Tag: seprai

  • Jangan Taruh Barang-barang Ini di Kolong Tempat Tidur, Pokoknya Jangan


    Jakarta

    Jika di bawah tempat tidur kamu ada ruang kosong, jangan ditaruh apapun di sana ya. Bisa-bisa kamu lupa pernah menaruh barang di sana atau bahkan menjadi sarang serangga.

    Ada beberapa barang yang sebaiknya tidak diletakkan di kolong tempat tidur. Dilansir dari Real Simple, Selasa (10/9/2024), berikut ini informasinya.

    Apapun yang Terbuat dari Kertas dan Karton

    Sebaiknya, kamu tidak menyimpan barang-barang yang terbuat dari kertas atau karton di kolong kasur. Misalnya seperti kardus sepatu, foto, buku, dokumen, dan lainnya. Jika kamu menaruh barang-barang yang terbuat dari kertas atau karton di Kolong kasur, bisa-bisa menjadi sarang serangga.


    “Produk kertas sebenarnya merupakan sumber makanan bagi beberapa serangga, mulai dari kutu buku hingga ngengat dan kecoa,” kata pendiri blog The Unclutterred Life dan Founder Declutter Deck, Danica Carson, dikutip dari Real Simple.

    Barang yang Terbuat dari Kulit

    Menaruh sepatu atau tas kulit di bawah tempat tidur hampir sama seperti menjemurnya di bawah sinar matahari karena bisa rusak. Hal itu karena di kolong kasur sering berdebu.

    “Debu dapat menyebabkan barang-barang dari kulit mengering, retak, dan berubah warna seiring waktu. Kalau kamu benar-benar harus menyimpan barang-barang ini di bawah tempat tidur, barang tersebut harus disimpan dalam wadah plastik untuk mencegah debu menumpuk di atasnya,” jelas Carson.

    Alat Elektronik

    Barang selanjutnya yang tidak boleh ditaruh di kolong kasur adalah alat elektronik. Sebab, debu yang ada di sana bisa merusak alat elektronik.

    “Selain itu, apa pun yang memiliki baterai menimbulkan risiko kebakaran yang lebih tinggi di bawah tempat tidur. Karena debu dapat berdampak negatif pada perangkat elektronik, baterai tersebut lebih mungkin mengalami kerusakan daripada baterai yang disimpan di tempat yang sejuk dan kering,” ungkap Carson.

    Seprai-Selimut

    Seorang decluttering expert, Monica Fay mengatakan, jangan pernah menaruh seprai, selimut, bantal, atau apapun yang berserat atau berpori di kolong tempat tidur. Hal itu karena debu mudah terkumpul dan menempel di bawah furnitur, terutama tempat tidur. Kamu bisa menyimpan barang-barang tersebut di dalam wadah sebelum menaruhnya di kolong tempat tidur.

    Nah, bagi kamu yang tetap ingin menyimpan barang-barang di kolong tempat tidur, pastikan barang tersebut sudah dimasukkan ke dalam wadah kedap udara dan bening agar bisa dilihat isi di dalamnya ada apa saja. Wadah dengan roda akan lebih baik karena memudahkannya untuk diambil dan dimasukkan ke dalam kolong.

    Itulah beberapa barang yang sebaiknya tidak ditaruh di kolong kasur. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang yang Disimpan ‘Kaum’ Minimalis



    Jakarta

    Gaya hidup minimalis selalu dikaitkan dengan merapikan dan menyumbangkan atau menyingkirkan barang yang tidak terpakai. Gaya hidup minimalis dapat menjadi salah satu cara untuk memiliki barang yang benar-benar dibutuhkan agar tidak membuat rumah berantakan.

    Barang-barang yang dimiliki oleh kaum minimalis di rumah mereka biasanya dirancang dengan teliti dan fungsional, namun tetap memiliki gaya serta tidak mudah ketinggalan zaman. Nah, berikut ini merupakan beberapa barang yang biasanya dimiliki oleh orang dengan gaya hidup minimalis.

    Gorden dari Bahan Linen

    Kain linen yang terkenal akan keringanannya dan tahan lama, bisa bertahan sampai bertahun-tahun jika perawatannya baik. Selain itu, dengan bertambahnya usia kain linen juga akan melunak, sehingga gorden linen dapat menjadi lebih hangat dan lembut.


    Penggunaan gorden linen biasanya terdapat di sepanjang lantai ruang tamu dan kamar tidur guna menambah privasi tanpa mengurangi pencahayaan yang hangat. Pertimbangkan juga untuk penggunaan gorden linen pada ruang dapur, agar lebih banyak cahaya alami yang masuk.

    “Gorden linen tipis selalu memberikan kehangatan pada desain kami dan mempercantik ruangan kami,” kata pendiri dan direktur kreatif studio Seva, Steph Schlegelmilch, yang dikutip dari Better Homes & Garden pada Senin (21/10/2024).

