Tag: septic tank

  • Jangan Terlalu Dekat, Segini Jarak Ideal Sumur Air dan Septic Tank


    Jakarta

    Saat membangun rumah, kamu perlu memperhatikan jarak sumur dengan septic tank. Sebab hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi air sumur dengan limbah dari septic tank. Septic tank sendiri untuk menampung limbah, sementara sumur menyediakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

    Lalu berapa jarak ideal antara sumur dan septic tank di rumah? Simak penjelasan berikut.

    1. Peraturan Jarak Minimal Sumur dan Septic Tank

    Dilansir dari Ukur, Selasa (19/12/2023), sesuai dengan (Standar Nasional Indonesia) SNI 2398:2017, ada ketentuan jarak minimal yang wajib kamu patuhi antara lokasi pengolahan septic tank dengan sumur dan struktur bangunan. Ketentuannya adalah sebagai berikut.


    Jarak antara sumur resapan septic tank dan sumur air minum harus 10 meter, dengan bangunan atau rumah jaraknya 1,5 meter, dan dengan sumur resapan air hujan jaraknya 5 meter.

    Sementara untuk upflow filter septic tank, jarak minimalnya dengan sumur air minum, struktur bangunan, dan sumur resapan air hujan semuanya adalah 1,5 meter.

    Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya tersebut masing-masing adalah 1,5 meter.

    Kemudian, bagaimana cara mengatur jarak sumur dan septic tank jika kurang dari 10 meter?

    2. Langkah Menentukan Jarak jika Kurang dari 10 Meter

    Jika kamu berencana membangun tangki septic dan jarak antara sumur dengan tangki septic yang direncanakan kurang dari 10 meter, jangan khawatir sebab kamu masih bisa melakukannya dengan cara berikut.

    Pertama-tama, tentukan arah aliran air tanah dengan mengobservasi sumur di rumah tetangga. Berikut langkah-langkahnya yaitu:

    1. Ukur kedalaman tiga sumur tetangga terdekat
    2. Gambarkan segitiga di atas kertas yang menghubungkan ketiga titik sumur tersebut
    3. Tandai setiap titik sumur dengan kedalamannya, dihitung dari permukaan air hingga ke permukaan tanah
    4. Dengan analisa gambar tersebut, kamu bisa mengetahui bahwa sumur dengan kedalaman paling rendah mengindikasikan arah air menuju ke sumur tersebut.
    5. Bisa disimpulkan bahwa tidak setiap lokasi memerlukan jarak 10 meter antara septic tank dan sumur. Arah aliran air tanah harus menjadi pertimbangan saat membangun septic tank.

    Kecepatan aliran air tanah di setiap wilayah bisa berbeda yang mengakibatkan variasi dalam jarak optimal antara sumur dan tangki septic. Perbedaan aliran air tanah sangat dipengaruhi oleh struktur batuan dan karakteristik geografis daerah tersebut

    3. Faktor yang Mempengaruhi Jarak Sumur dan Septic Tank

    Sebenarnya terdapat banyak faktor yang mempengaruhi jarak dari septic tank dan sumur. Berikut beberapa faktor utama yang berpengaruh pada jarak septic tank dengan sumur, yaitu:

    1. Topografi tanah yang dipengaruhi oleh kondisi dan kemiringan permukaan tanah.
    2. Faktor hidrologi meliputi kedalaman air tanah, arah serta kecepatan aliran dalam tanah, dan keberadaan lapisan tanah yang batu atau berpasir. Untuk lapisan tanah seperti ini, dibutuhkan jarak yang lebih besar dibandingkan dengan daerah yang memiliki lapisan tanah dari tanah liat.
    3. Faktor meteorologi terutama pada area dengan curah hujan yang tinggi diperlukan jarak sumur yang lebih panjang dari toilet.
    4. Jenis mikroorganisme juga berpengaruh pada jarak sumur dengan septic tank. Beberapa mikroorganisme memiliki karakteristik unik, misalnya bakteri pembawa penyakit yang lebih resisten di tanah yang basah dan lembab. Cacing bisa bertahan di tanah lembab hingga 5 bulan, sementara di tanah kering hanya bertahan hingga 1 bulan.
    5. Faktor budaya, misal ada adat tradisi di beberapa masyarakat untuk membuat sumur tanpa dinding penahan.
    6. Frekuensi pemompaan, seiring bertambahnya volume air yang diambil dari sumur untuk memenuhi kebutuhan banyak orang, kecepatan aliran dalam tanah meningkat untuk menggantikan volume yang berkurang.

