Tag: sampah

  • Biang Kerok Rumah Selalu Terlihat Berantakan Meski Sudah Dirapikan



    Jakarta

    Terkadang kamu sering merasa frustasi karena rumah selalu terlihat berantakan, meskipun sudah berusaha untuk merapikannya. Banyak orang mengalami masalah ini, dan ada berbagai alasan yang mungkin menyebabkannya.

    Simak pembahasan berikut ini yang akan menjelajahi beberapa faktor utama yang membuat rumah tampak tidak teratur. Selain itu solusi praktis untuk mengatasi masalah tersebut.

    Piring di Wastafel

    Mengutip dari Real Simple, denah lantai terbuka semakin banyak diminati akhir-akhir ini. Namun, hal ini juga berarti bahwa dapur kamu yang berantakan akan terlihat oleh semua orang.


    Wastafel yang dipenuhi piring tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga bisa menimbulkan bau tidak sedap.

    Oleh karena itu, penting untuk segera menanganinya. “Dengan mencuci piring segera setelah digunakan, kamu bisa mencegah kekacauan,” ungkap seorang profesional organisasi dan pendiri layanan penataan OCD Ashley Stewart.

    Jika sulit untuk membersihkan piring sepanjang hari, pastikan untuk tidak meninggalkan piring di wastafel saat tidur.

    Mainan Berserakan

    Anak-anak dapat membuat tantangan tersendiri dalam menjaga rumah tetap rapi, tetapi bukan berarti hal itu tidak mungkin diatasi. “Salah satu solusi terbaik untuk mainan adalah dengan menyediakan keranjang dan tempat penyimpanan,” kata Stewart.

    Tidak semua orang memiliki waktu untuk merapikan setiap hari, tetapi setiap orang bisa meluangkan waktu untuk mengumpulkan mainan dan menyimpannya, termasuk anak-anak.

    Jika kamu mengajarkan anak-anak sejak dini untuk membersihkan setelah bermain, mereka akan belajar untuk menyimpan barang-barang mereka setelah digunakan.

    Belum Merapikan Tempat Tidur

    Kamar tidur kamu akan selalu tampak bersih dan teratur jika tempat tidur kamu dirapikan dengan baik. Proses ini hanya memerlukan waktu sekitar satu menit, tetapi dampaknya sangat signifikan.

    Tidak Memakai Keranjang Cucian

    Banyak orang pernah merasa bersalah karena mengenakan kaus selama beberapa jam, kemudian lupa menyimpannya dan meninggalkannya di kursi atau, yang lebih buruk, di lantai. Hal ini sering kali menyebabkan tumpukan pakaian yang berantakan.

    “Jika kamu tidak menggantung pakaian setelah menggunakannya atau memasukkannya ke dalam mesin cuci, kemungkinan besar kamu akan memiliki satu kursi di kamar kamu yang berfungsi sebagai tempat sampah untuk pakaian,” kata Stewart.

    Untuk mencegah kekacauan, para penyelenggara menyarankan agar kamu membiasakan diri untuk menyimpan pakaian di tempat yang tepat atau di keranjang setelah digunakan. Proses ini hanya memerlukan beberapa detik, tetapi dapat memberikan dampak yang signifikan.

    Benda Tidak Memiliki Wadah

    Lindsey Mahanna, seorang pengatur profesional dan pendiri Clutter to Clarity, menjelaskan bahwa ketika barang-barang tidak memiliki tempat yang jelas, mereka cenderung berakhir di lokasi yang acak, yang dapat menciptakan kekacauan di seluruh ruangan.

    Jika kamu meluangkan waktu untuk merapikan, penting untuk mengetahui di mana menyimpan barang-barang yang menumpuk di meja.

    Memiliki Terlalu Banyak Barang

    Baik kamu tinggal di apartemen studio maupun rumah mewah, kita semua memiliki ruang terbatas untuk menyimpan barang. Oleh karena itu, jika kamu memiliki terlalu banyak barang, penting untuk merapikannya secara rutin.

    Jika kamu memiliki lebih dari sekadar alasan untuk menyimpan barang tersebut, hal itu akan semakin menyulitkan proses merapikan. Buatlah jadwal untuk merapikan dan usahakan untuk mematuhi jadwal tersebut.

