Tag: sembarangan

  • Pasang Outdoor AC Nggak Bisa Asal, Ini Posisi yang Tepat!


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) di rumah sering kali tidak dingin meski sudah diatur ke suhu rendah? Bisa jadi permasalahannya bukan karena jarang dirawat tapi akibat posisi outdoor AC yang salah.

    Perlu diketahui, AC terdiri dari dua komponen yaitu AC dalam (indoor) dan AC luar (outdoor). AC dalam berfungsi untuk menghembuskan udara dingin ke seluruh ruangan agar terasa sejuk.

    Sementara outdoor AC adalah bagian kipas yang berbentuk kotak dan dipasang di luar ruangan. Supaya indoor AC dapat berfungsi optimal maka perlu disambungkan dengan outdoor AC.


    Sayangnya, masih ada pemilik rumah yang tidak memerhatikan posisi outdoor AC karena hanya fokus memasang AC dalam. Padahal, posisi outdoor AC juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi udara dingin yang keluar dari AC dalam.

    Agar tidak salah dalam memasang outdoor AC di rumah, simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Posisi yang Tepat untuk Menaruh Outdoor AC

    Outdoor AC memang dipasang di luar, tapi bukan berarti diletakkan secara asal. Dikutip dari All Purpose Air Conditioning, Jumat (11/7/2025), berikut posisi yang tepat:

    1. Tempat yang Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari

    AC luar sebaiknya dipasang di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan outdoor AC dipasang di tembok yang menghadap ke utara atau selatan karena arah ini cenderung tidak terpapar cahaya matahari.

    Hindari memasang AC luar yang menghadap ke arah timur atau barat. Sebab, posisi ini langsung menghadap sinar matahari ketika pagi dan sore yang berisiko membuat AC bekerja lebih ekstra untuk mendinginkan ruangan.

    Kalau kamu baru pindah ke rumah baru, pastikan sudah menentukan tempat yang pas untuk memasang outdoor AC. Jika belum, cobalah amati sekitar rumah untuk mencari tempat yang paling minim terkena sinar matahari.

    2. Tempat Terbuka dan Datar

    Agar dapat mendinginkan udara secara maksimal, outdoor AC sebaiknya dipasang di tempat yang datar, kering, dan terbuka. Pastikan juga AC luar dipasang di tempat yang punya ventilasi udara baik dan tidak terhalang benda apapun, seperti tembok rumah atau bangunan besar lainnya.

    Perlu diketahui, AC luar yang terhalang apapun dapat menghambat proses pendinginan AC. Alhasil, AC tidak mampu bekerja secara efisien dan bisa mengakibatkan boros listrik.

    3. Tempat yang Mudah Dijangkau

    Tips berikutnya adalah memasang outdoor AC di tempat yang mudah dijangkau. Cara ini dilakukan agar AC dapat diakses dengan mudah ketika ingin dibersihkan atau dicek secara berkala. Posisi AC luar yang terlalu tinggi atau sulit dijangkau membuat proses perawatannya jadi sulit.

    Sebagai catatan, sebaiknya cuci AC rumah setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski tidak ada kerusakan pada AC, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Meski begitu, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Kalau kondisi udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka AC perlu dicuci lebih sering lagi.

    4. Jauh dari Pohon Tinggi

    Meski disarankan dipasang di tempat yang sejuk, tapi hindari memasang outdoor AC di bawah pohon tinggi dan rindang. Sebab, AC luar dapat menyedot daun, debu, hingga kotoran ke dalam unit AC. Hal itu membuat AC jadi cepat kotor dan jika tidak segera dibersihkan maka berisiko cepat rusak.

    Selain itu, jangan memasang outdoor AC di tempat rendah atau dekat dengan tanah. Soalnya, saat terjadi hujan dan terdapat genangan di sekitar AC luar maka dapat memicu kerusakan. Sebaiknya pasang AC di tempat yang agak tinggi supaya lebih aman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Begini Cara Pilih Cat Eksterior


    Jakarta

    Memilih warna cat eksterior sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Jika salah pilih warna justru bisa membuat rumah terlihat kusam hingga ketinggalan zaman.