    Seprai Putih

    Desainnya yang minimalis, seprai putih sering kali menawarkan palet warna yang netral karena sifatnya yang awet dan serbaguna. Penggunaan satu set seprai putih yang lengkap guna menjadikan ruangan terasa kalem.

    Schlegelmilch juga menyarankan untuk terus menggunakan satu ataupun dua bantal untuk tampilan yang bersih serta elegan, jika terlalu banyak bantal tidak baik juga karena dapat terlihat berantakan.

    Tembikar

    Schlegelmilch menyatakan bahwa dia tidak pernah membuang keramik favoritnya saat membereskan rumah. Dia menikmati mencari tembikar yang memiliki makna dan menyampaikan cerita, sehingga bisa menjadi karya seni tersendiri.

    “Tembikar sangat serbaguna di rumah dan akan selalu menarik dengan atau tanpa bunga potong segar ,” kata Schlegelmilch.

    Pajanglah vas serta mangkuk keramik favorit kamu di rak rumah atau meja makan sebagai hiasan yang sederhana, kamu juga bisa mengisi vas dengan bunga segar atau kering, bisa juga mengosongkan vas guna memperlihatkan tampilan yang bersih berkilau.

    Pusaka/Barang yang Dimiliki Secara Turun Temurun

    Menurut Schlegelmilch, biarpun kamu merapikan barang untuk mendapatkan tampilan yang minimalis, kamu juga harus tetap menyimpan pusaka serta barang mudah pecah yang antik lainnya. Ini adalah barang rumah tangga yang memang diwariskan secara turun temurun.

    Menyimpan barang-barang antik dapat membuat tampilan yang rapi dan penuh makna di rumah kamu, yang tidak akan pernah pudar dengan berjalannya tren yang ada.

    “Barang-barang ini tidak hanya memiliki makna, tetapi juga memadukan barang lama dan baru terasa autentik bagi kita,” ujar Schlegelmilch.

    Lampu Hias

    Pertimbangkan dengan matang sebelum mengganti lampu hias kamu demi estetika minimalis. Hal itu karena desain minimalis umumnya memiliki elemen yang bersih dan sederhana.

    Desainer Interior dan Pendiri Sarah Tract Interiors, Sarah Tract selalu menyarankan untuk tetap menggunakan lampu hias sebagai elemen yang memperkuat tampilan ruangan. Kamu bisa mencoba menggantung beberapa lampu gantung di ruang makan atau dapur, atau memasang lampu hias di kamar mandi.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Simak! Ini Cara Agar Rumah Terasa Hangat saat Musim Hujan



    Jakarta

    Musim hujan mulai melanda sebagian besar wilayah di Indonesia. Seringkali saat hujan suhu di dalam rumah terasa lebih dingin. Ada cara untuk membuat rumah terasa hangat ketika musim hujan.

    Hawa dingin yang terasa saat musim hujan terjadi karena ketika hujan suhu udara menurun. Kamu bisa ikuti tips berikut ini untuk menjaga rumah tetap hangat dan nyaman saat musim hujan.

    Kenapa Terasa Dingin saat Musim Hujan?

    Saat musim hujan, suhu udara seringkali turun karena proses presipitasi mendinginkan udara. Saat uap air di udara mengembun menjadi tetesan air hujan, ia melepaskan energi panas ke udara yang menyebabkan suhu udara turun. Selain itu, awan juga bisa menghalangi sinar matahari sehingga juga berkontribusi terhadap penurunan suhu.


    Untungnya, kamu bisa melakukan beberapa cara agar tidak kedinginan saat musim hujan.

    Tips Biar Nggak Kedinginan Saat Musim Hujan

    Melansir The Spruce, berikut ini adalah 7 cara sederhana untuk membuat rumahmu tetap hangat dan nyaman selama musim hujan.

    1. Perbarui Peralatan Tidurmu

    Musim kemarau mungkin cocok dengan kain katun dan linen, tetapi saat musim hujan tiba, flanel adalah pilihan yang lebih bijak.

    Gantilah seprai tipismu dengan yang terbuat dari flanel atau jersey karena kain-kain ini akan membantu mempertahankan kehangatan tubuhmu. Selain itu, lipat selimut tambahan di ujung tempat tidur agar mudah digunakan saat malam tiba.

    2. Tambahkan Bantal yang Lembut

    Bantal hias yang bertekstur bisa menjadi tambahan yang sempurna untuk sofa atau tempat tidurmu. Pilih satu atau dua bantal bertekstur yang cocok dengan warna ruangan atau ganti sarung bantal yang sudah ada dengan yang baru.

    Bahan seperti boucle berbulu, rajutan wol, atau beludru akan membuat ruangan terlihat dan terasa lebih nyaman. Jangan lupa untuk menyediakan selimut bulu sintetis juga!

    3. Tambahkan Karpet dengan Tekstur

    Karpet dengan tekstur memberikan rasa hangat dalam ruangan. Jika ruangan di rumahmu memiliki lantai keras atau karpet datar, pertimbangkan untuk menambahkan karpet berbulu yang lembut. Jika anggaranmu terbatas, pertimbangkan untuk menumpuk karpet-karpet kecil di beberapa titik strategis, seperti di depan tempat tidur atau di bawah meja kopi. Ini akan menambah kehangatan di rumah.

