Tag: shower

  • Mana Lebih Bersih, Sehat dan Hemat Air?


    Jakarta

    Seiring perkembangan zaman dan teknoloji, tren cara mandi pun berubah. Dulu, masyarakat mandi menggunakan gayung, namun kini mandi pakai shower semakin digemari.

    Mandi menggunakan shower dianggap modern, dan selaras dengan perkembangan zaman. Meski demikian, masih ada juga yang tetap pada prinsipnya yaitu mandi pakai gayung.

    Sebenarnya, apa perbedaan, kelebihan dan kekurangan mandi pakai shower dan gayung?


    Dikutip dari Rumah Sae,berikut perbedaan mandi pakai shower dan menggunakan gayung

    Jumlah Air yang Dipakai

    Ada perbedaan jumlah liter air yang diperlukan antara mandi menggunakan shower dan gayung ini, berikut perkiraannya:

    Banyaknya air yang digunakan jika mandi menggunakan shower:

    Perkiraan mandi menggunakan shower dapat memancurkan air sebanyak 9,5 liter per menit.

    Asumsinya, seseorang mandi menggunakan shower, diperkirakan selama 1 menit mengguyurkan air ke kepala dan seluruh tubuh, 2 menit untuk membersihkan shampo dan sabun, dan 2 menit untuk membilasnya.

    Total lama memancurkan air dari shower ketika mandi yaitu selama 3 menit.

    3 x 9,5 liter = 28,5 liter

    Jadi selama 3 menit shower akan memancurkan air sebanyak 28,5 liter.

    Banyaknya air yang digunakan jika mandi menggunakan gayung:

    Satu gayung rata-rata berkapasitas 1,5 liter air.

    Perkiraan jika seseorang mandi menggunakan gayung:

    2 gayung air untuk cuci muka

    3 gayung air untuk mengguyur kepala

    3 gayung air untuk mengguyur badan

    7 gayung air untuk membersihkan shampo di kepala dan mengguyur muka

    5 gayung air untuk membersihkan sabun di seluruh bagian tubuh

    10 gayung air untuk membilas

    3 gayung air untuk lain-lain, seperti cuci tangan atau lainnya

    Jadi air yang digunakan 2 + 3 + 3 + 7 + 5 + 10 + 3 = 33 gayung air.

    Total air yang digunakan 33 x 1,5 liter = 49,5 liter.

    Jadi jika seseorang ketika mandi menggunakan air sebanyak 32 gayung, maka total air yang dihabiskan yaitu 49,5 liter.

    Segi kesehatan

    Jika dilihat dari segi kesehatan, secara normal mandi menggunakan shower atau gayung sebenarnya sama saja.

    Hanya saja mandi menggunakan shower memerlukan lebih sedikit tenaga ketimbang menggunakan gayung karena tak perlu menciduk air dari bak mandi atau tempat penampung air.

    Maka bagi orang memiliki kendala fisik atau lanjut usia, mandi menggunakan shower lebih mudah dilakukan karena tak perlu menciduk air.

    Tetapi bagi orang yang sedang tidak memiliki kendala fisik atau bukan lanjut usia, mandi menggunakan gayung lebih sehat karena dapat melatih otot terutama tangan yaitu ketika menciduk air menggunakan gayung.

    Segi kebersihan

    Pada kondisi normal tanpa gangguan fisik, mandi menggunakan shower lebih mudah dalam menggosok tubuh bersamaan dengan mengguyurkan air daripada menggunakan gayung. Memungkinkan kedua tangan dapat digunakan menggosok tubuh bersamaan sembari mengguyurkan air, sehingga lebih cepat bersih.

    Jika menggunakan gayung, maka hanya dapat menggunakan satu tangan untuk menggosok tubuh ketika mengguyurkan air.

    Tetapi jika shower beraliran rendah, maka lebih bersih jika menggunakan gayung karena tekanan air lebih kuat sehingga lebih efektif meluruhkan kotoran.

    Mandi menggunakan shower beraliran rendah justru membutuhkan banyak air sehingga akan lebih boros air dan waktu ketimbang menggunakan gayung.

    Air pada bak mandi kemungkinan juga tak sebersih yang keluar dari shower, karena percikan saat mandi atau aktifitas di kamar mandi lainnya dapat masuk ke dalam bak mandi.

    Segi kesucian airnya

    Percikan air saat beraktifitas di kamar mandi bisa saja masuk ke dalam bak mandi, sehingga memungkinkan najis masuk ke dalam bak mandi.

    Kemungkinan juga bak mandi bisa kemasukan kotoran cicak, bahkan kecoak jika rumah kurang bersih.

    Jika bak mandi ada kotoran cicaknya, itu berarti harus mengurasnya dulu sehingga akan membutuhkan lebih banyak air dan waktu.

    Dengan demikian mandi menggunakan shower lebih terjaga kesucian airnya daripada menggunakan gayung, apalagi jika digunakan untuk bersuci dari hadas besar tentu akan lebih mudah menggunakan shower daripada memakai gayung.

    Demikian perbedaan mandi pakai gayung dan shower. Semua pilihan dikembalikan lagi ke kamu, lebih nyaman mandi pakai yang mana: gayung atau shower. Semoga bermanfaat.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Perbaiki Shower Agar Airnya Kembali Deras


    Jakarta

    Shower adalah pancuran air yang sangat fleksibel. Alat ini dapat diatur besar dan kecil air yang keluar, ada pula yang bisa diubah menjadi air panas dan dingin apabila memasang water heater.

