Tag: sekat

  • 5 Cara Merapikan Kamar Tidur yang Efisien dan Cepat


    Jakarta

    Setiap hari tampilan kamar tidur pasti terlihat berantakan setelah digunakan. Kamar tidur terlihat rapih hanya pada saat kamu tidak memakai kamar tersebut. Sementara, kamu ingin kamar tetap terlihat rapih meskipun sering digunakan.

    Biasanya yang menyebabkan tampilan kamar berantakan karena banyak barang. Mulai dari tumpukan pakaian, barang yang belum dikembalikan ke tempatnya, hingga sampah yang lupa dibuang ke luar. Agar tampilan kamar kembali rapih dan enak dilihat, coba beberapa cara mengatur kamar tidur terlihat lebih rapih.

    Seberapa Sering Harus Merapikan Kamar Tidur?

    Melansir dari Real Simple Carrie Yama, seorang expert organizer dan pendiri Clutter Keeper, mengatakan bahwa kamar tidur tetap harus dirapikan setiap hari agar rapih dan tidak berantakan.


    “Menyisihkan waktu beberapa menit setiap hari untuk mengambil barang-barang yang berantakan dan mengembalikannya ke tempat semula bisa mencegah kekacauan menumpuk,” kata Yama, dikutip Senin (22/7/2024).

    Kegiatan merapikan kamar tidur juga bisa membuat tubuh bergerak dan menurut penelitian bisa mengurangi stres. Meskipun sulit untuk memulainya, tetapi jika sudah sering dilakukan, kamu akan terbiasa.

    Cara Merapikan Kamar Tidur

    Ada pun cara untuk merapikan kamar tidur yang efisien dan cepat sebagai berikut.

    1. Mengurangi Barang yang Tidak Terpakai

    Saat kamu hanya memiliki sedikit barang di kamar tidur, akan lebih mudah mencari barang yang dibutuhkan. Selain itu di tempat penyimpanan juga banyak ruang kosong, kamu hanya perlu meletakkannya tanpa perlu merapikan susunannya. Semakin sedikit barang di kamar, semakin sedikit pula yang harus dibersihkan dan diatur. Jadi, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menyortir dan menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi.

    Cara mudah melakukan sortir barang adalah menyortirnya menjadi tiga kategori, yaitu simpan, buang, dan sumbangkan. Dengan membagikan barang ke tiga kategori tersebut, kamu bisa menentukan mana barang yang sekiranya masih ingin dipakai, mana yang ingin dibuang, dan mana yang bisa disumbangkan.

    2. Buang Sampah di Luar Kamar

    Sampah adalah bisa jadi masalah di kamar terutama sampah bekas makanan karena dapat mengundang semut atau lalat. Sebaiknya apabila ada sampah makanan sebaiknya langsung buang ke luar. Namun jika sampah hanya berupa kertas bersih, tidak masalah membuangnya di tempat sampah di dalam kamar. Selain sampah kemasan, kamu juga harus sering membersihkan debu di kamar. Debu ini juga termasuk sampah apalagi jika penghuninya mengalami rambut rontok. Kamu bisa menggunakan sapu lidi, sapu, dan vakum cleaner untuk membersihkan debu halus.

    3. Simpan Barang Sesuai Jenis

    Di kamar tidur wajib memiliki laci penyimpanan atau tempat penyimpanan. Dengan begitu kamu mudah untuk menyimpan dan mengambil barang di laci. Jika ingin lebih rapih lagi, kamu bisa menambahkan sekat antar laci. Pembatas laci ini bisa kamu buat sendiri dari karton atau dibeli di toko-toko.

    4. Gunakan Toples atau Kotak untuk Menyimpan Barang di Atas Meja

    Jika kamu memiliki barang-barang yang pasti digunakan setiap hari dan ukurannya kecil, coba gunakan kotak yang bisa dibawa ke mana saja. Kontainer atau kotak bisa menyimpan barang-barang sehingga kamar bisa jadi lebih rapi.

    5. Pakai Ruang di Bawah Tempat Tidur

    Kolong tempat tidur kerap menyisakan ruang yang cukup untuk dimanfaatkan. Namun ini tergantung pada jenis tempat tidur yang dipakai. Jika kamar mandi di rumah mudah untuk didekorasi dan diubah menjadi tempat penyimpanan baru, kamu bisa meletakkannya di sana.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Membersihkan Garasi Biar Nggak Jadi Sarang Debu


    Jakarta

    Garasi adalah tempat untuk menyimpan kendaraan di rumah. Namun, ada sebagian orang yang menggunakan garasi sebagai ruang serba guna dan tempat penyimpanan barang-barang yang tidak lagi terpakai.

