Tag: septic

  • Jangan Sampai Menyesal! Segini Jarak Aman Tanam Pohon di Halaman Rumah



    Jakarta

    Pohon bukan hanya bisa membuat halaman lebih bagus, tapi juga tidak terasa gersang. Cahaya matahari juga bisa terhalang dengan adanya pohon di halaman rumah.

    Meski begitu, menanam pohon di halaman rumah tidak bisa sembarangan. Perlu perhitungan jarak antara tembok rumah dengan titik ditanamnya pohon tersebut.

    Jarak ini dapat menjadi ruang jika pohon tersebut tumbang sehingga tidak menimpa rumah atau barang berharga di sekitar rumah. Dilansir Jimstrees.com, berikut jarak aman menanam pohon di halaman rumah.


    • Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan
    • Tinggi pohon 8 meter sampai 15 meter jarak minimal 4-6 meter
    • Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter

    Adanya jarak ideal, bukan hanya untuk menghindari kerusakan pada properti jika pohon tumbang, melainkan bermanfaat untuk tujuan lain, berikut di antaranya.

    1. Daun Kering Tidak Mengotori Bagian Rumah dan Selokan

    Seperti yang kita tahu, daun yang sudah kering pasti berguguran. Kita tidak bisa mencegahnya karena itu sudah menjadi bagian dari siklus pohon. Tugas kita hanya membersihkannya jika daun kering tersebut.

    Jika halaman kamu sempit dan tidak ada ruang antara bangunan dan pohon, dikhawatirkan daun kering tersebut jatuh ke area rumah. Bahayanya jika daun kering tersebut banyak yang jatuh ke dalam talang air atau selokan. Daun kering bisa menghambat jalur air, terutama pada saat hujan.

    Apabila antara pohon dan rumah memiliki jarak yang pas, daun kering tersebut bisa jatuh ke halaman dan lebih mudah dibersihkan.

    2. Mengamankan Rumah dari Akar Pohon

    Pertumbuhan pohon bukan hanya pada batangnya yang semakin tinggi dan lebar, melainkan akarnya yang semakin panjang dan kuat. Jangan sepelekan pertumbuhan akar ini karena ada beberapa akar yang bahkan bisa merusak badan jalan, aspal, hingga area lainnya.

    Secara umum, pohon akan tumbuh satu hingga 3 kali lebarnya kanopi. Pada beberapa kasus, akar pohon tumbuhnya dua kali lipat tumbuhnya ketinggian si pohon itu. Akar pohon yang membesar di tanah ini akan berdampak pada pondasi rumah.

    Kamu juga harus menjauhkan pohon dengan akar yang besar dari pipa air tanam dan septic tank. Jika terlalu dekat, berisiko dapat merusak pipa air dan septic tank.

    3. Menjaga Kondisi Tanah

    Ada pohon di rumah juga berpotensi membuat tanah menyusut. Sebab, pepohonan menyebabkan kelembapan tanah berfluktuasi karena tingkat air yang dibutuhkan untuk menjaga pohon tetap hidup. Tanah dapat menyusut dan mengembang yang berdampak pada tekanan pada fondasi rumah. Imbasnya muncul retak-retak rambut atau keretakan serius di dinding.

    4. Mencegah Pengendapan beton

    Kondisi tanah yang menurun dapat berpengaruh pada beton yang ikut turun. Saat beton mengendap, kemungkinan besar dinding rumah akan retak dan bergeser. Kondisi ini seperti trotoar yang rusak di sekitar pohon yang akarnya timbul ke permukaan. Dengan adanya jarak yang aman antara bangunan dan pohon, maka rumah dapat tetap aman.

    Itulah informasi terkait jarak aman menanam pohon di halaman rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bikin Sumur Resapan Air di Rumah, Bisa Cegah Banjir!



    Jakarta

    Sumur resapan air mungkin bisa menjadi salah satu upaya untuk mencegah banjir. Tak hanya itu, sumur resapan air juga bisa berfungsi sebagai tempat penampungan air saat musim kemarau.

    Berbentuk lubang, sumur resapan air menjadi media untuk menampung air hujan atau air larian di permukaan tanah. Sumur resapan air sangat bermanfaat untuk mengelola air hujan.