    Selain itu, sebaiknya pertimbangkan dengan matang apakah kamu benar-benar membutuhkan sesuatu sebelum membelinya.

    Tidak Ada Sistem yang Berlaku

    Shantae Duckworth, seorang pengatur profesional dan pendiri Shantaeize Your Space, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama kekacauan di rumah adalah kurangnya sistem yang efektif.

    “Dengan menerapkan strategi pengorganisasian yang praktis, menetapkan rutinitas harian, dan secara teratur merapikan barang, kamu dapat membuat ruang kamu lebih teratur dan mencegahnya menjadi berantakan dengan cepat.”

    Oleh karena itu, jangan ragu untuk mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Biarkan anak-anak bertanggung jawab atas kebersihan kamar mereka. Rencanakan untuk menyortir dapur kamu setiap hari Rabu ketiga.

    Lakukan evaluasi pada kamar mandi kamu setiap bulan. Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk menyewa seorang pengatur profesional yang dapat membantu menemukan sistem yang paling mudah untuk dirawat oleh kamu dan keluarga.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 5 Hal Ini Bisa Menarik Lalat ke Rumah


    Jakarta

    Adanya lalat di rumah membuat penghuni resah. Penghuni rumah pasti mencari cara agar bisa mengusir serangga tersebut.

    Walaupun sudah berusaha untuk mengusir, namun lalat kerap kembali lagi. Kenapa ya?

    Bisa saja di rumah kamu justru ada berbagai hal yang menarik lalat untuk datang lagi datang lagi. Apa saja hal-hal yang bisa menarik lalat ke rumah?


    Dilansir dari Terminx, berikut ini informasinya.

    Sampah

    Sampah merupakan hal yang ada di setiap rumah. Lalat umumnya tertarik dengan bahan organik di tempat sampah. Lalat juga bisa bertelur di tempat sampah. Makanya, kamu harus rajin menjaga kebersihan sampah dan menutup tempat sampah agar tidak menjadi sarang lalat.

    Kotoran Hewan Peliharaan

    Buat kamu yang punya hewan peliharaan wajib waspada. Hal itu karena lalat menyukai kotoran hewan. Pastikan kamu sering membersihkan kotoran hewan di rumah ya detikers.

    Makanan Basi

    Makanan basi, baik itu makanan hewan maupun makanan manusia, bisa menarik lalat ke rumah. Jadi, pastikan kamu membersihkan makanan basi agar tidak mengundang lalat ke rumah.

    Buah dan Sayur Busuk

    Buah busuk juga bisa menjadi hal yang menarik lalat untuk datang ke rumah. Segera buang buah busuk jika ada di rumah.

    Cairan Manis atau Fermentasi

    Cairan manis atau terfermentasi, seperti sirup, soda, maupun cuka bisa mengundang lalat ke rumah. Jika ada tumpahan cairan tersebut segera dilap dan bersihkan kaleng minuman soda sebelum dibuang.

    Itulah beberapa hal yang bisa menarik lalat ke rumah.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tanam 7 Pohon Ini Dekat Rumah Kalau Tidak Mau Menyesal!



    Jakarta

    Pohon memang memberikan banyak manfaat jika ditanam di rumah. Menanam pohon bisa memberikan suasana asri dan segar, serta menghasilkan kualitas udara yang bersih.

    Namun sebelum memilih pohon harus dipikirkan dengan seksama. Jika asal menanam pohon seperti terlalu dekat dengan rumah, bisa merusak fondasi rumah.

    Misalnya sampah dari dedaunan, batang dan ranting yang bisa merusak atap atau plafon. Tak hanya itu akar pohon juga bisa merusak fondasi jika terlalu dekat dari rumah.


    Lantas, apa saja jenis-jenis pohon tersebut? Melansir Sarana Kontraktor, berikut 7 jenis pohon yang harus ditanam jauh dari rumah agar tidak merusak fondasi.

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumah

    Pohon Pepaya

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon pepaya/Britanica (Wilfredo Rodriguez)

    Pohon pepaya memiliki akar yang menjalar sangat dalam ke bawah tanah. Hal inilah yang bisa merusak fondasi dan mengancam ketahanan rumah secara keseluruhan. Akar pohon pepaya ini bisa membuat tanah di sekitarnya menjadi lebur sehingga bisa menciptakan lubang. Jika dibiarkan terlalu lama, lubang tersebut bisa membuat rumah terlihat miring.

