Tag: sembarangan

  • Berapa Jarak Ideal antara TV dan Tempat Duduk? Begini Cara Hitungnya



    Jakarta

    Televisi alias TV sering ditempatkan di ruang tamu, ruang keluarga, atau kamar tidur. Penempatan alat elektronik ini nggak boleh sembarangan, lho. Sebab, jarak yang terlalu dekat antara tempat penghuni menonton dan TV akan membuat mata cepat lelah.

    Jika ingin menonton dengan nyaman, TV harus diletakkan dengan jarak yang tepat dari sofa atau tempat duduk. Nah, semakin besar ukuran TV, sebaiknya jarak penonton semakin jauh juga.

    Hal ini juga bisa jadi pertimbangan penghuni sebelum membeli TV. Pastikan ukuran TV cocok dengan ruangan buat nonton.


    Lalu, berapa jarak ideal antara TV dan sofa? Simak penjelasannya berikut ini.

    Dilansir dari Herne Bay Domestics, penghuni harus lebih dulu memahami arti dari ukuran TV yang tertera pada produk. Ukuran TV diukur dari sudut ke sudut TV secara diagonal, termasuk rangka luarnya.

    Sementara itu, jarak pandang menonton TV bisa diukur dari area tempat duduk sampai TV. Jika menaruh TV di kamar tidur, jarak dapat diukur dari tempat TV ke bantal.

    Penghuni bisa mengalikan ukuran TV dengan angka dua untuk mendapatkan hasil jarak pandang dalam satuan inci. Hasilnya perhitungan itu adalah jarak pandang yang nyaman sesuai ukuran TV.

    Selain itu, penghuni dapat menentukan ukuran TV berdasarkan jarak antara tempat duduk dengan tempat TV. Jarak tersebut tinggal dibagi dua untuk mendapatkan ukuran TV yang ideal buat suatu ruangan.

    Sebagai contoh, andaikan TV berukuran 55 inci, jarak pandang yang ideal adalah 110 inci atau sekitar 2,79 meter.

    Berikut ini daftar jarak pandang yang cocok buat ukuran TV tertentu.

    Ukuran TV (inci) Jarak Pandang (meter)
    32 1,63
    40 2
    43 2,18
    48 2,44
    49 2,49
    50 2,54
    55 2,79
    58 2,96
    65 3,3
    70 3,55
    75 3,81
    77 3,91
    82 4,16

    Itulah ukuran TV dan jarak yang ideal agar lebih nyaman saat menonton TV. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Jarak Aman Tanam Pohon di Rumah


    Jakarta

    Menanam pohon di rumah tentu bisa membuat pekarangan terasa adem dan asri. Apalagi jika menanam pohon yang buahnya bisa langsung dikonsumsi, tentu bisa membuat pemiliknya senang.

    Akan tetapi, menanam pohon tidak bisa sembarangan. Sebab, bisa saja ada kejadian yang tidak diinginkan, misalnya akar pohon merusak fondasi rumah.

    Ada jarak aman yang harus dilakukan saat menanam pohon, apalagi jika yang ditanam adalah pohon yang besar. Kira-kira, berapa ya jarak aman menanam pohon di rumah?


    Jarak Aman Tanam Pohon di Rumah

    Dilansir dari jimstrees.com.au, jarak penanaman pohon bisa dilakukan berdasarkan tinggi pohon. Berikut daftarnya.

    – Tinggi pohon di bawah 8 meter, jarak amannya setidaknya 3 meter dari bangunan
    – Tinggi pohon 8-15 meter, jarak amannya sekitar 4-6 meter dari bangunan
    – Tinggi pohon lebih dari 15 meter, jarak amannya setidaknya 10-15 meter

    Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Tanam Pohon di Rumah

    Selain jarak dan tinggi pohon, ada juga hal-hal yang harus diperhatikan saat ingin menanam pohon di dekat rumah. Dilansir dari situs A Plus Tree, berikut ini informasinya.