    Air hujan yang turun bisa menjadi tabungan air melalui sumur ini. Dengan begitu air yang mengalir akibat hujan bisa tertampung. Lalu, bagaimana cara membuat sumur resapan air di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Membuat Sumur Resapan Air

    1. Tentukan Letak Sumur

    Asep mengatakan sumur resapan air idealnya berada di dataran paling rendah di halaman rumah. Maka, carilah letak yang rendah supaya air hujan mengalir ke arah sumur resapan air.

    Selain itu, pastikan sumur resapan memiliki jarak aman sesuai standar terhadap bangunan lain seperti fondasi rumah dan septic tank.

    2. Hitung Curah Hujan

    Untuk menentukan dimensi lubang resapan air, tergantung pada ukuran atap dan curah hujan suatu kawasan. Asep membagikan tips mudah menghitung curah hujan menggunakan gelas.

    “Simpan gelas di halaman rumah dari mulai hujan sampai berhenti hujan. Misalkan muncul (ketinggian) 5 cm, berarti intensitas curah hujan itu 5 cm di situ dalam sekali hujan,” katanya.

    Angka tersebut dikonversikan ke satuan meter, lalu dikalikan dengan luas atap rumah untuk menentukan volume lubang sumur resapan.

    3. Gali Lubang

    Selanjutnya, gali lubang dengan dimensi yang sesuai dengan volume tersebut. Dimensi ini bisa disesuaikan dengan ukuran lahan yang dimiliki. Kedalaman sumur bisa 1-2 meter sesuai kebutuhan dan bentuk lubang dapat berupa persegi panjang.

    4. Buat Dinding

    Kemudian, bangun tembok mengitari sumur untuk mengamankan bentuk sumur. Tembok ini terbuat dari bata dan memiliki kedalaman 50 cm. Sementara sisa dinding sumur dibiarkan tanpa tembok untuk memaksimalkan resapan air ke arah samping.

    5. Isi Lubang Sumur

    “Untuk mengamankan kondisi sumur di paling bawah dikasih 20-30 cm kerikil. Di atasnya lagi dikasih 20-30 cm ijuk. Fungsinya untuk menahan kotoran atau lumpur yang masuk,”

    Kalau air hujan yang masuk ke dalam sumur berasal dari atap yang disambungkan ke paralon, maka tidak perlu mengkhawatirkan kotoran dan lumpur memenuhi sumur.

    5. Pastikan Aliran Air

    Pastikan air hujan akan mengalir ke sumur resapan dengan membuat sumur di dataran rendah. Jika halaman rumah datar, air bisa dialirkan dengan membuat parit kecil yang mengarah ke lubang dinding sumur resapan.

    Selain itu, air hujan yang jatuh ke atap juga bisa dialirkan ke sumur dengan membuat talang air dan paralon.

    6. Tutup Permukaan

    Apabila permukaan sumur resapan akan difungsikan, misalkan parkiran motor atau tempat jemuran, maka permukaan sumur dicor seperti membuat septic tank. Maka, pengecoran juga menggunakan tulang besi dan manhole.

    Itulah cara membuat sumur resapan air untuk mengantisipasi masalah di kemudian hari. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengapa Septic Tank Bisa Meledak? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya



    Jakarta

    Kasus septic tank meledak sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Penyebab septic tank meledak bermacam-macam.

    Pertanyaannya kenapa septic tank bisa meledak? Lalau bagaimana cara mencegahnya?

    Sebelum mengetahui tentang itu, perlu dipahami dulu apa itu septic tank dan kegunaannya?


    Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, tangki septik adalah bak kedap air yang berfungsi sebagai tempat penampungan limbah kotoran manusia. Melalui tangki septik, kotoran manusia akan tertampung di dalamnya.

    Nantinya, bagian cairnya akan keluar dari tangki septik dan diresapkan ke sumur resapan. Apabila tidak memungkinkan, maka dibuat suatu filter untuk mengelola cairan tersebut.

    Lantas, bagaimana bentuk dan ukuran septik tank yang baik?

    Tangki septik terdiri dari 2 jenis, yaitu tangki septik sistem tercampur dan terpisah. Tangki septik sistem tercampur maksudnya adalah tangki septik yang digunakan dari buangan air limbah rumah tangga yang meliputi mandi, cuci, kakus. Sementara itu, tangki septik terpisah adalah tangki septik yang digunakan hanya dari buangan kakus alias kotoran manusia.

