Tag: semen

  • Macam-macam Nat Keramik Beserta Fungsinya



    Jakarta

    Nat keramik merupakan sebuah material pengisi celah antara keramik. Umumnya, nat ini digunakan pada dinding maupun lantai rumah.

    Nat keramik adalah campuran semen, pasir, serta pewarna yang ditambahkan air. Nat akan mengeras secara perlahan dalam jangka waktu tertentu.

    Nat ubin keramik tersedia dalam berbagai macam warna. Hal ini bisa memudahkan kita untuk memilih rona yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.


    Fungsi Nat

    Dilansir Ceramic Arts Network, dalam pemasangan ubin konvensional, nat keramik digunakan untuk berbagai macam hal, contohnya seperti mengisi ruang antara potongan-potongan keramik, menciptakan permukaan yang halus dan tahan lama, serta mencegah penetrasi kelembapan dan kotoran.

    Jenis Nat Keramik

    Dikutip dari The Spruce, berikut adalah jenis-jenis nat utama yang bisa digunakan untuk proyek pemasangan keramik:

    1. Nat yang Diamplas

    Nat ini baik digunakan untuk sambungan ubin besar, proyek lantai interior, serta area dengan lalu lintas tinggi.

    Nat berpasir ini merupakan jenis nat semen yang umum digunakan dalam aplikasi lantai, karena tahan lama. Nay ini mengandung sedikit pasir yang bisa meningkatkan kekuatan sambungan nat.

    2. Nat Tanpa Pasir

    Nat tanpa pasir terbaik dipakai untuk sambungan ubin tipis, lantai kamar mandi, dan dinding pancuran. Sesuai namanya, nat jenis ini tidak mengandung partikel pasir.

    Oleh sebab itu, nat tanpa pasir lebih cocok untuk sambungan keramik tipis daripada nat berpasir. Komposisi nat ini tahan terhadap kelembapan dan pertumbuhan jamur, sehingga ideal untuk dinding lantai kamar mandi, lantai dapur, atau backsplash dapur.

    3. Nat Epoksi

    Nat epoksi adalah nat terbaik untuk proyek pemasangan ubin DIY karena tidak berpori, sangat tahan lama, tahan terhadap bahan kimia, dan memiliki masa pakai yang panjang dengan perawatan minimal.

    Lokasi industri seringnya menggunakan nat ini untuk lantai ubin, dinding, dan fasilitas manufaktur. Sebab, nat epoksi cukup fleksibel.

    Sementara itu, dilansir dari Instagram Kementerian PUPR, nat epoksi yang terdiri dari campuran resin, hardener, dan pewarna ini sangat cocok untuk mengisi celah keramik kamar mandi dan kolam karena tahan di ruangan yang lembab maupun basah.

    Nat keramik juga cenderung mudah kering, sehingga jika sudah melekat akan sulit dikoreksi dan keramik akan terlihat kotor.

    4. Nat Resin Furan

    Nat jenis ini biasa digunakan untuk lokasi industri, seperti pabrik. Nat resin furan merupakan jenis nat khusus yang dibuat menggunakan polimer alkohol furfuril.

    Komposisi kimia tersebut membuat nat bisa lebih tahan terhadap kerusakan akibat asam, abrasi, noda, kelembapan dan bahan kimia lainnya.

    Kelebihan nat yaitu mampu menahan paparan suhu hingga 176 derajat Celcius secara terus-menerus.

    5. Nat Semen Polimer

    Nat semen polimer berkinerja tinggi adalah produk khusus yang menambahkan polimer lateks ke dalam formula nat. Penambahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan ketahanan terhadap kelembapan.

    Nat semen polimer berkinerja tinggi sangat baik untuk kamar mandi, memperbarui pancuran, memasang backsplash, hingga mengganti keramik lantai dapur.

    6. Nat Resin Polimer Pra-Campur

    Nat resin polimer pracampur adalah produk nat siap pakai yang bisa diaplikasikan di sambungan ubin, tanpa perlu khawatir nat tercampur dengan air.

    Mirip dengan nat komponen tunggal, nat ini mudah diaplikasikan dan relatif terjangkau. Penggunaanya cocok untuk kamar mandi dan dapur.

    7. Nat Komponen Tunggal

    Nat komponen adalah nat uretan atau resin akrilik-silikon yang cepat mengeras setelah nat terkena udara. Jenis nat ini baik untuk konsistensi warna, ketahanan terhadap bahan kimia, sera ketahanan terhadap noda.

    Jenis nat ini juga tahan terhadap retak, bahan kimia, dan hancur. Pemakaiannya cocok untuk di kamar mandi , dapur, dan area lain yang berkelembapan tinggi.

    Itu tadi penjelasan seputar nat keramik berperan penting dalam memperkuat struktur serta estetika lantai dan dinding (yang dipasangi keramik).

    Pemilihan jenis nat akan tergantung pada apa yang penting bagi pengguna. Berbagai jenis nat yang tersedia, seperti nat semen, nat epoksi, dan nat furan, memungkinkan pengguna untuk memilih sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Lantai Semen Ekspos? Begini Manfaat, Tips, dan Perawatannya


    Jakarta

    Ada banyak pilihan lantai yang bisa kamu pilih saat membangun rumah, mulai dari keramik, marmer, bahkan semen ekspos. Biasanya semen ekspos digunakan untuk lantai gudang atau pabrik, tetapi sekarang rumah atau kafe bergaya industrial juga memakainya.

    Lantai semen ekspos memberi kesan rumah belum selesai dibuat atau unfinished. Meski tampilannya seperti bangunan belum selesai, gaya ini cukup digemari sebagian masyarakat.

    Apa Itu Lantai Semen Ekspos?

    Mengutip dari Binus University, Selasa (6/8/2024), semen ekspos adalah teknik finisihing yang menggunakan semen saja tanpa cat berwarna dan tanpa acian, sehingga warna semen itu sendiri yang muncul. Adapun warna semen pada umumnya adalah abu-abu, namun ada juga semen yang berwarna putih.


