Tag: septic

  • Kloset Bau Akibat Septic Tank Mampet? Begini Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Septic tank atau tangki septik adalah tempat pembuangan kotoran manusia dari kamar mandi. Namun, sewaktu-waktu septic tank mampet bisa menimbulkan mampet dan kloset bau.

    Pastinya kondisi ini mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Kamu harus segera memperbaiki septic tank mampet untuk menghilangkan sumber masalah kloset bau.

    Lantas, bagaimana cara mengatasi kloset bau akibat septic tank mampet? Yuk, cek caranya berikut ini yang dikutip dari My Decorative, Jumat (5/7/2024).


    Tips Mengatasi Kloset Bau Akibat Septic Tank Mampet

    1. Penutup Ventilasi Karbon Aktif Poli-Udara

    Penutup ventilasi karbon aktif poli-udara merupakan alat yang dipasang pada septic tank untuk mengatasi bau septic tank yang populer di perumahan.

    Alat ini cukup murah dan cara kerjanya adalah memiliki mineral karbon aktif yang dapat mengikat molekul gas yang berbau tidak sedap sehingga mencegah septic tank berbau. Namun, karbon aktif bisa rusak, jadi kamu harus mengganti penutup ventilasi ini dari waktu ke waktu.

    2. Filter Arang

    Tangki septik membutuhkan udara luar untuk menyimpan limbah dari pipa ledeng dengan baik. Namun, akses ke udara segar ini adalah tempat untuk penumpukan gas berbahaya seperti Hidrogen Sulfida.

    Gas ini memiliki bau seperti telur busuk. Untuk mencegah penumpukan gas ini, kamu harus memasang filter arang pada ventilasi udara. Sama dengan karbon aktif, filter arang bekerja mengikat molekul gas dan menghentikan bau agar tidak sampai ke rumah. Sekali lagi, ini bukan solusi permanen karena arang akan habis dan perlu diganti.

    3. Lakukan Perawatan Pipa Secara Rutin

    Septic tank yang mampet atau bermasalah bisa menimbulkan bau selokan di kloset kamar mandi, bahkan sampai ke ruangan lainnya di rumah. Namun, hal ini tak selalu septic tank yang penuh.

    Bisa jadi mengalami penyumbatan pada pipa. Jika penyebabnya adalah penyumbatan atau penyempitan pipa karena penumpukan material, gas mungkin menumpuk pada pipa alih-alih diangkut ke tangki.

    Dalam hal ini, gas dapat mengalir ke mana saja, yaitu ke saluran pembuangan kamu. Untungnya, cara mengatasi bau septic tank ini cukup mudah dengan melakukan perawatan pipa secara teratur.

    4. Periksa Bila Ada Kerusakan

    Jika masalah tetap ada meski filter pada penutup ventilasi udara, kamu mungkin memiliki masalah yang lebih serius. Mungkin ada kebocoran di suatu tempat dalam sistem septic tank.

    Sebelum menggali septic tank, cobalah memeriksa terlebih dahulu apakah ada tanda-tanda kerusakan ini. Terutama, kamu harus menemukan sumber bau.

    Selain itu, jika menemukan tanah di sekitar pipa atau tangki dan dalam kondisi lembap, ini merupakan indikasi septic tank mengalami masalah kebocoran serius. Pada titik ini, cara mengatasi bau septic tank adalah menghubungi teknisi profesional sehingga dapat melakukan pemeriksaan tepat dan menentukan apa masalahnya.

    Demikian cara mengatasi bau septic tank yang mampet. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Septic Tank Perlu Dikuras agar Tidak Meledak? Pemilik Perlu Tahu!


    Jakarta

    Septic tank berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan rumah, sebagai bagian dari sistem pembuangan rumah. Septic tank berfungsi untuk menampung limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan.

    Di tempat septic tank pula terjadi proses penguraian kotoran yang menghasilkan gas metana. Karena itu, septic tank berisiko meledak jika tidak rutin dikuras dan minim saluran udara berkualitas. Saluran udara menjamin gas metana bisa dikeluarkan dari septic tank, sementara pengurasan untuk menghindari sumbatan.

    Kapan Septic Tank Perlu Dikuras?

    Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki mengatakan bahwa penyedotan septic tank dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan jenis septic tank yang digunakan. Ada dua jenis septic tank yang biasa ditemui di rumah, yaitu model konvensional dan biotank.


    1. Septic Tank Konvensional

    Septic tank konvensional dasarnya menggunakan tanah. Kotoran, tinja, atau limbah yang masuk septic tank diresapkan ke tanah. Pemiliknya tak perlu sering menguras septic karena tidak akan penuh, meski telah digunakan 10-20 tahun.

