Tag: seblak

  • Termasuk Seblak, 5 Makanan Favorit Gen-Z Ini Bisa Diam-diam Picu Kolesterol Tinggi


    Jakarta

    Makanan dan minuman kekinian seperti boba, croffle, ayam geprek crispy, hingga seblak pedas jadi bagian dari gaya hidup kuliner Gen Z. Rasanya nikmat, tampilannya estetik, dan gampang banget ditemukan di kafe, gerai cepat saji, maupun aplikasi pesan-antar online. Namun, siapa sangka makanan kekinian ini justru bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, bahkan di usia muda.

    Fenomena ini bukan sekadar tren, tapi sudah jadi kebiasaan sehari-hari. Generasi yang tumbuh bersama media sosial cenderung lebih sering mencoba makanan viral. Pertanyaannya, apa efeknya bagi kesehatan jangka panjang?


    Kenapa Gen Z Rentan?

    Generasi muda saat ini hidup serba cepat. Aktivitas padat, ditambah budaya nongkrong di kafe, bikin makanan cepat saji dan minuman manis jadi lebih disukai karena praktis.

    Tren dari media sosial juga berpengaruh terhadap kebiasaan makan makanan yang sedang viral. Masalahnya, banyak makanan viral itu adalah fast food, ultra-processed food dan makanan serta minuman manis yang tinggi lemak jenuh, gula tambahan, lemak trans dan kandungan lain yang tidak menguntungkan.

    Kebiasaan ini menyebabkan pola makan tidak seimbang yang berpotensi menaikkan kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dalam darah, yang bisa memicu aterosklerosis sejak dini.

    Apa Itu Kolesterol?

    Kolesterol yang dibutuhkan tubuh secara alami diproduksi di hati. Kolesterol sebenarnya tidak selalu zat yang buruk bagi tubuh. Faktanya kolesterol adalah zat yang penting. Kolesterol berfungsi sebagai bahan pembangun membran sel, hormon steroid (hormon seks: testosteron, estrogen, progesteron ; dan hormon kortikosteroid: kortisol, aldosteron), prekursor vitamin D, dan bahan produksi asam empedu.

    Pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu faktor yang membuat kadar kolesterol tidak terkendali. Kolesterol dikirim dari hati ke sel-sel tubuh menggunakan “kendaraan” bernama Low-Density Lipoprotein (LDL). Sayangnya, bila LDL terlalu banyak, kolesterol bisa menumpuk di dinding pembuluh darah. Inilah yang kemudian disebut sebagai kolesterol jahat. Sebaliknya, ada juga High-Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik, yang bertugas membersihkan kelebihan kolesterol dari darah dan membawanya kembali ke hati.

    Makanan Favorit Gen Z yang Bisa Jadi Pemicu

    Kategori makanan yang sangat mungkin meningkatkan kadar kolesterol menurut American Heart Association, Harvard Health Publishing, dan Journal of Nutrition yang dikutip dari Everyday Health:

    • Makanan hewani yang tinggi lemak jenuh
    • Makanan dan minuman tinggi gula
    • Fast food dan Ultra-processed food

    Adapun makanan-makanan populer kalangan Gen Z yang masuk kategori tersebut antara lain:

    1. Boba dan Kopi Susu Gula Aren

    Minuman kekinian ini mengandung susu full cream, krimer, serta gula tambahan. Meski kandungan kolesterol di dalamnya tidak ada, lemak jenuh dan gula tinggi bisa menaikkan trigliserida dan menurunkan kadar HDL dalam darah.

    2. Croffle, Donat, dan Dessert Serba Creamy

    Dibuat dengan butter, margarin, dan topping krim atau keju yang tinggi lemak jenuh sehingga dapat memicu naiknya kolesterol jahat.

    3. Ayam Goreng Crispy dan Fast Food

    Gorengan tepung dalam minyak yang berulang kali dipakai menyebabkan kandungan lemak trans di dalamnya paling berbahaya untuk keseimbangan kadar HDL dan LDL.

    4. Seblak dan Jajanan Pedas Viral

    Kerupuk goreng sebagai bahan utama menyerap banyak minyak. Ditambah topping telur, sosis, atau ceker ayam, kandungan kolesterol bisa melonjak drastis.

    5. Camilan Mozzarella dan Serba Keju

    Dari corndog keju hingga mie instan topping cheese. Keju olahan kaya lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol jahat.

    Kenapa Harus Waspada Sejak Dini?