    4. Pertimbangkan Pencahayaan yang Lembut

    Saat malam tiba di musim hujan, pencahayaan yang hangat bisa membantumu tetap terjaga dan membuat ruangan terasa lebih nyaman. Pasang lampu ruangan dan meja dengan lampu LED berwarna hangat untuk menciptakan cahaya yang menyerupai lilin.

    5. Ganti Tirai dan Gorden Jendela

    Jika kamu memiliki tirai atau gorden yang tipis, pertimbangkan untuk menggantinya dengan yang berbahan beludru atau lapisan termal. Selain memberikan tampilan yang lebih hangat, tirai ini juga akan membantu mengisolasi ruangan dari udara dingin yang mungkin masuk melalui jendela-jendela.

    6. Ganti Sarung Sofa

    Jika kamu memiliki sofa yang bisa ditutup dengan sarung, pertimbangkan untuk mencoba sarung baru selama musim hujan. Pilih warna yang gelap dan bahan yang lebih lembut daripada kain katun putih biasa. Hal ini akan memberikan nuansa yang lebih hangat pada ruang tamumu.

    7. Tambahkan Karpet di Dapur

    Di dapur, kamu juga bisa menambahkan karpet untuk menciptakan suasana yang lebih hangat. Taruh karpet kecil di depan area dapur, letakkan taplak di meja makan, dan tambahkan sarung kursi berbahan linen pada kursi kayu atau logam. Ini akan membantu menciptakan nuansa yang lebih hangat dan nyaman di ruang makan.

    Demikian 7 tips biar nggak kedinginan di rumah saat musim hujan. Dengan sedikit sentuhan dan perubahan kecil, kamu bisa menjadikan rumah sebagai tempat berkumpul yang nyaman dan hangat selama musim hujan. Semoga informasinya bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Riset Sebut Jangan Merapikan Tempat Tidur Setelah Bangun!


    Jakarta

    Banyak yang menyarankan setelah bangun tidur sebaiknya langsung merapikan kasur. Hal ini bertujuan agar kamar terlihat rapih. Namun, ternyata hasil penelitian justru mengatakan sebaliknya. Kasur sebaiknya tidak langsung dirapikan setelah bangun tidur. Lho kenapa?

    Tentu ini suatu fakta yang mengejutkan karena biasanya, sejak kecil kita diajarkan untuk merapikan tempat tidur setelah bangun.

    Melansir dari Real Simple, membiarkan kasur tidak rapikan setelah bangun tidur dapat mematikan sumber penyakit. Sebab, pada saat tidur manusia biasanya mengeluarkan keringat yang membuat kasur lembap. Tempat yang lembap disukai oleh tungau debu yang kerap memakan sel-sel kulit mati manusia.


    Dengan membiarkan kasur sekitar 30 menit dapat membantu mengurangi kelembapannya. Namun, perlu diingat pada saat membiarkan kasur, kamu jangan berada di atas kasur.

    “Mengingat rata-rata orang berkeringat 500 mililiter per malam, tentu saja, tempat tidur adalah tempat berkembang biak yang baik bagi tungau debu di pagi hari. Itulah mengapa penting untuk meninggalkan tempat tidur setidaknya selama 30 menit untuk memberikan ventilasi yang lebih baik untuk mengurangi kelembapan di tempat tidur,” jelas Martin Seeley, CEO di balik MattressNextDay seperti yang dikutip pada Kamis (5/12/2024).

    Anjuran ini juga telah dikaji dalam sebuah penelitian di Inggris pada tahun 2006. Hasilnya pun sama, dengan meninggalkan kasur dan tidak langsung merapikannya dapat mengurangi tungau.

    Bahaya dari Tungau Debu di Kasur

    Tungau debu atau kutu kecil berwarna merah memang tidak membahayakan secara langsung. Namun hewan ini dapat memicu gejala alergi, terutama bagi penderita asma. Menurut American Lung Association, kotoran dari tungau yang terhirup manusia, dapat memicu pilek, mata berair, dan bersin.

    Harus Rajin Ganti Seprai

    Selain memberikan waktu bagi kasur untuk ‘bernapas’, kamu juga perlu rutin mengganti seprai kasur.

    Mengutip dari The Spruce, seprai tidak boleh dipakai lebih dari dua minggu. Bahkan sebelum 2 minggu sudah diganti jauh lebih baik. Waktu penggantian seprai ini bisa disesuaikan dengan kegiatan penggunanya.

    Sebagai contoh pengguna kasur tersebut sering tidur dengan pakaian kotor atau tanpa mengganti pakaian setelah datang dari luar. Jika memiliki kebiasaan seperti ini, kamu perlu mengganti seprai sesering mungkin.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Mencuci Seprai yang Benar Biar Bersih dan Nyaman


    Jakarta

    Mencuci seprai perlu dilakukan secara rutin. Hal itu dilakukan supaya kamu bisa tidur dengan nyaman dan menjaga kebersihan alas tidur.