    “Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” katanya kepada detikProperti.

    2. Septic Tank Biotank

    Berbeda dengan septic tank konvensional, septic tank biotank membutuhkan perawatan lebih intens. Biotank adalah septic tank yang bentuknya seperti toren air.

    Di dalam septic tank biotank ada filtrasi yang berfungsi untuk mengurai kotoran. Septic tank jenis ini perlu dikuras minimal 1 sampai 2 tahun sekali, supaya tidak lekas penuh.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” papar Basuki.

    Dapat disimpulkan, saat yang tepat untuk menguras septic tank tergantung dari jenisnya. Septic tank biotank memerlukan pengurasan lebih sering dibandingkan yang konvensional.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Septic Tank dan Bio Septic Tank


    Jakarta

    Setiap rumah harus punya sistem pengolahan limbah yang baik, salah satunya dengan septic tank. Selain untuk menjaga kesehatan penghuni rumah, hal ini juga penting agar lingkungan tidak tercemar zat berbahaya.

    Biasanya pengolahan limbah menggunakan septic tank dan bio septic tank di rumah. Meski fungsinya sama, ada sejumlah perbedaan penting antara septic tank dan bio-septic tank.

    Mengutip dari Re-leaf, Jumat (9/8/2024), kedua tangki ini ada yang terbuat dari beton, plastik, baja, atau fiberglass. Tangki-tangki ini dirancang bertujuan untuk menghalangi air limbah berbahaya masuk ke lingkungan.


    Salah satu perbedaan terbesar antara septic tank dan bio septic tank adalah variasi bio merupakan pilihan ramah lingkungan. Selain itu, bio septic tank juga bisa membantu mendaur ulang air dan memproduksi biogas.

    Misalnya, Re-leaf memproduksi tangki septik bio yang tahan lama dan membantu daur ulang limbah.

    Dengan bertambahnya populasi dunia saat ini, produksi limbah juga meningkat dengan sangat cepat. Bahkan, saat ini polutan beracun, plastik, limbah medis, dan elemen berbahaya lainnya mungkin terdapat dalam air limbah yang dihasilkan di banyak rumah tangga.

    Dalam kasus seperti ini, penting untuk melakukan pengolahan limbah yang lebih baik demi menjaga ekosistem kita.

    Septic Tank

    domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

    1. Cara Kerja Septic Tank

    Septic tank punya jalan masuk dan keluar untuk air limbah. Saat limbah masuk ke tangki, limbah tersebut ditampung beberapa saat sampai limbah padat dan limbah cair terpisah satu sama lain.

    Lapisan bawah tangki terdiri dari lumpur atau limbah padat, sedangkan minyak mengapung ke atas dan membentuk lapisan atas tangki. Sisa air limbah terletak di antara kedua lapisan ini.

    Tangki septik dibangun secara strategis dengan desain berbentuk T. Desain ini memastikan bahwa minyak dan lumpur tetap berada di dalam tangki sehingga hanya air yang keluar melalui pipa keluar. Air tanpa lumpur dan lemak ini lebih aman masuk ke dalam tanah atau saluran pembuangan.

    Tapi, ada kelemahan dari tangki ini. Lumpur yang mengendap di dasar tangki perlu dibersihkan dari waktu ke waktu. Selain itu, tidak ada fasilitas untuk mendaur ulang air di dalam tangki.

    2. Kelebihan Septic Tank

    Salah satu keuntungan terbesar dari septic tank adalah air limbah berbahaya dapat dicegah memasuki lingkungan dan mencemari ekosistem kita. Hal ini memungkinkan air limbah dengan partikel keluar dari tangki dan masuk ke saluran pembuangan.

    3. Kekurangan Septic Tank

    Meskipun septic tank diperlukan untuk pengolahan air limbah, ada juga beberapa kelemahannya. Pertama, tangki septik tradisional membutuhkan perawatan rutin yang mahal. Selain itu, pembersihan manual merupakan masalah sosial serius yang tidak menguntungkan.

    Tidak ada cara untuk mendaur ulang air limbah yang menyebabkan pemborosan air. Pada saat yang sama, tangki-tangki ini mengeluarkan bau menyengat yang membuat pembersihan menjadi lebih sulit.

    4. Perawatan

    Tangki tradisional memerlukan perawatan secara berkala. Hal ini memerlukan inspeksi dan pemeriksaan kebocoran secara rutin.