    Luas Tajuk Pohon

    Lebar pohon yang ditanam juga harus diperhatikan karena bisa saja memerangkap kelembapan dan kotoran.

    Laju Pertumbuhan

    Laju pertumbuhan pohon juga harus diperhatikan. Biasanya, pohon yang tumbuhnya lambat bisa bertahan lebih lama.

    Kebutuhan akan Sinar Matahari, Tanah, dan Kelembapan

    Hal-hal tersebut harus diperhatikan karena jika tidak bisa saja pohon tidak tumbuh.

    Zona Ketahanan

    Penghuni rumah harus memperhatikan zona ketahanan wilayah dan pilih pohon yang sesuai dengan kondisi wilayah tempat tinggal. Sebab, menanam pohon yang tidak sesuai dengan kondisi daerah bisa membuat pohon mati.

    Itulah informasi mengenai jarak aman dan hal-hal yang harus diperhatikan saat ingin menanam pohon di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari Tanam 5 Pohon Ini di Dekat Rumah, Bisa Rusak Bangunan


    Jakarta

    Bagi kalian yang ingin menanam pohon di rumah, sebaiknya hati-hati. Sebab, ada beberapa jenis pohon yang justru bisa merusak bangunan rumah.

    Tentunya para penghuni maupun pemilik rumah nggak mau dong bangunannya rusak karena pohon? Hal itu bisa menyebabkan penghuni rumah mengeluarkan banyak uang untuk melakukan perbaikan.

    Nah, ada beberapa pohon yang sebaiknya dihindari untuk ditanam di dekat rumah. Berikut ini daftarnya.


    1. Pohon Alpukat

    Pohon alpukatPohon alpukat Foto: Getty Images/iStockphoto/DenGuy

    Menurut California Polytechnic State University, akar pohon alpukat memiliki potensi merusak bangunan di dekatnya. Namun, ada cara untuk mengurangi kerusakannya yaitu dengan memilih batang bawah yang kurang invasif dan menanamnya sejauh 7,5 meter dari bangunan. Selain itu, bikin penghalang akar atau pot agar tidak tumbuh ke sembarangan arah.

    2. Pohon Mangga

    Bunch of green mango on tree in garden. Selective focusPohon mangga. Foto: Getty Images/iStockphoto/jantroyka

    Pohon mangga adalah tanaman yang mudah untuk dirawat. Pohon ini pun mudah untuk berbuah.

    Namun, menurut situs New Vision, pohon mangga memiliki akar yang kuat dan dalam. Akar ini dapat mencapai ke rumah dan merusak fondasi bangunan.

    3. Pohon Karet

    Virus corona jenis baru berdampak ke sejumlah sektor usaha salah satunya karet. Diketahui harga karet mengalami penurunan akibat mewabahnya virus itu.Ilustrasi pohon karet. Foto: Antara Foto

    Dalam catatan detikcom, sebaiknya tidak menenam pohon karet di dekat rumah atau halaman. Sebab, akarnya dapat menjalar dan merusak struktur rumah apabila sudah terlalu panjang.

    4. Pohon Bambu

    Pohon Bambu Tanaman yang Disukai Ular, Sebaiknya Jangan Ditanam di RumahPohon Bambu Foto: freepik/Freepik

    Pohon bambu memang mudah dirawat dan tumbuh. Namun, ada beberapa bambu yang sangat invasif yang akarnya tumbuh mendalam dan bisa merusak taman.

    “Bambu yang menjalar umumnya lebih invasif dibandingkan bambu yang berumpun, meskipun bambu apa pun bisa menjadi invasif jika tidak dirawat dan dijaga dengan baik,” kata ahli perkebunan di LeisureBench, Steve Chilton, dikutip dari Ideal Home, Senin (9/6/2025).

    Bambu juga tanaman yang kuat dan tangguh sehingga tidak ada yang bisa menghentikan laju pertumbuhannya. Maka dari itu, penghuni rumah harus mengendalikan pertumbuhan bambu tersebut apabila ingin ditanam di rumah agar tidak menjadi invasif.

