Tag: segel

  • Penyebab dan Tanda Freon AC Bocor


    Jakarta

    Freon merupakan salah satu komponen penting dalam Air Conditioner atau AC di Rumah untuk menghasilkan udara dingin. Freon juga perlu diperhatikan karena bisa terjadi kebocoran.

    Apabila freon bocor, dapat menimbulkan beberapa masalah di rumah. Misalnya, AC jadi tidak dingin hingga tagihan listrik yang mahal.

    Kenapa ya freon bisa bocor? Dilansir dari Angi, Senin (2/9/2024), berikut ini penyebab freon bocor.


    Penyebab Freon AC Bocor

    – Pemasangan yang Tidak Tepat

    Saat ada komponen atau bagian yang tidak terpasang dengan aman, kemungkinan AC bisa bocor.

    – Erosi Logam

    Erosi logam menyebabkan terbentuknya lubang kecil yang mengakibatkan kebocoran refrigeran.

    – Cacat Pabrik

    Jika unit AC keluar dari pabrik dalam keadaan rusak, kebocoran dapat terjadi seiring berjalannya waktu.

    – Keausan

    Segel karet pada batang katup unit AC cenderung aus seiring waktu yang dapat menyebabkan kebocoran. Selain itu, komponen luar ruangan dapat berkarat, mengalami keausan, dan menyebabkan kebocoran.

    Tanda-tanda Freon AC Bocor

    – Tagihan Listrik Meningkat

    AC yang bocor kurang efisien karena harus bekerja lebih keras untuk mendinginkan rumah. Hal ini memungkinkan kamu akan memiliki tagihan listrik yang lebih tinggi. Jika tagihan listrik rumah kamu lebih tinggi dari biasanya tanpa alasan yang jelas, ini bisa menjadi tanda kebocoran freon.

    – Waktu Pendinginan yang Lama

    Unit AC yang kurang efisien tidak akan mendinginkan rumah secepat biasanya. Kamu bisa pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional HVAC untuk memeriksa unit AC karena butuh lama untuk mendinginkan ruangan.

    – Peningkatan Kelembapan

    Unit AC berkontribusi untuk menurunkan tingkat kelembapan di rumah. Jika tingkat kelembapan Anda meningkat, bisa jadi karena refrigeran atau freon bocor.

    – Ada Suara Mendesis

    Seiring berjalannya waktu, logam dapat terkikis pada suatu komponen. Hal itu menyebabkan retakan atau lubang pada kumparan. Jika kamu mendengar suara mendesis, bisa jadi ada kebocoran yang perlu diperbaiki.

    Itulah penyebab dan tanda-tanda freon AC di Rumah kamu bocor. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini 3 Cara Jitu Perbaiki Pintu Kulkas yang Tak Mau Tertutup Rapat


    Jakarta

    Salah satu kunci kulkas tetap dingin adalah pintu yang tertutup rapat. Pintu ini telah dilengkapi dengan karet di bagian pinggirannya sehingga udara tidak lolos dan suhu di dalamnya tetap terjaga.

    Pintu yang tidak tertutup rapat bisa memicu penumpukan kondensasi di dalamnya sehingga kompresor kulkas akan bekerja lebih keras membuat suhu dingin. Jika dibiarkan kulkas akan rusak karena sistem tidak bekerja dengan normal.

    Apabila kamu mengalami masalah pada pintu kulkas seperti tidak bisa tertutup rapat, kamu tidak perlu khawatir. Sebab, masalah ini bisa diperbaiki tanpa perlu membeli yang baru.


    Dilansir situs CNET, berikut beberapa cara mengatasi pintu kulkas yang tidak bisa rapat ditutup.

    1. Periksa Karet Segel Pintu Kulkas

    Saat segel pada pintu kulkas longgar, udara dapat lolos keluar. Lalu, bagian dalam sulit untuk mempertahankan suhu agar tetap dingin.

    Apabila kondisi karet di setiap kulkas masih rapat, coba raba seluruh sisinya saat pintu kulkas dalam keadaan tertutup. Cari permukaan karet yang terasa ada angin yang keluar.

    Celah angin keluar tersebut bisa ditutupi dengan menggunakan kapas petroleum jelly yakni bahan yang melicinkan. Caranya dengan mengoleskan sedikit petroleum jelly ke dalam alur di bawah karet yang longgar menggunakan kapas. Kemudian, perbaiki posisi karet yang longgar agar dapat menutup kembali dan mencegah kebocoran.

    2. Bersihkan Segel Kotor

    Saat pintu tidak mau menutup bisa jadi karena pada bagian segel kotor sehingga magnet tidak mau menutup dengan rapat. Cara mengatasinya cukup mudah yakni dengan campurkan air hangat dengan setetes sabun pencuci piring di dalam mangkuk.

    Bersihkan bagian segel menggunakan sikat gigi yang telah dicelupkan ke dalam campuran tersebut. Setelah disikat, ambil handuk basah dan bersihkan permukaan segel yang telah terkena sabun. Membersihkan segel ini sebaiknya dilakukan seminggu sekali agar permukaannya dapat tahan lama.