    Jika kamu ingin mencegah penyumbatan, kamu perlu memasang filter limbah yang memerlukan biaya tambahan. Ada masalah besar terkait biaya perawatan yang dibebankan pada tangki tradisional.

    Bio-Septic Tank

    1. Cara Kerja Bio Septic Tank

    Bio septic tank adalah sistem pengolahan limbah ramah lingkungan. Tangki ini menggunakan bakteri dan pencernaan anaerobik dalam tangki bebas oksigen untuk mengolah air limbah.

    Selain itu, tangki jenis ini menghasilkan produk sampingan yang berguna seperti biogas dan air daur ulang. Ini membantu meningkatkan efisiensi biaya dari sistem pengolahan limbah ini.

    Tahapan pengolahan septic dan bio septic serupa dengan beberapa variasi. Saat air limbah masuk ke bio tank, limbah padat dan cair dipisahkan di ruang tangki yang berbeda.

    Hal ini karena limbah padat turun ke lapisan bawah tangki dan diuraikan dengan bantuan bakteri alami di dalam tangki. Bakteri ini mencerna limbah padat, menyisakan air yang mengalir ke ruangan lain.

    Air limbah yang tersisa didaur ulang dengan bantuan reaksi bakteri aerobik yang menghasilkan produk sampingan seperti air olahan, karbon dioksida, dan gas metana. Reaksi ini memastikan eliminasi oksigen yang menyebabkan tidak adanya bau busuk. Air daur ulang di dalam ruangan dapat dengan mudah digunakan untuk berkebun, sedangkan biogas bisa digunakan untuk memasak.

    2. Kelebihan dan Kekurangan Bio Septic Tank

    Meskipun memasang bio tank mungkin terlihat merepotkan di awal, hal ini akan menghasilkan efisiensi biaya dan menjaga lingkungan. Tangki-tangki ini membantu kamu menggunakan kembali air dua kali.

    Sekaligus memberi kamu gas yang berguna untuk menghasilkan energi. Semua faktor ini meningkatkan efektivitas biaya sistem pembuangan limbah kamu.

    Kamu bisa memasang bio septic tank untuk meningkatkan sistem pengolahan limbah kamu menjadi sistem yang berkelanjutan dan sekaligus menghemat uang.

    3. Perawatan Bio Septic Tank

    Tidak perlu pemompaan mekanis atau pembersihan manual untuk merawat bio tank. Bio tank juga dilengkapi dengan ruang inspeksi yang ramah perawatan, sehingga memudahkan perawatan tangki untuk jangka waktu yang lebih lama.

    Tangki-tangki ini dirancang dengan bahan yang kokoh, memastikan usia pakai yang lebih lama dan mengurangi kerusakan lingkungan.

    Tabel Perbandingan
    Septic Tank Bio-septic Tank

    Perbandingan Septic Tank Bio-Septic Tank
    Efektivitas Biaya Tidak Ya
    Menghilangkan Lumpur Manual Ya Tidak
    Ramah Lingkungan Tidak Ya
    Bau Menyengat Ya Tidak

    Dari poin poin di atas, bisa dikatakan bahwa bio septic tank lebih baik daripada septic tank untuk pengolahan limbah. Ini adalah cara yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan dalam menangani limbah dengan menghasilkan produk sampingan yang bermanfaat.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Segini Jarak Ideal Septic Tank dengan Sumur Air Biar Nggak Tercemar



    Jakarta

    Setiap rumah harus memiliki sistem dan persediaan air bersih. Sumber air bersih di sumur air tidak boleh sampai tercemar, apalagi oleh tinja dari septic tank.

    Jika menggunakan air yang tercemar, dikhawatirkan penghuni rumah dapat terserang penyakit. Melansir dari detikHealth, Jumat (9/8/2024) Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.

    Septic tank tersebut memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat. Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan


    domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

    Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air dan septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Luber, Ini Waktu Ideal buat Sedot Septic Tank Sebelum Penuh



    Jakarta

    Septic tank berfungsi untuk mengelola air limbah di rumah. Meski tidak begitu nampak, septic tank tetap harus dirawat dengan menyedot kotoran secara berkala supaya tidak penuh.

    Setelah lama digunakan, kotoran akan mengendap di dasar tangki sampai penuh. Jika sampai penuh, kapasitas air kotor yang bisa ditampung berkurang hingga akhirnya luber.

    Nah, jangan sampai tunggu penuh ya. Simak penjelasan berikut ini untuk tahu kapan harus sedot tangki.