    Mandi dengan menggunakan shower, kamu hanya perlu berdiri di bawah pancuran tanpa perlu menampung airnya di dalam wadah. Kegunaannya yang sangat praktis dan tidak memakan tempat membuat shower semakin sering digunakan di rumah saat ini.

    Di balik kegunaannya, tentu alat ini menemukan kendala. Salah satunya adalah air shower yang keluar sedikit. Pada awal pemasangan, air shower biasanya akan deras keluar, namun seiring waktu tekanan airnya mengecil seperti tetesan hujan.


    Penyebab Air Shower Tidak Deras

    Menurut The Spruce, Kamis (28/3/2024) ada beberapa penyebab air shower semakin kecil tidak seperti pada awal pemasangan, sebagai berikut.

    1. Banyak keran yang dibuka bersamaan
    2. Persediaan air untuk shower berkurang
    3. Regulator tekanan gagal
    4. Kebocoran pada pipa
    5. Saluran menuju shower sempit
    6. Pompa yang menekan air ke atas tersumbat kotoran

    Cara Memperbaiki Shower Agar Air yang Keluar Lebih Deras

    Sebelum memperbaiki shower agar air yang keluar lebih deras, kamu bisa ukur dahulu tekanan air shower yang keluar saat ini.

    Buka keran shower maksimal, di depannya sudah diletakkan sebuah wadah untuk menampung air tersebut. Sebaiknya shower tetap berada di gagang atas agar pengukurannya lebih akurat. Setelah itu catat waktu yang dibutuhkan wadah tersebut terisi air untuk perbandingan jika nanti airnya sudah mulai deras.

    Selain itu, coba mandi tanpa ada keran di rumah yang dibuka, selain dari shower yang kamu gunakan. Lalu bandingkan jika ada keran yang dibuka seperti dari westafel dapur dan keran halaman. Jika tidak ada perbedaan, menurut Better Homes and Gardens, kamu perlu memperbaiki bagian berikut.

    1. Penutup Saluran Air

    Air dapat mengalir dengan maksimal apabila setiap saluran tidak ada penghambat dan tekanannya stabil. Kamu bisa cek mesin air di rumah atau pipa air yang paling dekat dengan kamar mandi. Lihat apakah semua katup atau penutup saluran dalam kondisi terbuka karena jika tertutup tentu air mengalir sedikit.

    2. Pipa Air

    Jika kondisi shower kamu masih baru, kamu perlu memeriksa kondisi pipa di rumah. Endapan mineral atau kerak sering ditemukan di dalam pipa air. Minta bantuan ahli agar perbaikannya lebih mudah dan cepat selesai.

    Kamu juga bisa berkonsultasi apakah masalah air yang keluar di shower kecil itu karena pipa yang digunakan terlalu kecil? Jika diameter pipa berpengaruh, kamu bisa mengganti pipanya bersamaan dengan pengecekan pipa tersebut.

    3. Selang Shower

    Cek selang shower apakah ada kebocoran atau sumbatan. Caranya adalah ketika shower dibuka, apakah ada air yang mengalir di luar selang. Jika ada, maka selang tersebut bocor sehingga air tidak sepenuhnya naik ke atas. Kamu bisa pasang perekat selang air di ujung-ujungnya atau pada bagian yang longgar.

    Setelah mandi pastikan shower diletakkan ke posisi semula, pakai dengan hati-hati jangan sampai shower terbanting ke lantai, dinding, dan benda keras lainnya, dan hindari menarik selang shower terlalu keras.

    4. Pompa Pancuran

    Selain sumbatan dan kebocoran, air yang keluarnya sedikit juga bisa dikarenakan kurangnya tekanan di dalam pipa. Kamu bisa memasang pompa pancuran agar tekanan air lebih kencang.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan Ini Secara Rutin buat Jaga Kebersihan Kamar Mandi


    Jakarta

    Kebersihan kamar mandi harus sangat diperhatikan karena rawan kotor dan tumbuh kuman dan jamur. Apalagi ruangan ini kita gunakan setiap hari untuk membersihkan diri.

    Maka, penting sekali membersihkan kamar mandi secara rutin. Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kebersihan kamar mandi, dilansir dari The Spruce, Minggu (21/4/2024).

    Bersih-bersih Harian

    1. Mengelap Permukaan Basah

    Gunakan kain yang mengandung disinfektan ataupun spons untuk mengelap counter, wastafel, dan keran untuk membersihkan tumpahan dan cipratan air. Pastikan untuk menggunakan kain bersih atau baru untuk membersihkan tempat duduk kloset atau lantai.


    2. Keringkan Pintu dan Dinding

    Setiap selesai mandi, gunakan handuk atau alat pembersih karet untuk mengeringkan tembok dan dinding basah supaya mencegah pembentukan kerak air. Selain itu, jangan lupa menutup tirai kamar mandi agar cepat kering.

    3. Gantung Handuk dan Keset

    Pastikan untuk menggantung handuk dan keset basah agar cepat kering. Langkah ini akan mencegah pertumbuhan jamur.