    Banyaknya warna untuk dipertimbangkan tentunya sangat penting untuk memilih yang pas untuk rumah dan juga tak lekang oleh waktu. Pemilik pastinya nggak mau rumahnya sudah terlihat ketinggalan zaman padahal baru dicat beberapa tahun lalu.

    Salah satu warna yang sangat tidak disarankan untuk eksterior rumah adalah kuning. Para desainer sepakat bahwa warna tersebut bisa membuat rumah tampak tidak menarik dan terkesan jadul.


    Pendiri Studio Envie Jennifer Carter menuturkan cukup sulit untuk mendapatkan warna kuning sempurna. Terkadang terlalu kuning, terlalu kusam, atau terkadang terlihat keruh.

    Untuk mendapatkan warna eksterior rumah yang tepat, para desainer menyarankan beberapa hal. Dilansir dari Real Simple, berikut ini cara untuk memilih cat eksterior yang tepat.

    Hindari Warna yang ‘Berani’

    Desainer Melissa Mahoney menyarankan untuk menghindari warna-warna yang berani untuk eksterior rumah. Menurutnya, sebaiknya gunakan warna yang berani atau yang cerah pada pintu depan.

    Pilih Warna yang Berbeda dari Rumah Tetangga

    Mahoney menyarankan untuk memilih warna yang berbeda dari rumah tetangga. Menurutnya jika warna rumah sama seperti milik tetangga sekitar sangat disayangkan karena akan kehilangan sentuhan personal.

    Walau demikian, desainer Erin Tripodi mengingatkan untuk tidak berpikir terlalu out of the box agar terlihat sangat unik.

    “Rumah Anda harus tetap terasa seperti bagian dari lingkungan (perumahan),” katanya, dikutip dari Real Simple.

    Cek Warna Dulu

    Cara lainnya adalah mengecek warna dulu alias swatch cat di dinding luar rumah untuk mengetahui apakah cocok atau tidak.

    “Selalu uji tiga hingga empat sampel pada eksterior Anda dan amati pada waktu yang berbeda dalam sehari sebelum berkomitmen,” ujar Tripodi.

    Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan warna cat dinding eksterior yang cocok dengan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini 5 Cara Aman Usir Kelelawar dari Rumah


    Jakarta

    Kelelawar sering kali beterbangan di sekitar rumah, terutama saat malam hari. Terkadang, kelelawar juga bisa masuk ke dalam rumah melalui celah atap yang terbuka.

    Kehadiran kelelawar di dalam rumah tentu bikin resah penghuninya karena bisa menimbulkan suara berisik hingga membawa penyakit berbahaya. Belum lagi kotoran kelelawar yang dapat memicu bau tak sedap.

    Perlu diketahui, kelelawar termasuk hewan yang tertarik pada rumah karena hangat dan terasa aman. Dengan tingginya urbanisasi, mamalia terbang ini sudah terbiasa hidup berdampingan dengan manusia sehingga mereka tidak merasa takut.


    Namun sebaliknya, ada banyak orang yang merasa khawatir dengan kehadiran kelelawar di rumah. Untuk mengusirnya, ada sejumlah cara aman yang bisa diterapkan. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Aman Usir Kelelawar di Rumah

    Jika kamu ingin mengusir kelelawar sendiri dari rumah, sebaiknya jangan dilakukan sembarangan. Dilansir situs Homes and Gardens, berikut cara aman mengusir kelelawar:

    1. Cari Jalur Masuk Kelelawar

    Langkah yang pertama dalam mencari jalur masuk kelelawar ke dalam rumah. Cobalah cari celah-celah kecil di sekitar atap dan loteng. Agar lebih mudah, kamu dapat mengamati jalur masuk kelelawar ke dalam rumah saat malam hari.

    “Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari titik masuk. Kelelawar bisa masuk melalui celah dan retakan kecil, sekecil setengah inci,” kata AH David pemilik Pest Control Weekly.

    2. Singkirkan Sumber Makanan

    Salah satu alasan kelelawar sering datang ke rumah karena mungkin terdapat sumber makanan. Sebab, kelelawar sering memakan hama kecil seperti serangga.