    Pohon Jambu

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon jambu/iStock (Satriady Utomo)

    Pohon jambu memiliki akar yang besar dan keras. Jika tidak dirawat dan dipangkas dengan rutin, akar pohon jambu bisa merusak bagian bawah fondasi rumah atau pagar.

    Pohon Mangga

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon mangga/The Spruce (K Dave)

    Tak jauh berbeda dengan pohon jambu, pohon mangga akar pohon mangga juga bisa merusak fondasi rumah yang terbuat dari semen, batu, atau material lainnya. Saat ingin menanam pohon mangga, perhatikan tinggi dan jarak tanamnya agar tidak terlalu berdekatan dengan rumah.

    Pohon Beringin

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: iStock/Sourav Mahata

    Pohon beringin yang berukuran besar memang bisa membuat rumah menjadi asri dan teduh. Namun, pastikan kamu memiliki pekarangan yang cukup luas agar akar pohon beringin tidak berdekatan dengan rumah.

    Pohon Ketapang

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto:Ketapang: saranakontraktor.com

    Saat ingin menanam pohon ketapang, perhatikan tingginya dan pastikan jarak tanamnya cukup jauh dari rumah. Dengan menanam pohon ketapang agak jauh, fondasi rumah bisa terhindar dari ancaman kerusakan.

    Pohon Bidara

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: Bidara: Getty Images/Alisa Gabliya

    Pohon bidara sebaiknya ditanam dengan jarak minimal 3 meter dari rumah. Hal ini agar pohon mendapatkan nutrisi dengan baik dari dalam tanah. Dengan jarak tersebut, pohon bidara yang ditanam bisa hidup lama dan akarnya tidak merusak fondasi rumah.

    Pohon Durian

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: Durian: iStock/montri13rd

    Pohon durian memiliki ukuran yang cenderung besar dan kokoh, serta akar yang menjalar. Hal inilah membuat pohon ini sebaiknya ditanam jauh dari rumah agar akarnya tidak bisa merusak fondasi nantinya.

    Nah, itulah 7 pohon yang sebaiknya ditanam jauh dari rumah. Saat ingin menanam pohon tersebut, penting untuk memerhatikan tingginya, lalu menyesuaikan jarak tanam agar fondasi rumah kita bisa terhindar dari kerusakan.

    Karena itu, penting untuk mengetahui jarak aman menanam pohon di rumah.

    Jarak Aman Menanam Pohon di Rumah

    Melansir Jimstrees.com, Rabu (25/10/2023), berikut jarak yang dianjurkan untuk menanam pohon di rumah berdasarkan ketinggiannya.

    Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan

    Tinggi pohon 8-15 meter jarak minimal 4-6 meter dari bangunan

    Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter dari bangunan

    Nah, dari data tersebut, kamu bisa menyesuaikan jarak pohon yang ingin kamu tanam agar tidak merusak fondasi rumah.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisakah Gugat Pengembang Jika Komplek Perumahan Banjir hingga Bikin Rugi?



    Jakarta

    Tentu tidak ada yang mau membeli rumah di kawasan yang rawan banjir. Oleh karena itu penting untuk memastikan rumah yang kamu hendak apakah berada di wilayah rawan banjir atau tidak.

    Namun, jika kamu sudah terlanjur beli rumah di komplek perumahan yang sering banjir, apakah bisa menggugat pengembang? Ini penjelasannya.

    Banjir tentu sangat merugikan pemilik rumah karena dampaknya akan langsung terasa. Aktivitas pemilik terhambat, kerugian harta benda, hingga masalah kesehatan.


    Dalam ulasan yang dikutip dari Hukum Online, sebenarnya sudah ada aturan hukum yang mengatur soal tanggung jawab pengembang perumahan.

    Agar tidak terjadi banjir di komplek perumahan, pihak pengembang wajib menyediakan drainase/saluran pembuangan air hujan. Ada pula beberapa standar yang perlu dipenuhi oleh pengembang sebelum membangun perumahan, berikut diuraikan standar prasarananya.

