakar Dekat Ventilasi

    Karena tidak tahu di mana letak septic tank, beberapa penghuni adakalanya tidak sadar meletakkan sumber api dekat dengan ventilasi septic tank. Sumber api bisa menjadi penyebab gas di septic tank meledak.

    “Kalau kita tahu terpelihara oh di situ ada saluran gas. Ya, kita hindari dong jangan bakar-bakar di dekat situ karena kita tahu ada biogas,” ucap Neni.

    4. Sedot Habis

    Kesalahan selanjutnya yang menyebabkan septic tank cepat penuh adalah cara yang salah menyedot septic tank sampai habis. Diterangkan oleh Neni hal ini membuat bakteri pengurai berkurang banyak yang menyebabkan buruh waktu lebih lama sampai bisa mengerjakannya seperti semula.

    “Mana ada bibit (bakteri pengurai). Lama lagi bibitnya,” ucap Neni.

    5. Membuang Pembersih atau Antiseptik ke Septic Tank

    Kesalahan lain adalah membuang limbah yang masih ada cairan antiseptik atau pembersih ke septic tank. Neni mengatakan bahwa saat kita sedang membersihkan toilet, banyak orang memakai antiseptik agar bersih tapi akibatnya hal ini bisa mematikan bakteri pengurai di septic tank.

    “Kalau pakai sebulan sekali ya enggak apa-apa mungkin mati sedikit. tapi saya sendiri enggak pakai,” ucap Neni untuk cukup membersihkan toilet dengan air dan sikat saja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Iyuh, Ini 5 Penyebab Cacing Muncul di Kamar Mandi



    Jakarta

    Terkadang cacing ditemukan di area kamar mandi, seperti di toilet ataupun saluran pembuangan. Tentu keberadaan hewan ini cukup mengganggu pemilik rumah.

    Sebenarnya cacing ada di kamar mandi karena banyak penyebabnya. Misalnya cacing masuk ke sistem perpipaan melalui retakan atau kebocoran. Kotornya kamar mandi juga memancing datangnya cacing.

    Dilansir DIY Home Comfort, berikut beberapa penyebab adanya cacing di kamar mandi kamu.


    Kebocoran pada Pipa

    Pipa yang bocor dapat menciptakan lingkungan lembap yang disukai oleh cacing. Kebocoran ini dapat terjadi di area yang tidak langsung terlihat, seperti di balik dinding atau di bawah lantai kamar mandi.

    Pipa Retak

    Retakan pada pipa terutama di rumah-rumah yang sudah lama, dapat menyebabkan tanah serta cacing masuk ke dalam sistem perpipaan. Hal ini membuat cacing masuk sampai ke dalam kamar mandi kamu.

    Pipa saluran pembuangan yang retak juga dapat menyebabkan benda asing menyusup ke dalam pipa. Segera periksa dan perbaiki retakan pada pipa, sebelum menimbulkan kerugian besar lainnya.

    Kebersihan Kamar Mandi yang Buruk

    Pembersih yang jarang dapat mengakibatkan penumpukan kotoran di dalam dan sekitar kamar mandi, yang menarik berbagai hama seperti cacing.

    Jika kamu tidak menyiram toilet secara teratur atau membersihkannya secara menyeluruh, hal itu dapat menciptakan lingkungan yang cocok untuk cacing.

    Kelembapan yang Tinggi

    Kelembapan menjadi hal yang sangat buruk di rumah kamu, termasuk di kamar mandi. Tidak hanya menimbulkan jamur dan bau yang tidak sedap, tetapi membuat hama tertarik untuk berada di tempat tersebut.

    Kamar mandi dengan ventilasi yang buruk dapat menjadi lembap, menjadikannya tempat berkembang biaknya cacing dan hama lainnya.

    Masalah Saluran Pembuangan

    Jika toilet kamu tersumbat oleh limbah, hal ini dapat menjadi tempat berkembang biaknya cacing. Cacing ini akan masuk ke toilet kamu melalui saluran pembuangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Penyebab AC Keluar Air, Bisa Jadi Tanda Kerusakan


    Jakarta

    Pernahkah kamu mendapati lantai basah karena tetesan air dari unit AC di rumah? Kebocoran AC tentu akan menjadi masalah yang mengganggu.

