Tag: semprotkan

  • Jurus Jitu Bersihkan Lumut di Kamar Mandi, Cukup Pakai Bahan Ini


    Jakarta

    Kamar mandi adalah salah satu ruangan di rumah yang harus sering dibersihkan. Ruangan ini memiliki hawa udara yang lembap, sehingga menjadi tempat yang ideal buat ditumbuhi berbagai organisme termasuk lumut.

    Tak hanya mengganggu estetika, lantai kamar mandi yang berlumut bisa membuat permukaan lebih licin. Hal ini tentunya bisa membahayakan penghuni rumah, apalagi lansia dan anak-anak yang rawan jatuh.

    Lantas, bagaimana kalau kamar mandi sudah terlanjur berlumut? Tenang, kamu bisa membersihkannya dengan bahan-bahan yang biasa ada di rumah.


    Bahan Pembersih Lumut di Kamar Mandi

    Inilah beberapa bahan yang bisa membersihkan lumut di kamar mandi, dilansir dari Better Homes and Garden.

    1. Cuka Putih

    Cuka putih adalah salah satu bahan yang ampuh untuk membersihkan berbagai noda. Ternyata untuk membersihkan lumut terutama di kamar mandi, cuka putih juga efektif. Bahkan, bukan cuma di lantai, di sekitar toilet, saluran pembuangan, hingga ke permukaan pancuran bisa dibersihkan dengan bahan ini.

    Semprotkan cuka langsung ke area yang ada lumutnya dan biarkan sekitar 5-10 menit. Berikutnya, bersihkan dengan lap atau spons. Gosok dengan sikat berbulu untuk lumut membandel.

    2. Cairan Pemutih

    Biasanya, cairan pemutih digunakan untuk membersihkan noda di pakaian, ternyata bahan ini juga bisa mengangkat lumut-lumut yang menempel di area kamar mandi.

    Namun, pada saat membersihkan kamar mandi dengan pemutih, pastikan ventilasi di kamar mandi cukup karena baunya cukup menyengat. Kemudian, campurkan pemutih dan air dengan perbandingan 1:1. Campuran ini ampuh membasmi lumut yang ada di kamar mandi, seperti bak mandi, pancuran, toilet, dan wastafel.

    3. Boraks

    Boraks yang dikenal sering disalahgunakan buat masak sebenarnya untuk pembersih, lho. Salah satunya, bisa kamu gunakan untuk membersihkan lumut di kamar mandi.

    Cara menggunakannya dengan mencampurkan satu cangkir boraks dengan sekitar tiga liter air hangat. Setelah tercampur dengan rata, masukkan larutan ke dalam botol semprot.

    Lalu, langsung semprotkan ke area yang mau dibersihkan. Pakai lap bersih, sikat kawat, atau spons buat membersihkan noda lumut. Sisa campuran boraks bisa digunakan untuk mengepel lantai kamar mandi.

    Itulah cara membersihkan lumut di kamar mandi menggunakan bahan-bahan di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah Basmi Ulat Bulu yang Suka Gerogot Tanaman


    Jakarta

    Ulat bulu adalah hama pengganggu bagi kamu yang memelihara tanaman. Ulat ini menggerogoti tanaman, sehingga merusak bahkan dapat mematikan tanaman.

    Selain merusak tanaman, ulat bulu juga dapat menimbulkan rasa gatal jika kamu tak tersentuh olehnya. Oleh karena itu, kamu perlu tahu cara membasmi ulat bulu.

    Ada beberapa ara mudah untuk membasmi ulat bulu. Yuk, simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Cleanipedia.


    Cara Basmi Ulat Bulu

    Inilah tips membasmi ulat bulu agar tanaman hias terlindungi.

    1. Membersihkan Tong Sampah Secara Rutin

    Bersihkan tong sampah 2-3 kali dalam seminggu, apalagi jika sampah tersebut adalah seperti sisa sayur dan kulit buah. Sisa makanan tersebut akan menarik perhatian ulat bulu.

    2. Menggunakan Oli

    Gunakan oli di pinggir pintu dan jendela untuk mencegah ulat bulu masuk ke dalam rumah dan menghampiri tanaman hias. Ulat bulu membenci aroma dan kelengketan dari oli, sehingga akan berusaha menjauh.

    3. Menggunakan Semprotan Cabai

    Membuat pestisida alami dengan bahan-bahan seperti cabe merah, sabun atau sabun cuci piring, air, dan bawang putih. Rendam bahan-bahan tersebut di dalam air sabun dan endapkan.

    Semprotkan campuran air tersebut ke batang tanaman dan daun untuk mencegah mereka memanjat ke tanaman lagi. Cairan ini bisa disimpan berminggu-minggu dan digunakan setiap hari sampai ulat bulu benar-benar hilang.