    Lokasi garasi biasanya di tempat yang tertutup dan jarang didatangi sehingga jarang dibersihkan dan berdebu. Barang-barang di dalamnya pun ada yang diletakkan menumpuk dan berserakan. Maka dari itu, ketika mendengar kata gudang pasti terbayang ruangan kotor berisi banyak barang yang sudah tidak digunakan.

    Jika kamu ingin mengubah tampilan gudang di rumah jadi lebih nyaman dan bersih meskipun jarang dipakai, melansir dari Real Simple, Jumat (8/11/2024), berikut beberapa tips membereskan garasi agar barang-barang tidak terlihat berantakan dan menumpuk.


    1. Tentukan Hari Bersih-bersih Gudang

    Kamu perlu memilih hari untuk membereskan garasi. Pastikan cuaca di hari itu tidak terlalu panas atau dingin agar tidak terasa panas dan lembap. Khawatir gudang kamu ternyata berada di luar ruangan atau terpisah dari bangunan utama.

    2. Bersihkan Secara Menyeluruh

    Membersihkan garasi bukan hanya menghilangkan debu dan menata barang-barang di dalamnya, melainkan mengurangi jumlahnya juga. Caranya dengan memisahkan barang yang benar-benar sudah tidak dibutuhkan dengan yang mungkin masih ingin dipakai.

    3. Sediakan Ruang Kosong

    Setelah isi garasi berkurang, buka pintu garasi lalu siapkan ruang kosong, bisa untuk menaruh barang baru atau memang diberikan ruang agar mudah saat masuk ke sana.

    4. Susun Semua dengan Rapi

    Atur ulang rak dinding dengan rapi. Simpan barang tertinggi di bagian belakang. Atur semua barang di balik sehingga labelnya terlihat, dan berikan sekat untuk memastikan pemisahan barang-barang disana. Disarankan setiap dinding memiliki penyimpanan yang sangat rapat dan ramping.

    5. Manfaatkan Plafon Garasi

    Memaksimalkan penyimpanan pada bagian plafon. Ada banyak pilihan rak yang dapat dipasang di langit-langit garasi sehingga bagian bawah tidak begitu penuh.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Islam Menganjurkan Posisi Dapur di Belakang Rumah, Ini Alasannya



    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu ruangan di rumah yang cukup sering digunakan untuk beraktivitas. Oleh karena itu posisi dapur cukup penting saat membangun rumah.

    Tidak ada pakem khusus untuk lokasi dapur di rumah. Ada yang posisinya di bagian belakang rumah, ada juga yang posisinya di sisi samping rumah.

    Namun menurut ajaran Islam, dapur dianjurkan agar posisinya di belakang rumah atau paling dalam rumah. Tujuannya agar tidak terlihat oleh tamu atau orang yang datang berkunjung.


    Tak hanya itu, sebaiknya dapur juga memiliki batas yang jelas dengan ruangan lainnya. Lalu, dapur juga sebaiknya dirancang sangat efisien dan sederhana untuk memudahkan penghuni rumah mengolah makanan.

    Dilansir dari islamicity.org, posisi dapur di dalam rumah berada di bagian paling dalam atau belakang rumah agar tidak terlihat langsung oleh para tamu. Biasanya, perempuan paling banyak menghabiskan waktu di dapur, dengan penempatan dapur di bagian belakang rumah dapat menjaganya dari pandangan mata publik.

    Lalu, antara dapur dan ruang lainnya harus ada sekat atau jarak yang cukup untuk tingkat privasi dalam rumah. Hal ini dapat menjamin penghuni rumah dapat leluasa melakukan kegiatannya tanpa harus merasa terganggu karena kehadiran tamu.

    Bagian dapur juga harus ada jendela dan bukaan agar mendapat sirkulasi udara dan penerangan yang baik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Membangun Rumah Hemat Listrik, Tagihan Bulanan Bisa Lebih Ringan



    Jakarta

    Semakin banyak penggunaan barang elektronik di rumah maka akan semakin besar penggunaan daya listrik. Hal itu tentu akan berdampak pada pembayaran tarif listrik yang lebih besar.

