Tag: seprai

  • Hati-hati! Seprai yang Jarang Diganti Bisa Sekotor Dudukan Toilet



    Jakarta

    Seprai mirip seperti pakaian yang harus rutin dibersihkan karena cepat kotor walau tidak dibawa ke luar rumah. Oleh karena itu, ada anjuran untuk sering mengganti seprai kasur.

    Dilansir dari BBC, sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan tempat tidur Amerika Amerisleep pada 2013 mengungkapkan gambaran seprai yang kotor ternyata mirip dengan kotornya dudukan toilet. Gambaran ini juga berlaku pada sarung bantal dan guling yang jarang diganti. Permukaannya menjadi tempat hidup bagi jutaan koloni bakteri atau colony-forming unit (CFU) per inci persegi. Jumlah ini setara dengan kotornya dudukan toilet dan mangkuk hewan peliharaan.

    Studi tersebut menguji penumpukan bakteri pada sarung bantal dan seprai yang tidak diganti selama empat minggu. Dalam satu minggu pertama, pada sarung bantal ditemukan sekitar 3 juta CFU bakteri per inci persegi. Jumlah ini 17.000 kali lebih banyak daripada jumlah yang ditemukan pada dudukan toilet. Lalu, pada seprai rata-rata ditemukan 5 juta CFU atau 25.000 kali lebih banyak daripada penemuan bakteri di gagang pintu kamar mandi.


    Bisa terbayang bagaimana jumlah koloni bakteri yang ditemukan pada minggu keempat? Benar, jumlahnya lebih banyak. Pada sarung bantal ditemukan 12 juta CFU, sementara seprai mengandung rata-rata hampir 11 juta CFU. Lebih banyak dari penemuan bakteri pada pada mangkuk hewan peliharaan dan tempat sikat gigi.

    Jenis bakteri yang ditemukan pada seprai, sarung bantal, dan sarung guling adalah bakteri Staphylococcus. Bakteri ini juga umum ditemukan pada kulit manusia. Sifat bakteri ini jinak, tetapi dapat menyebabkan infeksi kulit, jerawat, dan pneumonia pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    Lantas, seberapa sering kita harus mengganti seprai?

    Dilansir dari Homes & Gardens, ahli menyarankan seprai diganti setidaknya dua minggu sekali. Waktu penggantian seprai ini bisa lebih sering apabila pemakainya banyak dan orang tersebut sering keluar rumah.

    “Beberapa orang menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur dibandingkan saat mengenakan pakaian, sehingga masuk akal untuk mencuci seprai lebih teratur,” kata Nick Drewe, pakar rumah tangga di WeThift.

    Selain itu, seprai harus lebih sering diganti apabila orang tersebut mudah berkeringat terutama saat cuaca sedang panas. Waktu penggantian seprai sebaiknya 3-4 hari sekali. Seprai yang lembap bukan hanya dapat memicu munculnya bakteri saja, melainkan jamur juga.

    Tips lain untuk menjaga permukaan seprai tidak lembap adalah setelah bangun tidur biarkan seprai selama beberapa menit. Jangan dipakai dahulu dan tertimpa selimut hingga bantal dan guling. Sebaiknya bantal, guling, dan selimut dijemur di bawah sinar matahari untuk memusnahkan jamur. Alasan kasur dibiarkan kosong adalah untuk mengeringkan kelembapan.

    Apabila kamu jarang menggunakan kasur atau lebih banyak bepergian, tidak apa-apa jarang mengganti seprai, tetapi pastikan jika kasur tersebut dilapisi penutup agar debu tidak menempel.

    Sebaliknya, kamu harus mencuci seprai sekali jika kasur berpotensi lebih cepat kotor. Misalnya kamu selalu berkeringat saat tidur, atau kamu berbagi tempat tidur dengan hewan peliharaan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Bau Apek, Ini 5 Cara Bikin Kamar Tidur Wangi Terus


    Jakarta

    Memiliki kamar tidur yang wangi tentu bisa membuat penghuni rumah betah. Kamar yang wangi bisa saja membuat tubuh menjadi rileks sehingga bisa istirahat maksimal.

