Tag: seprai

  • Sering Jadi Kebiasaan, Ini Bahaya Taruh Handuk Basah di Atas Kasur


    Jakarta

    Ada banyak kebiasaan di rumah yang ternyata tidak baik untuk dilakukan, salah satunya adalah menaruh handuk basah di atas tempat tidur. Meski dianggap sepele, hal ini ternyata bisa memicu berbagai penyakit.

    Bagi sebagian orang, menaruh handuk di atas kasur merupakan suatu kebiasaan. Hal ini biasa dilakukan ketika seseorang keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian. Tak sempat menggantungnya di jemuran, alhasil handuk sengaja ditaruh di atas kasur.

    Namun, handuk basah dibiarkan tergeletak begitu saja di atas tempat tidur sedangkan penghuni rumah sudah pergi untuk beraktivitas. Selama berjam-jam handuk menempel di atas seprai yang akhirnya bikin basah dan lembap.


    Ternyata, kebiasaan buruk tersebut tak hanya bikin kasur jadi basah dan tidak nyaman untuk ditiduri, tapi juga memicu sejumlah penyakit. Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Taruh Handuk di Atas Kasur Ternyata Berbahaya

    Sebagian dari detikers mungkin pernah menaruh handuk basah di atas kasur secara sengaja. Namun, jika sudah menjadi kebiasaan maka sebaiknya segera disetop karena bisa berbahaya bagi kesehatan.

    Dilansir laman Yahoo! Life UK, Selasa (27/8/2025), selain seprai tempat tidur menjadi basah, kebiasaan menaruh handuk basah di atas kasur dapat memicu tumbuhnya bakteri. Dalam beberapa kasus, hal itu juga bisa menyebabkan munculnya jamur.

    “Seprai Anda akan menyerap kelembapan sehingga menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri dan jamur,” kata Rhiannon Johns, seorang desainer interior dan Head of Brand Piglet in Bed.

    Tumbuhnya jamur dan bakteri di tempat tidur nggak bisa dianggap sepele. Apabila seprai tak segera dibersihkan maka jamur bisa menyebar ke seluruh kasur. Hal itu bisa menimbulkan infeksi kulit, gatal-gatal, hingga muncul ruam di seluruh badan.

    “Tidak hanya itu, sel-sel kulit mati dan kotoran dari tubuh yang dibersihkan menggunakan handuk, akan diserap lagi oleh tempat tidur jika meletakkan handuk basah di atasnya. Hal ini kurang higienis dan bisa memicu kemungkinan infeksi kulit,” ungkap dr Ross Perry GP, direktur medis dari klinik kulit Cosmedics.

    Selain jamur dan bakteri dapat tumbuh karena kondisi yang lembap, handuk yang digunakan sehari-hari juga bisa kotor dan membawa berbagai macam mikroba. Jika handuk basah diletakkan di tempat tidur, maka otomatis mikroba itu akan berpindah ke kasur.

    “Penelitian kecil menunjukkan bahwa handuk yang kotor berpotensi menyebabkan penyebaran penyakit menular,” ujar dr Ross.

    Menurut Rhiannon, sebaiknya hentikan kebiasaan menaruh handuk basah di atas kasur setelah dipakai untuk mandi. Disarankan segera menjemur handuk di tempat yang panas agar cepat kering sehingga mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur.

    Jika tak sengaja menaruh handuk basah di kasur dan lupa untuk mengangkatnya selama berjam-jam, dianjurkan untuk mencuci seprai agar tidak lembap sekaligus mencegah pertumbuhan bakteri. Rhiannon juga menyarankan mencuci seprai setidaknya seminggu sekali.

    “Untuk kesegaran yang lebih menyeluruh, jemur handuk di atas tali jemuran di luar ruangan. Cahaya matahari akan membantu membunuh bakteri, jadi manfaatkan sinar matahari sebaik-baiknya,” tuturnya.

    “Selain itu, sebelum merapikan tempat tidur di pagi hari, sebaiknya balikkan selimut untuk diangin-anginkan agar tidak ada debu dan kotoran,” pungkas Rhiannon.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Kegiatan Bersih-bersih yang Harus Dilakukan Setiap Akhir Pekan


    Jakarta

    Akhir pekan merupakan waktu yang tepat untuk membersihkan rumah. Sebab, akhir pekan merupakan waktu libur di mana seseorang akan memiliki lebih banyak waktu untuk bersantai.

    Pada hari biasa, seseorang jauh lebih sibuk di luar rumah seperti bekerja, pergi ke sekolah, atau kegiatan lainnya. Dengan menyisihkan waktu sebentar untuk bersih-bersih rumah, rumah akan jauh lebih nyaman dan tidak begitu kotor bahkan untuk seminggu ke depan .