    Untuk menghemat listrik sebenarnya ada siasat tersendiri yang bisa dilakukan. Termasuk tata letak rumah itu sendiri.

    Melansir 99.co, berikut 5 tips membangun rumah yang hemat listrik.


    Kurangi Penggunaan Sekat di Dalam Rumah

    Mengurangi penggunaan sekat antarruangan di dalam rumah dapat memperlancar sirkulasi udara. Selain itu, cara ini juga dapat menghindari penggunaan AC atau lampu secara berlebihan. Rumah yang sempit pun dapat menjadi ‘luas’ dengan menciptakan ruang terbuka tanpa sekat.

    Atur Ketinggian Langit-Langit Rumah

    Mengatur ketinggian langit-langit dapat menjadi solusi untuk menciptakan rumah yang hemat listrik. Rumah dengan langit-langit yang tinggi cenderung lebih sejuk sehingga dapat mengurangi penggunaan AC.

    Melansir comfortpeople.com, langit-langit tinggi membuat udara panas terakumulasi ke bagian atas dan udara dingin mengendap ke bagian bawah rumah. Hal ini karena udara hangat lebih ringan dibandingkan udara dingin.

    Gunakan Peralatan Rumah yang Hemat Listrik

    Saat ini, peralatan rumah hemat listrik sudah banyak beredar di pasaran. Berbagai peralatan rumah seperti lampu, kulkas, AC, mesin cuci, hingga laptop tersedia dalam varian yang hemat listrik. Meskipun dijual dengan harga yang lebih mahal, peralatan hemat listrik dapat menjadi investasi jangka panjang bagi pemilik rumah.

    Atur Jumlah dan Arah Jendela

    Memanfaatkan cahaya alami dari matahari dapat menjadi cara untuk menghemat penggunaan listrik di rumah. Dengan mengatur jumlah dan ke mana jendela rumah menghadap, pemilik rumah dapat memperoleh pencahayaan yang cukup pada siang hari sehingga tidak perlu menyalakan lampu.

    Pertimbangkan Posisi dan Bentuk Ventilasi

    Agar sirkulasi udara berjalan dengan lancar, penggunaan ventilasi menjadi salah satu solusi yang tepat. Posisi dan bentuk ventilasi perlu disesuaikan dengan kondisi rumah agar dapat berfungsi secara maksimal. Posisi ventilasi tak melulu berada di atas rumah, tetapi juga dapat diletakkan di bawah seperti rumah-rumah di Belanda.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Mandi Kering Vs Kamar Mandi Basah, Ini Kelebihan dan Kekurangannya



    Jakarta

    Kamar mandi adalah ruangan buat penghuni membersihkan diri dengan air dan sabun. Nggak heran kalau ruangan ini sering kali dalam kondisinya basah dan licin.

    Penghuni perlu berhati-hati ketika berjalan di kamar mandi yang basah karena berisiko tergelincir. Oleh sebab itu, ada konsep kamar mandi kering yang memisahkan area basah dan kering. Konsep tersebut mencegah lantai menjadi basah dan licin.

    Lantas, apa perbedaan kamar mandi basah dan kamar mandi kering? Simak penjelasannya berikut ini dikutip dari Bathing Solutions dan Favourite Livin.


    Kamar Mandi Kering

    Concept of modern decoration design of bathroom with toilet and shower decorating with black and white ceramic for luxury hotel, condominium, residentialKamar Mandi Kering Foto: Getty Images/iStockphoto/indigosmx

    Dikutip dari Bathing Solutions, kamar mandi kering terbagi menjadi dua bagian, yakni area basah dan area kering. Kedua bagian tersebut terpisah oleh sekat kaca.

    Bagian kamar mandi yang kering biasanya terdiri dari kloset duduk dan wastafel. Sementara itu, area basah terdapat shower atau bathtub.

    Kelebihan

    Inilah kelebihan kalau punya kamar mandi kering.

    1. Lebih aman karena penghuni rumah tak perlu khawatir terpeleset saat berapa di area kering.

    2. Adanya sekat membuat kamar mandi lebih fungsional karena bisa dipakai oleh dua orang. Contohnya kamar mandi dipakai untuk mandi dan sikat gigi.