    Tips Aplikasi Lantai Semen Ekspos

    Di sisi lain, CEO SobatBangun Taufiq Hidayat mengatakan ada baiknya lantai semen ekspos ini diaci agar lebih bagus lagi. Kemudian, lantai semen ekspos juga bisa diberi warna tambahan dengan campuran metallic oxide pigmen atau lime-proof colors.

    “(Lantai) semen ekspos itu biasanya (dipakai) orang yang menganut gaya industrial karena biasanya semen ekspos itu dipakai untuk industrial, bangunan gudang, pabrik, itu memang ada kegunaannya, nah sekarang ini banyak yang menggunakan gaya industrial itu diaplikasikan di rumah di antaranya pakai lantai semen ekspos,” kata CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Manfaat Lantai Semen Ekspos

    Aplikasi lantai semen ekspos ini akan menghemat biaya bahan dan tukang, misalnya menghemat pembelian keramik, tegel, ataupun parket. Namun, sebaiknya jika menggunakan konsep ini, dilapisi cairan khusus atau floor hardener untuk langkah akhir.

    Lapisan ini berfungsi agar semen ekspos tahan terhadap gesekan dan mudah dibersihkan. Selain itu juga berfungsi untuk melindungi lantai semen ekspos terhadap kelembaban dan cuaca ekstrem.

    Perawatan Lantai Semen Ekspos

    Namun jangan khawatir, penggunaan lantai semen ekspos ini tetap bisa dipel atau dibersihkan seperti lantai pada umumnya. Akan tetapi, karena kesan lantai ini seperti belum selesai jadinya memang terkesan kurang bersih.

    “(Apa lantai semen ekspos bisa dipel?) bisa, sama seperti lantai pada umumnya saja. Tapi karena mempunyai warna alami dari semen terkesan tidak bersih,” tutur Profesional Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki kepada detikcom.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Lantai Semen Ekspos buat Rumah Industrial


    Jakarta

    Terdapat banyak pilihan lantai yang bisa bikin rumah menawan dan estetik. Salah satu konsep yang cukup unik adalah lantai semen ekspos.

    Bagaimana tidak? Lantai semen ekspos memberi kesan rumah belum selesai karena semennya mastih terlihat. Meski begitu, banyak orang menggemari tampilan rumah bergaya industrial seperti ini.

    Kalau kamu tertarik memiliki lantai semen ekspos di rumah, sebaiknya pahami dulu kelebihan dan kekurangan jenis lantai ini. Berikut ini penjelasan soal lantai semen ekspos menurut CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat.


    Kelebihan

    1. Pengerjaan Cepat

    Pengerjaan lantai semen ekspos biasanya jauh lebih cepat dibanding menggunakan lantai keramik. Sebab, hanya menggunakan semen saja.

    “Pengerjaan lebih cepat terus relatif lebih murah, karena itu kan cuma semen campur pasir mungkin dikasih tambahan aditif supaya pengerjaannya gampang dan di atasnya keras, biasanya pakai floor hardener, kalau untuk industrial biasanya pakai floor hardener juga supaya lebih awet,” kata Taufiq kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    2. Perawatan Lebih Mudah

    Taufiq menyebutkan, salah satu kelebihan lantai semen ekspos itu perawatannya mudah. Contohnya ketika terjadi keretakan berupa retak rambut, maka yang ditambal cukup yang bagian retaknya saja.

    “Kelebihannya lagi kalau misalnya perawatan lebih gampang. Jadi kalau ada retak, ya retaknya itu aja yang ditambal, tapi kalau (lantai) keramik retak ya diganti itu satu keramik, tapi relatif juga maintenance kerusakannya itu,” tutur Taufiq.

    3. Biaya Pemasangan Lebih Murah

    Biaya pemasangan lantai semen ekspos umumnya lebih murah. Sebab, tidak perlu ditambah keramik atau jenis lantai lainnya.

    “Secara budget memang lebih murah, karena nggak perlu beli keramik lagi kan, tinggal diaci, dilicinin,” ujar Taufiq.

    Kekurangan

    1. Kualitas Lantai Tergantung Tukangnya

    Kualitas lantai semen ekspos sangat tergantung dari tukang yang memasangnya. Sebab, bisa saja lantai mudah retak apabila pengerjaannya kurang tepat. Adapun, biasanya lantai jenis ini mengalami retak rambut yang bisa melebar.

    “Mungkin karena dikerjainnya di tempat, kualitas pekerjaannya bisa beda-beda tergantung tukang. Kalau penutup lantai itu kan biasanya sangat bersentuhan dengan rasa, karena diinjak dengan telapak kaki, karena dia bersentuhan dengan telapak kaki, terus juga dengan mata keliatan rata atau nggak. Ya itu pengerjaannya lebih membutuhkan tukang yang benar-benar ahli,” papar Taufiq.

    2. Mudah lembap

    Lantai semen ekspos mudah terasa lembab. Jika terasa lembab, maka akan mempengaruhi kualitas dari lantai semen. Bahkan, bisa menimbulkan keretakan.

    “Lantai semen kalau ada kelembaban, tanah kan lembab, kalau pagi sangat rentan terhadap ruang muka air, biasanya kalau muka airnya naik ya bisa ada kelembaban yang naik. Nah kalau sudah lembab, di udara yang lembab itu terasa lebih lembab kalau semen ekspos,” kata Taufiq.

    Lantai jenis ini juga memang bisa terasa dingin. Hal ini memang cocok untuk rumah di area tropis, namun harus dipertimbangkan kembali jika rumahmu berada di daerah dingin.

    3. Permukaan Keras

    Permukaan lantai semen ekspos memang terasa lebih keras. Hal ini bisa membuat penghuni rumah tidak betah untuk duduk berlama-lama di lantai. Apalagi jika penghuni rumah terjatuh, maka risiko mengalami cedera cukup tinggi.

    Itulah kelebihan dan kekurangan menggunakan lantai semen ekspos. Semoga bermanfaat ya detikers!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Membuat Lantai Semen Ekspos, Lengkap Langkah-langkahnya



    Jakarta

    Lantai semen ekspos merupakan ciri khas rumah bergaya industrial memberikan kesan estetik meski tampak belum selesai atau unfinished look. Jenis lantai satu ini memang bisa menjadi opsi menguntungkan buat pemilik rumah, lho.