    Septic tank lid cover made of concrete. Domestic sewage concept for environmental issues, home owner problems, hygiene, or waste management for home owners.Septic tank lid cover made of concrete. Domestic sewage concept for environmental issues, home owner problems, hygiene, or waste management for home owners. Foto: Getty Images/Jena Ardell

    Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho menjelaskan septic tank harus disedot secara berkala menggunakan truk vakum untuk mengurangi padatan atau lumpur di dasar tangki.

    “Kalau menunggu penuh, posisinya justru malah kita nggak sadar bahwa tangki septiknya sudah mencemari. Karena air akan tetap keluar kecuali kalau misalnya ada gangguan sebelumnya atau kemudian meluber,” kata Endro kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Selain itu, padatan yang terlalu lama dibiarkan bukan hanya memenuhi tangki tetapi bisa mengganggu mekanisme septic tank yang menggunakan resapan air. Endro menerangkan padatan atau lumpur septic tank yang menumpuk bisa terbawa ke area resapan tangki sehingga menghalangi penyerapan air.

    “Jadi itu kenapa kita memperkenalkan ada namanya layanan lumpur tinja terjadwal supaya penyedotannya itu nggak mesti menunggu kalau ada masalah,” imbuhnya.

    Di sisi lain, Koordinator Nasional Layanan Sanitasi yang Berketangguhan Iklim dari USAID IUWASH Tangguh, Iman Utomo menyebut waktu yang paling baik untuk menyedot septic tank setiap 2-3 tahun. Ia pun tidak menyarankan menunggu tanda-tanda septic tank penuh, sebab tanda tersebut biasanya tidak muncul.

    Sementara, Koordinator Nasional Sanitasi Urban dari USAID IUWASH Tangguh Immanuel Ginting mengungkapkan tanda-tanda yang mungkin saja dapat timbul ketika septic tank penuh.

    “Pertama, tangki septiknya itu mulai berbau. Lalu kemudian kalau disiram itu sudah sangat sulit untuk bisa masuk kembali tinjanya. Jadi kalau di rumah disiram sekali biasanya sudah masuk, ini sudah 3-4 kali tidak masuk-masuk, itu salah satu tandanya penuh,” ujar Ginting.

    Lalu, ia menyebutkan semakin banyak penghuni rumah, maka ukuran septic tank seharusnya semakin besar. Pasalnya, semakin banyak penghuni rumah dan semakin menggunakan toilet, maka septic tank akan lebih cepat penuh. Oleh karena itu, ukuran septic tank yang tepat juga menunjang agar tangki tidak cepat penuh.

    “Makin banyak orang di rumah, maka volumenya akan semakin besar. Tapi rata-rata kalau untuk satu rumah itu biasanya (ukuran septic tank) antara 2 meter kubik sampai 3 meter kubik paling besar,” pungkasnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Ciri-ciri Septic Tank Penuh, Sudah Waktunya Disedot


    Jakarta

    Septic tank perlu disedot harus disedot secara berkala agar tidak penuh, bahkan sampai luber. Septic tank yang penuh juga bisa menimbulkan penyumbatan pada saluran air.

    Selain menyedot septic tank setiap 2-3 tahun, kamu juga perlu tahu ciri-ciri septic tank penuh, lho. Siapa sangka, mungkin septic tank sudah penuh sebelum jadwal penyedotan.

    Lantas, apa ciri-ciri septic tank penuh? Yuk, cek ciri-cirinya berikut ini, dikutip dari Forbes Home, Jumat (9/8/2024).


    domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

    Ciri-ciri Septik Tank Penuh

    1. Saluran Air Lambat

    Septic tank dan tempat resapannya adalah ujung saluran sistem pembuangan rumah. Jika tangki tersebut terisi penuh dan tidak dapat beroperasi secara efisien, hal ini bisa membuat air di rumah mengalir dengan lambat.

    Misalnya, toilet bisa jadi tidak segera kosong setelah digunakan dan sulit untuk menyiram kotoran. Masalah septic tank ini bisa jadi merupakan tanda adanya penyumbatan pada pipa, namun bisa juga menjadi tanda bahwa tangki sudah penuh dan perlu untuk dikuras.

    2. Bau Tak Sedap

    Septic tank berfungsi sebagai saluran pembungan akhir yang menampung limbah dari toilet. Tentu saja septic tank biasanya memiliki bau yang tidak sedap, terutama jika tangki penuh.

    Saat angka sudah tidak bisa menampung cairan dan gas, bau tidak sedap tersebut akan bisa tercium di halaman atau tempat dimana septic tank tersebut dikubur.

