Tag: septic tank penuh

  • Kesalahan Ini Bisa Bikin Septic Tank Jadi Sumber Celaka


    Jakarta

    Septic tank tidak hanya sebagai media penampungan kotoran biologis (tinja), tetapi juga tempat di mana tinja tersebut diolah sebelum airnya dikembalikan ke daerah resapan. Septic tank sendiri dibuat agar limbah yang tergabung tidak mencemari lingkungan di sekitarnya.

    Sayangnya masih banyak masyarakat yang awam perihal pentinganya merawat septic tank. Maka dari itu menurut Peneliti Utama Teknologi Lingkungan Kota Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Neni Sintawardani, septic tank yang sudah berbau, kepenuhan, dan mampet harus segera disedot karena dapat memungkinkan terjadinya kasus septic tank meledak.

    “Yang terjadi sekarang kenapa septic tank banyak yang perlu disedot kemungkinan itu tidak berfungsi dengan baik. Bukan septic tank yang diharapkan tetapi tempat pengumpul tinja saja,” ucap Neni Sintawardani dalam sebuah wawancara dengan detikHealth 2019 silam.


    “Jadi itu tidak terurai baunya bukan main bisa dibayangkan,” lanjutnya.

    Berikut lima kelalaian yang menyebabkan septic tank cepat penuh:

    1. Desain yang Asal

    Menurut Neni, septic tank yang efektif adalah septic tank yang didesain dengan memperkirakan volume jumlah limbah yang akan diproduksi oleh penghuni. Dengan begitu air limbah yang keluar masuk setelah proses dekomposisi bisa seimbang.

    Septic tank harus terbagi menjadi minimal dua bagian, sebagai ruang penampungan dan ruang kedap udara untuk penguraian limbah oleh bakteri.

    “Jika volumenya sesuai dengan apa yang masuk dan desainnya tidak satu ruang, jadi minimal dua orang, itu biasanya lebih aman stabil. Tidak perlu dilakukan penyedotan terlalu sering,” kata Neni.

    2. Ventilasi Tak Terawat

    Neni mengatakan bahwa ada beberapa kasus sang penghuni rumah tidak mengetahui di mana letak septic tank mereka. Biasanya pada kasus seperti ini, ventilasi septic tank tidak terawat rawan terselimuti sampah akibatnya gas dari penguraian bakteri tertimbun di septic tank tidak adanya saluran keluar.

    “Di mana ada lubang saluran gas? Beberapa kasus saya lihat beberapa rumah karena ketidaktahuan lubang gasnya tertutup. Tertutup tanah, atau terlalu rendah, enggak tahu di mana letaknya. Nah itu lama lama tekanan gas kuat itu juga bisa meledak,” ucap Neni.

    3. Bakar Dekat Ventilasi

    Karena tidak tahu di mana letak septic tank, beberapa penghuni adakalanya tidak sadar meletakkan sumber api dekat dengan ventilasi septoc tank.

    “Kalau kita tahu terpelihara oh di situ ada saluran gas. Ya, kita hindari dong jangan bakar-bakar di dekat situ karena kita tahu ada biogas,” ucap Neni.

    Ada kasus di India pada Oktober 201, septic tank toilet umum meledak secara tiba-tiba di daerah Malad. Dari kejadian itu diberitakan ada tiga orang terluka.

    Saat kejadian pula ada sekelompok anak kecil sedang bermain petasan dekat septic tank. Petasan tersebut yang diduga menjadi penyebab gas di septic tank akhirnya meledak.

    4. Sedot Habis

    Kesalahan selanjutnya yang menyebabkan septic tank cepat penuh adalah cara yang salah menyedot septic tank sampai habis. Diterangkan oleh Neni hal ini membuat bakteri pengurai berkurang banyak yang menyebabkan buruh waktu lebih lama sampai bisa mengerjakannya seperti semula.

    “Mana ada bibit (bakteri pengurai). Lama lagi bibitnya,” ucap Neni.

    5. Membuang Pembersih atau Antiseptik ke Septic Tank

    Kesalahan lain adalah membuang limbah yang masih ada cairan antiseptik atau pembersih ke septic tank. Neni mengatakan bahwa saat kita sedang membersihkan toilet, banyak orang memakai antiseptik agar bersih tapi akibatnya hal ini bisa mematikan bakteri pengurai di septic tank.

    “Kalau pakai sebulan sekali ya enggak apa-apa mungkin mati sedikit. tapi saya sendiri enggak pakai,” ucap Neni untuk cukup membersihkan toilet dengan air dan sikat saja.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangka Waktu Septic Tank Harus Dikuras agar Tidak Meledak


    Jakarta

    Septic tank perlu dikuras untuk membuatnya tetap bersih dan tak membuat saluran air tersumbat. Hal tersebut juga bertujuan untuk menghindari masalah-masalah seperti air tanah yang tercemar.

    Lantas berapa lama septic tank harus dikuras atau dilakukan perawatan? Simak penjelasannya berikut ini.

