Tag: sampah

  • Apa Itu Biopori? Pengertian dan Manfaatnya


    Jakarta

    Istilah biopori kerap disebutkan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya banjir. Namun, apa sih biopori itu?

    Biopori merupakan resapan air yang biasanya dipakai di wilayah yang daya serapnya kurang maksimal. Biopori ini memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk mencegah banjir.

    Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai biopori, yuk simak informasi berikut ini.


    Pengertian Biopori

    Menurut KBBI daring, biopori adalah lubang buatan pada tanah yang diisi sampah organik untuk resapan air. Sampah organik ini berfungsi sebagai makanan makhluk hidup yang ada di tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan.

    Dilansir dari situs Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, biasanya lubang biopori dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Lubang ini memiliki diameter antara 10-30 cm dan tidak memiliki muka air tanah dangkal.

    Manfaat Biopori

    1. Mengurangi Sampah Organik

    Biopori mampu mengurangi sampah organik dari rumah kita ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Karena kamu dapat membuang sampah organik ke dalam biopori.

    Selain mengurangi sampah organik yang akan dibuang ke TPA, pembuatan biopori juga akan membuat kamu terbiasa memilah antara sampah organik dan anorganik.

    2. Menyuburkan Tanah

    Ketika kita memasukkan sampah organik ke dalam lubang, akan menjadi pupuk kompos. Dengan terbentuknya pupuk kompos di dalam lubang, tentu akan membuat tanah menjadi lebih subur.

    3. Membantu Mencegah Terjadinya Banjir

    Salah satu penyebab banjir adalah sistem drainase yang kurang baik. Biasanya di daerah padat penduduk drainasenya buruk karena kurangnya daya serap air oleh tanah.

    Dengan membuat lubang resapan biopori, dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah.

    4. Mempengaruhi Jumlah Air Tanah

    Terowongan-terowongan kecil yang dibuat oleh cacing tanah di dalam biopori juga akan meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat lho!

    Itulah pengertian dan manfaat biopori.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bikin Biopori di Rumah, Mudah!


    Jakarta

    Biopori merupakan resapan air yang biasanya dipakai di wilayah yang daya serapnya kurang maksimal. Biopori ini memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk mencegah banjir.

    Tak hanya itu, biopori juga menyuburkan tanah. Jadi, saat kamu memasukkan sampah organik ke dalam lubah nantinya akan berubah menjadi pupuk kompos. Dengan terbentuknya pupuk kompos di dalam lubang, akan membuat tanah menjadi lebih subur.

    Kamu bisa lho bikin biopori sendiri di rumah. Lokasi yang biasanya dipakai untuk membuat biopori yaitu di halaman atau pekarangan rumah. Namun, kalau kamu punya rumah dengan lahan sempit bisa bikin biopori di garasi atau carport maupun di selokan. Berikut ini caranya.


    Langkah-langkah Membuat Biopori

    Dalam catatan detikcom, berikut ini alat dan bahan yang harus disiapkan terlebih dahulu untuk membuat biopori.

    Alat dan Bahan

    – Pipa PVC yang sudah dilubangi untuk membuat biopori

    – Bor tanah

    – Pipa PVC dan penutup yang sudah dilubangi bagian sisi-sisinya

    – Sampah organik

    – Air

    – Bor tanah untuk membuat lubang resapan biopori

    Cara Membuat Biopori

    1. Sebelum mulai membuat biopori, terlebih dahulu tentukan lokasi yang akan dijadikan tempat pembuatan.

    2. Pembuatan biopori sebaiknya dilakukan pada area terbuka yang akan terkena air hujan. Kita bisa membuatnya di halaman rumah, sekitar pepohonan, sekitar tempat parkir, dan tempat terbuka lainnya.

    3. Setelah ditentukan tempatnya, siram tanah yang akan dijadikan sebagai tempat pembuatan biopori dengan air agar tanah menjadi lebih lunak dan mudah untuk dilubangi.

    4. Lubangi tanah dengan menggunakan bor tanah, usahakan buat yang tegak lurus.

    5. Buat lubang dengan kedalaman kurang lebih 1 meter dengan diameter 10-30 cm.

    6. Setelah itu, lapisi lubang menggunakan pipa PVC yang ukurannya sama dengan diameter lubang.

    7. Kemudian, isi lubang dengan sampah organik seperti daun, rumput, kulit buah-buahan, dan sampah yang berasal dari tanaman lainnya.