    4. Mengambilnya Secara Langsung

    Meskipun cara ini tergolong sedikit ekstrim, sebenarnya ini merupakan cara membasmi ulat bulu di tanaman yang paling efisien dan cepat. Kamu tinggal gunakan sarung tangan, penjepit atau sendok plastik saat mengambilnya secara langsung lalu buang.

    5. Menggunakan Bubuk Bacillus Thuringiensis

    Gunakan bubuk Bacillus Thuringiensis (Bt). Bubuk ini adalah semacam pestisida yang bisa didapatkan di toko tanaman dan tidak berbahaya saat ditaburkan langsung ke tanaman Kamu. Ini adalah salah satu cara mengatasi ulat bulu yang efisien.

    Itulah cara basmi ulat bulu biar nggak makan tanaman kamu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Kelelawar Datang ke Rumah Bisa Berbahaya, Ini Penyebab dan Cara Usirnya



    Jakarta

    Kelelawar bisa dibilang sebagai salah satu hewan yang berbahaya bagi manusia. Hewan nokturnal ini bisa membawa penyakit bagi manusia.

    Hewan bersayap ini bisa membawa penyakit seperti SARS, Ebola, virus nipah, dan lainnya. Oleh karena itu, jangan sampai kelelawar bertengger di suatu bangunan yang dihuni manusia, seperti rumah.

    Untuk mencegah datangnya kelelawar, perlu diketahui pemicu mereka datang ke suatu bangunan. Melansir dari The Spruce berikut beberapa alasannya.


    1. Sumber Panas

    Kelelawar menyukai tempat yang hangat sebagai tempat tinggal dan bersalin. Cara mereka menemukan tempat yang hangat dengan melihat petunjuk rasa hangat yang keluar dari celah rumah. Apabila fasad atau atap rumah terdapat celah, mereka bisa memanfaatkan spot tersebut.

    2. Sumber Makanan

    Sama seperti hewan lainnya, saat mencari tempat tinggal, kelelawar pasti mencari lokasi yang dekat dengan sumber makanannya yakni serangga dan buah-buahan.

    3. Air

    Kelelawar juga membutuhkan air sama seperti makhluk hidup lainnya. Rumah pasti memiliki sumber air yang cukup, terutama yang rumahnya terawat. Biasanya kelelawar suka minum di kolam, air mancur, kolam renang, dan sumber air lainnya.

    Cara Usir Kelelawar dari Rumah

    1. Jauhkan Sumber Makanan Kelelawar

    Makanan kelelawar adalah buah-buahan dan serangga. Jika kamu tidak ingin kelalawar datang ke rumah apalagi tinggal di sana, kamu perlu tahu alasan kedatangan mereka. Apabila karena buah-buahan, kamu bisa membungkus buah di pohon agar tidak dimakan kelelawar. Dengan cara ini serangga juga tidak berdatangan. Lalu jaga kebersihan bagian depan rumah atau di dekat celah-celah rumah agar serangga tidak muncul di sekitar rumah.

    2. Tutup Akses Masuk Kelelawar

    Cara paling efektif adalah menutup akses masuk kelelawar. Sebagai contoh celah di atap, fasad, atau jendela.

    3. Letakkan Bahan Alami yang Dibenci Kelelawar

    Apabila kamu tidak bisa memperbaiki akses masuk kelelawar, kamu bisa menggunakan wewangian dari bahan alami seperti peppermint, kayu manis, atau kayu putih. Wewangian ini dibenci oleh kelelawar dan membuat mereka tidak mau mendekat.

    Jika ingin menggunakan peppermint atau kayu putih, kamu bisa menggunakan minyak esensial tersebut yang dicampurkan dengan secangkir air hangat dan setengah cangkir gula. Semprotkan campuran ini ke sarang kelelawar atau tempat yang sering ditemukan kelelawar untuk mencegahnya menetap di sana.

    4. Pasang Lampu Terang di Kebun

    Sebagai hewan yang hidup di malam hari, kelelawar sensitif terhadap cahaya. Memasang lampu yang terang di kebun atau area yang berpotensi jadi spot favorit mereka dapat membuat kelelawar enggan mendekat.

    5. Panggil Jasa Profesional

    Langkah ini apabila kelelawar sudah tidak bisa diusir dan mulai mengotori rumah. Dengan jasa profesional, kamu bisa terhindar dari penularan penyakit dan masalah akan lebih cepat selesai.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahan Penghilang Lumut Kamar Mandi, Jadi Bersih dan Kesat


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan tempat yang sering lembap, sehingga lumut bisa muncul dengan mudah. Lumut bisa muncul di lantai, dinding, bahkan di dalam bak mandi.

    Selain membuat kotor, lumut yang muncul di lantai bisa membuat licin dan membahayakan penghuni rumah. Untuk itu, jika lumut sudah muncul, itu tandanya harus segera dibersihkan.