    Berapa Lama Septic Tank Harus Dikuras?

    Pemilik PT Argesjasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, bernama Basuki, menyebutkan bahwa penyedotan atau pengurasan septic tank tergantung pada jenis septic tank yang digunakan dan sesuai kebutuhan.

    “Kalau ngomong berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh, karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” ujar Basuki ketika ditanya detikcom, Sabtu (16/9/2023) lalu.


    Ia menjelaskan bahwa septic tank konvensional dasarnya menggunakan tanah, jadi kotoran, tinja, atau air yang masuk ke dalam septic tank diresapkan ke dalam tanah. Sehingga, kita tidak perlu menguras septic tank terlalu sering karena selama 10-20 tahun tidak akan penuh.

    Menurut Basuki, model konvensional yang menggunakan bata dan yang menggunakan biotank adalah jenis septic tank yang sering digunakan. Dibanding yang terbuat dari bata, septic tank jenis biotank membutuhkan perawatan yang lebih.

    “Lain halnya kalau menggunakan biotank atau bio septic tank, membutuhkan perawatan yang lebih (daripada jenis yang dasarnya tanah),” katanya.

    Biotank sendiri merupakan septic tank yang bentuknya seperti toren air. Di mana, di dalamnya ada filtrasi yang berfungsi untuk menguraikan kotoran. Jadi, septic tank ini harus dikuras minimal 1 – 2 tahun sekali.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali. Itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” tutupnya.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanda Septic Tank Penuh!


    Jakarta

    Septic tank yang penuh akan menimbulkan penyumbatan pada saluran air dan bahkan bisa menyebabkan kejadian septic tank meledak. Untuk menghindarinya, kamu perlu melakukan perawatan pada septic tank di rumah, seperti menguras atau menyedot septic tank yang sudah penuh.

    Untuk mengetahui apakah septic tank kamu sudah perlu dikuras, kamu bisa memperhatikan tanda-tanda yang muncul saat septic tank mulai penuh. Mengutip dari laman Forbes Home, berikut adalah tanda-tanda dan cara memeriksa septic tank yang penuh:

    Tanda- Tanda Septic Tank di Rumah Sudah Penuh

    Saluran Air Lambat

    Septic tank dan tempat resapannya adalah ujung saluran sistem pembuangan rumah. Jika tangki tersebut terisi penuh dan tidak dapat beroperasi secara efisien, hal ini bisa membuat air di rumah mengalir dengan lambat. Misalnya, toilet bisa jadi tidak segera kosong setelah digunakan dan sulit untuk menyiram kotoran. Masalah septic tank ini bisa jadi merupakan tanda adanya penyumbatan pada pipa, namun bisa juga menjadi tanda bahwa tangki sudah penuh dan perlu untuk dikuras.


    Bau Tak Sedap

    Septic tank berfungsi sebagai saluran pembungan akhir yang menampung limbah dari toilet. Tentu saja septic tank biasanya memiliki bau yang tidak sedap, terutama jika tangki penuh. Saat tangka sudah tidak bisa menampung cairan dan gas, bau tidak sedap tersebut akan bisa tercium di halaman atau tempat dimana septic tank tersebut dikubur.

    Rumput Tebal dan Rimbun

    Jika kamu memiliki halaman rumah yang cukup luas, rumput yang tebal dan rimbun bisa saja menjadi tanda adanya kebocoran pada septic tank kamu. Cairan yang keluar dari septic tank bisa menjadi pupuk cair bagi rumput dan tanaman di halaman. Jika tangki penuh dan cairan tersebut merembes keluar, rumput dan tanaman akan bisa tumbuh subur. Oleh karena itu, rumput yang rimbun dan banyaknya tanaman liar lainnya dapat menjadi tanda adanya kebocoran pada septic tank.

    Genangan Air di Halaman

    Ketika tangki penuh, air bisa tumpah ke halaman. Jika halaman tidak memiliki sistem drainase yang baik, ini bisa menyebabkan genangan air. Meskipun air bisa tampak jernih saat keluar dari tanah, ini sebenarnya limbah septik.

    Banyak Lalat dan Hama

    Jika aktivitas serangga seperti lalat atau hama meningkat, ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada septic tank. Lalat biasanya bertelur di bahan organik basah, yang bisa ada di sekitar tangki septik yang sudah penuh. Hama lain juga bisa bertelur di genangan air yang disebabkan oleh tangki septik yang tersumbat itu.

    Suara Gemericik di Dalam Pipa

    Dalam kondisi ideal, limbah akan mengalir ke saluran pembuangan hampir tanpa suara. Namun ketika tangki tersumbat, udara bisa terperangkap di depan limbah yang mengalir melalui pipa. Hal ini bisa terdengar seperti suara degukan atau gemericik di dalam pipa, yang menandakan adanya masalah pada septic tank atau toilet.

