Tag: sanak

  • Jangan Lupakan Area Ini Saat Bersih-bersih Jelang Lebaran



    Jakarta

    Menjelang lebaran, biasanya umat muslim melakukan bersih-bersih rumah. Tujuannya agar rumah tampak bersih saat menyambut tamu dari keluarga, sanak saudara, hingga kerabat.

    Biasanya bersih-bersih rumah menjelang lebaran merupakan deep cleaning atau membersihkan secara keseluruhan area tanpa terkecuali. Selain menjaga kebersihan, hal ini juga dapat memperindah rumah. Namun, ada saja area yang sering luput dalam kegiatan deep cleansing.

    Melansir dari beberapa sumber, berikut area yang sering terlupakan ketika bersih-bersih.


    Jendela

    Mengutip dari situs Cnet, jendela merupakan sarang debu selama bertahun-tahun. Jendela harus rutin dibersihkan karena merupakan tempat keluar masuknya udara yang membawa kotoran dan debu. Oleh karena itu, jangan lupa bersihkan area jendela.

    Kusen dan Gagang Pintu

    Bagian atas pintu atau kusen juga sama seperti jendela yang menyimpan banyak debu. Bisa gunakan kemoceng, kain mikrofiber, atau penyedot debu untuk membersihkan area tersebut. Gunakan juga air sabun hangat untuk membersihkan seluruh kusen.

    Gagang pintu juga salah satu area yang sering disentuh tetapi terlupakan ketika bersih-bersih. Gunakan tisu disinfektan untuk membersihkan gagang pintu yang penuh kuman.

    Kolong Sofa dan Tempat Tidur

    Salah satu area yang hampir jarang dibersihkan adalah kolong sofa dan tempat tidur. Padahal area itu menyimpan banyak debu. Gunakan penyedot debu agar lebih mudah membersihkan.

    Bagian Atas Kitchen Set

    Saat memasak di dapur, asap, uap, dan partikel makanan akan naik dan sering menempel meninggalkan residu yang tebal dan lengket. Setelah dibersihkan, lapisi bagian atas kitchen set menggunakan kertas lilin agar nodanya tidak lagi menempel.

    Bagian Atas dan Belakang Kulkas

    Ketika membersihkan kulkas, sering luput bagian atas dan belakangnya yang menyimpan banyak debu karena area tersebut tidak terjangkau. Bagian atas kulkas dapat dibersihkan setiap sebulan sekali. Sebelum itu, cabut kabel kulkas dulu, lalu gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan bagian belakang kulkas.

    Kipas Angin Gantung

    Jika kamu punya kipas angin gantung jangan lupa untuk dibersihkan termasuk bohlamnya. Namun, kamu juga harus fokus pada bilah kipas yang tertutup debu tebal. Singkirkan debu tersebut ke tanah, lalu bersihkan dengan kemoceng atau kain mikrofiber. Pastikan kipas sudah dingin sebelum menyentuhnya.

    Lemari Pakaian

    Pendiri Jacksonville Maids, Justin Carpenter, mengutip dari situs Better Homes & Garden, pada Selasa (25/03/2025), mengatakan bahwa lemari pakaian merupakan sarang kuman.

    “Lemari pakaian dapat dengan mudah menjadi tempat berkembang biaknya debu dan jamur hingga bakteri. Seiring waktu, kotoran dan kuman menumpuk di tempat ini dan dapat mempengaruhi kesehatan,” ujar Carpenter.

    Bersihkan lemari dengan terlebih dahulu mengeluarkan semua pakaian. Kemudian, lap dengan kain mikrofiber dan pembersih disinfektan. Sedot debu dari bagian bawah lemari hingga sepanjang pinggirannya. Setelah kering, tata kembali barang-barang dengan rapi.

    Itu dia area yang tidak boleh dilupakan saat bersih-bersih menjelang lebaran. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Dekorasi Rumah buat Sambut Tamu Saat Lebaran


    Jakarta

    Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran adalah momen berkumpul dengan sanak saudara di rumah. Untuk menyambut para tamu, kamu bisa mendekorasi rumah.

    Selain membuat suasana lebih meriah dan hangat, mendekorasi rumah bisa membuat tamu merasa lebih nyaman. Tak perlu sulit, kamu bisa membuat perubahan sederhana tapi memberi sentuhan menarik pada rumah.

    Lantas, bagaimana cara menghias rumah agar tampak indah dan nyaman buat Lebaran? Yuk, simak beberapa tips berikut ini. kamu bisa melakukan beberapa cara ini.


    Tips Dekorasi Rumah buat Lebaran

    Inilah cara mendekorasi rumah untuk menyambut tamu yang datang saat lebaran, dikutip dari UAE Moments.

    1. Pilih Tema

    Sebelum mulai dekorasi rumah, sebaiknya kamu menentukan tema yang ingin digunakan saat Lebaran. Kamu bisa menggunakan warna-warna khas Lebaran seperti putih, emas, atau hijau pada dekorasi yang akan digunakan. Beberapa dekorasi yang kerap digunakan adalah kaligrafi, dekorasi tanaman, dan pola geometris.

    2. Hias Ruang Keluarga

    Ruang keluarga adalah salah satu ruangan yang akan banyak digunakan saat Lebaran. Biasanya tempat ini menjadi ruang kumpul banyak sanak saudara.