    3. Rumput Tebal dan Rimbun

    Jika kamu memiliki halaman rumah yang cukup luas, rumput yang tebal dan rimbun bisa saja menjadi tanda adanya kebocoran pada septic tank kamu. Cairan yang keluar dari septic tank bisa menjadi pupuk cair bagi rumput dan tanaman di halaman.

    Jika tangki penuh dan cairan tersebut merembes keluar, rumput dan tanaman akan bisa tumbuh subur. Oleh karena itu, rumput yang rimbun dan banyaknya tanaman liar lainnya dapat menjadi tanda adanya kebocoran pada septic tank.

    4. Genangan Air di Halaman

    Ketika tangki penuh, air bisa tumpah ke halaman. Jika halaman tidak memiliki sistem drainase yang baik, ini bisa menyebabkan genangan air.

    Meskipun air bisa tampak jernih saat keluar dari tanah, ini sebenarnya limbah septik.

    5. Banyak Lalat dan Hama

    Jika aktivitas serangga seperti lalat atau hama meningkat, ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada septic tank. Lalat biasanya bertelur di bahan organik basah, yang bisa ada di sekitar tangki septik yang sudah penuh.

    Hama lain juga bisa bertelur di genangan air yang disebabkan oleh tangki septik yang tersumbat itu.

    6. Suara Gemericik di Dalam Pipa

    Dalam kondisi ideal, limbah akan mengalir ke saluran pembuangan hampir tanpa suara. Namun ketika tangki tersumbat, udara bisa terperangkap di depan limbah yang mengalir melalui pipa.

    Hal ini bisa terdengar seperti suara degukan atau gemericik di dalam pipa, yang menandakan adanya masalah pada septic tank atau toilet.

    7. Saluran Air Berbalik Lagi

    Salah satu indikator terburuk dari septic tank yang penuh adalah saluran pembuangan yang mengalir kembali dalam rumah, seperti saat sedang menyiram kotoran. Hal ini bisa terjadi karena berbagai sebab, salah satunya adalah septic tank yang tersumbat atau penuh, dan biasanya terjadi di lantai bawah rumah.

    Karena tangki septik tidak bisa mengalirkan air, limbah yang dibuang dari lantai di atasnya mengikuti jalur yang hambatannya paling kecil, bisa berupa pancuran, wastafel, toilet, atau bahkan saluran pembuangan lantai.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Pasang Septic Tank dengan Benar, Pengolahan Limbah Lancar



    Jakarta

    Setiap rumah memerlukan septic tank untuk mengelola limbah. Namun, pemasangan septic tank tidak boleh asal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sistem sanitasi air berjalan lancar.

    Bukan cuma itu, kalau kamu pasang septic tank dengan benar, maka rumah akan terhindar dari berbagai masalah. Sebab, ada saja kejadian septic tank meluap, bahkan meledak.

    Perlu diingat, langkah awal memasang tangki adalah memilih produk yang berkualitas dan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, apa lagi ya?


    Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pemasangan septic tank dilakukan dengan benar agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

    The partially removed plastic cover of a septic tank with the safety cover visible.The partially removed plastic cover of a septic tank with the safety cover visible. Foto: Ilustrasi septic tank (iStockphoto)

    Tips Pasang Septic Tank

    1. Ukuran Septic Tank

    Koordinator Nasional Sanitasi Urban dari USAID IUWASH Tangguh, Immanuel Ginting menjelaskan semakin banyak penghuni rumah, maka ukuran septic tank seharusnya semakin besar.

    “Makin banyak orang di rumah, maka volumenya akan semakin besar. Tapi rata-rata kalau untuk satu rumah itu biasanya antara 2 meter kubik sampai 3 meter kubik paling besar,” ujar Ginting kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Namun, hal ini juga tergantung pada sistem pembuangan air limbah. Apabila sistemnya tercampur yang menerima pembuangan limbah dari WC maka septic tank bisa berukuran kurang sekitar 1,7-2 meter kubik untuk 5-10 penghuni rumah.

    Sementara sistem tercampur yang menerima air limbah dari saluran pembuangan di seluruh rumah dengan ukuran serupa hanya bisa menampung kebutuhan 4 penghuni rumah.

    2. Septic Tank Kedap Air

    Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho menekankan pentingnya tangki septik yang kedap air. Septic tank yang kedap air akan menghalau masuknya air dari tanah ke dalam tangki yang akan membuatnya cepat penuh.

    “Jadi kalau misalnya muka air tanahnya naik, dan dia muka air, istilahnya muka air tanahnya tinggi, dia pasti pada saat sudah di sedot pun, dia akan ada lagi karena air tanahnya mengisi ke dalam tangis septik,” jelas Endro.