    5. Pohon Dedalu

    pohon willow atau dedalupohon willow atau dedalu Foto: Photo by ROMAN ODINTSOV via pexels

    Pohon willow atau yang dikenal juga sebagai dedalu menjadi tanaman selanjutnya yang sebaiknya tidak ditanam di dekat rumah. Hal itu karena tanaman ini memiliki sistem akar yang agresif untuk mencari kelembapan sehingga dapat menyusup ke celah fondasi rumah yang akhirnya bisa menyebabkan masalah struktural.

    Pohon dedalu memiliki akar yang tumbuh cepat dan dapat tumbuh dekat dengan permukaan tanah, yang berpotensi merusak fondasi dan trotoar. Akar pohon willow tumbuh sangat cepat di tanah yang subur dan lembap serta dapat menimbulkan risiko pada fondasi jika pohon ini berada di dekat rumah.

    “Saya sarankan untuk memasang penghalang akar, memangkas cabang yang lebih rendah, dan menyiram pohon yang lebih jauh dari rumah untuk mengarahkan pertumbuhan akar menjauh dari pondasi,” kata pemilik Boston Landscape Co, Steve Schumacher, dikutip dari Real Simple.

    Itulah beberapa pohon yang sebaiknya dihindari untuk ditanam di dekat rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pentingnya Bangun Rumah Tak Hanya Asal Lihat Desain Bagus di Internet



    Jakarta

    Banyak masyarakat yang mendambakan hunian nyaman dengan mengusung konsep sesuai keinginan. Saat ini, ada beberapa konsep rumah yang sedang jadi tren, mulai dari minimalis, modern, hingga industrial.

    Sebenarnya, sah-sah saja seseorang untuk memiliki sebuah rumah yang sesuai dengan keinginannya. Ide tersebut bisa disampaikan kepada arsitek agar bisa merancang dan membangun hunian sesuai kebutuhan pemilik, sekaligus mengutamakan nilai estetika.

    Wildan selaku Tim Konstruktor Rebwild Construction mengatakan, terkadang ada beberapa orang yang mendapatkan ide menarik dari internet dan ingin diaplikasikan pada huniannya. Meski hal itu tidak salah, tetap penting untuk berkonsultasi dengan arsitek agar menyesuaikan dengan konsep rumah yang tengah dibangun.


    “Kalau dari saran kami ya, karena banyak kejadian orang tahunya dari sosmed, dia mau mengaplikasikan ke rumahnya. Biasanya itu nggak akan ketemu nantinya, kurang ideal lah,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (9/6/2025).

    “Misalnya dari sisi pemasangan jendela aja, oh dia maunya yang setinggi ini padahal itu menurut kami nggak bagus. Karena kami sering bangun, jadi kita bisa tahu pas apa enggaknya,” jelasnya.

    Meski begitu, Wildan mengungkapkan kalau desain yang ada di internet nggak semuanya tidak cocok untuk diaplikasikan ke hunian. Ada beberapa desain yang memang cocok karena sesuai dengan konsep hunian.

    Wildan mengingatkan, jika ingin mengambil ide-ide seperti desain interior rumah sebaiknya cari yang sesuai dengan konsep hunian. Langkah ini agar tidak melenceng dari konsep awal rumah dan akhirnya tempat tinggal jadi tidak terlihat estetis.

    “Jadi rumahnya berantakan karena konsepnya beda. Mau minimalis jadi industrial, dari industrial mau dijadikan rumah sederhana. Konsep rumahnya jadi nggak terstruktur,” jelasnya.

    Selain itu, Wildan kerap menemukan beberapa konten yang keliru di media sosial terkait konstruksi rumah. Menurutnya, sebagian konten itu hanya mengincar viral saja sehingga tidak memberikan informasi penting kepada masyarakat.

    “Karena banyak konten-konten sekarang yang menurut saya mereka itu hanya kasih ‘kulit’ nya saja, tapi informasinya nggak dikasih secara benar. Karena ilmu (konstruksi) itu kan lumayan mahal ya, jadi nggak bisa sembarangan orang,” ungkapnya.