    Meski begitu, tak semua kelelawar memakan serangga karena ada beberapa jenis spesies yang pemakan buah. Jika kelelawar diketahui pemakan serangga, cobalah bersihkan bagian atap dan loteng rumah karena bisa jadi terdapat sarang serangga.

    Apabila kelelawar memakan buah yang ada di halaman rumah, coba lindungi pohon tersebut dengan jaring khusus agar mamalia tersebut tidak bisa mengambilnya.

    3. Pasang Lampu Terang

    Kelelawar merupakan hewan nokturnal dan menyukai kondisi cahaya redup. Maka tak heran hewan satu ini sering bersembunyi di tempat gelap.

    Peter Gros selaku pakar satwa liar menyarankan agar memasang lampu terang di loteng dan halaman rumah. Langkah ini dinilai efektif untuk membantu mengusir kelelawar dan mencegah mereka bersarang di dalam rumah.

    4. Pakai Bahan Alami

    Cobalah gunakan beberapa bahan alami untuk mengusir kelelawar, seperti minyak esensial rasa peppermint, kayu manis, atau kayu putih. Jika ingin menggunakan minyak esensial sebagai bahan utama, campurkan dengan secangkir air hangat dan setengah cangkir gula.

    Setelah itu, aduk seluruh bahan hingga merata dan tuang ke dalam botol semprot. Sebelum digunakan, kocok botol terlebih dahulu dan semprotkan cairan ke sarang atau tempat yang sering ditemukan kelelawar untuk mengusirnya.

    5. Bersihkan Area yang Dihinggapi Kelelawar

    Kelelawar akan berusaha mencium area tempat tinggalnya untuk menandai wilayah dan menemukan rumah mereka. Agar mereka tidak datang lagi, segera bersihkan area tersebut hingga bersih.

    Kamu bisa menggunakan cairan pembersih khusus yang wangi dan ampuh untuk mengusir sisa kotorannya. Gunakan sarung tangan, baju lengan panjang, dan juga masker saat membersihkan sarang kelelawar agar tidak terpapar penyakit.

    Kalau menemukan ada celah di atap rumah, sebaiknya segera diperbaiki agar kelelawar tidak datang kembali untuk membuat sarang baru.

    Demikian lima tips mengusir kelelawar dari rumah dengan aman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Langkah Mudah Bersihkan Pipis Kucing Biar Nggak Tercium Bau Pesing


    Jakarta

    Pernah nggak pagi-pagi keluar rumah mencium bau tak sedap? Setelah dicari ternyata ada kucing yang pipis sembarangan di dekat tanaman di rumah.

    Tentu pemilik rumah nggak bisa menyalahkan kucing karena memang sifat hewan sering buang kotoran sembarangan. Nggak semua kucing dilatih untuk buang di tempat yang benar. Terlalu banyak kucing liar daripada kucing peliharaan.

    Dilansir dari The Vets, kucing yang pipis sembarangan ternyata bukan kebiasaan semata. Bisa juga karena ada pemicunya. Salah satunya adalah kucing tersebut mengalami masalah kesehatan, seperti diabetes, penyakit ginjal, masalah saluran kemih, atau arthritis.


    Selain itu, perilaku pipis sembarangan pada kucing juga bisa disebabkan karena stres, kecemasan, atau perasaan tengah menguasai wilayah. Bisa pula karena kucing tidak nyaman dengan kotak pasirnya, misalnya kotak pasir tersebut kotor.

    Hal yang perlu diingat oleh pemilik rumah saat menemukan bau bekas pipis kucing adalah harus segera dibersihkan. Dengan begitu, kotoran tersebut lebih mudah dibersihkan dan kucing tidak lagi datang ke halaman rumah. Untuk lebih jelasnya, bisa ikuti tips berikut.

    3 Tips Hilangkan Bau Pipis Kucing di Rumah

    1. Harus Segera Bersihkan

    Kotoran kucing mengandung bakteri, apabila didiamkan mereka bisa mengurai zat kimia dan menghasilkan bau seperti amonia yang tidak sedap. Apabila pipis kucing sampai mengering, akan lebih sulit menemukan sumber bau tersebut. Kucing juga bisa kembali lagi ke rumah kita dan buang air di tempat yang sama karena wilayah tersebut sudah ditandai milik mereka.