    3. Lubang Kontrol Lebih Tinggi

    Kemudian, untuk mencegah masuknya air hujan Endro menyebut lubang kontrol septic tank atau manhole harus sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah.

    “Jadi limpasan dari air hujan, bukan esok kan, air hujan yang masuk melalui bisa lubang ataupun dari atas. Jadi kesannya harusnya muka manhole-nya atau lubang tanki septiknya posisinya harus lebih tinggi sedikit dari tanah sekitar. Dan dia posisinya tidak mudah air dari luar masuk ke dalam,” katanya.

    4. Resapan Air Terpisah

    Seringkali di masyarakat masih menggunakan septic tank yang bagian bawahnya dibuat menjadi resapan, sehingga tidak kedap air dan memiliki kontak langsung dengan tanah. Hal ini kurang tepat karena tangki berisiko terisi air ketika muka tanah naik.

    “Sebenarnya itu resapannya posisinya tidak di situ (bawah tangki). Jadi di dalam tangki septik SNI pun ada yang namanya lubang untuk resapan air. Nah, kita membuatnya itu biasanya ada satu tangki, jadi ada dua bagian (untuk memisahkan resapan air),” papar Endro.

    5. Ada Pipa Hawa

    Pipa hawa adalah komponen septic tank yang tidak boleh ketinggalan karena berfungsi sebagai ventilasi untuk mengeluarkan gas metana yang dihasilkan di dalam septic tank. Tanpa pipa hawa, maka gas metana berisiko untuk keluar melalui sela-sela pipa di kamar mandi.

    “Tangki septik itu kan harus ada lubang hawa, harus ada lubang udara ke atas. Seringkali karena lubang udara nggak ada, akhirnya gas metana terakumulasi di bawah di tangki septik,” ungkapnya.

    6. Pemilihan Lahan

    Pemilihan lahan juga perlu diperhatikan agar tidak berdekatan dengan benda keras atau pohon dengan akar keras di dekat septic tank. Sebab, benda atau akar keras dapat mengenai septic tank, sehingga tekanannya membuat tangki retak atau pecah.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Cara Merawat Rumah agar Berdiri Kokoh Tahan Lama


    Jakarta

    Memiliki rumah adalah impian banyak orang. Bukan hanya sebagai tempat tinggal, hunian termasuk properti yang kerap dijadikan investasi lantaran nilainya yang berkembang setiap tahunnya.

    Sebab itu, orang yang telah mempunyai rumah hendaknya merawat baik-baik hunian mereka dan pastikan kondisinya tetap bagus ke depannya. Dengan begitu, nilai rumah bisa meningkat.

    Akan tetapi, bagaimana cara merawat rumah agar tetap kokoh tahan lama? Simak di bawah ini.


    Cara Merawat Rumah agar Tahan Lama

    Dilansir The Spruce dan Amazing Architecture, berikut trik merawat rumah agar berdiri kokoh tahan lama:

    1. Rutin Membersihkan Rumah

    Membersihkan rumah adalah cara terbaik untuk menjaga keawetan hunian. Pembersihan pun tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali, melainkan rutin. Tidak hanya bagian dalam rumah atau interior saja yang dibersihkan, tetapi juga eksterior hunian.

    Contohnya, kotoran, debu, dan sampah yang menumpuk dapat merusak sejumlah permukaan atau bagian-bagian rumah seperti berbagai furnitur, jendela, teras, serta pekarangan. Karena itu, perlu dibersihkan secara berkala, baik harian, bulanan, dan tahunan.

    2. Periksa Seluruh Bagian Rumah Secara Berkala

    Atap, dinding, hingga fondasi termasuk bagian-bagian rumah yang vital dan perlu juga diperiksa rutin. Melalui pemeriksaan, sejumlah kerusakan ringan dapat diketahui sedari awal seperti atap bocor dan retak rambut pada tembok.

    Apabila bagian-bagian rumah jarang dicek, kerusakan ringan bisa menjadi serius seiring berjalannya waktu. Sebab itu, jangan tunggu sampai kerusakan besar nantinya membahayakan penghuni rumah ya.

    3. Perbaiki Bagian Rumah yang Rusak

    Setelah menemukan kerusakan pada area rumah, perbaikan bisa dilakukan jika ingin rumah dalam kondisi kokoh selama bertahun-tahun ke depan. Kerusakan ringan dapat diperbaiki dan umumnya tidak sampai mengeluarkan biaya tinggi.