    Jika detikers masih bingung cara membersihkannya, simak dulu artikel ini. Ada 5 bahan yang bisa digunakan untuk menghilangkan lumut kamar mandi.


    Bahan-bahan Pembersih Lumut Kamar Mandi

    Dilansir dari Better Homes & Gardens dan Concrete Renovations, berikut ini 5 bahan yang dapat digunakan untuk menghilangkan lumut kamar mandi:

    1. Cuka Putih

    Bahan pertama adalah cuka putih yang ampuh menghilangkan berbagai jenis noda, termasuk lumut di kamar mandi. Bahkan ini cocok dipakai untuk bagian lantai, toilet, hingga saluran pembuangan.

    Caranya ialah dengan menyemprotkan cuka ke tempat yang berlumut. Diamkan sekitar 5-10 menit, lalu bersihkan dengan lap atau spons. Jika lumut membandel, gosoklah dengan sikat.

    2. Soda Kue (Baking Soda)

    Soda kue selain dipakai untuk bahan makanan, juga dikenal bisa untuk membersihkan berbagai noda, salah satunya untuk menghilangkan lumut.

    Caranya dengan menaburkan soda kue ke permukaan lantai atau dinding yang terkena lumut. Diamkan sejenak, lalu bersihkan lap atau sikat.

    3. Boraks

    Boraks dikenal sebagai bahan yang sering disalahgunakan untuk mengawetkan dan mengenyalkan makanan. Boraks sebetulnya adalah bahan pembersih. Bahan ini bisa digunakan untuk menghilangkan lumut di kamar mandi.

    Campurkan satu cangkir boraks dengan sekitar tiga liter air hangat. Setelah merata, masukkan ke botol semprot, lalu semprotkan ke titik yang berlumut atau sekaligus untuk membersihkan lantai. Kemudian bersihkan dengan kain lap bersih, sikat kawat, atau spons.

    4. Cairan Pemutih

    Cairan pemutih pakaian juga bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan lumut membandel di kamar mandi. Cairan ini cukup keras dan berbau menyengat, jadi harus hati-hati menggunakannya.

    Buat campuran bahan ini dan air dengan rasio 1:1. Semprotkan di area berlumut dan titik lain yang bernoda. Pastikan sirkulasi udara kamar mandi baik agar tidak menghirup bau menyengat dari cairan pemutih ini.

    5. Air Panas atau Mendidih

    Selain bahan-bahan di atas, detikers juga bisa mencoba membersihkan lumut dengan air panas atau air mendidih. Lumut akan semakin mudah terangkat setelah disiram air panas. Biasanya cukup dengan menggosok sedikit, maka lumut akan hilang.

    Itulah tadi 5 bahan yang bisa dicoba untuk menghilangkan lumut di kamar mandi. Untuk mencegah lumut membandel, biasakan menyikat kamar mandi secara berkala.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Bak Cairan Ajaib Serbaguna, Ini 4 Kegunaan Cuka Putih di Rumah


    Jakarta

    Cuka putih biasa digunakan sebagai bahan makanan. Namun, ternyata cairan ini juga punya banyak kegunaan lain, lho.

    Kamu bisa memakai cuka putih untuk membersihkan barang maupun membasmi hewan di rumah. Kandungan asam di dalam cuka bisa mengatasi berbagai masalah.

    Lantas, apa saja kegunaan cuka putih di rumah? Yuk, simak ulasannya berikut ini.


    4 Manfaat Cuka Putih di Rumah

    Inilah beberapa cara menggunakan cuka putih di rumah.

    1. Basmi Jamur di Dinding

    Dilansir dari The Spruce, cuka putih ternyata cukup asam untuk merusak struktur jamur di dinding rumah secara perlahan. Caranya, semprotkan cuka putih murni 100% ke arah jamur yang menempel di dinding rumah.

    Selanjutnya, lap jamur dengan kain mikrofiber atau spons dan biarkan area dinding tersebut mengering. Jika masih terdapat noda gelap, semprotkan kembali dengan mencampurkan cuka putih dengan cairan pembersih rumah tangga.

    2. Hilangkan Bau Apak pada Karpet

    Berdasarkan Pristine Home, kombinasi cuka putih dan soda kue mampu menghilangkan noda dan bau apak pada karpet.

    Berikut langkah-langkah menghilangkan bau apak pada karpet dengan cuka putih dan soda kue:

    • Pastikan karpet dalam keadaan kering.
    • Campur air hangat dan cuka putih dengan rasio 2:1 dalam botol semprot. Semprotkan campuran tersebut di area yang bau pada karpet. Namun, jangan membuatnya terlalu basah.
    • Taburkan soda kue di area berbau. Kamu bisa menggunakan sapu atau sikat untuk meratakannya, lalu gosokkan bubuk soda kue tersebut ke dalam karpet. Alternatifnya, kamu juga bisa menggunakan boraks.
    • Biarkan campuran tersebut meresap semalaman.
    • Vakum bubuk soda kue dari karpet, pastikan tidak ada produk yang tertinggal.

