Tag: seprai

  • 7 Tips agar Kamar Tidur Tetap Harum Sepanjang Waktu


    Jakarta

    Kamar tidur yang harum dan bersih membuat tubuh serta pikiran rileks saat beristirahat. Namun ada kalanya menyemprotkan pengharum ruangan saja tidak cukup karena terkadang kamar masih tetap berbau tak sedap.

    Jika demikian, sejumlah kiat dapat diikuti agar kamar tidur bebas bau dan senantiasa wangi sepanjang hari. Tipsnya mudah dan dapat dilakukan rutin.

    Tips agar Kamar Tidur Tetap Wangi Sepanjang Waktu

    Dilansir Good Housekeeping dan Real Simple, berikut sejumlah tips yang dapat dilakukan supaya kamar terus harum setiap harinya:


    1. Bersihkan Kamar dari Sampah dan Debu

    Tong sampah yang berada di dalam kamar dapat menjadi sumber bau tak sedap. Usahakan buang sampahnya setiap hari meski wadahnya belum penuh. Tidak hanya sampahnya yang dibuang, wadah termasuk tutupnya juga mesti rutin dibersihkan setidaknya sebulan sekali.

    Debu yang menumpuk di sejumlah sudut juga menyebabkan kamar tidur berbau. Bersihkan debu secara teratur menggunakan lap basah atau kain mikrofiber, dilanjut dengan mengepel lantai. Pastikan membersihkan debu menyeluruh bahkan di tempat-tempat yang sering terlupakan.

    2. Rutin Cuci Sarung Bantal dan Seprai

    ilustrasi bersihkan kasurIlustrasi mencuci seprai, sarung bantal, dan selimut kasur Foto: iStock

    Seberapa pun bersihnya kamar dan dirimu sendiri, seprai kasur dan sarung bantal akan kehilangan aroma segarnya serta menjadi kotor setelah digunakan. Mengingat keringat hingga residu produk perawatan diri yang dipakai akan menempel di kasur setiap malamnya.

    Karena itu, seprai hingga sarung bantal mesti dicuci setidaknya 2 minggu sekali atau lebih sering jika memiliki hewan peliharaan atau alergi. Jangan lupa untuk mencuci bantal, selimut, dan kasur itu sendiri. Lakukan setidaknya 2 kali dalam setahun.

    3. Rapikan Barang-barang

    Kamar dipenuhi barang akan membatasi sirkulasi udara dan menyebabkan panas berlebih, alhasil akan tercium bau apek.

    Rapikan barang atau buang jika sudah tidak digunakan lagi agar kamar lebih lega dan terbuka. Barang yang sedikit pun membuat kamar lebih mudah dibersihkan ke depannya.

    4. Buka Jendela dan Pintu

    Membuka jendela dan pintu berguna agar sirkulasi udara di dalam kamar bagus. Ini bantu menghilangkan sisa kelembapan dan bau apek yang menumpuk sehingga udara segar masuk. Bukalah jendela atau pintu selama beberapa jam di pagi hari.

    5. Semprotkan Pengharum Ruangan

    Pengharum ruangan dapat disemprotkan ke kamar tidur agar harum. Bisa gunakan pengharum ruangan yang dijual bebas, elektrik, atau DIY dari bahan alami seperti larutan minyak esensial atau rempah-rempah.

    6. Letakkan Tanaman atau Bunga

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Tidak hanya mempercantik kamar, tanaman dapat bantu membuat udara kamar segar. Bisa letakkan tanaman begonia, melati, gardenia, atau rosemary tuscan di sudut kamar atau tempat yang berbau tak sedap.

    Meletakkan bunga harum dalam vas juga dapat membuat kamar wangi. Misalnya, letakkan bunga lavender, mawar, lilac, atau peony.

    Pengikat bau tak sedap juga dapat dibuat sendiri. Caranya dengan membungkus baking soda dengan kain dan tambahkan 5 tetes minyak esensial apa saja lalu ikat. Letakkan di laci atau area kamar mana saja yang ingin tercium wangi, udara akan bantu menyebarkan aromanya ke seluruh ruangan. Jika harumnya sudah hilang, tambahkan 10-20 tetes minyak esensial.

