Tag: sapuan

  • Perhatikan Hal Ini Jika Ingin Mengecat Dinding Luar Rumah saat Musim Kemarau


    Jakarta

    Saat musim kemarau tiba, cuaca akan terasa sangat panas. Hal ini dianggap sebagai waktu yang cocok untuk mengecat dinding rumah bagian luar karena akan cepat kering.

    Akan tetapi, cat dinding yang cepat kering belum tentu baik. Karena bisa saja hanya lapisan luarnya saja yang kering tapi bagian dalamnya masih basah.

    Ada beberapa hal juga yang harus kamu perhatikan saat mengecat dinding bagian luar rumah saat musim kemarau. Contohnya kelembaban. Selain itu, masih ada hal-hal lainnya yang perlu diperhatikan saat mengecat dinding bagian luar rumah saat musim kemarau.


    Dilansir dari Real Simple, berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat kamu ingin mengecat dinding bagian luar rumah pada musim kemarau.

    Kelembapan dan Suhu Tinggi

    Saat tingkat kelembapan tinggi, udara sekitar menjadi jenuh yang menyebabkan cat tidak mengering dengan baik. Saat suhu tinggi, cat dapat mengering terlalu cepat sehingga tidak rata dengan baik. Hal ini bisa memperlihatkan banyaknya sapuan kuas cat dan sulit diaplikasikan.

    Suhu tinggi juga bisa menyebabkan cat mengering dengan tidak baik. Nantinya, cat hanya akan mengering di bagian permukaan saja, tetapi di bagian bawahnya masih basah. Jika hal ini terjadi, maka cat tidak akan meresap ke permukaan dan menyebabkannya cepat berkerut dan mengelupas.

    Debu hingga Serbuk Sari Beterbangan

    Alasan lain mengecat di musim kemarau bukan hal yang bagus adalah adanya debu maupun serbuk sari yang beterbangan. Hal-hal itu bisa saja menempel di permukaan dinding sehingga menyulitkan untuk mendapatkan permukaan yang bersih untuk dicat.

    Kapan Waktu yang Cocok untuk Mengecat Dinding Bagian Luar Rumah?

    Saat ingin mengecat dinding bagian luar rumah, sebaiknya pertimbangkan tingkat kelembaban dan suhu terlebih dahulu.

    “Suhu permukaan yang akan dicat, suhu sekitar, serta suhu lapisan semuanya dapat mempengaruhi warna dan kinerja keseluruhan,” kata pemilik generasi ke-3 Dages Paint, Anne Dages, dilansir Real Simple.

    Menurut Dages waktu yang pas untuk mengecat dinding bagian luar rumah adalah ketika suhu 10-32 derajat Celcius dan tidak ada perkiraan hujan dalam jangka waktu 24 jam.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Ngecat Dinding Luar Rumah Saat Musim Kemarau? Perhatikan Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Mengecat dinding luar rumah atau bagian eksterior dianggap cocok dilakukan saat musim kemarau. Hal itu karena saat musim kemarau cuaca panas sehingga cat bisa cepat kering.

    Namun, cat dinding yang cepat kering belum tentu baik. Sebab, bisa saja yang kering hanya lapisan luarnya saja sementara bagian dalamnya masih basah. Jika hal itu terjadi, cat dinding jadi bisa lebih mudah mengelupas.

    Oleh karena itu, sebelum kamu mengecat dinding bagian luar ada beberapa yang harus diperhatikan. Dilansir dari Real Simple, Selasa (10/9/2024), berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat kamu ingin mengecat dinding bagian luar rumah pada musim kemarau.


    Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mengecat Rumah pada Musim Kemarau

    Kelembapan dan Suhu Tinggi

    Saat tingkat kelembapan tinggi, udara sekitar menjadi jenuh yang menyebabkan cat tidak mengering dengan baik. Saat suhu tinggi, cat dapat mengering terlalu cepat sehingga tidak rata dengan baik. Hal ini bisa memperlihatkan banyaknya sapuan kuas cat dan sulit diaplikasikan.

    Suhu tinggi juga bisa menyebabkan cat mengering dengan tidak baik. Nantinya, cat hanya akan mengering di bagian permukaan saja, tetapi di bagian bawahnya masih basah. Jika hal ini terjadi, maka cat tidak akan meresap ke permukaan dan menyebabkannya cepat berkerut dan mengelupas.