    Bersih-bersih Mingguan

    1. Cuci Handuk dan Keset

    Cuci handuk-handuk dan keset setiap minggu supaya tidak menjadi tempat bersarangnya kuman. Sebaiknya keset dikeringkan dengan cara dijemur agar tidak merusak karet pada bagian bawah keset.

    2. Bersihkan Kloset

    Bersihkan bagian dalam kloset menggunakan sikat dan cairan pembersih. Sementara bagian luar kloset bisa dilap dengan tisu basah yang mengandung disinfektan atau spons dan cairan pembersih kamar mandi.

    3. Bersihkan Permukaan

    Bersihkan lantai dan tembok kamar mandi secara menyeluruh setiap minggu untuk menghilangkan noda dan jamur pada permukaan. Lalu, buang juga rambut-rambut yang terkumpul pada lubang pembuangan air. Jangan lupa bersihkan juga tirai di kamar mandi.

    4. Bersihkan Wastafel

    Singkirkan barang-barang yang memenuhi area wastafel. Lalu, bersihkan wastafel menggunakan cairan pembersih. Pastikan untuk membilas area wastafel dengan bersih dan keringkan.

    5. Bersihkan Gagang Pintu dan Sakelar Lampu

    Jangan membersihkan gagang pintu, sakelar lampu, dan pintu kabinet. Area ini sebenarnya sering disentuh ketika menggunakan kamar mandi, sehingga rawan tumbuh kuman dan bakteri.

    6. Bersihkan Cermin

    Bersihkan cermin dengan cairan pembersih dan kain mikrofiber. Cermin yang kinclong dapat menunjukkan kamar mandi terawat dengan baik.

    7. Buang Sampah

    Buang isi tempat sampah setiap minggu supaya tidak menumpuk dan menimbulkan aroma tidak sedap. Lalu, kamu bisa menaruh beberapa kantong plastik baru di dalam tempat sampah untuk memudahkan penggantian kantong plastik nantinya.

    Bersih-bersih Bulanan

    1. Sortir dan Bersihkan Tempat Penyimpanan

    Kamu bisa rutin menyortir dan membersihkan tempat penyimpanan di kamar mandi. Buanglah produk-produk yang sudah habis dan kedaluwarsa. Jangan sampai barang-barang yang tidak dipakai menumpuk dan memenuhi ruang.

    2. Bersihkan Shower

    Kalau aliran air pada shower tidak lancar karena tersumbat, sudah saatnya membersihkan shower. Kamu bisa membersihkan shower menggunakan cuka putih sulingan dan sikat untuk membersihkan kotoran dan kerak.

    3. Cuci Tempat Sampah

    Selain membuang sampah dan mengganti kantong plastik tempat sampah, sebaiknya rutin mencuci tempat sampah setiap bulan. Bersihkan tempat sampah dengan menyiram air panas dan menggosoknya dengan sabun.

    4. Bersihkan Tirai

    Jika menggunakan tirai kamar mandi, jangan lupa membersihkannya setiap bulan. Sebab, ada tumpukan debu dan noda yang perlu dibersihkan secara berkala.

    5. Inspeksi Kamar Mandi

    Pastikan untuk melakukan inspeksi kamar mandi setiap bulan untuk mencegah kerusakan. Perhatikan area sekitar wastafel, shower, dan keran untuk melihat ada kebocoran. Selain itu, periksa juga kalau ada pertumbuhan jamur di kamar mandi agar bisa segera diatasi.

    Itulah cara menjaga kebersihan kamar mandi secara rutin. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Memilih Shower Kamar Mandi yang Tahan Lama dan Hemat Air



    Jakarta

    Rumah-rumah modern kini banyak yang menggunakan shower sebagai alat bantu pancuran air dibandingkan bak mandi. Tampilannya yang minimalis membuat kamar mandi terlihat lebih luas. Bagi kamu yang tertarik menggunakan shower, ketahui dahulu trik memilih shower kamar mandi yang tahan lama dan hemat air.

    Dalam pameran ke-10 Keramika Indonesia bersama Mega Build Indonesia edisi ke-21, Perusahaan PT Global Pasifik Prima memperkenalkan beberapa produk kamar mandi, salah satunya shower.

    Saat ditemui, Nasional Retail Manager PT Global Pasifik Prima, Nicolass mengatakan saat memilih shower pastikan bahannya terbuat dari kuningan. Bahan ini dinilai tahan dari oksidasi atau tidak bereaksi saat terkena air sehingga tidak mudah korosi dan tahan lama.


    “Harus kuningan. Kalau Stainless Steel 304, dari namanya saja stainless ya kan? Tidak mudah terkena noda, tetapi tetap teroksidasi. Tapi kalo kuningan dia tidak teroksidasi,” kata Nicolass kepada detikProperti pada Kamis (9/5/2024).

    Selain menggunakan kuningan, bagian cartridge shower menggunakan bahan keramik. Bagian cartridge shower ini adalah jantungnya keran shower. Bagian ini harus bersih agar tidak terjadi sumbatan.

    “Jadi kalo pemasangan baru, ada baiknya saluran airnya tuh di-flush (disiram) dulu karena cartridge shower ini kan terbuat dari keramik. Fungsinya itu jalur air. Dihidupkan dulu biar kotoran-kotoran keluar dulu. Lalu unitnya dipasang. Kalau unitnya langsung dipasang sebelum di-flush, kotoran-kotorannya akan masuk ke cartridge ini,” tambahnya saat ditemui di Jakarta.

