Tag: sampah penghuni

  • Kucing Liar Suka Buang Kotoran di Halaman Rumah? Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kehadiran kucing liar di halaman rumah bisa bikin penghuni rumah kesal. Bagaimana tidak, hewan berbulu ini suka buang kotoran di taman.

    Hal itu membuat kotor dan berantakan pekarangan. Belum lagi penghuni rumah harus waspada agar sampai menginjak ‘ranjau’ alias kotoran kucing yang terkubur di tanah.

    Dilansir dari Time for Paws, kucing liar mencari tempat yang aman. Mereka sering datang ke rumah untuk mencari sumber makanan dan tempat berlindung.


    Kucing bisa saja mencari tempat aman di sekitar rumah. Oleh karena itu, penghuni butuh trik ampuh untuk membuat kucing nggak betah mendekati rumah. Namun, jangan sampai menyakiti kucing.

    Bagaimana cara mencegah kucing masuk halaman rumah? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Cegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah

    Inilah sejumlah cara untuk mengusir kucing dari rumah biar nggak buang kotoran sembarangan dikutip dari The Spruce.

    1. Bersihkan Sisa Makanan dan Sampah

    Penghuni perlu menutup tempat sampah dengan rapat agar tidak dapat dijangkau kucing. Bersihkan juga sisa makanan supaya aromanya tidak mengundang kucing.

    2. Jangan Beri Makan Kucing

    Pastikan tidak ada yang memberi makan atau air ke kucing liar. Sebab, kucing biasanya kembali ke tempat yang terdapat sumber makanan.

    3. Pasang Pagar Khusus

    Kucing dapat masuk halaman rumah dengan melewati pagar bercelah. Sebaiknya pasang pagar yang sulit dilewati kucing. Misalnya memasang paku penghalang yang tidak terlalu tajam pada celah pagar.

    Selain itu, penghuni dapat membuat permukaan tanah tidak nyaman buat diinjak kucing. Caranya dengan meletakkan kawat ayam berukuran kecil atau karpet plastik kasar di bawah tanah.

    4. Tanam Tumbuhan yang Tak Disukai Kucing

    Kemudian, penghuni bisa menanam sejumlah tanaman di pekarangan. Pilih tanaman yang aromanya tidak disukai kucing, seperti lavender, mint, dan roesmary.

    5. Sebar Pecahan Cangkang Telur

    Cangkang telur juga bermanfaat untuk mengusir kucing dari halaman rumah, lho. Pecahkan cangkang telur menjadi potongan kecil, lalu sebarkan di halaman rumah. Kucing akan merasa tidak nyaman berjalan di tanah dengan butiran cangkang yang tajam.

    6. Sebar Bau yang Tak Disukai Kucing

    Terakhir, penghuni dapat sebarkan bahan dengan aroma yang dibenci kucing. Kucing akan menghindari bau menyengat, misalnya dari bawang putih, eucalyptus, kopi, tembakau, dan cuka.

    Sebarkan bahan-bahan tersebut secara rutin di area yang ingin dijauhkan dari kucing. Cara ini cukup ampuh buat mengusir kucing dari tempat tertutup seperti plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

    Itulah tips mencegah kucing masuk pekarangan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Buang! Ini Cara Kelola Sampah Rumah Tangga dengan Benar


    Jakarta

    Penghuni rumah biasanya memproduksi dan membuang sampah setiap hari. Sampah tersebut setelah dibuang akan diangkut oleh petugas sampah, lalu berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo Gulang Winarno pernah mengatakan banyak orang belum mengelola sampah rumah tangga dengan optimal. Padahal langkah ini penting buat lingkungan dan menguntungkan bagi penghuni rumah.

    “Sampah itu kalau tidak dikelola dengan baik, akhirnya akan mengganggu terkait kesehatan, (lalu lintas) transportasi, (dan) ekosistem. Kalau dikelola dengan baik, (sampah) tidak akan mengganggu (aktivitas) dan juga akan menambah nilai produktif,” ujar Gulang kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    Lalu, bagaimana cara mengelola sampah rumah tangga? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga

    Inilah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah dengan benar di rumah.

    1. Mengurangi Produksi Sampah

    Penghuni bisa mulai mengelola sampah dengan mengurangi produksinya. Penghuni dapat beralih dari barang sekali pakai agar sampah tidak cepat menumpuk. Dengan begitu, penghuni mengurangi beban sampah yang perlu dikelola.

    “Untuk mengurangi sampah juga, menggunakan alat-alat yang sekiranya dapat digunakan kembali. Jadi bukan plastik tapi yang nanti bisa digunakan untuk beberapa kali. Tidak sekali pakai terus dibuang,” ucapnya.

    2. Membuang Sampah pada Tempatnya

    Pastikan untuk membuang sampah pada tempatnya. Jangan asal buang sampah ke pinggir jalan, taman, atau sungai. Sebaiknya penghuni menyediakan beberapa tempat sampah sesuai kategori di rumah.

    “Di setiap rumah tangga itu ada tempatnya sendiri-sendiri, organik, non organik, dan B3 itu kita tempatkan (dan) tandain. Kalau kita memiliki kesadaran membeli tempat sampah yang terpilah tersebut,” imbuhnya.

    3. Memilah Sampah sesuai Kategori

    Buanglah sampah dengan memilahnya berdasarkan kategori. Umumnya, penghuni rumah hanya perlu memisahkan antara sampah organik, non organik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun).

    Gulang menyebutkan sampah organik antara lain sisa makanan dan dedaunan. Lalu, sampah non organik seperti benda yang terbuat dari plastik, kertas, karton, atau kaleng.

    4. Mengompos Sampah Organik

    Sampah organik yang sudah dipisahkan dapat diolah menjadi pupuk. Hal ini membantu mengurangi sampah organik yang dibuang ke TPA.

    Caranya dengan memasukkan sampah organik ke komposter atau wadah penyimpan sampah organik yang tertutup. Sampah tersebut akan menjadi pupuk setelah beberapa hari dibiarkan.

    “Yang (sampah) organik bisa buat pupuk setidaknya buat tanaman kita sendiri di pekarangan rumah,” katanya.

    5. Menjual Sampah Bernilai

    Penghuni bisa menghasilkan cuan dari mengelola sampah, lho. Ada beberapa sampah non organik yang punya nilai jual seperti botol plastik, kaleng, dan kertas. Penghuni dapat menjual sampah tersebut ke bank sampah.

    “Sampah itu sebenarnya bisa menghasilkan untuk tambahan kebutuhan rumah tangga. Walaupun hal itu cuman sedikit, kalau dijual satu bulan juga menambah nilai atau membantu keuangan rumah tangga,” tuturnya.

    Itulah cara mengelola sampah rumah tangga. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com