    Hal ini juga bisa menjadi tanda adanya kerusakan dari AC. Ketahui beberapa penyebab AC keluar air berikut ini.

    Penyebab AC Keluar Air

    AC yang mengeluarkan air bisa disebabkan karena berbagai masalah seperti saluran pembuangan tersumbat, filter udara yang kotor, serta kumparan evaporator beku. Berikut penjelasannya mengutip salah satu laman produsen AC, Service Champion, dan ARS Rescue Rooter.


    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Saluran pembuangan yang tersumbat mencegah AC mengosongkan wadah pembuangan dengan benar. Wadah pembuangan bisa tersumbat oleh kotoran atau serpihan yang menumpuk. Hal ini membuat air rentan berbalik dan menimbulkan kebocoran.

    Kamu bisa membersihkannya dengan vacuum cleaner basah atau kering. Tapi hati-hati agar tidak merusak unit HVAC (Heating, Ventilation, dan Air-Conditioning).

    2. Filter Udara Kotor

    Filter udara yang kotor akan membatasi aliran udara di atas kumparan evaporator, sehingga menyebabkan kondensasi dan kebocoran air. Sebagai informasi, menurut detikEdu, kondensasi merupakan proses perubahan uap air di udara menjadi butiran air.

    3. Tingkat Refrigeran Rendah

    Kadar refrigeran yang rendah membuat kumparan evaporator menjadi terlalu dingin. Hal ini menyebabkan kumparan membeku dan basah saat mencair. Adapun tanda-anda lain dari kadar referigeran yang rendah adalah suara gemericik atau mendesis dan pendinginan yang tidak efektif.

    4. Pemasangan AC yang Tidak Tepat

    AC yang dipasang dengan cara yang salah atau saluran pembuangan yang tidak dikonfigurasi dengan benar bisa menyebabkan masalah drainase dan kebocoran air. Jadi, pastikan kamu meminta bantuan tenaga profesional ketika memasang AC.

    5. Wadah Pembuangan Rusak

    Wadah pembuangan sangat penting untuk mengalirkan kondensat berlebih. Jika wadah pembuangannya rusak, aliran air akan terhalang dan bisa menyebabkan kebocoran air.

    6. Kumparan Evaporator Beku

    Seiring berjalannya waktu, kumparan evaporator bisa tersumbat. Bukannya mendinginkan udara panas dan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, kumparan tersebut kotor dan melambat karena zat pendingin ak bisa melewati kumparan ke dalam unit.

    Tanpa panas yang diserap, kumparan menjadi semakin dingin dan membeku. Es yang mencair dengan cepat memenuhi wadah pembuangan dan menyebabkan kebocoran air.

    7. Isolasi Rusak

    Isolasi dalam AC membantu mengurangi jumlah kondensasi yang dihasilkan. Jika ada kerusakan seperti berlubang atau retak. AC tidak bisa berfungsi dengan baik dan dapat menyebabkan kebocoran. Kondisi ini juga bisa menyebabkan beberapa bagian AC membeku.

    8. Saluran Pembuangan Terputus

    Kebocoran AC juga bisa disebabkan karena saluran pembuangan yang terputus. Wadah pembuangan menyalurkan air ke saluran pembuangan, namun sambungan yang terputus membuat air bocor ke mana mana. Perlu diketahui, sistem AC yang mengalami kebocoran air akibat saluran pembuangan air yang bermasalah memerlukan perhatian profesional untuk memperbaikinya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Sebelum Mudik, Tutup 4 Jalur Ini Agar Rumah Aman dari Tikus


    Jakarta

    Memasuki waktu mudik, banyak yang harus dipersiapkan agar rumah tetap aman dan bersih meski keadaannya tengah kosong dan tak berpenghuni. Salah satunya adalah menjaga rumah aman dari tikus.

