Tag: sikap

  • Kiyomeru, Prinsip dari Jepang biar Nggak Males Bersih-bersih Rumah



    Jakarta

    Apakah kamu mengalami kesulitan dalam menjaga kebersihan rumah? Jika iya, prinsip pembersihan Jepang yang dikenal sebagai Kiyomeru bisa menjadi solusi yang tepat untuk kamu.

    Metode ini tidak hanya fokus pada kebersihan fisik, tetapi juga membantu menciptakan suasana yang lebih tenang dan teratur di rumah. Simak penjelasan ini yang akan menjelajahi bagaimana Kiyomeru dapat membantu kamu mengatasi tantangan kebersihan dan membuat rumah kamu lebih nyaman.

    Apa Itu Kiyomeru?

    Dilansir Homes and Gardens, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Kiyomeru berarti memurnikan. Dalam konteks ini, pembersihan dianggap sebagai ritual yang tidak hanya membersihkan rumah, tetapi juga jiwa kamu .


    Azumi Uchitani, penulis, seniman, dan dosen serta salah satu pendiri Akademi Kebijaksanaan Jepang, menjelaskan bahwa kata Kiyomeru (清める) dilambangkan dengan karakter 清, yang berarti kemurnian dan kebersihan.

    Konsep ini melampaui sekadar kebersihan fisik, ia mencakup pemurnian spiritual yang lebih dalam dan pembersihan energi dari barang-barang serta lingkungan sekitar kita.

    Berakar pada tradisi Shinto dan kepercayaan Buddha yang mendalam, Kiyomeru mencerminkan pentingnya harmoni, pembaruan, dan penghormatan terhadap hal-hal yang sakral dalam budaya Jepang.

    Harmoni adalah elemen kunci dari konsep ini, mendorong individu untuk belajar hidup selaras dengan harta benda dan lingkungan mereka. Ketika Kiyomeru diterapkan pada pembersihan, hal ini juga merujuk pada pembersihan energi rumah kamu (chi).

    Bagaimana Kiyomeru Dapat Membantu dalam Membersihkan Rumah?

    Ketika seseorang membersihkan rumah, mereka biasanya berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain atau dari satu tempat ke tempat lain, merapikan barang-barang yang tidak terpakai dan mengatasi kekacauan yang terlihat. Aktivitas ini sering kali dianggap sebagai pekerjaan yang berat oleh banyak orang.

    Namun, dalam budaya Jepang, pembersihan tidak dipandang dengan cara yang sama. Bersih-bersih dianggap bukan sebagai tugas yang melelahkan, melainkan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur terhadap rumah dan harta benda kita.

    “Praktik Kiyomeru sangat mendalam dalam budaya dan kehidupan sehari-hari orang Jepang,” kata Azumi. Salah satu contohnya adalah upacara minum teh Jepang, Sado (atau Chado) 茶道, yang merupakan ritual mendalam yang menekankan pengalaman kesatuan dan pertukaran energi murni melalui pembuatan dan penyajian teh matcha.

    Pertukaran sakral antara tuan rumah dan tamu dimulai dan diakhiri dengan Kiyomeru, sebuah proses pembersihan dan pemurnian peralatan makan yang indah. Meskipun peralatan makan mungkin tampak bersih, tujuannya adalah untuk memurnikan energi setiap alat makan dan menunjukkan rasa terima kasih atas perannya.

    Ritual ini mencerminkan interaksi harmonis antara kebersihan, perhatian, dan penghormatan terhadap semua yang digunakan. Jika kita mendekati tugas membersihkan rumah dengan pola pikir yang berbeda, yaitu dengan rasa syukur kita dapat memperoleh perspektif yang lebih dalam.

    Tugas yang sebelumnya kita benci kini bisa berubah menjadi pengingat betapa beruntungnya kita memiliki tempat untuk dijaga kebersihannya. Mengubah cara pandang terhadap tugas ini dapat mengurangi asosiasi negatif dan mempermudah proses pembersihan, terutama saat merasa kewalahan.

    Cara Menerapkan Prinsip Kiyomeru dalam Pembersihan Rumah

    Untuk mulai menerapkan Kiyomeru dan prinsip-prinsipnya dalam kehidupan kamu, penting untuk melihatnya sebagai lebih dari sekadar alat, melainkan sebagai gaya hidup.

    “Kiyomeru adalah sebuah cara hidup,” jelas Azumi. Tujuannya adalah untuk menjaga aliran energi yang harmonis dalam hidup kita.

    Oleh karena itu, kita perlu memahami bahwa lingkungan sekitar kita adalah perpanjangan dari diri kita sendiri. Ketika kita merawat tubuh kita, kita juga harus merawat lingkungan di sekitar kita.

    Kita terhubung secara energetik dengan lingkungan, dan ketika area luar bersih dan teratur, energi dapat mengalir dengan lancar, sehingga hidup kita pun menjadi harmonis.

    Azumi memberikan panduan langkah demi langkah untuk membersihkan rumah kamu dengan Kiyomeru sebagai cara hidup.