    2. Bersihkan Pakai Tisu atau Kain

    Air mengalir saja tidak cukup untuk membersihkan pipis kucing. Untuk di tempat-tempat tertentu kotoran tersebut dibersihkan menggunakan kain atau tisur. Saat mengelap kotoran tersebut usahakan memakai sarung tangan agar kotoran tidak mengenai tangan langsung.

    Setelah itu, masukkan ke kantong sampah yang aman dan jangan sampai berceceran. Tidak disarankan saat membersihkan menggunakan air panas karena bau pipis kucing akan lebih sulit dihilangkan.

    3. Hindari Pembersih Mengandung Amonia

    Pakai cairan pembersih buat membersihkan bekas pipis kucing. Pastikan cairan tersebut tidak mengandung zat berbasis amonia. Penggunaan produk pembersih berbasis amonia bisa memicu kucing pipis kembali di tempat yang sama. Gunakan produk pembersih yang mengandung enzim seperti campuran baking soda dan cuka putih atau detergen dan air soda.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bersihkan Noda Semen di Lantai Tanpa Bikin Keramik Rusak



    Jakarta

    Saat proses pembangunan atau renovasi rumah, tak jarang sisa semen menempel di lantai keramik. Jika dibiarkan terlalu lama, noda semen akan mengeras dan semakin sulit dibersihkan. Bahkan, jika dikeruk sembarangan bisa membuat permukaan keramik jadi tergores.

    Meski terdengar merepotkan, ternyata ada cara aman untuk membersihkan bekas semen tanpa merusak lantai. Kuncinya adalah menggunakan bahan-bahan yang tepat dan teknik yang sesuai.

    Cara Membersihkan Noda Semen di Keramik

    Dilansir dari situs HG, berikut beberapa bahan sederhana yang bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan noda semen membandel di rumah:


    1. Gunakan Cuka Dapur

    Cuka bisa jadi solusi alami untuk melunakkan noda semen yang menempel. Caranya, campurkan cuka dengan air hangat secukupnya, lalu tuangkan ke area yang terkena noda. Diamkan hingga cairan menyerap dan mulai mengering, baru kemudian gosok dengan kain kasar atau sikat.

    Cara ini hanya direkomendasikan untuk lantai keramik biasa. Jangan gunakan cuka untuk lantai berbahan granit, marmer, atau batu alam karena bisa merusak permukaannya.

    Untuk alternatif lebih aman pada lantai batu alam, gunakan perasan lemon dan gosok perlahan hanya di area yang terkena noda.

    2. Amplas Khusus Keramik

    Untuk noda semen yang tidak terlalu besar, kamu bisa langsung mengikisnya dengan amplas halus. Pastikan memilih amplas yang cocok untuk keramik, bukan untuk kayu.

    Gunakan gerakan perlahan dan hati-hati agar tidak menggores lantai.

    Cara Menghilangkan Noda Semen di Nat Lantai

    Tak hanya di permukaan keramik, sisa semen sering kali menempel di sela-sela nat keramik yang berwarna putih. Membersihkannya juga perlu teknik khusus agar tidak merusak struktur nat.

    1. Cuka untuk Nat

    Campuran cuka dan air hangat juga bisa digunakan untuk membersihkan noda di sela nat. Tuangkan cairan ke bagian yang kotor, diamkan, lalu gosok perlahan. Jangan terlalu keras agar lapisan nat tidak ikut terkikis.

    2. Baking Soda

    Jika noda di nat terlalu membandel, kamu bisa coba baking soda. Campurkan baking soda dan air dengan perbandingan 1:1, lalu tuangkan ke nat yang kotor. Diamkan sejenak hingga menyerap, lalu gosok hingga bersih.