    3. Mudah untuk dirawat dan dibersihkan. Bagian basah perlu sering dibersihkan, sedangkan area kering bisa dibersihkan sekali dalam seminggu.

    Kekurangan

    Di sisi lain, kamar mandi kering mempunyai kekurangan dari segi luasannya. Luas kamar mandi yang ideal adalah 1,5×1,5 meter. Namun, konsep kamar mandi kering membutuhkan minimal luas 2×2 meter agar lebih lega.

    Kamar Mandi Basah

    Ilustrasi desain kamar mandi.Kamar Mandi Basah Foto: iStock

    Kamar mandi basah sering ditemui di rumah-rumah di Indonesia. Kamar mandi ini tidak ada sekat yang memisahkan area kering dan basah. Alhasil, seluruh lantai akan basah ketika penghuni rumah mandi.

    Kelebihan

    Inilah kelebihan memiliki kamar mandi basah di rumah.

    1. Kamar mandi basah tidak membutuhkan banyak ruang karena tidak ada pemisah antara bagian basah dan kering.

    2. Kamar mandi basah lebih hemat anggaran pembuatannya karena tidak perlu membeli bathtub dan shower tambahan, cukup sediakan bak mandi dan kloset duduk.

    Kekurangan

    Namun, ada beberapa kekurangan kamar mandi sebagai berikut.

    1. Kamar mandi harus rajin dibersihkan karena seluruh lantai dan dinding terkena air.

    2. Lantai kamar mandi rawan licin, sehingga penghuni berisiko terpeleset.

    3. Kamar mandi basah mudah lembap kalau tidak ada sirkulasi udara yang baik.

    Itulah informasi seputar kamar mandi basah dan kamar mandi kering. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tata Letak Pintu dan Jendela dalam Islam, Aman buat Jaga Privasi Penghuninya



    Jakarta

    Pintu dan jendela merupakan komponen penting pada rumah. Keduanya pasti ditemukan di semua rumah sebagai akses masuk utama, jalur pertukaran udara, dan celah cahaya masuk.

    Penentuan letak pintu dan jendela biasa ditentukan sesuai desain atau arsitektur rumah tersebut. Jika menginginkan arsitektur yang Islami, ternyata ada tata letak yang disarankan untuk pintu dan jendela.

    Dilansir IslamiCity posisi pintu sebagai akses utama keluar dan masuk sebaiknya tidak memperlihatkan isi keseluruhan rumah. Pintu utama sebaiknya hanya memperlihatkan ruang tamu atau ruang depan. Jadi hanya satu ruangan saja yang terlihat dari pintu utama. Apabila dari ruang tamu dengan bagian lain di dalam rumah tidak ada penyekat, pasang sekat seperti rak, dinding buatan, atau hal lain yang dapat menutup akses pandangan ke dalam rumah.


    Posisi yang harus dihindari ketika membuat pintu adalah tidak bersebelahan dengan pintu tetangga. Saat ini banyak perumahan dengan desain yang sama dan posisi pintunya saling berdampingan. Namun, posisi pintu seperti ini justru tidak memberikan privasi bagi penghuni rumah.

    Lalu, untuk ukuran pintu juga sebaiknya tidak terlalu besar. Apabila terdapat ruang yang cukup besar untuk membuat pintu, bisa membuat 2 daun pintu. Sebagai unsur dekoratif agar pintu tidak terlihat monoton, kamu boleh menghias pintu depan dengan kaligrafi bertuliskan salam, doa, atau ayat-ayat al-Qur’an.

    Hal yang dilarang adalah mengukir pintu dengan gambar manusia atau hewan seperti bentuk kepala hewan atau bagian tubuh manusia yang dibuat dengan detail. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits riwayat HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban.

    “Sesungguhnya malaikat tidak memasuki suatu rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar timbul (relief).”

    Ketentuan Desain Jendela Menurut Islam

    Sementara itu, untuk desain jendela tidak begitu banyak aturan. Hal yang harus diperhatikan ketika membuat jendela adalah harus sesuai dengan fungsinya. Jendela harus dapat melindungi privasi penghuninya. Desain yang disarankan adalah tidak perlu membuat jendela terlalu besar terutama yang langsung menghadap ke arah jalan sehingga bisa dilihat orang lain.