    Debu hingga Serbuk Sari Beterbangan

    Alasan lain mengecat di musim kemarau bukan hal yang bagus adalah adanya debu maupun serbuk sari yang beterbangan. Hal-hal itu bisa saja menempel di permukaan dinding sehingga menyulitkan untuk mendapatkan permukaan yang bersih untuk dicat.

    Waktu yang Cocok untuk Mengecat Dinding Bagian Luar Rumah

    Saat ingin mengecat dinding bagian luar rumah, sebaiknya pertimbangkan tingkat kelembaban dan suhu terlebih dahulu.

    “Suhu permukaan yang akan dicat, suhu sekitar, serta suhu lapisan semuanya dapat mempengaruhi warna dan kinerja keseluruhan,” kata pemilik generasi ke-3 Dages Paint, Anne Dages, dilansir Real Simple.

    Menurut Dages waktu yang pas untuk mengecat dinding bagian luar rumah adalah ketika suhu 10-32 derajat Celcius dan tidak ada perkiraan hujan dalam jangka waktu 24 jam.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Merawat Lantai Kayu agar Tahan Lama


    Jakarta

    Memutuskan untuk menggunakan lantai kayu di rumah, merupakan keputusan besar yang kamu ambil. Pembersihan rutin jadi hal wajib untuk merawat lantai kayu agar tetap dalam kondisi prima.

    Lantai kayu cenderung cepat dalam menyerap debu, kotoran kecil, dan pasir. Hal ini membuat lantai menjadi tergores, sehingga menimbulkan kerusakan pada lantai kayu.

    Melansir Architectural Digest, Selasa (17/09/2024), berikut ini merupakan cara yang tepat membersihkan lantai kayu agar tetap kokoh dan bertahan lama.


    1. Sapu Lantai Kayu Setiap Hari

    Langkah pertama dan terpenting untuk membersihkan lantai kayu adalah dengan menyapu secara rutin. Kotoran dan debu yang menumpuk akan membuat lantai kayu tidak mengkilap. Dengan menjaga lantai dari serpihan merupakan kunci agar lantai kayu tetap awet.

    Jika serpihan dibiarkan dan terinjak oleh kamu, hal itu akan merusak dan menggores permukaan lantai kayu.

    2. Vakum Secara Teratur

    Selain menyapu, kamu juga harus melakukan menyedot debu secara teratur. Hal ini akan membantu menyedot partikel halus yang mungkin terlewatkan oleh sapuan, dan daya hisap kuat penyedot debu sangat berguna untuk menyedot debu di celah-celah kecil.

    3. Mengepel Lantai Kayu

    Mengepel lantai kayu harus sangat hati-hati dan tanpa air berlebih. Jangan biarkan air menggenang di lantai kayu, karena hal itu akan membuat lantai kayu menjadi lembap dan menimbulkan rayap yang akan merusak lantai kayu kamu.

    Untuk mencegah terlalu banyak air, pilih pel microfiber daripada pel katun, karena pel microfiber membutuhkan lebih sedikit air dan tidak akan membuat pel menjadi basah kuyup.

    4. Perbaiki Goresan di Lantai Kayu

    Bulu penyedot debu, kotoran, dan bahkan bulu hewan peliharaan dapat menyebabkan goresan. Terjadinya goresan dan lecet akan merusak lantai kayu, bahkan dengan jenis kayu terbaik pun.

    Jika ingin memperbaiki goresan, cukup gunakan spidol noda atau dengan batang lilin yang berfungsi untuk penyok yang lebih dalam.

    Bila kerusakan serius, pilih pewarna yang sesuai dengan warna lantai kayu, kemudian poles lecet dengan mengamplas area yang rusak menggunakan amplas halus. Pastikan untuk menggunakan lapisan akhir yang sama.

    5. Rawat Lantai Kayu

    Mengetahui cara membersihkan lantai kayu bukanlah satu-satunya hal yang perlu dipertimbangkan dalam hal lantai kayu yang bersih. Lingkungan di sekitar lantai juga merupakan komponen penting dalam perawatan dan ketahanannya.

    Kayu bereaksi secara drastis terhadap suhu dan kelembapan, jadi penting untuk memahami elemen-elemen ini. Garis pertahanan terbaik adalah dengan memperhatikan tanda-tanda bahaya.

    Jika terdapat terlalu banyak kelembapan di bawah kayu, kayu akan melengkung. Hilangkan sumber air, terutama genangan air untuk menghentikan hal ini terjadi. Kondisi yang terlalu kering menyebabkan celah, retakan, dan terbelah.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Membersihkan Pecahan Kaca Agar Tidak Terluka


    Jakarta

    Seringkali kamu melakukan kecerobohan sehingga membuat benda yang ada di sekitar kamu terjatuh hingga pecah. Hal ini bisa berbahaya, apalagi yang benda yang terjatuh terbuat dari bahan kaca.