    “Misalnya saya pernah lihat ada konten tentang konstruksi rumah yang sloof-nya bagus, ukurannya besar, tapi saya lihat besinya itu kurang. Wah, ini bahaya sebenarnya,” pungkas Wildan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Merica Bubuk Bisa Bikin Tikus Auto Kabur dari Rumah, Begini Caranya



    Jakarta

    Tikus adalah hama yang suka mengendap-endap di dalam rumah. Hewan pengerat ini cukup mengganggu karena suka mencuri makanan, buang kotoran sembarangan, dan merusak benda-benda di rumah.

    Ada berbagai cara untuk membasmi tikus di rumah, mulai dari perangkap lengket atau racun kimia. Lalu, penghuni juga bisa mencegah tikus masuk rumah menggunakan bau-bau yang menyengat.

    Dilansir dari detikFood, ada beberapa bahan dapur yang ampuh untuk mengusir tikus di rumah. Nah, salah satunya adalah membuat perangkap menggunakan merica bubuk.


    Lalu, bagaimana cara mengusir tikus di rumah? Simak caranya berikut ini.

    Cara Cegah Tikus Masuk Rumah

    1. Merica Bubuk

    Merica bubuk terkenal sebagai bahan yang bisa bikin mata perih kalau sampai terkena. Namun, untuk tikus, mereka justru tidak menyukai aromanya. Tak hanya merica, lada hitam bubuk juga tidak disukai tikus.

    Untuk mencegah tikus masuk rumah, penghuni rumah bisa membuat perangkap dengan merica bubuk. Caranya dengan menabur merica bubuk di sudut-sudut rumah yang sering dilalui tikus. Namun, pastikan taburan merica bubuk nggak sampai bercecer agar rumah tidak kotor.

    2. Bubuk Kopi

    Selain itu, kopi juga bahan dapur yang efektif untuk mengusir tikus. Bukan asal kopi kemasan ya, tetapi kopi hitam tanpa campuran gula atau krimer.

    Cara mengusir tikus dengan kopi juga mudah. Penghuni rumah cukup menaburkan kopi di sudut rumah yang sering dilalui tikus. Lakukan hal ini secara berulang sampai tikus benar-benar pergi.

    3. Teh Celup Bekas

    Setelah menyeduh teh, jangan langsung buang teh celupnya. Teh celup bekas bisa digunakan untuk mengusir tikus.

    Teh mengandung senyawa tanin yang menimbulkan aroma yang tidak disukai tikus. Cara mengusir tikus bisa dengan meletakkan teh celup bekas yang masih lembab di sudut ruangan. Penghuni rumah dapat menggunakan beberapa kantung teh sekaligus.

    4. Bawang Putih

    Terakhir, aroma bawang putih yang menyengat cukup mengganggu bagi tikus. Hewan ini enggan dekat-dekat ke tempat yang terdapat bawang putih.

    Itulah beberapa cara mencegah tikus masuk rumah dengan memanfaatkan bahan dapur dengan aroma menyengat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Mudah Cegah Kucing BAB di Halaman, Bisa Pakai Jeruk


    Jakarta

    Kucing terkadang suka buang air besar (BAB) sembarangan, salah satunya di halaman. Hal ini tentu bikin penghuni rumah geram karena bisa mengotori sekaligus membuat bau tak sedap di halaman.

    Jika ada kucing liar yang BAB, mungkin kamu bisa mengusirnya dari halaman rumah. Namun lain halnya jika yang sering BAB adalah kucing peliharaan kamu sendiri. Tentu tidak tega kan untuk mengusirnya?

    Nah, ada sejumlah cara mudah untuk mencegah kebiasaan kucing BAB di rumah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Mencegah Kucing BAB di Halaman Rumah

    Memiliki anabul tentu sangat lucu dan menggemaskan. Namun, semua itu berubah ketika kucing mulai sering BAB di halaman rumah.