    Untuk membuat kamar wangi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan dengan mudah. Salah satunya adalah mencuci seprai.

    Selain itu masih ada cara-cara lain untuk membuat kamar wangi. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Cara Membuat Kamar Wangi

    1. Sering Cuci Seprai

    Mencuci seprai secara teratur bisa membuat kamar tidur wangi. Dilansir dari The Spruce, penghuni rumah bisa mencuci seprai setiap minggu. Namun jika di rumah ada hewan peliharaan dan sering main di kamar, sebaiknya seprai dicuci lebih sering.

    Tak hanya seprai, sebaiknya gorden yang ada di kamar juga rutin dicuci. Dilansir dari Apartment Therapy, setidaknya cuci gorden beberapa bulan sekali agar tetap bersih dan wangi.

    2. Bersihkan Kamar Tidur

    Ternyata aroma tak sedap tidak hanya datang dari pakaian kotor maupun sampah, tetapi juga dari debu. Maka dari itu, penting untuk membersihkan kamar dari debu.

    “Kamu mungkin terkejut mengetahui bahwa debu sebenarnya berbau, tetapi mencegah debu di kamar tidur kamu akan membantu menghilangkan bau tidak sedap,” tutur editor Solved, Millie Hurst, dikutip dari Homes & Gardens.

    3. Rapikan Barang

    Kamar yang dipenuhi barang akan membatasi sirkulasi udara dan menyebabkan panas berlebih sehingga bisa menimbulkan bau apek. Penghuni rumah bisa merapikan atau membuang barang yang sudah tidak digunakan lagi agar kamar terasa lebih lega.

    4. Buka Jendela

    Cara lainnya untuk membuat kamar tidur wangi adalah membuka jendela dan membiarkan angin segar masuk ke dalam. Untuk kalian yang tinggal di area padat penduduk atau dekat jalan raya bisa diperhatikan waktu-waktu untuk membuka jendela, misalnya pada pagi hari sebelum banyak kendaraan berlalu lalang.

    5. Pakai Pengharum Ruangan

    Pengharum ruangan yang bisa digunakan bermacam-macam, misalnya lilin aromaterapi, reed diffuser, semprotan aerosol, dan lainnya. Nah, saat memilih wewangian, sebaiknya jangan pilih yang mengandung bahan kimia atau aroma keras yang dapat mengganggu tidur penghuni rumah.

    “Kita semua menginginkan kamar tidur yang wangi tanpa menimbulkan gangguan tidur. Carilah semprotan atau wewangian ruangan ruangan yang menggunakan minyak alami atau esensial,” tutur cleaning expert di Spekless Cleaning, Karina Toner, dikutip dari Homes & Gardens.

    Penghuni rumah bisa mencoba wewangian dengan aroma lavender, chamomile, vanila, atau yang lainnya untuk menciptakan suasana yang menenangkan.

    Penyebab Kamar Bau

    Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kamar bau. Berikut ini informasinya.

    1. Lumut dan Jamur

    Dilansir dari Love to Know, tempat yang lembap akan menimbulkan jamur atau lumut yang akan menimbulkan bau tidak sedap. Jamur biasanya ditemukan di langit-langit atau jendela. Jika menemukan jamur atau lumut di kamar tidur, segera mengambil tindakan sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.

    2. Pakaian dan Perlengkapan Tidur Kotor

    Keringat merupakan penyebab utama bau tidak sedap di kamar tidur, mulai dari keringat yang diserap seprai hingga pakaian olahraga yang berkeringat. Segera cuci pakaian kotor dan menyimpan keranjang di kamar mandi atau di ruang cuci. Hal ini akan menghindarkan kamar tidur memilik bau tidak sedap.

    3. Debu

    Debu menjadi salah satu penyebab bau tidak sedap di kamar tidur. Debu terbentuk dari kotoran, bakteri, dan lain sebagainya sehingga membuat udara kamar menjadi tidak sehat untuk penghuni rumah. Gunakan kain microfiber untuk membersihkan debu terlebih dahulu, buka jendela dan biarkan udara segar masuk.