    3. Bersihkan Kencing Tikus

    Dikutip dari Hunker, manfaat lainnya dari cuka putih adalah menghilangkan bau pesing dari kencing tikus. Caranya, kamu cukup mencampurkan cuka putih dengan air dengan perbandingan 1:1.

    Tambahkan juga beberapa tetes minyak esensial, seperti lemon atau kayu putih. Selanjutnya, kocok hingga tercampur rata dan semprotkan ke permukaan atau area yang tercium kencing tikus.

    4. Copot Wallpaper

    Selain untuk membersihkan, cuka putih juga bisa membantu kita saat ingin mencopot wallpaper di rumah. Campuran cuka dan air efektif untuk mencopot wallpaper dengan mudah dari dinding rumah.

    Caranya, semprotkan campuran cuka putih dan air ke wallpaper. Dengan begitu, wallpaper akan cukup basah sehingga bisa terpisah dari dinding dengan sendirinya. Untuk mencegah lantai basah, kamu bisa menutupinya dengan lembaran plastik.

    Itulah beberapa kegunaan cuka putih di rumah. Semoga informasinya bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini Cara Efektif Bersihkan Alas Setrika yang Lengket dan Berkerak


    Jakarta

    Setrika adalah alat untuk menghilangkan bekas lipatan pada pakaian. Dengan menyeterika, tampilan pakaian akan kembali rapi dan layak dikenakan.

    Cara kerja setrika adalah dengan mengantarkan panas ke permukaan pakaian. Bagian alas setrika yang terbuat dari logam dapat menghasilkan panas saat terhubung ke listrik. Panas tersebut yang dapat menghilangkan lipatan yang sering kita sebut dengan area yang lecek.

    Saat menggunakan setrika, kamu harus mengatur panasnya dan jangan terlalu lama mendiamkan benda tersebut. Panas yang berlebih justru membuat kain pakaian dapat meleleh dan menempel pada alat setrika. Ketika ada bahan pakaian yang meleleh, nantinya bahan tersebut akan menempel di permukaan setrika dan tidak bisa dibersihkan hanya dengan diusap.


    Jika kamu menemukan kasus seperti itu, jangan coba-coba mencongkel dengan benda tajam saat setrika masih terhubung ke listrik atau masih panas. Dilansir Cleanipedia, berikut cara efektif bersihkan kerak pada alas setrika.

    Tips Bersihkan Kerak pada Alas Setrika

    1. Matikan Setrika

    Pastikan pada saat kamu ingin membersihkan kerak, setrika dalam keadaan dingin dan tidak terhubung dengan listrik. Hal ini untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terkena aliran listrik pendek, listrik terjatuh, atau tangan licin hingga mengenai bagian yang panas.

    2. Campurkan Cuka dengan Air

    Kemudian, campurkan setengah gelas cuka putih dan setengah gelas air dingin. Fungsi cuka di sini adalah untuk menghilangkan noda kerak pada alas setrika. Di dalam kandungan cuka terdapat asam asetat yang berfungsi mengangkat kotoran, noda, dan bakteri yang menempel pada suatu benda.

    3. Bersihkan Kerak Kapur Menggunakan Kapas

    Setelah itu ambil kapas atau kain mikrofiber. Semprotkan atau teteskan campuran air dan cuka ke alas setrika yang berkerak. usap permukaannya hingga kerak hilang. Jika noda susah hilang, tekan sedikit permukaannya dan tambahkan cairan cuka dan air.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Langkah-langkah Hilangkan Jamur di Plafon, Bisa Pakai Cuka dan Detergen


    Jakarta

    Jamur tidak hanya ditemukan pada dinding rumah. Terkadang, jamur juga bisa ditemukan pada langit-langit atau plafon.

    Menghadapi masalah jamur bisa menjadi hal yang menyebalkan, terutama jika jamur muncul di langit-langit. Hal itu karena jamur jadi lebih sulit untuk dijangkau dan dihilangkan.

    Akan tetapi, sangat penting untuk segera mengatasi pertumbuhan jamur demi menjaga kesehatan struktural dan keamanan rumah. Untuk membasminya, bisa menggunakan cuka dan detergen. Berikut ini cara menghilangkan dan mencegah jamur tumbuh di langit-langit.


    Tips Menghilangkan Jamur pada Langit-Langit

    Melansir dari Homes and Gardens, tidak semua kasus jamur sama, dan tidak semuanya bisa diselesaikan dengan metode DIY. Namun, jika area yang terinfeksi cukup kecil, yaitu kurang dari 10 kaki persegi atau 0,9 meter, kamu bisa mengatasinya sendiri menggunakan larutan pembersih yang sesuai. Berikut ini caranya.