    Pecahan kaca yang berhamburan sangat berbahaya apabila terkena bagian tubuh. Kamu harus segera membersihkan pecahan agar tidak menimbulkan resiko yang berbahaya untuk penghuni rumah.

    Dilansir The Spruce, Jumat (11/10/2024), berikut cara membersihkan pecahan kaca yang tepat agar tidak beresiko untuk diri sendiri.


    1. Bersihkan Ruangan dan Persiapkan Diri

    Sesegera mungkin mintalah keluarga kamu untuk meninggalkan area tempat adanya pecahan. Pakai sepatu, pelindung mata, dan sarung tangan tebal sebelum memulai proses pembersihan kaca.

    2. Gunakan Cahaya yang Terang

    Untuk membantu kamu melihat setiap kilauan kaca, gunakan senter LED atau senter pada ponsel kamu sehingga kamu dapat mengarahkannya ke permukaan. Kaca akan berkilau dalam cahaya.

    3. Ambil Pecahan Besar

    Gunakan sarung tangan untuk mengambil pecahan kaca yang besar. Jika kamu tidak memiliki sarung tangan, gunakan penjepit untuk mengambil pecahan kaca.

    Jangan pernah menggunakan tangan kosong, hal ini akan membahayakan diri kamu. Pecahan kaca dimasukkan ke dalam kantong kertas tebal atau kantong plastik tiga lapis untuk dibuang.

    Gunakan beberapa lapis kertas koran untuk membungkus kaca, hal ini mencegah luka yang tidak disengaja di tempat sampah.

    4. Sapu atau Bersihkan Kaca dengan Vacuum Cleaner

    Jika pecahan kaca tersangkut di serat karet atau kain pelapis, gunakan sikat gosok berbulu kaku untuk mengangkat pecahan kaca ke permukaan kain sebelum kamu mencoba menyapu atau menyedotnya dengan vacuum cleaner.

    Gunakan sapu berbulu kaku dan pengki untuk menyapu pecahan kaca sebanyak mungkin. Gunakan sapuan pendek dan efisien untuk mencegah pecahan-pecahan kecil berhamburan.

    5. Lakukan Pembersihan Akhir

    Pecahan kaca dapat menempel pada bulu sapu dan pengki. Bawalah pecahan kaca ke luar dan bilas dengan selang taman di atas ember. Buang airnya ke saluran pembuangan air.

    Periksa bagian bawah sepatu kamu untuk melihat apakah ada pecahan kaca dengan lambang atau tisu untuk memastikan tidak ada pecahan kaca yang terbawa masuk ke dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Dinding Terkelupas Tak Harus Mengecat Ulang Seluruh Ruangan, Begini Caranya



    Jakarta

    Dinding dengan cat yang terkelupas dapat merusak estetika ruangan kamu. Solusinya tak harus mengecat ulang seluruh area dinding ruangan.

    Dengan menggunakan teknik yang mudah dan bahan yang tepat, kamu bisa memperbaiki bagian yang rusak dan mengembalikan penampilan dinding tanpa perlu melakukan pekerjaan yang rumit.

    Pembahasan berikut akan membagikan langkah-langkah praktis untuk memperbaiki cat dinding yang terkelupas, sehingga kamu dapat menghemat waktu dan biaya.


    Apa Penyebab Cat Terkelupas?

    Permukaan Tidak Bersih

    Melansir The Spruce, pada Senin (4/11/2024), permukaan yang kotor menjadi salah satu penyebab utama. Sebelum mengecat, permukaan harus dibersihkan dengan baik. Debu, kotoran, atau minyak dapat mengganggu daya rekat cat, sehingga lapisan cat cenderung akan mengelupas seiring waktu.

    Kelembapan

    Kelembapan juga berperan besar dalam pengelupasan cat. Ruangan lembap, seperti kamar mandi dan dapur, rentan terhadap pertumbuhan jamur dan dapat merusak lapisan cat, membuatnya mudah terkelupas.

    Cat Berkualitas Rendah

    Sering kali hal ini menjadi masalah. Cat yang tidak berkualitas baik biasanya tidak memiliki daya rekat yang cukup atau ketahanan terhadap elemen eksternal, sehingga lebih rentan terhadap kerusakan, terutama saat terkena cuaca buruk.