    4. Filter AC Tersumbat

    Penting untuk memeriksa filter AC secara teratu karena filter tersebut menangkap semua kotoran dan debu yang tidak diinginkan di rumah. Saat filter tersumbat, akan mengeluarkan bau. Jika mencium aroma tidak sedap, cobalah untuk membersihkan atau mengganti filter AC di kamar tidur.

    Itulah beberapa cara untuk membuat kamar tidur wangi serta penyebab kamar tidur bau. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bikin Kamar Tidur Hangat saat Cuaca Dingin


    Jakarta

    Udara terasa dingin ketika cuaca hujan atau mendung. Cuaca seperti ini dapat membuat penghuni merasa kedinginan di rumah, termasuk kamar tidur.

    Meski sudah pakai selimut dan tidak menyalakan AC, udara dingin masih bisa menusuk badan. Kalau sudah seperti itu, penghuni rumah perlu usaha lebih buat bikin kamar terasa lebih hangat.

    Bagaimana cara membuat kamar tidur hangat saat cuaca dingin? Simak caranya berikut ini.


    Cara Bikin Kamar Tidur Hangat Saat Cuaca Dingin

    Inilah beberapa tips menghangatkan kamar tidur ketika udara terasa dingin, dikutip dari The Spruce.

    1. Tambahkan Selimut

    Solusi paling mudah untuk menghadapi cuaca dingin adalah menambah lapisan tempat tidur. Penghuni bisa mengganti seprai kasur dengan bahan yang lebih tebal atau hangat. Lalu, ganti atau tambah selimut buat menambah kehangatan di tempat tidur.

    2. Tutup Jendela

    Suhu luar ruangan dapat menembus rumah melalui kaca jendela. Penghuni bisa sedikit menghangatkan kamar tidur dengan menutup jendela.

    Kemudian, tutup jendela menggunakan tirai atau gorden yang berbahan tebal. Selain itu, pastikan celah atau retak pada pintu atau jendela tertutup agar tidak menjadi akses masuknya udara dingin.

    3. Jauhkan Tempat Tidur dari Jendela

    Jika posisi tempat tidur berada dekat jendela, sebaiknya geser ke sisi lain kamar. Kaca dapat mendingin secara signifikan sehingga mendinginkan udara di dalam ruangan. Hal ini juga berlaku untuk dinding eksterior dengan tidak dapat menahan suhu udara.

    4. Gelar Karpet

    Lantai kamar terkadang menjadi dingin ketika cuaca dingin. Penghuni dapat menggelar karpet atau alas pada lantai agar lebih nyaman buat dipijak penghuni kamar.

    5. Hangatkan Tempat Tidur

    Kalau selimut tidak cukup membuat penghuni hangat di tempat tidur, coba hangatkan tempat tidur. Caranya dengan menyelipkan botol air panas di bawah selimut saat waktunya tidur.

    Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan biar nggak kedinginan di kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Harus Ganti dan Cuci Seprai Kasur? Ini Waktu Idealnya Menurut Ahli



    Jakarta

    Setiap hari penghuni rumah tidur di atas kasur yang sudah dilapisi seprai. Meski penghuni dalam keadaan bersih ketika naik ke atas tempat tidur, seprai lama-lama bisa kotor sehingga perlu diganti dan dicuci.

    Berbagai kotoran terus menumpuk serta kuman berkembangbiak di tempat tidur. Untuk itu, penghuni harus rutin mengganti dan mencuci seprai kasur. Kebiasaan ini membantu menciptakan lingkungan lebih sehat dan nyaman bagi penghuninya.

    Namun, kapan dan sesering apa seprai perlu diganti? Simak penjelasannya berikut ini,


    Dikutip dari Homes and Gardens, para ahli menyarankan agar mencuci seprai setidaknya dua minggu sekali. Tentunya frekuensi mengganti seprai tergantung dari keadaan penghuninya.