    Saksikan detik Pagi:

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Bahaya Air yang Tercemar Tinja Imbas Septic Tank Dekat dengan Sumur



    Jakarta

    Ketersediaan air bersih tentu dibutuhkan di setiap rumah. Jika air bersih tercemar, misalnya tercemar tinja, tentunya bisa menyebabkan berbagai penyakit bagi penghuni rumah.

    Air tercemar tinja ini bisa saja terjadi apabila jarak septic tank dengan sumur air bersih sangat dekat. Idealnya, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Jarak resapan septic tank dengan bangunan atau rumah jaraknya minimal 1,5 meter, dan jarak dengan sumur resapan air hujan minimal 5 meter.

    Akan tetapi, masih ada saja rumah yang memiliki septic tank dengan jarak yang dekat dengan sumber air. Bahkan, dari studi yang dilakukan UNICEF, pada 2022 disebutkan hampir 70% dari 20 ribu sumber air minum rumah tangga yang diuji di Indonesia tercemar limbah tinja.


    Dikutip dari detikHealth, beberapa waktu lalu, Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya dipicu dari lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga. Pada permukiman padat, septic tank memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga.

    Dekatnya septic tank dengan sumber air bisa membuat air tercemar dengan bakteri Escherichia coli atau E. Coli yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, misalnya infeksi saluran pencernaan. Tak hanya itu, dokter spesialis penyakit dalam dan Konsultan Gastroenterologi-hepatologi dr Kaka Renaldi, SpPD mengungkap bakteri ini bisa menyebabkan beberapa kasus yang berujung fatal terlebih kepada kelompok rentan seperti ibu hamil.

    “Infeksi ini kemudian bisa berkembang dan menyebabkan infeksi selaput otak pada bayi dalam kandungannya, hingga keguguran. Sehingga, pemilihan air dengan seksama disarankan kepada seluruh masyarakat untuk mengadopsi hidup bersih dengan mengonsumsi air minum yang berasal dari sumber yang terlindungi,” ungkapnya beberapa waktu lalu, dikutip dari detikHealth.

    Cara Menghilangkan Bakteri E. Coli pada Air

    Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng mengatakan, untuk menghilangkan bakteri E. Coli pada air bisa dilakukan dengan merebus air atau melakukan penyaringan. Cara ini disebut-sebut bisa menghilangkan risiko cemaran.

    “Air yang direbus mendidih itu aman dan bisa dikonsumsi, air PDAM atau air sumur itu nggak apa-apa kalau direbus,” beber Iqbal.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Air Sumur Tercemar Tinja, Ini Ciri-ciri yang Aman Dikonsumsi



    Jakarta

    Air bersih tentunya dibutuhkan di rumah. Air bersih bisa digunakan untuk berbagai hal, misalnya masak, cuci pakaian, atau dimasak untuk diminum.

    Salah satu hal yang bisa membuat air tercemar adalah jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air. Hal ini memungkinkan air bersih tercemar dengan tinja.

    Nah, untuk memastikan air tidak tercemar, ada ciri-ciri yang bisa diamati. Misalnya, untuk air minum itu tidak berasa, tidak berwarna, hingga tidak berbau.


    Sebagai informasi, apabila air sudah memenuhi syarat air minum, tentunya sudah dipastikan aman untuk digunakan, baik langsung diminum atau digunakan untuk kegiatan lain, misalnya memasak, mencuci, mandi, atau lainnya.

    Untuk air minum, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Dikutip dari website Kementerian Kesehatan, Rabu (20/12/2023), berikut ini adalah syarat-syarat air minum.

    – Tidak berasa

    – Tidak berbau

    – Tidak berwarna

    – Tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya

    – Tidak mengandung logam berat

    Tips Jaga Kualitas Air Bersih

    Untuk menjaga kualitas air bersih, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan, berikut ini caranya.

    – Jarak antara sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah minimal 10 meter

    – Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemar

    – Sumur gali, sumur pompa, kran umum dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak

    – Lantai sumur sebaiknya kedap air (diplester) dan tidak retak, bibir sumur dan dinding sumur harus diplester dan sumur ditutup

    – Ember penampung air dilengkapi dengan penutup dan gayung bertangkai, dijaga kebersihannya

    – Air harus dijaga kebersihannya dengan tidak ada genangan air di sekitar sumber air, dan dilengkapi dengan saluran pembuangan air, tidak ada kotoran, tidak ada lumut, pada lantai/dinding sumur.

    Sementara itu, untuk menjaga agar air tidak tercemar tinja, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Jarak resapan septic tank dengan bangunan atau rumah jaraknya minimal 1,5 meter, dan jarak dengan sumur resapan air hujan minimal 5 meter. Hal ini sesuai dengan SNI 2398:2017.