    “Jika Anda melihat kucing mulai menyukai halaman Anda, mungkin Anda secara tidak sengaja menciptakan lingkungan yang sempurna bagi kucing untuk buang air. Meski ini adalah perilaku alami kucing, tapi hal itu bisa bikin frustrasi,” kata Shauna Walsh, dokter hewan PDSA yang mengutip Country Living, Selasa (24/6/2025).

    Berikut tips mudah mencegah kucing agar tidak BAB di halaman rumah:

    1. Menyebarkan Aroma yang Tidak Disukai Kucing

    Tips yang pertama adalah menyebarkan aroma yang tidak disukai kucing, seperti lavender, pepermin, atau kayu manis. Ketiga tanaman itu diklaim ampuh mengusir kucing karena punya aroma menyengat.

    Kamu bisa menggunakan minyak atsiri dari ketiga aroma di atas, lalu dicampur dengan air, dan dimasukkan ke botol semprot. Setelah itu, semprotkan cairan tersebut ke seluruh halaman. Langkah ini terbilang hemat biaya sekaligus tidak membahayakan tanaman, tapi hanya efektif dalam hitungan jam saja.

    2. Kulit Jeruk

    Sisa kulit jeruk sebaiknya jangan langsung dibuang karena dapat dimanfaatkan untuk mengusir kucing dari halaman. Mirip dengan aroma lavender dan pepermin, kucing tidak menyukai aroma jeruk yang kuat.

    Cara pakainya juga mudah, cukup mencincang halus kulit jeruk dan menaruhnya di sekitar taman. Selain itu, kamu juga bisa membuat larutan semprot dengan cara memeras buah jeruk yang dicampur air, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    3. Pisang

    Masih terkait dengan aroma yang tidak disukai kucing, pisang bisa menjadi opsi alternatif untuk mengusir kucing dari halaman rumah. Kamu bisa memotong dan mencincang pisang sampai halus, lalu menebarkannya di sekitar halaman. Sebaiknya gunakan pisang yang sudah matang karena baunya tidak disukai oleh kucing.

    4. Bubuk Kopi

    Apabila buah-buahan kurang efektif untuk mengusir kucing, cobalah memakai bubuk kopi. Kamu bisa menaburkan bubuk kopi di sekitar halaman secara merata agar kucing tidak berani untuk BAB sembarangan.

    Bubuk kopi membuat kucing memilih ‘putar balik’ karena aromanya yang kuat. Di sisi lain, bubuk kopi juga disebut aman jika terkena rumput atau tanaman.

    5. Tutup Halaman dengan Ranting

    Tips berikutnya untuk mencegah kucing BAB di halaman adalah dengan menutupnya pakai ranting. Sebab, kucing tidak suka menginjak ranting karena punya duri tajam. Meski disebut efektif, tetapi cara ini bikin halaman rumah jadi terlihat tidak cantik karena ditutupi banyak ranting pohon.

    6. Cuka

    Aroma cuka yang kuat dan menyengat bisa menjadi cara alternatif agar kucing tidak BAB di rumah. Untuk cara pakainya, kamu dapat mencampur cuka dengan air, lalu dituangkan ke botol semprot. Setelah itu, kamu bisa menyemprotkan cairan cuka ke sekitar halaman.

    Namun perlu diingat, penggunaan cuka dalam jumlah banyak dapat membahayakan sejumlah tanaman. Jadi pakai secukupnya saja.

    7. Air Sabun

    Jika kucing masih sering BAB di halaman rumah, kamu bisa menggunakan air sabun. Aroma dari sabun yang wangi justru tidak disukai kucing sehingga memilih menjauh dari halaman.

    Sebaiknya siram air sabun ke halaman secara menyeluruh. Sebab, kucing bisa saja menemukan area di sudut halaman yang menurutnya aman untuk BAB.

    Itu dia tujuh cara mudah cegah kucing BAB di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pasang TV di Kamar Tidur agar Mata Tidak Cepat Lelah



    Jakarta

    Memasang televisi atau TV di kamar tidur kini lumrah dilakukan. Kadang kala ada rasa ingin menonton TV sembari tiduran agar lebih nyaman.