    “Beberapa orang menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur dibandingkan saat mengenakan pakaian, sehingga masuk akal untuk mencuci seprai lebih teratur,” kata Nick Drewe, pakar rumah tangga di WeThift dilansir dari Homes and Gardens, Sabtu (23/8/2025).

    Penghuni dapat lebih sering mengganti seprai ketika cuaca lebih panas, penghuni berkeringat, ataupun penghuni sakit. Namun, jangan berlebihan karena terlalu sering mencuci seprai akan memperpendek masa pakainya.

    Sementara itu, dilansir dari The Spruce, seprai dapat diganti setiap minggu atau dua minggu sekali kalau penghuni mengenakan piyama di tempat tidur. Namun, jangan tunggu lebih dari dua minggu untuk mencuci seprai.

    Penghuni bisa lebih sering mencuci seprai kalau makan dan minum, berkeringat, atau terdapat hewan naik tempat tidur. Sebaiknya ganti seprai seminggu sekali kalau kondisinya seperti itu.

    Kemudian, penghuni dianjurkan untuk mengganti seprai setiap hari kalau ada yang sakit seperti pilek, flu, atau bahkan ada serangan kutu rambut maupun kutu busuk di rumah. Gunakan air panas untuk mencuci seprai tersebut.

    Selain itu, jika penghuni punya masalah jerawat atau kulit lainnya, sarung bantal harus lebih sering diganti dan dibersihkan dibandingkan seprai. Langkah ini buat mencegah peradangan dan perpindahan bakteri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh Basmi Tungau di Tempat Tidur Tanpa Penyedot Debu


    Jakarta

    Tungau adalah serangga kecil yang biasanya hidup di furnitur, salah satunya kasur. Serangga ini tumbuh dan berkembang biak di lingkungan yang hangat dan lembap.

    Meski tak berbahaya, kehadiran tungau bisa bikin penghuni rumah nggak tidur nyenyak. Sebab, tungau dapat memicu kulit gatal, mata kering, bersih, hingga batuk kering.

    Oleh karena itu, penghuni rumah perlu menjaga kebersihan kamar, terutama kasur. Tak perlu pakai penyedot debu atau vacuum cleaner, ada berbagai cara untuk membasmi tungau di tempat tidur.


    Cara Basmi Tungau di Tempat Tidur

    Inilah beberapa cara untuk membasmi tungau di tempat tidur, dikutip dari Mayo Clinic.

    1. Cuci Seprai dan Sarung Bantal

    Cara pertama untuk membasmi tungau adalah rajin mencuci seprai, selimut, sarung bantal, dan bed cover seminggu sekali. Setelah dicuci, jemur perlengkapan tidur itu di bawah sinar matahari.

    Penghuni bisa mencuci kain-kain tersebut menggunakan air panas dengan suhu minimum 54,4 derajat Celcius agar lebih efektif. Jika tidak bisa, masukkan seprai ke dalam pengering selama 15 menit dengan suhu yang sama.

    2. Jemur Kasur

    Penghuni juga bisa membasmi tungau dengan menjemur kasur di bawah sinar matahari yang terik. Cara ini juga mengurangi kelembapan kasur sehingga tidak ada tungau yang hinggap.

    3. Jaga Tingkat Kelembapan Rumah

    Tungau hidup di lingkungan yang lembap. Nah, sebaiknya penghuni menjaga tingkat kelembapan rumah agar tungau tidak cepat berkembang biak.

    Jaga kelembapan di dalam rumah agar di bawah 50 persen. Penghuni bisa menggunakan dehumidifier atau pastikan ventilasi udara baik di dalam kamar.

    4. Semprotkan Air Garam

    Kalau menemukan beberapa tungau di kasur, penghuni bisa membasminya menggunakan garam. Campurkan air dan garam ke dalam botol semprot. Lalu, semprotkan larutan itu ke area yang dihinggapi tungau.

    5. Teteskan Minyak Lavender

    Selain itu, minyak lavender juga bisa membasmi tungau. Senyawa linalool dapat mengganggu indra penciuman tungau. Cukup teteskan minyak lavender ke tempat yang terdapat tungau di kasur.