    Itulah beberapa syarat air minum dan cara menjaga kualitas air di lingkungan. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Gas dari Septic Tank Bisa Dipakai buat Masak Lho, Ini Caranya



    Jakarta

    Mulai 2024 pembelian gas LPG bersubsidi 3 kg akan diperketat. Hanya untuk masyarakat yang sudah terdaftar dalam penerima yang dapat membelinya. Lalu apakah ada alternatif sumber gas yang bisa digunakan untuk memasak?

    Ternyata septic tank bisa menjadi biogas yang menghasilkan api. Tetapi, ini hanya bekerja khusus untuk septic tank biogas. Sementara septic tank biasa hanya dapat mengatasi masalah pengelolaan limbah kotoran manusia

    Menurut Home Biogas, pengelolaan air limbah septic tank menjadi biogas dapat dilakukan dengan teknologi anaerobik.


    Dalam teknik anaerobic membutuhkan asam asetat untuk menghasilkan biogas. Bakteri di dalam tangki akan memecah bahan sampah organik menjadi serangkaian unsur kimia, salah satunya asam asetat dari reaksi tersebut. Hasil dari proses ini akan menjadi metana atau biogas, karbon dioksida, dan air.

    Bakteri tersebut dapat membantu proses terbentuknya biogas karena bakteri ini dapat tumbuh subur di lingkungan minim oksigen.

    Selain itu, tangki septic tank biogas tidak sulit untuk dirawat dibandingkan septic tank standar yang perlu dikosongkan secara berkala.

    Adapun syarat agar septic tank biogas dapat menghasilkan api dan minim ledakan menurut Home Biogas sebagai berikut.

    1. Lubang tangki septic tank harus tertutup rapat sehingga tidak ada air atau gas yang bocor. Cara ini juga membantu bakteri di dalam septic tank untuk melakukan teknik anaerobik.

    2. Pastikan tangki septic tank kokoh dan tidak korosi atau mudah berkarat untuk jangka waktu panjang untuk menghindari kebocoran.

    3. Tangki septic tank biogas harus memiliki isolasi untuk memastikan suhu yang konsisten di sekitarnya sehingga proses teknik anaerobik berhasil.

    Sementara itu, manfaat dari biogas sendiri menurut Organica Biotech, pada Sabtu (20/1) sebagai berikut.

    1. Biogas dapat digunakan sebagai sumber energi untuk keperluan listrik, pemanas, dan memasak.

    2. Pemasangannya septic tank bisa di atas atau di bawah tanah

    3. Ramah lingkungan karena biogas tidak menimbulkan kerusakan pada lingkungan, tidak mencemari air, dan tidak menimbulkan pencemaran.

    4. Limbah dapat menjadi pupuk, baik untuk irigasi.

    5. Limbah cair tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung zat beracun.

    6. Api yang muncul saat tersalur ke kompor tidak bau.

    7. Perawatannya tidak sulit.

    8. Tidak perlu membuang limbah padat secara manual.

    9. Menghemat banyak air.

    10. Menghemat biaya jika dibandingkan dengan septic tank standar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Mengatasi Bau Septic Tank yang Mampet


    Jakarta

    Septic tank atau tangki septik merupakan tempat pembuangan tinja, urine, dan air limbah dari kloset atau kamar mandi. Namun, seiring penggunaan, septic tank bisa menjadi penuh dan berbau, yang akhirnya membuatnya tidak berfungsi optimal dan kloset mampet serta menimbulkan bau tak sedap.

    Kondisi ini tidak hanya membuat kloset tidak bisa digunakan, tapi juga mengganggu kenyamanan di rumah. Permasalahan septic tank ini perlu mendapat perbaikan segera agar membuatnya berfungsi baik kembali serta menghilangkan bau tersebut. Mengutip dari My Decorative, Jumat (16/2/2024), berikut cara mengatasi bau septic tank yang mampet.

    1. Penutup Ventilasi Karbon Aktif Poli-Udara

    Penutup ventilasi karbon aktif poli-udara merupakan alat yang dipasang pada septic tank untuk mengatasi bau septic tank yang populer di perumahan. Alat ini cukup murah dan cara kerjanya adalah memiliki mineral karbon aktif yang dapat mengikat molekul gas yang berbau tidak sedap sehingga mencegah septic tank berbau. Namun, karbon aktif bisa rusak, jadi kamu harus mengganti penutup ventilasi ini dari waktu ke waktu.