    Saluran Air Berbalik Lagi

    Salah satu indikator terburuk dari septic tank yang penuh adalah saluran pembuangan yang mengalir kemebali dalam rumah, seperti saat sedang menyiram kotoran.

    Hal ini bisa terjadi karena berbagai sebab, salah satunya adalah septic tank yang tersumbat atau penuh, dan biasanya terjadi di lantai bawah rumah. Karena tangki septik tidak bisa mengalirkan air, limbah yang dibuang dari lantai di atasnya mengikuti jalur yang hambatannya paling kecil, bisa berupa pancuran, wastafel, toilet, atau bahkan saluran pembuangan lantai.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Biang Kerok Kamar Mandi Bau Tak Sedap



    Jakarta

    Kamar mandi adalah tempat untuk membersihkan diri dan membuang kotoran. Tak heran kalau udara terasa lembap dan muncul bau tak sedap di dalam kamar mandi.

    Kamar mandi berbau tentu bisa mengganggu dan membuat penghuni rumah tidak nyaman berlama-lama di dalamnya. Kamar mandi yang segar dan tak berbau juga mencerminkan seberapa bersih seisi rumah.

    Kebanyakan orang pernah menghadapi masalah bau tak sedap. Tapi bukan berarti bau tersebut dibiarkan saja ya.


    Lantas apa yang membuat kamar mandi berbau tak sedap dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

    Penyebab Kamar Mandi Berbau Tak Sedap

    Dilansir dari Mr. Rooter, berikut beberapa alasan umum mengapa kamar mandi bisa berbau tidak sedap.

    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Saluran pembuangan yang tersumbat bisa menjadi penyebab utama bau tak sedap di kamar mandi. Kotoran dan rambut yang terperangkap dalam saluran bisa menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri yang pada akhirnya akan menyebabkan bau yang tidak sedap.

    2. Saluran Pembuangan Tercemar

    Saat saluran pembuangan di sekitar area kamar mandi tercemar, gas limbah bisa terdorong kembali ke dalam rumah. Hal ini akan menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi. Ini biasanya terjadi setelah hujan deras. Untuk mencegahnya, penting untuk memasang katup backflow (backflow valve) pada saluran pembuangan agar kotoran tidak masuk kembali ke dalam kamar mandi.

    3. P-Trap Kering atau Rusak

    P-trap merupakan belokan berbentuk U pada pipa saluran pembuangan kamar mandi dan pipa lainnya di rumah. P-Trap adalah bagian penting dari sistem saluran air yang mencegah gas limbah masuk ke rumah, khususnya kamar mandi.

    Namun, jika P-Trap kering atau rusak, gas limbah bisa bocor ke dalam kamar mandi. Untungnya, kamu bisa mengatasinya dengan menjalankan air keran selama beberapa menit atau memanggil tukang ledeng jika perlu.

    4. Kebocoran Gas pada Saluran Pembuangan Toilet yang Rusak

    Segel lilin di sekitar toilet yang rusak bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Penting untuk segera memperbaikinya untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

    5. Septic Tank Penuh

    Jika rumahmu menggunakan septic tank, pastikan untuk memeriksanya secara berkala dan teratur. Septic tank yang penuh juga bisa menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi.

    6. Pertumbuhan Bakteri

    Lingkungan yang lembap dan gelap di dalam saluran pembuangan adalah tempat yang sempurna bagi pertumbuhan bakteri. Kondisi ini bisa menimbulkan bau yang tidak sedap di dalam kamar mandi. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan larutan pemutih untuk membersihkan toilet secara teratur.

    Cara Mengatasi Bau Tak Sedap di Kamar Mandi

    Dikutip dari The Spruce, berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi kamar mandi yang bau.

    1. Gunakan Pengharum Udara

    Tempatkan pengharum udara di dekat kamar mandi untuk menetralisir bau tak sedap. Namun, pastikan untuk tidak mengandalkan pengharum udara secara berlebihan.

    2. Jaga Ventilasi yang Baik

    Pastikan kamar mandi memiliki sirkulasi udara yang baik dengan menjaga kipas ventilasi berfungsi dan pintu serta jendela terbuka ketika kamar mandi tidak digunakan. Ini membantu udara segar beredar dengan baik di dalam ruangan.

    3. Selalu Jaga Kebersihan Handuk

    Handuk yang kotor atau basah bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Pastikan untuk menggantung handuk dengan baik setelah digunakan dan mencucinya secara teratur.

    4. Nyalakan Lilin

    Lilin bisa membantu menetralisir bau di kamar mandi. Pilih lilin tanpa aroma atau beraroma sesuai keinginanmu.

    5. Bersihkan Secara Teratur

    Jaga kebersihan kamar mandi dengan membersihkannya secara teratur. Ini termasuk membersihkan bak mandi, toilet, wastafel, dan lantai secara berkala.

    Demikianlah penyebab dan cara mengatasi kamar mandi yang berbau tidak sedap. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com