    Ubah Pola Pikir Kamu

    Renungkan keyakinan dan sikap kamu terhadap pembersihan dan penataan. Apa saja pikiran atau perasaan yang kamu miliki. Jika ada rasa enggan terkait pembersihan, ubahlah terlebih dahulu.

    Anggaplah ruang tinggal dan kerja kamu sebagai perpanjangan dari diri kamu. Ketika kamu menyikat gigi setiap pagi dan malam, bersihkan juga toilet. Saat mandi untuk membersihkan tubuh, dan jangan melupakan debu yang mulai menumpuk.

    Mengatasi penumpukan tugas akan sangat membantu.

    Ciptakan Ritual Pembersihan di Pagi dan Malam Hari

    Mulailah hari kamu dengan tindakan sederhana yang menciptakan suasana kemurnian dan keteraturan. Setelah bangun tidur, rapikan tempat tidur, buka jendela untuk menghirup udara segar, dan sapu lantai.

    Di malam hari, lakukan hal-hal kecil seperti merapikan rumah sebelum tidur untuk menciptakan suasana yang harmonis. Ini adalah kebiasaan yang dimiliki oleh mereka yang memiliki rumah bersih.

    Tetapkan Jadwal Bersih-bersih Harian, Mingguan, Bulanan, dan Musiman

    Jadikan pembersihan sebagai bagian alami dari rutinitas kamu, seperti menggosok gigi atau mandi. Setiap hari, fokus pada tugas-tugas penting seperti merapikan permukaan, mengelap meja, dan menyapu ringan. Bersihkan toilet, pancuran, dan bak mandi setiap hari.

    Setiap minggu, luangkan waktu untuk menyedot debu, membersihkan debu, dan merapikan lemari pakaian. Setiap bulan, lakukan pembersihan menyeluruh di rumah serta proyek pembersihan besar seperti mencuci jendela atau membersihkan lemari es. Musiman.

    Segarkan lemari pakaian kamu di musim panas dan dingin serta lakukan pembersihan menyeluruh di akhir tahun, termasuk membersihkan debu serta jendela, dapur, dan area lainnya.

    Tentukan Aturan

    Pastikan titik kontak pertama dengan rumah kamu, agar pintu masuk tetap menarik dan bersih. Jaga agar pintu dan keset bebas dari noda, rawat sepatu kamu dengan baik karena sepatu tersebut menopang beban aktivitas harian kamu.

    Lepaskan sepatu saat masuk dan letakkan dengan rapi di tempat yang telah ditentukan sambil mengucapkan terima kasih atas jasanya. Di dapur, jangan biarkan piring kotor menumpuk di wastafel segera cuci atau masukkan ke mesin pencuci piring.

    Akhiri hari kamu dengan membersihkan wastafel agar tetap teratur. Di kamar mandi, biasakan untuk membersihkan toilet setiap pagi dan sore. Luangkan waktu 10 menit untuk ritual pemurnian.

    Sisihkan waktu 10 menit setiap hari untuk menjaga kebersihan dan kemurnian. Tindakan kecil yang konsisten ini akan membantu menumbuhkan keharmonisan dan kesadaran di ruang kamu.

    Bagian yang Harus Dibersihkan

    Karina Toner, pembersih profesional dan manajer operasi di Spekless, menyarankan untuk memulai pembersihan di area rumah yang paling penting bagi kamu, seperti pintu masuk dan kamar tidur.

    “Fokuslah pada area yang paling vital untuk menjaga kebersihan, seperti pintu masuk agar energi positif dapat masuk atau kamar tidur untuk mendukung tidur yang berkualitas,” kata Karina.

    “Menggunakan penghilang bau alami dan produk pembersih ramah lingkungan saat membersihkan rumah juga merupakan cara yang baik untuk menjaga kebersihan tanpa meninggalkan bau atau bahan kimia yang menyengat,” tambahnya.

    Manfaat Kiyomeru

    Kiyomeru bukan sekadar metode, melainkan perubahan pola pikir yang menumbuhkan rasa hormat terhadap lingkungan dan diri kamu sendiri. Dengan mengadopsi pendekatan ini, kamu dapat mengubah pembersihan dari tugas yang menakutkan menjadi ritual perawatan dan peremajaan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari Sombong



    Jakarta

    Allah SWT. berfirman dalam surah an-Nisa ayat 28 yang artinya, “Allah menghendaki meringankan kalian dalam hukum-hukum agama sementara manusia diciptakan dalam kondisi lemah.”

    Ayat ini memberikan makna Allah SWT. hendak meringankan syariat yang Dia tetapkan bagi kalian. Maka Dia tidak membebani kalian dengan sesuatu di luar kemampuan kalian. Karena Dia mengetahui kelemahan manusia, baik dalam jasad maupun akhlaknya. Kelemahan manusia itu mutlak adanya, oleh karena itu jika ingin menjadi kuat maka berikhtiarlah dan janganlah menjadi sombong karena keadaannya.