    Untuk membuatnya menjadi lebih nyaman dan hangat, kamu bisa menambahkan beberapa bantal dengan tema yang sesuai Lebaran, memasang lampu gantung, lentera, atau dekorasi lainnya.

    3. Hias Meja Makan

    Meja makan merupakan furnitur yang menjadi fokus penting saat Lebaran karena menjadi tempat mengambil makanan. Untuk itu, kamu bisa menghias meja makan di rumah saat Lebaran.

    Taplak meja ruang makanTaplak meja ruang makan Foto: Getty Images/iStockphoto/gerenme

    Kamu bisa menghiasnya dengan sederhana, misalnya dengan menggunakan taplak meja, tempat lilin, bunga, lalu alat makan yang seragam, dan lainnya.

    4. Tambahkan Tanaman

    White candle in a golden framed glass as centrepiece of a table decorIlustrasi dekorasi Lebaran Foto: iStockphoto/Getty Images

    Tambahkan kesegaran di dalam rumah dengan memajang tanaman hias supaya rumah tampak hidup. Gunakan tanaman atau bunga yang sesuai dengan tema yang sudah ditentukan sebelumnya agar tampak serasi.

    5. Siapkan Tempat Salat

    Jangan lupa untuk menyiapkan tempat salat di rumah. Kamu bisa menggunakan karpet sebagai alas sajadah agar terasa lebih nyaman.

    Itulah beberapa tips yang dilakukan untuk menghias rumah saat Lebaran. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Urutan Penerima Sedekah Menurut Dalil Qur’an dan Hadits, Siapa Saja?


    Jakarta

    Sedekah adalah amalan yang paling dianjurkan. Amalan ini dikerjakan dengan menyalurkan bantuan atau hal lain kepada yang membutuhkan. Namun, ada orang-orang yang menjadi prioritas penerima sedekah.

    Keutamaan sedekah disebutkan dalam sejumlah hadits. Salah satunya yang berasal dari Abu Umamah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Seseorang masuk surga, lalu dia melihat tulisan di atas pintu surga ‘Satu sedekah dibalas sepuluh kali lipat, dan pinjaman dibalas 18 kali lipat.” (Hadits shahih, termuat dalam As-Silsilah Ash-Shahihah)


    Menukil dari buku 100 Kesalahan dalam Sedekah tulisan Reza Pahlevi Dalimuthe, sedekah merupakan harta yang dikeluarkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedekah bukan amalan wajib seperti zakat, melainkan sunnah.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hadid ayat 7,

    ا مِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَأَنفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَأَنفَقُوا هُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

    Artinya: “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang- orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.”

    Urutan Penerima Sedekah Berdasarkan Dalil

    Disebutkan dalam buku Pencegahan Fraud dengan Manajemen Risiko dalam Perspektif Al-Quran yang ditulis Eko Sudarmanto, sedekah lebih utama dilakukan pada keluarga ketimbang orang lain. Imam Baghawi mengatakan bahwa orang yang paling utama menerima sedekah adalah keluarga sebagai bentuk tanggung jawab untuk dinafkahi, seperti istri, anak dan sebagainya.

    Terkait urutan penerima sedekah disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 215,

    يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَآ أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

    Artinya: “Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.”

    Berdasarkan ayat di atas, maka urutan penerima sedekah yaitu:

    1. Orang tua
    2. Kerabat
    3. Anak yatim
    4. Orang miskin
    5. Orang yang dalam perjalanan

    Sementara itu, Imam Nawawi mengatakan bahwa skala prioritas harus mempertimbangkan kemampuan finansial si penerima. Artinya, keluarga yang termasuk kategori penerima sedekah lebih utama ketimbang orang lain.

    Jadi, orang yang lebih utama menerima sedekah adalah sanak keluarga yang termasuk ke dalam golongan fakir, miskin atau memiliki banyak utang.

    Kemudian, urutan penerima sedekah lainnya dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA, beliau bersabda,

    “Bersedekahlah!” Seseorang menanggapi, ‘Ya Rasulullah, saya memiliki satu dinar (rezeki).’ Rasul berkata, ‘Bersedekahlah untuk dirimu.’ Ia berkata, ‘Saya masih punya sisanya.’ Kata Rasul, ‘Berikan kepada istrimu.’ Ia berkata, ‘Masih ada yang lain.’ Kata Rasul, ‘Berikan kepada anakmu!’ ‘Masih ada yang lain.’ Rasul berkata, ‘Berikan kepada pelayanmu!’ ‘Masih ada yang lain.’ Rasul berkata, ‘Terserah kamu (kamu lebih tahu).” (HR An Nasa’i)

    Waktu yang Dianjurkan untuk Bersedekah

    Mengutip dari buku Sedekah Bikin Kaya dan Berkah yang disusun Ubaidurrahim El Hamdy, berikut beberapa waktu yang dianjurkan untuk bersedekah.

    • Ketika lapang dan sempit
    • Saat sehat
    • Ketika merasa kikir
    • Ketika takut akan kemiskinan
    • Ketika berharap untuk kaya
    • Pada pagi hari atau subuh
    • Pada hari Jumat
    • Pada bulan Ramadan

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com