    8. Setelah itu tutup lubang menggunakan kawat besi, atau bisa juga memakai tutup pipa PVC yang sudah dilubangi terlebih dahulu.

    9. Dilansir dari situs Direktorat SMP Kemdikbud, kamu biarkan sampah dalam lubang biopori selama 3 bulan sampai menjadi pupuk kompos. Setelah itu angkat pupuk dari lubang biopori dan isi lagi dengan sampah yang baru.

    Itulah langkah-langkah membuat biopori di rumah.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Larangan Buang Tisu ke Toilet, Ternyata Damage-nya Nggak Main-main!


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat ada tanda larangan membuang tisu ke dalam lubang toilet? Tanda larangan ini memang sering ditemukan terpajang di pintu toilet.

    Membuang tisu ke dalam toilet memang cukup praktis, tapi ternyata ada efek buruknya, lho. Bahkan, membuat tisu seperti ini bisa berpotensi mengeluarkan biaya yang lumayan karena terjadi kerusakan.

    Lantas, kenapa tisu tidak boleh dibuang ke dalam toilet? Yuk, simak alasannya berikut ini, dikutip dari Scott English Plumbing, Jumat (4/10/2024).


    Alasan Dilarang Buang Tisu ke Lubang Toilet

    1. Tisu Susah Terurai

    Jika kamu pikir tisu yang dibuang ke toilet akan hancur, maka asumsi kamu keliru. Masalah ini bukan terjadi bagaimana tisu toilet itu mengalir dengan baik tanpa perlu terjun atau apa pun tetapi justru masalahnya akan muncul setelahnya. Ketika tisu tersebut dalam keadaan basah dan melewati sistem saluran pembuangan ini tidak langsung hancur dalam 24 jam.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

    2. Mengurangi Umur Pipa

    Semakin tua pipa rumah kamu maka akan semakin rapuh sistemnya. Artinya, pipa kamu terkorosi sehingga tidak mengherankan jika saluran pembuangan banyak lubang-lubang kecil. Banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi.

    Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan untuk mulai tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan di sambungan yang bisa menyebar dan membentuk jaring di seluruh pipa sehingga benda-benda yang melewati pipa ini bisa tersangkut ke akar.

    3. Menimbulkan Efek Fatberg

    Fatberg sering terjadi di rumah dan menghasilkan perbaikan pipa rumah. Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, apalagi efek ini bisa mencapai panjang hingga lebih dari 10 kaki atau dan berat hingga 100 kg.

    4. Menyebabkan Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Jika tisu basah yang disiram tidak tersangkut di pipa atau tersumbat dan mencapai sistem saluran pembuangan, ini bisa menimbulkan kerusakan dan menyebabkan kerusakan di sistem septik tank rumah serta sistem saluran pembuangan kota. Hasilnya saluran pembuangan cadangan yang dapat masuk ke rumah kamu seperti melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septik rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Larangan Buang Tisu ke Toilet, Ternyata Damage-nya Nggak Main-main!


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat ada tanda larangan membuang tisu ke dalam lubang toilet? Tanda larangan ini memang sering ditemukan terpajang di pintu toilet.

    Membuang tisu ke dalam toilet memang cukup praktis, tapi ternyata ada efek buruknya, lho. Bahkan, membuat tisu seperti ini bisa berpotensi mengeluarkan biaya yang lumayan karena terjadi kerusakan.

    Lantas, kenapa tisu tidak boleh dibuang ke dalam toilet? Yuk, simak alasannya berikut ini, dikutip dari Scott English Plumbing, Jumat (4/10/2024).


    Alasan Dilarang Buang Tisu ke Lubang Toilet

    1. Tisu Susah Terurai

    Jika kamu pikir tisu yang dibuang ke toilet akan hancur, maka asumsi kamu keliru. Masalah ini bukan terjadi bagaimana tisu toilet itu mengalir dengan baik tanpa perlu terjun atau apa pun tetapi justru masalahnya akan muncul setelahnya. Ketika tisu tersebut dalam keadaan basah dan melewati sistem saluran pembuangan ini tidak langsung hancur dalam 24 jam.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

    2. Mengurangi Umur Pipa

    Semakin tua pipa rumah kamu maka akan semakin rapuh sistemnya. Artinya, pipa kamu terkorosi sehingga tidak mengherankan jika saluran pembuangan banyak lubang-lubang kecil. Banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi.

    Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan untuk mulai tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan di sambungan yang bisa menyebar dan membentuk jaring di seluruh pipa sehingga benda-benda yang melewati pipa ini bisa tersangkut ke akar.