    2. Filter Arang

    Tangki septik membutuhkan udara luar untuk menyimpan limbah dari pipa ledeng dengan baik. Namun, akses ke udara segar ini adalah tempat untuk penumpukan gas berbahaya seperti Hidrogen Sulfida.

    Gas ini memiliki bau seperti telur busuk. Untuk mencegah penumpukan gas ini, kamu harus memasang filter arang pada ventilasi udara. Sama dengan karbon aktif, filter arang bekerja mengikat molekul gas dan menghentikan bau agar tidak sampai ke rumah. Sekali lagi, ini bukan solusi permanen karena arang akan habis dan perlu diganti.

    3. Lakukan Perawatan Pipa Secara Rutin

    Septic tank yang mampet atau bermasalah bisa menimbulkan bau selokan di kloset kamar mandi, bahkan sampai ke ruangan lainnya di rumah. Namun, hal ini tak selalu septic tank yang penuh. Bisa jadi mengalami penyumbatan pada pipa. Jika penyebabnya adalah penyumbatan atau penyempitan pipa karena penumpukan material, gas mungkin menumpuk pada pipa alih-alih diangkut ke tangki. Dalam hal ini, gas dapat mengalir ke mana saja, yaitu ke saluran pembuangan kamu. Untungnya, cara mengatasi bau septic tank ini cukup mudah dengan melakukan perawatan pipa secara teratur.

    4. Periksa Bila Ada Kerusakan

    Jika masalah tetap ada meski filter pada penutup ventilasi udara, kamu mungkin memiliki masalah yang lebih serius. Mungkin ada kebocoran di suatu tempat dalam sistem septic tank. Sebelum menggali septic tank, cobalah memeriksa terlebih dahulu apakah ada tanda-tanda kerusakan ini. Terutama, kamu harus menemukan sumber bau.

    Selain itu, jika menemukan tanah di sekitar pipa atau tangki dan dalam kondisi lembap, ini merupakan indikasi septic tank mengalami masalah kebocoran serius. Pada titik ini, cara mengatasi bau septic tank adalah menghubungi teknisi profesional sehingga dapat melakukan pemeriksaan tepat dan menentukan apa masalahnya.

    Demikian 4 cara mengatasi bau septic tank yang mampet. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kesalahan Ini Bisa Bikin Septic Tank Jadi Sumber Celaka


    Jakarta

    Septic tank tidak hanya sebagai media penampungan kotoran biologis (tinja), tetapi juga tempat di mana tinja tersebut diolah sebelum airnya dikembalikan ke daerah resapan. Septic tank sendiri dibuat agar limbah yang tergabung tidak mencemari lingkungan di sekitarnya.

    Sayangnya masih banyak masyarakat yang awam perihal pentinganya merawat septic tank. Maka dari itu menurut Peneliti Utama Teknologi Lingkungan Kota Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Neni Sintawardani, septic tank yang sudah berbau, kepenuhan, dan mampet harus segera disedot karena dapat memungkinkan terjadinya kasus septic tank meledak.

    “Yang terjadi sekarang kenapa septic tank banyak yang perlu disedot kemungkinan itu tidak berfungsi dengan baik. Bukan septic tank yang diharapkan tetapi tempat pengumpul tinja saja,” ucap Neni Sintawardani dalam sebuah wawancara dengan detikHealth 2019 silam.


    “Jadi itu tidak terurai baunya bukan main bisa dibayangkan,” lanjutnya.

    Berikut lima kelalaian yang menyebabkan septic tank cepat penuh:

    1. Desain yang Asal

    Menurut Neni, septic tank yang efektif adalah septic tank yang didesain dengan memperkirakan volume jumlah limbah yang akan diproduksi oleh penghuni. Dengan begitu air limbah yang keluar masuk setelah proses dekomposisi bisa seimbang.

    Septic tank harus terbagi menjadi minimal dua bagian, sebagai ruang penampungan dan ruang kedap udara untuk penguraian limbah oleh bakteri.

    “Jika volumenya sesuai dengan apa yang masuk dan desainnya tidak satu ruang, jadi minimal dua orang, itu biasanya lebih aman stabil. Tidak perlu dilakukan penyedotan terlalu sering,” kata Neni.

    2. Ventilasi Tak Terawat

    Neni mengatakan bahwa ada beberapa kasus sang penghuni rumah tidak mengetahui di mana letak septic tank mereka. Biasanya pada kasus seperti ini, ventilasi septic tank tidak terawat rawan terselimuti sampah akibatnya gas dari penguraian bakteri tertimbun di septic tank tidak adanya saluran keluar.