    Standar prasarana yang perlu dipenuhi oleh pengembang, minimal meliputi:

    1. Jaringan jalan
    2. Saluran pembuangan air hujan atau drainase
    3. Penyediaan air minum
    4. Saluran pembuangan air limbah atau sanitasi
    5. Tempat pembuangan sampah

    Berdasarkan ketentuan tersebut, disimpulkan bahwa drainase atau saluran pembuangan air hujan adalah salah satu prasarana yang perlu disiapkan dan dipastikan oleh pengembang sebelum membangun suatu perumahan.

    Adapun pemasaran lewat sistem Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) cuma bisa dilaksanakan setelah persyaratan terpenuhi. Misal terbangunnya prasarana, sarana, dan utilitas umum seperti drainase/saluran pembuangan air hujan.

    Wajib hukumnya pelaku pemasaran memberi informasi yang jelas, sebenar-benarnya, dan menjamin kepastian tentang kondisi fisik dan perencanaan yang ada terhadap masyarakat saat melaksanakan pemasaran. Dikarenakan informasi ini adalah hal yang diperjanjikan di PPJB.

    Jika ternyata didapati tidak adanya drainase/saluran pembuangan air hujan yang disediakan oleh pengembang, dan menyebabkan kebanjiran di perumahan tersebut. Maka sebagai pembeli, kamu bisa menggugat pengembang atas perbuatan melawan hukum.

    Sebagai konsumen, kamu bisa menggugat pengembang lewat pengadilan atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Jangan lupa untuk terlebih dahulu mempelajari dan mengumpulkan bukti kesalahan pengembang.

    Perlu dicatat, sebelum melakukan penggugatan kamu harus memastikan kalau banjir tersebut adalah murni kesalahan pengembang. Mengingat bahwa banjir juga termasuk peristiwa alam.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tempat Sampah Bau? Cuci Pakai Air Nggak Mempan, Nih Caranya


    Jakarta

    Setiap rumah pasti memiliki satu tempat sampah di dalam. Hal ini mempermudah penghuni rumah ketika membuang sampah, tanpa perlu repot-repot keluar rumah.

    Namun, masalah yang kerap ditemui adalah kamu kerap mencium bau tak sedap dari tempat sampah. Bau dari tempat sampah berasal dari proses dekomposisi bahan-bahan organik dan non-organik. Apabila kamu sudah mencium bau tak sedap dari tempat sampah, sudah saatnya kamu harus membuang sampah.

    Dilansir The Spruce, saat membuang sampah, tempat sampah yang digunakan juga harus dibersihkan. Terutama jika tempat sampah tersebut digunakan untuk menampung sampah cair dan berbau.


    Namun, apabila kamu melapisi tempat sampah dengan plastik dan isinya kering, kamu boleh membersihkannya setiap tiga bulan sekali.

    Bagaimana Cara Mencuci Tempat Sampah yang Bau?

    Saat kamu mencuci tempat sampah yang bau, air saja tidak cukup membesihkannya. Kamu perlu menggunakan soda kue. Caranya dengan menaburkan soda kue secukupnya di dalam tempat sampah dan biarkan semalaman. Di pagi hari, buang dan bersihkan sisa-sisanya dengan air mengalir.

    Apabila kamu tidak menggunakan soda kue, kamu bisa menggunakan sabun cuci piring. Lalu, diamkan 10-15 menit dan bilas keesokan harinya.

    Setelah itu, jemur seharian di bawah terik sinar matahari. Dengan dijemur, bakteri yang menimbulkan bau pada tempat sampah dapat dibasmi dan tempat sampah tidak akan bau lagi.

    Tips Tempat Sampah Tidak Cepat Bau

    Cara paling tepat agar tempat sampah tidak cepat berbau adalah melapisi bagian dalamnya dengan plastik sampah. Dengan begitu, bagian tempat sampah tidak akan kontor. Lalu, pastikan sehari sekali sampah dibuang, terutama apabila sudah penuh atau plastiknya bocor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Taruh 5 Tanaman Ini di Rumah, Lalat Auto Kabur!


    Jakarta

    Tidak hanya tempat sampah, lalat juga bisa datang ke tempat yang bersih seperti rumah, kamar, atau bangunan lainnya. Biasanya kedatangan mereka karena mencium bau-bau dari makanan di rumah.