    Sebab, lantai semen ekspos mempunyai daya tahan yang cukup lama dibanding dengan lantai lainnya. Lalu, harga pemasangan lantai ini juga lebih menghemat biaya dibandingkan pasang keramik.

    Lantas, bagaimana cara membuat lantai semen ekspos ya? Yuk, simak penjelasan berikut ini menurut ahlinya.


    Menurut CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat hal pertama yang harus dilakukan itu melakukan pemerataan tanah. Selanjutnya baru dicor menggunakan beton.

    “Jadi kalau yang umum biasanya tanah diratain dulu, tanah itu harus rata dan padat. Syarat wajibnya itu, tanah harus padat dan rata,” katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Setelah tanah padat, selanjutnya dicor dengan beton. Tujuannya agar lantai rata. Adapun campuran pada beton ini ada pasir, batu kerikil, dan semen.

    Batu kerikil itu berfungsi agar lantai rumah semakin keras. Setelah dicor beton, barulah lantai diaci dengan menggunaka campuran semen dan air.

    “Setelah itu baru bisa difinish, difinishnya bisa diaci, diaci dikasih semen lagi, laburan semen dan air aja nggak usah pake pasir, nah itu baru digosok sampai beberapa kali supaya dapat hasil yang bagus,” tuturnya.

    Taufiq juga menambahkan ada baiknya jika menggunakan lantai jenis ini dilakukan leveling atau perbedaan tinggi lantai. Hal ini untuk mencegah adanya air tergenang di lantai tersebut.

    Senada, Profesional Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki juga menuturkan tanah yang digunakan untuk membuat lantai semen ekspos harus dipadatkan terlebih dahulu. Ia pun menjabarkan proses pembuatan lantai semen ekspos, yaitu:

    1. Padatkan tanah
    Ketika dipadatkan, pastikan ketebalannya sekitar 3-5 cm menggunakan pasir.

    2. Beton lantai

    Tanah yang sudah padat kemudian dibeton. Adapun tebal cor beton berkisar 6-9 cm.

    3. Plester semen

    Untuk plester semen, gunakan pasir extra beton untuk plester acian lantai. Lalu, gunakan kawat ayam untuk dipasang di atas lantai. Maka hasil plesteran dipastikan rata.

    4. Mengaci semen

    Untuk mengaci semen dapat menggunakan semen biasa/semen acian instan/semen acian portland. Lalu gunakan lem sebagai bahan campuran acian. Selanjutnya, lantai acian sudah siap digunakan.

    Itulah cara membuat lantai semen ekspos. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Fungsi Tulang Baja dalam Struktur Bangunan buat Cegah Rumah Roboh


    Jakarta

    Beton merupakan material penting yang harus ada di dalam konstruksi bangunan. Material satu ini digunakan untuk berbagai hal, mulai dari pelat, dinding, fondasi, frame, dan masih ada lagi.

    Untuk membuat beton, dibutuhkan bahan dasar di antaranya pasir, kerikil, dan batu split. Bahan dasar tersebut dicampurkan dengan bahan pengikat semen dan air.

    Namun, tahukah kamu bada rangkaian baja tulangan di dalam beton. Kenapa demikian?

    Dikutip dari Builderspace, Jumat (9/8/2024) beton sendiri sebenarnya tidak sekuat yang dibayangkan. Meski beton memang memiliki daya tahan gaya kompresi yang sangat kuat.

    Namun, beton tidak mampu menahan gaya tarik. Selain itu, beton juga memiliki tingkat kelenturan yang rendah.

    Sebagai contoh, bangunan kuno di Roma seperti Colosseum dan Parthenon. Bangunan tersebut bisa berdiri hingga ribuan tahun lamanya. Hal ini menunjukkan bahwa beton bisa menahan gaya kompresi dengan sangat baik.

    Sebagai bayangan, silinder yang terbuat dari semen yang dicampur dengan banyak air bisa menahan gaya tekanan kompresi hingga 450 kg. Namun, bila silinder yang sama dijadikan sebagai tempat bergantung beban seberat 36 kg, beton tersebut akan pecah atau rusak.

    Sebaliknya, beton memiliki daya tahan gaya tarik dan kelenturan yang kurang baik.

    Hal ini membuktikan bahwa beton memiliki daya tahan gaya tarik di bawah 10% dibandingkan dengan gaya kompresi.

    Maka dari itu, beton perlu didukung dengan baja tulangan di dalamnya untuk meningkatkan daya tahan tariknya serta membuatnya lebih lentur sehingga tidak mudah pecah atau rusak ketika beton sedikit membengkok.

    Alasan Ada Tulangan Baja di Dalam Beton

    Ilustrasi atap dak beton datarIlustrasi atap dak beton datar Foto: via Homestead Leiceste

    1. Tingkat Kelenturan yang Tinggi

    Baja memiliki tingkat kelenturan yang tinggi. Kelenturannya ini akan sangat membantu hasil cetakan beton supaya tidak mudah rusak ketika diberikan beban yang membuatnya membengkok.

    Fungsinya adalah untuk menjaga struktur bangunan agar tetap utuh. Ketika beton tersebut membengkok, beton tersebut tidak akan langsung runtuh dan masih bisa menopang beban bangunan tersebut.

    2. Beton dan Baja Memiliki Koefisien Muai Panas yang Sama

    Ketika benda padat dipanaskan, molekul di dalam material tersebut akan bergerak lebih cepat. Atom-atom yang aktif ini akan memakan tempat lebih banyak ketika bergerak, oleh karena itu, benda padat tersebut akan mengembang. Sebaliknya, ketika dingin benda tersebut akan mengecil.

    Setiap bahan material memiliki koefisien muai yang beragam, maka dari itu penggunaan baja yang memiliki koefisien sama dengan beton menjadi salah satu alasannya.

    Itulah alasan mengapa beton selalu diisi dengan baja tulangan di dalamnya. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Plafon PVC, GRC, Gypsum: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan


    Jakarta

    Plafon merupakan salah satu hal penting yang ada di rumah. Sebab, plafon berfungsi sebagai pelapis antara langit-langit atap dengan ruangan yang ada di bawahnya.

