Tag: sengatan listrik

  • Salah Pilih Kabel Listrik Bisa Bawa Petaka di Rumah


    Jakarta

    Memilih kabel listrik yang tepat untuk rumah adalah hal krusial yang sering diabaikan.

    Padahal, kesalahan dalam memilih kabel bisa menimbulkan berbagai risiko yang berbahaya, mulai dari kerusakan perangkat hingga kebakaran rumah.

    Overheating yang Berpotensi Kebakaran

    Salah satu risiko terbesar dari pemilihan kabel yang tidak sesuai adalah overheating. Kabel yang tidak mampu menahan arus listrik berlebih dapat memanas dengan cepat, melansir familyhandyman.com, tukang listrik biasanya menggunakan alat penguji tegangan non kontak, dan kamu juga sebaiknya memiliki alat tersebut.


    Jika dibiarkan, suhu tinggi ini dapat menyebabkan isolasi kabel terbakar, yang akhirnya berujung pada kebakaran rumah. Pastikan memilih kabel dengan kapasitas yang sesuai dengan beban listrik di rumah, konsultasikan dengan teknisi listrik jika kamu tidak yakin dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

    Korsleting Listrik

    Korsleting listrik terjadi ketika aliran listrik yang tidak sesuai atau arus pendek mengalir di dalam rangkaian. Ini biasanya disebabkan oleh penggunaan kabel yang tidak mampu menahan beban arus listrik yang besar. Korsleting tidak hanya dapat merusak perangkat elektronik, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran.

    Gunakan kabel dengan standar yang sudah teruji kualitasnya dan mampu menahan arus listrik yang diperlukan. Periksa juga instalasi listrik secara berkala untuk memastikan semua kabel dalam kondisi baik.

    Kerusakan Perangkat Elektronik

    Memilih kabel dengan spesifikasi yang salah, terutama yang tidak sesuai dengan kebutuhan arus listrik, bisa menyebabkan kerusakan perangkat elektronik. Ini disebabkan oleh arus listrik yang tidak stabil, yang membuat perangkat cepat rusak atau bahkan terbakar.

    Kamu bisa menggunakan kabel dengan ukuran yang tepat sesuai daya yang dibutuhkan oleh perangkat. Misalnya, untuk perangkat besar seperti AC dan kulkas, gunakan kabel dengan diameter yang lebih besar.

    Kejutan Listrik (Sengatan Listrik)

    Bahaya lain yang tak kalah serius adalah kejutan listrik. Ini bisa terjadi jika kabel yang dipilih tidak memiliki isolasi yang baik atau rusak. Risiko ini bisa sangat berbahaya, terutama jika penghuni rumah secara tidak sengaja menyentuh kabel yang terkelupas.

    Pilihlah kabel dengan isolasi yang tebal dan berkualitas baik. Hindari penggunaan kabel yang murah dan tidak jelas mereknya, karena biasanya memiliki kualitas isolasi yang buruk.

    Biaya Perbaikan yang Tinggi

    Memilih kabel yang salah bukan hanya menimbulkan risiko keselamatan, tetapi juga berdampak pada biaya perbaikan yang tinggi. Perangkat yang rusak akibat arus listrik yang tidak stabil atau korsleting membutuhkan biaya perbaikan atau penggantian yang mahal.

    Jangan berhemat pada kualitas kabel. Meskipun kabel berkualitas mungkin lebih mahal, ini adalah investasi jangka panjang yang akan melindungi rumah dan perangkat kamu dari kerusakan lebih lanjut.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahaya Pilih Kabel Listrik Rumah Sembarangan, Bisa Picu Kebakaran!


    Jakarta

    Sistem listrik di rumah tidak sesederhana kelihatannya. Semuanya harus dipasang dengan tepat bahkan pemilihan kabelnya pun tidak sembarangan.

    Kabel listrik yang fungsinya sebagai penghantar listrik harus aman saat digunakan. Kualitas yang rendah justru hanya membahayakan penghuni dan rumah itu sendiri. Jangan sampai kamu tergiur dengan harga kabel listrik murah padahal kualitasnya tidak sesuai standar. Apabila sudah terjadi kebakaran, kerugian yang harus ditanggung akan jauh lebih besar.

    Saat membeli kabel listrik lebih baik lakukan riset merek-merek yang berkualitas dan bertanya dengan ahli. Setelah itu, pemasangannya pun harus dengan ahlinya. Apabila hal seperti ini dianggap sepele, akan ada beberapa risiko yang mungkin akan terjadi. Dilansir dari Family Handyman, berikut ini informasinya.