    Kehadiran lalat bisa sangat mengganggu karena apabila mereka hinggap di makanan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, keracunan, hingga alergi. Hal ini disebabkan lalat dapat membawa bakteri dan bisa menempel di makanan.

    Cara mengusir lalat tidak semudah kelihatannya. Meskipun tubuhnya kecil, tetapi gerakan lalat cukup gesit. Daripada memasang perangkap berbahan kimia, ada cara yang lebih aman untuk mengusir lalat.


    Dilansir Homes & Gardens, berikut beberapa tanaman hias yang tidak disukai oleh lalat sehingga dapat membantu kamu mengusir lalat dari rumah.

    1. Daun Mint

    A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter.A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter. Foto: iStock

    Mint memiliki rasa dan aroma yang kuat. Ternyata aroma inilah yang tidak disukai oleh lalat. Peppermint dan spearmint merupakan dua jenis mint yang beraroma paling kuat sehingga sangat cocok untuk ditanam untuk mengusir lalat.

    Menanam daun mint tidak sulit. Tanaman ini dapat tumbuh hingga sekitar 1 meter. Apabila sudah berbunga, kamu bisa memotong hingga 5 cm. Setiap hari harus disiram, jangan sampai tanahnya kering. Letakkan di tempat yang lalat sering datangi seperti dekat meja makan atau dapur.

    2. Bunga Nasturtium atau Borage

    Nasturtium - South American trailing plant with round leaves and bright orange, yellow, or red ornamental edible flowersBunga Nasturtium. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nadya So

    Pernah dengar bunga nasturtium? Tanaman satu ini bisa dimakan lho. Selain bentuknya yang cantik dengan warna yang cerah, bunga ini juga sering dipakai untuk hiasan pada makanan dan kue.

    Manfaat dari bunga ini yang jarang orang tahu adalah nasturtium dapat mencegah lalat datang ke rumah. Hal ini dikarenakan konsentrasi miristisin dan limonene yang terdapat secara alami di daun serta bunganya.

    Nasturtium merupakan tanaman rambat yang dapat tumbuh hingga 2,5 meter sehingga cocok untuk ditanam di rumah dan tidak memakan tempat.

    3. Bunga Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Siapa yang tidak tahu bunga lavender? Tanaman satu ini sudah dipakai di berbagai produk instan karena aromanya yang menyenangkan dan banyak manfaatnya.

    Aroma lavender ini tidak hanya ampuh mengusir nyamuk, melainkan lalat juga. Bunga ini memiliki minyak alami yang mengandung konsentrasi tinggi linalool. Zat ini sangat kuat untuk dilawan lalat, kutu, dan nyamuk sehingga mengganggu organ penciuman mereka yang sensitif.

    Sama seperti bunga lainnya, lavender tidak selalu berbunya, ada waktu-waktu tertentu. Apabila sudah berbunga, kamu harus memangkas agar dapat mencium baru yang segar.

    4. Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryTanaman rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Rosemary adalah tanaman yang kerap menjadi pemanis pada sebuah makanan. Tanaman ini memiliki aroma yang khas seperti kayu yang segar. Ternyata aroma ini juga ampuh untuk mengusir lalat dari rumah.

    Tanaman rosemary cukup ditempatkan di bawah sinar matahari langsung. Rajin-rajin untuk menyiramnya, jangan sampai tanahnya kering. Pangkas saat sudah terlalu tinggi agar kamu tetap bisa mencium baunya. Pada bagian inilah tunas mengandung konsentrasi minyak paling kuat sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang paling kuat.

    5. Bunga Marigold

    Vibrant Orange and Yellow Blooming Marigold Flowers FieldMarigold Foto: Getty Images/iStockphoto/lovelypeace

    Tanaman lainnya yang menghasilkan aroma yang tak disukai lalat adalah bunga marigold. Baunya ternyata berasal dari akar tanaman ini. Selain bermanfaat untuk mengusir lalat, tanaman ini juga memiliki tampilan yang menarik yakni muncul dengan beragam warna seperti merah, kuning, dan orange.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! Ini Lokasi Persembunyian Tikus di Rumah



    Jakarta

    Tikus adalah hama yang keberadaannya sangat mengganggu di rumah. Selain merusak bagian-bagian rumah, tikus juga membawa penyakit.