    Dilansir The Spruce, berikut kegiatan bersih-bersih yang harus dilakukan di rumah saat akhir pekan.


    1. Area Halaman dan Pintu Masuk

    Area depan rumah merupakan wajah dari hunian. Namun, area ini terkadang jarang diperhatikan. Padahal area ini harus sering dibersihkan seperti memotong rumput, membuang daun kering, merapikan sepatu yang berantakan, membersihkan carport dari debu dan kotoran bekas kendaraan, hingga membersihkan kotoran cicak atau tikus yang mungkin menumpuk di pojok-pojok halaman.

    2. Menyapu

    Kegiatan wajib lainnya yang paling tidak dilakukan setiap hari adalah menyapu. Kegiatan ini sebenarnya tidak membutuhkan waktu hingga satu jam. Selain itu, saat ini sudah tersedia robot vacuum yang bisa membersihkan lantai rumah secara otomatis.

    Meskipun jarang berada di rumah, lantai rumah pasti mudah sekali berdebu. Jadi sempatkan untuk menyapu minimal sekali dalam seminggu. Lebih baik bisa dilakukan setiap hari.

    3. Mengganti Seprei

    Seprei merupakan penutup kasur atau alas terluar kasur. Banyak sekali yang mengira seprai diganti sebulan sekali. Padahal seprai bisa sama kotornya dengan kamar mandi sehingga harus sering diganti maksimal seminggu sekali. Seprei juga diwajibkan lebih sering diganti jika sering tidur ketika masih memakai pakaian dari luar atau terkena kotoran lain.

    4. Membersihkan Kamar Mandi

    Kamar mandi merupakan area yang mudah lembap. Jamur dan bakteri mudah sekali berkembang biak di sini. Untuk mengatasinya, kamu perlu sering-sering membersihkan kamar mandi. Dengan begitu tidak akan muncul bau tak sedap di kamar mandi dan lantai pun tidak akan mudah licin.

    5. Mencuci Pakaian

    Biasanya pekerja yang sibuk sering menumpuk pakaian kotor dan akan dicuci saat akhir pekan. Apabila sudah ditumpuk selama seminggu, segera dicuci saat akhir pekan agar tidak tidak menumpuk dan tidak muncul jamur pada pakaian.

    6. Membersihkan Dapur

    Saat memasak setiap pagi dan malam, mungkin hanya beberapa bagian yang bisa dibersihkan karena keterbatasan waktu. Akhir pekan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan deep cleaning, seperti membersihkan bagian sekitar kompor, oven, kulkas, hingga ke wastafel.

    7. Membuang Sampah

    Membuang sampah seharusnya dilakukan setiap hari, tetapi terkadang ada penghuni rumah yang jarang membuang sampah karena tidak ada yang harus dibuang.
    Saat membuang sampah, pastikan semua sampah dalam keadaan aman untuk dibuang, jangan sampai membahayakan tukang pengambil sampah. Jangan lupa mencuci tempat sampah, jangan hanya membuang plastiknya saja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal yang Wajib Dibersihkan Sebelum Pergi Tinggalkan Rumah


    Jakarta

    Musim libur sekolah sudah tiba, banyak anak-anak yang mengajak orang tuanya untuk pergi liburan keluar kota. Namun, sebelum pergi meninggalkan rumah pastikan seluruh perabotan telah dibersihkan.

    Pergi meninggalkan rumah selama berhari-hari tak hanya memperhatikan keamanan saja, tapi juga kebersihan. Tentu, kamu tidak mau kan sepulang dari liburan dan melihat rumah dalam kondisi berantakan dan bau?

    Maka dari itu, sebelum pergi meninggalkan rumah sebaiknya detikers melakukan bersih-bersih. Apa saja yang harus dibersihkan? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Ini Hal yang Wajib Dibersihkan Sebelum Pergi Tinggalkan Rumah

    Ada sejumlah hal yang wajib dibersihkan sebelum kamu pergi meninggalkan rumah. Dilansir dari The Spruce, Minggu (22/6/2025), berikut penjelasannya:

    1. Membuang Seluruh Sampah

    Langkah yang pertama adalah dengan membuang seluruh sampah di rumah. Periksa seluruh tempat sampah yang terdapat di dalam rumah, mulai dari dapur, kamar tidur, kamar mandi, hingga ruang tamu.

    “Pastikan semuanya sudah dikosongkan sebelum Anda pergi untuk menghindari bau tak sedap, serangga, atau hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Sarah Paiji Yoo, salah satu pendiri dan CEO Blueland.

    Apabila kamu memiliki tempat sampah kompos, Sarah mengimbau untuk segera membuangnya sebelum pergi meninggalkan rumah.

