Tag: semprotkan

  • 8 Cara Ampuh Mengusir Kecoak di Kamar Mandi, Gunakan Bahan Ini


    Jakarta

    Kecoak termasuk serangga yang mudah ditemukan di rumah, terutama kamar mandi. Keberadaannya tidak disukai karena mampu mengeluarkan bau apek dan mengganggu.

    Hama kecil berwarna hitam itu juga kerap membuat risi lantaran justru menghampiri, terbang, dan hinggap di tubuh saat coba diusir. Lantas, adakah cara memberantas kecoak di kamar mandi?

    Cara Membasmi Kecoak di Kamar Mandi

    Dilansir The Pest Informer dan Livspace, berikut sederet cara ampuh menumpas kecoak di kamar mandi:


    1. Siram Air Mendidih

    Air mendidih yang disiram ke tempat kecoak bersarang mampu memusnahkan mereka. Gunakan air yang sepanas mungkin agar metode ini berhasil. Sebab air yang disiramkan ke saluran pembuangan akan cepat dingin semakin jauh mengalir.

    Ini bisa dibilang cara termudah memberantas kecoak yang tak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Cara ini pun tidak merusak pipa pembuangan, justru bisa bantu meluruhkan kotoran yang menyumbat.

    2. Semprotkan Air Lemon

    Kalau punya buah lemon di rumah, airnya dapat dimanfaatkan untuk membasmi kecoak. Caranya dengan mencampur perasan lemon dengan air ke dalam botol semprot lalu semprotkan ke sekitar rumah yang kerap muncul kecoak. Serangga itu akan menjauh jika mencium aroma lemon.

    3. Letakkan Bawang Putih

    Bau bawang putih yang menyengat tidak disukai kecoak. Agar aromanya semakin keluar, bawang putih dapat digeprek lalu disebarkan di area kamar mandi yang sering didatangi serangga hitam kecil tersebut.

    4. Campurkan Baking Soda dan Cuka

    Campuran soda kue dan cuka dapat menumpaskan kecoak sekaligus merontokkan kotoran yang menyumbat saluran pembuangan.Cara ini tidak merusak pipa maupun meracuni pasokan air serta aman saat tersentuh manusia.

    5. Semprotkan Rebusan Daun Salam

    Daun salam kerap dijadikan bumbu masakan sehingga mudah ditemukan di rumah maupun tukang sayur terdekat. Bahkan tak jarang yang memiliki pohon salam tumbuh di pekarangan rumahnya.

    Bumbu dapur ini ternyata dapat dimanfaatkan untuk mengusir kecoak dengan cara merebusnya. Beberapa daun salam dapat direbus dengan air dan air rebusannya dapat disemprotkan ke sudut-sudut serangga itu muncul.

    6. Semprotkan Cairan Pewangi

    Kalau punya pewangi pakaian di rumah, campurkan dengan air dan masukkan ke dalam botol semprot. Semprotkan tiap kali melihat kecoak, tepat pada tubuhnya. Tak lama serangga itu akan tergeletak tidak berdaya.

    7. Semprotkan Campuran Peppermint Oil

    Minyak atsiri seperti peppermint oil umum digunakan sebagai aromaterapi hingga perawatan kulit. Jika memiliki minyak ini di rumah, manfaatkan untuk mengusir kecoak di kamar mandi.

    Caranya dengan mencampur peppermint oil dan air garam lalu semprotkan ke area yang sering dihinggapi kecoak.

    8. Taburkan Bubuk Asam Borat

    Asam borat kerap digunakan untuk memberantas kecoak di rumah. Jika memilikinya, taburkan sedikit bubuk ini di sudut-sudut yang kerap didatangi serangga tersebut dan biarkan di sana. Kecoak akan mati ketika bersentuhan dengannya.

    Penting diperhatikan, asam borat termasuk bubuk beracun sehingga penggunaannya harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Efektivitasnya juga menurun setelah basah terkena air.

    Penyebab Muncul Kecoak di Kamar Mandi

    Kecoak membutuhkan air serta lingkungan lembap untuk keberlangsungan hidupnya, dan kamar mandi adalah tempat keduanya ditemukan. Oleh karenanya serangga kecil itu mudah muncul di kamar mandi.

    Kamar mandi kerap kali gelap sehingga jadi lokasi favorit kecoak untuk berkembang biak. Di dalamnya juga terdapat buih sabun, sisa pasta gigi, hingga rontokan rambut yang bisa jadi sumber makanan hama tersebut.

    Belum lagi kamar mandi yang memiliki celah atau retakan pada lantainya merupakan tempat yang sempurna bagi kecoak untuk bersarang.