    3. Menimbulkan Efek Fatberg

    Fatberg sering terjadi di rumah dan menghasilkan perbaikan pipa rumah. Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, apalagi efek ini bisa mencapai panjang hingga lebih dari 10 kaki atau dan berat hingga 100 kg.

    4. Menyebabkan Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Jika tisu basah yang disiram tidak tersangkut di pipa atau tersumbat dan mencapai sistem saluran pembuangan, ini bisa menimbulkan kerusakan dan menyebabkan kerusakan di sistem septik tank rumah serta sistem saluran pembuangan kota. Hasilnya saluran pembuangan cadangan yang dapat masuk ke rumah kamu seperti melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septik rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Membersihkan Pecahan Kaca Agar Tidak Terluka


    Jakarta

    Seringkali kamu melakukan kecerobohan sehingga membuat benda yang ada di sekitar kamu terjatuh hingga pecah. Hal ini bisa berbahaya, apalagi yang benda yang terjatuh terbuat dari bahan kaca.

    Pecahan kaca yang berhamburan sangat berbahaya apabila terkena bagian tubuh. Kamu harus segera membersihkan pecahan agar tidak menimbulkan resiko yang berbahaya untuk penghuni rumah.

    Dilansir The Spruce, Jumat (11/10/2024), berikut cara membersihkan pecahan kaca yang tepat agar tidak beresiko untuk diri sendiri.


    1. Bersihkan Ruangan dan Persiapkan Diri

    Sesegera mungkin mintalah keluarga kamu untuk meninggalkan area tempat adanya pecahan. Pakai sepatu, pelindung mata, dan sarung tangan tebal sebelum memulai proses pembersihan kaca.

    2. Gunakan Cahaya yang Terang

    Untuk membantu kamu melihat setiap kilauan kaca, gunakan senter LED atau senter pada ponsel kamu sehingga kamu dapat mengarahkannya ke permukaan. Kaca akan berkilau dalam cahaya.

    3. Ambil Pecahan Besar

    Gunakan sarung tangan untuk mengambil pecahan kaca yang besar. Jika kamu tidak memiliki sarung tangan, gunakan penjepit untuk mengambil pecahan kaca.

    Jangan pernah menggunakan tangan kosong, hal ini akan membahayakan diri kamu. Pecahan kaca dimasukkan ke dalam kantong kertas tebal atau kantong plastik tiga lapis untuk dibuang.

    Gunakan beberapa lapis kertas koran untuk membungkus kaca, hal ini mencegah luka yang tidak disengaja di tempat sampah.

    4. Sapu atau Bersihkan Kaca dengan Vacuum Cleaner

    Jika pecahan kaca tersangkut di serat karet atau kain pelapis, gunakan sikat gosok berbulu kaku untuk mengangkat pecahan kaca ke permukaan kain sebelum kamu mencoba menyapu atau menyedotnya dengan vacuum cleaner.

    Gunakan sapu berbulu kaku dan pengki untuk menyapu pecahan kaca sebanyak mungkin. Gunakan sapuan pendek dan efisien untuk mencegah pecahan-pecahan kecil berhamburan.

    5. Lakukan Pembersihan Akhir

    Pecahan kaca dapat menempel pada bulu sapu dan pengki. Bawalah pecahan kaca ke luar dan bilas dengan selang taman di atas ember. Buang airnya ke saluran pembuangan air.

    Periksa bagian bawah sepatu kamu untuk melihat apakah ada pecahan kaca dengan lambang atau tisu untuk memastikan tidak ada pecahan kaca yang terbawa masuk ke dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Coba Periksa! Ini Tempat Persembunyian Tikus di Rumah



    Jakarta

    Tikus merupakan salah satu hewan yang kerap ditemukan di rumah. Keberadaannya sering kali membuat penghuni rumah geram dan khawatir karena dapat membawa penyakit.

    Adanya tikus juga bisa dianggap bahwa rumah yang ditempati penghuni tersebut kotor. Sebab, tikus sering dianggap sebagai hewan yang kotor karena suka berada di tempat sampah maupun di got atau saluran pembuangan air.

    Para penghuni rumah juga perlu berhati-hati karena ada beberapa tempat yang bisa menjadi tempat persembunyian tikus. Beberapa contohnya yaitu di atap dan di dapur.


    Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia, Boyke Arie Pahlevi menuturkan secara umum ada 2 spesies tikus yang umum ditemukan, yaitu tikus got yang bersarang di dalam tanah dan tikus atap yang bersarang di atap rumah.