    Saat mencucinya pun tidak bisa sembarangan, perlu memperhatikan bahan seprai. Misalnya seperti bahan katun dan linen yang cenderung mudah dicuci. Namun, seprai bahan linen cenderung menyusut jika menggunakan mesin pengering panas.

    Sementara itu, seprai dari sutra dan satin perlu kehati-hatian. Kamu mencucinya dengan suhu yang rendah dan siklus putaran yang lebih lambat ditambah dengan detergen khusus.


    Maka dari itu, penting mengetahui cara mencuci seprai untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Dikutip dari Homes & Gardens, berikut ini cara mencuci seprai.

    Cara Mencuci Seprai

    1. Mencuci di Mesin Cuci

    Kamu bisa mencuci seprai di mesin cuci. Jangan masukkan terlalu banyak cucian di mesin cuci. Kalau bisa, cuci seprai sendiri, jangan dicampur dengan pakaian karena bisa memudarkan warna dan hindari mencuci bersamaan dengan pakaian yang memiliki ritsleting karena bisa merusak seprai.

    2. Periksa Ada Noda atau Tidak

    Sebelum dicuci, sebaiknya periksa seprai dulu apakah ada noda atau tidak. Jika ada noda, sebaiknya bersihkan noda terlebih dahulu. Kamu bisa mencampurkan baking soda dengan air untuk membentuk cairan kental atau pasta dan taruh di seprai yang ada nodanya.

    “Biarkan mengering sampai terkelupas. Sikat pasta kering dan masukkan seprai ke siklus pencucian biasa,” kata Pemilik Pure Freedom, Andrew Bramley, dikutip dari Homes & Gardens.

    3. Masukkan Detergen Secukupnya

    Detergen yang dimasukkan ke dalam mesin cuci tergantung dari banyaknya cucian yang dicuci. Sebaiknya, ikuti rekomendasi takaran pada kemasan detergen.

    Terlalu banyak detergen dapat menyebabkan penggunaan air berlebih dan penumpukan kotoran pada pipa bagian dalam mesin cuci yang bisa menyebabkan kerusakan. Kamu juga bisa tidak menggunakan pelembut pakaian karena dapat mengurangi daya serap alami dan melemahkan kain.

    4. Perhatikan Suhu dan Putaran Mesin Cuci

    Penting untuk memeriksa suhu yang disarankan pada label perawatan seprai karena beberapa kain akan menyusut jika dicuci dengan air panas. Sebab, mencuci dengan air panas dapat membunuh kuman hingga tungau. Sementara itu, seprai sutra harus dicuci dengan tangan atau dimasukkan ke dalam mesin cuci dengan pengaturan untuk mencuci wol atau bahan halus. Suhunya tidak lebih dari 30ºC.

    5. Keringkan Seprai

    Idealnya, seprai dikeringkan di bawah sinar matahari. Hal ini untuk menjaga kesegarannya.

    “Seprei idealnya berada di bawah sinar matahari dan angin sepoi-sepoi, tapi ingat jika seprai Anda diwarnai, balikkan bagian dalam ke luar untuk mengurangi risiko warna memudar di bawah sinar matahari,” kata Direktur Pelaksana Peters’ Cleaners Vicky Whiter.

    Bisakah Mencuci Seprai Pakai Air Panas?

    Biasanya, air yang suhunya hangat bisa membuat seprai dengan warna cerah lebih cepat pudar. Maka dari itu, sebaiknya cuci seprai dengan warna cerah dengan air dingin.

    Pencucian seprai dengan air panas juga bisa membuat seprai justru menciut dan mempersingkat masa pakainya. Jadi, jangan sering-sering cuci seprai pakai air panas ya detikers.

    Kapan Cuci Seprai Pakai Air Panas?

    Saat Orang Sakit

    Dilansir dari Real Simple, kamu bisa mencuci seprai dengan air panas ditambah dengan detergen apabila kasur tersebut ditempati oleh orang sakit. Mencuci seprai dengan air panas ditambah pemutih dengan klorin bisa membunuh bakteri dan virus, contohnya seperti salmonella dan rotavirus.

    Ada Serangan Kutu

    Air panas juga bisa membunuh kutu dengan efisien dan cepat. Jika kasur kamu ‘diserang’ kutu kasur, kamu bisa mencuci seprai dengan air panas dan keringkan dengan suhu yang paling panas.

    Ada Noda

    Beberapa noda bisa dibersihkan lebih mudah dengan menggunakan air panas. Misalnya, seprai kamu terkena noda kopi, kamu bisa membersihkan noda tersebut lebih dulu dengan air panas.

    Namun, tidak semua noda bisa dibersihkan dengan air panas, misalnya noda darah. Noda darah jika dicuci dengan air panas justru bisa membuatnya tidak bisa hilang. Maka dari itu, kalau mau membersihkan noda darah lebih baik pakai air dingin.