    Kemudian, saat memilih shower, kamu bisa memilih jumlah pancuran airnya. Perusahaan PT Global Pasifik Prima memiliki shower bernama Loire dengan 3 jenis pancuran yakni head shower, hand shower, dan spout. Model shower ini mirip dengan yang dipakai di Eropa tetapi ada 1 tambahan yakni pada bagian spout.

    Tambahan keran atau spout di shower yang dijual di Indonesia.Tambahan keran atau spout di shower yang dijual di Indonesia. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    “Bagi orang Eropa dia nggak butuh spout. Kalau orang Asia masih punya konsep nampung air atau keran wudhu. Penampungan air ini untuk jaga-jaga mati lampu segala macam,” jelasnya.

    Inovasi tampilan yang ditawarkan oleh PT Global Pasifik Prima adalah model shower yang bisa ditanam di dalam dinding atau di luar dinding. Jika shower ditanam di dalam dinding, yang terlihat hanya bagian pancuran dan keran air. Sementara, pipa air dimasukkan di dalam dinding.

    Lalu, jika kamu ingin memiliki air panas otomatis dari shower seperti yang disediakan di vila atau hotel, kamu perlu menambahkan water heater. Sementara shower hanya menyediakan fitur keran air panas saja.

    “Tetap untuk air panas harus menggunakan water heater. Nanti dibikin instalasi, lalu air panas itu ada di sisi kiri, air dinginnya ada di sisi kanan,” unjuknya.

    Kriteria pemilihan shower lainnya adalah yang bisa menghemat air. Nicolass menyebutkan shower di series Loire milik mereka lebih hemat air karena saat keran dinyalakan 70% yang keluar adalah air dan 30% lainnya adalah udara.

    “Kita ada satu teknologi di seri Loire, airatornya menggunakan satu merek dari Eropa. Jadi komposisinya airnya bercampur sama udara, jadi lebih hemat. Dibandingkan dengan shower system sejenis, mungkin mereka keluar airnya itu 100% air, nah kalau yang shower ini dia keluarnya itu bisa airnya 70% dan 30%-nya udara. Splashnya kalau kena di tangan, berasanya sama (dengan yang keluar 100% air),” pungkasnya.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Penyebab Air Pancuran Shower Mengecil dan Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Shower adalah alat pancuran air di kamar mandi yang cukup fleksibel dan modern. Dengan menyalakan keran, air akan keluar tanpa perlu ditampung lebih dulu di sebuah bak. Namun, terkadang semakin lama debit air yang keluar justru semakin kecil. Kok bisa?

    Menurut Nasional Retail Manager PT Global Pasifik Prima, Nicolass penyebab air pancuran shower mengecil adalah adanya sumbatan pada salurannya. Hal ini dipengaruhi dari kualitas air di Indonesia yang mengandung kapur.

    “Di daerah-daerah seperti mungkin kalau kita sebut di Bali, sumber air yang masuk ke sistem pumping pipa-pipa air, dia harus pake filter dulu. Karena air di Bali itu mengandung zat kapur yang tinggi sekali,” kata Nicolass kepada detikProperti pada Kamis (9/5/2024).


    Oleh karena itu, pemasangan filter air pada pipa keran shower di kamar mandi diperlukan. Selain itu, kamu perlu memperhatikan pada bagian cartridge shower. Bagian ini adalah jantung keran yang tidak boleh tersumbat. Nicolass mengatakan untuk produk mereka, cartridge shower akan disiram dahulu selama 3-5 menit baru dipasang ke dinding kamar mandi untuk mengeluarkan kotoran di air.

    Tampilan shower seri Loire milik PT Global Pasifik Prima yang dipamerkan di Jakarta Convention Center.Tampilan shower seri Loire milik PT Global Pasifik Prima yang dipamerkan di Jakarta Convention Center. Foto: Sekar Aqillah Indraswari-detikcom

    “Jadi kalo pemasangan baru, ada baiknya saluran airnya tuh di-flush (disiram) dulu karena cartridge shower ini kan terbuat dari keramik. Fungsinya itu jalur air. Dihidupkan dulu biar kotoran-kotoran keluar dulu. Lalu unitnya dipasang. Kalau unitnya langsung dipasang sebelum di-flush, kotoran-kotorannya akan masuk ke cartridge ini,” tambahnya saat ditemui di Jakarta.

    Nicolass menambahkan selain disebabkan air kapur, shower di kamar mandi juga harus tahan dari korosi dan tidak mudah teroksidasi. Disarankan bahan yang digunakan adalah kuningan pada bagian luar dan dalam. Shower yang mengalami oksidasi akan mudah berkarat saat bereaksi dengan air.

    “Harus kuningan. Kalau Stainless Steel 304, dari namanya saja stainless ya kan? Tidak mudah terkena noda, tetapi tetap teroksidasi. Tapi kalo kuningan dia tidak teroksidasi,” tambahnya.

    Bahan kuningan ini perawatannya cukup mudah yakni cukup dibersihkan dengan lap atau kain mikro fiber apabila terlihat bercak putih setiap setelah digunakan. Cara ini dapat menjaga tampilan luarnya tetap bagus dan menjaga lapisannya tidak terkelupas.