    Itulah cara membasmi tungau di kasur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Harus Cuci Seprai? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Seprai merupakan pelindung kasur yang lama kelamaan bisa saja jadi sarang kuman, debu, maupun sel kulit mati. Maka dari itu, menyuci seprai perlu dilakukan agar tidak menjadi sarang kuman.

    Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah seberapa sering cuci seprai harus dilakukan? Sebenarnya, hal ini sangat tergantung dari pemilik kamar.

    Para ahli kesehatan menyarankan setidaknya ganti seprai setiap satu atau dua minggu sekali. Dilansir dari Cleveland Clinic, dermatologist atau dokter kulit Sean McGregor menyarankan untuk mengganti seprai setiap seminggu sekali, namun untuk bantal dan selimut bisa dicuci setiap beberapa bulan sekali. Hal ini untuk membatasi jumlah kuman dan organisme kecil lainnya di kasur.


    Nah, ada beberapa faktor yang memengaruhi seberapa sering mencuci seprai. Apabila pemilik kamar memiliki asma, sering berkeringat, kondisi cuaca panas atau lembap, hewan peliharaan tidur di kasur yang sama, maupun baru sembuh sakit, sebaiknya lebih sering mencuci seprai.

    Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seprai harus segera dicuci, yaitu:

    – Seprai terasa lengket
    – Ada noda
    – Bau tidak sedap
    – Ada kotoran atau serangga yang mengiritasi kulit

    Cara Menjaga Kasur Tetap Bersih

    dr. McGregor memberikan beberapa tips untuk menjaga agar kasur tetap bersih. Berikut ini informasinya.

    1. Rutin Ganti Seprai

    Mengganti seprai setiap seminggu atau dua minggu sekali bisa menjaga kasur tetap bersih. Untuk bantal dan selimut bisa dicuci setiap enam bulan sekali atau ketika diperlukan.

    2. Cuci Pakai Air Panas

    Tips selanjutnya adalah cuci dengan air panas. Air panas bisa membunuh tungau debu dan membuat seprai lebih bersih.

    3. Jangan Langsung Rapikan Kasur saat Bangun Tidur

    Disarankan, jangan langsung merapikan kasur sesudah bangun tidur. Berikan waktu agar keringat kering terlebih dahulu.

    “Ini akan mengurangi kelembapan yang dibutuhkan tungau debu dan bakteri untuk berkembang,” kata dr. McGregor, dikutip dari Cleveland Clinic, Rabu (27/8/2025).

    4. Bersihkan Kasur

    Seperti bantal dan guling, kasur juga perlu dibersihkan setidaknya setiap enam bulan sekali. Gunakan penyedot debut untuk menghilangkan kotoran di kasur dan kebut permukaan kasur untuk menghilangkan tungau debu maupun sel kulit mati.

    Manfaat Seprai Bersih

    Mencuci seprai setidaknya seminggu sekali memiliki beberapa manfaat, seperti meningkatkan kualitas tidur, mengurangi gejala alergi, mengurangi ketidaknyamanan, menghilangkan bau dan noda, serta memastikan kulit yang lebih sehat.

    Itulah informasi mengenai seberapa sering seprai harus dicuci.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Basmi Kutu Busuk di Kasur Bisa Pakai Alkohol, Begini Caranya


    Jakarta

    Kutu busuk adalah salah satu jenis serangga yang sering muncul di kasur atau sofa. Jika tergigit kutu busuk maka bisa menyebabkan kulit menjadi merah dan gatal-gatal.

    Serangga kecil ini kerap bersembunyi di pinggir dan dalam kasur, terutama area yang jarang terkena sinar matahari. Maka dari itu, perlu ketelitian dalam membasmi kutu busuk agar benar-benar lenyap.

    Penting juga untuk memilih cara yang tepat dalam membasmi kutu busuk, salah satunya menggunakan alkohol. Lantas, bagaimana caranya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Basmi Kutu Busuk Pakai Alkohol

    Banyak pemilik rumah yang menggunakan cairan alkohol untuk mengusir kutu busuk di kasur. Sebab, kutu busuk dewasa yang terpapar alkohol akan langsung mati.