    2. Bersihkan Area Penting di Rumah

    Agar saat tiba di rumah merasa nyaman, sebaiknya bersihkan area penting di dalam rumah. Direktur Eksekutif Truly Free Home Maria Mooney mengatakan, area penting di rumah meliputi pintu masuk, kamar tidur, kamar mandi, dan ruang tamu.

    Periksa di setiap ruangan tersebut apakah sudah rapi atau belum. Sebaiknya sapu dan pel juga ruangan tersebut agar tidak banyak debu dan kotoran yang menempel.

    “Menyelesaikan tugas-tugas tersebut sebelum pergi dapat membantu memastikan Anda kembali ke rumah dalam keadaan bersih, tenang, bebas dari bau, dan hama, sehingga tidak melihat kondisi rumah yang kacau,” ujarnya.

    3. Cuci Pakaian

    Ada sejumlah alasan mengapa detikers wajib mencuci pakaian sebelum pergi berlibur. Faktor utama tentu untuk mencegah bau tak sedap yang keluar dari keranjang baju kotor.

    Selain itu, langkah ini juga dapat mencegah pakaian menjadi terlalu kusut dan berkerut karena tidak dicuci selama berhari-hari. Mencuci pakaian juga dapat mencegah noda menempel sehingga sulit dihilangkan.

    Secara praktis, mencuci pakaian juga dapat mengurangi jumlah pakaian yang harus kamu cuci setelah pulang dari liburan.

    “Anda sudah memiliki koper yang penuh dengan pakaian kotor, jadi mencuci pakaian sebelum berangkat berarti dapat mengurangi beban saat Anda kembali,” ungkap Mooney.

    4. Membersihkan Kulkas

    Tips berikutnya adalah membersihkan kulkas dan isinya. Selama pergi liburan, bisa saja kamu meninggalkan makanan atau minuman selama berhari-hari dan akhirnya membusuk. Kalau sudah begini, aroma tak sedap akan terus tersimpan di dalam lemari es dan bisa merusak bahan makanan lain.

    Maka dari itu, sebaiknya periksa lemari es sebelum pergi meninggalkan rumah. Singkirkan semua makanan dan minuman yang mudah rusak. Cek juga tanggal kedaluwarsa dan pastikan semua produk yang sudah dibuka dan belum mendekati expired dalam keadaan tertutup rapat.

    Bila perlu bersihkan juga bagian dalam kulkas agar tidak terlihat kotor. Setelah itu, masukkan lagi produk makanan dan minuman yang masih bisa disimpan berhari-hari ke dalam lemari es.

    5. Cuci Seprai

    Mencuci seprai jadi salah satu hal yang perlu dilakukan sebelum pergi meninggalkan rumah. Sarah mengatakan langkah ini dapat membuat tempat tidur terasa nyaman setelah lelah pergi liburan.

    Tak hanya seprai, pastikan juga kamu mencuci sarung bantal dan guling. Rapikan juga tempat tidur agar tetap bersih dan wangi sehingga kamu dapat beristirahat dengan nyaman.

    6. Bersihkan Kompor

    Jangan lupa untuk membersihkan kompor sebelum pergi liburan. Kompor merupakan area yang paling mudah kotor karena bisa terkena noda minyak, bumbu, hingga cairan seperti teh dan kopi.

    Langkah ini dilakukan agar tidak ada semut, kecoak, hingga tikus yang naik ke atas kompor. Bersihkan juga peralatan memasak dan alat makan sehingga tidak dibiarkan di atas kompor atau kitchen sink.

    Sisa-sisa makanan yang ada di meja makan atau dapur sebaiknya juga dibuang. Sebab, makanan tersebut bisa basi dan mengeluarkan aroma tak sedap jika dibiarkan berhari-hari.

    Itu dia enam hal di rumah yang wajib dibersihkan sebelum kamu pergi meninggalkan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bikin Gatal dan Meresahkan! Ini Alasan Kutu Busuk Bisa Ada di Sofa dan Kasur


    Jakarta

    Kutu busuk merupakan salah satu serangga yang bikin resah penghuni rumah. Jika digigit oleh kutu busuk maka bisa menyebabkan kulit gatal-gatal sehingga bikin tidak nyaman.

    Pada umumnya, kutu busuk dapat muncul di sela-sela dan sudut kasur ataupun sofa. Ukurannya yang kecil membuat pemilik rumah terkadang tidak sadar jika sedang duduk atau istirahat bersama kutu busuk.

    Bahkan, sejumlah penghuni rumah juga tidak tahu bagaimana caranya bisa ada kutu busuk di kasur dan sofa. Padahal, ada sejumlah faktor yang menyebabkan akutu busuk bisa tinggal di dalam rumah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Muncul Kutu Busuk di Kasur-Sofa

    Kutu busuk tidak akan muncul secara tiba-tiba di dalam rumah. Tentunya ada sejumlah faktor yang membuat serangga kecil ini dapat bersarang dan berkembang biak.