    Kemudian, ketinggian jendela yang dianjurkan adalah di atas mata aga mempermudah untuk dibuka atau ditutup serta melihat ke luar. Menggunakan kaca buram dan semi-buram seperti kaca film diperbolehkan untuk keamanan dan kenyamanan penghuninya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu, Ini 4 Alasan Penting Punya Plafon Tinggi di Rumah


    Jakarta

    Plafon merupakan sebutan untuk langit-langit ruangan di rumah. Umumnya bagian plafon ini ditutupi material gypsum.

    Sering kali bagian ini lepas dari sorotan penghuni rumah karena dianggap hanya sebagai penutup atap, padahal plafon memiliki peran penting terhadap kenyamanan di rumah lho.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan plafon memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah bisa mempengaruhi suhu di rumah. Syaratnya adalah plafon tersebut harus dibuat tinggi. Sebab, semakin tinggi plafon rumah dapat membuat ruangan jauh lebih adem karena udara panas di dalam rumah yang biasa terperangkap di bagian atas, bisa jauh dari area tempat beraktivitas.


    Selain membuat rumah adem, ada banyak manfaat lain dari punya plafon yang tinggi, berikut di antaranya.

    1. Sirkulasi Udara Lancar

    Rumah yang adem salah satu faktornya adalah sirkulasi di rumah tersebut pasti lancar. Maksudnya, ada udara segar yang masuk ke dalam dan udara panas terdorong ke luar. Sebenarnya salah satu cara untuk membuat sirkulasi lancar adalah membuat ventilasi silang, tetapi untuk rumah yang kecil dan banyak sekat, plafon tinggi adalah salah satu cara yang bisa menjadi solusi. Dengan mengusung konsep high ceiling, ruangan tanpa AC pun akan tetap terasa adem.

    2. Pencahayaan Alami Ruangan Lebih Maksimal

    Memiliki plafon yang tinggi atau high ceiling memiliki keuntungan, yakni bisa membuat jendela di atas pintu. Jendela tersebut umumnya tidak bisa dibuka tutup, tetapi bisa menjadi akses cahaya masuk. Hal ini membantu ruangan terasa lebih terang, terutama saat siang hari tanpa lampu. Selain itu, cahaya alami yang masuk ke dalam rumah juga bisa membantu meningkatkan mood dan produktivitas.

    3. Terlihat Lebih Mewah dan Lapang

    Keuntungan lainnya punya plafon tinggi adalah rumah terlihat lebih lapang dan luas. Lalu, penghuni rumah bisa berkreasi dengan dekorasi lampu atau kipas angin atap untuk menambah kesan klasik pada interior rumah. Manfaat ini akan sangat menguntungkan untuk rumah yang kecil.

    4. Rumah Memiliki Nilai Investasi Tinggi

    Konon, plafon tinggi bisa meningkatkan nilai investasi pada rumah. Menurut beberapa studi, rumah dengan langit-langit yang lebih tinggi cenderung lebih cepat laku di pasaran dan memiliki harga jual yang lebih tinggi.

    “Langit-langit yang lebih tinggi merupakan fitur yang lebih khusus sehingga pembeli cenderung membayar lebih mahal. Hal ini terutama berlaku untuk rumah satu lantai,” kata David G. Mitchell, seorang Agen Real Estat terkemuka di Maryland dan Delaware serta pendiri BeachLifeOceanCity.com, dilansir dari Homes & Gardens, Selasa (25/11/2025).

    High ceiling pada rumah memberikan kesan yang lebih luas sehingga bisa menambah nilai investasinya. Ini adalah poin penting yang perlu dipertimbangkan, terutama jika kamu berencana untuk menjual rumah tersebut di masa mendatang.

    Berapa Tinggi Ideal Plafon Rumah?

    Menurut Direktur Utama PT Sanskara Bumi Perkasa Harismawan Akbar Dwiatmojo tinggi ideal plafon rumah sebaiknya tidak kurang dari 2,4 meter dari lantai. Ditanya terpisah, Denny juga menyampaikan ideal plafon rumah setinggi 2,4 meter. Bisa juga dibuat jenis rumah mezzanine, yakni rumah dibuat 2 lantai tetapi tidak seluruh lantai menutupi sehingga ada ruang terbuka hingga ke plafon paling atas. Nah tinggi plafon ini sekitar 4,8 meter.

    Itulah beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan pada rumah dengan plafon tinggi. Semoga informasinya bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com