    Cara Mencegah Kecoak Kembali ke Kamar Mandi

    Mengutip Terminix, berikut cara mencegah kecoak kembali ke kamar mandi:

    • Rutin bersihkan kamar mandi dan usahakan agar selalu kering.
    • Rapikan peralatan mandi dan buang barang yang tidak digunakan serta sampah yang menumpuk.
    • Jangan simpan handuk dan baju kotor di kamar mandi.
    • Perbaiki keran dan pipa pembuangan yang bocor agar tidak menimbulkan kelembapan lebih.
    • Tutup rapat celah pada jendela, pintu, dinding, maupun saluran pembuangan yang memungkinkan menjadi jalur masuk kecoak.
    • Perbaiki lantai kamar mandi yang retak agar tidak menjadi sarang kecoak.
    • Semprotkan wewangian yang tidak disukai kecoak seperti perasan lemon atau peppermint oil.

    Kecoak mungkin tidak langsung musnah jika hanya sekali mencoba cara-cara di atas. Disarankan melakukan metode di atas secara berulang dan terjadwal serta merenovasi bagian rumah yang berisiko menjadi sarang kecoak.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Basmi Kaki Seribu dan Kelabang di Rumah, Dijamin Ampuh!


    Jakarta

    Hewan kaki seribu (millipede) dan kelabang (centipede) termasuk serangga yang kerap muncul di rumah. Keberadaannya mampu membuat risi, apalagi jika sampai merayap ke tempat tidur.

    Pada dasarnya kaki seribu dan kelabang tidak berbahaya meski memiliki racun karena jarang menggigit manusia. Namun racunnya bisa menimbulkan sakit pada sebagian orang jika gigitannya menembus kulit. Cari tahu cara mengusir kedua hama dari rumah di bawah ini.

    Cara Membasmi Kaki Seribu dan Kelabang di Rumah

    Ada sejumlah cara rumahan untuk memberantas kaki seribu dan kelabang di rumah. Sederet cara ini disarankan dicoba berulang agar efektif memberantas kedua hama. Mengutip Better Homes & Gardens dan The Spruce, berikut caranya:


    1. Semprotkan Cuka Putih

    Cuka pada dasarnya terdiri dari air dan asam asetat. Kandungan asamnya cukup ampuh untuk memusnahkan hama rumah. Cuka putih juga diketahui memiliki sifat antimikroba.

    Untuk menumpaskan kaki seribu dan kelabang, semprotkan cuka langsung ke serangga tersebut agar efektif. Tidak perlu mengencerkan cuka dengan air.

    2. Sebarkan Daun Pandan

    Kelabang sensitif terhadap bau menyengat dan akan menghindari aroma tersebut. Daun pandan dan serai mengeluarkan aroma kuat yang aman bagi manusia tapi tidak disukai hama tersebut.

    Kedua bahan alami itu dapat dimanfaatkan dengan memotongnya menjadi beberapa bagian atau menggepreknya agar baunya keluar. Lanjut letakkan di lokasi kaki seribu dan kelabang kerap muncul.

    3. Semprotkan Essential Oil

    Essential oil seperti tea tree dan peppermint juga punya aroma menyengat yang dihindari hama rumah. Untuk mengusir kaki seribu dan kelabang, campurkan minyak esensial ini dengan air dan semprotkan di sekitar titik masuk atau tempat yang mungkin didatangi mereka.

    4. Taburkan Garam

    Kaki seribu dan kelabang suka kawasan lembap dan bisa berkembang biak di sana. Jika ada area tertentu di rumah dengan kelembapan tinggi maka perlu waspada akan datangnya hama tersebut.

    Untuk mengurangi kelembapan di area rumah, garam dapat dimanfaatkan. Garam diketahui bisa menyerap kelembapan dan mengurangi kadar air di udara sehingga kaki seribu dan kelabang tidak akan tertarik lagi untuk datang.

    5. Siram dengan Pemutih

    Pemutih pakaian mengandung bahan kimia kuat yang bisa memusnahkan kaki seribu dan kelabang saat terkena. Aroma kuat yang dikeluarkannya pun tidak disenangi hama itu sehingga cukup efektif untuk memberantas serangga di rumah.

    Penting diperhatikan, jangan pernah mencampur cuka dan pemutih. Campuran tersebut dapat membentuk gas klorin yang beracun.

    Penyebab Muncul Kaki Seribu dan Kelabang di Rumah

    Binatang kaki seribu dan kelabang tertarik dengan tempat yang lembap, hangat, dan gelap. Jika menemukan serangga tersebut di rumah, kemungkinan hunianmu memiliki kondisi demikian.

    Keberadaan hama itu juga dapat mengindikasikan adanya serangga lain di rumah. Bisa jadi terdapat banyak kecoak, ngengat, lalat, serta rayap di hunianmu yang merupakan sumber makanan mereka.

    Memperbaiki kebocoran pipa yang membuat air terus-menerus menetes, membersihkan area lembap, serta menjaganya tetap kering menjadi beberapa cara untuk mencegah datangnya kaki seribu dan kelabang. Pastikan juga menutup rapat celah atau retakan pada jendela, pintu, dan dinding agar hama tersebut tidak dapat masuk ke rumah.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Merawat Tanaman Indoor dan Outdoor saat Musim Hujan


    Jakarta

    Musim hujan membawa tantangan tersendiri bagi para pecinta tanaman. Curah hujan yang tinggi dan kelembapan yang meningkat dapat memengaruhi kesehatan tanaman kamu.