    Dilansir dari Healthline, Rabu (25/6/2025), kutu busuk menyukai manusia dan cenderung tinggal di tempat yang banyak dihuni orang-orang. Sebab, serangga ini dapat menghisap darah layaknya nyamuk.

    Sejumlah ahli mengungkapkan jika kutu busuk dapat melompat ke barang atau pakaian yang dikenakan oleh manusia. Lalu, kutu busuk ‘menumpang’ dengan manusia hingga tiba di rumah. Umumnya kutu busuk dapat ditemukan di berbagai tempat, mulai dari:

    • Hotel
    • Apartemen
    • Angkutan umum seperti bus, kereta api, atau taksi
    • Tempat berekemah di luar ruangan.

    Setelah kutu busuk berhasil masuk ke barang atau pakaian yang dikenakan manusia, mereka dapat bertahan selama berjam-jam hingga orang tersebut sampai di rumah.

    Ketika orang itu duduk di sofa atau tempat tidur, maka kutu busuk akan berpindah dengan cepat untuk membuat sarang dan berkembang biak. Serangga yang satu ini bahkan dapat bertahan hidup hingga satu tahun tanpa makan.

    Meski detikers berada di hotel, rumah, atau tempat yang terlihat bersih, hal itu tak menjamin tidak ada kutu busuk. Serangga kecil ini dapat dengan mudah menemukan tempat baru untuk berkembang biak.

    Tempat yang Sering Dijadikan Kutu Busuk Berkembang Biak

    Tak hanya di sela-sela kasur atau sudut sofa saja, ada sejumlah tempat di dalam rumah yang sering dijadikan sebagai sarang kutu busuk untuk berkembang biak, yaitu:

    • Seprai dan selimut
    • Bagian kepala tempat tidur
    • Tumpukan pakaian yang tidak dicuci selama berminggu-minggu
    • Di sela-sela kertas dinding yang mengelupas
    • Di bawah dan tepi karpet
    • Pakaian di dalam lemari
    • Koper
    • Kotak kardus
    • Tas yang jarang dipakai.

    Kutu busuk juga merupakan hewan yang dapat bergerak dengan cepat. Maka dari itu, serangga ini bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa disadari oleh manusia.

    Itulah penjelasan kenapa kutu busuk bisa ada di sofa dan kasur rumah. Jadi, selalu bersihkan rumah secara rutin agar tidak ada serangga kecil tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Ini 5 Tips Cegah Serangan Kutu Kasur di Rumah


    Jakarta

    Kehadiran kutu kasur di rumah bikin khawatir karena dapat mengganggu kenyamanan. Serangga kecil ini bisa menggigit manusia untuk menyedot darah, sehingga dapat menyebabkan bercak merah dan gatal-gatal di kulit.

    Kalau ditemukan ada kutu kasur di rumah, penghuni perlu segera membasminya. Namun tak cukup hanya membersihkan sofa atau kasur, ada beberapa cara lain untuk mencegah kutu kasur di rumah.

    Sebab, kutu kasur sering bersembunyi di sela-sela atau sudut tempat tidur dan sofa. Selain area itu sulit dijangkau, ukuran kutu kasur yang kecil membuat sebagian orang tak sadar kalau sedang duduk atau tidur bersama serangga itu.


    Agar seluruh penghuni rumah merasa nyaman, simak beberapa tips mencegah kutu kasur dengan mudah di bawah ini:

    Tips Ampuh Mencegah Kutu Kasur dengan Mudah

    Ada sejumlah kiat mudah untuk mencegah kutu kasur di rumah. Dikutip dari United States Environmental Protection Agency (EPA), Rabu (25/6/2025), berikut sejumlah tipsnya:

    1. Cek Seluruh Furnitur di Rumah Secara Rutin

    Periksa seluruh furnitur yang ada di rumah secara rutin. Tak hanya kasur, kutu kasur juga dapat ditemukan di sofa ruang tamu, kursi, karpet, hingga lemari.

    Penghuni rumah perlu mengecek secara rutin dengan mengganti seprai, mengecek bagian dalam sofa, atau melihat bagian tepi karpet. Kalau menemukan ada serangga kecil yang bergerak, patut dicurigai jika itu adalah kutu busuk.

    2. Rutin Menyedot Debu

    Kutu busuk dapat berkembang biak di lipatan sofa atau kasur. Area ini memang cukup jarang terjamah sehingga tidak diketahui kalau ada kutu busuk di dalamnya.

    Sebagai bentuk pencegahan, penghuni dapat menyedot debu dan kotoran di sofa dan kasur secara rutin. Selain mengangkat sisa kotoran, langkah ini juga dapat mencegah munculnya kutu kasur.