    Bekas semen yang menempel di lantai atau nat keramik memang menyebalkan, tapi bukan berarti tak bisa dibersihkan. Dengan bahan alami seperti cuka atau baking soda, serta sedikit kesabaran, lantai rumah bisa kembali bersih tanpa perlu memanggil jasa khusus.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mengusir Tikus Tanpa Racun yang Aman untuk Anak


    Jakarta

    Tikus merupakan hama yang suka muncul di dalam rumah. Hewan pengerat ini suka buang kotoran sembarangan, mencuri makanan, dan merusak benda-benda di rumah.

    Penghuni melakukan berbagai cara untuk membasmi dan mengusir tikus, salah satunya dengan menyebarkan racun di sekitar rumah. Namun, racun berisiko mencelakai penghuni rumah, terutama anak-anak.

    Anak-anak yang penuh rasa penasaran dapat menyentuh racun tersebut, bahkan sampai mengonsumsinya. Oleh karena itu, pemilik perlu mencari cara lain untuk mengusir tikus.


    Ada beberapa cara untuk mengusir tikus dari rumah tanpa racun. Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Mengusir Tikus Tanpa Racun

    Inilah cara untuk membuat tikus ogah lama-lama di dalam rumah, dikutip dari arsip berita detikProperti.

    1. Semprotkan Cuka Apel

    Tikus memiliki indra penciuman yang kuat. Penghuni bisa memanfaatkan bahan berbau menyengat, seperti cuka apel, untuk membuat tikus nggak betah di rumah.

    Cara pakai cuka apel adalah mencampurkannya dengan air ke dalam botol semprot. Lalu, sempotkan cairan itu ke sekeliling rumah.

    2. Semprotkan Minyak Kayu Putih

    Selain itu, minyak kayu putih juga memiliki aroma yang tidak disukai tikus. Gunakan larutan minyak kayu putih dengan konsentrasi 5 persen. Lalu, semprotkan larutan tersebut ke tempat-tempat di mana tikus bersarang.

    3. Gunakan Bawang Bombai

    Bawang bombai memiliki aroma menyengat, sehingga dapat menjadi bahan untuk mengusir tikus. Penghuni bisa metakkan irisan bawang bombai di area yang biasanya dilalui tikus. Pastikan untuk mengganti bawang bombai dengan yang baru kalau sudah membusuk.

    4. Gunakan Lada Hitam

    Lada hitam mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi tikus. Kandungan tersebut dapat membuat tikus iritasi dan tidak nyaman.

    Penghuni bisa menggiling kasar lada hitam, kemudian menyebarkannya ke area sarang tikus. Selain lada hitam, penghuni dapat menggunakan lada putih.

    5. Gunakan Minyak Esensial

    Minyak esensial dengan aroma kuat seperti peppermint dan cengkeh dapat mengusir tikus. Caranya dengan merendam bola kapas ke dalam minyak esensial, lalu letakkan di area yang sering didatangi tikus. Penggunaan minyak esensial ini bisa dibarengi dengan upaya lainnya agar semakin ampuh mengusir tikus.

    Itulah beberapa cara mengusir tikus dengan aman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Tikus Bisa Masuk Rumah? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Tikus terkadang bisa masuk dan bersarang di dalam rumah. Kehadiran tikus sangat merugikan penghuni rumah sehingga perlu diwaspadai.

    Hewan pengerat ini suka mencuri makanan, merusak barang, dan buang kotoran sembarangan. Tikus juga hewan yang sangat kotor dan dapat membawa penyakit yang mengancam penghuni rumah.

    Oleh karena itu, penghuni perlu menjaga agar tikus tidak masuk ke dalam rumah. Simak apa saja yang menarik tikus buat masuk rumah beserta cara mencegahnya berikut ini, dikutip dari The Pest Master, Senin (28/7/2025).


    Penyebab Tikus Masuk Rumah

    Biasanya tikus menyerang rumah untuk mencari makanan, air, dan tempat berlindung. Nah, rumah dapat menyediakan tiga hal itu sehingga tikus tertarik untuk datang.

    1. Sumber Makanan

    Mereka menyukai rumah yang terdapat sumber makanan yang bisa mereka jangkau. Misalnya ada makanan yang dibiarkan terbuka, wadah yang tidak tertutup rapat, makanan hewan peliharaan, dan sisa buah dan sayuran yang jatuh di pekarangan.