    Ada berbagai jenis plafon yang sering dipakai oleh masyarakat Indonesia, beberapa di antaranya adalah PVC, GRC, dan gypsum. Ketiga material tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    detikProperti sudah merangkum informasi terkait pengertian, kelebihan, dan kekurangan. Dengan begitu, detikers bisa memilih material yang tepat untuk plafon di rumah. Berikut ini informasinya.


    Plafon PVC

    Dikutip dari coowinwpc.com, plafon PVC adalah plafon yang terbuat dari bahan jenis plastik Polyvinyl Chloride, dan biasa digunakan pada interior sebuah bangunan.

    Bahan ini sering dijadikan andalan pemilik rumah karena bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan khusus serta memiliki daya tahan yang bagus dan harganya cenderung murah.

    Kelebihan Plafon PVC

    1. Harga yang Murah

    Salah satu alasan utama plafon PVC digemari oleh banyak orang adalah karena harganya yang cenderung lebih murah dibandingkan dengan bahan lainnya.

    2. Perawatannya Mudah

    Bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan. Selain itu, plafon dengan bahan PVC juga mudah dibersihkan dan tidak perlu sering dicat ulang atau diperbaiki. Oleh karena itu, bahan PVC juga sering digunakan di tempat yang kotor.

    3. Daya Tahan yang Baik

    Bahan PVC memiliki daya tahan yang baik dan bisa bertahan hingga waktu yang lama. Umumnya, panel PVC bisa bertahan dari 10 hingga lebih dari 15 tahun lamanya.

    Tidak sampai situ saja, panel PVC juga tahan terhadap cairan/kelembaban dan serangan serangga, sehingga panel PVC tidak mudah pudar, rusak, ataupun membusuk. Panel PVC juga memiliki lapisan kuta yang tahan dengan goresan.

    4. Mudah Untuk Disesuaikan

    Pilihan panel PVC sangat beragam, kamu bisa dengan mudah menemukan banyak desain panel dan warna yang berbeda, sehingga panel PVC sangat cocok bagi kamu yang ingin berkreasi.

    Panel PVC juga bisa dicat ulang, sehingga bila nantinya kamu ingin mengubah warna aslinya, kamu bisa mengecat ulang panel tersebut dengan warna cat baru yang disukai.

    Kekurangan Plafon PVC

    1. Tidak Tahan Suhu Tinggi

    Panel PVC memiliki karakter yang kurang cocok ditempatkan pada lokasi dengan suhu yang tinggi. Suhu yang terlalu tinggi bisa membuat panel PVC mengkerut, bengkok, bahkan hingga retak atau pecah.

    Panel PVC juga bahkan bisa mudah terbakar bila tidak dilapisi dengan bahan tahan api. Maka dari itu, panel PVC tidak cocok untuk dijadikan plafon di dapur dan ruangan yang memiliki banyak sumber panas lainnya.

    2. Penampilan Kurang Menarik

    Panel PVC memiliki bentuk fisik yang terlihat seperti plastik murahan. Maka dari itu, bila kamu ingin menggunakan panel PVC, cobalah untuk mencari yang lebih bertekstur dan tidak berwarna terlalu mengkilap.

    3. Memiliki Dampak Buruk Terhadap Lingkungan

    Bahan utama untuk membuat panel PVC adalah phthalates atau ester ftalat. Seiring waktu, bahan ini akan mengeluarkan gas beracun yang berbahaya untuk manusia. Selain itu, bahan PVC ini tidak mudah terurai, menjadikannya sebagai bahan yang tidak ramah lingkungan.

    4. Strukturnya Kurang Kuat

    Dibandingkan dengan bahan lainnya, panel PVC memiliki struktur yang lebih rapuh dan tidak memiliki daya tahan beban yang tinggi, sehingga panel PVC ini akan mudah untuk rusak bila terkena beban berlebih.

    Plafon GRC/GRFC

    Dikutip dari civilengineersforum.com, Glass Reinforced Concrete (GRC) atau Glass Fibre Reinforced Concrete (GFRC) merupakan campuran beton yang mempunyai fiberglass berkekuatan tinggi dalam campurannya. Campuran GRFC sendiri terdiri dari semen portland, agregat halus, penguat serat kaca, aditif, co-polimer akrilik, dan air.

    Dengan bantuan fiberglass di dalamnya, campuran ini akan menghasilkan beton yang sangat kuat dan agak fleksibel yang juga melindungi beton dari kerusakan lingkungan selama bertahun-tahun.

    Tidak seperti beton biasa, GFRC Ini ringan dan tahan lama dan dapat dicetak menjadi berbagai bentuk.

    Kelebihan Plafon GRC/GFRC

    Dikutip dari asurco.com.au, ada 10 kelebihan dari GRC atau GFRC.

    1. Ringan

    GRC memiliki bobot 75% lebih ringan dari beton tradisional biasa.

    2. Kuat

    Dibandingkan dengan beton besi tradisional, beton GRC terbukti lebih kuat hingga 3x lipatnya. Kekuatannya ini datang dari fiberglass yang dicampurkan ke dalam beton tersebut.

    3. Punya Daya Tahan yang Baik

    GRC atau GFRC memiliki daya tahan air serta daya tahan terhadap aktivitas seismik dan kondisi cuaca buruk yang sangat baik. Selain itu, GFRC juga fleksibel, sehingga kecil kemungkinannya untuk retak saat diberi tekanan.

    4. Tidak Mudah Terbakar

    Seperti beton pada umumnya, GRC memiliki daya tahan api yang sangat tinggi, sehingga bahan ini tidak mudah untuk terbakar.

    5. Ramah Lingkungan

    Bahan beton GFRC memiliki sifat 60% lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan beton biasa. Komponen yang digunakan dalam GRC memiliki tingkat toksisitas yang rendah dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan atau ekosistem. Selain itu, beton GRC juga terbuat dari bahan daur ulang seperti pasir dan air.

