Tag: serat kayu

  • Ini Perbedaan Triplek dan Multiplek, Jangan Sampai Keliru


    Jakarta

    Pemilihan material sangatlah penting untuk mencapai hasil yang diinginkan, terutama dalam dunia konstruksi dan furniture. Triplek dan multiplek adalah dua jenis papan kayu yang sering digunakan.

    Meskipun keduanya hampir mirip karena terbuat dari serat kayu yang diproses, namun ada perbedaan mendasar antara keduanya. Utamanya, beda triplek dan multiplek adalah dari jumlah lapisan kayu yang digunakan/direkatkannya.

    Mengenal Triplek

    Triplek adalah lapisan kayu
    Secara umum, pembuatan triplek melibatkan tiga lapisan kayu yang direkatkan. sedangkan multiplek melibatkan lima lapisan atau lebih. Perbedaan ini mempengaruhi kekuatan dan kekuatan material akhir.


    Kelebihan dari Triplek

    • Harganya terjangkau
    • Cukup kuat terhadap regangan
    • Mudah dipotong.

    Kekurangan dari Triplek

    • Kurang bisa menahan air
    • Permukaannya kurang halus
    • Kurang estetis.

    Mengenal Multiplek (Plywood)

    Mengutip situs Wood Solutions, multiplek adalah lapisan kayu yang direkatkan untuk menghasilkan lembaran datar. Kita sering menyebutnya sebagai veneer atau kayu lapis.

    Multiplek menjadi produk kayu solid rekayasa atau engineered solid wood (ESW). Lapisan-lapisan kayu tersebut direkatkan masing-masing dengan serat tegak lurus terhadap lapisan yang berdekatan.

    Perekatan dilakukan di bawah panas dan tekanan dengan perekat yang kuat (biasanya resin fenol formaldehida). Karena proses tersebut, kayu lapis ini menjadi jenis material komposit.

    Lapisan kayu multiplek lebih banyak dari triplek yakni sekitar 5 atau lebih, hal ini menjadikannya lebih kuat daripada triplek.

    Selain itu, multiplek sangat hemat biaya dan cocok untuk digunakan dalam aplikasi struktural. Contohnya lantai, dinding geser, bekisting, atau balok anyaman.

    Dilansir laman Gharpedia, plywood ini paling umum digunakan untuk sistem lantai, partisi ringan, dinding luar, konstruksi bangunan, pengerjaan kayu untuk perahu/kapal, perabotan rumah dan kantor.

    Kelebihan dari Multiplek

    • Tahan benturan kuat
    • Stabilitas yang baik
    • Rasio kekuatan dan kekakuan yang tinggi terhadap berat
    • Relatif stabil terjadi perubahan suhu dan kelembapan
    • Tahan bahan kimia (tidak mengalami korosi).

    Kekurangan Multiplek

    • Cukup sulit untuk dipotong
    • Harganya cukup mahal
    • Permukaannya halus
    • Diketahui mengeluarkan VOC (Volatile Organic Compound) yang bisa beracun, sehingga berisiko menyebabkan iritasi pada mata
    • Sebagian besar kayu lapis kelas komersial perlu dilapisi laminasi, untuk meningkatkan keindahannya dan memperpanjang umurnya
      Rentan terhadap rayap.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Serbuk Cokelat di Rumah Bisa Jadi Pertanda Serangan Rayap


    Jakarta

    Ketika sedang membersihkan rumah dan menemukan ada serbuk berwarna cokelat di dekat furniture, sebaiknya jangan anggap remeh hal tersebut. Soalnya, serbuk itu bisa menandakan suatu hal.

    Serbuk atau butiran tersebut umumnya berwarna cokelat gelap. Bentuknya sekilas mirip seperti serbuk gergaji karena terasa cukup halus saat dipegang. Serbuk itu kerap ditemukan di dekat furniture dengan material kayu.

    Ternyata, serbuk warna cokelat itu adalah kotoran rayap kayu atau disebut frass. Beberapa orang menyebutnya sebagai kotoran teter kayu.


    Dilansir situs Termite Specialist, kotoran tersebut berasal dari serat kayu yang telah dimakan dan dicerna rayap kayu kering (drywood termites). Frass punya bentuk agak oval atau lonjong yang mirip seperti pelet, tapi permukaannya agak sedikit kasar.

    Selain ditemukan di dekat furniture kayu, kotoran rayap juga sering dilihat di sejumlah titik, seperti di bawah kusen jendela, ruang bawah tanah, papan kayu, atau meja dan kursi kayu.

    Warna kotoran rayap biasanya berwarna cokelat, tapi pada dasarnya bisa berbeda-beda tergantung dari jenis kayu yang dimakan rayap. Jadi, frass bisa berwarna krem, kuning keemasan, dan cokelat gelap.

    Jika sering menemukan ada banyak frass di rumah, maka sebaiknya jangan anggap enteng hal tersebut. Soalnya, penemuan frass menandakan adanya sarang rayap di dalam kayu.

    Frass akan terus muncul di sekitar rumah, terutama di area perabotan kayu selagi rayap tidak segera dibasmi. Jumlah frass yang ditemukan bisa banyak atau sedikit, tergantung dari rayap yang bersarang di rumah.

    Tanda-tanda Lain Rumah Diserang Rayap

    Selain munculnya frass atau kotoran rayap, ada sejumlah tanda-tanda lain saat rumah diserang oleh rayap. Dikutip dari Better Homes & Gardens, berikut ciri-cirinya:

    1. Kayu Berlubang

    Ciri-ciri paling mudah yang bisa diketahui adalah terdapat kayu di rumah yang berlubang. Hal ini menandakan ada rayap yang menggerogoti bagian dalam perabotan atau furniture. Kayu yang kopong akibat digerogoti rayap akan mengeluarkan suara nyaring saat dipukul.

    2. Bekas Sayap Serangga

    Sejumlah rayap biasanya akan meninggalkan jejak seperti sayap yang patah. Jika menemukan ada banyak patahan sayap, itu berarti rumah kamu sedang diserang rayap.

    3. Muncul Suara di Dalam Tembok

    Jika mendengar suara ‘klik’ atau benturan di dalam tembok, itu tandanya ada rayap yang sedang membenturkan kepalanya untuk mengirimkan sinyal kepada koloninya. Cara ini dilakukan secara sengaja untuk menunjukkan jalan kepada rayap lainnya.

    4. Cat Mengelupas

    Serangan rayap pada dinding jenis drywall dapat dideteksi lewat kondisi catnya. Kalau cat sudah mengelupas maka bisa menandakan ada rayap yang melubangi tembok rumah.

    Dinding yang bolong membuat udara lembap bisa masuk melalui sela-sela drywall. Seiring waktu cat dinding akhirnya mengelupas karena efek lembap.

    Itulah penjelasan mengenai adanya serbuk berwarna cokelat yang muncul di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com