    7. Rebus Campuran Rempah dan Buah

    Buah-buahan dan rempah juga dapat digunakan untuk membuat kamar tidur wangi, bahkan seluruh hunian. Caranya dengan merebus sejumlah buah atau rempah beraroma harum dalam panci berisi air. Aroma menenangkan yang dihasilkan akan bertahan beberapa waktu.

    Kombinasi bahan yang dapat direbus bersamaan yaitu:

    • Jeruk, rosemary, dan vanili.
    • Jahe, kayu manis, adas manis, pala, dan kapulaga.
    • Apel, jeruk, kayu manis, dan cengkeh.

    Itulah tips agar kamar tidur tetap harum. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, 2 Warna Seprai Ini Sering Jadi Incaran Kutu Kasur



    Jakarta

    Kutu busuk atau kutu kasur adalah hewan kecil penghisap darah yang biasa berada di kasur. Kutu kasur termasuk hewan nokturnal yang aktif saat malam hari sehingga mereka meninggalkan bekas gigitan saat kita sedang tidur.

    Hewan satu ini keberadaannya cukup mengganggu sama seperti nyamuk karena gigitannya dapat menimbulkan luka dan infeksi pada kulit. Luka akibat gigitan kutu busuk juga bisa membengkak atau menjadi ruam merah.

    Oleh karena itu, keberadaannya harus dibasmi. Caranya mudah yakni dengan membersihkan kasur secara rutin seperti menyedot debu dengan vacuum cleaner, menggunakan kasur baru bukan bekas, dan menjaga kebersihan kasur.


    Di luar itu, ternyata warna dari seprai juga mempengaruhi lho. Dilansir CNN, kutu kasur menyukai warna-warna yang gelap seperti hitam dan merah tua. Hal ini sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian berjudul Journal of Medical Entomology pada 2016 lalu. Penelitian itu menguji kutu kasur yang diletakkan di cawan petri dengan ‘tenda’ yang berbeda warna.

    Hasilnya menunjukkan jika kutu kasur langsung berlari menuju tenda warna hitam dan merah dibandingkan tenda berwarna terang, seperti putih, kuning, atau hijau.

    Dalam penelitian lain, ilmuwan penelitian urban entomologi Universitas Florida, Roberto Pereira, mengatakan kutu kasur menyukai warna gelap kemungkinan karena dapat memberikan perlindungan lebih dari serangga yang lebih besar, seperti laba-laba dan semut.

    Selain itu, alasan lainnya adalah kutu kasur salah mengira warna merah dan hitam sebagai warna teman-teman mereka. Sebenarnya warna kutu kasur adalah merah kecoklatan, tetapi saat jumlahnya banyak warna tersebut lebih terlihat hitam dan merah.

    “Alasan lainnya mungkin karena warna-warna cerah membuat serangga ini terpapar dan semakin sering serangga terpapar, semakin banyak mereka kehilangan air, dan jika kehilangan banyak air, mereka akan mati atau harus makan lagi,” ujar Pereira, dikutip dari CNN, Jumat (21/3/2025).

    “Sulit untuk mengetahui apa yang ‘dipikirkan’ oleh kutu kasur, jika kita bisa menggunakan terminologi tersebut,” tambahnya.

    studio shot of black themed bedding sheets and white pillowstudio shot of black themed bedding sheets and white pillow Foto: Getty Images/Suradech14

    Pereira menegaskan warna seprai tidak menjadi faktor utama kutu kasur ditemukan di kasur. Ada faktor lain yang menarik perhatian mereka yakni suhu tubuh manusia, karbon dioksida, dan darah. Jika ketiga faktor tersebut ditemukan, mereka bisa bersarang di kasur meskipun seprai yang digunakan berwarna terang seperti putih, hijau, atau kuning.