    3. Cek Dua Kali saat Membeli Furnitur Bekas

    Jika berniat ingin membeli furnitur bekas seperti kasur, sofa, atau karpet, pastikan untuk melakukan pengecekan sebanyak dua kali. Selain melihat kondisinya, pastikan tidak ada kutu kasur dan telurnya yang hinggap di furnitur tersebut.

    Cara ini dilakukan agar penghuni tidak mendapat barang zonk. Meski harga furnitur tersebut murah meriah dan terlihat bagus, tapi jika di dalamnya ada banyak kutu busuk maka dapat merugikan pembelinya.

    Salah satu kebiasaan buruk yang sering dilakukan orang adalah sengaja menunda mencuci pakaian hingga berminggu-minggu. Alasannya agar pakaian dapat dicuci secara bersamaan dalam jumlah banyak.

    Padahal, kebiasaan ini tidak baik dilakukan karena bisa memicu munculnya kutu kasur di dalam pakaian kotor. Perlu diketahui, kutu kasur dapat berpindah dengan cepat dari satu benda ke benda lain.

    Selain itu, bau pakaian kotor bisa menyebar ke seluruh ruangan sehingga bikin tidak nyaman. Jadi, sebaiknya mencuci pakaian secara rutin.

    5. Jangan Taruh Barang di Atas Sofa dan Kasur

    Beberapa orang kerap meletakkan barang seperti tas atau pakaian kotor di atas sofa dan kasur. Kebiasaan ini ternyata dapat berdampak buruk karena kutu busuk bisa berpindah tempat.

    Selama berada di luar, mungkin kamu tidak sadar duduk di tempat kotor yang ada kutu busuk. Alhasil, serangga itu dapat ‘menumpang’ pada tas dan pakaian yang kamu kenakan.

    Setibanya di rumah, kutu busuk dapat langsung berpindah ke berbagai tempat seperti furnitur, kasur, hingga sofa kesayanganmu. Maka tak heran jika kamu sering merasakan kulit gatal-gatal akibat kebiasaan buruk tersebut.

    Sebaiknya hindari kebiasaan menaruh barang kotor di atas sofa dan kasur mulai sekarang. Selain itu, jangan lupa menjaga kebersihan secara rutin agar tak ada lagi serangga kecil yang mengganggu tempat tinggal kamu.

    Demikian lima tips ampuh mencegah kutu kasur dengan mudah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Bikin Kamar Tidur Selalu Harum Sepanjang Hari


    Jakarta

    Kamar tidur yang harum membuat penghuni merasa nyaman tinggal di rumah. Akan tetapi, terkadang hanya menyemprotkan pengharum tidak cukup membuat ruangan wangi

    Sebab, menyemprotkan pengharum ruangan bisa cepat hilang, sehingga tak lagi wangi. Bau tak sedap di kamar pun tidak dapat ditutupi.

    Bagaimana cara membuat kamar tidur harum sepanjang waktu? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Bikin Kamar Tidur Harum

    Inilah beberapa tips untuk membuat kamar wangi sepanjang hari, dikutip dari Good Housekeeping dan Real Simple.

    1. Rapikan Barang

    Penghuni sebaiknya merapikan barang-barang di kamar tidur. Rapikan barang atau buang barang yang sudah tidak digunakan agar kamar lebih lega.

    Sebab, kamar yang dipenuhi barang akan membatasi sirkulasi udara dan menyebabkan panas berlebih. Hal tersebut bisa menimbulkan bau apek.

    2. Bersihkan Kamar dari Sampah

    Bau tak sedap di kamar tidur bisa berasal dari tempat sampah. Nah, penghuni sebaiknya membuang sampah setiap hari meski wadahnya belum penuh. Selain buang sampah, tempatnya pun perlu dibersihkan setidaknya sebulan sekali.

    3. Rutin Cuci Sarung Bantal dan Seprai

    Sarung bantal dan seprai lama-lama akan kotor karena digunakan. Mengingat, keringat hingga residu produk perawatan diri dapat menempel di kasur.

    Oleh karena itu, dianjurkan untuk mencuci seprai dan sarung bantal setidaknya dua minggu sekali. Penghuni sebaiknya mengganti seprai dan sarung lebih sering kalau memiliki hewan peliharaan atau alergi. Kemudian, cuci bantal, selimut, dan kasur setidaknya 2 kali dalam setahun.

    4. Semprotkan Pengharum Ruangan

    Penghuni bisa menyemprotkan pengharum ruangan ke kamar tidur. Ada berbagai bentuk pengharum ruangan, seperti yang dijual bebas

    di pasaran, elektrik, ataupun buatan sendiri. Penghuni bisa menggunakan bahan alami seperti larutan minyak esensial atau rempah-rempah.