    Beda hal jika kerusakan sudah menjadi besar. Maka ini harus segera diperbaiki dan biasanya membutuhkan biaya restorasi yang cukup tinggi.

    4. Jadwalkan Pemeliharaan Sistem Rutin

    Terdapat sejumlah sistem utama pada sebuah rumah, di antaranya kelistrikan dan perpipaan. Persisteman ini perlu dipelihara rutin guna mengetahui potensi bahaya dan masalah.

    Misalnya, sekring listrik yang terus-menerus putus mungkin disebabkan suatu masalah yang lebih besar. Tindakan perbaikan bisa dilakukan sebelum kerusakan serius yang membutuhkan biaya lebih besar terjadi.

    5. Hindari Menanam Pohon Terlalu Dekat

    Sebaiknya tidak menanam pohon terlalu dekat dengan bangunan utama rumah maupun properti lainnya. Hal ini lantaran akar pohon tertentu dapat tumbuh agresif hingga menghancurkan jalan dan menembus pipa. Bahkan akar pohon dapat merusak fondasi rumah dan mampu membahayakan penghuninya.

    Ini bukan berarti bahwa penghuni rumah tidak boleh menanam pohon di pekarangan sama sekali. Tapi pastikan menjaga jarak aman saat menanam pohon. Pastikan juga untuk mengetahui karakteristik pohon sebelum menanamnya.

    6. Ganti Peralatan Lama yang Usang

    Kabel listrik yang usang maupun pipa ledeng sudah berlumut pun dapat diganti agar tidak menyebabkan bahaya. Selain itu, peralatan atau barang yang sudah tidak berfungsi sebaik dulu dapat pula diganti.

    Hal itu tidak hanya mempengaruhi umur rumah, tetapi juga akan menghemat pengeluaran untuk tagihan listrik. Barang lama tidak menggunakan teknologi secanggih peralatan masa kini, sehingga daya listrik yang digunakan belum sehemat sekarang. Di samping itu, barang lama rentan mengalami kerusakan.

    7. Merapikan Barang-barang

    Penting merapikan barang-barang setiap harinya untuk mencegah tumpukan di area rumah. Detikers dapat meluangkan sedikit waktu, setidaknya sebelum tidur atau setelah bangun untuk membereskan dan membersihkan hunian. Dengan begitu, rumah akan terawat, bersih, dan rapi.

    Di samping itu, kamu bisa menyisihkan satu waktu untuk menyortir semua barang yang ada di rumah. Buat daftar atau pisahkan antara barang masih digunakan maupun yang tidak. Sebaiknya buang barang yang tak lagi dipakai dan tidak menumpuknya di suatu area, karena dapat membuat rumah terlihat berantakan.

    8. Memelihara Rumah dengan Baik

    Selain rutin beres-beres, sejumlah kebiasaan harus diperhatikan supaya rumah dapat awet tahan lama. Kebiasaan di sini seperti tidak membuang sampah seenaknya di sekitar rumah, tidak merokok di dalam hunian, tidak sering menyandarkan kaki ke tembok, maupun membanting pintu.

    9. Menyewa Jasa Profesional

    Perawatan rumah secara mandiri saja tidak cukup, pemeliharaan beberapa bagian rumah dan perbaikan kerusakan tertentu perlu ditangani oleh jasa profesional. Misalnya, retakan serius di dinding yang membutuhkan tukang bangunan dan septic tank penuh perlu ditangani oleh jasa sedot WC.

    Nah, itu tadi sederet cara merawat rumah agar bertahan lama dan berdiri kokoh selama puluhan tahun. Jangan segan menyewa jasa profesional untuk membersihkan dan memperbaiki rumah demi hasil terbaik.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa WC Duduk Punya 2 Tombol Flush? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Perkembangan zaman berpengaruh pada bentuk WC masa kini. Sebelumnya, rumah-rumah di Indonesia kebanyakan menggunakan WC datar, di mana kamu harus jongkok di atasnya. Sekarang, rumah-rumah masa kini lebih memilih memakai WC duduk dengan tombol flush di belakangnya.

    Tombol flush ini apabila ditekan dapat mengeluarkan air yang deras untuk membuang kotoran ke saluran septic tank. Apabila kamu menyadarinya, tombol flush ini memiliki 2 jenis tombol dengan ukuran berbeda, besar dan kecil. Kenapa demikian?