    Namun, dengan perawatan yang tepat, kamu dapat memastikan tanaman tetap tumbuh subur meskipun dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Berikut adalah beberapa tips praktis untuk merawat tanaman kamu selama musim hujan agar tetap sehat dan bersemi.

    Utamakan Drainase yang Baik

    Melansir dari Kangaroo Kids, pastikan pot tanaman kamu dilengkapi dengan lubang drainase yang memadai untuk menghindari genangan air. Genangan ini dapat menyebabkan akar membusuk jika air tidak dapat mengalir dengan baik.


    Kamu bisa meninggikan pot dengan menggunakan batu bata atau penyangga untuk meningkatkan aliran air. Pertimbangkan juga penggunaan campuran pot yang memiliki kemampuan drainase baik, sehingga kelebihan air dapat keluar dengan mudah.

    Lindungi Tanaman yang Rentan

    Meskipun air hujan bermanfaat bagi tanaman, hujan deras berpotensi untuk merusaknya. Untuk merawat tanaman indoor dan outdoor, kamu bisa memindahkan tanaman yang lebih sensitif ke tempat yang terlindung. Bawa mereka ke balkon atau di bawah kanopi untuk melindungi tanaman di luar dari hujan lebat.

    Lakukan Pemangkasan dan Pembersihan Secara Rutin

    Musim hujan adalah waktu ketika pertumbuhan tanaman melambat. Lakukan pemangkasan cabang yang tumbuh terlalu besar secara teratur dan hilangkan dedaunan berlebih untuk meningkatkan sirkulasi udara.

    Ini juga membantu mengurangi risiko penyakit jamur. Pastikan untuk membersihkan daun-daun yang mati serta kotoran, dan sterilkan alat pemangkas kamu setelah digunakan untuk mencegah penyebaran infeksi.

    Atasi Penyakit Jamur

    Selama musim hujan, jamur dapat muncul di berbagai tempat, menjadikannya waktu yang ideal bagi penyakit jamur untuk berkembang.

    Untuk mencegah hal ini, semprotkan fungisida organik pada tanaman yang rentan. Selain itu, hindari penyiraman berlebihan agar pertumbuhan jamur dapat diminimalisir.

    Periksa Tanah Secara Berkala

    Hujan lebat dapat mengikis lapisan atas tanah. Oleh karena itu, periksa tanah secara rutin dan pastikan bahwa tanah tersebut berpori dan memiliki drainase yang baik, jika kamu menemukan lumut atau alga, segera bersihkan.

    Gunakan Metode Pengendalian Hama Organik

    Pengendalian hama secara organik adalah metode terbaik untuk melindungi tanaman kamu. Gunakan minyak imbas atau neem oil, semprotan bawang putih, atau sabun insektisida sebagai perlindungan.

    Ingatlah bahwa beberapa serangga seperti kepik dan lacewings sangat bermanfaat, jadi biarkan mereka berkembang biak di kebun kamu sebagai predator alami hama.

    Sesuaikan Intensitas Penyiraman

    Setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan penyiraman yang berbeda-beda. Misalnya, kaktus memerlukan lebih sedikit air dibandingkan dengan tanaman buah.

    Selama musim hujan, kelembapan udara sudah tinggi, jadi hindari penyiraman berlebihan agar akar tidak membusuk.

    Gemburkan Tanah di Pot

    Meskipun terlihat sepele, menggemburkan tanah di pot sangat penting untuk membantu akar tanaman bernapas dan meningkatkan sirkulasi udara. Tanah yang terlalu padat dapat menahan kelembapan berlebih, sehingga akar berisiko membusuk.

    Ciptakan Akses Sinar Matahari

    Setelah beberapa hari hujan terus-menerus, sinar matahari menjadi sangat diinginkan bagi kamu maupun tanaman. Oleh karena itu, sesekali pindahkan tanaman ke lokasi yang lebih terang untuk mendapatkan sinar matahari langsung dan hindari erosi tanah akibat hujan.

    Pastikan Pot Terisi Penuh dengan Tanah

    Untuk mencegah genangan air, pastikan pot kamu terisi penuh dengan tanah. Campuran tanah dan pupuk kandang akan lebih efektif dalam mencegah genangan air di permukaan serta memastikan nutrisi sampai ke akar tanaman. Namun, jangan sampai tanah terlalu padat karena bisa memerangkap kelembapan yang dapat membuat akar membusuk

    Itulah beberapa cara merawat tanaman indoor dan outdoor saat musim hujan.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Membersihkan Plafon, Lengkap dengan Alat dan Caranya



    Jakarta

    Plafon merupakan salah satu bagian rumah yang cukup penting karena dapat melindungi panas dan air hujan. Ternyata, plafon juga perlu dibersihkan.