    Cuaca Ekstrem

    Cuaca yang ekstrem juga dapat mempengaruhi integritas cat. Perubahan suhu yang drastis, baik terlalu panas atau dingin, bisa menyebabkan cat mengembang dan menyusut, yang akhirnya menyebabkan retakan dan pengelupasan.

    Penerapan Tidak Tepat

    Penerapan yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan masalah. Teknik aplikasi yang salah, seperti mengaplikasikan cat terlalu tebal atau tidak mengaduk cat dengan benar, dapat mengakibatkan lapisan cat yang tidak merata dan meningkatkan risiko pengelupasan di kemudian hari.

    Tips Sebelum Melakukannya

    Persiapan Sebelum Memulai

    Kamu akan memerlukan dempul dinding ringan dan beberapa pisau dempul untuk memperbaiki cat yang terkelupas. Kamu bisa menggunakan dempul atau campuran sambungan drywall, meskipun dempul lebih disarankan.

    Dempul lebih ringan daripada campuran sambungan, sehingga lebih cocok untuk aplikasi tipis seperti perbaikan cat. Gunakan pisau dempul berukuran 2 inci untuk mengambil dan mengoleskan dempul, serta pisau berukuran 4 inci untuk meratakan dempul dengan cat di sekitarnya.

    Jika ingin, kamu bisa menggunakan satu pisau saja, tetapi pastikan ukuran pisau lebih besar dari area yang akan ditambal.

    Penyiapan Area

    Lepaskan gambar, penutup termostat, penutup stopkontak, dan pelat muka sakelar lampu yang ada di dekat area cat yang terkelupas. Tempelkan kain penutup pada lantai di sekitar papan pinggir untuk melindungi lantai dari cipratan cat.

    Bersihkan Cat yang Terkelupas

    Sikat tepi cat yang mengelupas menggunakan sikat kawat. Untuk cat yang sulit dibersihkan, gunakan pisau dempul. Pegang pisau dempul pada sudut 45 derajat dan dorong perlahan agar tidak menyebabkan pengelupasan cat yang berlebihan.

    Haluskan Tepiannya

    Usapkan amplas dengan grit sedang secara perlahan di sepanjang tepi untuk menghaluskan area cat lebih lanjut. Hindari pengamplasan yang berlebihan agar tidak merusak dinding.

    Terapkan Dempul

    Gunakan pisau dempul untuk mengambil dempul atau senyawa sambungan dari wadah. Tekan pengisi dengan kuat ke area yang perlu ditambal. Kikis kelebihan pengisi dari pisau dempul dan kembalikan ke wadah asalnya.

    Ratakan Dempul

    Gunakan pisau dempul yang bersih untuk mengoleskan dempul pada area yang akan ditambal. Sapukan sekali atau dua kali lagi dari arah yang berbeda untuk meratakan dempul agar sejajar dengan cat di sekitarnya. Penambahan sapuan dapat menggores area yang ditambal.

    Diamkan Sampai Mengering

    Biarkan dempul mengering dan mengeras selama 30 hingga 60 menit. Jika area yang ditambal lebih dalam daripada ketebalan cat di sekitarnya (sekitar 1 hingga 2 mm), dempul mungkin membutuhkan waktu empat hingga lima jam untuk benar-benar kering.

    Haluskan Area Tambalan

    Gunakan amplas berpasir halus untuk mengamplas area yang telah ditambal, sehingga dapat menyatu dengan cat di sekitarnya, lakukan pengamplasan dengan hati-hati. Setelah itu, bersihkan debu menggunakan kain mikrofiber bersih atau kain lain yang tidak meninggalkan serat.

    Siapkan Tambalan

    Oleskan cat dasar pada area yang ditambal, lalu sapukan lagi satu atau dua inci ke cat di sekitarnya. Biarkan cat dasar mengering selama 60 menit semakin lama kamu menunggu, semakin baik hasil cat yang akan diperoleh.

    Cat Tambalan

    Oleskan cat tembok pada area yang telah ditambal. Di akhir setiap sapuan, kurangi tekanan pada kuas untuk menggabungkan cat dengan cat di sekitarnya. Biarkan cat mengering selama empat jam sebelum melakukan pelapisan ulang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengecat Dinding yang Baik Agar Hasilnya Maksimal



    Jakarta

    Mengecat dinding interior mungkin tidak memerlukan keterampilan khusus. Namun apabila tidak memperhatikan apa yang harus dilakukan membuat hasil akhir yang kurang maksimal atau bahkan tidak sesuai dengan yang diinginkan.