    Persiapkan Area

    Menghilangkan jamur dari langit-langit memerlukan perhatian khusus agar tidak terjadi penyebaran spora atau kerusakan pada permukaan. Untuk mencegah penyebaran spora jamur ke bagian lain di dalam ruangan, pastikan untuk melindungi area yang terinfeksi dengan menutupi lantai dan perabotan menggunakan lembaran plastik.

    Kenali Penyebabnya

    Sebelum membersihkan jamur, ketahui dulu apa penyebabnya. Biasanya, adanya jamur terjadi karena atap yang rusak, ventilasi yang buruk, atau tingkat kelembapan yang tinggi.

    Tergantung pada apa yang menjadi penyebabnya, kamu mungkin perlu memperbaiki kebocoran di plafon, meningkatkan ventilasi, atau menurunkan tingkat kelembapan di rumah kamu.

    Pakai Alat Pelindung Diri

    Jamur dapat melepaskan spora yang berbahaya jika terhirup, jadi pastikan untuk mengenakan masker, membuka jendela, atau menggunakan kipas angin untuk menjaga ventilasi yang baik saat membersihkan. Kamu juga perlu memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata untuk melindungi diri dari spora jamur.

    Gunakan Larutan Pembasmi Jamur

    Kamu bisa mencampurkan air dan detergen ke dalam botol semprot, kemudian di semprotkan ke area yang terkena jamur. Larutan ini membantu meregangkan jamur sehingga dapat lebih mudah untuk dihilangkan. Kamu juga bisa menggunakan penghilang jamur komersial.

    Pilihan yang lain adalah dengan menggunakan cuka untuk membasmi jamur. Asam asetat yang terkandung pada cuka dapat membunuh jamur dengan baik, buatlah larutan air dan cuka putih dengan perbandingan yang sama. Semprotkan pada seluruh area yang berjamur dan diamkan selama 15-20 menit sebelum dibersihkan.

    Gunakan kain bersih yang dibasahkan dengan air untuk menghapus larutan pembersih dan sisa jamur yang masih tertinggal. Pastikan untuk membilas kain tersebut agar tidak membuat langit-langit menjadi basah.

    “Setelah dibersihkan, sangat penting untuk mengeringkan area tersebut secara menyeluruh guna mencegah jamur tumbuh kembali,” ujar CEO Mold Busters, Michael Golubev, dikutip dari Homes and Garden.

    “Kamu harus memastikan bahwa area tersebut benar-benar kering sebelum kamu mengecat atau memberikan pelapis ulang,” tambahnya.

    Cat Langit-langit

    Setelah area tersebut benar-benar kering, sebaiknya cat ulang bagian yang ditumbuhi jamur dengan cat dasar dan cat anti jamur untuk mencegah pertumbuhan jamur di masa depan.

    Panggil Tenaga Ahli

    “Jika jamur menutupi lebih dari 30 cm, maka kamu tidak boleh mencoba untuk menghilangkan jamur sendiri,” ujar direktur pemasaran Cleaner Guys, Melanie Ortegon.

    Hal itu karena bisa mengakibatkan jamur yang berakar akan menyebar jauh lebih dalam lagi. Jika jamur menyebar lebih dari 30 cm, maka obat rumahan seperti halnya cuka tidak akan mampu menembus cukup dalam untuk membunuh jamur secara keseluruhan.

    Satu-satunya metode yang benar-benar efektif untuk mengatasi jamur yang telah menyebar adalah dengan menyewa perusahaan penghilang jamur bersertifikat untuk menangani masalah tersebut.

    Mencoba mengatasinya sendiri bisa berisiko bagi kesehatan kamu, karena jika tidak ditangani, dihilangkan, dan disanitasi dengan peralatan yang tepat, jamur dapat menyebabkan penyakit atau menyebar lebih jauh ke dalam properti.

    Setelah menghilangkan jamur dari langit-langit, perhatikan area yang telah dibersihkan untuk memastikan jamur tidak muncul kembali.

    Jika kamu menemukan tanda-tanda jamur muncul lagi, lakukan kembali proses pembersihan. Ingat, langkah terbaik untuk menangani jamur adalah dengan mencegahnya sejak awal.

    Itulah langkah-langkah membersihkan jamur di plafon rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh! Begini Cara Hilangkan Noda dan Bau Kencing di Kasur



    Jakarta

    Terkadang ada saja kejadian anak-anak atau hewan peliharaan buang air kecil di tempat tidur atau kasur. Air kencing itu meninggalkan noda dan bau pesing kalau tidak cepat dibersihkan.

    Noda dan bau kencing pada kasur tentu sangat mengganggu kenyamanan orang yang menggunakan kasur. Oleh karena itu, kamu harus membersihkan bekas air kencing dengan benar.