    6. Banyak Pilihannya

    GRC tersedia dalam berbagai bentuk, warna, dan tekstur. Biasanya tekstur motif yang tersedia berupa beton, batu alam, terakota (tanah liat), kayu, dan panel halus.

    7. Akustik

    Beton GRC bisa didesain dengan berbagai kebutuhan akustik, seperti karakter kedap atau meredam suara, menyempurnakan suara di dalam ruangan dengan permukaan berlubang dan bertekstur, atau memperkuat suara agar bisa didengar di berbagai sudut.

    8. Mudah Dirawat

    Beton GRC cenderung mudah dirawat. Bila beton ini kotor atau rusak, kamu hanya perlu air mengalir dari selang saja untuk membersihkannya.

    9. Mudah untuk Dipasang

    Dibandingkan dengan beton tradisional, beton GRC tidak akan terpengaruh oleh cuaca ketika pemasangannya. Dalam cuaca seperti apapun beton GRC bisa dipasang dengan mudah.

    10. Murah

    Karena perawatan dan pemasangannya yang mudah, kamu bisa lebih menghemat pengeluaran biaya

    Kekurangan Plafon GRC atau GFRC

    Dikutip dari maplefacades.co.uk, beton GRC atau GFRC memiliki beberapa kekurangan yaitu.

    1. Coating

    Pilihan dari Coaching atau lapisan luar GRC sangat terbatas.

    2. Tidak Bisa Diubah Setelah Dipasang

    Setelah beton GRC terpasang, beton tidak bisa dibentuk lagi karena beton ini kaku.

    3. Sulit Dipindahkan

    GFRC cenderung mudah pecah saat proses pemindahan dari satu tempat ke tempat lain. Jika ingin dipindahkan, mungkin kamu akan membutuhkan beberapa bantuan tenaga kerja.

    Plafon Gypsum

    Plafon gypsum memiliki bahan utama gypsum. Dikutip dari Arsitag, Gypsum merupakan bahan yang terbuat dari material sedimen. Plafon gypsum lebih banyak digemari karena mudah untuk dipasang dan memiliki harga yang relatif murah.

    Kelebihan Plafon Gypsum

    – Harga yang murah
    – Pemasangan relatif mudah
    – Banyak variasi dan motif
    – Awet dan tahan lama
    – Lebih sejuk daripada PVC

    Kekurangan Plafon Gypsum

    – Mudah rusak jika terendam air
    – Rentan terhadap benturan
    – Mudah pudar dan kusam

    Itulah pengertian dan kelebihan serta kekurangan plafon bahan PVC, GRC, maupun gypsum. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pasang Roster di Rumah? Begini Simulasi Hitung-hitungan Biayanya!


    Jakarta

    Pernah mendengar dinding roster? Dinding ini biasanya dibuat dari susunan batu yang ukurannya serupa dan tengahnya terdapat banyak lubang. Akhir-akhir ini dinding roster tengah menjadi tren, terutama pada area depan rumah.

    Mengutip dari buku 28 Ide Desain Fasad Rumah Minimalis, roster bisa digunakan sebagai aksen fasad ataupun secondary skin pada bangunan.

    Fungsi utama dari roster adalah menjadi akses sirkulasi udara di rumah hingga menambah estetika. Dengan adanya lubang-lubang pada dinding, udara bisa melalui celah tersebut, tetapi panas tidak akan langsung mengarah ke dalam rumah. Mengenai estetika, roster yang memiliki pola dan lubang tentu terlihat lebih menarik daripada dinding polos.


    Jika kita ingin membuat dinding roster di rumah, kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan ya?

    Biaya Pasang Dinding Roster di Rumah

    Menurut CEO SobatBangun Taufiq Hidayat, Selasa (3/9/2024), saat ingin membangun roster, yang perlu dipersiapkan adalah biaya material dan biaya upah tukang.

    Misalnya, kamu ingin membangun dinding ukuran 3 x 1,5 meter dengan menggunakan roster dari tanah liat ukuran 20 x 20 cm. Sebagai gambaran, begini contoh perhitungannya.

    Biaya Material

    Sebelum memulai hitung-hitungan, sebagai informasi harga material yang tertera berikut adalah perkiraan dari harga rata-rata di pasaran. Harga ini akan berbeda tergantung pada merek yang digunakan.

    a. Mortar (campuran semen dan pasir): Rp 120.000 per sak. Jumlah yang dibutuhkan kira-kira 2 sak. Total biaya: Rp 240.000.

    b. Roster tanah liat ukuran 20 x 20 cm. Roster ini ada yang dijual satuan seharga Rp 10.000/pcs.

    Nah, cara menghitung kebutuhan roster untuk dinding ukuran 3 x 1,5 meter sebagai berikut:

    Untuk roster ukuran 20 x 20 cm maka kira-kira dibutuhkan 76 pcs roster. Apabila harga satuan roster Rp 10.000, maka totalnya Rp 760.000 untuk biaya beli roster. Jumlah roster ini bisa disesuaikan dengan luas batu tulangan yang akan dibangun.

    c. Besi Tulangan

    Besi yang dibutuhkan sisi kanan dan kiri dinding adalah 2 batang. Ketinggian dinding tersebut 1,5 meter x 2 maka 3 meter. Sisi kanan dan kiri apabila ditotal 6 meter. Kemudian, bagian bawah dan atas juga masing-masing 2 sehingga dibutuhkan 4 batang x 3 meter maka jadi 12 meter.

    Besi yang bisa dibeli ukuran 10 meter atau 8 meter. Apabila ingin membeli besi tulangan 10 meter maka kamu harus membeli 2 batang besi tulangan. Harga satuannya berkisar Rp 50.000/batang.

    Total biaya besi tulangan: Rp 100.000

    Jumlahkan seluruh biaya mortar + roster + besi tulangan = Rp 240.000 + Rp 760.000 + Rp 100.000

    Total biaya material = Rp 1.100.000 atau Rp 1,1 juta.