    1. Kebakaran

    Kemungkinan terbesar saat kamu salah menggunakan jenis kabel listrik adalah kebakaran. Pemicunya berasal dari overheating atau arus listrik yang berlebih, kemudian menimbulkan panas. Efeknya apabila arus tersebut bocor adalah dinding isolasi pada kabel akan terbakar dan apinya dapat memantik kebakaran apalagi jika mengenai benda yang mudah terbakar. Overheating ini bisa ditemukan menggunakan alat khusus yang pastinya tidak terjadi kontak langsung.

    2. Korsleting Listrik

    Masih dengan konsep yang sama, saat kabel listrik tidak dapat menahan alur listrik, korsleting listrik mungkin saja terjadi. Aliran listrik yang tidak sesuai atau arus pendek mengalir di dalam rangkaian. Korsleting tidak hanya dapat merusak perangkat elektronik, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran.

    3. Kerusakan Perangkat Elektronik

    Memilih kabel dengan spesifikasi yang salah, terutama yang tidak sesuai dengan kebutuhan arus listrik, bisa menyebabkan kerusakan perangkat elektronik. Ini disebabkan oleh arus listrik yang tidak stabil, yang membuat perangkat cepat rusak atau bahkan terbakar.

    Kamu bisa menggunakan kabel dengan ukuran yang tepat sesuai daya yang dibutuhkan oleh perangkat. Misalnya, untuk perangkat besar seperti AC dan kulkas, gunakan kabel dengan diameter yang lebih besar.

    4. Kejutan Listrik (Sengatan Listrik)

    Kejutan listrik dipicu terjadi karena kabel yang dipilih tidak memiliki isolasi yang baik atau rusak. Kondisi arus listrik yang bocor ini dapat memicu korsleting dan kebakaran.

    Untuk menghindari hal seperti ini sebaiknya pilih kabel dengan isolasi yang tebal dan berkualitas baik. Hindari penggunaan kabel yang murah dengan merek yang tidak jelas. Sebab, biasanya kabel tersebut tidak memiliki kualitas isolasi yang bagus.

    5. Biaya Perbaikan yang Tinggi

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, salah memilih kabel listrik risikonya adalah biaya kerugiannya akan jauh lebih besar. Sistem pemasangan listrik pun tidak sederhana sehingga apabila masalahnya berada di kabel yang ditanam, perbaikannya akan jauh lebih sulit. Lebih baik membeli kabel listrik yang mahal dan berkualitas untuk investasi jangka panjang.

    Itulah beberapa bahaya yang kemungkinan bisa terjadi apabila memilih kabel listrik sembarangan di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cegah Korsleting Listrik, 5 Hal Ini Perlu Dilakukan saat Rumah Banjir


    Jakarta

    Ketika rumah kebanjiran, tentu kamu harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain menyelamatkan diri dan sejumlah barang berharga, pastikan kamu juga mengecek kelistrikan di rumah.

    Soalnya, arus pendek listrik sangat rentan terjadi karena air merupakan konduktor listrik yang baik. Jika instalasi listrik sampai terendam banjir, maka risiko korsleting dan sengatan listrik meningkat drastis.

    Sebagai bentuk antisipasi, ada beberapa hal yang perlu dilakukan terhadap kelistrikan di rumah saat banjir melanda. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Hal yang Wajib Dilakukan saat Rumah Banjir Demi Cegah Korsleting

    Ada sejumlah hal yang wajib dilakukan ketika rumah terendam banjir. Dikutip dari Perl Electrical, Senin (7/7/2025), berikut penjelasannya:

    1. Matikan Instalasi Listrik

    Apabila banjir belum tinggi, segera matikan instalasi listrik. Kamu dapat mematikan Mini Circuit Breaker (MCB) guna memutus pasokan listrik ke rumah. Langkah ini dapat mencegah risiko sengatan listrik dan meminimalisir kerusakan pada komponennya, seperti stopkontak hingga barang elektronik.

    2. Pindahkan Barang Elektronik

    Ketika banjir melanda, segera pindahkan barang elektronik seperti TV, kulkas, kipas angin, hingga berbagai benda lainnya yang terhubung ke stopkontak. Pindahkan barang tersebut ke tempat yang lebih aman. Jika rumah kamu terdiri dari dua lantai atau lebih, segera amankan barang elektronik ke lantai atas.

    3. Tunggu Hingga Aman

    Saat banjir sudah mulai surut, bukan berarti kamu bisa langsung menyalakan instalasi listrik. Sebab, sisa air banjir yang tidak dikeringkan berisiko menyebabkan kelembapan, sehingga menimbulkan risiko terjadinya arus pendek listrik pada komponen tertentu.