    Kolesterol tinggi sering disebut “silent killer” karena gejalanya tidak langsung terasa. Kolesterol yang tinggi di dalam darah dikarenakan kadar LDL yang berlebih. Banyaknya kadar LDL dalam darah menyebabkan reseptor (pintu) sel tidak dapat lagi menyerap kolesterol masuk ke dalam sel, sehingga LDL akan teroksidasi menyebabkan terjadinya plak di pembuluh darah. Hal ini dapat terjadi bahkan sejak masa remaja. Akumulasi bertahun-tahun membuat risiko serangan jantung dan stroke meningkat saat dewasa.

    Generasi muda yang sering mengandalkan makanan cepat saji, dessert manis dan minuman tinggi gula harus lebih waspada.

    Kesimpulan

    Makanan populer Gen Z memang lezat dan bikin heboh di media sosial, tapi dampaknya bagi kesehatan tidak boleh diremehkan. Fast food, minuman manis, gorengan, hingga dessert creamy bisa meningkatkan kolesterol jahat bila dikonsumsi terus-menerus setiap hari.

    Studi ilmiah menunjukkan kebiasaan ini terkait dengan risiko dislipidemia bahkan pada usia muda. Jadi, bukan berarti tidak boleh dan harus berhenti total, tapi pintar-pintarlah memilih, membatasi frekuensi dan mengontrol porsi. Dengan begitu, Gen Z tetap bisa menikmati tren kuliner tanpa mengorbankan kesehatan kardiovaskular di masa depan.

    (mal/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Wanti-wanti untuk Para Gen Z, Dokter Tuding Kopi Menghambat Penyerapan Zat Besi


    Jakarta

    Tren minuman kekinian disebut punya andil terhadap tingginya kasus anemia di kalangan anak muda. Dokter menyebut, kopi dapat menghambat penyerapan zat besi.

    Praktisi kesehatan dr Rovy Pratama, MBA menjelaskan, anemia salah satunya bisa terjadi karena kekurangan zat besi. Kondisi kekurangan bisa terjadi karena memang asupannya kurang, atau juga karena penyerapannya terhambat.

    Fenomena ngopi yang ngetren di kalangan anak muda, menurut dr Rovy turut menjadi salah satu faktor yang berpengaruh. Terlebih, apapun makanannya, kalau nongkrong pasti minumnya kopi.


    “Nah teman-teman harus tahu bahwasannya kopi ini menghambat penyerapan zat besi,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta Utara, Sabtu (11/10/2025).

    “Jadi makannya cukup gitu ya. Tapi nggak diserap,” tegasnya.

    Faktor lain yang memicu anemia atau kekurangan darah adalah kehilangan darah yang tidak disadari. Lagi-lagi, dr Rovy menuding tren lifestyle sebagai pemicunya.

    “Ada makan yang berlevel-level gitu ya, seblak mercon gitu ya, yang level-level lah. Nah itu salah satu penyebab seseorang mengalami kehilangan darah tanpa disadari,” jelasnya.

    “Kita sebut dalam istilah medis itu adalah occult bleeding. Jadi kehilangan darah itu sedikit-sedikit karena perlukaan pada lambung,” lanjut dr Rovy.

    Dari berbagai faktor risiko anemia, perempuan disebutnya paling rentan mengalaminya. Ditambah lagi faktor menstruasi yang membuat perempuan secara periodik kehilangan sel-sel darah, maka risiko anemia makin perlu mendapat perhatian.

    “Dan tren penjualan di coffee shop itu mostly dikunjungi oleh wanita usia muda,” katanya.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Doyan Seblak Mercon? Waspadai Risiko Occult Bleeding, Penyebab Anemia Wanita Muda


    Jakarta

    Anemia atau kekurangan darah bisa disebabkan oleh banyak faktor. Dokter mengatakan, kebiasaan makan seblak mercon merupakan salah satu pemicu di kalangan anak muda.

    Hal ini disampaikan oleh praktisi kesehatan dr Rovy Pratama, MBA dalam diskusi di Jakarta Utara, Sabtu (11/10/2025). Menurutnya, anemia bisa terjadi karena kehilangan darah tanpa disadari.

    “Ada makan yang berlevel-level gitu ya, seblak mercon gitu ya, yang level-level lah. Nah itu salah satu penyebab seseorang mengalami kehilangan darah tanpa disadari,” jelasnya.


    “Kita sebut dalam istilah medis itu adalah occult bleeding. Jadi kehilangan darah itu sedikit-sedikit karena perlukaan pada lambung,” lanjut dr Rovy.

    Selain itu, anemia juga bisa terjadi karena terganggunya penyerapan zat besi. Lagi-lagi, tren di kalangan anak muda juga bisa menjadi pemicu, termasuk minuman kekinian seperti kopi dan matcha yang disebutnya mengganggu penyerapan zat besi.

    “Dan tren penjualan di coffee shop itu mostly dikunjungi oleh wanita usia muda,” katanya, menegaskan bahwa kelompok tersebut paling rentan mengalami anemia.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied