Tag: seprei

  • 8 Kegiatan Bersih-bersih yang Harus Dilakukan Setiap Akhir Pekan


    Jakarta

    Akhir pekan merupakan waktu yang tepat untuk membersihkan rumah. Sebab, akhir pekan merupakan waktu libur di mana seseorang akan memiliki lebih banyak waktu untuk bersantai.

    Pada hari biasa, seseorang jauh lebih sibuk di luar rumah seperti bekerja, pergi ke sekolah, atau kegiatan lainnya. Dengan menyisihkan waktu sebentar untuk bersih-bersih rumah, rumah akan jauh lebih nyaman dan tidak begitu kotor bahkan untuk seminggu ke depan .

    Dilansir The Spruce, berikut kegiatan bersih-bersih yang harus dilakukan di rumah saat akhir pekan.


    1. Area Halaman dan Pintu Masuk

    Area depan rumah merupakan wajah dari hunian. Namun, area ini terkadang jarang diperhatikan. Padahal area ini harus sering dibersihkan seperti memotong rumput, membuang daun kering, merapikan sepatu yang berantakan, membersihkan carport dari debu dan kotoran bekas kendaraan, hingga membersihkan kotoran cicak atau tikus yang mungkin menumpuk di pojok-pojok halaman.

    2. Menyapu

    Kegiatan wajib lainnya yang paling tidak dilakukan setiap hari adalah menyapu. Kegiatan ini sebenarnya tidak membutuhkan waktu hingga satu jam. Selain itu, saat ini sudah tersedia robot vacuum yang bisa membersihkan lantai rumah secara otomatis.

    Meskipun jarang berada di rumah, lantai rumah pasti mudah sekali berdebu. Jadi sempatkan untuk menyapu minimal sekali dalam seminggu. Lebih baik bisa dilakukan setiap hari.

    3. Mengganti Seprei

    Seprei merupakan penutup kasur atau alas terluar kasur. Banyak sekali yang mengira seprai diganti sebulan sekali. Padahal seprai bisa sama kotornya dengan kamar mandi sehingga harus sering diganti maksimal seminggu sekali. Seprei juga diwajibkan lebih sering diganti jika sering tidur ketika masih memakai pakaian dari luar atau terkena kotoran lain.

    4. Membersihkan Kamar Mandi

    Kamar mandi merupakan area yang mudah lembap. Jamur dan bakteri mudah sekali berkembang biak di sini. Untuk mengatasinya, kamu perlu sering-sering membersihkan kamar mandi. Dengan begitu tidak akan muncul bau tak sedap di kamar mandi dan lantai pun tidak akan mudah licin.

    5. Mencuci Pakaian

    Biasanya pekerja yang sibuk sering menumpuk pakaian kotor dan akan dicuci saat akhir pekan. Apabila sudah ditumpuk selama seminggu, segera dicuci saat akhir pekan agar tidak tidak menumpuk dan tidak muncul jamur pada pakaian.

    6. Membersihkan Dapur

    Saat memasak setiap pagi dan malam, mungkin hanya beberapa bagian yang bisa dibersihkan karena keterbatasan waktu. Akhir pekan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan deep cleaning, seperti membersihkan bagian sekitar kompor, oven, kulkas, hingga ke wastafel.

    7. Membuang Sampah

    Membuang sampah seharusnya dilakukan setiap hari, tetapi terkadang ada penghuni rumah yang jarang membuang sampah karena tidak ada yang harus dibuang.
    Saat membuang sampah, pastikan semua sampah dalam keadaan aman untuk dibuang, jangan sampai membahayakan tukang pengambil sampah. Jangan lupa mencuci tempat sampah, jangan hanya membuang plastiknya saja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jantung Bermasalah, Ternyata Solusinya Mudah, Jaga Lidah!



    Jakarta

    Seprei kasur bekas dijadikan tempat istirahat semalam. Terlihat berlekuk bergelombang di sana-sini. Tanda bekas ditempati. Boleh jadi bekas ditempati tidur orang yang memiliki resah-gelisah dalam hati. Membuat pemandangan yang mengganggu suasana hati.

    Bisakah segera dibuat rapi kembali. Mudah saja. Ambil penebah. Sedikit diayunkan ke sana-sini. Sebentar lagi akan tampak seprei kembali rapi. Siap dihuni kembali. Mudah bukan?

    Boleh jadi sebagian kita tak pernah peduli. Karena memang ilmunya perlu lebih digali. Tapi para ahli histologi. Terlebih ahli patologi anatomi. Gambaran seprei yang bekas ditempati akan mengingatkannya pada rapi tidaknya tataan susunan otot-otot jantung.


    Sediaan histologi otot jantung yang mengalami proses patologis, menderita sakit, terutama yang lanjut. Bisa menimbulkan gambaran sangat mirip dengan seprei yang bekas ditempati tidur. Apalagi orang yang memiliki jantung acapkali resah gelisah. Hati ‘dilamun’ gelombang, kurang tenang.

    Apa solusinya? Apa bisa semudah mengayun penebah lalu segera berubah? Rapi lagi pertanda sudah mulai sehat kembali.

    Tahan dulu! Sebagian harus menempuh jalan darurat. Duit segudang amblas, tapi jantung belum bisa selamat. Lalu dijemput kiamat. Kiamat dekat bagi seorang yang menjadi mayat.

    Sebagian lagi masih bisa selamat. Melalui beberapa tahap pengobatan, dalam negeri, luar, dalam lagi dan luar lagi. Bertubi namun akhirnya bisa kembali sehat. Walau masih harus selalu dirawat.

    Sebagian kecil mungkin. Ada yang segera bertaubat. Menebar manfaat melalui harta yang berlipat-lipat. Tebar keluarga, kerabat, sanak-famili, yatim-piatu, fakir-miskin, ART, cleaning service, security, sarana ibadah, dan seluruhnya di jalan Tuhan.

    Sambil terus bermunajat kepada-Nya melalui upaya medis dan doa. Memohon maaf dan ampunan-Nya. Juga memohon maaf pada siapa pun yang dijumpa. Memohonkan maaf kepada siapa pun yang diingatnya. Baik yang diduga berjasa maupun yang dikira bersalah kepadanya.

    Taubatnya terbilang nasuha. Prestasi taubat yang berpotensi diijabahi-Nya. Dia selamat. Kembali sehat sempurna. Tim medis pun bahkan tak mampu lagi menelisik satu, dua atau berapa pun gangguan yang dulunya pernah ada.

    Gambaran sel-sel jantungnya kembali rata, tersusun rapi, seperti seprei mulus sebelum ditempati. Indah sekali.

    Adakah jalan mudah, ringan, semudah dan seringan mengayun penebah? Hayo kita lihat fakta. Dari yang dulu, setelahnya, kemudian bagaimana tokoh sains berkata?

    Pernah dulu ada seorang bijak yang memiliki penuh hikmah. Ia bernama Luqman al-Hakim. Luqman si ahli hikmah. Bukan Nabiy, bukan pula Rasul. Tapi yang aneh, namanya terpampang di dalam Al-Qur’an kitab suci. Berulang kali. Sekali menjadi nama surat, sekali masuk rangkaian ayat. Istimewa sekali. Bagaimana gerangan kisahnya?

    Rupanya beliau hanyalah seorang pelayan raja. Kulitnya berwarna hitam. Sementara mungkin sebagian ada yang mengira orang-orang yang semisal dengannya biasa-biasa saja. Kalau tidak terlanjur menamai hina. Benarkah?

    Pernah suatu ketika sang raja memerintahkannya menyembelih seekor domba. Lalu meminta Luqman membawakan kepada raja bagian yang terbaik dari domba itu. Luqman segera melakukannya. Dia membawakan sang raja jantung dan lidah domba. Raja diam tak berkata apa-apa.

    Di lain waktu sang raja memintanya pula. Menyembelih seekor domba yang serupa. Dimintanya Luqman untuk mengambilkan untuk raja. Bagian yang paling buruk dari domba itu. Lukman pun bersegera melakukannya. Ia segera membawakan jantung dan lidah domba.

    Kali ini rupanya sang raja mengungkap duga-duga dalam dadanya. Ia bertanya.

    “Aku meminta bagian yang terbaik kamu majukan jantung dan lidah. Aku meminta kebalikannya. Kamu menyiapkan hal yang sama. Lalu apa bedanya?” ia berkata penuh tanda tanya.

    “Tuan, jika jantung dan lidah domba itu baik maka baiklah seluruh tubuhnya. Jika sebaliknya maka sebaliknya pula,” jawab Luqman si ahli hikmah dengan singkat. Namun penuh makna.

    Boleh jadi itu alasannya mengapa sampai saat ini jantung menjadi jalan maut nomor wahid di seluruh dunia. Mungkin datanya sedikit berbeda di Indonesia (stroke). Tapi jika lebih teliti mencoba menera. Hasilnya, penyebab kematian nomor satu di dunia tidak berbeda. Jatung juga!

    Jantung merupakan indikator utama sehat-sakit manusia. Sebagaimana contoh di kisah Luqman, domba. Siapa yang sehat jantungnya, rapi rangkaian susunan otot jantungnya. Dialah yang berstatus sehat mendekati sempurna. Siapa yang sebaliknya, dialah yang sebaiknya melakukan pengobatan sesuai kebutuhannya.

    Lidah merupakan indikator spesial untuk jantung. Ia mudah dilihat daripada melihat jantung. Dan ia mudah dievaluasi. Sangat mudah. Melalui apa? Melalui produksi lidah yaitu kata-kata.

    Informasi ini tidak asing terutama bagi pakar tafsir Al-Qur’an, pakar sarah al-hadits yang cukup cerdas dan berpengetahuan luas. Begitu pun bagi pakar kedokteran Timur yang memahami filsafat. Apalagi memahami fisika kuantum. Mereka mampu memahaminya dengan aman.

    Namun, ada saja pakar psikologi yang menuai 100 prosen nilai ketelitian hasil risetnya. Beliau adalah Profesor John Bargh. Pakar psikologi Universitas Yale Amerika Serikat sana.

    Penulis mengulik sedikit informasi, terkait risetnya dengan topik artikel ini dengan judul, “Wajah Gloomy, Aura Positif, Banyak Disenangi, Mau?” Juga di media online detikhikmah ini.

    Jika kita semua berkenan, boleh jadi upaya setiap kita untuk menyucikan lidah atau lisan dari kata-kata buruk menggantinya dengan kata-kata yang mengandung makna baik. Insyaallah setiap kita pun berpotensi selamat dari pembawa maut nomor wahid.

    Kita senang, keluarga senang, ketika maut menjemput, boleh jadi wajah kita berhias senyum, aamiin!

    Kata-kata yang baik bagi yang Muslim mudah didapat. Ialah melalui informasi langsung Rasulullah SAW. Informasi sedikit lengkap mengenai ini bisa dilihat di, “Dzikrullah Menggapai Sehat, Mudah, Murah, Selamat!”. Juga melalui artikel media online detikHikmah.

    Terbayang jika setiap kita bisa dengan mudah, murah dan selamat dalam menggapai sehat. Kita pun selalu senang, keluarga bahagia, masyarakat aman sentosa, negara bertambah makmur dan berjaya.

    Antara lain karena kita sungguh berusaha memompa, melejitkan potensi bangsa yang memang telah tersedia sejak dahulu kala. Bangsa kita kaya dengan budaya dzikrullah. Mereka sebut nama istighotsah dan semisalnya.

    Bangsanya aman, tidak usah tukaran, tidak menjelek-jelekkan. Tapi hidup rukun, damai, sehat, aman, tentram, dan sejahtera. Mari kita berdoa kepada-Nya, agar setiap kita bersedia, aamiin!

    Abdurachman

    Penulis adalah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Pemerhati spiritual medis dan penasihat sejumlah masjid di Surabaya

    Artikel ini adalah kiriman dari pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com