    Dengan peralatan dan persiapan yang tepat, kamu bisa mengecat dinding seperti seorang profesional untuk memperbarui cat pada dinding rumah kamu dengan mudah.

    Dilansir dari Better Homes & Garden, Kamis (14/11/2024), berikut langkah-langkah yang harus kamu perhatikan saat mengecat agar mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan yang diinginkan.


    1. Melakukan Persiapan

    Pilih jenis yang sesuai dengan tempat yang akan diaplikasikan, dan pilih warna yang sesuai dengan yang diinginkan. Persiapkan ruangan dengan memindahkan furniture kecil, dorong furniture yang lebih besar ke bagian tengah dan tutup dengan plastik.

    Perhatikan suhu dan kelembapan di dalam rumah, yang mungkin perlu disesuaikan. Jika udara lembap, nyalakan AC untuk mengurangi kelembapan atau nyalakan dehumidifier di dalam ruangan.

    2. Sapu dan Bersihkan Debu Dinding

    Gunakan sapu atau alat pel untuk menyapu debu dan sarang laba-laba dari langit-langit, dinding, dan furniture. Gunakan juga penyedot debu untuk membuang partikel yang dapat menempel pada cat, bersihkan alas tiang dan lis dengan kain microfiber.

    3. Memperbaiki Permukaan Dinding

    Gunakan alat dempul dan pelapis untuk menambal lubang paku. Ratakan pelapis tipis-tipis di setiap lubang, lalu kikis kelebihannya. Biarkan kering, untuk lubang yang lebih besar gunakan tambalan drywall.

    4. Amplas Permukaan

    Amplas area yang ditambal dengan amplas halus hingga rata dengan dinding. Jika mengamplas terlalu agresif, dempul akan menyusut di dalam lubang. Ulangi langkah dan amplas lagi hingga mencapai hasil akhir yang diinginkan, lalu bersihkan sisa-sisa.

    5. Gunakan Selotip Pelukis

    Lindungi kayu, langit-langit, dan permukaan nondinding lainnya dengan selotip pelukis. Tempelkan selotip dengan kuat pada permukaan dalam garis lurus, pastikan selotip tidak mengganggu area yang dicat.

    6. Kerjakan Satu per Satu

    Isi wadah keccil dengan cat, kerjakan satu dinding pada satu waktu. Guanakan kuas miring untuk mengoleskan cat di sepanjang bagian atas dinding, di sekitar jendela dan lis, sudut-sudut, dan di atas papan pionggir.

    7. Mulai Secara Keseluruhan

    Mulai dari sudut, cat dengan pola W di seluruh dinding. Kerjakan dalam bagian-bagian kecil untuk mendapatkan cakupan yang merata sebelum bergerak terlalu jauh di sepanjang dinding.

    Jika Jangkauan pendek, pasang rol ke tongkat tambahan. Setelah mengisi area, selesaikan dengan sapuan vertikal ringan untuk menghaluskan cat dan menghilangkan bekas rol.

    8. Periksa Ulang Cat

    Langkah selanjutnya untuk mendapatkan tampilan yang bersih adalah dengan memeriksa dinding yang dicat untuk mencari cacat, titik yang terlewat, cat bertekstur, atau tetesan. Perbaiki cat sebelum mengering.

    Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk cat mengering dan mengeras dengan baik tergantung pada apa yang kamu ingin lakukan setelah diaplikasikan.

    Umumnya, harus menunggu setidaknya dua jam sebelum mengaplikasikan lapisan cat berikutnya. Kamu mungkin perlu menunggu lebih lama jika kondisi, seperti kelembapan tinggi atau suhu rendah, dan mengaplikasikan cat dengan lapisan yang tebal.

    9. Lepaskan Selotip Pelukis

    Lepaskan selotip secepat mungkin saat cat masih lengket, hal ini akan mencegah selotip menempel di dinding. Rapikan area sekitar dan bersihkan peralatan yang telah kamu gunakan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Luka, Ini Cara Aman Bersihkan Pecahan Kaca


    Jakarta

    Pecahan kaca, gelas kaca, maupun kaca meja bisa menyebabkan penghuni rumah terluka apabila tidak langsung dibersihkan. Maka dari itu, pecahan kaca harus segera dibersihkan.

    Akan tetapi, membersihkan pecahan kaca tidak bisa sembarangan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar dapat membersihkannya dengan aman.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini cara membersihkan pecahan kaca yang aman di rumah.