    2. Sumber Air

    Selain itu, tikus juga mencari sumber air yang mudah diakses di rumah. Hewan tersebut tertarik dengan rumah yang memiliki keran yang menetes, mangkuk air hewan peliharaan, atau tempat mandi burung.

    3. Tempat Berlindung

    Hama ini senang tinggal di tempat yang aman dan tenang karena cocok buat mereka bersarang dan berkembang biak. Loteng yang berantakan, rongga dinding, dan tumpukan kotak menyediakan tempat perlindungan bagi tikus.

    Cara Cegah Tikus Masuk Rumah

    Untuk mencegah tikus masuk rumah, penghuni dapat melakukan tips ini.

    1. Tutup Akses Masuk

    Periksa rumah untuk mencari bukaan yang bisa menjadi akses masuk tikus. Tutup lubang dan celah pada bangunan rumah agar tidak dilalui tikus. Pastikan untuk menggunakan penutup yang tidak dapat digerogoti tikus.

    2. Simpan Makanan dan Sampah dengan Benar

    Amankan rumah dari tikus dengan menyimpan makanan dan sampah dengan benar. Caranya dengan menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat dan pastikan tempat sampah memiliki tutup yang rapat. Lalu, segera bersihkan sisa atau tumpahan makanan agar tidak dimakan tikus.

    3. Jaga Kebersihan

    Rumah yang bersih tidak terlalu menarik bagi tikus. Bersihkan dan rapikan rumah, terutama tempat yang berantakan seperti garasi supaya tidak jadi sarang tikus. Pastikan barang-barang tersimpan dengan rapi dan tidak menyentuh lantai.

    4. Rapikan Pekarangan

    Terakhir, rapikan pekarangan dengan memotong ranting pohon dan semak-semak. Sebab, tikus dapat memanjat pohon dan melompat ke atap. Lalu, semak-semak pun bisa menjadi tempat berlindung dan bersembunyi bagi tikus.

    Itulah informasi seputar tikus masuk rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Ini Bisa Cegah Kucing BAB di Halaman Rumah


    Jakarta

    Kehadiran kucing liar di pekarangan terkadang membuat penghuni rumah merasa geram. Sebab, kucing kerap buang air besar (BAB) sembarangan di halaman rumah.

    Kotoran kucing tak hanya bau, tapi juga membuat penghuni harus berhati-hati agar tidak menginjak ‘ranjau’ di pekarangannya. Jika tak ingin kucing datang ke rumah, penghuni perlu membuat lingkungan yang tidak nyaman bagi hewan berbulu itu.

    Ada beberapa bahan yang bisa dimanfaatkan agar kucing tak dekati pekarangan. Temukan apa saja bahan itu di artikel ini.


    Cara Cegah Kucing Masuk Halaman Rumah

    Inilah beberapa bahan yang mencegah kucing BAB di halaman rumah, dikutip dari Country Living.

    1. Cuka

    Cuka mempunyai aroma yang kuat dan menyengat sehingga bisa mencegah kucing mendekat. Cara pakainya cukup dengan mencampurkan cuka dan air dalam botol semprot. Kemudian, semprotkan cairan tersebut ke sekitar halaman. Semprotkan cuka secukupnya saja agar tidak membahayakan tanaman.

    2. Bubuk Kopi

    Bubuk kopi memiliki aroma kuat yang tidak disukai kucing. Penghuni rumah dapat menaburkan bubuk kopi di halaman secara merata. Dengan begini, kucing pun enggan untuk BAB di sana.

    3. Pisang

    Selain itu, pisang bisa menjadi opsi buat menghalau kucing masuk halaman. Potong dan cincang pisang sampai halus, lalu sebarkan di pekarangan. Sebaiknya gunakan pisang yang sudah matang karena baunya tidak disukai kucing.

    4. Kulit Jeruk

    Sisa kulit jeruk bisa dipakai buat mencegah kucing BAB di pekarangan. Sebab, kucing tidak suka aroma kuat dari jeruk.