    Dilansir The Spruce, alkohol bekerja cepat menembus lapisan luar tubuh kutu busuk. Dalam sebuah studi, kutu busuk bisa langsung mati dalam waktu 30 detik setelah terpapar alkohol.

    Meski begitu, penggunaan alkohol dinilai tidak efektif 100% untuk membunuh kutu busuk. Sebab, alkohol yang sudah mengering di kain atau permukaan kasur maka tidak efektif lagi.

    “Alkohol dapat menguap dengan cepat, jadi tidak akan membunuh kutu busuk yang bersentuhan dengan area yang telah disiram alkohol,” kata pakar pengendali hama Georgios Liakopoulos.

    Liakopoulos mengatakan kutu busuk atau telurnya yang bersembunyi di balik kasur mungkin tidak akan mati jika cairan alkohol tidak mengenai tempat persembunyiannya.

    Lebih lanjut, Liakopoulos menyarankan agar menggunakan jenis alkohol berkonsentrasi 70% agar lebih optimal membasmi kutu busuk. Alkohol dengan konsentrasi 90% dan 99% mengandung lebih sedikit air.

    Cara Pakai Alkohol untuk Basmi Kutu Busuk

    Berikut cara menggunakan alkohol untuk membasmi kutu busuk di kasur dengan mudah dan tepat:

    1. Isi botol semprot dengan cairan alkohol berkonsentrasi 70%
    2. Sebelum menyemprotkan cairan alkohol, pastikan jendela dan pintu kamar dibuka lebar agar udara mengalir lewat ventilasi
    3. Semprotkan cairan alkohol di tempat yang terdapat kutu busuk, seperti di jahitan, tepian, dan lipatan kasur
    4. Semprot juga cairan alkohol di bantal, guling, seprai, dan selimut yang terdapat kutu busuk
    5. Untuk bagian rangka kasur, gunakan bola kapas atau kain yang telah dioleskan alkohol. Lalu gosok secara perlahan pada permukaan yang terdapat kutu busuk
    6. Semprotkan cairan alkohol pada retakan atau celah perabot kayu di dekat tempat tidur atau area lainnya yang dihinggapi kutu busuk
    7. Setelah alkohol mengering, sedot sisa-sisa kutu busuk yang sudah mati dengan vacuum cleaner
    8. Lap permukaan rangka kasur yang sebelumnya diolesi alkohol dengan air bersih dan kain.

    Sebagai pengingat, cairan alkohol sangat mudah terbakar jika terkena api. Maka dari itu, jauhkan tempat tidur yang terkena alkohol dari api dan sumber panas.

    Selain itu, semprot atau oleskan alkohol di tempat tidur dengan secukupnya. Hindari merendam kain seperti bantal, guling, atau selimut ke dalam alkohol karena bisa merusak bahan.

    Itu dia cara membasmi kutu busuk di kasur yang tepat dengan alkohol. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Benda Ini Suka Lupa Dibersihkan di Rumah Padahal Kotor Banget!


    Jakarta

    Banyak yang beranggapan kamar mandi adalah tempat terkotor di rumah. Nggak heran kalau penghuni akan rajin membersihkan ruangan ini. Padahal ada area lain yang juga kotor tapi suka terlewat buat dibersihkan.

    Sejumlah benda di rumah sering dipegang penghuni dalam kesehariannya. Namun tampilannya tak terlihat kotor sehingga penghuni bisa lupa membersihkannya. Benda itu bisa jadi tempat bersarang bakteri, lho. Oleh karena itu, pastikan untuk rajin membersihkan setiap sudut rumah ya.

    Apa saja benda yang kotor tapi sering lupa dibersihkan di rumah? Simak ulasannya berikut ini.