    Hewan pengerat satu ini termasuk cerdas karena terkadang bisa mengelabui manusia. Bahkan setelah kita memasang perangkap, mereka bisa datang lagi dan lagi. Ternyata memasang perangkap tidak cukup, kita harus cek beberapa area di rumah yang bisa jadi adalah akses utama tikus masuk ke rumah. Kira-kira di mana saja tempatnya?

    Dilansir The Spruce, berikut 4 jalur masuk tikus ke rumah.


    1. Saluran Pembuangan dan Sistem Perpipaan

    Sebagai hewan pengerat, tikus biasa hidup di tempat yang kotor seperti got atau saluran pembuangan air. Mereka memiliki ingatan yang kuat sehingga bisa kembali ke tempat yang sama berulang kali. Oleh karena itu, cara mencegah tikus adalah dengan menutup akses agar mereka tidak datang kembali.

    Biasanya tikus masuk ke rumah dari got melalui saluran pipa atau jalan pipa pembuangan. Cara mencegah tikus masuk dan keluar dari pipa adalah membuat penutup pada ujung pipa. Pilih penutup yang memiliki lubang agar air tetap dapat keluar.

    2. Atap dan Ventilasi

    Salah satu tempat kesukaan tikus adalah bagian atap rumah. Tanda mereka berada di balik plafon adalah suara berisik ketika mereka berjalan di atas. Jika menemukan tikus berada di atap rumah akan lebih sulit untuk menangkapnya karena perlu membuka plafon atau genteng.

    Cara lebih aman adalah dengan memanggil tenaga profesional yang biasa membasmi tikus. Dikhawatirkan apabila dilakukan sendiri terjadi kecelakaan saat menghindari tikus yang melompat atau kejadian tak disangka lainnya.

    Kemudian, tutup pula ventilasi, lubang di dapur, ventilasi pada atap pelana, dan celah di atap yang berpotensi menjadi akses utama tikus masuk ke rumah.

    3. Lubang

    Selain dari pipa, ventilasi, atau lubang di antara atap, waspadai lubang lain di rumah. Tikus bisa masuk lewat akses di mana saja selama mereka mencium sumber makanan. Jika kamu ingin memasang pengaman atau penutup pada setiap lubang, pastikan bahannya yang tidak mudah rusak apabila digigit oleh tikus.

    4. Tumpukan Barang di Garasi dan Gudang

    Tikus menyukai tempat yang lembap seperti di gudang dan tumpukan barang yang sudah tidak dipakai. Meskipun tidak ada sumber makanan, tetapi tempat penuh debu, hangat, dan kumuh itu merupakan tempat tinggal yang nyaman bagi semut. Sebelum pergi mudik, sebaiknya bersihkan dahulu area gudang, tumpukan barang di dapur, kamar, dan area lainnya agar tidak ada peluang tikus bersarang di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Sering Buang Sabun ke Kloset Bisa Bikin Septic Tank Meledak



    Jakarta

    Dalam sebuah bangunan, terdapat banyak sekali saluran pembuangan yang pemasangannya cukup rumit. Salah satunya adalah saluran pembuangan dari kloset dan kamar mandi.

    Sistem pemasangannya yang rumit membuat banyak benda tidak bisa sembarangan dibuang melalui pipa di kamar mandi apalagi kloset. Sebab, selain air biasa dan kotoran manusia, dapat menyebabkan saluran macet atau masalah septic tank.

    Sering kali ditemui larangan membuang tisu, rokok, dan benda padat lainnya ke dalam lubang kloset. Ternyata membuang sabun ke dalam kloset juga tidak diperbolehkan lho. Padahal ketika kita membersihkan kloset atau membersihkan diri setelah buang air kerap memakai sabun dan terbuang ke dalam kloset. Kira-kira apa ya alasannya?


    Dilansir Ideal Home, di dalam sabun terdapat zat kimia yang dapat membunuh makhluk pengurai atau bakteri pembusukan di septic tank. Keberadaan zat ini sangat merugikan karena apabila tidak ada makhluk pengurai atau bakteri pembusukan, septic tank akan cepat penuh.