    Melansir dari SNI 2398:2017, ada beberapa kriteria standar bentuk dan ukuran untuk tangki septik, di antaranya yaitu:

    • Bentuk segi empat dengan panjang x lebar 2:1 sampai 3:1
    • Lebar minimal 0,75 meter
    • Panjang minimal 1,5 meter
    • Tinggi minimal 1,5 meter termasuk ambang batas 0,3 meter
    • Volume disesuaikan dengan jumlah penghuni. Misalnya, jika suatu rumah dihuni oleh 5 orang, maka ukuran tangki dengan periode pengurasan 3 tahun menggunakan tangki septik sistem terpisah maka diperlukan tangki septik ukuran panjang 1,6 meter, lebar 0,8 meter, dan tinggi 1,3 meter.

    Ketika membangun tangki septik juga pastikan ada saluran udara yang baik. Sebab, air limbah yang ditampung pada tangki septik menghasilkan gas metana (CH4) yang jika tidak dikeluarkan, maka tangki septik berpotensi untuk meledak.

    Gas metana juga punya sifat mudah terbakar, sehingga harus dihindarkan dari sumber api atau bahan mudah terbakar lainnya.

    Selain itu, jarak dari tangki septik ke sumber air bersih minimal 10 meter. Hal ini supaya air bersih tidak tercemar dengan isi dari tangki septik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Sering Buang Sabun ke Kloset Bisa Bikin Septic Tank Meledak



    Jakarta

    Dalam sebuah bangunan, terdapat banyak sekali saluran pembuangan yang pemasangannya cukup rumit. Salah satunya adalah saluran pembuangan dari kloset dan kamar mandi.

    Sistem pemasangannya yang rumit membuat banyak benda tidak bisa sembarangan dibuang melalui pipa di kamar mandi apalagi kloset. Sebab, selain air biasa dan kotoran manusia, dapat menyebabkan saluran macet atau masalah septic tank.

    Sering kali ditemui larangan membuang tisu, rokok, dan benda padat lainnya ke dalam lubang kloset. Ternyata membuang sabun ke dalam kloset juga tidak diperbolehkan lho. Padahal ketika kita membersihkan kloset atau membersihkan diri setelah buang air kerap memakai sabun dan terbuang ke dalam kloset. Kira-kira apa ya alasannya?


    Dilansir Ideal Home, di dalam sabun terdapat zat kimia yang dapat membunuh makhluk pengurai atau bakteri pembusukan di septic tank. Keberadaan zat ini sangat merugikan karena apabila tidak ada makhluk pengurai atau bakteri pembusukan, septic tank akan cepat penuh.

    Kotoran-kotoran yang menumpuk tersebut pasti mengalami pembusukan. Dalam proses tersebut akan muncul zat-zat baru yang menimbulkan bau busuk, gas, dan massa yang dapat menekan sekelilingnya. Apabila tidak ada makhluk pengurai, septic tank akan cepat penuh penuh dan bisa meledak.

    Masalah lainnya jika sering membuang sabun ke kloset adalah kerusakan pada karet di pipa saluran air. Bahaya ini sama seperti membuang tisu di sana yakni dapat menyumbat saluran dan merusak saluran karena sulit diurai.

    Bukan hanya air sabun, cairan pembersih lainnya juga disarankan tidak dibuang ke dalam toilet. Mulai dari air bekas cucian baju, air yang tercampur dengan cairan pencuci piring, hingga cairan pelembut pakaian.

    “Kita semua pernah melihat kotoran yang ditinggalkan pelembut kain di laci mesin cuci. Lama kelamaan akan meninggalkan lapisan lengket yang dapat menggumpal dan menyumbat mesin cuci Kamu,” kata Izzy Shulman, Direktur Plumbers4U, dikutip Selasa (2/4/2025).

    “Beberapa pelembut kain bahkan mungkin mengandung bahan beracun seperti benzil asetat dan etanol. Jadi dari sudut pandang lingkungan, memasukkannya langsung ke dalam tangki toilet tidak akan berdampak baik bagi ekosistem air,” lanjutnya.

    Cairan yang Aman Dibuang ke Toilet

    Cairan yang boleh dibuang ke toilet terutama pada saat bersih-bersih hanya produk yang memang dibuat untuk membersihkan toilet. Kemudian, jika ada noda yang membandel atau timbul noda kerak yang sulit dibersihkan dengan air dan digosok, pengguna kamar mandi boleh memakai bahan pembersih yang lebih ampuh, contohnya soda kue dan cuka putih.