    5. Buka Jendela dan Pintu

    Pastikan ada sirkulasi udara yang baik di dalam kamar dengan membuka jendela dan pintu. Buka jendela atau pintu beberapa jam di pagi hari. Cara ini membantu menghilangkan sisa kelembapan dan bau apek.

    6. Pajang Tanaman atau Bunga

    Tanaman dan bunga tak hanya memperindah kamar tetapi juga membuat udara kamar segar, lho. Penghuni bisa memajang tanaman yang harum, seperti begonia, melati, gardenia, atau rosemary tuscan di sudut kamar.

    Lalu, memajang bunga harum dalam vas juga dapat membuat kamar wangi. Letakkan bunga lavender, mawar, lilac, atau peony di dalam kamar.

    7. Rebus Campuran Rempah dan Buah

    Rebusan buah dan rempah juga bisa membuat kamar tidur wangi. Caranya dengan merebus buah-buahan atau rempah. Aroma rebusan itu akan menyebar ke seluruh ruangan.

    Kombinasi bahan yang dapat direbus bersamaan yaitu:

    • Jeruk, rosemary, dan vanili.
    • Jahe, kayu manis, adas manis, pala, dan kapulaga.
    • Apel, jeruk, kayu manis, dan cengkeh.

    Itulah beberapa cara membuat kamar tidur selalu wangi. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kasur Kendor Nggak Usah Beli yang Baru, Pakai 4 Cara Ini Biar Kenceng Lagi


    Jakarta

    Kasur dibuat lembut dan empuk agar nyaman digunakan meskipun mendapat beban seberat apa pun. Untuk memberikan rasa nyaman tersebut, kasur zaman sekarang kebanyakan bervolume, tidak lagi setipis karpet.

    Di dalamnya ada per yang bisa menyusut dan kembali, busa, hingga rangka kasur. Bagian dalam ini dibuat kokoh dan fleksibel agar bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Namun, bagian dalam kasur ini tetap berpotensi rusak apabila cara menggunakannya salah atau sudah terlalu lama dipakai.

    Tanda-tanda kasur yang sudah tidak nyaman dipakai adalah permukaannya kendur atau turun. Hal ini membuat beberapa bagian tubuh terasa lebih rendah daripada bagian lain. Meskipun kesannya sepele, tetapi lama kelamaan hal tersebut dapat berpengaruh pada kesehatan terutama bagian tulang.


    Apabila terjadi seperti ini, apakah kasur harus segera diganti? Iya, sebaiknya segera membeli kasur baru dengan permukaan yang lebih nyaman. Namun, apabila tidak mampu membeli baru, ada kok solusi yang bisa dilakukan.

    Dilansir Homes & Gardens, berikut beberapa tips dan trik yang dapat membantu mengembalikan bentuk permukaan kasur.

    1. Membalik Kasur

    Menurut ahli urusan masalah tidur Hafiz Shariff mengatakan bahan kasur bisa memadat dan rusak seiring waktu. Hal ini yang membuat permukaannya terasa kendur. Cara mengatasinya dengan cara membalik permukaan atau memutar kasur tersebut. Dengan begitu terjadi pergerakan di dalam kasur dan mengembalikan kekencangannya.

    Apabila sulit untuk membalik permukaan kasur, coba dengan mengganti posisi tidur. Beban badan yang selalu berada di tempat yang sama bisa menyebabkan area tersebut kendur.

    2. Pakai Pelapis Kasur yang Kuat

    Pelapis kasur berbeda dengan seprai. Pelapis kasur terbuat dari lateks alami atau busa memori dengan kepadatan tinggi. Pelapis kasur dibedakan dari kepadatan busa di dalamnya. Semakin padat busa di dalamnya, tentu terasa lebih padat dan tidak begitu lentur. Namun, bisa menyebabkan kasur terasa lebih hangat. Jadi untuk pengguna yang tidak memakai kipas angin atau AC sebaiknya jangan memakai busa yang terlalu padat.

    Jika kamu sering berkeringat di malam hari atau merasa gerah, sebaiknya fokus pada pelapis kasur pendingin terbaik. Kamu dapat menemukan pelapis kasur busa memori yang dilengkapi dengan gel pendingin untuk mengurangi panas dan menyerap kelembapan.

    Untuk jenis pelapis kasur yang terasa lebih dingin adalah berbahan dasar lateks, menurut pendiri Coop merek tempat tidur mewah, Jin Chon. Namun, lateks membuat badan terasa seperti tenggelam karena busa memorinya tidak sebanyak jenis busa biasa.

    “Lateks adalah bahan pelapis kasur yang bagus karena memiliki dukungan yang responsif,” ujar Jin Chon, dalam kutipannya di Homes & Gardens, Kamis (17/7/2025).