    Pembersihan plafon tidak perlu terlalu sering dilakukan. Dilansir dari The Spruce, kamu bisa membersihkan plafon setiap dua tahun sekali, atau saat kamu pindah ke tempat baru. Nah, berikut ini alat-alat dan bahan yang perlu kamu siapkan untuk membersihkan plafon.

    Peralatan

    1. Kemoceng dengan gagang yang bisa diperpanjang
    2. Penyedot debu dengan sambungan sikat
    3. Kain mikrofiber
    4. Roller cat
    5. Botol semprot
    6. Kain pel kering yang rata (opsional)


    Bahan

    1. Cuka putih
    2. Air
    3. Sabun cuci piring cair
    4. Spons melamin (opsional)
    5. Pembersih minyak (opsional)
    6. Pemutih (opsional)

    Cara Membersihkan Plafon

    1. Vakum atau Bersihkan Dengan Kemoceng

    Kamu bisa mulai membersihkan debu dan kotoran yang ada di permukaan. Hal ini bisa dilakukan dengan kemoceng bergagang panjang agar bisa dengan mudah menjangkau plafon atau dengan selang dan sikat penyedot debu. Bersihkan debu atau vakum plafon dengan perlahan, dari satu sisi ke sisi lainnya.

    2. Bersihkan Sudut-sudut dan Lis Plafon

    Jangan lupa untuk membersihkan sudut-sudut dan area di sekitar lis di mana debu bisa mudah menumpuk dari waktu ke waktu. Pakai kain mikrofiber kering untuk membersihkan debu dan menyeka area tersebut dengan hati-hati. Pastikan kamu membersihkan debu sebanyak mungkin, karena debu yang menempel kemungkinan ada yang menyebar ke area lain.

    3. Buat Campuran Pembersih

    Campuran pembersih terbaik untuk plafon adalah dengan larutan pembersih superstar-cuka. Campurkan 2 cangkir air hangat, 1/4 cangkir cuka, dan 1 sendok makan sabun cuci piring, lalu tuangkan ke dalam botol semprotan kosong.

    4. Semprotkan Campuran Pembersih

    Semprotkan larutan pembersih ke seluruh plafon, berhati-hatilah agar tidak ada bagian yang terlewat. Campuran harus disemprotkan secara menyeluruh tanpa membasahi plafon, sebab hal ini bisa menimbulkan kerusakan akibat air dan membuat plafon terlihat jelek.

    Lalu, ambil roller cat yang bersih dan lembab dengan gagang yang bisa diperpanjang dan roll di plafon. Lakukan secara perlahan dan merata, sebab hal ini berfungsi sebagai penggosokan yang lembut untuk campuran pembersih.

    5. Keringkan Plafon

    Ambil beberapa kain mikrofiber bersih dan mulai keringkan plafon yang baru saja dibersihkan. Usapkan kain dengan lembut ke atas dan ke bawah plafon, biarkan kain menyerap sisa cairan dari campuran pembersih.

    Kalau lengan pegal karena mengangkat untuk mengeringkan plafon, kamu bisa coba letakkan kain bersih di dasar pel lantai. Lalu, pegang kain pel secara terbalik mengarah ke atas, dan gunakan untuk mengeringkan plafon sampai kering.

    6. Membersihkan Noda Membandel

    Cari noda yang tersisa, berikut cara membersihkannya
    – Noda jelaga: Gunakan spons melamin untuk membersihkan noda jelaga yang kecil. Basahi spons dan oleskan sedikit minyak oles untuk menghilangkan noda jelaga
    – Noda minyak: Gunakan pembersih khusus anti minyak untuk menghilangkan noda minyak membandel, dan ikuti petunjuk dari produsennya
    – Noda air: Campurkan 9 sendok air dengan 1 sendok pemutih dalam botol semprot, lalu ulangi tiga sampai empat kali atau sampai noda hilang

    Tips Agar Plafon Tetap Bersih Lebih Lama

    Setelah membersihkan plafon, kamu bisa lakukan ini agar plafon tetap bersih lebih lama dengan mengikuti tips berikut
    1. Bersihkan sudut-sudut plafon secara rutin di mana debu dan kotoran mudah menumpuk. Lakukan langkah ini setiap bulan dengan menggunakan kemoceng.
    2. Bersihkan noda kecil segera untuk mencegahnya menjadi noda membandel di kemudian hari
    3. Kamu bisa mempertimbangkan untuk menggunakan penghisap asap dapur untuk menyedot minyak dan kelembaban berlebih di dapur.

    Itulah alat-alat dan cara untuk membersihkan plafon. Semoga bermanfaat ya!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Hilangkan Jamur pada Plafon Kamar Mandi


    Jakarta

    Jamur bisa saja tumbuh di plafon kamar mandi. Hal itu karena kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang memiliki kelembapan yang tinggi sehingga memicu pertumbuhan jamur.

    Adanya jamur di plafon kamar mandi bisa berisiko pada kesehatan dan juga tidak enak dipandang. Maka dari itu, jamur tersebut harus dibersihkan.