    Caranya dengan mencampurkan cuka putih dan soda kue. Kemudian tuang ke mangkuk toilet. Tunggu selama 10 menit, sikat, lalu bilas dengan air bersih. Pastikan tidak ada busa yang terlihat lagi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanda-tanda Septic Tank Penuh dan Rawan Meledak


    Jakarta

    Untuk menghindari kejadian septic tank meledak, kita harus selalu memperhatikan keadaan septic tank. Septic tank tidak boleh dibiarkan terlalu penuh jika tidak ingin meledak.

    Berikut tanda-tanda septic tank penuh dan rawan meledak.

    Apa itu Septic Tank?

    Singkatnya, septic tank merupakan tempat pembuangan kotoran manusia dengan tujuan untuk menjaga lingkungan. Seperti yang kita tau, limbah yang masuk melalui kloset akan dipindahkan menuju ke dalam septic tank melalui pipa.


    Tanda-Tanda Septic Tank Penuh dan Rawan Meledak

    Muncul Bau Tak Sedap

    Tanda pertama untuk mengetahui septic tank penuh adalah munculnya aroma tak sedap dari lubang ventilasi. Septic tank yang baik dilengkapi dengan pipa ventilasi sebagai sirkulasi membatu untuk masuknya bakteri pengurai dalam septic tank dan membantu keluarnya gas sisa pengolahan limbah. Normalnya pipa ventilasi septic tank mengeluarkan aroma kurang sedap namun jika aroma sudah sangat menyengat maka hal ini dikarenakan septic tank sudah mulai penuh.

    Saluran Air Tersumbat

    Tanda selanjutnya adalah saluran air yang tersumbat. Ketika kita menyiram air pada kloset dan air tidak ada pergerakan turun dengan lambat hal ini bisa karena terjadi sumbatan.

    Limbah Muncul di Permukaan Kloset

    Jika kamu menjumpai limbah atau sampah muncul di kloset dalam beberapa waktu namun belum ada yang menggunakan kloset tersebut bisa jadi ini indikasi bahwa septic tank sudah mulai penuh. Akibatnya limbah tidak bisa mengalir sempurna ke dalam septic tank dan akan muncul kembali kepermukaan kloset meskipun sudah disiram dengan air.

    Air yang Menyusut Pada Mangkuk Toilet

    Keberadaan air pada mangkuk kloset dapat menjadi tanda bahwa septic tank dalam keadaan normal. Untuk mengetahui septic tank mu penuh, kamu dapat coba untuk menyiram kloset menggunakan air. Perhatikan pada mangkuk yang ada di bagian dalam kloset tersebut, jika terjadi perubahan air yang ada pada mangkuk kloset atau air menyusut secara perlahan, maka bisa dipastikan bahwa septic tank sudah terisi penuh oleh kotoran.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 6 Hewan Ini Bisa Muncul dari Lubang Kloset



    Jakarta

    Kloset merupakan tempat buang air besar maupun air kecil yang dipasang dalam kamar mandi. Untuk menyalurkan kotoran, kloset terhubung dengan saluran pembuangan atau septic tank. Maka, tidak heran jika kloset sering menimbulkan bau tidak sedap.

    Selain bau, lubang kloset ternyata bisa menjadi akses masuk bagi beberapa hewan. Hal ini tentu menjadi suatu hal yang mengkhawatirkan. Sebab, hewan yang menyelinap lewat lubang kloset berpotensi masuk ke ruangan lain di rumah tanpa sepengetahuan penghuninya.

    Untuk itu, melansir dari situs Daily Mail, berikut merupakan 6 hewan yang muncul dari lubang kloset.


    Tikus

    Tikus merupakan salah satu hewan yang memiliki kemampuan berenang dengan baik. Sehingga, tikus biasanya ditemukan di selokan. Tikus juga memiliki tulang yang fleksibel sehingga mampu memanjat serta memutar tubuhnya pada ruangan sempit. Akibatnya, tikus bisa dengan mudah menemukan jalan masuk ke kloset. Mereka juga bahkan bisa mengangkat tutupan toilet.

    Ular

    Ular juga merupakan perenang baik dan selalu mengincar mangsanya kemanapun mangsa itu pergi. Salah satu mangsa ular adalah tikus, sehingga tikus yang selalu masuk ke toilet juga bisa jadi diikuti oleh ular. Ular dan tikus juga merupakan hewan yang tertarik pada air apalagi musim panas, sehingga mereka bisa masuk ke dalam kamar mandi yang banyak air.