    Akan tetapi, memasang TV di dalam kamar tidur tidak bisa sembarangan. Sebab, jika pemasangannya tidak pas justru bisa membuat penghuni rumah tidak nyaman bahkan sakit mata.

    Sebagai contoh, sebaiknya tidak menaruh TV di depan jendela karena akan memancarkan cahaya matahari ke dalam kamar. Hal ini akan membuat mata menjadi cepat lelah.


    Dilansir dari The Spruce, berikut ini posisi yang dianjurkan saat ingin memasang TV di dalam kamar tidur.

    Posisi TV di Kamar Tidur

    Taruh di Atas Rak

    Salah satu posisi yang dianjurkan adalah menaruh TV di atas rak. Pemilik kamar juga bisa menambahkan dekorasi yang diperlukan, seperti buku, lukisan, dan lainnya.

    Diletakkan di Area Duduk

    Kalau di dalam kamar terdapat area duduk, TV bisa diletakkan di sana. Hal ini bisa menciptakan sudut pribadi yang santai dan suasana nyaman tanpa harus naik ke tempat tidur.

    Dipasang di Dinding

    Ini merupakan posisi yang paling sering ditemukan di kamar tidur. Selain hemat ruang, menaruh TV di dinding juga bisa menjadi dekorasi kamar.

    Tinggi Ideal TV yang Dipasang di Kamar Tidur

    Apabila ingin memasang TV di dalam kamar tidur, perhatikan jarak tinggi pemasangannya. Pada umumnya, tinggi pemasangan TV sekitar 1,2 meter yang diukur dari lantai ke bagian tengah layar.

    Tinggi tersebut masih bisa disesuaikan dengan preferensi pemilik kamar. Namun, TV yang dipasang di kamar tidur memang harus lebih tinggi karena ada tempat tidur yang digunakan sebagai area menonton.

    Faktor yang Mempengaruhi Pemasangan TV

    Preferensi Penonton

    Meskipun terdapat pedoman rata-rata tinggi pemasangan TV, pada pemilik TV akhirnya akan menyesuaikan dengan ketinggian sesuai preferensi penontonnya.

    Tipe Penonton

    Tipe penonton dengan tubuh tinggi atau pendek memiliki ketinggian mata yang berbeda-beda. Ruangan yang umumnya digunakan oleh orang dewasa biasanya akan memasang TV lebih tinggi dibandingkan pada ruangan yang digunakan anak-anak.

    Ukuran Layar

    Jika layar TV terlalu besar akan lebih sulit menyesuaikan pada ketinggian mata. Maka dari itu, kadang-kadang ketinggian TV akan disesuaikan dengan ukuran layar.

    Jarak

    Jika ada objek atau benda di sekitar TV, bisa tambahkan jarak sekitar 7-8 cm dari layar sehingga bisa menaikkan titik tengah TV.

    Itulah informasi mengenai posisi ideal memasang TV di kamar tidur. Tentunya, hal itu harus disesuaikan kenyamanan pemilik kamar ya detikers.

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sembarangan Taruh Barang di Atas Kloset Duduk, Segini Batasannya



    Jakarta

    Kloset duduk merupakan alat sanitasi yang didesain memiliki tangki air dan area untuk duduk. Selain itu, pada bagian lubangnya juga bisa ditutup sehingga ketika menyiram, tidak ada air yang terciprat dan bau bisa ditutup sementara.

    Salah satu kebiasaan yang mungkin sebagian orang lakukan adalah meletakkan benda-benda di atas tangki air dan penutup kloset duduk. Baik itu sifatnya sementara, maupun memang menjadi kloset sebagai tempat penyimpanan tambahan di kamar mandi. Kira-kira kebiasaan seperti ini sebenarnya boleh nggak sih atau sebenarnya dapat berdampak pada kloset?