    Sikap sombong akan terhindar jika seseorang mengetahui dan menyadari dirinya :


    1. Diciptakan dari bahan yang kotor. Leluhur manusia diciptakan dari tanah, kemudian dari lumpur yang bau. Anak keturunannya diciptakan dari air mani yang berada di tempat kotor. Dijadikan ada oleh Sang Pencipta yang sebelumnya tiada, dijadikan bisa mendengar dari sebelumnya tuli dan menjadi bicara dari sebelumnya bisu. Dalam firman-Nya surah al-Mukminun ayat 12 menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari sari pati tanah. Unsur-unsur kimia yang dikandung tanah tidak berbeda dengan unsur-unsur kimia yang terdapat pada tubuh manusia.

    2. Tidak berkemampuan terhadap dirinya sendiri. Manusia tidak punya kuasa bagi dirinya untuk menghindari kerugian dan tidak pula untuk mendapatkan keuntungan, tidak bisa merendahkan maupun untuk meninggikan. Akal yang dimilikinya adalah pemberian-Nya, dengan akal ia mengisi kehidupan dunia dan mengetahui sifat-sifat-Nya. Dengan akal menjadikan seseorang pandai dan cerdas, hingga dapat mencapai tujuannya serta berkedudukan. Ingatlah bahwa akal diciptakan untuk mengimbangi nafsu bukan akal digunakan untuk melampiaskan hawa nafsunya. Firman-Nya dalam surah al-Qashash ayat 68 yang berbunyi, ” Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Bagi mereka ( manusia ) tidak ada pilihan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” Allah SWT. menciptakan sesuatu yang dikehendaki untuk diciptakan dan menentukan sesuatu yang dikehendaki untuk ditentukan. Dalam hal ini adalah penegasan bahwa kebebasan menciptakan dan menentukan itu milik Allah SWT. Manusia mempunyai sifat ingin mengingat, tapi lupa; ingin mengetahui, tapi tidak tahu; ingin sehat, tapi sakit; ingin mampu, tapi lemah; ingin kaya, tapi miskin. Inilah fakta bentuk ketidakmampuan terhadap diri sendiri.

    3. Menuju kesendirian. Manusia diciptakan tumbuh sampai menemui ajalnya. Dibuat dari tanah dan kembali ke tanah. Tatkala di alam kubur, tinggallah ia sendirian. Ia terpisah dari harta yang dikumpulkan, terpisah dari keluarga kecuali amal kebaikan masih menyertainya hingga saat hisab. Mengingat kondisi ini, janganlah menonjolkan kesombongan dalam kehidupannya.

    Sikap sombong di dalam Al-Qur’an dan hadis tidak disukai-Nya sebab, keagungan dan kesombongan hanya layak milik Allah SWT. Pada dasarnya kesombongan itu pengagungan. Hakikatnya kesombongan adalah bersikap congkak, merendahkan orang lain dengan membanggakan dirinya, dan menolak kebenaran padahal tahu perihal kebenaran itu. Kejadian yang sering terjadi tatkala seorang pemimpin diberikan saran bawahannya dan saran tersebut tidak diindahkannya, padahal ia tahu bahwa saran itu tepat. Gengsi untuk menerima saran bagian dari bentuk kesombongan dan ingatlah seseorang tidak berhak untuk sombong. Saat seseorang menjadi pemimpin dengan kesombongan sikapnya itu, tidaklah bermanfaat dan tidak meningkatkan kinerjanya. Oleh sebab itu, seorang pemimpin yang beriman jauhilah sikap sombong dan layanilah masyarakat dengan sikap rendah hati.

    Ujian untuk hindari sikap sombong ini terasa sangat berat, apalagi godaan atas pesona dunia ada di depan matanya. Bersikap sombong itu bisa muncul pada semua lapisan, namun berat bagi orang berharta, berilmu dan paling berat orang yang berkedudukan. Kenapa ? Orang yang mempunyai posisi ( berkedudukan sebagian berharta dan berilmu ) sehingga muncul hasrat untuk merendahkan pihak lainnya. Oleh karenanya, ingatlah bahwa maqam yang engkau peroleh saat ini akan mudah berubah ( fana ). Hal ini telah diingatkan dalam firman-Nya surah ali-Imran ayat 26 yang artinya, “Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki.”

    Mari kita simak bermacam-macam kesombongan ( menurut Syekh Izzuddin bin Abdussalam ) :

    1. Sombong karena menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.
    2. Sombong untuk mengikuti Rasulullah SAW.
    3. Sombong kepada sesama karena merasa dirinya lebih baik.
    Ketiga macam sombong ini hendaknya dihindari. Penulis berpesan kepada para calon pemimpin negeri ini yang pada bulan-bulan depan akan mendaftarkan diri sebagai Capres dan Cawapres hendaknya santun dalam berkampanye, tidak merendahkan pihak lawan, dengan membanggakan dirinya dan jauh dari sikap congkak.

    Ya Allah, Engkau yang berkuasa dan berkehendak, bimbinglah para calon pemimpin ini untuk bersikap tawaduk dan jika memperoleh amanah hendaknya tidak berkhianat. Berilah cahaya-Mu agar para pemilih dapat memilih pemimpin yang Engkau kehendaki.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com