    Untuk lebih amannya pilih pelapis kasur yang lebih tebal. Idealnya, kamu sebaiknya memilih pelapis kasur dengan ketebalan 3 inci atau lebih.

    3. Cek Fondasinya

    Faktor yang membuat kasur terasa kendur bisa juga disebabkan karena fondasi yang tidak rata. Sebelum tidur bisa cek struktur dipan apakah ada bagian yang kendur atau miring. Dipan yang tidak rata juga bisa bahaya ketika menerima beban secara tiba-tiba.

    4. Letakkan Papan Kayu Lapis

    Trik lain yang bisa digunakan adalah memasang kayu tipis seperti tripleks di atas kasur. Kemudian, kayu tersebut ditutup lagi dengan pelapis kasur dan seprai. Dengan begitu ada satu lapisan tambahan yang dapat menopang beban di atas dan tidak terasa seperti tenggelam ketika tidur di kasur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tertukar antara Bed Cover dan Seprai, Ini Perbedaannya



    Jakarta

    Tempat tidur biasanya dilapisi dengan kain seperti selimut, bed cover, dan seprai. Perlengkapan tersebut untuk menambah estetika maupun kenyamanan bagi penggunanya.

    Beberapa istilah perlengkapan itu terkadang tertukar misalnya bed cover dan seprai. Nah, kedua benda itu punya fungsi dan bentuk yang berbeda.

    Lantas, apa perbedaan antara bed cover dan seprai? Simak penjelasannya berikut ini.


    Perbedaan Bed Cover dan Seprai

    Inilah beberapa perbedaan bed cover dan seprai, dikutip dari Comfort Beddings.

    1. Bentuk

    Bed cover adalah kain persegi yang berbentuk lebar dan tebal. Kain ini juga tebal, sehingga bisa memberikan kenyamanan dan kehangatan bagi penghuni.

    Sementara itu, seprai berupa kain tipis dan lebar. Bentuknya menyesuaikan dengan dimensi kasur. Pinggiran seprai terdapat karet untuk menyangkutkan ke matras.

    2. Fungsi

    Bed cover mempunyai berfungsi untuk menutup permukaan kasur. Selain itu, bed cover bisa menjadi selimut buat memberi kehangatan.

    Di sisi lain, seprai adalah kain untuk menutup permukaan matras agar tidak langsung menyentuh kulit. Lapisan ini melindungi kulit dari alergi dan iritasi akibat debu dan bakteri pada kasur.

    3. Estetika

    Bed cover dan seprai sama-sama bisa menambah estetika tempat tidur. Akan tetapi, bed cover tersedia dalam berbagai motif dan warna unik, sehingga lebih cocok untuk dekorasi. Sementara itu, seprai biasanya berwarna polos dan motif tidak terlalu mencolok.

    4. Ukuran

    Meski bed cover dan seprai sama-sama melapisi permukaan tempat tidur, kedua benda ini berbeda dari segi ukuran. Bed cover biasanya hanya tersedia dalam satu ukuran sana, sedangkan seprai beberapa ukuran untuk menyesuaikan banyak ukuran kasur.

    Itulah perbedaan bed cover dan seprai. Jangan sampai tertukar ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pakai 2 Warna Seprai Ini, Bikin Kutu Kasur Berdatangan



    Jakarta

    Salah satu hewan yang senang hidup di kasur adalah kutu kasur. Hewan kecil penghisap darah ini pernah menjadi wabah di Eropa beberapa tahun lalu karena gigitannya dapat menyebabkan rasa gatal, luka, hingga infeksi kulit.

    Keberadaan kutu kasur sulit ditemukan karena hewan ini aktif saat malam hari di saat manusia tengah tertidur. Mereka muncul karena tertarik pada karbon dioksida dan panas yang dikeluarkan manusia saat tidur.

    Cara membasmi kutu kasur adalah dengan rajin membersihkan kasur, mulai dari menyedot debu dengan vacuum cleaner, menggunakan kasur baru bukan bekas terutama setelah terendam banji, dan menjaga kebersihan kasur.


    Selain itu, dilansir CNN, ada satu faktor lain yang membuat kutu kasur tertarik hidup di kasur adalah warna seprai yang dipakai gelap seperti hitam dan merah tua. Lho kenapa gitu?

    Hal ini sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian berjudul Journal of Medical Entomology pada 2016 lalu. Penelitian itu menguji kutu kasur yang diletakkan di cawan petri dengan ‘tenda’ yang berbeda warna.

    Hasilnya menunjukkan jika kutu kasur langsung berlari menuju tenda warna hitam dan merah dibandingkan tenda berwarna terang, seperti putih, kuning, atau hijau.