    Benda yang Suka Lupa Dibersihkan

    Inilah sederet barang yang rawan kotor karena jarang dibersihkan, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. Meja

    Comfortable workplace with potted plantsIlustrasi meja. Foto: Getty Images/iStockphoto/mediaphotos

    Meja yang jarang dibersihkan bisa menjadi sarang kuman. Kalau penghuni sering bekerja di rumah, kuman tak hanya bersarang di komputer tetapi meja juga. Meja standar dapat mengandung 400 kali lebih banyak kuman dibandingkan dudukan toilet.

    2. Gagang Pintu

    Ilustrasi gagang pintu rumahIlustrasi gagang pintu rumah Foto: via Pixabay

    Tentunya penghuni rumah sering menyentuh gagang pintu. Bakteri yang menempel pada seseorang dapat berpindah ke gagang, lalu tersentuh oleh orang berikutnya.

    3. Saklar Lampu

    Ilustrasi saklar lampuIlustrasi saklar lampu Foto: Shutterstock

    Selain itu, saklar lampu juga sering disentuh berkali-kali sepanjang hari. Hal ini membuat saklar penuh dengan bakteri.

    4. Wastafel Dapur

    wastafelwastafel Foto: Getty Images/ben-bryant

    Wastafel dapur adalah salah satu area tertinggi yang terkontaminasi bakteri, seperti Salmonella dan E.coli. Sebab, tempat ini digunakan untuk mencuci sayur dan daging mentah. Lalu, banyaknya partikel makanan dan kelembapan menjadikannya tempat yang cocok buat kuman berkembang biak.

    5. Spons Dapur

    Spons pencuci piringSpons. Foto: Shutterstock/

    Meski sering terkena sabun, spons dapur bisa jadi benda yang sangat kotor di rumah. Spons dan kain lap ditemukan mengandung sebanyak 45 miliar mikroba bakteri per centimeter. Pasalnya, spons sangat berpori sehingga rawan mengundang kuman.

    6. Perlengkapan Tempat Tidur

    ilustrasi ranjang/kamar tidur/sepraiilustrasi seprai Foto: Getty Images/FreshSplash

    Jika penghuni tidak mengganti seprai dan sarung bantal selama seminggu, akan ada 17 ribu partikel lebih banyak bakteri pada sarung bantal daripada dudukan toilet. Pastikan untuk mencuci seprai setiap minggu dan sediakan sarung bantal ekstra untuk diganti lebih sering.

    Itulah benda yang harus rajin dibersihkan karena rawan kotor di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kutu Busuk Bisa Muncul di Sofa dan Kasur? Ini Penyebabnya



    Jakarta

    Kutu busuk adalah serangga yang suka menggigit dan bikin gatal kulit manusia. Serangga ini biasanya muncul pada bahan kain di rumah seperti sofa dan kasur.

    Pemilik rumah sering kali tidak menyadari kehadiran kutu busuk karena ukurannya yang sangat kecil. Mereka juga tidak tahu bagaimana bisa ada kutu busuk di sofa dan kasurnya.

    Memang, kenapa kutu busuk bisa muncul di sofa dan kasur ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Kutu Busuk Muncul di Sofa dan Kasur

    Dikutip dari Healthline, Selasa (9/9/2025), kutu busuk biasanya tinggal di tempat yang banyak dihuni manusia. Serangga ini menyukai manusia karena merupakan sumber darah yang dapat diisap.

    Sejumlah ahli mengatakan kutu busuk bisa melompat ke barang atau pakaian yang dikenakan manusia. Kutu busuk itu pun ikut pulang sampai rumah manusia. Biasanya kutu busuk ditemukan di berbagai tempat seperti hotel, apartemen, angkutan umum, dan alam bebas.

    Setelah sampai di rumah, orang yang dihinggapi kutu busuk bakal duduk di sofa atau tempat tidur. Momen itu menjadi kesempatan buat kutu busuk berpindah dengan cepat untuk membuat sarang dan berkembang biak di sana.

    Di sisi lain, kutu busuk bisa bertahan hidup meski satu tahun tidak makan. Oleh karena itu, penghuni perlu rutin membersihkan rumah dan membasmi serangga ini.