    Kotoran-kotoran yang menumpuk tersebut pasti mengalami pembusukan. Dalam proses tersebut akan muncul zat-zat baru yang menimbulkan bau busuk, gas, dan massa yang dapat menekan sekelilingnya. Apabila tidak ada makhluk pengurai, septic tank akan cepat penuh penuh dan bisa meledak.

    Masalah lainnya jika sering membuang sabun ke kloset adalah kerusakan pada karet di pipa saluran air. Bahaya ini sama seperti membuang tisu di sana yakni dapat menyumbat saluran dan merusak saluran karena sulit diurai.

    Bukan hanya air sabun, cairan pembersih lainnya juga disarankan tidak dibuang ke dalam toilet. Mulai dari air bekas cucian baju, air yang tercampur dengan cairan pencuci piring, hingga cairan pelembut pakaian.

    “Kita semua pernah melihat kotoran yang ditinggalkan pelembut kain di laci mesin cuci. Lama kelamaan akan meninggalkan lapisan lengket yang dapat menggumpal dan menyumbat mesin cuci Kamu,” kata Izzy Shulman, Direktur Plumbers4U, dikutip Selasa (2/4/2025).

    “Beberapa pelembut kain bahkan mungkin mengandung bahan beracun seperti benzil asetat dan etanol. Jadi dari sudut pandang lingkungan, memasukkannya langsung ke dalam tangki toilet tidak akan berdampak baik bagi ekosistem air,” lanjutnya.

    Cairan yang Aman Dibuang ke Toilet

    Cairan yang boleh dibuang ke toilet terutama pada saat bersih-bersih hanya produk yang memang dibuat untuk membersihkan toilet. Kemudian, jika ada noda yang membandel atau timbul noda kerak yang sulit dibersihkan dengan air dan digosok, pengguna kamar mandi boleh memakai bahan pembersih yang lebih ampuh, contohnya soda kue dan cuka putih.

    Caranya dengan mencampurkan cuka putih dan soda kue. Kemudian tuang ke mangkuk toilet. Tunggu selama 10 menit, sikat, lalu bilas dengan air bersih. Pastikan tidak ada busa yang terlihat lagi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Cukur Kumis di Kamar Mandi Sebelum Baca Ini!



    Jakarta

    Mencukur kumis dan janggut merupakan rutinitas yang dilakukan seorang pria. Biasanya, kegiatan ini dilakukan di wastafel dan kamar mandi. Jika itu jadi kebiasaan wajib baca artikel ini.

    Mencukur kumis dan janggut di kamar mandi atau wastafel tidak apa dilakukan asal melakukan langkah lanjutan. Sebab jika tidak saluran air bisa tersumbat sisa-sisa bulu dan rambut yang terbuang.

    Berikut tips agar mencukur kumis dan janggut tak menimbulkan masalah seperti dikutip dari modernbathroom.


    1. Gunakan mangkuk

    Jangan langsung membilas pisau cukur yang kamu pakai dengan air mengalir. Gunakan mangkuk berisi air dan cuci pisau cukur itu di dalam mangkuk tersebut. Bila tak ada mangkuk, kamu bisa menggunakan gelas. Mangkuk bisa memisahkan buih busa dan bulu-bulu sisa cukuran. Setelah itu, baru buang dengan menggunakan air mengalir secara perlahan. Tapi jangan lupa untuk menarik penutup saluran air agar tidak menggenang.

    2. Alirkan air panas

    Selalu alirkan air panas setelah mencukur. Air panas bisa membantu menyiram pipa lebih baik dibandingkan dengan air dengan suhu biasa.

    3. Pakai baking soda dan cuka

    Bersihkan saluran pembuangan dengan soda kue atau baking soda dan cuka. Lakukan ini setiap satu atau dua bulan sekali, atau setiap pipa saluran air tersumbat. Ini adalah cara alami yang bisa dilakukan sendiri tanpa harus memanggil tukang ledeng.

    Caranya: Tuangkan setengah cangkir baking soda ke saluran pembuangan, diikuti dengan secangkir cuka putih, lalu tunggu 10 menit. Kemudian alirkan air panas untuk menyiram campuran di saluran pembuangan. Pelarut alami ini dapat membantu menghilangkan penumpukan di dalam pipa.