    Cara pakainya dengan mencincang halus kulit jeruk dan menyebarkannya di sekitar taman. Selain itu, penghuni juga dapat memeras buat jeruk dan mencampurkannya dengan air, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    Itulah beberapa bahan untuk mencegah kucing BAB di halaman rumah. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Cegah Kucing Liar Naik ke Atap Rumah


    Jakarta

    Pernahkah mendengar suara berisik dari atap rumah? Bisa jadi ada kucing liar berkeliaran di sana. Kehadiran hewan berbulu itu terkadang bikin pemilik rumah resah.

    Kalau sudah sampai atap rumah, kucing bisa saja buang kotoran sembarangan. Lalu, sejumlah kucing dapat bertengkar di atas rumah.

    Tingkah mereka ini cukup mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Belum lagi, atap atau genteng bisa rusak karena aktivitas kucing.


    Lantas, bagaimana cara mencegah kucing naik ke atap rumah? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Cegah Kucing Naik ke Atap Rumah

    Inilah cara agar kucing tidak naik ke atap seperti yang dilansir dari Big Bear Roofing, Newsweek, hingga situs jual beli rumah.

    1. Pangkas Dahan Pohon

    Kucing dapat naik ke atap melalui dahan pohon yang mengarah ke bagian atas rumah. Pemilik rumah bisa menghilangkan akses itu dengan memangkas dahan pohon secara teratur.

    2. Letakkan Tanaman yang Tak Disukai Kucing

    Ada sejumlah tanaman yang aromanya tidak disukai kucing. Nah, pemilik bisa meletakkan tanaman di area kucing sering naik ke atas rumah, bukan di atap rumah. Jenis tanaman yang tidak disukai kucing di antaranya lavender, geranium, eucalyptus, rosemary, dan thyme.

    3. Sebarkan Kulit Jeruk

    Jeruk mengeluarkan aroma khas yang tidak disukai kucing. Pemilik dapat menaruh kulit jeruk, lemon, jeruk nipis, atau jeruk bali di sekitar rumah agar kucing enggan mendekat.

    4. Pasang Alat Penyiram dengan Sensor Gerak

    Manfaatkan alat penyiram otomatis yang menyala ketika ada pergerakan atau berdasarkan waktu. Alat ini akan menyiram air saat mendeteksi adanya pergerakan. Dengan begitu, kucing yang hendak mendekati rumah bakal kabur disiram alat tersebut. Namun, perlu diingat jangan pernah menyiram kucing dengan air panas ya.

    Itulah cara mencegah kucing naik ke atap rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Pohon Berbahaya Jika Ditanam Dekat Rumah, Bikin Fondasi Rusak


    Jakarta

    Selama ini kita tahu bahwa menanam pohon di rumah banyak sekali manfaatnya. Mulai dari membuat rumah lebih rindang, teduh, tempat cadangan air, hingga membantu pasokan oksigen.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan jenis pohon yang disarankan ditanam di dekat rumah adalah yang memiliki akar tunggal karena tidak akan merusak bangunan, contohnya pohon pule, tabebuya, dan kamboja.

    Sementara itu, ada beberapa jenis pohon yang memiliki akar perusak. Akar tersebut kuat dan menjalar ke mana-mana bahkan bisa sampai ke properti. Sebagai contoh, jika pernah melihat pohon di pinggir jalan, jalan trotoar ada yang rusak seperti terangkat karena akar pohon di sana. Gambarannya seperti itu jika akar merusak rumah.


    Jenis Pohon yang Memiliki Akar Perusak

    1. Pohon Alpukat

    Pohon alpukatPohon alpukat Foto: Getty Images/iStockphoto/DenGuy

    Menurut California Polytechnic State University, pohon buah satu ini disebut memiliki potensi merusak bangunan di dekatnya. Pohon ini tumbuh dengan sistem akar tunggang atau bercabang. Pohon satu ini sangat mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Selain memiliki struktur pohon yang besar, buah yang dihasilkan pun menguntungkan dan menyehatkan.

