Tag: sholawat walisongo

  • Lirik Syair Walisongo, Sunan Gresik Maulana Malik Ibrahim


    Jakarta

    Walisongo adalah sebutan bagi sembilan tokoh ulama besar yang berperan penting dalam proses penyebaran Islam di Pulau Jawa pada abad ke-14 hingga abad ke-16 Masehi. Mereka bukan hanya penyebar agama, tetapi juga reformis sosial, pendidik, dan pembangun budaya Islam yang harmonis dengan nilai-nilai lokal.

    Salah satu dari Walisongo adalah Sunan Gresik, atau Maulana Malik Ibrahim. Ia dikenal sebagai pelopor dakwah Islam di tanah Jawa dan merupakan salah satu tokoh utama dalam jajaran Walisongo. Dikutip dari buku Sejarah Wali Songo karya Zulham Farobi, kiprah beliau dalam menyebarkan ajaran Islam dengan penuh kelembutan dan kebijaksanaan telah menginspirasi banyak generasi.

    Salah satu bentuk penghormatan masyarakat terhadap jasa beliau adalah melalui lantunan sholawat yang memuji keagungan akhlak dan perjuangannya.


    Lirik Sholawat Walisongo Sunan Gresik Maulana Malik Ibrahim

    Dilansir dari arsip detikHikmah, berikut lirik syair lengkap sholawat Walisongo Sunan Gresik Maulana Malik Ibrahim:

    Ya rasulullah salamun alaik
    Ya rafiassyani waddaroji
    Atfatayyajii rotal alaamii
    Ya uhailaljuudi walkaromii… walkaromii…

    Sunan Gresik Maulana Malik Ibrahim
    Sunan Ampel Raden Rahmat
    Sunan Giri Muhammad Ainul Yaqin
    Sunan Bonang Maulana Maqdum
    Sunan Drajat Raden Qosim
    Sunan Kalijogo Raden Syahid
    Sunan Muria Raden Umar
    Sunan Kudus Ja’far Shodiq
    Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah

    Ya rasulullah salamun alaik
    Ya rafiassyani waddaroji
    Atfatayyajii rotal alaamii
    Ya uhailaljuudi walkaromii… walkaromii…

    Sunan Gresik kondang ngelmu dagange
    Sunan Ampel falsafah mah limone
    Sunan Giri tembang dolalane
    Sunan Bonang musisi gamelane
    Sunan Drajat pepali pitune
    Sunan Kalijogo wayangane
    Sunan Muria ngemu tradisine
    Sunan Kudus gede toleransine
    Sunan Gunung Jati politike

    Ayo podo… eling saklawase
    Ya rasulullah salamun alaik
    Ya rafiassyani waddaroji
    Atfatayyajii rotal alaamii
    Ya uhailaljuudi walkaromii… walkaromii…

    Terjemahan Lirik Arab

    يَارَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ , يَارَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ
    Yaa rosuulallaah salaamun ‘alaik, yaa rofî’assyaani waddaroji.

    Artinya: Wahai utusan Allah semoga keselamatan tetap padamu, wahai yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi.

    عَـطْفَةً يَّاجِـيْرَةَ الْعَلَمِ , يَااُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَـرَمِ
    Athfatan yaa jiirotal alami, yaa uhailal juudi wal karomi.

    Artinya: Rasa kasihmu wahai pemimpin tetangga, wahai ahli dermawan dan pemurah hati.

    Asal-usul dan Makna Walisongo

    Dikutip dari buku Wali Songo: 9 Sunan karya Sri Sumaryoto, secara bahasa, “Wali” berarti orang yang dekat dengan Allah atau kekasih Allah. Sedangkan “Songo” dalam bahasa Jawa berarti sembilan. Maka Wali Songo merujuk pada sembilan wali Allah yang menyebarkan Islam di Jawa.

    Namun, Walisongo bukan berarti hanya ada sembilan ulama sepanjang waktu, melainkan jumlah itu merujuk pada sembilan orang ulama dalam satu periode tertentu.

    Sebelum kedatangan Walisongo, masyarakat Jawa telah mengenal ajaran Hindu dan Buddha selama berabad-abad. Proses penyebaran Islam tidak terjadi dalam semalam, melainkan secara bertahap melalui perdagangan, perkawinan, pendidikan, dan dakwah.

    Para pedagang muslim dari Gujarat, Arab, Persia, dan Tiongkok telah membuka jalan bagi penyebaran Islam, tetapi Walisongo-lah yang kemudian memantapkan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat Jawa.

    Daftar dan Profil Singkat Wali Songo

    Dirangkum dari buku Walisongo: Sebuah Biografi karya Asti Musman, berikut daftar dan profil singkat Walisongo:

    1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)

    Tempat berdakwah: Gresik, Jawa Timur
    Wafat: 1419 M
    Peran: Wali pertama yang menyebarkan Islam secara sistematis di Jawa. Mendekati masyarakat lewat pertanian, pengobatan, dan perdagangan.

    2. Sunan Ampel (Raden Rahmat)

    Tempat berdakwah: Ampel Denta, Surabaya
    Wafat: 1481 M
    Peran: Mendirikan pesantren pertama di Jawa. Ayah dari Sunan Bonang dan mertua dari Raden Patah. Pemikir utama dalam menyusun strategi dakwah Walisongo.

    3. Sunan Bonang (Makhdum Ibrahim)

    Tempat berdakwah: Tuban
    Wafat: 1525 M
    Peran: Putra Sunan Ampel. Menggunakan pendekatan seni budaya (gamelan, tembang) untuk menyebarkan Islam.

    4. Sunan Drajat (Raden Qosim)

    Tempat berdakwah: Lamongan
    Wafat: Sekitar 1522 M
    Peran: Mengajarkan pentingnya sosial kemasyarakatan dan menolong sesama. Dakwahnya sangat menekankan akhlak dan kesejahteraan.

    5. Sunan Kudus (Ja’far Shodiq)

    Tempat berdakwah: Kudus
    Wafat: 1550 M
    Peran: Pendiri Masjid Menara Kudus. Dakwah dengan pendekatan toleransi, bahkan bangunan masjid mengadopsi arsitektur Hindu-Buddha.

    6. Sunan Kalijaga (Raden Said)

    Tempat berdakwah: Demak, Kadilangu
    Wafat: Sekitar 1570 M
    Peran: Wali yang paling populer karena dakwahnya sangat akulturatif. Menggunakan wayang, tembang Jawa, dan seni rakyat.

    7. Sunan Muria (Raden Umar Said)

    Tempat berdakwah: Gunung Muria, Jawa Tengah
    Wafat: Sekitar abad ke-16
    Peran: Putra Sunan Kalijaga. Mendekati masyarakat pedesaan. Mengajarkan Islam lewat budaya tani, kesenian, dan pendidikan akhlak.

    8. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)

    Tempat berdakwah: Cirebon, Banten
    Wafat: 1570 M
    Peran: Tokoh penting dalam pendirian Kesultanan Cirebon dan Banten. Dakwahnya meluas hingga pesisir utara Jawa Barat.

    9. Sunan Giri (Raden Paku)

    Tempat berdakwah: Gresik
    Wafat: 1506 M
    Peran: Ulama dan pendidik ulung. Mendirikan pesantren Giri Kedaton. Fatwa dan pendapatnya menjadi rujukan ulama di seluruh Nusantara.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com