    Selain itu, kutu kasur tidak hanya ditemukan di kasur, melainkan bisa di barang-barang berbusa di rumah seperti kursi, sofa, karpet, atau wallpaper dinding.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Langsung Pakai! Ini Alasan Pentingnya Mencuci Sprei Baru



    Jakarta

    Ini Alasan Sprei Harus Dicuci Sebelum Dipakai

    Mengganti sprei baru di kasur tidak bisa sembarangan. Meski sprei baru terlihat bersih, tapi sebelum dipakai harus dicuci terlebih dahulu ya.

    Menurut pakar binatu Patric Richardson, seperti dikutip dari Southern Living, apapun perlengkapan tidur harus dicuci sebelum digunakan, termasuk seprai. Hal ini dikarenakan masih ada sejumlah bahan kimia yang mungkin masih tertinggal di kain.


    “Kain sering dilapisi sesuatu agar tetap rapi dan bersih saat disimpan. Hal ini yang dapat mengiritasi kulit,” kata Richardson.

    Selain itu, seprai yang dikemas pada kantong plastik dan disimpan di rak mungkin sudah kotor. Kotoran dan debu terperangkap di antara lipatan-lipatan tersebut.

    Bagaimana Jika Sprei Baru Tidak Dicuci

    Jika kamu tidak mencuci seprai baru sebetulnya kamu akan baik-baik saja. Namun, bahan kimia yang tadi melapisi seprai dapat berpotensi menyebabkan reaksi alergi pada kulit apalagi jika kamu memiliki kulit sensitif. Misalnya, bahan kimia formaldehida dapat menyebabkan dermatitis dan asma dalam jangka pendek. Selain itu, seprai akan lebih nyaman dan lembut jika sering dicuci. Maka, mencuci seprai sebelum digunakan juga membuat kamu lebih nyaman.

    Cara Mencuci Sprei Baru

    Pisahkan seprai dengan pakaian lain agar memastikan seprai tidak kusut karena tersangkut kain lain.

    Periksa label untuk mengetahui petunjuk pencucian. Misal, seprai berbahan kain katun dapat dicuci menggunakan suhu panas sementara kain halus seperti linen dan sutra perlu suhu yang lebih dingin.

    Cuci dengan sabun atau deterjen. Bisa juga tambahkan soda kue atau cuka untuk campuran.

    Keringkan di dalam mesin pengering kemudian di bawah sinar matahari.

    Seberapa Sering Mencuci Sprei?

    Setelah pencucian awal, biasakan cuci seprai setiap minggu untuk menghilangkan alergen dan bakteri. Kulit kita mengeluarkan minyak dan mengelupas di malam hari. Selain itu, keringat, debu, dan losion wajah semua terkumpul di seprai saat kita tidur. Sehingga, menjadi tempat perkembangbiakan bakteri.

    Jangan hanya seprai, perhatikan peralatan tidur lain seperti sarung bantal dan selimut untuk dicuci sebelum digunakan.

    Itulah ulasan mengenai pentingnya mencuci seprai baru sebelum digunakan. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sat Set! Ini 5 Cara Cepat Bersihkan Rumah Sebelum Tamu Datang


    Jakarta

    Momen lebaran seperti ini, biasanya saudara-saudara saling berkunjung ke rumah. Sebagai tuan rumah, tentu kita ingin menampilkan rumah dalam keadaan rapi dan bersih.

    Apalagi kalau tiba-tiba mendengar kabar bakal ada tamu yang datang ke rumah. Kamu harus bisa membersihkan rumah dengan cepat.

    Membersihkan rumah tidak selalu menguras waktu dan tenaga, kok. Simak cara cepat dan mudah membersihkan rumah berikut ini.


    Tips Membersihkan Rumah dengan Cepat

    Inilah cara membersihkan rumah dengan cepat sebelum tamu datang, dikutip dari Cleaning Institute.

    1. Bereskan Barang-barang

    Awali kegiatan membersihkan rumah dengan pekerjaan yang mudah terlebih dahulu. Ambil dan bereskan barang-barang dengan fokus pada ruangan secara satu per satu.

    Bersihkan kamar tidur dengan mengangkut seprai dan handuk untuk cucian. Lalu, masukkan piring kotor ke dalam wastafel dan cuci ketika di dapur.