    Mengutip dari The Spruce, berikut ada cara menghilangkan jamur di plafon kamar mandi.


    Peralatan dan Bahan yang Dibutuhkan

    • Alat pelindung seperti sarung tangan, kacamata pelindung, dan masker

    • Kuas berbulu lembut

    • Keranjang plastik

    • Tangga

    • Spons

    • Gelas dan sendok takar

    • Botol semprotan

    • Kain mikrofiber

    • Pemutih klorin

    • Sabun pencuci piring

    Cara Menghilangkan Jamur dari Plafon Kamar Mandi

    Jangan Lupa Gunakan Alat Pelindung

    Saat menghilangkan jamur, sebaiknya kenakan pakaian yang jarang dipakai karena jika terkena noda pemutih dan dapat dicuci dengan air panas untuk menghilangkan spora jamur yang mungkin menyebar pada pakaian. Kenakan masker wajah, kacamata pelindung, dan sarung tangan untuk perlindungan lebih aman.

    Campurkan Larutan Pembersih

    Sebelum membersihkan jamur, kamu harus membuat larutan pembersih dulu. Gunakan ember plastik sebagai wadah untuk mencampurkan.

    Campurkan satu sendok makan sabun pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat ke dalam botol semprot. Sabun pencuci piring ampuh membantu membunuh jamur yang tumbuh di plafon kamar mandi.

    Untuk meningkatkan sirkulasi udara saat membersih jamur di plafon kamar mandi, kamu bisa membuka jendela atau menghidupkan exhaust fan.

    Semprot atau Lap Plafon Menggunakan Larutan Pembersih

    Kemudian, gunakan tangga yang untuk menjangkau plafon yang berjamur. Semprotkan larutan pembersih, atau gunakan spons untuk menyeka area berjamur dengan larutan pembersih. Pastikan permukaan plafon basah, tetapi tidak terlalu berlebihan untuk mencegah kerusakan. Biarkan larutan pembersih mengering di udara.

    Periksa Kembali Noda

    Setelah plafon benar-benar kering, periksa noda jamur. Jika masih terlihat bintik-bintik gelap, kamu bisa ulangi proses pembersihan. Hal itu karena jika tidak benar-benar membunuh jamur pada plafon kamar mandi, jamur tersebut akan tumbuh kembali.

    Cara Mencegah Jamur di Plafon Kamar Mandi

    Setelah dibersihkan, kamu bisa melakukan hal-hal berikut ini untuk mencegah jamur tumbuh kembali.

    – Selalu gunakan kipas kamar mandi (exhaust fan) saat mandi atau berendam untuk membantu mengurangi tingkat kelembapan.

    – Buka jendela atau tambahkan kipas sirkulasi untuk meningkatkan sirkulasi udara.

    – Bersihkan pancuran atau shower dan bak mandi secara teratur.

    – Keringkan shower dengan handuk atau alat pembersih kaca setelah setiap penggunaan.

    – Cuci tirai pancuran, pelapis, handuk, dan keset kamar mandi secara teratur.

    – Gunakan cat antijamur untuk kamar mandi dengan pertumbuhan jamur yang konsisten.

    – Tambahkan pelapis langit-langit, yang tidak berpori; pelapis tersebut tidak menyerap uap dan kelembapan dan tidak akan mendorong pertumbuhan jamur seperti langit-langit gipsum atau plester.

    – Untuk kamar mandi tanpa jendela, pertimbangkan untuk menambahkan unit dehumidifier.

    Demikian cara membasmi jamur membandel pada plafon kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Hilangkan Jamur di Plafon Kamar Mandi, Cukup Pakai 2 Bahan Ini


    Jakarta

    Salah satu area di rumah yang sering ditemui jamur adalah plafon kamar mandi. Penyebabnya adalah kondisi kamar mandi yang lembap, ditambah kebocoran pada atap, atau salah satunya.

    Cara mengetahui keberadaan jamur pada plafon kamar mandi adalah dengan melihat apakah ada noda-noda kecoklatan atau warna yang kontras dengan plafon. Biasanya jamur ini bisa bertambah banyak tergantung pada besar area lembap.

    Tumbuhnya jamur pada plafon kamar mandi jangan dianggap sepele karena berisiko bagi kesehatan. Mulai dari batuk, bersin, hidung tersumbat, mata gatal, iritasi kulit, gangguan pernapasan, sakit kepala, dan gejala mirip alergi lainnya.


    Membasmi jamur pada plafon kamar mandi ternyata tidak sulit. Dilansir The Spruce, berikut ada cara menghilangkan jamur di plafon kamar mandi.

    Cara Menghilangkan Jamur sari Plafon Kamar Mandi Drywall (Papan Gipsum) Yang Dicat

    1. Campurkan Larutan Pembersih

    Larutan pembersih jamur mudah kamu temukan, bahkan ada yang instan. Namun, jika kamu ingin membuat sendiri larutan pembersih tersebut. Caranya dengan menyiapkan sabun pencuci puring dan pemutih klorin. Campurkan kedua larutan tersebut ke dalam sebuah wadah berisi air hangat dengan perbandingan 1:2:1.