    Katak

    Katak merupakan hewan amfibi yang dapat hidup di darat dan di air. Katak juga bisa bertelur di selokan sehingga bukan tidak mungkin katak dapat bergerak melalui pipa dan muncul di lubang kloset dengan mudah.

    Kecoak

    Kecoak merupakan hewan yang suka dengan kamar mandi karena kondisinya hangat dan lembap sehingga bisa membuatnya berkembang biak. Oleh karena itu, katak bisa muncul dari lubang toilet dengan mudah.

    Kalajengking

    Kalajengking merupakan salah satu hewan yang bisa bertahan hidup di bawah air untuk waktu yang lama. Mereka juga biasa berburu mangsa di perairan. Selain itu, kalajengking merupakan pemanjat yang hebat sehingga bisa melewati tikungan.

    Kadal

    Kadal tertarik dengan air terutama pada musim panas. Maka, kadal juga merupakan salah satu hewan yang bisa muncul di lubang kloset.

    Demikian daftar hewan yang bisa muncul dari lubang kloset. Harap hati-hati dan semoga membantu, ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Septic Tank Harus Dikuras? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Pemilik rumah perlu tahu kapan septic tank perlu dikuras. Bila tidak, septic tank yang penuh akan menimbulkan risiko berbahaya seperti meledak dan meluap.

    Septic tank berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan rumah, sebagai bagian dari sistem pembuangan rumah. Septic tank berfungsi untuk menampung limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan.

    Di tempat septic tank pula terjadi proses penguraian kotoran yang menghasilkan gas metana. Karena itu, septic tank berisiko meledak jika tidak rutin dikuras dan minim saluran udara berkualitas. Saluran udara menjamin gas metana bisa dikeluarkan dari septic tank, sementara pengurasan untuk menghindari sumbatan.


    Kapan Waktunya Kuras Septic Tank?

    Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki mengatakan bahwa penyedotan septic tank dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan jenis septic tank yang digunakan. Ada dua jenis septic tank yang biasa ditemui di rumah, yaitu model konvensional dan biotank.

    1. Septic Tank Konvensional

    Septic tank konvensional dasarnya menggunakan tanah. Kotoran, tinja, atau limbah yang masuk septic tank diresapkan ke tanah. Pemiliknya tak perlu sering menguras septic karena tidak akan penuh, meski telah digunakan 10-20 tahun.

    “Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” katanya kepada detikProperti.

    2. Septic Tank Biotank

    Berbeda dengan septic tank konvensional, septic tank biotank membutuhkan perawatan lebih intens. Biotank adalah septic tank yang bentuknya seperti toren air.

    Di dalam septic tank biotank ada filtrasi yang berfungsi untuk mengurai kotoran. Septic tank jenis ini perlu dikuras minimal 1 sampai 2 tahun sekali, supaya tidak lekas penuh.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” papar Basuki.

    Dapat disimpulkan, saat yang tepat untuk menguras septic tank tergantung dari jenisnya. Septic tank biotank memerlukan pengurasan lebih sering dibandingkan yang konvensional.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Tercemar! Segini Jarak Ideal Septic Tank dengan Sumur Air



    Jakarta

    Adanya sumber air bersih dan pengelolaan limbah sangat penting untuk memiliki lingkungan rumah yang sehat. Hal itu dapat dicapai dengan menyediakan septic tank dan sumur air untuk memenuhi kebutuhan harian penghuni.

    Namun, letak sumur air dan septic tank di rumah tidak boleh sembarangan. Jika titik keduanya terlalu dekat satu sama lain, sumber air bersih berpotensi tercemar, sehingga menimbulkan penyakit.

    Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menjelaskan tingkat pencemaran air yang tinggi Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.


    Masih ada rumah yang septic tanknya berjarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman padat. Ia menuturkan jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli).

    Bakteri ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk infeksi saluran pencernaan. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah. Untuk itu, sumur air dan septic tank sebaiknya diberi jarak yang aman.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum adalah 10 meter. Sementara itu, upflow filter septic tank minimal berjarak 1,5 meter dari sumur air minum. Demikian juga dengan taman sanita septic tank harus diberi jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Di samping itu, pemilik rumah perlu menjaga jarak sumur resapan air hujan dengan septic tank. Pasalnya, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga di kala kekeringan atau krisis air.