    1. Bersihkan Ruangan

    Sebaiknya, jangan ada hewan peliharaan dan banyak penghuni rumah di ruangan yang terdapat pecahan kaca. Cukup ada seseorang yang akan membersihkan pecahan kaca saja. Apabila kamu akan membersihkan pecahan kaca, sebaiknya pakai sepatu tertutup, pelindung mata, dan sarung tangan tebal agar aman.

    2. Gunakan Cahaya yang Sangat Terang

    Untuk membantumu membersihkan serpihan-serpihan kaca, nyalakan banyak lampu maupun senter ke permukaan agar lebih mudah membersihkannya.

    3. Ambil Pecahan Kaca yang Besar

    Setelah menggunakan sarung tangan, kamu bisa mengambil pecahan kaca yang besar terlebih dahulu. Jika kamu tidak ada sarung tangan, kamu bisa menggunakan capitan agar tangan tidak terluka.

    Pecahan kaca sebaiknya diletakkan di kertas tebal atau di kantong plastik berlapis. Kamu juga bisa membungkusnya dengan beberapa lapis koran agar aman saat dibuang ke tempat sampah.

    4. Bersihkan Serpihan Kaca

    a. Pakai Sapu

    Untuk membersihkan serpihan kaca, kamu bisa menggunakan beberapa perkakas, tergantung permukaan bendanya. Apabila serpihan kaca berada di karpet, kamu bisa menggunakan sikat berbulu untuk mengangkat kaca ke permukaan kain sebelum menyapunya.

    Gunakan sapu berbulu kaku dan pengki untuk menyapu pecahan kaca sebanyak mungkin. Gunakan sapuan yang pendek dan efisien untuk mencegah potongan-potongan kecil berserakan di seluruh ruangan. Jika kamu memiliki jenis penyedot debu atau vacuum cleaner yang tepat, kamu bisa menggunakannya untuk membersihkannya.

    b. Pakai Roti atau Kentang

    Selain menggunakan sapu dan vacuum cleaner, kamu bisa membersihkan sisa serpihan kaca menggunakan roti. Caranya, gunakan senter untuk melihat serpihan kaca dengan jelas. Lalu, dengan menggunakan sarung tangan, tekan sepotong roti ke pecahan kaca. Pastikan untuk segera membuang rotinya.

    Selain roti, kamu juga bisa menggunakan kentang yang sudah dibelah menjadi 2 bagian untuk mengambilnya. Tekan bagian dalam kentang ke pecahan kaca agar mudah diambil. Segera buang kentang ke tempat sampah.

    c. Pakai Tisu Basah

    Gunakan 3 lembar tisu atau lap, lalu dilipat menjadi persegi. Basahkan lap atau tisu dan tekan ke serpihan kaca. Serpihan kaca nantinya akan menempel ke tisu atau lap.

    d. Pakai Lint Roller

    Bagi kamu yang memiliki lint roller, bisa juga membersihkan serpihan kaca dengan ini. Lint roller dirancang untuk menghilangkan bulu hewan peliharaan memiliki daya rekat yang lebih kuat dan berfungsi paling baik untuk mengangkat serpihan kaca. Lepas lembaran berisi kaca dan buang dengan benar.

    e. Pakai Lakban

    Kamu juga bisa membersihkan serpihan kaca dengan lakban. Gunakan sarung tangan, bungkus lakban dengan sisi lengket menghadap ke luar. Tekan lakban pada potongan kaca lalu masukkan lakban dengan hati-hati ke dalam kantong sampah.

    5. Lakukan Pembersihan Akhir

    Pecahan kaca bisa saja menempel pada bulu sapu atau pengki. Bawa alat-alat tersebut keluar dan bilas hingga bersih dengan air di atas ember. Buang air ke saluran pembuangan utilitas.

    Periksa bagian bawah sepatu yang digunakan apakah ada serpihan kaca yang tersangkut. Lepaskan serpihan kaca dengan lakban atau tisu untuk memastikan tidak ada pecahan kaca yang masuk ke dalam rumah.

    Itulah cara membersihkan pecahan kaca yang aman di rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sat Set! Begini Cara Cepat Merapikan Rumah Setelah Pesta


    Jakarta

    Setelah mengadakan pesta atau acara di rumah, kemungkinan besar seisi rumah dalam keadaan berantakan dan kotor. Membersihkan seisi rumah bisa jadi pekerjaan yang melelahkan, apalagi kalau tidak memakai strategi.