    4. Cek Kembali Barang Elektronik

    Meski barang elektronik sudah berhasil dievakuasi, pastikan kamu melakukan pengecekan terlebih dahulu. Jangan langsung berasumsi kalau benda tersebut aman karena tidak terkena banjir.

    Sebab, meski terlihat kering dari bagian luar tetapi komponen internal di dalamnya bisa saja rusak. Jika kamu ragu, segera bawa perangkat elektronik tersebut ke service center terdekat dari rumah untuk dicek lebih lanjut.

    5. Hindari Stopkontak yang Terkena Air

    Stopkontak yang sudah terendam banjir sebaiknya jangan digunakan lagi karena air dapat menghantarkan listrik. Selain menimbulkan kerusakan pada barang elektronik, kamu juga bisa tersengat arus listrik.

    Disarankan seluruh komponen stopkontak hingga sakelar rumah diganti dengan yang baru. Langkah ini untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang bisa memicu kebakaran.

    Mengutip laman Kementerian ESDM, listrik akan dipadamkan oleh PLN apabila rumah pelanggan terendam banjir cukup tinggi serta gardu distribusi listrik ikut terendam banjir.

    Apabila aliran listrik yang terkena banjir tidak kunjung padam, segera hubungi contact center PLN 123. Ikuti juga arahan dari petugas PLN untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cek Kebocoran Listrik di Rumah dengan Cara Ini, Nggak Perlu Alat Tambahan!


    Jakarta

    Adanya kebocoran listrik di rumah tidak bisa dianggap remeh. Sebagai informasi, kebocoran listrik adalah kondisi ketika arus listrik yang mengalir di luar jalur yang seharusnya.

    Listrik yang mengalir di luar jalur tidak dapat dicegah meskipun meteran listrik sudah dalam kondisi mati. Hal tersebut sangat berisiko karena bikin tagihan listrik membengkak hingga membahayakan keselamatan penghuni rumah.

    Ingin tahu cara mengecek adanya kebocoran listrik di rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Cek Ada Kebocoran Listrik di Rumah

    Sebagai pemilik rumah, kamu dapat mengecek kebocoran listrik dengan melihat meteran listrik atau token, terutama yang memakai meteran prabayar. Berikut langkah-langkahnya yang dikutip dari catatan detikProperti:

    1. Matikan dan cabut semua kabel dan perangkat elektronik di rumah
    2. Matikan instalasi listrik melalui Mini Circuit Breaker (MCB)
    3. Tekan angka ’44’ pada meteran listrik, lalu tekan ‘Enter’
    4. Setelah itu, lihat angka yang tertera pada meteran listrik. Apabila angka ‘0’ (nol) yang muncul maka tidak ada kebocoran. Namun, jika ada angka 1, 2, atau angka dengan koma, itu pertanda ada kebocoran listrik di rumah.

    Bahaya Jika Ada Kebocoran Listrik di Rumah

    Sebagai pemilik rumah, detikers harus waspada terhadap kebocoran listrik. SPV Teknik PLN ULP Sawangan Depok, Yudhi Maharsa Jaya mengatakan kondisi kebocoran listrik dapat lebih berisiko jika lokasinya berada di dekat besi dan air. Kombinasi keduanya bisa menyebabkan sengatan listrik, korsleting, hingga kebakaran.

    “Misalkan jalur kabel itu melewati besi. Nah itu mungkin ada sedikit sengatan, (meskipun) kebocorannya masih kecil, bisa tersetrum lah bahasa kasarnya,” kata Yudhi kepada detikProperti pada Kamis (31/10/2024) lalu.

    “(Aliran dekat air) Itu ngaruh juga karena kalau setahu saya, saya pernah kejadian terkait instalasi yang bocor ke arah pemanas kamar mandi. Air itu kan pengantar yang bagus untuk listrik,” ungkapnya.

    Kebocoran listrik di rumah juga dapat merusak barang-barang elektronik. Soalnya, daya yang diterima jauh lebih besar daripada yang seharusnya.

    Lebih lanjut, Yudhi mengatakan adanya kebocoran listrik membuat tagihan listrik jadi membengkak setiap bulan. Soalnya, pemakaian listrik jadi berlebihan meski sudah mengurangi penggunaan perangkat elektronik semaksimal mungkin.

    “Tagihan listrik kita kan naik terus ya, maksudnya kayak gede. Jadi kenapa sih masyarakat sering kan kontraknya saya agak bengkak itu (karena kebocoran listrik),” pungkas Yudhi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com