    Apabila menginginkan pohon alpukat di depan rumah, sebaiknya tanam sejak 7,5 meter dari depan bangunan rumah. Selain itu, buat penghalang akar atau pot agar tidak tumbuh ke sembarangan arah.

    2. Pohon Mangga

    Bunch of green mango on tree in garden. Selective focusPohon mangga. Foto: Getty Images/iStockphoto/jantroyka

    Jenis kedua juga berasal dari pohon-pohon penghasil buah, yakni pohon mangga. Menurut situs New Vision, pohon mangga memiliki akar yang kuat dan dalam. Pohon ini pun memiliki jenis akar tunggang yang bercabang. Akar ini dapat mencapai ke rumah dan merusak fondasi bangunan.

    Sama seperti pohon alpukat, pohon mangga mudah untuk ditanam di Indonesia dan berbuah. Batangnya juga keras dan daunnya cukup tebal untuk membuat daerah sekitarnya sejuk.

    3. Pohon Karet

    Virus corona jenis baru berdampak ke sejumlah sektor usaha salah satunya karet. Diketahui harga karet mengalami penurunan akibat mewabahnya virus itu.Ilustrasi pohon karet. Foto: Antara Foto

    Jika diperhatikan, pohon karet jarang ditemui berada di dekat permukiman, biasanya berada di lahan khusus yang memang ditumbuhi oleh pohon sejenis. Selain untuk mempermudah pemanenan, pohon karet juga ternyata memiliki akar yang berisiko dapat merusak rumah. Jenis akar pohon satu ini adalah tunggang atau bercabang dan berserabut untuk membantunya menopang batang yang tinggi dan berat.

    4. Pohon Bambu

    Pohon Bambu Tanaman yang Disukai Ular, Sebaiknya Jangan Ditanam di RumahPohon Bambu Foto: freepik/Freepik

    Pohon bambu merupakan tanaman yang sering ditanam dekat dinding agar dapat berdiri dengan sempurna. Perlu diketahui, tanaman satu ini memiliki akar yang dapat menyebar luas di bawah tanah. Akar ini dapat merusak dan membuat dinding di belakangnya miring karena tanah di bawahnya tidak lagi padat seperti semula.

    “Bambu yang menjalar umumnya lebih invasif dibandingkan bambu yang berumpun, meskipun bambu apa pun bisa menjadi invasif jika tidak dirawat dan dijaga dengan baik,” kata ahli perkebunan di LeisureBench, Steve Chilton, dikutip dari Ideal Home, Selasa (2/9/2025).

    Bambu juga tanaman yang kuat dan tangguh sehingga tidak ada yang bisa menghentikan laju pertumbuhannya. Maka dari itu, penghuni rumah harus mengendalikan pertumbuhan bambu tersebut apabila ingin ditanam di rumah agar tidak menjadi invasif.

    5. Pohon Dedalu

    pohon willow atau dedalupohon willow atau dedalu Foto: Photo by ROMAN ODINTSOV via pexels

    Pohon willow atau yang dikenal juga sebagai dedalu merupakan tanaman yang biasa ditemui di daerah yang dekat dengan perairan karena senang sekali hidup di tempat yang lembap. Akarnya berbentuk serabut dan besar untuk menyerap air. Tanaman ini memiliki bentuk bagian atas yang unik dan indah karena seperti pita-pita berjatuhan. Daun-daun tersebut bisa menutupi seluruh batangnya jika juntaian daun sudah terlalu panjang.

    Tanaman ini kurang cocok ditanam di dekat rumah atau bangunan, terutama yang sulit untuk mencari sumber air. Sebab, mereka akan terus memanjang untuk mencari air dan sumber kelembapan. Pohon dedalu memiliki akar yang tumbuh cepat dan dapat tumbuh dekat dengan permukaan tanah.

    “Saya sarankan untuk memasang penghalang akar, memangkas cabang yang lebih rendah, dan menyiram pohon yang lebih jauh dari rumah untuk mengarahkan pertumbuhan akar menjauh dari pondasi,” kata pemilik Boston Landscape Co, Steve Schumacher, dikutip dari Real Simple.

    Itulah beberapa pohon yang sebaiknya dihindari untuk ditanam di dekat rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com