    Jika sudah kejadian seperti itu, kamu nggak perlu panik. Berikut ini cara menghilangkan noda dan bau pesing dari kasur, dikutip dari Real Simple.


    Cara Menghilangkan Bau Pesing

    Jika noda kencing baru, kamu bisa segera membersihkan area tersebut dengan tisu untuk menyerap urine sebanyak mungkin.

    1. Buat Larutan Pembersih

    Campurkan 1/2 sendok teh detergen dengan 1 cangkir air hangat. Celupkan sikat berbulu lembut ke dalam campuran tersebut dan gosok ke kasur. Gosok dengan lembut dari bagian luar noda ke tengah.

    2. Taburkan Baking Soda atau Soda Kue

    Keringkan area tersebut dengan lap kering untuk menyerap kelembapan berlebih. Lalu, taburkan area yang lembap dan sudah dibersihkan dengan lapisan baking soda sekitar 0,6 cm.

    3. Keringkan

    Biarkan kasur mengering selama beberapa jam. Lamanya tergantung dari bahan kasur. Kamu bisa mempercepat proses ini dengan menyalakan kipas angin atau membuka jendela.

    Setelah kering, kamu bisa menghilangkan baking soda dari kasur. Salah satu caranya bisa dengan menggunakan vacuum cleaner.

    Cara Menghilangkan Noda Bekas Kencing

    Kamu bisa menghilangkan noda bekas kencing menggunakan detergen. Simak caranya berikut ini.

    1. Buat Larutan Pembersih

    Buat pasta dari baking soda dan air, kamu bisa membuatnya dengan perbandingan 3:1 untuk mendapatkan pasta yang kental.

    2. Oleskan ke Kasur

    Oleskan pasta tersebut pada noda kencing dan gunakan sikat berbulu lembut untuk mengoleskannya agar menyerap ke serat kasur.

    3. Keringkan

    Biarkan pasta mengering setidaknya selama 4 jam untuk membantu menyerap molekul bau pesing. Untuk pembersihan lebih dalam, tunggu 24 jam. Kamu bisa gunakan kipas angin untuk mempercepat prosesnya. Jika sudah kering, kamu bisa vakum area tersebut.

    Sebagai catatan, jika menggunakan baking soda masih belum hilang bau pesing dan nodanya, kamu bisa menggunakan cuka. Semprotkan cuka putih yang sudah disuling ke area tersebut. Bau cuka memang menyengat, tetapi akan hilang saat kasur mengering.

    Itulah cara menghilangkan bau pesing dan noda air kencing dari kasur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Cara Mengusir Kucing Agar Tidak Datang Lagi ke Rumah


    Jakarta

    Kucing liar sering kali datang ke rumah karena mencari makanan, tempat berteduh, atau sekadar merasa nyaman di lingkungan sekitar. Meskipun sebagian orang menyukai kehadiran kucing, tidak sedikit yang merasa terganggu.

    Kucing liar yang datang kerap merusak tanaman, meninggalkan kotoran, atau mengacak-acak tempat sampah. Jika dibiarkan, kucing-kucing ini bisa terus kembali dan bahkan mengajak kucing lain untuk datang.

    Untuk mengatasi masalah ini, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengusir kucing tanpa harus menyakitinya. Rumah pun tetap bersih dan bebas dari kehadiran kucing liar.


    Kenapa Kucing Liar Terus Datang ke Rumah?

    Sebelum mencari cara mengusirnya, kita perlu tahu penyebab kucing liar terus datang menghampiri rumahmu. Dalam laman Time for Paws, dijelaskan bahwa kucing kerap mencari keamanan.

    Kucing liar sering datang ke rumah karena beberapa alasan utama, terutama terkait dengan kebutuhan dasar mereka seperti makanan, tempat berlindung, dan rasa aman. Mereka selalu mencari tempat yang aman untuk tinggal di mana ada sumber makanan yang dapat diandalkan.

    Salah satu alasan paling umum adalah ketersediaan makanan. Jika ada tempat sampah yang terbuka, sisa makanan di pekarangan, atau bahkan seseorang yang sering memberi makan kucing, mereka akan terus datang ke tempat itu. Kucing memiliki penciuman yang tajam, sehingga mereka bisa dengan mudah menemukan sumber makanan, meskipun tersembunyi.

    Selain makanan, kucing liar juga membutuhkan tempat yang aman untuk beristirahat atau melahirkan anak. Area yang sepi seperti garasi, bawah mobil, atau sudut-sudut rumah yang jarang digunakan bisa menjadi tempat yang nyaman bagi mereka untuk berteduh dari panas, hujan, atau bahaya lainnya.

    10 Cara Mengusir Kucing Agar Tidak Datang Lagi ke Rumah

    Sebelum kamu menggunakan beragam cara untuk mengusirnya, pastikan dulu rumahmu tidak menjadi ‘tempat terbaik’ untuk kucing liar. Biasanya, kalau rumahmu tidak menjadi penyedia makanan atau tempat tinggal yang nyaman, kucing akan enggan datang lagi.