    Biaya Tukang

    Untuk membuat dinding roster berukuran 3 x 1,5 meter membutuhkan sekitar 2 tukang dengan waktu pengerjaan paling lama 2 hari. Anggap saja biaya 1 tukang sekitar Rp 200.000 per orangnya. Berikut ini biaya pembuatan kolam renang dari segi upah tukang:

    Total biaya tukang = jumlah tukang x lama pengerjaan x upah

    Total biaya tukang = 2 x 2 x Rp 200.000 = Rp 800.000

    Biaya tukang = 2 hari x Rp 200.000 = Rp 400.000/orang

    Sehingga total perkiraan biaya pembuatan dinding roster ukuran 3 x 1,5 meter adalah:

    Rp 1.100.000 + Rp 800.000 = Rp 1.900.000 atau Rp 1,9 juta.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Perkiraan Biaya Bangun Kolam Renang Ukuran 3×5 Meter Kedalaman 2 Meter


    Jakarta

    Adanya kolam renang di rumah bisa menambah nilai properti serta berguna bagi pemiliknya yang memiliki hobi berenang. Tak heran, banyak orang yang membangun kolam renang di rumah.

    Jika ingin membangun kolam renang di rumah, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan salah satunya terkait biaya. Sebab, biaya yang digunakan untuk membangun kolam renang tidaklah sedikit.

    Kira-kira, berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat kolam renang di rumah?


    Misalnya, kamu ingin membangun kolam renang ukuran 3×5 meter dengan kedalaman 2 meter, begini simulasi perhitungannya.

    Biaya Material

    Semen: Rp 57.000 per sak. Jumlah kebutuhan 50 sak. Total biaya : Rp 2.850.000

    Biaya konstruksi lainnya (besi, kerikil untuk campuran beton, dsb): Rp 5.000.000

    Pasir: 1 truk, total biaya sekitar Rp 2.200.000. Sebagai informasi, harga pasir di setiap kota berbeda, tergantung jenis dan wilayahnya.

    Untuk keramik, misalnya menggunakan keramik mozaik. Dalam satu dus ada keramik mozaik ukuran 30 x 30 dengan total satu meter persegi, harganya sekitar Rp 199.000.

    Nah, untuk menghitung kebutuhan keramik kolam renang ukuran 3×5 dengan kedalaman 2 meter yaitu:

    Panjang x tinggi x 2 = 5 x 2 x 2 = 20 m2

    Lebar x tinggi x 2 = 3 x 2 x 2 = 12 m2

    Panjang x lebar = 5 x 3 = 15 m2

    Totalnya: 47 m2

    Untuk membeli keramik untuk kebutuhan 47 m2 dibutuhkan sebanyak 47 dus. Maka: Rp 199.000 x 47 = Rp 9.353.000

    Pipa air 1 set: Rp 10.000.000

    Pompa air: 20.000.000

    Tangga kolam renang: Rp 1.500.000 per buah.

    Total biaya material: Rp 40.853.000

    Biaya Tukang

    Untuk membuat kolam renang pribadi berukuran 3 x 5 x 2 meter membutuhkan sekitar 4 tukang dengan waktu pengerjaan paling lama 3 bulan atau 120 hari. Anggap saja biaya 1 tukang sekitar Rp 200.000 per orangnya. Berikut ini biaya pembuatan kolam renang dari segi upah tukang:

    4 x 120 x Rp 200.000 = Rp 96.000.000

    Biaya Pengisian Air Kolam

    Volume kolam renang berbentuk persegi panjang tersebut adalah 3 x 5 x 2 meter = 30 m3. Volume air yang dibutuhkan untuk mengisi kolam per m3 yaitu 1.000 liter.

    Sehingga, hitungannya menjadi:

    30 x 1.000 liter: 30.000 liter

    Bila membeli air sendiri lewat perusahaan air tangki, harganya rata-rata sekitar Rp 800.000 per 8.000 liter. Karena volume air kolam renang 30.000 liter, maka dibutuhkan 4 truk tangki. Jadi biayanya Rp 800 ribu x 4 = Rp 3.200.000.

    Sehingga total perkiraan biaya pembuatan kolam renang ukuran 3 x 5 x 2 meter adalah:

    Rp 40.853.000 + Rp 96.000.000 + Rp 3.200.000 = Rp 140.053.000.

    Perlu dicatat bahwa biaya tersebut adalah perkiraan. Biaya material, tukang hingga air bisa berbeda-beda di setiap lokasi. Biaya juga belum termasuk perawatan kolam renang.

    Itulah perkiraan biaya bangun kolam renang di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah! Ini Perbedaan Antara Semen, Beton, dan Mortar


    Jakarta

    Dalam membangun sebuah rumah atau gedung, dibutuhkan bahan bangunan untuk memperkuat pondasi bangunan tersebut. Setidaknya ada tiga macam bahan bangunan yang umum digunakan, yakni semen, beton, dan mortar. Apa bedanya?

    Meski sama-sama bahan bangunan, tetapi ketiganya memiliki perbedaan. Dilansir situs Toyo Mortar, hal ini dapat diketahui dari segi campuran dan proporsi bentuk untuk menghasilkan massa sebagai pengikat.

    Agar tidak salah dalam membedakan antara semen, beton, dan mortar, simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Semen

    Semen adalah sebuah bahan campuran yang terikat dan berfungsi untuk menahan bahan-bahan lain. Sebab, semen tidak dapat bekerja sendirian untuk memperkuat pondasi bangunan.

    Ada sejumlah bahan lain yang digunakan untuk campuran semen, yaitu batu kapur, kalsium, silikon, besi, dan aluminium. Ini yang akan menentukan hasil akhir dan setidaknya harus dipanaskan dalam klin besar sekitar 2.700 derajat Fahrenheit (1.482 derajat Celcius) untuk menghasilkan produk yang dikenal sebagai klinker.

    Sebagai informasi, klinker memiliki bentuk seperti kelereng dan digiling hingga menjadi bubuk. Lalu, bubuk itu ditambahkan dengan gipsum untuk menghasilkan tepung abu-abu yang disebut dengan semen.

    Ketika semen bercampur dengan air, terjadi reaksi kimia yang dapat mengubahnya menjadi keras. Ada berbagai jenis semen yang diproduksi saat ini, tapi umumnya semen yang paling sering digunakan adalah semen Portland.