    “Di mana ada lubang saluran gas? Beberapa kasus saya lihat beberapa rumah karena ketidaktahuan lubang gasnya tertutup. Tertutup tanah, atau terlalu rendah, enggak tahu di mana letaknya. Nah itu lama lama tekanan gas kuat itu juga bisa meledak,” ucap Neni.

    3. Bakar Dekat Ventilasi

    Karena tidak tahu di mana letak septic tank, beberapa penghuni adakalanya tidak sadar meletakkan sumber api dekat dengan ventilasi septoc tank.

    “Kalau kita tahu terpelihara oh di situ ada saluran gas. Ya, kita hindari dong jangan bakar-bakar di dekat situ karena kita tahu ada biogas,” ucap Neni.

    Ada kasus di India pada Oktober 201, septic tank toilet umum meledak secara tiba-tiba di daerah Malad. Dari kejadian itu diberitakan ada tiga orang terluka.

    Saat kejadian pula ada sekelompok anak kecil sedang bermain petasan dekat septic tank. Petasan tersebut yang diduga menjadi penyebab gas di septic tank akhirnya meledak.

    4. Sedot Habis

    Kesalahan selanjutnya yang menyebabkan septic tank cepat penuh adalah cara yang salah menyedot septic tank sampai habis. Diterangkan oleh Neni hal ini membuat bakteri pengurai berkurang banyak yang menyebabkan buruh waktu lebih lama sampai bisa mengerjakannya seperti semula.

    “Mana ada bibit (bakteri pengurai). Lama lagi bibitnya,” ucap Neni.

    5. Membuang Pembersih atau Antiseptik ke Septic Tank

    Kesalahan lain adalah membuang limbah yang masih ada cairan antiseptik atau pembersih ke septic tank. Neni mengatakan bahwa saat kita sedang membersihkan toilet, banyak orang memakai antiseptik agar bersih tapi akibatnya hal ini bisa mematikan bakteri pengurai di septic tank.

    “Kalau pakai sebulan sekali ya enggak apa-apa mungkin mati sedikit. tapi saya sendiri enggak pakai,” ucap Neni untuk cukup membersihkan toilet dengan air dan sikat saja.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Septic Tank Tradisional dan Bio-Septic Tank


    Jakarta

    Pengolahan limbah manusia merupakan masalah penting bagi lingkungan kita saat ini. Tanpa pembuangan limbah yang baik, lingkungan bisa tercemar oleh zat berbahaya lewat air limbah.

    Septic tank dan Bio septic tank dibangun dan dipasang di banyak rumah untuk menyelesaikan kendala ini. Tapi, ada sejumlah perbedaan penting antara septic tank dan bio-septic tank.

    Dilansir dari Re-leaf, Minggu (25/2/2024), kedua tangki ini ada yang terbuat dari beton, plastik, baja, atau fiberglass. Tangki-tangki ini dirancang bertujuan untuk menghalangi air limbah berbahaya masuk ke lingkungan.


    Salah satu perbedaan terbesar antara septic tank dan bio septic tank adalah variasi bio merupakan pilihan ramah lingkungan. Selain itu, bio septic tank juga bisa membantu mendaur ulang air dan memproduksi biogas.

    Misalnya, Re-leaf memproduksi tangki septik bio yang tahan lama dan membantu daur ulang limbah.

    Dengan bertambahnya populasi dunia saat ini, produksi limbah juga meningkat dengan sangat cepat. Bahkan, saat ini polutan beracun, plastik, limbah medis, dan elemen berbahaya lainnya mungkin terdapat dalam air limbah yang dihasilkan di banyak rumah tangga. Dalam kasus seperti ini, penting untuk melakukan pengolahan limbah yang lebih baik demi menjaga ekosistem kita.

    Septic Tank

    1. Cara Kerja Septic Tank?

    Septic tank punya jalan masuk dan keluar untuk air limbah. Saat limbah masuk ke tangki, limbah tersebut ditampung beberapa saat sampai limbah padat dan limbah cair terpisah satu sama lain. Lapisan bawah tangki terdiri dari lumpur atau limbah padat, sedangkan minyak mengapung ke atas dan membentuk lapisan atas tangki. Sisa air limbah terletak di antara kedua lapisan ini.

    Tangki septik dibangun secara strategis dengan desain berbentuk T. Desain ini memastikan bahwa minyak dan lumpur tetap berada di dalam tangki sehingga hanya air yang keluar melalui pipa keluar. Air tanpa lumpur dan lemak ini lebih aman masuk ke dalam tanah atau saluran pembuangan.