    Ia menuturkan, tikus suka bersembunyi di tempat yang gelap, hangat, dan tersembunyi. Contohnya seperti dapur.

    “Di dalam rumah, biasanya tikus bersembunyi di dapur seperti peralatan dapur yang besar atau tumpukan barang di area dapur,” katanya dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (28/10/2024).

    Agar dapur tidak menjadi tempat persembunyian tikus, sebaiknya kamu menjaga kebersihan dapur rumah. Apalagi, jika di dapur kamu ada tempat sampah. Sebisa mungkin sampah tidak didiamkan semalaman di dalam rumah.

    “Diharapkan sampah tidak didiamkan di rumah semalaman sehingga tidak mengundang tikus untuk masuk (ke dalam rumah),”paparnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisa Pakai Tanaman, Ini Cara Efektif Usir Nyamuk



    Jakarta

    Nyamuk bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat membawa berbagai penyakit berbahaya. Oleh karena itu, mengatasi masalah nyamuk secara efektif sangat penting, terutama di daerah yang rawan serangan serangga ini.

    Simak panduan ini yang akan membahas berbagai metode profesional untuk mengusir nyamuk, mulai dari teknik pencegahan hingga solusi pengendalian yang lebih canggih. Dengan informasi ini, kamu dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman di rumah atau tempat kerja kamu.

    Musnahkan Sarangnya

    Melansir The Spruce, salah satu cara paling efektif untuk mengusir nyamuk adalah dengan mencegah mereka mendekat sejak awal. Ini bisa dilakukan dengan menghilangkan tempat berkembang biak nyamuk, baik yang alami maupun buatan.


    Habitat yang disukai nyamuk meliputi rumput tinggi, genangan air baik besar maupun kecil, tumpukan daun, dan kayu gelondongan yang membusuk. Meskipun kamu mungkin tidak dapat melakukan banyak hal terhadap kolam di halaman belakang, penting untuk memangkas rumput dan tidak membiarkan tumpukan sampah menumpuk terlalu lama.

    Selain itu, nyamuk juga dapat bersarang di benda-benda yang kamu tinggalkan di luar, terutama jika benda-benda tersebut dapat menampung air. Barang-barang seperti kolam bayi, ember, dan kaleng penyiram bisa terisi air seiring waktu dan menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk.

    Oleh karena itu, tutuplah benda-benda tersebut atau simpan di dalam rumah untuk mencegahnya.

    Tanaman Pengusir Nyamuk

    Jika kamu memiliki bakat berkebun, pertimbangkan untuk menambahkan beberapa tanaman pengusir nyamuk ke halaman belakang rumah kamu. Banyak dari tanaman ini adalah herba yang dapat mengusir nyamuk berkat aromanya yang kuat.

    Beberapa pilihan tanaman yang dapat kamu tanam di kebun antara lain serai, balsem lebah, kemangi, catnip, peppermint, bunga mawar, bunga lavender, bawang putih, sage, dan allium termasuk bawang putih dan bawang bombai.

    Pakailah Obat Nyamuk

    Salah satu cara paling efektif untuk mengusir nyamuk adalah dengan menggunakan obat nyamuk. Obat nyamuk yang paling ampuh biasanya mengandung bahan seperti DEET atau Picaridin, dan dapat memberikan perlindungan hingga delapan jam.

    Jika kamu lebih memilih produk dengan kandungan bahan kimia yang lebih sedikit, carilah pengusir nyamuk berbahan dasar minyak esensial. Namun, perlu diingat bahwa produk ini mungkin tidak seefektif dalam memberikan perlindungan.

    Untuk mengusir nyamuk dari area yang lebih luas, kamu bisa mencoba menggunakan pengusir nyamuk khusus untuk teras atau dek, seperti lilin atau lentera serai, atau perangkat pengusir nyamuk bertenaga baterai seperti yang diproduksi oleh Thermacell.

    Letakkan Perangkap Nyamuk

    Perangkap nyamuk merupakan metode sederhana lainnya untuk mengatasi masalah nyamuk. Meskipun kamu mungkin perlu mengunjungi toko untuk membeli perangkap tersebut, setelah dipasang, alat ini akan segera berfungsi untuk menurunkan jumlah nyamuk di area halaman kamu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Cegah Tikus Masuk ke Dalam Rumah, Ampuh!