    4. Cukur saat wastafel kering

    Saat mencukur, mulailah dengan wastafel kering. Dengan begini, kamu bisa membuat rambut atau cukuran langsung ke tempat sampah sebelum rambut tersebut masuk ek saluran air. Membuang sisa rambut itu akan lebih mudah saat dalam keadaan kering. Atau, lapisi wastafel dengan handuk atau tisu, agar mudah dibuang ke tempat sampah.

    Bila kamu rutin mencukur, coba tips mencukur tersebut agar wastafel tidak tersumbat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Pasang Septic Tank yang Benar biar Nggak Cepat Penuh


    Jakarta

    Setiap rumah membutuhkan septic tank untuk mengolah limbah dan menjaga sanitasi air di rumah. Seiring berjalannya waktu, tentu septic tankakan penuh dengan kotoran, sehingga perlu disedot secara berkala.

    Nah, pemilik rumah perlu memasang septic tank dengan benar agar tidak timbul masalah. Dengan pemasangan yang benar, septic tank tidak akan cepat penuh, lho.

    Lantas, bagaimana cara memasang septic tank dengan benar? Yuk, simak tips pemasangannya berikut ini.


    Tips Pasang Septic Tank

    Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasang septic tank.

    1. Ukuran Septic Tank

    Koordinator Nasional Sanitasi Urban dari USAID IUWASH Tangguh, Immanuel Ginting, menjelaskan semakin banyak penghuni rumah, maka ukuran septic tank seharusnya semakin besar.

    “Makin banyak orang di rumah, maka volumenya akan semakin besar. Tapi rata-rata kalau untuk satu rumah itu biasanya antara 2 meter kubik sampai 3 meter kubik paling besar,” ujar Ginting kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Namun, hal ini juga tergantung pada sistem pembuangan air limbah. Apabila sistemnya tercampur yang menerima pembuangan limbah dari WC maka septic tank bisa berukuran kurang sekitar 1,7-2 meter kubik untuk 5-10 penghuni rumah.

    Sementara sistem tercampur yang menerima air limbah dari saluran pembuangan di seluruh rumah dengan ukuran serupa hanya bisa menampung kebutuhan 4 penghuni rumah.

    2. Septic Tank Kedap Air

    Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho, menekankan pentingnya tangki septik yang kedap air. Septic tank yang kedap air akan menghalau masuknya air dari tanah ke dalam tangki yang akan membuatnya cepat penuh.

    “Jadi kalau misalnya muka air tanahnya naik, dan dia muka air, istilahnya muka air tanahnya tinggi, dia pasti pada saat sudah di sedot pun, dia akan ada lagi karena air tanahnya mengisi ke dalam tangki septik,” jelas Endro.

    3. Lubang Kontrol Lebih Tinggi

    Kemudian, untuk mencegah masuknya air hujan Endro menyebut lubang kontrol septic tank atau manhole harus sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah.

    “Jadi limpasan dari air hujan, bukan esok kan, air hujan yang masuk melalui bisa lubang ataupun dari atas. Jadi kesannya harusnya muka manhole-nya atau lubang tanki septiknya posisinya harus lebih tinggi sedikit dari tanah sekitar. Dan dia posisinya tidak mudah air dari luar masuk ke dalam,” katanya.

    4. Resapan Air Terpisah

    Seringkali di masyarakat masih menggunakan septic tank yang bagian bawahnya dibuat menjadi resapan, sehingga tidak kedap air dan memiliki kontak langsung dengan tanah. Hal ini kurang tepat karena tangki berisiko terisi air ketika muka tanah naik.

    “Sebenarnya itu resapannya posisinya tidak di situ (bawah tangki). Jadi di dalam tangki septik SNI pun ada yang namanya lubang untuk resapan air. Nah, kita membuatnya itu biasanya ada satu tangki, jadi ada dua bagian (untuk memisahkan resapan air),” papar Endro.