    Jangan lupa untuk mengosongkan tempat sampah dan menggantinya dengan yang baru. Kamu juga bisa mengumpulkan barang-barang lain untuk dibuang.

    2. Bekerja dari Atas ke Bawah

    Sebaiknya kamu membersihkan rumah dari bagian atas ke bawah. Artinya, bersihkan debu di barang barang atau yang ada di atas dulu baru membersihkan lantai.

    Contohnya bersihkan langit-langit rumah atau debu di ventilasi dulu sebelum kamu menyapu seluruh rumah. Selain itu, bersihkan lantai dari satu sudut terjauh ke arah pintu.

    3. Prioritaskan Dapur dan Kamar Mandi

    Biasanya ruang dapur dan kamar mandi membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak untuk dibersihkan. Sebelum mulai membersihkan kamar mandi, kamu bisa tuangkan cairan pembersih keramik atau kerak untuk dibiarkan sambil mengerjakan pekerjaan lainnya.

    Bersihkan kamar mandi dari atas ke bawah, lalu bersihkan juga peralatan mandi. Untuk lantai halus seperti ubin atau lantai kayu yang rentan tergores, sapu terlebih dahulu sebelum mengepel.

    4. Gunakan Disinfektan

    Setelah rumah bersih, kamu bisa mensterilkan beberapa bagian rumah dengan disinfektan dan kain lap. Bersihkan permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, sakelar lampu, meja, dan keran.

    5. Lakukan Secara Rutin

    Buatlah jadwal untuk membersihkan rumah agar kotoran tidak menumpuk dan menambah beban kerja kamu. Dengan begitu, kamu bisa lebih cepat setiap kali membersihkan rumah.

    Itulah cara cepat membersihkan rumah sebelum tamu datang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bagian Rumah yang Harus Dicek Usai Mudik Lebaran


    Jakarta

    Mudik dalam rangka Lebaran merupakan hal yang lumrah dilakukan di Indonesia. Umumnya, pemilik rumah mudik hingga beberapa hari ke depan.

    Rumah yang ditinggalkan dalam waktu lama tentu akan kotor. Setelah kembali liburan, tentunya harus mulai membersihkan rumah agar nyaman dipakai.

    Dilansir dari Apartment Therapy, ada beberapa hal yang dilakukan setelah pulang ke rumah setelah mudik Lebaran, yaitu:


    – Kosongkan koper dan pisahkan pakaian kotor

    – Taruh peralatan mandi kembali di kamar mandi

    – Simpan koper

    – Cuci, keringkan, dan simpan baju kotor usai mudik Lebaran

    – Beli makanan atau bahan belanja secara online agar lebih mudah

    Selain itu, ada beberapa bagian rumah yang bisa kamu bersihkan terlebih dahulu. Dilansir dari HN Magazine, berikut ini bagian-bagian rumah yang harus diperiksa setelah pulang mudik.

    Bagian Rumah yang Harus Diperiksa Usai Mudik Lebaran

    1. Dapur

    Penghuni rumah harus membersihkan dapur terlebih dahulu karena bagian ini digunakan untuk mempersiapkan makanan. Contohnya bisa membuang sisa makanan yang ada agar tidak mengundang serangga maupun tikus.

    2. Kulkas

    Periksa makanan basi yang ada di kulkas dan buang jika ada. Pastikan bahan makanan di kulkas tidak berjamur atau berlendir dan masih layak untuk dimakan.

    Bersihkan rak-rak yang ada di kulkas dengan sabun dan air atau pembersih khusus. Setelah itu, bilas dengan air bersih sebelum dikeringkan.

    3. Ruang Keluarga

    Selanjutnya adalah ruang keluarga. Bersihkan semua permukaan dari debu yang menumpuk, baik di perabotan rumah, lantai, maupun meja.

    Jika di rumah menggunakan karpet, sebaiknya segera sedot debu pada karpet dengan vacuum cleaner. Lalu, bersihkan jendela dan gorden.