    Jakarta

    Adanya tikus di rumah membuat penghuni tidak nyaman. Sebab, tikus bisa berkeliaran bahkan memakan sisa makanan. Tak hanya itu, tikus juga bisa menyebarkan penyakit.

    Untuk itu, para penghuni rumah perlu melakukan beberapa cara untuk mencegah tikus masuk ke dalam rumah. Salah satunya adalah menutup akses masuknya dari atap.

    Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia, Boyke Arie Pahlevi menuturkan, salah satu jenis tikus yang sering terlihat adalah tikus atap yang kerap bersarang di atap rumah. Nah, untuk mencegahnya masuk ke dalam rumah, kamu bisa menutup atau memperbaiki plafon yang berlubang. Selain itu, kamu juga bisa menutup celah-celah pintu yang berlubang.


    Bagian dapur juga tidak boleh luput dari pengawasan. Hal itu karena tikus biasanya bersembunyi di dapur, seperti di peralatan dapur yang besar atau tumpukan barang di area dapur.

    Jika kamu memiliki sisa makanan, sebaiknya tutup makanan agar tidak dimakan oleh tikus dan memancingnya masuk ke dalam rumah. Kamu juga perlu buang sampah secara teratur agar tidak menumpuk yang justru mengundang tikus masuk ke dalam rumah.

    “Membuang sampah setiap hari pada pagi dan sore. Diharapkan sampah tidak didiamkan di rumah semalaman sehingga tidak mengundang tikus untuk masuk,” tuturnya dalam keterangan kepada detikcom, Senin (28/10/2024).

    Boyke juga menyarankan untuk menjaga sanitasi dan personal hygiene yang baik untuk mencegah tikus masuk ke dalam rumah.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada yang Bakar Sampah Sembarangan dan Ganggu, Bisa Dilaporin Nggak Sih?



    Jakarta

    Aktivitas pembakaran sampah banyak ditemukan di Indonesia baik di perkotaan atau pedesaan sekali pun. Membakar sampah dinilai sebagai langkah tercepat untuk melenyapkan sampah di rumah. Mereka tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan dari kegiatan ini.

    Jelas aktivitas pembakaran sampah baik di lahan kosong maupun di lingkungan padat penduduk ada kerugiannya. Asap dan bau dari pembakaran tersebut bisa berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Selain itu, dampak yang paling sering terjadi adalah kebakaran.

    Api dari membakar sampah dapat menyebar bahkan hingga ke bangunan rumah. Apabila tidak diawasi, api bisa menyebar dengan cepat. Dampaknya bisa bertambah besar apabila ada korban jiwa, misalnya pada saat api menyambar ke rumah, penghuninya terkurung di dalam dam tidak dapat menyelamatkan diri.


    Melihat bahaya dari membakar sampah ini seharusnya dapat menyadarkan bahwa pengelolaan sampah yang baik dengan dikumpulkan dan dibuang ke tempat sampah. Nantinya sampah tersebut bisa diolah atau dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

    Membakar Sampah Bisa Dilaporkan ke Polisi?

    Pengacara Muhammad Rizal Siregar mengatakan cara memusnahkan sampah secara instan yakni membakarnya dapat menyebabkan permasalahan baru.

    Aturan yang melarang membakar sampah juga sudah dibuat yakni dalam Undang-Undang No. 18 tahun 2008 yang membahas mengenai Pengelolaan Sampah. Di dalam UU tersebut, dijelaskan bahwa proses pembakaran sampah yang tidak sesuai dengan teknis termasuk dalam kegiatan melanggar hukum, baik dilakukan kepada tetangga atau di area pemukiman.

    “Membuang sampah dengan cara dibakar memang terlihat sepele. Namun, pengelolaan sampah dengan cara dibakar tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ucap Pengacara Muhammad Rizal Siregar kepada detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

    Selanjutnya, Direktur FWA Law Office, Febrian Willy Atmaja menjelaskan bahwa meski larangan pembakaran sampah sudah di atur dalam undang-undang, aturannya harus diperkuat lagi dengan adanya Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Walikota (Perwali), atau Peraturan Gubernur.

    “Jadi memang kalau mengacu kepada Pasal 12 Ayat 1 Undang-Undang No. 18 Tahun 2008, pun di situ dijelaskan berkaitan dengan pembakaran sampah, sanksi, dan dendanya. Tetapi, harus diperkuat juga dengan peraturan daerah, perwali, atau peraturan gubernurnya,” ujar Febrian kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, masyarakat boleh melaporkan orang yang membakar sampah sembarangan ke aparat penegak hukum atau polisi. Namun, orang yang membakar sampah tersebut tidak akan langsung diberi hukuman pidana, melainkan akan ada resotarif justice untuk mediasi terlebih dahulu.