    Menurut Sales Merchandiser PT Trilliun Prima Sukses Ugih tidak masalah meletakkan beberapa benda di atas tangki air dan tutup lubang kloset. Selama benda tersebut ringan, seperti pakaian, botol sabun, botol sampo, dan benda lainnya yang ringan.


    Sebab, kloset duduk saat ini terbuat dari keramik tanah liat. Untuk badan klosetnya sendiri bisa menahan beban hingga 100 kg. Namun, untuk bagian penutup itu terbuat dari plastik berbahan Polyvinyl Chloride (PVC). Bagian ini tentu tidak sekuat badan dari kloset tersebut sehingga tidak bisa menahan beban hingga 100 kg.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Sales Consultant PT Surya Pertiwi Tbk (TOTO) Muhammad Dhika yang mengungkapkan tidak masalah jika di atas kloset diletakkan beberapa benda seperti botol sabun dan sampo.

    “Kalau untuk body, dia maksimal di 80-100 kg, kalau ini (tangki) 20 kg, maksimal ya,” ujar Dhika saat ditemui di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).

    Setiap produsen memakai jenis bahan dan bentuk toilet yang berbeda. Namun, saat ini rata-rata material yang digunakan untuk kloset duduk masih sama, yakni body terbuat dari keramik tanah liat dan penutup dari PVC.

    “(Body-nya dari keramik bukan sih?) Iya, keramik tanah liat. PVC tapi di atasnya lagi,” katanya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Capek Pel Lantai Malah Muncul Bau Amis, Ternyata Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Rumah yang bersih dan wangi membuat penghuni betah tinggal di dalamnya. Nah, salah satu cara untuk merawat rumah adalah rajin mengepel lantai.

    Penghuni rumah bisa berjalan di sekitar rumah di atas lantai yang kesat dan bersih habis dipel. Rumah akan semakin nyaman kalau lantai memancarkan aroma yang menyegarkan.

    Akan tetapi, penghuni rumah nggak boleh sembarangan ngepel. Cara ngepel yang kurang tepat membuat lantai tetap kotor dan malah mengeluarkan bau amis.


    Jika penghuni mendapati lantai bau amis setelah dipel, kemungkinan ada yang salah dengan metode ngepelnya. Jangan sampai sudah capek ngepel lantai malah berujung sia-sia. Simak apa saja penyebab dan cara mengatasi lantai bau amis berikut ini.

    Penyebab Lantai Bau Amis Habis Ngepel

    Inilah beberapa faktor yang membuat lantai bau amis beserta tips membersihkannya dengan benar, dikutip dari Cleanipedia.

    1. Air Pel Kotor

    Lantai bau amis setelah dipel bisa disebabkan penggunaan air yang kotor. Penghuni harus rajin mengganti air pel dengan yang bersih. Jangan gunakan air yang sudah butek dan berbau.

    2. Ember Kotor

    Ember pel yang sering digunakan lama-lama bakal kotor dan meninggalkan kerak. Lantai tidak akan bersih maksimal kalau menggunakan air pel yang ditampung dalam ember kotor.

    Oleh karena itu, ember perlu dibersihkan dan dikeringkan setiap habis digunakan. Akan lebih baik jika menjemur ember di bawah sinar matahari untuk membantu proses sanitasi.

    3. Kain Pel Kotor

    Selain itu, bau tak sedap pada lantai dapat bersumber dari kain pel yang kotor. Tentunya, pel tidak akan bersih maksimal kalau dibersihkan menggunakan kain kotor.

    Jaga kebersihan pel dengan mencucinya secara rutin dengan detergen, lalu jemur kain pel hingga kering. Kain pel yang disimpan dalam kondisi lembap akan timbul bau amis.

    Selain itu, sebaiknya mengganti kain pel setiap tiga bulan sekali. Sebab, kain pel yang sering digunakan bakal usang.