    Namun, ada beberapa cara mengusir kucing liar agar tidak kembali lagi ke rumah. Berikut dirangkum dari laman The Spruce dan Pets Stack Exchange:

    1. Bersihkan Sisa Makanan dan Sampah

    Kucing liar cenderung datang ke tempat yang menyediakan makanan. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu membersihkan sisa makanan serta menutup tempat sampah dengan rapat agar sulit untuk dijangkau mereka. Sebisa mungkin, bersihkan sisa makanan untuk menghilangkan aroma yang bisa mengundang kucing dan hewan liar lainnya.

    2. Pastikan Tak Ada yang Memberi Makan di Area Rumahmu

    Kucing cenderung kembali ke suatu tempat jika mereka tahu ada makanan yang tersedia. Jika ingin mencegah mereka sering datang, hindari memberi makan atau menyediakan air di area tertentu. Cara ini juga efektif untuk mengusir kucing liar agar tidak kembali ke rumah.

    3. Semprotkan Bau yang Tidak Disukai Kucing

    Salah satu cara menghalau kucing adalah dengan memanfaatkan aroma yang mereka tidak sukai. Kucing cenderung menghindari bau menyengat dari bawang putih, tembakau, citronella, dan eucalyptus.

    Karena bau-bauan tersebut dapat memudar seiring waktu, pastikan untuk mengaplikasikannya kembali secara rutin, terutama di area yang ingin dijauhkan dari kucing. Metode ini cukup efektif digunakan untuk mengusir kucing dari tempat tertutup seperti plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

    4. Sebarkan Pecahan Cangkang Telur

    Cangkang telur yang dihancurkan menjadi potongan kecil bisa digunakan untuk mencegah kucing liar masuk ke halaman rumah. Permukaannya yang agak tajam membuat kucing merasa tidak nyaman saat berjalan di atasnya. Sebarkan cangkang telur secukupnya sesuai luas area yang ingin dilindungi.

    5. Semprotkan Larutan Cuka

    Cuka memiliki bau yang sangat menyengat, bahkan bagi manusia. Aroma asam ini jauh lebih mengganggu bagi kucing, sehingga dapat digunakan untuk mengusir mereka. Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1, lalu masukkan ke dalam botol semprot. Semprotkan cairan ini ke area yang sering didatangi kucing untuk membuat mereka enggan kembali.

    6. Taburkan Serbuk Kopi

    Bubuk kopi bisa menjadi pengusir alami bagi kucing liar karena aromanya yang kuat dapat mengganggu penciuman mereka. Cukup taburkan bubuk kopi di area yang sering didatangi kucing. Selain itu, bubuk kopi juga aman bagi tanaman, meskipun bisa meningkatkan keasaman tanah.

    7. Tanam Tumbuhan yang Tidak Disukai Kucing

    Beberapa tanaman memiliki aroma yang kurang disukai kucing, seperti lavender, rosemary, dan mint. Kamu bisa menanamnya di pekarangan rumah untuk mencegah kedatangan kucing liar. Meskipun baunya mengganggu bagi kucing, tanaman ini justru memiliki aroma yang menyenangkan bagi manusia.

    Selain itu, kamu bisa menanam tanaman rue (ingu/common rue) atau menaburkan rue kering di sekitar halaman dan kebun. Tanaman ini memiliki bau yang tajam dan rasa pahit, sehingga bisa membuat kucing enggan mendekat.

    8. Gunakan Penyemprot Air Otomatis

    Alat penyemprot air otomatis bisa menjadi solusi efektif untuk menghalau kucing liar dari halaman rumah. Perangkat ini umumnya dilengkapi sensor inframerah yang akan mengaktifkan semprotan air ketika mendeteksi adanya gerakan. Kucing yang terkena semburan air biasanya akan terkejut dan enggan kembali ke tempat tersebut.

    9. Pasang Pagar Khusus

    Pagar dengan celah memungkinkan kucing untuk melewatinya dengan mudah. Namun, jika memasang pagar khusus anti-kucing, mereka akan kesulitan untuk menyeberang. Pagar ini biasanya memiliki paku penghalang yang tidak terlalu tajam, sehingga tidak akan menyakiti kucing, tetapi cukup efektif untuk mencegah mereka masuk.

    Bisa juga dengan letakkan kawat ayam berukuran kecil di bawah permukaan tanah, atau gunakan material lain yang membuat kucing merasa tidak nyaman saat berjalan di atasnya. Selain kawat ayam, kamu juga bisa membalik karpet plastik yang kasar, sebagai alternatif.