    Cara Membersihkan Noda pada Seprai

    Jika terdapat noda pada seprai, sebaiknya hilangkan noda dulu baru dicuci dengan mesin cuci. Dilansir dari The Spruce, berikut ini cara membersihkannya.

    1. Noda Darah

    Hindari mencuci seprai dengan air panas jika ada noda darah. Lebih baik rendam bagian yang ada noda darah pada air dingin. Selanjutnya, oleskan noda dengan hidrogen peroksida lalu bilas.

    2. Noda Kosmetik

    Oleskan campuran air dan detergen cair ke noda, lalu gosok perlahan. Ulangi hingga noda riasan hilang, lalu cuci seperti biasa.

    3. Noda Kopi

    Campurkan 1 liter air, 1/2 sendok teh detergen cair, dan 1 sendok makan cuka putih ke dalam ember atau mangkuk. Rendam bagian seprai yang terkena noda dan biarkan terendam selama 15 menit. Bilas dan ulangi jika perlu, lalu cuci seprai seperti biasa.

    Itulah cara mencuci seprai yang baik agar tetap bersih dan nyaman. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Simple Bersihkan Kasur agar Selalu Wangi dan Nyaman Digunakan


    Jakarta

    Semua benda perlu dirawat dengan baik agar tetap nyaman digunakan dan tahan lama. Begitu juga dengan kasur, tempat kamu beristirahat.

    Hal terpenting saat merawat kasur adalah membersihkannya secara teratur sehingga tidak muncul tungau, jamur, dan bau apek. Kasur yang kotor mudah sekali berbau dan muncul noda yang sulit dibersihkan.

    Bagi kamu yang belum mengetahui cara membersihkan kasur yang benar, dilansir Tom’s Guide, berikut caranya.


    1. Hindari Memakai Bahan Kimia Keras

    Saat membersihkan kasur atau seprai hindari menggunakan cairan pembersih kimia keras. Cairan tersebut bukan membersihkan melainkan berisiko menimbulkan masalah baru.

    Pertama, cairan pembersih yang keras dapat merusak serat dan bahan kasur. Permukaannya pun tidak akan rapi seperti pertama kali kamu beli. Kedua, cairan kimia keras dapat membuat iritasi kulit dan masalah pernapasan karena residu yang tertinggal di permukaannya.

    2. Jangan Biarkan Kasur Basah

    Pastikan kasur selalu dalam keadaan kering. Apabila kasur terkena tumpahan minuman atau kuah makanan, kamu harus langsung membersihkannya. Kasur yang lembap akan menjadi masalah serius karena jamur mudah muncul di permukaannya. Selain itu, kasur yang basah dapat merusak bagian dalam kasur karena ada beberapa kasur yang kerangkanya terbuat dari kayu atau menimbulkan karat pada kerangka besi.

    3. Tidak Memakai Pelindung Kasur

    Pelindung kasur berbeda dengan seprai. Pelindung ini letaknya di bawah seprai. Fungsinya untuk menjaga tempat tidur tetap bersih dan mencegah terkena tumpahan, noda, tungau, dan keringat. Pelindung ini juga bisa membuat permukaan tempat tidur kamu bertahan lebih lama.

    4. Bersihkan Debu Secara Teratur

    Debu, rambut, dan bulu hewan peliharaan merupakan beberapa kotoran yang harus dibersihkan dari kasur. Apabila dibiarkan debu dapat terhirup saat kamu berbaring dan kasur akan menjadi tempat kesukaan tungau.

    Cara membersihkannya juga mudah, bisa menggunakan sapu lidi, vacuum cleaner, atau dijemur di luar jika memungkinkan.

    5. Sesekali Ubah Posisi Kasur

    Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa memutar posisi kasur itu penting. Bukan karena agar tidak mudah bosan melainkan agar posisi penahan beban di kasur merata, tidak hanya di pinggir atau di tengah saja. Kamu juga bisa mengubah posisi kepala.

    Apabila posisi kasur tidak berubah maka ada satu bagian yang mudah cekung karena terus menerus mendapat beban. Secara umum, kamu harus memutar kasur setiap tiga hingga enam bulan untuk menjaga permukaannya tetap segar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Pakai Ribet, Ini 5 Tips Kamar Tidur Semerbak Wangi


    Jakarta

    Kamar tidur yang wangi tentu menjadi dambaan banyak orang. Kamar tidur yang wangi bisa membuat tubuh menjadi relaks dan menenangkan pikiran.

    Kamu nggak perlu pusing-pusing membuat kamar tidur menjadi wangi. Sebab, caranya cukup mudah! Bahkan hal-hal yang mungkin sepele bisa membuat kamar tidur menjadi wangi.

    Nah, dilansir berbagai sumber, berikut ini cara membuat kamar tidur semerbak wangi.


    Tips Kamar Tidur Wangi

    1. Buka Jendela

    Salah satu satu cara untuk membuat kamar tidur menjadi wangi adalah membuka jendela dan membiarkan angin segar masuk ke dalam. Namun, untuk kamu yang tinggal di area padat penduduk atau dekat jalan raya bisa diperhatikan waktu-waktu untuk membuka jendela, misalnya pada pagi hari sebelum banyak kendaraan berlalu lalang.