    Tikus pada dasarnya merupakan hewan kotor karena suka berada di tempat sampah dan got. Oleh karena itu jika ada tikus di rumah maka ada bagian di rumah tersebut yang kotor.

    Tikus juga suka bersembunyi. Ada beberapa tempat yang bisa menjadi tempat persembunyian tikus seperti di atap dan di dapur.


    Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia, Boyke Arie Pahlevi menuturkan secara umum ada 2 spesies tikus yang umum ditemukan, yaitu tikus got yang bersarang di dalam tanah dan tikus atap yang bersarang di atap rumah.

    Ia menuturkan, tikus suka bersembunyi di tempat yang gelap, hangat, dan tersembunyi. Contohnya seperti dapur.

    “Di dalam rumah, biasanya tikus bersembunyi di dapur seperti peralatan dapur yang besar atau tumpukan barang di area dapur,” katanya dalam keterangan yang diterima detikcom.

    Agar dapur tidak menjadi tempat persembunyian tikus, sebaiknya kamu menjaga kebersihan dapur rumah. Apalagi, jika di dapur kamu ada tempat sampah. Sebisa mungkin sampah tidak didiamkan semalaman di dalam rumah.

    “Diharapkan sampah tidak didiamkan di rumah semalaman sehingga tidak mengundang tikus untuk masuk (ke dalam rumah),”paparnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 6 Penyebab Semut Muncul di Rumah



    Jakarta

    Semut merupakan serangga kecil yang bisa ditemukan di mana pun, termasuk di rumah. Mereka bisa tiba-tiba muncul di rumah jika ada sumber makanan. Tapi sebenarnya selain makanan ada juga penyebab lain semut muncul di rumah.

    Jika kamu sedang menghadapi masalah semut di rumah, kamu harus tahu mana saja lokasi yang disukai semut dan tempat persembunyiannya.

    Mengutip dari Natural Green System, para ahli menjelaskan semut bisa ditemukan jika di rumah ada sumber makanan, tempat lembab, dan celah-celah persembunyian yang terlindung seperti di bawah tempat penyimpanan, di bawah lantai, dan di dinding.


    Penyebab Semut Datang ke Rumah

    Dikutip dari detikBali, berikut beberapa penyebab munculnya semut di rumah.

    1. Dinding retak atau lantai berlubang merupakan tempat paling disukai semut untuk membangun sarang.
    2. Cuaca hujan membuat kondisi menjadi lembap, yang membuat semut-semut di dalam tanah akhirnya keluar untuk mencari tempat kering.
    3. Sisa makanan di atas meja atau jatuh ke lantai.
    4. Makanan atau minuman manis yang dibiarkan terbuka.
    5. Cuaca yang sangat panas membuat semut masuk ke dalam rumah untuk mencari tempat lebih sejuk.
    6. Kondisi rumah dalam keadaan kotor dengan banyaknya sampah, sisa makanan berserakan, hingga bangkai hewan membuat semut datang.

    Nah, itulah penyebab masuknya semut ke dalam rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah Basmi Ulat Bulu yang Suka Gerogot Tanaman


    Jakarta

    Ulat bulu adalah hama pengganggu bagi kamu yang memelihara tanaman. Ulat ini menggerogoti tanaman, sehingga merusak bahkan dapat mematikan tanaman.

    Selain merusak tanaman, ulat bulu juga dapat menimbulkan rasa gatal jika kamu tak tersentuh olehnya. Oleh karena itu, kamu perlu tahu cara membasmi ulat bulu.

    Ada beberapa ara mudah untuk membasmi ulat bulu. Yuk, simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Cleanipedia.


    Cara Basmi Ulat Bulu

    Inilah tips membasmi ulat bulu agar tanaman hias terlindungi.

    1. Membersihkan Tong Sampah Secara Rutin

    Bersihkan tong sampah 2-3 kali dalam seminggu, apalagi jika sampah tersebut adalah seperti sisa sayur dan kulit buah. Sisa makanan tersebut akan menarik perhatian ulat bulu.