    Tapi, ada kelemahan dari tangki ini. Lumpur yang mengendap di dasar tangki perlu dibersihkan dari waktu ke waktu. Selain itu, tidak ada fasilitas untuk mendaur ulang air di dalam tangki.

    2. Kelebihan dan Kekurangan Septic Tank

    Salah satu keuntungan terbesar dari septic tank adalah air limbah berbahaya dapat dicegah memasuki lingkungan dan mencemari ekosistem kita. Hal ini memungkinkan air limbah dengan partikel keluar dari tangki dan masuk ke saluran pembuangan.

    Meskipun septic tank diperlukan untuk pengolahan air limbah, ada juga beberapa kelemahannya. Pertama, tangki septik tradisional membutuhkan perawatan rutin yang mahal. Selain itu, pembersihan manual merupakan masalah sosial serius yang tidak menguntungkan. Tidak ada cara untuk mendaur ulang air limbah yang menyebabkan pemborosan air. Pada saat yang sama, tangki-tangki ini mengeluarkan bau menyengat yang membuat pembersihan menjadi lebih sulit.

    3. Syarat Perawatan

    Tangki tradisional memerlukan perawatan secara berkala. Hal ini memerlukan inspeksi dan pemeriksaan kebocoran secara rutin. Jika kamu ingin mencegah penyumbatan, kamu perlu memasang filter limbah yang memerlukan biaya tambahan. Ada masalah besar terkait biaya perawatan yang dibebankan pada tangki tradisional.

    Bio-Septic Tank

    1. Cara Kerja Bio-Septic Tank?

    Bio septic tank adalah sistem pengolahan limbah ramah lingkungan. Tangki ini menggunakan bakteri dan pencernaan anaerobik dalam tangki bebas oksigen untuk mengolah air limbah. Selain itu, tangki jenis ini menghasilkan produk sampingan yang berguna seperti biogas dan air daur ulang. Ini membantu meningkatkan efisiensi biaya dari sistem pengolahan limbah ini.

    Tahapan pengolahan septic dan bio septic serupa dengan beberapa variasi. Saat air limbah masuk ke bio tank, limbah padat dan cair dipisahkan di ruang tangki yang berbeda. Hal ini karena limbah padat turun ke lapisan bawah tangki dan diuraikan dengan bantuan bakteri alami di dalam tangki. Bakteri ini mencerna limbah padat, menyisakan air yang mengalir ke ruangan lain.

    Air limbah yang tersisa didaur ulang dengan bantuan reaksi bakteri aerobik yang menghasilkan produk sampingan seperti air olahan, karbon dioksida, dan gas metana. Reaksi ini memastikan eliminasi oksigen yang menyebabkan tidak adanya bau busuk. Air daur ulang di dalam ruangan dapat dengan mudah digunakan untuk berkebun, sedangkan biogas bisa digunakan untuk memasak.

    2. Kelebihan dan Kekurangan Bio-Septic Tank

    Meskipun memasang biotank mungkin terlihat merepotkan di awal, hal ini akan menghasilkan efisiensi biaya dan menjaga lingkungan. Tangki-tangki ini membantu kamu menggunakan kembali air dua kali, sekaligus memberi kamu gas yang berguna untuk menghasilkan energi. Semua faktor ini meningkatkan efektivitas biaya sistem pembuangan limbah kamu.

    Kamu bisa memasang bio-septic tank Re-leaf untuk meningkatkan sistem pengolahan limbah kamu menjadi sistem yang berkelanjutan dan sekaligus menghemat uang. Tangki ini dirancang sesuai standar DRDO dan diproduksi di pabrik bersertifikat ISO 9001-2015, di bawah bimbingan insinyur yang berkualifikasi sesuai standar ISO 18436.

    3. Perawatan Bio-Septic Tank

    Tidak perlu pemompaan mekanis atau pembersihan manual untuk merawat bio tank. Bio tank juga dilengkapi dengan ruang inspeksi yang ramah perawatan, sehingga memudahkan perawatan tangki untuk jangka waktu yang lebih lama. Tangki-tangki ini dirancang dengan bahan yang kokoh, memastikan usia pakai yang lebih lama dan mengurangi kerusakan lingkungan.

    Tabel Perbandingan
    Septic Tank Bio-septic Tank

    Perbandingan Septic Tank Bio-Septic Tank
    Efektivitas Biaya Tidak Ya
    Menghilangkan Lumpur Manual Ya Tidak
    Ramah Lingkungan Tidak Ya
    Bau Menyengat Ya Tidak

    Kesimpulan

    Dari poin poin di atas, bisa dikatakan bahwa bio-septic tank lebih baik daripada septic tank untuk pengolahan limbah. Ini adalah cara yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan dalam menangani limbah dengan menghasilkan produk sampingan yang bermanfaat.