    Kunci untuk mengatasi ruangan yang berantakan adalah dengan tetap fokus saat merapikannnya. Selain itu, kamu perlu menyederhanakan cara membersihkan rumah agar lebih mudah dan cepat selesai.

    Lalu, bagaimana cara cepat membersihkan rumah ya? Biar kamu nggak kewalahan saat membereskan rumah, coba cara cepat bersihkan rumah berikut ini.


    Tips Membersihkan Rumah Habis Acara

    Inilah cara membersihkan rumah habis acara dengan cepat dan mudah, dikutip dari The Spruce.

    1. Melihat Kondisi Seluruh Rumah

    Langkah awal saat ingin membersihkan rumah, yaitu disarankan untuk menilai seluruh rumah sebelum kamu mulai merapikan ruangan.

    “Kamu perlu mempertimbangkan seluruh rumah saat merapikan satu ruangan karena menata barang dapat berdampak domino jika seluruh rumah berantakan dan tidak teratur,” kata Jamie Hord, pendiri Horderly Professional Organizing.

    Misalnya kamu menemukan beberapa barang di kamar tidur padahal seharusnya barang tersebut berada di kamar mandi.

    2. Gunakan Pengatur Waktu

    Untuk membantu mengurangi kemungkinan berlama-lama membereskan satu titik, kamu bisa menyetel pengatur waktu selama 30 menit untuk menciptakan rasa urgensi dan fokus.

    3. Lakukan Sapuan dengan Cepat

    “Saat saya memasuki ruangan yang berantakan, saya selalu memulai dengan menyapu cepat,” kata Meaghan Kessman, seorang organisator profesional.

    Ia menyarankan untuk mengambil alih mengambil kantong sampah dan segera mengumpulkan sampah yang terlihat seperti barang pecah belah, wadah kosong, atau tisu bekas.

    Kemudian letakkan barang-barang yang salah tempat, seperti piring, buku, atau pakaian di tempat yang telah ditentukan agar dapat dikembalikan ke tempat semestinya.

    4. Buat Sistem Penyortiran

    Gunakan sistem penyortiran tiga kotak, yaitu simpan, sumbangkan, dan buang. Sistem ini akan membantu membuat keputusan dengan cepat dan menjaga proses pembersihan tetap fokus. Mulai dengan mengumpulkan barang-barang ke dalam tumpukan yang disortir.

    5. Tetap Fokus

    Jika merasa kewalahan, fokuslah pada satu area saja dalam satu waktu. Bagi ruangan menjadi beberapa zona yang lebih kecil dan selesaikan setiap tugas. Beberapa ruangan tidak dapat dibersihkan sepenuhnya hanya dalam waktu singkat.

    Disarankan untuk menahan untuk mulai membersihkan secara menyeluruh atau membuat sistem pengorganisasian secara menyeluruh pada tahap ini. Tujuannya adalah merapikan barang dengan cepat.

    6. Selesaikan dan Simpan Barang

    Saat penghitung waktu berbunyi, disarankan agar berhenti bekerja dan meluangkan beberapa menit untuk menyimpan barang-barang ke tempat penyimpanan.

    7. Buat Membersihkan Rumah Tetap Menyenangkan

    Menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan adalah proses yang berkelanjutan. Setiap langkah yang diambil akan membantu menata rumah kamu. Jika tidak mempunyai banyak waktu, luangkan sedikit waktu untuk merapikan barang yang tidak diperlukan.

    Itulah dia langkah mudah untuk membereskan rumah dengan mudah dan cepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Bersihkan Rumah Habis Open House Lebaran



    Jakarta

    Setelah mengadakan open house atau acara lebaran, nggak heran kalau rumah menjadi kotor dan berantakan. Kamu beserta orang-orang rumah pun jadi harus membersihkan rumah.

    Membersihkan rumah bisa menjadi pekerjaan yang cukup berat, apalagi setelah lelah bercengkerama dengan para tamu. Namun, tenang saja, ada strategi bersihkan rumah agar menjadi mudah dan cepat selesai.

    Lantas, bagaimana cara mudah dan cepat membersihkan rumah ya? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


    Tips Membersihkan Rumah Habis Lebaran

    Inilah cara membersihkan rumah habis acara lebaran, dikutip dari The Spruce.