    5. Ada Pipa Hawa

    Pipa hawa adalah komponen septic tank yang tidak boleh ketinggalan karena berfungsi sebagai ventilasi untuk mengeluarkan gas metana yang dihasilkan di dalam septic tank. Tanpa pipa hawa, maka gas metana berisiko untuk keluar melalui sela-sela pipa di kamar mandi.

    “Tangki septik itu kan harus ada lubang hawa, harus ada lubang udara ke atas. Seringkali karena lubang udara nggak ada, akhirnya gas metana terakumulasi di bawah di tangki septik,” ungkapnya.

    6. Pemilihan Lahan

    Pemilihan lahan juga perlu diperhatikan agar tidak berdekatan dengan benda keras atau pohon dengan akar keras di dekat septic tank. Sebab, benda atau akar keras dapat mengenai septic tank, sehingga tekanannya membuat tangki retak atau pecah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Selain Loteng, Ini Jalan Masuk Tikus ke Rumah



    Jakarta

    Tikus merupakan salah satu hewan pengganggu di rumah. Selain bisa merusak barang-barang di rumah, tikus juga bisa mengkontaminasi makanan hingga mengancam kesehatan penghuninya.

    Tentunya, tikus menjadi hama yang sangat mengganggu. Tikus juga sering masuk ke rumah tanpa disadari penghuninya. Sebab, tikus dapat mudah bersembunyi dan menyelinap sehingga tahu-tahu ada di dalam rumah.

    Untuk itu, kamu perlu tahu lewat mana tikus-tikus ini masuk ke rumah. Melansir dari situs The Spruce, pada Selasa (22/04/2025), terdapat 5 jalan masuk tikus ke dalam rumah sebagai berikut.


    Celah dan Lubang

    Tikus memiliki kemampuan sensorik yang luar biasa dalam hal penciuman dan mengenali suhu. Mereka dapat dengan mudah mendeteksi celah tempat udara hangat yang mengalir keluar dari dalam ruangan. Pada celah ini, tikus akan menyelinap dengan mudah karena tubuhnya fleksibel.

    Lebih parahnya lagi, tikus bahkan bisa menggerogoti dinding kayu dengan giginya yang kuat dan tajam. Hal ini dapat menciptakan lubang baru untuk masuk ke dalam rumah.

    Pintu dan Jendela

    Pintu dan jendela juga bisa menjadi akses masuk bagi tikus. Pintu yang tidak dibersihkan dengan benar, jendela yang tidak tertutup rapat, bahkan celah di bawah pintu bisa menjadi jalan tikus masuk rumah.

    Tidak hanya lewat bawah, ternyata tikus juga bisa memanjat pintu dan jendela yang tinggi. Hal ini karena tikus adalah pemanjat yang pintar dan mampu memanjat permukaan bertekstur apapun.

    Saluran Pembuangan dan Pipa

    Tikus juga bisa merangkak melalui pipa dan masuk melalui wastafel, pancuran, bahkan bak mandi di kamar mandi. Jika kamu menemukan tikus masuk melalui saluran pembuangan, maka sebaiknya periksa pipa secara menyeluruh dan tutup semua retakan, celah, dan sambungan yang rusak. Sebab, tikus juga bisa berkembang biak di selokan.

    Atap dan Ventilasi

    Siapa sangka tikus bisa berjalan di sepanjang kabel, memanjat talang, bahkan melompat dari dahan pohon untuk bisa naik ke atap. Sebab, atap menjadi salah satu jalur potensial bagi tikus, seperti ventilasi, celah, hingga jendela atap.

    Begitu berada di atap loteng, tikus akan membangun sarang, menggerogoti langit-langit rumah, hingga menggigit kabel. Jika kamu mendengar suara aneh dari loteng pada malam hari, kemungkinan ada tikus di atas. Sebagai pencegahan, kamu bisa tutupi talang air atau ventilasi dengan kawat untuk mencegah tikus menyelinap.

    Perabotan

    Tanpa disadari, tikus juga suka bersarang di kotak kardus, furnitur berlapis kain, dan kasur yang disimpan di gudang atau garasi. Maka sebaiknya, periksa kembali perabotan rumah tersebut untuk melihat tempat persembunyian tikus.