    Re-leaf berupaya untuk menantang sistem pengolahan limbah tradisional di dunia dan mewujudkan revolusi dalam cara kita menangani limbah. Re-leaf telah merancang produk-produk unggulan yang membantu memecahkan masalah limbah dunia dengan tetap menjaga norma-norma lingkungan.

    Inovatif dari bio-septic tank hadir dalam berbagai model dan kapasitas untuk menghilangkan kerumitan berurusan dengan tangki septik konvensional.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangka Waktu Septic Tank Harus Dikuras agar Tidak Meledak


    Jakarta

    Septic tank perlu dikuras untuk membuatnya tetap bersih dan tak membuat saluran air tersumbat. Hal tersebut juga bertujuan untuk menghindari masalah-masalah seperti air tanah yang tercemar.

    Lantas berapa lama septic tank harus dikuras atau dilakukan perawatan? Simak penjelasannya berikut ini.

    Berapa Lama Septic Tank Harus Dikuras?

    Pemilik PT Argesjasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, bernama Basuki, menyebutkan bahwa penyedotan atau pengurasan septic tank tergantung pada jenis septic tank yang digunakan dan sesuai kebutuhan.

    “Kalau ngomong berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh, karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” ujar Basuki ketika ditanya detikcom, Sabtu (16/9/2023) lalu.


    Ia menjelaskan bahwa septic tank konvensional dasarnya menggunakan tanah, jadi kotoran, tinja, atau air yang masuk ke dalam septic tank diresapkan ke dalam tanah. Sehingga, kita tidak perlu menguras septic tank terlalu sering karena selama 10-20 tahun tidak akan penuh.

    Menurut Basuki, model konvensional yang menggunakan bata dan yang menggunakan biotank adalah jenis septic tank yang sering digunakan. Dibanding yang terbuat dari bata, septic tank jenis biotank membutuhkan perawatan yang lebih.

    “Lain halnya kalau menggunakan biotank atau bio septic tank, membutuhkan perawatan yang lebih (daripada jenis yang dasarnya tanah),” katanya.

    Biotank sendiri merupakan septic tank yang bentuknya seperti toren air. Di mana, di dalamnya ada filtrasi yang berfungsi untuk menguraikan kotoran. Jadi, septic tank ini harus dikuras minimal 1 – 2 tahun sekali.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali. Itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” tutupnya.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanda Septic Tank Penuh!


    Jakarta

    Septic tank yang penuh akan menimbulkan penyumbatan pada saluran air dan bahkan bisa menyebabkan kejadian septic tank meledak. Untuk menghindarinya, kamu perlu melakukan perawatan pada septic tank di rumah, seperti menguras atau menyedot septic tank yang sudah penuh.

    Untuk mengetahui apakah septic tank kamu sudah perlu dikuras, kamu bisa memperhatikan tanda-tanda yang muncul saat septic tank mulai penuh. Mengutip dari laman Forbes Home, berikut adalah tanda-tanda dan cara memeriksa septic tank yang penuh:

    Tanda- Tanda Septic Tank di Rumah Sudah Penuh

    Saluran Air Lambat

    Septic tank dan tempat resapannya adalah ujung saluran sistem pembuangan rumah. Jika tangki tersebut terisi penuh dan tidak dapat beroperasi secara efisien, hal ini bisa membuat air di rumah mengalir dengan lambat. Misalnya, toilet bisa jadi tidak segera kosong setelah digunakan dan sulit untuk menyiram kotoran. Masalah septic tank ini bisa jadi merupakan tanda adanya penyumbatan pada pipa, namun bisa juga menjadi tanda bahwa tangki sudah penuh dan perlu untuk dikuras.


    Bau Tak Sedap

    Septic tank berfungsi sebagai saluran pembungan akhir yang menampung limbah dari toilet. Tentu saja septic tank biasanya memiliki bau yang tidak sedap, terutama jika tangki penuh. Saat tangka sudah tidak bisa menampung cairan dan gas, bau tidak sedap tersebut akan bisa tercium di halaman atau tempat dimana septic tank tersebut dikubur.

    Rumput Tebal dan Rimbun

    Jika kamu memiliki halaman rumah yang cukup luas, rumput yang tebal dan rimbun bisa saja menjadi tanda adanya kebocoran pada septic tank kamu. Cairan yang keluar dari septic tank bisa menjadi pupuk cair bagi rumput dan tanaman di halaman. Jika tangki penuh dan cairan tersebut merembes keluar, rumput dan tanaman akan bisa tumbuh subur. Oleh karena itu, rumput yang rimbun dan banyaknya tanaman liar lainnya dapat menjadi tanda adanya kebocoran pada septic tank.