    2. Menggunakan Oli

    Gunakan oli di pinggir pintu dan jendela untuk mencegah ulat bulu masuk ke dalam rumah dan menghampiri tanaman hias. Ulat bulu membenci aroma dan kelengketan dari oli, sehingga akan berusaha menjauh.

    3. Menggunakan Semprotan Cabai

    Membuat pestisida alami dengan bahan-bahan seperti cabe merah, sabun atau sabun cuci piring, air, dan bawang putih. Rendam bahan-bahan tersebut di dalam air sabun dan endapkan.

    Semprotkan campuran air tersebut ke batang tanaman dan daun untuk mencegah mereka memanjat ke tanaman lagi. Cairan ini bisa disimpan berminggu-minggu dan digunakan setiap hari sampai ulat bulu benar-benar hilang.

    4. Mengambilnya Secara Langsung

    Meskipun cara ini tergolong sedikit ekstrim, sebenarnya ini merupakan cara membasmi ulat bulu di tanaman yang paling efisien dan cepat. Kamu tinggal gunakan sarung tangan, penjepit atau sendok plastik saat mengambilnya secara langsung lalu buang.

    5. Menggunakan Bubuk Bacillus Thuringiensis

    Gunakan bubuk Bacillus Thuringiensis (Bt). Bubuk ini adalah semacam pestisida yang bisa didapatkan di toko tanaman dan tidak berbahaya saat ditaburkan langsung ke tanaman Kamu. Ini adalah salah satu cara mengatasi ulat bulu yang efisien.

    Itulah cara basmi ulat bulu biar nggak makan tanaman kamu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai 3 Cara Ini Hadapi Tetangga yang Suka Buang Sampah di Tempat Sampah Kita



    Jakarta

    Pernahkah kamu mendapati tetangga membuang sampah tanpa izin di tempat sampahmu? Hal itu tentu bisa bikin jengkel kalau dilakukan berulang kali.

    Padahal, setiap rumah sudah diatur lokasi tempat sampahnya oleh Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Namun, masih ada yang suka menumpang buang sampah ke tempat sampah orang lain.

    Belum lagi biasanya ada pungutan iuran sampah. Kalau tetangga membuang sampah ke tempat kita, seakan-akan kita yang menanggung iuran sampah mereka.


    Jika menghadapi situasi seperti ini, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan agar tetangga berhenti melakukannya.

    Cara Hadapi Tetangga yang Suka Buang Sampah di Tempat Sampah Kita

    Inilah beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi tetangga yang suka buang sampah tanpa izin ke tempat sampahmu.

    1. Kumpulkan Bukti

    Pengacara properti Muhammad Rizal Siregar mengatakan pemilik rumah dapat mengumpulkan bukti fisik, foto, dan video yang menunjukkan aksi tetangga membuang sampah ke tempat sampahmu. Bukti tersebut bisa digunakan sebagai bahan laporan saat hendak mengadukan tetangga.

    2. Mediasi Bersama RT/RW

    Tindakan membuang sampah tanpa izin ke tempat tetangga sebenarnya tidak mempunyai ketentuan khusus yang memberi ancaman hukuman pidana. Pelaku hanya mendapat teguran atau mediasi dari RT/RW.

    “Tidak ada ketentuan pidana jika dilanggar, hanya teguran saja dari RT/RW atau mediasi dalam level bawah,” ujar Rizal kepada detikProperti, Selasa (25/2/2025).

    3. Lapor ke Satpol PP

    Namun, jika tetangga tetap mengulangi kesalahan yang sama, pelaku bisa diperkarakan. Perkara ini masuk dalam tindak pidana ringan (tipiring) yang diproses hukum melalui Satuan Polisis Pamong Praja (Satpol PP).

    “Jika memang tidak ada jalan keluar, maka warga meminta pendamping RT/RW untuk lapor ke Satpol PP melalui kantor kecamatan dengan dasar mengganggu ketertiban umum warga,” tuturnya.

    Pelaku dapat diancam hukuman kurungan maksimal selama satu bulan. Akan tetapi, pelaku juga bisa memilih membayar denda sebagai pengganti hukuman penjara. Adapun masa kurungan dan denda bisa berbeda-beda sesuai peraturan daerah setempat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com