    4. Cek Alat Elektronik

    Pastikan alat elektronik seperti TV, komputer, charger handphone, maupun remote kontrol masih berfungsi dengan baik. Jika baterai yang digunakan habis, segera ganti dengan yang baru agar tidak menimbulkan masalah nantinya.

    Setelah mengecek itu semua, penghuni rumah bisa mulai mengecek kamar tidur. Ganti seprai dengan yang baru karena sudah lama tidak ditempati.

    Lalu, penghuni rumah juga bisa mengecek bagian kamar mandi. Penghuni rumah bisa membersihkannya juga sembari mengisi peralatan mandi yang sudah habis.

    Itulah beberapa bagian rumah yang harus segera dicek usai mudik Lebaran. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Manfaat Bantal dan Guling Perlu Dijemur di Bawah Sinar Matahari


    Jakarta

    Bantal dan guling adalah perlengkapan tidur yang harus terjaga kebersihannya. Sebab, kedua benda ini menempel langsung pada pakaian dan tubuh. Apabila pakaian tersebut kotor dan tubuh bau atau berkeringat, bantal dan guling juga bisa ikut kotor dan muncul bau.

    Salah satu cara untuk membersihkan bantal dan guling dari kuman adalah dengan menjemur di bawah sinar matahari. Cara ini telah dilakukan oleh banyak keluarga sejak zaman dahulu. Apalagi dahulu bahan yang dipakai untuk bantal dan guling berasal dari kapuk.

    Selain untuk melindungi bantal dan guling dari pertumbuhan jamur dan bakteri, menjemur keduanya juga memiliki banyak manfaat lain. Dilansir BTN Properti, berikut beberapa di antaranya.


    Manfaat Jemur Bantal & Guling

    1. Menjaga Kesehatan Kulit

    Seperti yang disebut sebelumnya, bantal dan guling bisa kotor dari keringat dan minyak tubuh yang menempel atau kotoran lain yang menempel di pakaian. Kotoran ini bisa memicu masalah kulit pada penggunanya seperti jerawat, alergi, hingga iritasi. Menjemur bantal dan guling secara rutin dapat mengeringkan keringat dan minyak untuk mengurangi risiko permasalahan pada kulit.

    2. Mencegah Tumbuhnya Jamur-Mikroorganisme

    Jamur, bakteri, atau mikroorganisme lainnya sangat menyukai lingkungan yang lembap dan kotor. Keringat membuat bantal dan guling lembap dan itu adalah area yang disukai oleh jamur dan bakteri. Jamur dan tungau dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti memicu alergi, asma, maupun iritasi kulit. Belum lagi, kulit mati yang menempel di bantal dan guling dapat menarik tungau berdatangan.

    Mikroorganisme jahat tersebut dapat diatasi dengan sering mengganti seprai dan menjemur bantal dan guling yang digunakan. Sebab, panas membuat bantal dan guling tidak lembap dan mematikan mikroorganisme yang tak suka hawa panas.

    3. Mengurangi Bau Tidak Sedap

    bau tak sedap biasanya ditimbulkan dari bakteri atau jamur yang tengah aktif. Dengan menjemur pakaian, jamur dan mikroorganisme tidak ada yang dapat hidup sehingga tidak ada bau yang muncul.

    4. Memperpanjang Umur Perlengkapan Tidur

    Dengan kondisi bantal dan guling selalu bersih dan aman dipakai, tentu membuat perlengkapan tersebut nyaman dipakai dan tidak mudah rusak. Menjemur bantal dan guling secara teratur dapat membantu mengurangi kelembaban yang dapat merusak bahan bantal-guling. Dengan merawat perlengkapan tidur dengan baik tentunya akan bertahan dalam jangka waktu yang lama, sehingga kamu tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk menggantinya.

    Tips Menjemur Bantal dan Guling Agar Tak Merusak Bahan

    1. Cek Petunjuk Perawatan

    Menjemur di bawah sinar matahari pasti meletakkan benda untuk menerima panas. Tidak semua bahan dapat tahan terhadap panas berlebih. Oleh karena itu, sebelum menjemur pastikan bahan bantal dan guling yang digunakan bisa untuk menerima panas tersebut.