    Adapun jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya 5 meter. Lalu, jarak upflow filter septic tank dengan sumur resapan air hujan minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak paling dekatnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak ideal septic tank dari sumur air agar tidak terjadi pencemaran tinja. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Septic Tank Bisa Meledak dan Bocor kalau Kepenuhan, Begini Ciri-cirinya


    Jakarta

    Septic tank memiliki daya tampung yang terbatas, ketika isinya sudah penuh, mau tidak mau perlu dilakukan penyedotan agar tidak terjadi kebocoran atau meledak. Septic tank yang meledak biasanya disebabkan oleh gas metana hasil dari pengolahan limbah yang tidak diolah dengan baik.

    Banyak kejadian septic tank meledak karena pemiliknya tidak mengecek dan mengetahui jika limbah di dalamnya sudah terlalu penuh. Septic tank yang meledak, bukan hanya akan membahayakan orang dan properti yang berada di sekitarnya, melainkan limbah yang ada di dalamnya juga akan ikut berceceran keluar.

    Penyedotan septic tank sebenarnya tidak perlu dilakukan setiap bulan, melainkan bisa setiap 2-3 tahun sekali. Namun, waktu penyedotannya bisa lebih cepat jika sudah ada tanda-tanda septic tank tersebut penuh.


    Dilansir Forbes Homes, berikut beberapa tanda-tanda septic tank di rumah sudah penuh dan harus disedot.

    Ciri-ciri Septic Tank Penuh

    1. Banyak Lalat dan Hama

    Seperti yang kita tahu, di dalam septic tank berisi kotoran limbah dari kloset. Apabila ada yang tidak beres, bau dari kotoran tersebut bisa menembus penutup di luar. Serangga dan hama seperti lalat dan kecoak yang menyukai tempat kotor bisa dengan cepat menangkap sinyal tersebut. Lalat biasanya bertelur di bahan organik basah, yang bisa ada di sekitar tangki yang sudah penuh. Hama lain juga bisa bertelur di genangan air yang disebabkan oleh tangki yang tersumbat.

    2. Bau Tak Sedap

    Bau yang tercium hingga keluar merupakan tanda paling jelas septic tank perlu disedot karena septic tank dibuat agar bau dari limbah tidak akan mengganggu area sekitar. Sebelum bau tersebut semakin bertambah parah bahkan hingga mengundang serangga berdatangan, segera sedot septic tank yang sudah penuh.

    3. Genangan Air di Halaman

    Isi tangki pembuangan tersebut bukan hanya kotoran padat, melainkan ada air. Apabila tangki tersebut penuh, air yang sifatnya fleksibel akan lebih mudah muncul di permukaan. Jika melihat ada genangan di sekitar septic tank dan saat itu tidak sedang hujan, temuan ini harus dicurigai. Genangan ini juga bisa disebabkan karena drainase yang kurang memadai di sekitar septic tank.

    4. Rumput Tebal dan Rimbun

    Ternyata cairan limbah yang bocor keluar bisa menjadi pupuk yang membantu penyuburan tanaman. Jangan heran jika tiba tiba rumput tumbuh subur dan cepat tinggi di sekitar septic tank. Namun, hal ini bukan pertanda baik ya. Ini bisa jadi tanda buat kamu cek septic tank dan menyedotnya.

    5. Saluran Air Lambat

    Septic tank yang penuh akan menghambat kotoran-kotoran baru yang akan masuk. Alhasil air di rumah mengalir dengan lambat. Sebagai contoh toilet jadi tidak bisa cepat kosong setelah penyiraman kotoran. Di samping itu, masalah seperti ini juga bisa disebabkan karena adanya penyumbatan pada pipa.

    6. Suara Gemericik di Dalam Pipa

    Suara gemericik sering terdengar pada pipa dan sumbernya bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah karena adanya pipa yang tersumbat akibat dari septic tank yang penuh. Dalam kondisi ideal, limbah akan mengalir ke saluran pembuangan hampir tanpa suara. Namun ketika tangki tersumbat, udara bisa terperangkap di depan limbah yang mengalir melalui pipa.

    7. Saluran Air Berbalik Lagi

    Septic tank yang penuh dapat memblokir jalan air di dalam perpipaan. Risikonya adalah limbah yang harusnya masuk ke dalam septic tank, justru kembali ke atas dan menimbulkan bau tak sedap.

