Tag: sewa apartemen

  • Pahami Dulu Perbedaan Sewa Rumah atau Apartemen Sebelum Menyesal!


    Jakarta

    Sekarang ini, apartemen menjadi hunian yang juga cukup banyak diminati oleh para generasi muda. Bagi orang yang yang belum memiliki cukup uang untuk membeli rumah, biasanya opsi menyewa menjadi pilihannya. Saat memutuskan untuk menyewa hunian pun kita masih harus dihadapkan dengan berbagai pertimbangan, salah satunya adalah untuk memilih harus menyewa rumah atau apartemen saja.

    Meskipun keduanya memang sistemnya sama sama sewa, tapi ada beberapa perbedaan yang bisa mempengaruhi pilihan kamu. Mulai dari fasilitas, harga, dan gaya hidup keduanya cenderung berbeda. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasannya dibawah ini.

    Konsep dan Gaya Hidup

    Dari segi konsepnya, rumah dan apartemen tentu sangat berbeda. Rumah cenderung berlokasi di lingkungan pemukiman yang padat penduduk. Hal ini membuat kita lebih terhubung dengan masyarakat sekitar. Biasanya, mengharuskan kita untuk banyak berinteraksi dengan tetangga dan mengikuti berbagai kegiatan sosial di lingkungan tersebut.


    Berbeda dengan rumah, apartemen adalah unit-unit dalam bangunan besar yang dapat dihuni oleh beberapa keluarga atau individu. Apartemen menawarkan privasi yang lebih tinggi dan lebih sedikit keterlibatan dengan tetangga, ibaratnya seperti tidak ada kultur yang mengikat. Jadi, buat kamu yang introvert, cocok banget untuk lebih pilih sewa apartemen daripada rumah

    “Terus kalau yang punya jiwa introvert, itu boleh banget pilih apartemen. Buat orang-orang introvert atau yang memang nggak ingin bersosialisasi lebih baik pilih apartemen saja karena memang secara kultur memungkinkan untuk itu. Tidak bersosialisasi dengan komunitas masyarakat sekitarnya gitu,” ucap Andy Nugroho via telepon seluler, Selasa, (23/4/2024).

    Fasilitas dan Akses

    Pertimbangan selanjutnya adalah dari segi fasilitas dan akses. Saat kita memutuskan untuk menyewa rumah, kita akan tinggal di pemukiman warga yang cenderung lebih jauh dari fasilitas umum jika dibandingkan dengan apartemen. Meskipun ada rumah sewa yang mewah, akses ke fasilitas umum tetap membutuhkan perjalanan lebih jauh, seperti ke minimarket, restoran, atau pusat perbelanjaan.

    Sementara apartemen dilengkapi dengan fasilitas yang banyak. Biasanya sudah mencakup minimarket, restoran, atau layanan lainnya di lantai dasar atau dalam kompleks. Oleh karena itu, dari segi fasilitas dan akses, apartemen menyediakan akses yang lebih mudah dan nyaman untuk kebutuhan sehari-hari.

    “Bahkan misalnya kita mau kontraknya rumah mewah sekalipun, kalau kita butuh ke minimarket kan perlu jalan kaki lumayan jauh atau mungkin ngeluarin motor atau mobil. Jadi memang kalau yang di apartemen yang dijual adalah fasilitas dan akses yang mudah kemana-mana. Biasanya apartemen juga letaknya di daerah-daerah tengah kota ataupun keramaian,” ungkap Andy.

    Harga atau Biaya yang Dikeluarkan

    Dalam segi harga atau biayanya, biasanya menyewa rumah tapak cenderung lebih terjangkau daripada menyewa apartemen dengan fasilitas serupa. Bila kamu adalah orang yang sangat mempertimbangkan harga atau tidak memerlukan fasilitas tambahan yang banyak, menyewa rumah tapak akan lebih sesuai.

    Di sisi lain, apartemen seringkali lebih mahal karena fasilitas dan lokasinya yang strategis di pusat kota atau daerah yang ramai. Lokasi yang strategis dapat memberikan akses yang lebih mudah ke berbagai fasilitas dan aktivitas kota, seperti pusat perbelanjaan, tempat hiburan, atau kantor-kantor bisnis penting. Meskipun biaya sewa apartemen mungkin lebih tinggi, namun bagi sebagian orang, kenyamanan dan aksesibilitas yang ditawarkan sebanding dengan biaya tambahan tersebut.

    Selain itu, aspek penting lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa harga sewa dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti ukuran unit, fasilitas tambahan yang tersedia, dan kondisi pasar properti di daerah tersebut.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Mulai Bisnis Sewa Apartemen? Perhatikan 6 Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Bisnis properti seperti sewa apartemen bisa menjadi sumber penghasilan pasif yang cukup menarik. Kalau kamu mau berinvestasi properti, mungkin kamu juga bisa menyewakan apartemen untuk mendapat penghasilan tambahan.

    Namun, jangan langsung terjun ke bisnis apartemen, atau asal beli kalau pengin dilirik penyewa. Nah, berikut ini beberapa hal yang perlu kamu perhatikan supaya bisnismu lancar.