    Beton

    Beton merupakan bahan banguan yang terdiri dari campuran semen, air, dan bahan agregat. Perbedaan antara semen dengan beton terletak pada bahan agregat, yakni pasir atau kerikil.

    Semen yang dipakai pada massa beton setidaknya memiliki total bentuk sekitar 10-15 persen, tetapi proporsi ini bervariasi tergantung jenis beton yang dibuat.

    Agregat ini membentuk sekitar 60-80 persen campuran beton, tergantung dalam beberapa kasus. Agregat berperan pada massa beton dan ditahan dengan reaksi aktif dari air dan semen.

    Proporsi dalam campuran agregat, semen, dan air ini akan menentukan hasil pengerasan beton tersebut. Namun tergantung juga pada kekuatan, ketahanan dalam pembukuan dan pencairan, kemampuan kerja, serta waktu.

    Perlu diingat, rasio air dan semen yang rendah akan menghasilkan campuran yang lebih tipis. Hal ini akan menyulitkan untuk dipakai sebagai elemen pengikat.

    Agar beton berperan menjadi struktural yang dapat menahan proyek struktural, maka beton sering diperkuat dengan rebar baja karena tanah di bawahnya mengendap. Rebar baja ini lebih baik digunakan untuk mendukung balok, dinding, dan pondasi bangunan lainnya.

    Mortar

    Sementara itu, mortar biasanya dipakai sebagai penyimpan bahan bangunan batu bata atau batu bersama yang merupakan kombinasi campuran dari semen tebal, air, dan pasir. Air tersebut dipakai untuk menahan campuran serta menghidrasi semen.

    Dibandingkan beton, rasio air pada semen lebih tinggi agar elemen pengikatnya dapat terbentuk. Substansi yang digunakan lebih tebal dan ideal sebagai perekat bahan bangunan, seperti batu bata.

    Selain menjadi perekat antara batu bata, mortar juga berfungsi untuk menutup permukaan yang tidak rata. Hal ini membuat pengerjaan konstruksi dinding terlihat lebih rapi.

    Mortar juga digunakan untuk proses plesteran tembok agar permukaannya menjadi rata. Lalu, mortar juga berfungsi sebagai plesteran pada saat akan memasang keramik, baik itu di lantai maupun di tembok.

    Itu dia perbedaan antara semen, beton, dan mortar. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Kekurangan Bata Ringan dan Perbandingannya dengan Bata Merah


    Jakarta

    Saat kamu ingin membangun rumah atau bangunan lainnya, salah satu keputusan terpenting adalah memilih jenis batu bata yang tepat. Dalam beberapa tahun terakhir, bata ringan atau bisa disebut hebel, atau fly ash, semakin populer.

    Bata ringan dinilai menjadi alternatif batu bata merah tradisional dan lebih ramah lingkungan. Namun, antara bata ringan dan bata merah, mending yang mana?

    Mengenal Bata Ringan

    Dikutip dari laman Ultratech Cement, sesuai dengan namanya, bata ringan atau yang sering disebut bata hebel memiliki bobot yang lebih rendah dibandingkan dengan bata merah.


    Meskipun lebih ringan, jenis bata ini tetap memiliki kekuatan struktural yang baik. Belum lagi dengan berbagai keunggulan lainnya yang membuatnya menjadi alternatif yang menarik untuk bahan bangunan.

    Menurut laman Loftybuildinggroup, bata hebel merupakan jenis beton ringan aerasi atau Autoclaved Aerated Concrete (AAC) yang dibuat dari campuran pasir, semen, kapur, dan gypsum. Bata ringan biasanya tersedia dalam bentuk balok atau panel dan dianggap sebagai salah satu material serbaguna yang memiliki daya tahan tinggi.

    Satu panel standar bata hebel bahkan setara dengan sekitar 75 batu bata merah biasa, sehingga menjadi pilihan yang efisien untuk konstruksi dinding eksterior rumah. Fatriady MR dkk, dalam bukunya yang berjudul Teknologi Bangunan dan Material menyebut, bata ringan telah banyak digunakan sebagai dinding.

    Sebab sifatnya yang tahan terhadap air, api, ringan, ukuran lebih besar, efisien dan efektif menjadikan bahan yang paling banyak diminati di dunia konstruksi gedung. Kemajuan teknologi konstruksi semakin pesat, menghasilkan inovasi sehingga pekerjaan lebih efisien dan efektif.

    Kelebihan Bata Ringan

    Bata ringan banyak dipilih dalam pembangunan rumah modern karena berbagai keunggulannya. Mengutip dari laman Carlislehomes, Langdonbuilding, dan buku Beban Kerja Teori dan Aplikasi Bata Ringan (Autoclaved Aerated Concrete) oleh Dr Ir Suradi, berikut beberapa manfaat utama dari penggunaan bata ringan:

    1. Kuat dan Tahan Lama

    Bata ringan memiliki ketahanan yang tidak kalah dengan bata konvensional. Hal ini disebabkan oleh adanya tulangan baja berlapis anti-korosi pada panel bata ringan, yang meningkatkan daya tahannya terhadap berbagai kondisi lingkungan.

    2. Ramah Lingkungan

    Dalam proses pembuatannya, bata ringan menggunakan bahan baku dan energi yang lebih sedikit dibandingkan bata biasa. Limbah produksi dan uap yang dihasilkan juga didaur ulang, sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca.

    3. Mampu Meredam Suara

    Jika kamu menginginkan rumah yang lebih kedap suara, bata ringan bisa menjadi pilihan tepat. Material ini mampu mengurangi transmisi suara dari luar, sehingga cocok digunakan untuk rumah di daerah perkotaan atau pinggir jalan yang rentan terhadap kebisingan.

    4. Efisiensi Energi

    Salah satu keunggulan lain dari bata ringan adalah kemampuannya dalam menjaga suhu ruangan tetap stabil. Dengan isolasi termal yang baik, bata ini dapat membantu menjaga rumah tetap sejuk di musim panas dan mengurangi kebutuhan pendingin ruangan, sehingga lebih hemat energi.