    “Kalau memang untuk dilaporkan pun juga bisa-saja dilaporkan kepada aparat penegak hukum karena sudah meresahkan dan berakibat dengan kesehatan tidak baik. Nah, tetapi pihak kepolisian pun tidak serta-merta langsung melakukan hukuman pidana. Melainkan harus ada resotarif justice untuk mediasi sesuai daripada kultur budaya kita,” jelasnya.

    Untuk terhindar dari laporan tersebut, ia menyarankan untuk pengelolaan sampah yang aman bisa dilakukan dengan cara membuang sampah pada tempatnya. Sampah yang diangkut dari perumahan nantinya akan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang kemudian akan diolah oleh pemerintah. Selain itu, kita juga bisa melakukan 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle untuk sampah-sampah anorganik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Dibenci Lalat, Cocok Ditanam di Rumah



    Jakarta

    Lalat merupakan serangga yang sangat mengganggu kenyamanan di rumah. Serangga ini seringkali dianggap kotor, karena lalat biasanya ditemukan di tempat yang kotor, seperti pembuangan sampah dan saluran pembuangan.

    Mengusir lalat dari rumah memiliki banyak cara untuk dilakukan. Daripada menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi penghuni rumah, kamu bisa menempatkan tanaman hias yang sangat dibenci oleh lalat.

    Melansir Homes & Gardens, berikut beberapa pilihan tanaman hias yang tidak disukai oleh lalat sehingga dapat membantu kamu mengusir lalat dari rumah.


    Bunga Nasturtium

    Nasturtium - South American trailing plant with round leaves and bright orange, yellow, or red ornamental edible flowersBunga Nasturtium. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nadya So

    Bunga nasturtium dikenal dengan bunga yang pedas dan panas serta membantu mencegah lalat datang ke rumah. Hal ini dikarenakan konsentrasi miristisin dan limonene yang terdapat secara alami di daun serta bunganya.

    Bunga ini dapat tumbuh hingga 2,5 meter, manfaatkan tanaman ini agar menjuntai dan melilit untuk tampilan yang memukau di rumah kamu.

    Bunga Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Lavender bukan hanya untuk mengusir nyamuk, namun bunga ini juga sangat tidak disukai oleh lalat. Hal itu karena konsentrasi tinggi linalool dalam minyak alami tanaman ini. Zat ini sangat kuat untuk dilawan lalat, kutu, dan nyamuk sehingga mengganggu organ penciuman mereka yang sensitif.

    Bunga akan tumbuh paling baik saat baru mekar dan berwarna-warni. Disarankan untuk memangkas lavender segera setelah berbunga untuk mendorong pertumbuhan baru yang segar.

    Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryTanaman rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Rosemary dengan aroma kayunya yang segar sangat ampuh untuk mengusir lalat dari rumah. Kamu dapat menanam rosemary di bawah sinar matahari langsung dan tanah yang mudah menyerap air.

    Pangkas untuk mendorong pertumbuhan baru yang segar, karena pada bagian inilah tunas mengandung konsentrasi minyak paling kuat sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang paling kuat.

    Daun Mint

    A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter.Daun mint. Foto: iStock

    Mint disukai oleh banyak orang, namun sangat dibenci oleh lalat dan tawon. Peppermint dan spearmint merupakan dua jenis mint yang beraroma paling kuat sehingga sangat cocok untuk ditanam untuk mengusir lalat.

    Tanaman ini dapat mencapai tinggi sekitar 1 meter sebelum mati kembali ke permukaan tanah. Untuk hasil terbaik, potong batang hingga 5 cm setelah berbunga dan jaga agar tanaman yang ditanam dalam pot tetap disiram dengan baik.

    Bunga Marigold

    Vibrant Orange and Yellow Blooming Marigold Flowers FieldMarigold Foto: Getty Images/iStockphoto/lovelypeace

    Bunga marigold memiliki aroma rempah yang kuat dan bunga berwarna merah, kuning, dan orange yang rapat sehingga dapat mengusir lalat. Akar kokoh pada bunga ini yang menjadi pengusir lalat, karena mengeluarkan bau yang kuat sehingga menembus ke dalam tanah.

    Itulah 5 tanaman yang dibenci oleh lalat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com