    Tips Bisnis Sewa Apartemen

    1. Prospek

    Menurut Pengusaha Sewa Apartemen Anis Widiadi, kita harus menentukan target penyewa yang diinginkan. Mungkin kamu lebih memilih mahasiswa, pekerja, penyewa yang masih lajang, ataupun yang sudah berkeluarga.


    “Bisa lihat lingkungan, lihat prospeknya rame (penghuni di apartemen). Baru memutuskan untuk investasi. Lihat rame (penghuni), harga jualnya kompetitif, yang nyewa juga banyak,” ujar Anis kepada detikcom, Rabu (8/5/2024).

    2. Dekat Kawasan Bisnis

    Jika menyasar pegawai, maka sebaiknya memilih apartemen yang strategis seperti dekat dengan kawasan bisnis, perkantoran, mall, ruko, atau pertokoan. Sebab, lokasi strategis lebih digemari penyewa.

    “Lihat lokasinya di kawasan memang pekerja atau dekat mall. Jangan apartemen doang, hunian aja di bawahnya ga ada mall,” ucapnya.

    3. Tipe Unit Apartemen

    Selanjutnya, pertimbangkan tipe unit apartemen yang akan dibeli sesuai tipe penyewa yang dituju. Menurut Anis, apartemen studio cocok untuk pekerja yang masih lajang. Sementara, apartemen dengan beberapa kamar lebih cocok untuk penyewa yang sudah berkeluarga.

    “Kalau dua bedroom, ada keluarga (bisa) rapi nggak? Tapi kalau studio mikir mereka pekerja, mereka datang ke apartemen sudah lelah, sudah tinggal tidur jadi tetap terawat,” katanya.

    4. Jangka Waktu Penyewaan

    Kamu dapat menentukan jangka waktu sewa baik bulanan atau setahun. Ia lebih menyarankan menetapkan jangka lebih lama daripada pembayaran per bulan. Sebab, dikhawatirkan ada kerusakan yang memakan biaya perbaikan yang mahal.

    “(Saya) kontrakin maunya tahunan, bukan bulanan (karena) mau tutup (biaya) interior dulu. Kalau bulanan, (kalau) rusak nggak bisa beli lagi (untuk perbaikan),” jelasnya.

    5. Harga Sewa

    Untuk menentukan harga sewa, kamu bisa melihat harga pasaran dengan meriset online atau menanyakan manajemen apartemen. Lalu, pertimbangkan juga biaya interior ketika awal membeli apartemen.

    “Kontrakin satu tahun waktu itu Rp 20 juta (untuk menutup biaya interior). Tahun kedua (kalau) diperpanjang naikin harga karena inflasi harus naikin jadi Rp 22 juta, (kenaikan) 10 persen,” ucapnya.

    6. Iuran Pengelolaan Lingkungan

    Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) juga penting untuk dipertimbangkan. Kalau mendapati IPL yang murah, maka kamu bisa menentukan biaya sewa yang lebih terjangkau. Sementara, IPL yang mahal akan memberatkan penyewa. Maka, pastikan menyasar target pasar yang tepat untuk mengimbangi IPL.

    Demikian beberapa hal yang perlu kamu perhatikan kalau mau bisnis sewa apartemen. Semoga membantu!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Sewa Apartemen buat Pemula Supaya Nggak Salah Pilih


    Jakarta

    Menyewa apartemen bisa menjadi opsi hunian yang menarik buat tinggal di kota besar. Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memilih apartemen yang mau kamu tinggal.

    Nah, buat kamu yang masih awam dalam hal ini mungkin masih bingung tentang apa yang perlu dilakukan kalau mau sewa apartemen. Berikut ini tips menyewa apartemen buat pemula untuk memilih hunian yang cocok dilansir dari Redfin, Jumat (17/5/2024).

    Tips Sewa Apartemen

    1. Siapkan Budget Lebih

    Jika baru pertama kali menyewa apartemen, kamu perlu tahu anggaran tinggal di hunian ini. Selain sewa hunian, coba perhitungkan biaya lainnya seperti tagihan listrik dan air, layanan internet, parkir, laundry, deposit, ongkos pindah. Pastikan kamu memiliki budget yang cukup untuk hidup di apartemen.


    2. Daftar Prioritas

    Dalam memilih unit apartemen yang cocok buat kamu, sebaiknya membuat daftar apa saja yang kamu cari dari suatu hunian. Pastikan apartemen yang kamu pilih bisa menunjang gaya hidup kamu.

    Lalu, tentukan prioritas dari daftar yang sudah kamu buat. Misalkan kamu mencari apartemen yang jaraknya dekat tempat kerja, memiliki fasilitas tertentu, atau ruang penyimpanan yang memadai.

    3. Banyak Bertanya

    Ada banyak hal yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan unit apartemen yang akan disewa. Riset apartemen yang dituju dengan menanyakan langsung berbagai hal ke pemilik. Kamu bisa tanya berapa tagihan bulanan, kenaikan harga sewa, tanggung jawab kerusakan, biaya parkir, dan lainnya.