    Karena tangki septic tidak bisa mengalirkan air, limbah yang dibuang dari lantai di atasnya mengikuti jalur yang hambatannya paling kecil, bisa berupa pancuran, wastafel, toilet, atau bahkan saluran pembuangan lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Septic Tank Bermasalah, Bahkan Meledak!



    Jakarta

    Septic tank merupakan salah satu bagian terpenting dari rumah yang perlu perawatan dengan baik. Sebab septic tank memiliki fungsi penampungan kotoran alias tinja sebelum airnya dikembalikan ke daerah resapan. Jika septic tank tidak dirawat dengan baik, maka akan menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.

    Sayangnya, masih banyak yang tidak tahu cara merawat septic tank. Peneliti Utama Teknologi Lingkungan Kota Penelitian Teknologi Bersih LIPI Neni Sintawardani mengatakan septic tank yang sudah berbau, kepenuhan, dan mampet harus segera disedot karena dapat terjadinya kasus septic tank, misalnya terjadi ledakan.

    Oleh karena itu perlu diketahui hal yang perlu dihindari agar septic tank tetap terawat dan tidak menimbulkan masalah. Berikut penjelasannya.


    5 Hal yang Bikin Septic Tank Bermasalah

    Inilah beberapa hal yang bisa bikin septic tank kamu bermasalah.

    1. Desain yang Asal

    Menurut Neni, septic tank yang efektif adalah septic tank yang didesain dengan memperkirakan volume jumlah limbah yang akan diproduksi oleh penghuni. Dengan begitu air limbah yang keluar masuk setelah proses dekomposisi bisa seimbang.

    Septic tank harus terbagi menjadi minimal dua bagian, sebagai ruang penampungan dan ruang kedap udara untuk penguraian limbah oleh bakteri.

    “Jika volumenya sesuai dengan apa yang masuk dan desainnya tidak satu ruang, jadi minimal dua orang, itu biasanya lebih aman stabil. Tidak perlu dilakukan penyedotan terlalu sering,” kata Neni beberapa waktu lalu.

    2. Ventilasi Tak Terawat

    Neni mengatakan bahwa ada beberapa kasus sang penghuni rumah tidak mengetahui di mana letak septic tank mereka. Biasanya pada kasus seperti ini, ventilasi septic tank tidak terawat rawan terselimuti sampah akibatnya gas dari penguraian bakteri tertimbun di septic tank tidak adanya saluran keluar.

    “Di mana ada lubang saluran gas? Beberapa kasus saya lihat beberapa rumah karena ketidaktahuan lubang gasnya tertutup. Tertutup tanah, atau terlalu rendah, enggak tahu di mana letaknya. Nah itu lama lama tekanan gas kuat itu juga bisa meledak,” ucap Neni.

    3. Bakar Dekat Ventilasi

    Karena tidak tahu di mana letak septic tank, beberapa penghuni adakalanya tidak sadar meletakkan sumber api dekat dengan ventilasi septic tank. Sumber api bisa menjadi penyebab gas di septic tank meledak.

    “Kalau kita tahu terpelihara oh di situ ada saluran gas. Ya, kita hindari dong jangan bakar-bakar di dekat situ karena kita tahu ada biogas,” ucap Neni.

    4. Sedot Habis

    Kesalahan selanjutnya yang menyebabkan septic tank cepat penuh adalah cara yang salah menyedot septic tank sampai habis. Diterangkan oleh Neni hal ini membuat bakteri pengurai berkurang banyak yang menyebabkan buruh waktu lebih lama sampai bisa mengerjakannya seperti semula.

    “Mana ada bibit (bakteri pengurai). Lama lagi bibitnya,” ucap Neni.

    5. Membuang Pembersih atau Antiseptik ke Septic Tank

    Kesalahan lain adalah membuang limbah yang masih ada cairan antiseptik atau pembersih ke septic tank. Neni mengatakan bahwa saat kita sedang membersihkan toilet, banyak orang memakai antiseptik agar bersih tapi akibatnya hal ini bisa mematikan bakteri pengurai di septic tank.

    “Kalau pakai sebulan sekali ya enggak apa-apa mungkin mati sedikit. tapi saya sendiri enggak pakai,” ucap Neni untuk cukup membersihkan toilet dengan air dan sikat saja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com