    Genangan Air di Halaman

    Ketika tangki penuh, air bisa tumpah ke halaman. Jika halaman tidak memiliki sistem drainase yang baik, ini bisa menyebabkan genangan air. Meskipun air bisa tampak jernih saat keluar dari tanah, ini sebenarnya limbah septik.

    Banyak Lalat dan Hama

    Jika aktivitas serangga seperti lalat atau hama meningkat, ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada septic tank. Lalat biasanya bertelur di bahan organik basah, yang bisa ada di sekitar tangki septik yang sudah penuh. Hama lain juga bisa bertelur di genangan air yang disebabkan oleh tangki septik yang tersumbat itu.

    Suara Gemericik di Dalam Pipa

    Dalam kondisi ideal, limbah akan mengalir ke saluran pembuangan hampir tanpa suara. Namun ketika tangki tersumbat, udara bisa terperangkap di depan limbah yang mengalir melalui pipa. Hal ini bisa terdengar seperti suara degukan atau gemericik di dalam pipa, yang menandakan adanya masalah pada septic tank atau toilet.

    Saluran Air Berbalik Lagi

    Salah satu indikator terburuk dari septic tank yang penuh adalah saluran pembuangan yang mengalir kemebali dalam rumah, seperti saat sedang menyiram kotoran.

    Hal ini bisa terjadi karena berbagai sebab, salah satunya adalah septic tank yang tersumbat atau penuh, dan biasanya terjadi di lantai bawah rumah. Karena tangki septik tidak bisa mengalirkan air, limbah yang dibuang dari lantai di atasnya mengikuti jalur yang hambatannya paling kecil, bisa berupa pancuran, wastafel, toilet, atau bahkan saluran pembuangan lantai.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Septic Tank Saya Baru Disedot Kok Sudah Penuh Lagi? Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Pertanyaan

    Septic tank rumah saya baru kemarin 15/03/24 disedot WC.

    Dapat satu mobil airnya. Tapi di septic tank masih tersisa setengah tangki.

    Jadi harusnya dua kali sedot sepertinya.


    Nah, sekarang 16/3/24 saya tengok dari lubang tangkinya sudah penuh lagi.

    Bisa tolong jelaskan kenapa begitu?

    Terima kasih.

    Ita, Pembaca detikProperti

    Jawaban

    Kemungkinan besar itu muka air tanahnya tinggi. Yang pertama, yang tadi pertama dia nggak kedap. Nggak kedap kalau muka air tanah tinggi, dia tidak akan masuk ke dalam. Tapi kalau bawahnya kedap, maksudnya tangki septiknya itu kan buatannya macem-macem ya. Biasanya macem-macem, bahan materialnya juga macem-macem. Jadi kalau misalnya muka air tanahnya naik, istilahnya muka air tanahnya tinggi, dia pasti pada saat sudah disedot pun, dia akan ada lagi karena air tanahnya mengisi ke dalam tangki septik.

    Yang kedua, itu bisa jadi kalau misalnya muka air tanahnya memang rendah, tangki septiknya kedap, bisa jadi pada saat hujan pengisiannya lubang tangki septik atau manhole-nya kemasukan dari air hujan. Jadi limpasan dari air hujan yang masuk melalui bisa lubang ataupun dari atas. Jadi harusnya muka manhole-nya atau lubang tangki septiknya posisinya harus lebih tinggi sedikit dari tanah sekitar. Dan dia posisinya tidak mudah air dari luar masuk ke dalam.

    Kalau kedap itu artinya ke semua sisi, jadi nggak cuma bangunan bawah, tapi ke semua dindingnya juga. Jadi tangki septik itu sudah ada SNI-nya. Di dalam SNI itu sudah ada ukuran dan desain.

    Padatan itu memang harus disedot juga. Makanya di tangki septik itu setidaknya harus ada penyedotan lumpur karena kalau tidak, lumpurnya semakin lama semakin tinggi, kalau kita bilang kedap akhirnya keluar. Lumpur yang makin lama makin tinggi, maka itu akan menjadi penuh. Kalau penuh, berarti lumpur yang tadi terbawa ke luar atau terbawa ke tempat resapan, sehingga itu harus kita sedot atau kita kuras secara berkala.

    Spesialis Sanitasi Senior

    Endro Adinugroho

    USAID IUWASH Tangguh

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com