    5. Pemasangan yang Cepat

    Karena bobotnya yang lebih ringan dibandingkan bata merah, bata hebel lebih mudah dipasang. Dengan tenaga kerja yang berpengalaman, pemasangan bata ringan untuk sebuah rumah bisa diselesaikan hanya dalam waktu sekitar tiga hari.

    6. Tahan Api

    Bata ringan juga memiliki sifat tahan api yang baik, menjadikannya pilihan ideal untuk rumah di daerah rawan kebakaran. Material ini bahkan telah diuji oleh Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) dan memenuhi enam kategori tingkat serangan kebakaran hutan atau Bushfire Attack Level (BAL).

    7. Bagian Permukaan yang Halus

    Bata ringan memiliki permukaan yang sama dengan beton. Permukaannya halus dan rata sehingga tidak perlu diplesteran. Bentuknya lebih presisi, rapi, bersih dan memiliki bentuk yang seragam karena menggunakan cetakan beton.

    Kekurangan Bata Ringan

    Meskipun memiliki banyak keunggulan, bata ringan juga memiliki beberapa kelemahan. Berdasarkan buku Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Material oleh Yusep Arif Kamaludin, Panduan Lengkap Membangun Rumah oleh Gatut Susanta, dan buku Beban Kerja oleh Suradi, berikut beberapa kekurangan bata ringan atau hebel:

    1. Harga

    Harga bata ringan lebih mahal dibandingkan dari bata merah atau batako karena kualitas dan keunggulannya. Selain itu juga bata ringan hanya dipasarkan oleh toko, agen atau distributor. Biasanya bata ringan hanya tersedia di toko material besar karena dijual dalam satuan meter kubik.

    2. Cara Pemasangan

    Bata ringan membutuhkan tenaga ahli untuk pemasangannya. Pemasangan bata ringan menggunakan roskam bergigi, sehingga harus dikerjakan oleh tukang yang ahli dan berpengalaman dalam pekerjaan memasang dinding bata ringan. Perekatan bata ringan memerlukan mortar khusus yang harganya lebih mahal.

    3. Kualitas Bata

    Penyiraman tidak perlu dilakukan saat pemasangan bata ringan. Sebab, akan menyebabkan proses pengeringan hebel block akan membutuh waktu yang lama.

    Selain itu, bata ringan rentan mengalami retak dan lapuk. Dindingnya lebih mudah dilubangi karena memiliki rongga di bagian dalamnya.

    Perbandingan Bata Ringan dan Bata Merah

    Pemilihan material dinding menjadi salah satu keputusan penting. Dua pilihan yang paling umum digunakan adalah bata ringan dan bata merah. Keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Masih dikutip dari literatur yang sama, berikut perbedaannya:

    1. Komposisi dan Karakteristik

    Bata ringan terbuat dari campuran pasir silika, semen, kapur, air, dan bahan tambahan lainnya yang diproses dengan teknologi autoclaved aerated concrete (AAC). Material ini lebih ringan dibandingkan bata merah, dengan ukuran lebih besar dan struktur berpori.

    Sementara bata merah terbuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar hingga mengeras. Jadi, strukturnya lebih padat dan bobot yang lebih berat dibandingkan bata ringan.

    Jika kamu menginginkan material yang lebih ringan dan mudah dipasang, bata ringan adalah pilihan yang tepat. Namun, jika kamu membutuhkan material yang lebih kuat secara alami, bata merah bisa menjadi pilihan.

    2. Kekuatan dan Daya Tahan

    Bata ringan memiliki ketahanan yang baik terhadap air, api, dan rayap. Bata ringan juga relatif lebih awet dan tahan terhadap serangan rayap, jamur, serta kelembapan.

    Namun, bata ringan lebih rentan terhadap retak jika tidak dipasang dengan benar. Sementara bata merah sudah kuat secara alami dan tahan terhadap cuaca ekstrem, tetapi bisa menyerap air lebih banyak sehingga lebih rentan terhadap kelembaban.

    Jadi, dari segi ketahanan terhadap api dan serangan hama, bata ringan lebih unggul. Namun, jika ingin material yang tahan lama tanpa risiko retak, bata merah lebih direkomendasikan.

    3. Efisiensi Pemasangan

    Bata ringan ukurannya lebih besar dan bobotnya lebih ringan, sehingga pemasangannya lebih cepat dan mudah. Bata merah punya ukuran yang lebih kecil dan bobotnya lebih berat, pemasangannya lebih lama dan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.

    Jika ingin mempercepat proses pembangunan, bata ringan lebih efektif karena bisa dipasang dalam waktu lebih singkat. Tapi, dengan catatan mungkin pemasangannya akan membutuhkan tukang dan peralatan khusus, sebab tak semua tukang pernah memasang bata ringan.

    4. Kemampuan Isolasi Termal dan Suara

    Bata ringan mampu meredam panas dan suara dengan baik karena strukturnya yang berpori. Sementara bata merah tidak memiliki kemampuan isolasi termal dan suara sebaik bata ringan. Jika kamu ingin rumah yang lebih sejuk dan kedap suara, maka bata ringan lebih unggul.

    5. Harga dan Biaya Pembangunan

    Bata ringan arganya cenderung lebih mahal dibanding bata merah, tetapi pemasangan lebih cepat sehingga menghemat biaya tenaga kerja. Harga bata merah memang lebih murah, tetapi membutuhkan lebih banyak material dan tenaga kerja, sehingga total biayanya bisa lebih tinggi.

    Jika mempertimbangkan anggaran, bata merah lebih murah dari segi harga satuan. Namun, jika ingin efisiensi waktu dan tenaga, bata ringan bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.

    6. Dampak Terhadap Lingkungan

    Proses produksi bata ringan juga dinilai lebih ramah lingkungan karena menghasilkan lebih sedikit emisi karbon. Sementara bata merah membutuhkan lebih banyak energi dan sumber daya dalam pembuatannya.

    Nah, itulah tadi penjelasan tentang kekurangan bata ringan dan perbandingan dengan bata merah. Pada akhirnya, pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan, anggaran, dan prioritas proyek pembangunanmu. Semoga membantu!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com