    2. Sering Cuci Seprai

    Untuk membuat kamar tidur wangi, kamu bisa mencuci seprai secara teratur. Sebab, seprai menyerap keringat dan minyak tubuh saat sedang tidur.

    Dilansir dari The Spruce, kamu bisa mencuci seprai setiap minggu. Apabila kamu punya hewan peliharaan dan sering main di kasur kamar, sebaiknya seprai dicuci le sering.

    Tak hanya seprai, sebaiknya gorden yang ada di kamar juga rutin dicuci. Dilansir dari Apartment Therapy, setidaknya cuci gorden beberapa bulan sekali agar tetap bersih dan wangi.

    3. Buang Sumber Bau dari Kamar Tidur

    Langkah selanjutnya adalah membuang sumber bau yang ada di kamar, misalnya mengosongkan tempat sampah. Sebaiknya, jangan membuang sampah makanan atau sampah yang dapat menimbulkan bau tak sedap di kamar. Selain itu, cuci pakaian dan linen yang bau sesegera mungkin.

    4. Bersihkan Kamar Tidur

    Ternyata bau tak sedap tidak hanya datang dari pakaian kotor maupun sampah, tetapi juga dari debu. Maka dari itu, penting untuk membersihkan kamar dari debu.

    “Bau tidak hanya datang dari penyebab yang jelas (misalnya sepatu kets yang sudah usang). Debu dari serpihan kulit dapat membuat kamar tidur berbau tidak sedap,” kata editor Solved, Millie Hurst, dikutip dari Homes & Gardens.

    “Kamu mungkin terkejut mengetahui bahwa debu sebenarnya berbau, tetapi mencegah debu di kamar tidur kamu akan membantu menghilangkan bau tidak sedap,” tuturnya.

    5. Gunakan Pengharum Ruangan

    Salah satu cara untuk membuat kamar tidur wangi adalah menggunakan pengharum ruangan. Pengharum ruangan yang bisa digunakan bermacam-macam, misalnya lilin aromaterapi, reed difuser, semprotan aerosol, dan lainnya.

    Nah, saat memilih wewangian, sebaiknya jangan pilih yang mengandung bahan kimia atau aroma keras yang dapat mengganggu tidur kamu.

    “Kita semua menginginkan kamar tidur yang wangi tanpa menimbulkan gangguan tidur. Carilah semprotan atau wewangian ruangan ruangan yang menggunakan minyak alami atau esensial,” tutur cleaning expert di Spekless Cleaning, Karina Toner, dikutip dari Homes & Gardens.

    Kamu bisa mencoba wewangian dengan aroma lavender, chamomile, vanila, atau yang lainnya untuk menciptakan suasana yang menenangkan.

    Hal yang Membuat Kamar Bau Tak Sedap

    Lumut dan Jamur

    Dilansir dari Love to Know, tempat yang lembap akan menimbulkan jamur atau lumut yang akan menimbulkan bau tidak sedap. Jamur biasanya ditemukan di langit-langit atau jendela. Jika menemukan jamur atau lumut di kamar tidur, segera mengambil tindakan sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.

    Debu

    Debu menjadi salah satu penyebab bau tidak sedap di kamar tidur. Debu terbentuk dari kotoran, bakteri, dan lain sebagainya sehingga membuat udara kamar menjadi tidak sehat untuk penghuni rumah.

    Gunakan kain microfiber untuk membersihkan debu terlebih dahulu, buka jendela dan biarkan udara segar masuk.

    Saluran Udara yang Kotor

    Saluran udara yang kotor mempengaruhi kualitas udara di suatu ruangan. Ventilasi yang kotor dapat menimbulkan banyak masalah, seperti bau tidak sedap. Bersihkan saluran udara secara rutin untuk mendapatkan kualitas udara yang segar.

    Filter Pendingin Udara Tersumbat

    Penting untuk memeriksa filter AC secara teratur, karena filter tersebut menangkap semua kotoran dan debu yang tidak diinginkan di rumah. Saat filter tersumbat, filter akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Jika mencium bau yang tidak sedap, cobalah untuk membersihkan atau mengganti filter AC di kamar tidur kamu.

    Pakaian dan Perlengkapan Tidur Kotor

    Keringat merupakan penyebab utama bau tidak sedap di kamar tidur, mulai dari keringat yang diserap sprei hingga pakaian olahraga yang berkeringat. Perhatikan keranjang dan perlengkapan tidur kamu.

    Segera cuci pakaian kotor dan menyimpan keranjang di kamar mandi atau di ruang cuci. Hal ini akan menghindarkan kamar tidur mengalami bau yang tidak sedap.