    1. Perhatikan Kondisi Rumah

    Sebelum mulai bersihkan rumah, sebaiknya kamu perhatikan kondisi rumah. Pertimbangkan keseluruhan rumah karena menata barang bisa berdampak pada ruangan-ruangan lainnya menjadi tidak teratur. Misalnya kamu menemukan beberapa barang di kamar tidur padahal seharusnya barang tersebut berada di kamar mandi.

    2. Gunakan Pengatur Waktu

    Kamu bisa menentukan batas waktu bersih-bersih agar tidak berlama-lama di satu titik. Coba menyetel waktu selama 30 menit untuk membuat kamu lebih fokus bekerja.

    3. Lakukan Sapuan dengan Cepat

    Sapu lantai ruangan yang kotor dengan cepat. Lalu, ambil kantong sampah dan segera kumpulkan sampah yang terlihat seperti wadah kosong, atau tisu bekas. Jangan lupa kembalikan barang-barang ke tempat semestinya.

    4. Buat Sistem Penyortiran

    Gunakan sistem penyortiran tiga kotak, yaitu simpan, sumbangkan, dan buang. Sistem ini akan membantu membuat keputusan dengan cepat dan menjaga proses pembersihan tetap fokus. Mulai dengan mengumpulkan barang-barang ke dalam tumpukan yang disortir.

    5. Tetap Fokus

    Sebaiknya fokus membersihkan satu area dalam satu waktu agar tidak kewalahan. Kamu bisa membagi ruangan menjadi beberapa zona yang lebih kecil dan bersihkan per zona.

    Beberapa ruangan memang tidak dapat dibersihkan secara menyeluruh dalam waktu singkat. Jadi fokus saja merapikan barang dengan cepat.

    6. Selesaikan dan Simpan Barang

    Saat batas waktu sudah selesai, disarankan untuk berhenti bekerja dan meluangkan beberapa menit buat menyimpan barang-barang ke tempat penyimpanan.

    Itulah langkah mudah untuk membersihkan rumah dengan mudah dan cepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Bersihkan Cermin, Auto Kinclong Tanpa Meninggalkan Bekas



    Jakarta

    Cermin sangat sering ditemukan di dalam rumah, baik untuk bercermin atau sebagai dekorasi. Cermin yang bersih dan jernih tak hanya bagus secara estetika tetapi membuat orang yang bercermin nyaman melihat bayangannya.

    Jika dibiarkan, lama-lama akan ada lapisan debu menumpuk pada cermin. Oleh karena itu, sebaiknya bersihkan cermin secara berkala.

    Pastikan untuk membersihkan cermin dengan metode yang tepat ya. Sebab, kalau sekadar pakai tisu dan air, bisa meninggalkan bekas garis air pada cermin.


    Lalu, bagaimana cara yang tepat membersihkan cermin? Simak tipsnya berikut ini.

    Tips Bersihkan Cermin

    Inilah cara membersihkan cermin agar kinclong maksimal, dikutip dari Real Simple.

    1. Cairan Pembersih

    Sebelum mulai mengelap kaca, penghuni rumah perlu menyiapkan cairan pembersih. Kalau mau pakai cairan pembersih yang biasa dijual di pasaran, pastikan khusus untuk kaca.

    Di samping itu, penghuni rumah bisa membuat cairan pembersih sendiri, lho. Cairan ini tentu lebih murah, aman untuk kesehatan, dan ramah lingkungan.

    Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1 dalam botol semprot. Kocok campuran dengan baik.

    2. Bersihkan Bingkai Cermin

    Jika cermin ada bingkai, pastikan untuk membersihkannya duluan. Cermin yang sudah dibersihkan tetap terlihat kotor kalau tidak membersihkan bingkainya.

    Nah, kalau membersihkan bingkai setelah cermin, kemungkinan penghuni harus membersihkan ulang cermin untuk menghilangkan residu atau noda dari proses pembersihan bingkai. PR banget bukan?

    3. Menyemprot Cairan Pembersih

    Semprotkan cairan pembersih ke kain lap. Dengan cara ini, pembersih tidak akan meresap ke balik lapisan cermin yang dapat menimbulkan noda hitam.

    Penghuni bisa saja menyemprotkan cairan langsung ke cermin, tapi pastikan untuk cepat membersihkannya.

    4. Mengelap Kaca

    Gunakan kain mikrofiber untuk mengelap cermin. Jenis kain ini bisa menarik kotoran dan minyak tanpa meninggalkan bekas serat.

    Sebaiknya mengelap dengan pola S yang rapat dari atas ke bawah. Pastikan mengelap seluruh permukaan cermin hanya dengan satu sapuan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com