    2. Hindari Paparan Langsung Matahari Terlalu Lama

    Cara paling aman, agar tidak merusak bahan bantal dan guling adalah menghindari paparan langsung sinar matahari. Sebab, ada beberapa bahan yang rentan terhadap sinar UV yang bisa menyebabkan perubahan warna dan mengubah ukuran asli perlengkapan tidur.

    3. Pilih Waktu yang Tepat

    Pilih waktu yang tepat saat menjemur perlengkapan tidur, misalnya saat matahari tidak terlalu terik. Matahari pagi atau sore cocok untuk menjemur perlengkapan tidur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Panik, Ini Cara Atasi Tabung Gas Bocor



    Jakarta

    Sebagian dari kita pasti akan panik saat mengetahui tabung gas di rumah bocor. Bau gas yang menyengat menjadi tanda awal kemungkinan tabung gas bocor.

    Kebocoran tabung gas harus diatasi dengan cara yang benar karena bila salah akan menimbulkan kebakaran. Meski demikian, kita tak perlu panik bila mengalami hal ini di rumah.

    Sejatinya tabung gas bocor bisa ditangani sendiri tanpa harus melibatkan bantuan profesional seperti damkar atau petugas lainnya.


    Gas bocor bisa saja terjadi setelah memasang tabung gas baru karena regulator tidak terpasang dengan benar. Jadi setiap memasang tabung gas baru, selalu pastikan regulator rapat dan tidak bocor.

    Kenali Tanda Kebocoran Tabung Gas

    Tanda awal kebocoran tabung gas biasanya diketahui dari bau yang tercium di dalam rumah, terutama area dapur di mana tabung disimpan.

    Jika mencium aroma gas, tidak diperkenankan untuk melakukan kontak listrik seperti menyalakan ataupun mematikan kontak listrik, biarkan saja sebagaimana keadaannya saat itu. Selain itu, jangan coba-coba rendam tabung gas ke dalam air.

    Cabut Regulator Tabung Gas

    Apabila yakin tabung gas bocor karena kerusakan pada tabung, maka penanganannya dengan segera mencabut regulator pada tabung ketika menemukan tanda kebocoran. Selain untuk menghentikan aliran gas ke kompor, juga untuk memungkinkan memindahkan tabung.

    Buat Sirkulasi Udara

    Selanjutnya, pastikan ada sirkulasi udara dengan membuka pintu dan ventilasi agar gas di dalam ruangan bisa keluar. Kemudian, pindahkan tabung ke tempat terbuka dan diamkan hingga gas habis dengan sendirinya.

    Gas yang keluar dari tabung akan bercampur dengan udara sekitar, sehingga menjadikannya netral dan aman. Lalu, amankan juga lingkungan sekitar agar tidak ada yang menyalakan api.

    Tabung Gas Terbakar

    Jika sudah muncul api pada tabung gas, berarti tabung tidak akan meledak. Maka cara penanganannya adalah dengan menutup titik api dengan karung, seprai, handuk, atau kain yang lembap. Kemudian, lepaskan regulator dan pindahkan tabung ke luar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Belum Perbedaan Seprai dan Bed Cover? Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Tempat tidur biasanya disertai dengan dengan berbagai perlengkapan seperti bantal, guling, sarung, seprai, bed cover, dan selimut. Benda tersebut menambah kenyamanan dan estetika tempat tidur.

    Seprai dan bed cover adalah kain berukuran besar yang biasa melapisi permukaan tempat tidur. Nggak heran, istilah kedua barang ini terkadang suka tertukar.

    Padahal, seprai dan bed cover sebenarnya punya fitur yang berbeda, lho. Supaya nggak bingung, simak perbedaan keduanya berikut ini.


    Perbedaan Seprai dan Bed Cover

    Inilah perbedaan antara seprai dan bed cover dikutip dari Comfort Beddings.