    Itulah beberapa tips untuk membuat kamar tidur wangi dan penyebab kamar bau tak sedap. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang yang Tidak Boleh Sering Dicuci, Bisa Cepat Rusak


    Jakarta

    Mencuci termasuk kegiatan yang penting untuk menjaga kebersihan. Tapi ternyata tidak semua barang menjadi lebih baik jika terlalu sering dicuci. Simak artikel ini untuk mengetahui 5 barang yang tidak boleh sering dicuci, karena bisa membuatnya cepat rusak.

    Macam Barang yang Tidak Boleh Sering Dicuci

    Dilansir dari situs Real Simple, berikut ini 5 barang yang tidak boleh sering dicuci:

    1. Bra

    Menurut pendiri merek pakaian dalam Iteration, Bridget Moillner, kebanyakan wanita memakai bra sekali pakai. Setelah sehari menggunakan kemudian langsung ditumpuk di cucian. Terlalu sering mencuci bra akan merusak elastisitasnya.


    “Pertimbangkan untuk mengenakan bra Anda 2 hingga 3 kali sebelum dicuci untuk memperpanjang masa pakainya. Berikan waktu satu atau dua hari untuk mengistirahatkan bra Anda di sela-sela pemakaian. Hal ini akan membantu elastisitasnya mendapatkan kembali bentuknya.”

    2. Celana Jin

    Celana jin menjadi favorit kebanyakan orang untuk dipakai bepergian. Celana ini cocok untuk banyak kegiatan dan cocok dipadukan dengan berbagai jenis pakaian. Jika detikers sayang dengan celana jin kamu, jangan sering-sering dicuci.

    Terlalu sering mencuci celana jin akan memudarkan warnanya, melemahkan bahannya, membuat jeans kehilangan bentuknya, dan mengurangi masa pakainya. Direkomendasikan untuk mencuci celana jin setiap 4 hingga 6 kali pemakaian atau ketika kotor dan bau.

    3. Handuk

    Pada umumnya, orang tidak akan mencuci handuk ketika baru menggunakannya dalam sehari. Pandangan ini benar karena handuk yang terlalu sering dicuci akan cepat pudar dan semakin tipis.

    Ini juga membuat boros karena harga handuk tidak murah. Disarankan mencuci handuk 3 sampai 4 kali pemakaian, atau jika handuk kotor, berbau tidak sedap, atau ada anggota keluarga yang sakit.

    4. Pakaian Olahraga

    Pakaian olahraga memiliki bahan yang bisa cepat rusak jika sering dicuci. Tapi bukan berarti menjadi alasan untuk tidak mencucinya dalam jangka waktu lama.

    Namun hal ini berlaku untuk kegiatan olahraga yang tidak banyak mengeluarkan keringat. Dalam kondisi demikian, detikers bisa menggunakannya dua atau tiga kali pemakaian.

    5. Seprai

    Yang terakhir adalah seprai tempat tidur. Mencucinya setiap hari juga akan merusak bahannya. Sebaiknya cucilah seprai setiap satu atau dua minggu.

    Namun jika penggunanya sering berkeringat maka bisa mencucinya lebih sering karena berkaitan dengan masalah kesehatan. Ini juga termasuk ketika ada keluarga yang sakit, maka sebaiknya seprai selalu bersih.

    Nah, itulah 5 barang yang tidak boleh sering dicuci. Detikers bisa menyeimbangkan antara kebersihan dan keawetan barang agar tetap sehat, namun tidak cepat rusak.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Bersihkan Rumah Setelah Banjir Surut


    Jakarta

    Hujan deras dapat menimbulkan banjir yang menggenang seisi rumah. Bangunan dan barang-barang di dalam rumah menjadi basah dan kotor.

    Kotoran dari luar rumah pun terbawa air masuk ke dalam rumah. Jika mengalami banjir, kamu perlu segera membersihkan dan mengeringkan rumah setelah surut.

    Namun, perlu diingat untuk menjaga higienitas selama membersihkan rumah. Gunakan sepatu bot, sarung tangan, dan kaca mata agar kamu tidak terkena air kotor.


    Lalu, hati-hati juga dengan hewan yang biasa muncul setelah banjir, seperti ular, tikus, dan kecoak. Lantas, bagaimana cara membersihkan rumah setelah banjir? Simak tipsnya berikut ini.

    Tips Bersihkan Rumah Setelah Banjir

    Inilah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membersihkan rumah usai banjir seperti yang dikutip dari NSW Health.

    1. Siram Air di Dalam Rumah

    Bersihkan lumpur dan kotoran dengan menyiramkan air bersih. Kamu bisa menyiram air menggunakan selang dari posisi paling tinggi ke paling rendah di dalam rumah.

    2. Keringkan Rumah

    Selanjutnya, kamu perlu mengeringkan bagian rumah yang bekas tergenang air. Sebab, rumah yang masih basah atau lembap bisa ditumbuhi jamur.

    Bukalah semua jendela dan pintu saat cuaca panas. Kamu juga bisa menyalakan kipas untuk mempercepat proses pengeringan. Periksa apa ada air dan lumpur yang terperangkap di rongga dinding atau lantai.