    “Perawatannya itu paling simpel habis mandi dilap pakai lap kering yang halus. Air di Indonesia itu mau air ledeng, air pump, air PDAM pasti meninggalkan jejak white spot yang kelamaan susah dibersihkan. Kita mulai menggunakan opsi menggunakan chemical. Ketika kita menggunakan opsi chemical, dia punya lapisan luar safety coating,” ungkapnya.

    Bagian coating adalah bagian yang perlu dijaga agar tidak mengelupas. Apabila lapisan ini rusak atau terkelupas bahan shower akan lebih mudah teroksidasi dan membuat daya tahannya menurun.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Shower di Kamar Mandi Kamu Mampet? Ini Solusinya


    Jakarta

    Shower adalah salah satu alat mandi yang sangat digemari oleh kebanyakan orang. Sebab, penggunaan shower ini bisa meningkatkan efisiensi waktu dan penggunaan air ketika kita sedang mandi.

    Namun seiring berjalannya waktu, lubang pada pada kepala shower ini bisa tersumbat oleh kotoran. Kotoran ini nantinya akan membuat volume air yang dikeluarkan oleh kepala shower jadi semakin kecil sehingga efisiensinya pun akan berkurang.

    Bila kotoran tersebut dibiarkan, lama kelamaan shower akan mampet dan tidak bisa mengeluarkan air lagi. Oleh karena itu, penting bagi kamu yang menggunakan shower untuk rutin membersihkan kepala shower ini. Berikut beberapa tips dan caranya.


    Cara Membersihkan Kepala Shower

    Dikutip dari rd.com, menurut Direktur Indoor Health Council, Allen Rathey, kotoran yang menyumbat pada kepala shower itu biasanya disebabkan oleh mineral yang terkandung di dalam air. Kotoran ini nantinya akan membuat air yang dikeluarkan oleh shower menjadi terkontaminasi oleh mikroba.

    “Mineral dapat menyumbat aliran air, dan mikroba dapat terlepas dari biofilm tersebut ke dalam air shower kamu,” ujar Rathey, dikutip dari rd.com, Sabtu (1/6/2024).

    Oleh karena itu, sebaiknya kamu rutin membersihkan kepala shower di rumah kamu, supaya terhindar dari penyakit. Berikut beberapa metode yang bisa kamu coba untuk membersihkan kepala shower di rumah kamu.

    1. Membersihkan Kepala Shower Pakai Cuka

    Menurut Rathey, residu mineral pada kepala shower bisa dibersihkan dengan cairan asam seperti cuka putih. Metode dengan menggunakan cuka ini bisa dilakukan dengan 2 teknik, yaitu deep clean, dan quick clean. berikut caranya.

    Cara Deep Clean Kepala Shower dengan Cuka

    Alat dan bahan:

    – Cuka putih

    – Ember atau wadah yang cukup besar untuk merendam kepala shower

    – Sikat gigi bekas

    – Kunci Inggris (Adjustable Wrench)

    – Kain handuk atau mikrofiber

    Langkah-langkah:

    1. Lepaskan kepala shower menggunakan kunci Inggris.

    2. Letakkan kepala shower di dalam ember yang sudah disiapkan, lalu tuangkan cuka hingga terendam. Biarkan kepala shower terendam semalaman.

    3. Setelah dibiarkan semalam, gosok kepala shower menggunakan sikat gigi untuk membersihkan residu yang sudah lembek oleh cuka.

    4. Bila ada lubang shower yang tersumbat, cobalah untuk menusuknya dengan benda kecil seperti tusuk gigi.

    5. Selanjutnya celupkan sikat gigi ke dalam air cuka untuk membersihkan bagian sambungan shower dan bagian dalam pipa shower.

    6. Bilas seluruh bagian shower dengan air mengalir hingga semua kotoran keluar.

    7. Pasang kembali kepala shower.

    Cara Quick Clean Kepala Shower dengan Cuka

    Alat dan bahan:

    – Cuka putih

    – Plastik ziplock besar

    – Karet atau Ikat kabel (zip tie)

    – Sikat gigi bekas

    Langkah-langkah:

    1. Isi plastik ziplock dengan cuka putih hingga setengah penuh (pastikan plastik ziplock ini besar dan bisa dimasuki oleh kepala shower)

    2. Masukkan kepala shower pada plastik ziplock yang sudah disiapkan hingga terendam oleh air cuka, lalu ikat plastik sampai rapat menggunakan karet atau ikat kabel.

    3. Biarkan kepala shower terendam selama sekitar 1 jam.

    4. Setelah 1 jam, buka plastik ziplock lalu sikat kepala shower dengan sikat gigi hingga bersih.

    5. Bilas menggunakan air panas yang mengalir selama beberapa menit.

    2. Membersihkan Kepala Shower Pakai Air Lemon

    Air lemon bisa dijadikan sebagai alternatif bagi kamu yang lebih suka menggunakan bahan alami. Air lemon ini bisa digunakan sebagai bahan pembersih karena sifat asam di dalamnya. Namun, perlu diperhatikan bahwa kadar gula yang terdapat pada air lemon bisa menarik perhatian semut. Bila kamu tertarik untuk menggunakan air lemon, kamu bisa simak caranya di bawah ini.