    Fungsi

    Seprai merupakan kain yang berfungsi untuk menutup permukaan matras supaya tidak langsung bersentuhan dengan kulit. Lapisan ini membantu melindungi kulit dari iritasi dan alergi karena debu dan bakteri pada matras. Bed cover juga berfungsi untuk melapisi kasur, namun sekaligus menjadi selimut yang memberi kehangatan.

    Bentuk

    Seprai kasur berupa kain tipis lebar dengan bentuk persegi yang sesuai dengan dimensi kasur. Lalu, terdapat lapisan karet di sekitar kain untuk menyangkutkan seprai dengan pas pada matras.

    Sementara itu, bed cover yang juga lebar dan berbentuk persegi memiliki bahan yang lebih tebal dan empuk. Hal ini membuat bed cover dapat memberi kenyamanan dan kehangatan.

    Ukuran

    Meski seprai dan bed cover sama-sama berfungsi sebagai ‘pakaian’ bagi kasur, ketersediaan ukuran kedua barang tersebut ternyata berbeda. Seprai kasur dijual dalam ragam ukuran untuk menyesuaikan banyaknya ukuran kasur di pasaran. Namun, bed cover umumnya hanya tersedia dalam satu ukuran saja.

    Estetika

    Kedua benda ini sebenarnya dapat menambah nilai estetika pada kasur. Namun, bed cover lebih dikenal sebagai dekorasi tempat tidur, sebab tersedia dalam banyak warna dan motif unik. Berbeda halnya dengan seprai, umumnya digunakan dengan warna polos dan motif yang tidak terlalu mencolok.

    Pada intinya, bed cover dan seprai merupakan dua benda dengan bentuk dan fungsi berbeda, tetapi bisa digunakan secara bersamaan untuk membuat tempat tidur nyaman digunakan untuk beristirahat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Mengatasi Udara Pengap di dalam Kamar, Buka Pintu dan Jendela


    Jakarta

    Ruangan yang pengap tentu tidak akan nyaman, bahkan bisa menimbulkan masalah seperti jamur di dalam ruangan. Saat ruangan terasa pengap, artinya udara tidak bersirkulasi dengan baik.

    Menurut laman Real Simpel, saat udara terperangkap, dari waktu ke waktu, area di sekitarnya akan menjadi lembab. Kondisi ini membuat orang yang masuk ke ruangan terasa sesak, panas dan tidak nyaman. Lama kelamaan, kelembaban tersebut juga mengundang jamur dan terciumlah bau tidak sedap seperti apek. Untuk mengatasinya, lakukan langkah-langkah berikut:

    Cara Mengatasi Udara Pengap di Kamar

    Beberapa cara mengatasi udara pengap di kamar di antaranya dengan membuka jendela dan pintu, menggunakan dehumidifier, hingga membersihkan ruangan dengan penyedot debu. Mengutip laman Focus on Energy, Sealed, dan Real Simple, berikut penjelasannya.


    1. Buka Jendela dan Pintu

    Rasa pengap di dalam kamar biasanya disebabkan karena tidak adanya sirkulasi udara. Untuk itu, buka jendela dan pintu atau nyalakan exhaust jika ada.

    Meski demikian, hal ini juga tergantung pada cuaca atau kualitas udara di luar rumah. Jika tidak bisa membuka jendela sepenuhnya, usahakan buka sedikit saja.

    2. Gunakan Dehumidifier

    Dehumidifier dapat digunakan untuk membersihkan udara. Alat ini cocok untuk memperbaiki ruangan yang tidak sehat dan lembab, sera menyaring debu, alergen, dan partikel lainnya.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Kipas angin bisa menjadi solusi untuk menghilangkan rasa pengap di ruangan tanpa jendela atau AC. Dengan kipas angin, udara akan tetap bergerak di dalam kamar.

    4. Cek Pendingin Ruangan

    Sistem yang berkinerja buruk bisa berdampak besar pada kualitas udara dalam ruangan. AC yang semakin melemah dari hari ke hari, dan semakin tidak mampu mendinginkan rumah biasanya merupakan tanda bahwa alat ini sudah usang dan perlu diganti.