    4. Parkiran

    Kalau kamu mempunyai kendaraan, cari tahu kondisi parkiran di apartemen untuk memastikan masih ada beberapa spot parkir buat kamu. Jangan sampai kamu kesulitan mendapat tempat parkir karena kekurangan lahan. Lalu, tanyakan juga kalau ada biaya parkir serta berapa harganya.

    5. Kaji Perjanjian Sewa

    Perhatikan perjanjian sewa dengan seksama sebelum menyetujui atau menandatanganinya. Perjanjian ini penting kamu pahami untuk menghindari masalah-masalah di kemudian hari. Harus ada kesepakatan dan kejelasan terkait jangka waktu sewa, harga sewa, peraturan, dan konsekuensi kalau ada kerusakan atau telat bayar sewa.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum menyewa apartemen. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Biaya Apa Saja yang Harus Dibayar saat Menyewa Apartemen?


    Jakarta

    Menyewa apartemen merupakan salah satu pilihan tempat tinggal bagi masyarakat di kota besar. Apartemen seringkali menawarkan kawasan yang strategis sekaligus fasilitas yang lengkap.

    Meski demikian, ada berbagai biaya yang perlu dibayarkan secara rutin. Hal ini penting untuk diketahui memutuskan untuk menyewa apartemen.

    Biaya yang Harus Dibayar saat Menyewa Apartemen

    Biaya sewa apartemen, servis gedung, sinking fund, hingga parkir perlu dibayarkan oleh penyewa apartemen. Begini penjelasannya.


    1. Biaya Sewa Apartemen

    Biaya sewa apartemen bisa dilakukan dengan cicilan atau secara tunai. Menurut laman Aesia dari Kementerian Keuangan, biaya cicilan akan dihitung dari biaya sewa total dikurangi down payment (DP), kemudian dibagi dengan jangka waktu atau tenor cicilan yang dipilih.

    2. Biaya Servis Gedung

    Biaya servis gedung disebut juga sebagai biaya Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL). Biasanya, IPL akan dikenakan per bulan, per tiga bulan atau per tahun. Biaya yang dialokasikan akan digunakan untuk perawatan fasilitas apartemen, mulai dari kebersihan, keamanan, pengelolaan operasional, hingga pengelolaan sarana-prasarana apartemen.

    3. Biaya Tarif Bisnis

    Biaya tarif bisnis adalah biaya yang dibebankan kepada penghuni apartemen. Pengalokasian biaya ini adalah untuk listrik, air, internet, telepon, dan lain sebagainya.

    Menurut pengamat properti Colliers Steve Sudjianto, biaya listrik dan air PAM di apartemen terhitung lebih mahal dibandingkan pada umumnya. Perhitungan listrik di apartemen skemanya sama seperti gedung kantor atau mal.

    “Dari PLN itu masuk ke gedung itu kan sekaligus, trafo listriknya dan meteran besarnya sekaligus ke satu gedung. Baru dari satu gedung itu didistribusikan ke unit-unit. PLN nggak mau nagih satu per satu, dia tahunya gedung A gedung B dikelola siapa, ya tagihannya ke satu gedung itu. Baru nanti pengelola mendistribusikan per meteran listrik per masing-masing unit,” jelas Steve beberapa waktu lalu.

    Sementara, pengamat properti Anton Sitorus mengatakan, listrik di apartemen juga bisa menggunakan listrik prabayar. Meski demikian, token yang dibeli hanya bisa dibeli dari pengelola apartemen.

    Biaya air PAM di apartemen juga lebih mahal dari pada umumnya. Sebab, air harus diolah dan disalurkan hingga lantai tertinggi apartemen.

    “Air kalau di rumah sesuai PAM kalau di apartemen butuh diolah dan disalurkan hingga lantai 10 pakai pompa, dan pompanya juga pakai listrik, ditambah harga per kubiknya juga beda,” kata Steve.

    4. Biaya Parkir

    Ada dua macam parkir di apartemen, yaitu parkir reserve dan non reserve. Parkir reserved sudah ada nomornya, tidak boleh dipakai oleh orang atau mobil berbeda. Sementara itu, parkir non-reserved sistemnya rebutan.

    5. Biaya Perpanjangan Hak Guna Apartemen

    Penyewa yang ingin menggunakan apartemen dalam jangka waktu lama perlu memikirkan biaya Hak Guna Bangunan (HGB) yang wajib diperpanjang untuk memperpanjang masa sewa. Adapun masa berlaku untuk status kepemilikan HGB yaitu berkisar antara 25 sampai 30 tahun.

    6. Biaya Sinking Fund

    Sinking fund adalah biaya yang dikeluarkan saat ada kerusakan fasilitas di unit apartemen yang ditempati. Jika ada kerusakan saluran air atau korsleting listrik, biaya perbaikan diambil dari sinking fund. Biaya ini berkisar sekitar Rp 100.000-Rp 200.000 per bulan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com