    Alat dan bahan:

    – 1 buah lemon besar

    – Plastik besar

    – Karet atau Ikat kabel (zip tie)

    – Sikat gigi bekas

    Langkah-langkah:

    1. Pastikan lemon yang ingin kamu gunakan terasa berat. Lemon yang berat menunjukkan bahwa kadar air di dalamnya sangat banyak.

    2. Belah lemon menjadi 2 bagian, lalu gosokkan lemon kepada kepala shower. Pastikan kamu memfokuskan gosokan tersebut ke arah bagian yang kotor.

    3. Setelah digosok, masukkan kepala shower dan lemon tadi ke dalam plastik. Pastikan bagian isi buah lemon menempel dan mengarah pada lubang kepala shower.

    4. Ikat plastik dengan karet atau ikat kabel, lalu biarkan selama minimal 1 jam.

    5. Setelah 1 jam, buka plastik tersebut lalu peras sisa air pada buah lemon kepada kepala shower tersebut.

    6. Gosok kepala shower menggunakan sikat gigi hingga bersih. Bila ada lubang yang mampet, cobalah untuk membersihkannya menggunakan benda kecil seperti tusuk gigi.

    7. Setelah digosok, bilas kepala shower menggunakan air panas yang mengalir selama beberapa menit.

    Itu dia beberapa cara yang bisa kamu coba sendiri di rumah untuk membersihkan kepala shower yang mampet. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 3 Tips Pilih Furniture buat Rumah Kecil Biar Nggak Sempit


    Jakarta

    Rumah kecil mempunyai ruang yang terbatas, sehingga tidak bisa diisi dengan banyak barang, termasuk furniture. Pemilik rumah kecil perlu memilih furniture dengan lebih selektif lagi agar tidak memakan banyak tempat di dalam rumah.

    Lalu, pemilik rumah kecil juga perlu membatasi pembelian furniture. Lalu, bagaimana cara memilih furniture yang tepat buat rumah kecil?

    Melansir dari The Spruce, Selasa (9/7/2024), berikut ini tips memilih furniture untuk rumah kecil.


    Tips Pilih Furniture buat Rumah Kecil

    1. Utamakan Kegunaan

    Kalau punya rumah kecil, kamu perlu furniture yang fungsional dan tidak memakan tempat. Misalnya pada kamar mandi, cukup ada shower dan kloset saja. Bahkan terkadang di dalam kamar mandi tak ada wastafel karena fungsinya sama seperti wastafel di dapur.

    Desainer Ruangan Terbatas, Penulis, Konsultan, dan Blogger dari Tiny Canal Cottage, Whitney Leigh Morris mengatakan, menambahkan kaca dan cahaya di kamar mandi bisa membuat ruangan tampak luas.

    Sementara itu, untuk bagian dapur, sebaiknya tidak menyimpan terlalu banyak peralatan masak. Cukup membeli peralatan masak yang akan sering digunakan.

    “Misalnya, saya tidak memerlukan oven di rumah mungil saya karena saya jarang membuat kue. Selain itu, oven memakan banyak ruang dan menggunakan banyak listrik,” kata Pendiri blog Tiny House Giant Journey Jenna Spesard, dikutip dari The Spruce, Selasa (9/7/2024).

    “Saya juga tidak memiliki pembuat kopi atau microwave karena alasan yang sama. Saya merasa yang saya butuhkan hanyalah beberapa kompor, kulkas mini, wastafel, dapur kering, dan banyak ruang di meja dapur,” tambahnya.

    2. Pilih furniture yang Mudah Disimpan

    Sebaiknya memilih furniture yang dapat dilipat, digulung, diperluas, maupun ditarik, sehingga tidak memakan banyak tempat. Misalnya, meja makan yang digunakan adalah meja lipat. Jadi setelah digunakan, meja bisa dilipat dan ditaruh di sisi ruangan.

    3. Pilih Tempat Tidur Multifungsi

    Tempat tidur adalah salah satu furniture yang memakan banyak tempat. Hal ini bisa diatasi dengan cara yang kreatif, misalnya memilih tempat tidur yang bagian bawahnya terdapat lemari penyimpanan. Kamu bisa menyimpan pakaian di bawahnya, sehingga kamu tidak perlu membeli lemari lagi.

    Contoh lainnya, kamu bisa menggunakan sofabed. Pada rumah yang sempit, sofabed bisa menjadi pilihan yang solutif. Pada pagi hingga siang hari bisa menggunakan sofa ketika ada tamu, lalu pada malam hari, sofa tersebut bisa digunakan sebagai tempat tidur.

    Di sisi lain, Spesard menyebutkan bahwa mendekorasi rumah mungil bisa menjadi sebuah tantangan dan terkadang hal yang terbaik adalah berinvestasi pada furnitur khusus atau built-in furniture. Hal yang paling penting adalah kamu siap beradaptasi sesuai dengan kebutuhan.

    “Kamu tidak akan tahu apa yang sebenarnya kamu butuhkan di rumah mungil sampai kamu tinggal di dalamnya. Jadi saya sarankan mulailah dengan jumlah yang sedikit dari yang kamu pikir kamu butuhkan,” katanya.