    5. Nyalakan AC

    Menyalakan AC merupakan cara yang andal untuk meningkatkan aliran udara di rumah. Pastikan rutin mengganti filter AC untuk mencegah masuknya debu ke dalam ruangan.

    Jika filter kotor, udara tidak bisa melewatinya. Sehingga, AC tidak mendapat aliran udara yang dibutuhkan untuk mendinginkan ruangan secara efektif.

    6. Bersihkan dengan Penyedot Debu

    Bersihkan debu-debu di kamar dengan penyedot debu setiap minggu juga bisa membantu mengurangi bau dan pengap di kamar. Selain itu, ganti seprai dan bersihkan karpet di kamar jika ada.

    Perlu diketahui, udara yang pengap tak hanya sekedar tentang kenyamanan. Udara yang tidak bersirkulasi dengan baik, lembab, dan polutan yang menumpuk di udara bisa memperburuk masalah kesehatan. Bagi orang-orang yang memiliki masalah pernapasan atau alergi yang parah, tinggal di lingkungan dengan udara yang tidak sehat sangat berbahaya.

    Selain itu, menumpuk pakaian yang basah atau terkena keringat terlalu lama bisa menimbulkan bau apek dalam ruangan. Jadi, periksa kamar dan cek apakah ada barang yang menyebabkan bau apek. Jika menemukannya segera ambil dan bersihkan untuk menjaga kenyamanan kamar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya! 6 Barang Baru Ini Harus Dicuci Dulu Sebelum Dipakai


    Jakarta

    Barang-barang yang baru dibeli sebaiknya harus dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai. Meskipun suka tergoda untuk langsung memakai barang baru, tetapi ternyata penting lho untuk mencucinya sebelum digunakan.

    Mengutip dari situs The Spruce, terdapat 6 barang yang harus dicuci sebelum digunakan.

    Peralatan Dapur dan Makan

    Peralatan dapur dan makan, seperti gelas, botol minum, piring, mangkuk, wadah penyimpanan, panci, wajan, dan lainnya harus dicuci sebelum digunakan untuk pertama kalinya. Gunanya adalah untuk memastikan bahwa debu dan partikel sisa dari proses produksi atau pengemasan telah hilang dan tidak masuk ke dalam makanan.


    Seprai

    Seprai baru harus dicuci sebelum digunakan. Hal ini untuk memastikan sisa-sisa bahan kimia, kotoran, dan debu yang terbawa dari pabrik hilang sepenuhnya. Tentu saja juga senantiasa menjaga tempat tidur tetap bersih dan higienis.

    Alat Pembersih

    Mungkin benda ini sering terlewat. Alat pembersih seperti kain pel, kain mikrofiber, spons, hingga kemoceng yang baru dibeli juga penting dicuci. Alat pembersih menyimpan debu dan bakteri akibat proses pembuatannya karena memang dirancang untuk menangkap dan menahan debu atau partikel lain sehingga rentan kotor.

    Handuk

    Meski handuk baru kelihatannya bersih, ternyata tetap perlu dicuci. Hal ini untuk memastikan debu, partikel, dan bakteri hilang sepenuhnya.

    Pakaian

    Pakaian baru dibeli atau pakaian bekas dari orang lain wajib dicuci sebelum digunakan kembali oleh pemiliknya. Khususnya pakaian dalam dan pakaian olahraga. Sebab, pakaian menyimpan kuman karena proses pembuatan hingga penyaluran ke toko. Selain itu, kita juga tidak pernah tahu siapa saja yang sudah menjajal pakaian ini sebelum kita membelinya.

    Perlengkapan Bayi

    Bayi sangat sensitif terhadap apa saja. Itu sebabnya perlengkapan bayi seperti selimut, pakaian, dot, mainan, botol, dan sebagainya harus dicuci dengan bersih sebelum dipakai. Pastikan mencuci dengan sabun yang lembut dan aman serta gunakan air hangat untuk memastikan bakteri dan kuman hilang.

    Itulah beberapa benda-benda yang harus dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan untuk pertama kalinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com