    Itu dia beberapa jalan tikus masuk ke rumah yang seharusnya kamu tahu. Tetap waspada dan semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bersihkan Saluran Air Pembuangan Bisa Pakai Es Batu, Begini Caranya!



    Jakarta

    Saluran pembuangan tersumbat dan bau memang menjadi masalah serius. Hal ini diakibatkan oleh penumpukan kotoran, sisa makanan, hingga partikel minyak yang menempel. Terkadang, kita sering bingung bagaimana cara membersihkan saluran pembuangan. Padahal, ada cara sederhana yaitu menggunakan es batu.

    Menurut Kepala Pemasaran dan Inovasi InspireClean, Aminah Vieira, seperti dikutip dari situs The Spruce, Senin (05/05/2025), es batu menjadi penggosok alami yang dapat menjangkau area di dalam saluran pembuangan yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gosok.

    “Es bekerja dengan sangat baik dalam pembuangan sampah dengan mengikis sisa makanan dan endapan,” kata Vieira.


    Lalu, bagaimana cara melakukannya? Berikut terdapat petunjuk berisi langkah-langkah cara membersihkan saluran pembuangan menggunakan es batu.

    Kosongkan Wastafel

    Pastikan wastafel kosong sebelum mulai dibersihkan. Singkirkan benda apapun yang ada di wastafel, seperti piring kotor.

    Tambahkan Es

    Letakkan satu atau dua genggam besar es batu.

    Nyalakan Air

    Setelah es batu masuk ke saluran pembuangan dan memenuhi isinya, maka nyalakan air atau gunakan air dingin untuk disiram ke dalam saluran.

    Biarkan Air Mengalir

    Biarkan air mengalir hingga es batu hancur jika sudah maka matikan air.

    Untuk hasil yang lebih maksimal, bisa gunakan cuka putih. Caranya bekukan cuka putih dan air lalu letakkan es cuka putih ke dalam saluran pembuangan. Cara ini efektif mengatasi residu dan bau.

    Saran lainnya adalah hindari gunakan air panas, sebab air panas justru dapat menyebabkan terbentuknya endapan pada dinding bagian dalam saluran. Gunakan selalu air dingin untuk membantu mendorong benda-benda di dalam saluran pembuangan.

    Selain itu, jangan buang makanan terlalu besar ke dalam saluran pembuangan. Hal ini dapat menyumbat saluran pembuangan. Untuk itu, hancurkan makanan dan masukan ke dalam saluran pembuangan secara perlahan-lahan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Nggak Boleh Buang Tisu ke Toilet? Ternyata Ini Alasannya


    Jakarta

    Sering kali ada tulisan dilarang membuang tisu ke dalam WC di toilet umum. Meski terkesan sepele, kalau imbauan itu dilanggar lama-lama bakal timbul masalah, lho.

    Membuang tisu ke dalam toilet memang cukup praktis, tapi dampaknya bisa bikin rugi pemilik toilet. Lembaran tisu yang dibuang terus-menerus ke toilet bakal merusak saluran toilet.

    Lantas, apa saja risiko membuang tisu ke dalam toilet ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Alasan Dilarang Buang Tisu ke Toilet

    Inilah sederet alasan mengapa tisu tidak boleh dibuang ke dalam toilet, dikutip dari Scott English Plumbing.

    1. Efek Fatberg

    Membuang tisu ke toilet dapat memicu fatberg, sehingga pipa perlu diperbaiki. Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, apalagi efek ini bisa mencapai panjang hingga lebih dari 10 kaki atau dan berat hingga 100 kg.

    2. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Tisu yang disiram ke toilet mungkin tidak tersangkut di pipa, tetapi mencapai sistem saluran pembuangan. Hal ini dapa menyebabkan kerusakan di sistem septic tank rumah serta sistem saluran pembuangan kota.

    3. Tisu Susah Terurai

    Tisu tidak akan terurai meski disiram ke dalam toilet. Tisu dalam keadaan basah dan melewati sistem saluran pembuangan ini tidak langsung hancur dalam 24 jam.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Alhasil, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan penyumbatan saluran pembuangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com