    “Kamu selalu bisa menambahkan lebih banyak atau meningkatkan furniture selama tinggal di sana,” tambahnya.

    Itulah beberapa tips memilih furniture untuk rumah kecil. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya, Begini Cara Memilih Perabotan yang Cocok Untuk Rumah Kecil


    Jakarta

    Setelah membeli rumah, kamu pasti mulai memikirkan perabotan apa saja yang akan mengisi rumah tersebut. Kebetulan rumah yang kamu beli tidak begitu besar sehingga kamu harus memilih dengan cermat agar ruang geraknya masih leluasa.

    Pilihannya antara kamu membeli perabotan ukuran kecil atau mengurangi perabotan di rumah. Namun, terlepas dari dua pilihan itu sebenarnya kamu harus mengutamakan perabotan yang fungsional. Dengan begitu tidak perlu banyak barang di rumah, kamu tetap bisa hidup dengan nyaman.

    Untuk lebih jelasnya, melansir dari The Spruce, Sabtu (27/7/2024), berikut beberapa cara memilih barang untuk rumah yang kecil.


    1. Pilih Barang yang Fungsional

    Saat mengambil keputusan, pasti kamu harus mendahulukan yang prioritas. Begitu pula dengan perabotan, kamu bisa mengurutkan suatu barang prioritas dari yang paling banyak akan digunakan. Misalnya pada kamar mandi, cukup ada shower dan kloset saja. Bahkan terkadang di dalam kamar mandi tak ada wastafel karena fungsinya sama seperti wastafel di dapur.

    Desainer Ruangan Terbatas, Penulis, Konsultan, dan Blogger dari Tiny Canal Cottage, Whitney Leigh Morris menyarankan adanya kaca dan cahaya di kamar mandi bisa membuat ruangan tampak luas.

    Lalu, untuk bagian dapur, sebaiknya tidak menyimpan terlalu banyak peralatan masak. Cukup membeli peralatan masak yang akan sering digunakan.

    “Misalnya, saya tidak memerlukan oven di rumah mungil saya karena saya jarang membuat kue. Selain itu, oven memakan banyak ruang dan menggunakan banyak listrik,” kata Pendiri blog Tiny House Giant Journey, Jenna Spesard, dikutip dari The Spruce.

    “Saya juga tidak memiliki pembuat kopi atau microwave karena alasan yang sama. Saya merasa yang saya butuhkan hanyalah beberapa kompor, kulkas mini, wastafel, dapur kering, dan banyak ruang di meja dapur,” tambahnya.

    2. Pilih Perabotan yang Mudah Disimpan

    Rumah kecil harus memiliki tempat penyimpanan yang rapih dan bisa muat banyak agar ada ruang yang tersisa. Selain penyimpanan yang besar, kamu juga harus memilih perabotan yang ‘fleksibel’ seperti bisa dilipat, digulung, diperluas, maupun ditarik sehingga tidak memakan banyak tempat. Misalnya, meja makan yang digunakan adalah meja lipat. Jadi setelah digunakan, meja bisa dilipat dan ditaruh di sisi ruangan.

    3. Pilih Perabotan Besar yang Multifungsi

    Saat ini sudah banyak inovasi pada tempat tidur, sofa, meja yang cocok untuk rumah kecil. Mereka dibuat fleksibel dan bisa untuk beberapa fungsi. Salah satu contohnya adalah tempat tidur, kamu bisa memilih tempat tidur yang bagian bawahnya terdapat lemari penyimpanan. Kamu bisa menyimpan pakaian di bawahnya, sehingga kamu tidak perlu membeli lemari lagi.

    Contoh lainnya, kamu bisa menggunakan sofabed. Pada rumah yang sempit, sofabed bisa menjadi pilihan yang tepat dan tidak makan tempat. Pada pagi hingga siang hari bisa menggunakan sofa ketika ada tamu, lalu pada malam hari, sofa tersebut bisa digunakan sebagai tempat tidur.

    Di sisi lain, Spesard menyebutkan bahwa mendekorasi rumah mungil bisa menjadi sebuah tantangan dan terkadang hal yang terbaik adalah berinvestasi pada furnitur khusus atau built-in furniture. Hal yang paling penting adalah kamu siap beradaptasi sesuai dengan kebutuhan.

    “Kamu tidak akan tahu apa yang sebenarnya kamu butuhkan di rumah mungil sampai kamu tinggal di dalamnya. Jadi saya sarankan mulailah dengan jumlah yang sedikit dari yang kamu pikir kamu butuhkan,” katanya.

    “Kamu selalu bisa menambahkan lebih banyak atau meningkatkan perabotan selama tinggal di sana,” tambahnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis-Jenis Pipa di Rumah dan Cara Pilih yang Tepat


    Jakarta

    Sistem perpipaan di rumah meski tak terlihat memiliki peran penting untuk kehidupan penghuni. Mulai dari sistem air, pembuangan, hingga kabel listrik akan memerlukan pipa.

    Nggak sembarangan, setiap jenis pipa memiliki karakteristik dan fungsi tersendiri. Lalu, kualitas pipa juga perlu diperhatikan agar berfungsi dengan baik.

    Quality Control dari Lesso, Rokan yang ditemui detikProperti pada pameran IndoBuildTech Expo 2024 di ICE BSD CITY membagikan tips memilih pipa yang berkualitas berdasarkan jenis dan fungsinya. Simak penjelasannya berikut ini.