    10. Letakkan Tusuk Gigi di Halaman

    Tusuk gigi kayu juga bisa dimanfaatkan untuk menghalau kucing liar. Caranya bukan dengan menusukkan ke tubuh mereka, melainkan dengan menancapkannya di tanah di area yang sering dikunjungi kucing.

    Kuncinya, jika area tersebut terasa kurang nyaman, kucing akan cenderung menghindarinya dan tidak betah berlama-lama di sana.

    Itulah beberapa cara untuk mengusir kucing liar tanpa menyakiti mereka. Kamu bisa mencoba salah satu atau mengombinasikan beberapa metode agar lebih efektif.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Ampuh Membasmi Semut yang Bersarang di Rumah


    Jakarta

    Semut bisa menjadi hama yang mengganggu di rumah. Keberadaan semut bisa merusak stok makanan, mengganggu kenyamanan, dan gigitannya menyakitkan.

    Tak jarang koloni semut ditemukan bersarang rumah. Koloninya berbaris rapi saat menemukan sumber makanan dan menyebar luas ke seluruh area rumah untuk menemukan makanan lain.

    Jika menemukan sarang semut di rumah, sejumlah bahan dapat digunakan untuk memusnahkannya. Simak di bawah ini.


    Cara Membasmi Sarang Semut di Rumah

    Sejumlah bahan yang mudah ditemukan dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan sarang semut di rumah. Mengutip HGTV, Healthline, dan BBC Gardeners World Magazine, berikut bahan-bahan dan caranya:

    1. Siram dengan Air Panas

    Lubang semut mungkin tampak kecil dari atas, tetapi koloni semut di bawahnya sangatlah banyak. Nah, cara ampuh ini dapat dicoba untuk memberantasnya.

    Cukup rebus air hingga mendidih dan siram langsung ke sarang semut. Segera semut-semut di dalamnya akan musnah.

    2. Taburkan Lada atau Cabai Bubuk

    Lada dan cabai bubuk termasuk pengusir semut alami. Aroma menyengat yang dikeluarkan bisa mengganggu semut sehingga mereka akan pergi. Cukup taburkan merica dan cabai bubuk ke sarang semut dan sekitarnya.

    3. Semprotkan Larutan Cuka Putih

    Kawanan semut meninggalkan feromon untuk memberi tahu semut lain mengenai lokasi sumber makanan. Sekadar menyapu semut tidak akan menghentikan semut lainnya muncul. Karena itu, penting untuk menghilangkan bau feromon yang tertinggal.

    Selain terkenal sebagai pembersih rumah, cuka putih efektif untuk membasmi sarang semut. Caranya, campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1. Semprotkan ke area koloni semut berada dan lap dengan kain atau tisu untuk menghancurkan jejak feromonnya.

    4. Taburkan Bubuk Kulit Jeruk

    Jangan buang kulit jeruk karena bermanfaat untuk mengusir semut. Kulit jeruk perlu dikeringkan terlebih dahulu dan haluskan hingga menjadi bubuk menggunakan food processor atau penggiling. Taburkan kulit jeruk yang sudah dihaluskan ke sarang semut di area rumah.

    5. Semprotkan Larutan Minyak Esensial

    Kalau punya minyak esensial seperti minyak peppermint, minyak tea tree, minyak citrus, atau minyak beraroma kuat lainnya di rumah, bisa digunakan untuk menghilangkan sarang semut.

    Campurkan 60 ml air dengan 7 tetes minyak citrus atau 15 tetes minyak tea tree atau minyak peppermint. Kocok hingga tercampur dan semprotkan ke lubang semut.

    Semprotkan juga larutan minyak esensial ini ke sepanjang papan pinggir, ambang jendela, atau tempat lain yang menjadi tempat semut masuk ke rumah.

    Bisa juga teteskan beberapa tetes minyak esensial langsung pada bola kapas dan masukkan ke dalam lemari atau area dapur untuk mengusir semut yang bersarang.

    6. Taburkan Ampas Kopi

    Ampas kopi yang baru diseduh ternyata bisa digunakan untuk membasmi semut yang bersarang. Taburkan ampasnya ke lubang semut atau area berkumpul semut lainnya. Aromanya yang kuat akan membuat semut terganggu.

    Ampas kopi yang sudah kering tidak lagi bermanfaat, jadi pastikan menggantinya secara berkala.

    7. Siram Air Secara Teratur

    Jika menemukan sarang semut di luar rumah seperti di pekarangan, kemungkinan besar tidak akan membahayakan penghuni. Jadi tidak apa-apa untuk membiarkannya.

    Namun bila semut bersarang di pot dan membuat tanamannya mati, maka bisa pertimbangkan untuk menyiram pot secara teratur. Hindari membanjiri pot sepenuhnya karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

    Sejumlah cara di atas mungkin tidak akan bertahan lama dan tidak cukup dilakukan sekali. Ulangi langkah-langkahnya jika masih terdeteksi semut di tempat yang sama.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com