    Selain sofa dan kasur, ada tempat lain yang sering menjadi sarang kutu busuk di rumah. Sebaiknya penghuni lebih memperhatikan benda-benda yang rawan dihinggapi kutu busuk ini:

    • Seprai dan selimut
    • Bagian kepala tempat tidur
    • Tumpukan pakaian yang tidak dicuci selama berminggu-minggu
    • Di sela-sela kertas dinding yang mengelupas
    • Di bawah dan tepi karpet
    • Pakaian di dalam lemari
    • Koper
    • Kotak kardus
    • Tas yang jarang dipakai

    Itulah penyebab kutu busuk bisa berada di sofa dan kasur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ajaib! 4 Bahan Dapur Ini Bisa Hilangkan Noda di Pakaian


    Jakarta

    Saus sambal atau kecap manis yang tumpah ke baju dan celana rasanya bikin kesal. Terutama jika pakaian tersebut berwarna putih, tentu sangat terlihat jelas bekas noda yang menempel.

    Noda yang menempel di baju sebenarnya bisa dibersihkan menggunakan detergen. Namun, cara ini belum tentu efektif karena ada beberapa noda membandel yang sulit dihilangkan.

    Daripada kamu harus membeli baju baru, cobalah membersihkan noda di pakaian dengan sejumlah bahan dapur yang mudah didapat. Penasaran apa saja bahan tersebut? Simak dalam artikel ini.


    Bahan Dapur Ini Bisa Atasi Noda di Baju

    Sejumlah pakar membagikan tips membersihkan noda di baju dengan menggunakan bahan dapur saja. Dilansir situs The Spruce, berikut bahan-bahannya:

    1. Cuka

    Bahan dapur yang pertama ada cuka putih. Kandungan asam asetat pada cuka disebut efektif untuk menghilangkan noda membandel di pakaian.

    Cara pakainya juga mudah, campur cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama, lalu aduk hingga merata. Setelah itu, oleskan cairan cuka pada noda di pakaian, lalu tunggu selama 10-15 menit, dan bilas dengan air bersih.

    2. Air Jeruk

    Selain cuka, kamu juga bisa menggunakan air jeruk untuk membasmi noda membandel di baju. Selain noda saus dan kecap, air jeruk juga bisa mengatasi noda keringat yang menempel di kerah baju.

    Cara pakainya cukup dengan mengoleskan air jeruk ke noda di pakaian, lalu jemur di bawah sinar matahari selama 30 menit. Jika sudah, bilas noda dengan air bersih.

    Air jeruk tak hanya efektif untuk mengatasi noda, tapi juga membantu menyegarkan pakaian. Kamu bisa menambahkan perasan air jeruk ke dalam mesin cuci agar baju terasa lebih wangi.

    “Air jeruk memang efektif mengatasi noda, tapi hindari penggunaannya pada kain halus atau berwarna karena dapat membuat warna jadi pudar,” kata pakar kebersihan Alicia Sokolowski.

    3. Soda Kue

    Tak hanya efektif mengatasi noda membandel di pakaian, soda kue juga dapat mencerahkan pakaian dan seprai putih, melembutkan kain handuk, dan menghilangkan bau pada pakaian. Soda kue dinilai efektif untuk menyerap cairan dan menetralkan zat asam.

    Agar efektif membasmi noda, para ahli menyarankan untuk membuat pasta dengan mencampur soda kue dan air dengan perbandingan 2:1. Lalu, oleskan pasta soda kue pada noda dan diamkan selama 10-30 menit. Jika sudah, bilas dengan air bersih.

    4. Garam

    Garam juga bisa dipakai untuk mengatasi noda, asalkan noda tersebut baru saja tumpah dan mengenai pakaian. Alicia menyarankan untuk segera menaburkan garam pada noda di baju untuk membantu menyerap cairan.

    Diamkan sekitar 5 menit agar garam bereaksi. Setelah itu, bersihkan garam dengan air dingin dan cuci baju tersebut segera mungkin sebelum noda sulit dihilangkan.

    Itulah empat bahan dapur yang ampuh mengatasi noda kotor di baju. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com