    Melansir dari News18, WC duduk yang saat ini banyak dipakai di Indonesia, sebenarnya ditemukan oleh seorang pelopor WC siram bernama Alexander Cummings yang awal perkembangannya mulai tahun 1775. Namun, jauh sebelum Alexander Cummings memperkenalkan ide WC siram, ada Sir John Harrington di tahun 1596 yang memiliki gagasan mengenai cara pergantian air secara otomatis untuk WC.


    Bentuk WC duduk ini ternyata terinspirasi dari leher angsa, tetapi diterapkan pada saluran pembuangannya. Bentuk S pada saluran pembuangan WC duduk membuat air dan kotoran manusia tidak tercampur sehingga tidak tercium bau yang tidak sedap.

    Selain itu, sistem penyiramannya pun lebih efektif karena tidak perlu air satu ember besar, kotoran sudah bisa terbuang ke saluran. Penggunanya pun tidak memakai energi besar untuk mangambil air karena terdapat tombol flush di WC duduk tersebut.

    Alasan Tombol Flush Ada 2 Jenis

    Tombol flush ini mempunyai dua tombol dengan ukuran berbeda dan masing-masing tombol terhubung ke katup keluarnya. Perbedaan kedua tombol tersebut terletak pada jumlah air yang perlu dikeluarkan dari WC. Tuas yang lebih besar mengeluarkan sekitar 6 hingga 9 liter air untuk pembilasan, sedangkan tuas yang lebih kecil mengeluarkan sekitar 3 hingga 4,5 liter.

    Lalu, tuas yang lebih besar ditujukan untuk limbah padat, sedangkan tuas yang lebih kecil untuk limbah cair.

    Times of India menyebutkan dengan penggunaan dua tombol flush pada WC ini dapat menghemat hingga 20.000 liter air per tahunnya jika dibandingkan dengan WC flush tunggal.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Masalah yang Akan Terjadi Jika Buang Tisu ke Lubang WC


    Jakarta

    Tisu biasa disediakan di kamar mandi, terutama pada kamar mandi umum. Fungsinya bisa untuk membersihkan WC yang mungkin basah setelah dipakai orang lain atau untuk keperluan lainnya. Kamu pasti sering melihat keterangan larangan membuang tisu dan sampah lainnya ke dalam lubang WC, kira-kira alasannya kenapa ya?

    Jika melihat aturan di luar negeri, tisu adalah benda yang tidak dilarang untuk dibuang ke dalam lubang WC, tetapi di Indonesia aturannya berbeda. Hal ini dikarenakan bahan yang dipakai WC di luar negeri didesain khusus agar mudah terurai saat terkena air dan ramah lingkungan.

    Sementara itu, tisu di Indonesia memiliki susunan serat yang rapat dan tidak mudah terurai kecuali diberi tekanan yang kuat. Maka, jika kamu membuang tisu ke dalam lubang WC, dapat membuat saluran air mampet. Bayangkan, jika sehari kamar mandi tersebut digunakan 10 kali dan tisu dibuang ke dalam lubang WC setiap kali orang selesai dari kamar mandi. Tisu yang basah tersebut akan terkumpul di satu tempat dan menyumbat jalannya air. Seiring waktu kamu akan kesulitan untuk menyiram kotoran di WC karena aliran air tidak akan mengalir.


    Selain menyebabkan saluran mampet, dikutip dari Scott English Plumbing, Kamis (12/9/2024), berikut beberapa alasan tisu tidak dibuang ke lubang WC.

    1. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Pipa saluran air di rumah, seperti yang dipakai pada WC akan terhubung ke saluran pembuangan akhir yang menghubungkan dengan septic tank. Tisu bisa saja sampai ke area saluran pembuangan. Biasanya tisu ini ukurannya cukup untuk terbawa arus.

    Ternyata tisu yang terbawa sampai ke saluran pembuangan atau parahnya hingga ke sistem septic tank sama-sama dapat menimbulkan kerusakan. Bahkan kerusakannya bisa menyebabkan saluran area lain tersumbat.

    2. Tidak Gampang Terurai

    Seperti yang disebutkan sebelumnya di Indonesia masih memakai jenis tisu yang memiliki serat rapat dan tidak mudah hancur. Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan.

    3. Mempersingkat Umur Pipa

    Pipa yang penuh dengan sampah tidak terurai dapat mengakibatkan potensi kerusakan pada pipa. Semakin banyak kerusakan terjadi, maka kinerjanya semakin menurun. Mau tidak mau harus diganti.

    Kemudian, apabila sampah tisu ini terbawa sampai ke pembuangan akhir, banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi. Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon. Sampah padat seperti tisu basa bisa menyangkut di akar-akar tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Cara gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan lewat dengan di link ini (Tanya Properti)

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com