    Setelah itu, masukkan larutan pembersih ke dalam botol. Semprotkan larutan tersebut pada plafon yang berjamur. Diamkan seharian, lalu semprot lagi hingga terlihat perubahannya.

    Saat membersihkan jamur, kamu harus memakai alat pelindung seperti masker wajah, kacamata pelindung, dan sarung tangan. Selain itu, pastikan ventilasi di kamar mandi dalam keadaan terbuka atau berfungsi agar kamar mandi tidak lembap dan area yang dibersihkan bisa cepat kering.

    2. Periksa Noda Secara Teratur

    Jamur tidak akan hilang dalam satu kali penyemprotan. Kamu perlu menyemprotkan larutan permbersih secara berulang hingga noda tersebut hilang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Ini Ampuh Usir Lintah di Rumah, Dijamin Nggak Balik Lagi!


    Jakarta

    Lintah adalah hewan parasit yang kerap muncul pada saat musim hujan atau di sekitar rumah yang dekat dengan rawa dan sungai. Lintah juga bisa ditemui di daerah yang kerap banjir.

    Hewan ini bisa menempel di mana saja, bahkan tubuh manusia. Kemunculannya cukup berbahaya karena dapat menghisap darah. Mereka memiliki dua alat penghisap yakni di ujung kepala dan ekornya. Ada beberapa kasus, lintah bisa sampai menimbulkan pendarahan, biasanya ini diakibatkan hisapan dari lintah liar.

    Apabila rumah kamu kedatangan lintah atau menemukan beberapa lintah setelah banjir, dilansir dari How to Repel begini cara mengusir lintah.


    Cara Mengusir Lintah dari Rumah

    1. Bawang putih dan Cengkeh

    Dua bahan dapur ini ternyata bisa lho bikin lintah kabur. Caranya juga mudah, kamu cukup hancurkan beberapa siung bawang putih dan cengkeh. Lalu, sebarkan di area yang lembap dimana lintah sering terlihat.

    2. Jus lemon

    Buah dengan cita rasa asam ini bisa mengusir lintah. Kamu cukup peras dan campurkan dengan air. Semprotkan campuran perasan lemon tersebut pada tanaman dan dinding.

    3. Minyak Atsiri

    Jika kamu memiliki mintak atsiri atau essential oil, coba semprotkan ke lintah atau tempat yang kerap didatangi lintah. Hewan tersebut auto pergi karena tidak menyukai aromanya.

    4. Garam

    Cara paling mudah untuk mengusir lintah adalah dengan menaburkan garam di sekeliling tempat yang sering dijumpai lintah. Namun, jika kamu terkena hisapan lintah jangan coba-coba menaburkan garam di atas lukanya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahan Sederhana Ampuh Usir Tawon yang Bersarang di Rumah



    Jakarta

    Tawon termasuk serangga yang berbahaya bagi manusia. Mereka akan menyengat jika merasa terganggu. Sengatannya inilah yang berbahaya bagi manusia maupun hewan peliharaan.

    “Tawon menimbulkan bahaya yang signifikan, karena satu tawon atau sekelompok besar tawon dapat membahayakan atau bahkan berakibat fatal bagi individu dan hewan peliharaan yang sensitif,” ujar Ray Hess, ahli pengendalian hama, dikutip dari laman Real Simple.

    “Tidak seperti lebah madu, alat penyengatnya tidak berduri, sehingga memungkinkan mereka (tawon) menyengat berulang kali,” lanjutnya.


    Parahnya lagi tawon terkadang membuat sarang di sekitar rumah. Jika sudah parah sering kali orang memilih untuk memanggil bantuan seperti anggota pemadam kebakaran.

    Sebenarnya selain memanggil bantuan, kamu bisa saja mencoba untuk mengusir tawon sendiri. Kamu bisa menggunakan bahan-bahan tertentu sebagai senjata utamanya. Simak cara dan bahan-bahan yang dipakai pada uraian di bawah ini.

    Cara Ampuh Mengusir Tawon

    Untuk mengusir tawon yang bersarang di rumah, kamu dapat mengikuti sejumlah bahan dan cara berikut yang dikutip dari laman Good Housekeeping. Dengan cara ini juga, serangga tersebut tidak akan datang kembali ke rumah.

    1. Semprotkan Air Sabun

    Air sabun menjadi bahan efektif untuk mengusir tawon di rumah. Untuk membuatnya, campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring dan air ke dalam botol semprot lalu kocok sampai rata.

    Kamu bisa menyemprotkan campuran sabun dan air ini ke sarang tawon dari jarak jauh. Atau jika letak sarangnya di luar jangkauan, kamu dapat merobohkannya terlebih dulu dengan sapu. Setelah terjatuh, langsung semprotkan larutan ini ke sarangnya.

    Larutan air sabun ini ampuh karena mampu membuat tawon mati seketika dengan menyumbat pori-pori pernapasan atau spirakel mereka.