    Dalam sebuah penelitian urban entomologi Universitas Florida, ilmuwan Roberto Pereira mengatakan kutu kasur menyukai warna gelap karena dapat memberikan perlindungan lebih dari serangga yang lebih besar, seperti laba-laba dan semut.

    Alasan lainnya adalah kutu kasur salah mengira warna merah dan hitam sebagai warna teman-teman mereka. Sebenarnya warna kutu kasur adalah merah kecoklatan, tetapi saat jumlahnya banyak warna tersebut lebih terlihat hitam dan merah.

    “Alasan lainnya mungkin karena warna-warna cerah membuat serangga ini terpapar dan semakin sering serangga terpapar, semakin banyak mereka kehilangan air, dan jika kehilangan banyak air, mereka akan mati atau harus makan lagi,” ujar Pereira, dikutip dari CNN, Jumat (2/8/2025).

    “Sulit untuk mengetahui apa yang ‘dipikirkan’ oleh kutu kasur, jika kita bisa menggunakan terminologi tersebut,” tambahnya.

    studio shot of black themed bedding sheets and white pillowstudio shot of black themed bedding sheets and white pillow Foto: Getty Images/Suradech14

    Meskipun begitu, Pereira menegaskan warna seprai tidak menjadi faktor utama kutu kasur ditemukan di kasur. Faktor utamanya tetap karena kutu kasur menyukai suhu tubuh manusia, karbon dioksida, dan darah. Jika ketiga faktor tersebut ditemukan, mereka bisa bersarang di kasur meskipun seprai yang digunakan berwarna terang seperti putih, hijau, atau kuning.

    Hal lain yang perlu diketahui adalah kutu kasur tidak hanya ditemukan di kasur, melainkan bisa di barang-barang berbusa di rumah berbulu dan penuh debu seperti kursi, sofa, karpet, atau wallpaper dinding.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Badan Nggak Gatal, Ini 5 Cara Cegah Kutu Busuk Ada di Kasur


    Jakarta

    Kutu busuk merupakan salah satu hewan yang kerap muncul di kasur. Serangga ini bisa menyebabkan gatal dan meninggalkan bekas pada tubuh. Tak heran keberadannya ingin dibasmi penghuni rumah.

    Selain gatal, kutu busuk juga bisa menyebabkan kasur bau dan cepat kotor. Serangga ini kerap bersembunyi di pinggiran dan dalam kasur, terutama yang jarang terkena sinar matahari.

    Nah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah adanya kutu busuk di kasur atau perabotan lainnya. Dilansir dari dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Bersihkan Barang yang Berserakan

    Rumah yang berantakan menyediakan lebih banyak tempat bagi kutu busuk untuk bersembunyi. Dilansir dari United State Environmental Protection Agency, jika kutu busuk ada di kasur, gunakan penutup khusus kutu busuk (encasement) untuk mempersulit kutu busuk menjangkau penghuni rumah saat tidur. Biarkan encasement terpasang selama setahun. Pastikan produk yang dibeli telah teruji sehingga dapat bertahan selama setahun penuh tanpa robek.

    Rutin Cuci Seprai

    Rutin mencuci seprai bisa mengurangi jumlah kutu busuk. Dilansir dari Departemen Kesehatan New York, cuci seprai, sarung bantal, selimut, dan seprai lalu masukkan ke dalam pengering panas selama minimal 30 menit.

    Perlu diperhatikan juga bahwa kutu busuk dan telurnya bisa bersembunyi di keranjang cucian, jadi jangan lupa untuk membersihkannya juga.

    Bersihkan Pakai Vacuum Cleaner

    Cara lainnya yaitu membersihkan dengan menggunakan vacuum cleaner atau penyedot debut. Bersihkan karpet, lantai, furnitur berlapis kain, rangka tempat tidur, kolong tempat tidur, di sekitar kaki tempat tidur, dan semua celah di ruangan dengan penyedot debu.

    Ganti kantong debu setelah setiap penggunaan agar kutu busuk tidak bisa kabur. Masukkan kantong debu bekas ke dalam kantong plastik tertutup rapat dan buang ke tempat sampah luar. Bisa juga masukkan sampah hasil vacuum cleaner dan masukkan ke dalam plastik sebelum dibuang.

    Tutup Celah Masuk Kutu Busuk

    Tutup semua retakan dan celah serta semua lubang tempat pipa atau kabel masuk ke dalam rumah. Untuk menutup celah maupun retakan bisa pakai caulk.

    Gunakan Jasa Profesional

    Selain cara-cara di atas, bisa juga menggunakan jasa profesional untuk mengatasi kutu busuk, apalagi jika serangga tersebut sudah ada di kasur.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah adanya kutu busuk di kasur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com