    “Secara umum, pipa yang dibutuhkan untuk perumahan dibagi menjadi tiga, satu pipa PVC AW sama D, dua pipa PP-R, tiga pipa conduit,” ujar Rokan saat ditemui di IndoBuildTech Expo 2024, beberapa waktu lalu.

    Cara Pilih Pipa Berkualitas

    Jenis-Jenis pipaPipa PVC AW dan PVC D Foto: Danica Adhitiawarman

    Pipa PVC AW

    Pipa yang terbuat dari polyvinyl chloride ini berfungsi untuk mengalirkan air bersih seperti ke wastafel dapur dan shower kamar mandi. Salah satu ciri pipa ini memiliki garis berwarna biru.

    “AW ini harus kuat karena dia harus mampu menahan tekanan dan juga anti korosi,” katanya.

    Selain itu, kemurnian bahan PVC pada pipa juga mempengaruhi kekuatan pipa. Semakin tinggi kadar PVC, maka akan pipa akan lebih kuat.

    “PVC kalau dikurangi dia akan rapuh,” imbuhnya.

    Rokan menyarankan untuk memilih pipa dengan tekanan setidaknya 10 bar. Angka tersebut sudah cukup bagus dan aman mengalirkan air.

    Pipa PVC D

    Sedangkan pipa ini berfungsi untuk drainase atau saluran pembuangan air kotor. Berbeda dari pipa PVC AW, garis di pipa ini berwarna merah.

    Meski tidak memiliki spesifikasi khusus, Rokan menyarankan untuk memilih pipa yang bisa menahan tekanan yang tinggi.

    “Kami merekomendasikan untuk (pipa dengan daya tekanan) 15 bar,” tuturnya.

    Pipa PP-R

    Pipa berwarna hijau ini terbuat dari bahan polypropylene random. Gunanya untuk mengalirkan air panas dan air dingin di kamar mandi.

    Rokan menyebutkan pipa dengan garis berwarna biru mengalirkan air dingin, warna merah air panas, dan warna kuning untuk kedua tipe suhu air.

    Ia menyarankan memilih pipa PP-R yang kuat dan mampu bertahan lama. Bahkan, daya tahan pipa ini bisa sampai 50 tahun.

    Jenis-Jenis pipaPipa Conduit dan PP-R Foto: Danica Adhitiawarman

    Pipa Conduit

    Pipa conduit berfungsi untuk menyimpan aliran kabel listrik di dalam tembok rumah misalnya kabel lampu. Pipa satu ini bisa elastis, sehingga dapat ditekuk untuk menyesuaikan aliran kabel.

    “Keistimewaannya dia bisa ditekuk jadi tidak pecah,” katanya.

    Saat membeli pipa conduit, sebaiknya memilih yang elastis dan tahan api.

    “Conduit ada spesifikasinya harus bisa ditekuk karena kan tidak mungkin rumah kabelnya lurus terus. Kedua ini harus tahan api karena kalau dia korslet apinya akan menyebar ke mana-mana,” pungkasnya.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tanda Kepala Shower Rusak, Sudah Saatnya Ganti yang Baru


    Jakarta

    Shower merupakan alat yang sering digunakan setiap hari, sehingga nggak heran kalau suatu ketika rusak. Meski tahan lama, kepala shower harus sewaktu-waktu harus diganti.

    Jika dibiarkan terlalu lama, shower yang sudah rusak atau usang bisa ganggu aktivitas di rumah. Mulai dari tekanan air yang kurang kencang hingga pemborosan air karena bocor.

    Oleh karena itu, sebaiknya segera mengganti kepala shower. Berikut ini tanda-tanda kamu harus ganti kepala shower.


    Ciri-ciri Kepala Shower Rusak

    1. Bocor

    Jika kepala shower menetes secara terus-menerus, maka sudah saatnya menggantinya. Kamu bisa meminta coba memperbaikinya terlebih dulu, tapi biasanya ada yang salah dengan kepala pancuran, sehingga perlu membeli yang baru.

    2. Berbintik Hitam

    Periksa kalau kepala shower berjamur yang bentuknya seperti bintik-bintik hitam. Jamur ini bisa mengganggu kesehatan kamu, jadi harus segera diatasi.

    Bintik hitam pada shower biasanya susah dibersihkan dan lebih praktis membeli baru saja. Nah, sebaiknya kamu membeli kepala shower berbahan besi daripada plastik agar tidak cepat berjamur.

    3. Perubahan Tekanan Air

    Salah satu ciri paling umum shower rusak adalah terjadi perubahan tekanan air. Kalau tekanan air berubah-ubah saat digunakan atau lama-lama semakin lemah, kemungkinan ada masalah pada kepala showernya.

    Bisa jadi kepala shower hanya longgar, sehingga cukup dikencangkan saja. Namun, hal ini dapat disebabkan kepala shower sudah usang.

    4. Penumpukan Sedimen

    Terkadang ada penumpukan kalsium di sekitar kepala shower. Jika melihat material kecil, putih, dan berbatu pada kepala pancuran, berarti ada penumpukan sedimen dan saatnya menggantinya dengan yang baru.

    Itulah beberapa pertanda saatnya mengganti kepala shower. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com