    2. Gunakan Campuran Cuka dan Air

    Cuka termasuk bahan yang cukup mudah ditemukan di rumah lantaran dapat digunakan untuk masak, membuat kue, hingga sebagai campuran untuk larutan pembersih. Di sisi lain, cuka bisa dipakai juga untuk mengusir tawon lho.

    Asam asetat yang dikandung cuka memiliki bau yang khas. Mencampurkannya dengan air dapat menghasilkan larutan yang efektif untuk memikat tawon serta membunuhnya.

    Campurkan cuka masak atau cuka apel, gula, dan air ke dalam mangkuk lalu aduk rata. Kemudian letakkan larutan ini di dekat sarang tawon. Nantinya, tawon bisa terperangkap dan tenggelam di larutan ini.

    3. Semprotkan Minyak Cengkeh

    Menurut sebuah penelitian, kombinasi minyak esensial cengkeh, geranium, dan serai ampuh mengusir tawon. Untuk membuat larutan pengusir tawon, kamu dapat mencampurkan beberapa tetes masing-masing minyak ini dengan sabun cuci piring, lalu masukkan ke dalam botol semprot.

    Jika hanya memiliki minyak cengkeh, kamu dapat menggunakannya sendiri. Larutkan minyak cengkeh dan sabun sedikit sabun cuci piring, kemudian aduk rata. Larutan ini juga bisa disemprotkan ke sarang tawon untuk mengusirnya.

    Aroma yang kuat dari cengkeh mampu bekerja selayaknya pengusir serangga. Dengan aromanya pula, tawon akan langsung meninggalkan sarangnya.

    4. Gunakan Cengkeh Utuh

    Selain minyak esensialnya, cengkeh utuh juga dapat dimanfaatkan lho. Kamu dapat meletakkan atau menggantungkan biji cengkeh ini di dekat sarang atau di area yang kerap dilalui tawon.

    Caranya dengan memasukkan beberapa cengkeh utuh ke dalam kantong plastik atau tempelkan cengkeh ke dalam lemon lalu letakkan atau gantungkan di lokasi yang strategis.

    5. Taburkan Bedak Bayi

    Bedak bayi dapat digunakan juga untuk mengusir tawon dari sarangnya. Serangga ini tidak menyukai aroma dari bedak bayi sehingga dapat membuatnya kabur.

    Kamu dapat menaburkan bedak bayi di sarang tawon atau menaburkannya di area yang sering serangga ini datangi.

    Selain sejumlah cara di atas, kamu juga dapat menutup rapat tong sampah maupun tempat daur ulang sampah yang ada di sekitar rumah. Bahan makanan juga harus ditutupi karena serangga penyengat ini menyukai makanan yang manis-manis.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab dan Cara Mengatasi Jamur pada Pintu Kayu yang Bikin Rusak


    Jakarta

    Pintu kayu kerap menjadi pilihan karena dapat memberikan kesan rumah yang hangat. Agar lebih tahan lama, kamu harus merawatnya dengan benar.

    Sebab, pintu kayu rentan terkena jamur. Apalagi jika rumah kamu lembap, pertumbuhan jamur bisa semakin cepat.

    Selain kondisi yang lembap, penyebab tumbuhnya jamur pada pintu kayu juga bisa terjadi karena adanya kebocoran rumah. Air hujan yang masuk ke dalam rumah bisa menyerap ke pintu kayu sehingga menyebabkan kondisi lembap yang memicu pertumbuhan jamur.


    Untuk membersihkan jamur dari pintu kayu agak sedikit berbeda. Jika pada pintu bahan uPVC, kaca, maupun aluminium kamu hanya perlu membersihkan permukaannya dengan campurat cairan detergen saja, tapi pada pintu kayu tidak bisa seperti itu.

    Lalu bagaimana cara membersihkan pintu kayu? Dilansir dari Vivid Doors, berikut ini informasinya.

    Cara Membersihkan Noda Jamur pada Pintu Kayu

    Noda Ringan

    Kalau untuk noda jamur yang tidak terlalu banyak, kamu bisa membersihkannya dengan cuka atau mencampurkan air sabun dengan air hangat dan bersihkan bagian pintu yang berjamur. Setelahnya pastikan pintu kering untuk mencegah pertumbuhan jamur.

    Noda Membandel

    Kalau noda jamur cukup membandel, kamu bisa menggunakan cairan pemutih dengan rasio 1:10.

    Langkah-langkah Membersihkan Jamur pada Pintu Kayu

    Langkah Pertama

    Pilih cairan pembersih yang cocok dan masukkan ke dalam botol semprot. Sebagai catatan, jangan campurkan cairan pemutih dengan detergen mengandung amonia karena bisa menghasilkan gas berbahaya.

    Langkah Kedua

    Gunakan pelindung, seperti masker, kacamata pelindung, dan sarung tangan.