    3. Ganti Segel yang Baru

    Apabila dua cara di atas tidak berhasil, berarti kamu perlu mengganti segel tersebut. CNET mengatakan kondisi segel yang retak, robek, melengkung, dan keras tidak dapat diperbaiki lagi.

    Setelah kamu membeli segel baru, rendam segel tersebut ke dalam bak berisi air hangat. Cara Ini membantu membuat permukaannya lebih lentur saat dipasang dan akan mengembalikan bentuk semula apabila saat pengiriman ada bagian yang tertekuk terlalu lama.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Masa Simpan Cat Berdasarkan Jenis dan Ciri-ciri Kedaluwarsa


    Jakarta

    Sisa cat dinding yang sudah dipakai masih bisa digunakan lagi lho. Tapi, harus diperhatikan dulu karena cat dinding memiliki ‘umur’ alias masa simpan yang aman untuk digunakan.

    Umur cat dinding ini tergantung dari beberapa hal, salah satunya cara penyimpanannya. Kalau disimpan sembarangan, masa simpannya bisa semakin pendek.

    Menurut superintendent dari ASAP Restoration, Brandon Walker, cat dinding bisa bertahan beberapa tahun jika belum dibuka dan disimpan dengan baik.


    “Jika kaleng-kaleng ini dibuka, atau disimpan di tempat yang tidak memiliki pengaturan suhu dan kelembaban, maka masa pakainya akan berkurang secara signifikan,” katanya, dikutip dari Martha Stewart, Selasa (4/11/2025).

    Berikut ini masa simpan cat berdasarkan jenisnya.

    Cat latex: 2-5 tahun
    Cat akrilik: 5-10 tahun
    Cat berbahan dasar minyak: 5 tahun hingga lebih dari 10 tahun
    Cat berbahan dasar air: 1-2 tahun

    Kualitas cat, warna, dan hasil akhir tidak memengaruhi masa simpan, tetapi jika perlu menyimpan cat di garasi atau gudang, cat berbahan dasar minyak mungkin lebih tahan lama daripada cat berbahan dasar air, termasuk cat akrilik dan lateks.

    “Jika cat disimpan di lingkungan yang suhunya berfluktuasi, seperti suhu beku dan mencair, cat berbahan dasar air lebih rentan mengalami degradasi dalam bentuk cair dibandingkan dengan cat berbahan dasar minyak,” kata senior project manager di Behr, Ed Edrosa.

    Walau demikian, setiap merek cat dinding memiliki panduannya tersendiri untuk masa simpan kaleng cat yang sudah dibuka maupun yang belum dibuka.

    Tanda Cat Sudah Kedaluwarsa

    Ada beberapa tanda cat yang sudah kedaluwarsa dan sebaiknya tidak dipakai lagi. Berikut ini informasinya masih dilansir dari Martha Stewart.

    Cat Menggumpal

    Menurut Edorsa, seharusnya cat yang sudah diaduk, konsistensinya halus dan tidak boleh ada gumpalan atau bertekstur.

    Bau Tak Sedap

    Cat yang sudah kedaluwarsa memiliki ciri-ciri bau tengik. Jadi kalau cat dinding di rumah sudah mengeluarkan bau, sebaiknya ganti dengan yang baru.

    “Cat yang sudah melewati masa simpannya dapat menimbulkan bau tengik, terkadang seperti telur busuk,” kata Edrosa.

    Perubahan Warna dan Hasil Akhir

    Cat yang disimpan terlalu lama juga dapat menunjukkan perubahan warna atau hasil akhir. Jika cat tampak berubah warna, menguning, atau kilapnya tidak merata setelah diaduk, itu pertanda cat telah rusak. Cat yang lebih lama ini kemungkinan besar tidak akan sama dengan warna atau hasil akhir aslinya saat diaplikasikan.

    Cara Menyimpan Cat Agar Awet

    Jaga Cat Tetap Bersih

    Untuk mencegah bakteri masuk ke dalam cat, selalu tuang ke dalam wadah sebelum mengecat, dan buang sisa cat alih-alih menuangkannya kembali ke dalam kaleng. Hal itu karena cat bisa terkontaminasi dan menyebabkan kerusakan dini.

    “Jangan celupkan kuas dan rol langsung ke dalam kaleng, dan jangan pernah meninggalkan kuas dan penutup rol di dalam kaleng atau wadah,” kata Edrosa.

    Penyimpanan yang Tepat

    Dilansir dari Better Homes & Gardens, pastikan untuk menyimpan cat di lokasi yang sejuk dan kering. Tempatkan kaleng cat di tempat yang tidak terkena fluktuasi suhu ekstrem, seperti gudang yang tidak terisolasi.

    Penutup yang Kedap Udara

    Pastikan kaleng cat tertutup dengan baik. Segel kedap udara bisa mengurangi risi pertumbuhan jamur dan lumut. Untuk menciptakan penutup yang kedap udara, tutup kaleng, lalu balikkan sehingga cat cair mendorong penutup ke dalam dengan kuat.

    Itulah informasi mengenai masa simpan cat dan ciri-ciri cat kedaluwarsa.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com