    3. Bersihkan Permukaan Keras

    Lantai, dinding, bangku, dan wastafel yang permukaannya keras harus dibersihkan secara menyeluruh dengan air sabun panas. Lalu, didisinfeksi permukaannya dengan cara mengelap atau menyemprot menggunakan larutan pemutih klorin atau produk yang diberi label sebagai disinfektan. Setelah didisinfeksi, biarkan permukaan kering.

    4. Bersihkan Furnitur

    Matras yang terendam banjir cukup sulit untuk dibersihkan dan mungkin perlu diganti. Namun, kasur yang terbuat dari karet busa dapat dicuci secara menyeluruh dengan menyiram air memakai selang dan larutan detergen. Lalu, peras kasur dan biarkan kering.

    Jenis kasur atau furnitur lain, seperti kursi dapat dikeringkan di bawah sinar matahari lalu disemprot secara menyeluruh dengan larutan disinfektan. Sebaiknya konsultasikan dengan jasa perbaikan furnitur setempat jika tidak yakin dengan kondisinya.

    5. Cuci Bahan Kain

    Untuk seprai, selimut, dan pakaian yang terendam banjir harus dicuci dengan air panas kalau bahannya tahan panas. Selain itu, bahan kain juga bisa di-dry clean.

    6. Disinfektan Benda

    Jangan lupa juga mencuci dan disinfektan benda-benda keras lainnya yang terkena air banjir, misalkan mainan anak-anak.

    7. Atasi Jamur dan Lumut

    Jamur atau lumut dapat tumbuh jika seisi rumah tidak benar-benar kering. Jika menemukan jamur atau lumut, kamu bisa menghilangkannya dengan pemutih.

    Namun, bahan tersebut dapat merusak beberapa barang rumah tangga. Jangan lupa gunakan masker saat bekerja dengan jamur yang membandel.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Membasmi Tungau Kasur Tanpa Vacuum Cleaner



    Jakarta

    Tungau adalah salah satu serangga yang berukuran sangat kecil yang biasanya hidup dan berkembang biak di tempat tidur. Kasur yang terlihat bersih belum tentu bebas tungau yang bisa menimbulkan penyakit.

    Mengganti seprai secara rutin bisa membasmi tungau di tempat tidur. Tungau juga biasanya bisa dibasmi menggunakan vacuum cleaner yang menggunakan sinar UV.

    Namun, ada juga cara-cara lain yang bisa membasmi tungau tanpa vacuum cleaner. Apa saja?


    Sebelum membahasnya, penting untuk diketahui apa bahaya dari tungau dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan.

    Meski ukurannya kecil, tungau bisa menggigit berbagai bagian tubuh manusia, seperti leher, wajah, tangan, perut, hingga kaki.

    Gigitan tungau bisa menimbulkan sejumlah gejala, di antaranya gatal pada area yang digigit, munculnya benjol kemerahan, serta iritasi kulit. Efek terburuknya, gigitan tungau bisa memicu gejala kesehatan, seperti scabies atau kudis, eksim, alergi kulit, asma, dan gangguan tidur.

    Cara Membersihkan Tungau di Kasur Tanpa Vacuum Cleaner

    1. Sesuaikan suhu ruangan

    Tungau menyukai tempat lembab. Inilah mengapa penting untuk mengatur suhu ruangan agar hewan kecil ini tidak semakin nyaman dan berkembangbiak. Pastikan kamar tidur memiliki aliran udara yang baik, kamu juga bisa menggunakan dehumidifier.

    2. Gunakan cara alami

    Kamu juga bisa memanfaatkan garam sebagai solusi untuk membasmi tungau. Caranya cukup dengan menyemprotkan larutan garam ke bagian yang kira-kira dihinggapi tungau lalu tunggu beberapa saat. Alternatif lainnya bisa dengan menggunakan minyak lavender.

    3. Cuci seprai dengan air panas

    Hal yang bisa dilakukan untuk membasmi tungau adalah dengan rutin mencuci perlengkapan tidur seperti sprei dan sarung bantal guling dengan air panas. Kamu juga bisa menambahkan deterjen anti-bakteri agar tungau benar-benar mati total dan mencegah perkembangbiakannya muncul.

    4. Jemur kasur

    Sinar matahari bisa membuat tungau mati. Ini juga cara lain yang bisa kamu lakukan tanpa perlu menggunakan vacuum cleaner. Kamu bisa menjemur kasur di bawah paparan sinar matahari agar kelembaban kasur berkurang serta membunuh tungau. Sebelumnya, pastikan cuaca tidak terlalu panas sehingga tidak akan merusak kasur.

    5. Semprot disinfektan

    Cara terakhir membersihkan tungau di kasur tanpa vacuum cleaner adalah menggunakan cairan disinfektan di area kamar atau di area hewan ini bersarang. Kandungan zat kimia dalam cairan tersebut bisa efektif membunuh tungau serta mencegah serangga kecil ini muncul kembali.

    Demikianlah beberapa cara yang bisa kamu diterapkan untuk membersihkan tungau di kasur tanpa vacuum cleaner. Semoga informasinya bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com