    Langkah Ketiga

    Semprotkan cairan pembersih ke area yang harus dibersihkan dan diamkan beberapa menit sebelum membersihkan area tersebut dengan lap basah atau sikat. Pastikan jamur hilang dan bersihkan sisa cairan.

    Langkah Keempat

    Bersihkan pintu dengan air bersih dan spons baru. Kemudian keringkan dengan lap bersih, dan keringkan pintu. Jika sudah kering masih ada sisa jamur, ulangi langkah-langkah pembersihan.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi jamur pada pintu kayu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Basmi Kutu Putih agar Tidak Merusak Tanaman


    Jakarta

    Kutu putih adalah hama yang tidak sulit ditemukan pada tanaman. Tanaman yang terinfeksi serangga ini bisa menjadi rusak, pertumbuhannya terhambat, bahkan mati.

    Kutu putih menyebabkan kerusakan tanaman dengan menghisap sari inangnya. Akibatnya, muncul residu putih pada bagian tanaman tertentu.

    Serangan serangga ini harus dihentikan agar tanaman tidak semakin rusak. Berikut cara mengusir kutu putih pada tanaman.


    Cara Basmi Kutu Putih pada Tanaman

    Dilansir laman The Spruce dan Martha Stewart, berikut sederet cara mengusir kutu putih di tanaman dan mencegahnya kembali:

    1. Siram Kutu Putih

    Jika menghadapi serangan ringan kutu putih, detikers dapat menyiram tanaman dengan air untuk menyingkirkannya. Bagian tanaman yang terserang dapat diletakkan di bawah pancuran air keran. Pastikan menyiram bagian atas dan bawah tanaman atau daun yang terinfeksi.

    Cara ini hanya dapat membasmi kutu putih secara sementara. Lakukan cara ini setiap kali kutu putih kembali.

    2. Semprotkan Cairan DIY

    Cairan dengan bahan bawang bombay, bawang putih, dan bubuk cabai rawit dapat dimanfaatkan untuk mengusir kutu putih. Bahan-bahan ini dihaluskan dengan blender hingga konsistensinya menjadi pasta dan tambahkan air sekitar 1 liter. Selanjutnya campuran didiamkan selama 1 jam.

    Setelah itu, larutan disaring dengan kain tipis dan ditambahkan sabun cuci piring cair kemudian diaduk rata. Cairan ini dapat dimasukkan ke dalam botol untuk disemprotkan ke bagian tanaman yang terserang kutu putih.

    Ulangi proses penyemprotan setelah beberapa hari sesuai kebutuhan. Larutan DIY (do-it-yourself) atau buatan sendiri ini dapat disimpan dalam kulkas dan bertahan hingga 1 minggu.

    3. Semprotkan Larutan Minyak Nimba

    Minyak nimba termasuk insektisida organik yang efektif membasmi kutu putih. Untuk memanfaatkannya, campurkan 1-2 sdm minyak nimba dengan 1-2 sdt sabun cuci piring dan 3,7 liter air. Campuran diaduk rata dan dimasukkan ke dalam botol semprot.

    Larutan minyak nimba ini dapat disemprotkan ke tanaman yang terinfeksi kutu putih pada pagi dan sore hari. Serangga itu tidak terlalu aktif pada waktu tersebut.

    Zat alami dalam minyak nimba bisa memengaruhi kemampuan makan, pertumbuhan, dan perkembangan kutu putih. Ulangi menyemprotkan cairan minyak nimba setelah 1-2 minggu jika serangan kutu putih masih berlanjut.

    4. Sebarkan Serangga Predator

    Sejumlah serangga dapat membunuh kutu putih secara alami, antara lain tawon parasitoid (Leptomastix dactylopii) dan kumbang Cryptolaemus montrouzieri. Apabila tanaman yang terletak di halaman atau rumah kaca terserang kutu putih, menyebarkan serangga-serangga tersebut termasuk alternatif cara membasminya.

    Cara ini termasuk alami, tapi membutuhkan waktu cukup lama. Cara ini juga tidak direkomendasikan untuk serangan kutu putih yang parah.

    5. Pangkas Sebagian Tanaman

    Jika terinfeksi kutu putih cukup berat, bagian tanaman yang terserang dapat dipangkas. Setelah itu, buang potongannya tersebut segera karena kutu putih dapat mengenai bagian tanaman lain. Cara ini termasuk cara bagus untuk membasmi kasus serangan kutu putih tanaman yang parah.

    Penyebab Kutu Putih pada Tanaman

    Serangan kutu putih pada tanaman dapat terjadi karena serangga tersebut tertarik dengan:

    • Tanaman yang kaya akan sari buah seperti pohon jeruk dan mangga. Tanaman ini dapat menjadi bahan makanan kutu putih.
    • Tanaman dengan kadar nitrogen tinggi dan pertumbuhannya lunak.

    Menyiram dan memberi pupuk terlalu banyak dapat memunculkan kutu putih pada tanaman. Infeksi kutu putih dapat menyebar ke tanaman lain. Karenanya, jauhkan tanaman yang terserang dari tanaman lain.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com