    4. Tidak Pakai Cairan Pembersih dan Pewangi

    Bau amis sebenarnya pertanda bahwa lantai belum bersih. Penghuni perlu membasmi kuman dan bakteri penyebab bau menggunakan cairan pembersih lantai. Lalu, pilih pembersih lantai yang mengandung pewangi agar lantai mengeluarkan aroma yang segar.

    5. Metode Ngepel Kurang Tepat

    Terakhir, cara mengepel yang kurang tepat membuat lantai kurang bersih, sehingga memicu bau amis. Pastikan untuk menggunakan alat dan metode ngepel yang cocok dengan jenis lantai. Lantai keramik biasanya lebih fleksibel dibersihkan dengan berbagai jenis kain pel.

    Jika memakai kain pel dengan kepala berupa rumbai-rumbai tali, gunakan gerakkan menyerupai angka delapan. Sementara pel yang terbuat dari spons bisa menggunakan gerakan maju mundur buat mengepel lantai.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi bau amis pada lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kucing Liar Suka Buang Kotoran di Halaman Rumah? Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kehadiran kucing liar di halaman rumah bisa bikin penghuni rumah kesal. Bagaimana tidak, hewan berbulu ini suka buang kotoran di taman.

    Hal itu membuat kotor dan berantakan pekarangan. Belum lagi penghuni rumah harus waspada agar sampai menginjak ‘ranjau’ alias kotoran kucing yang terkubur di tanah.

    Dilansir dari Time for Paws, kucing liar mencari tempat yang aman. Mereka sering datang ke rumah untuk mencari sumber makanan dan tempat berlindung.


    Kucing bisa saja mencari tempat aman di sekitar rumah. Oleh karena itu, penghuni butuh trik ampuh untuk membuat kucing nggak betah mendekati rumah. Namun, jangan sampai menyakiti kucing.

    Bagaimana cara mencegah kucing masuk halaman rumah? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Cegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah

    Inilah sejumlah cara untuk mengusir kucing dari rumah biar nggak buang kotoran sembarangan dikutip dari The Spruce.

    1. Bersihkan Sisa Makanan dan Sampah

    Penghuni perlu menutup tempat sampah dengan rapat agar tidak dapat dijangkau kucing. Bersihkan juga sisa makanan supaya aromanya tidak mengundang kucing.

    2. Jangan Beri Makan Kucing

    Pastikan tidak ada yang memberi makan atau air ke kucing liar. Sebab, kucing biasanya kembali ke tempat yang terdapat sumber makanan.

    3. Pasang Pagar Khusus

    Kucing dapat masuk halaman rumah dengan melewati pagar bercelah. Sebaiknya pasang pagar yang sulit dilewati kucing. Misalnya memasang paku penghalang yang tidak terlalu tajam pada celah pagar.

    Selain itu, penghuni dapat membuat permukaan tanah tidak nyaman buat diinjak kucing. Caranya dengan meletakkan kawat ayam berukuran kecil atau karpet plastik kasar di bawah tanah.

    4. Tanam Tumbuhan yang Tak Disukai Kucing

    Kemudian, penghuni bisa menanam sejumlah tanaman di pekarangan. Pilih tanaman yang aromanya tidak disukai kucing, seperti lavender, mint, dan roesmary.

    5. Sebar Pecahan Cangkang Telur

    Cangkang telur juga bermanfaat untuk mengusir kucing dari halaman rumah, lho. Pecahkan cangkang telur menjadi potongan kecil, lalu sebarkan di halaman rumah. Kucing akan merasa tidak nyaman berjalan di tanah dengan butiran cangkang yang tajam.

    6. Sebar Bau yang Tak Disukai Kucing

    Terakhir, penghuni dapat sebarkan bahan dengan aroma yang dibenci kucing. Kucing akan menghindari bau menyengat, misalnya dari bawang putih, eucalyptus, kopi, tembakau, dan cuka.

    Sebarkan bahan-bahan tersebut secara rutin di area yang ingin dijauhkan dari kucing. Cara ini cukup ampuh buat mengusir kucing dari tempat tertutup seperti plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

    Itulah tips mencegah kucing masuk pekarangan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com