Tag: sikat gigi

  • Cek Nih, 5 Barang Rumah Tangga Ini Harus Segera Dibuang


    Jakarta

    Barang-barang yang ada di rumah tidak bisa dipakai selamanya. Sebab, ada beberapa barang rumah tangga yang harus segera dibuang karena masa pemakaiannya sudah selesai.

    Dengan membuang barang-barang yang sudah tidak dipakai tentunya dapat memperluas ruang penyimpanan di rumah. Lantas, barang-barang apa saja yang harus segera dibuang?

    Dilansir dari Better Homes & Gardens, Kamis (15/2/2024), berikut ini barang yang harus segera dibuang.


    Spons Cuci Piring

    Spons cuci piring merupakan salah satu barang rumah tangga yang harus segera dibuang. Spons bersentuhan langsung dengan banyak bakteri, contohnya saat digunakan untuk mencuci piring, membersihkan wastafel, dan mengelap meja dapur. Untuk menghindari penyebaran bakteri di dapur, sebaiknya ganti spons sebulan sekali.

    Kamu bisa membuang spons di tempat daur ulang atau tempat sampah kompos apabila bahan spons bisa didaur ulang. Apabila tidak bisa didaur ulang, kamu bisa membuangnya di tempat sampah.

    Wadah Plastik

    Jika kamu punya wadah plastik sebaiknya segera dibuang setelah beberapa tahun pemakaian. Sebab, plastik bisa terurai seiring berjalannya waktu yang dapat menyebabkan bahan kimia larut ke dalam makanan kamu.

    Periksa tanda-tanda wadah plastik sudah tidak bisa dipakai, misalnya sudah berubah warna, retak atau menimbulkan bau tak sedap. Kamu juga juga harus membuang wadah sekali pakai, misalnya pada yoghurt atau margarin jika produknya sudah habis.

    Sebelum membuangnya ke tempat sampah, kamu bisa melihat tanda wadah plastik tersebut apakah bisa didaur ulang atau tidak. Jika bisa didaur ulang, pisahkan dari sampah biasa.

    Bantal

    Kamu harus segera membuang bantal setelah beberapa tahun pemakaian. Sebab, bagian dalam bantal akan rusak karena digunakan setiap hari. Belum lagi adanya debu, minyak, kotoran dari wajah bisa berpindah permukaan bantal. Debu dan tungau bisa saja menumpuk dan mengganggu penderita asma atau alergi.

    Kamu bisa menyumbangkan bantal yang sudah tidak terpakai (setelah dicuci bersih) ke tempat penampungan tunawisma atau tempat penampungan hewan untuk alas tidur.

    Sikat Gigi

    Sebaiknya kamu segera membuang atau mengganti sikat gigi setelah pemakaian 3 bulan. Sikat gigi digunakan setidaknya 2 kali sehari sehingga bulu sikat bisa saja rusak dan mengurangi efektivitasnya. Selain itu, bakteri dan sisa makanan bisa saja menempel di sikat gigi.

    Produk Pembersih Rumah

    Produk pembersih rumah tangga sebaiknya dibuang atau diganti setiap 2 tahun. Alasannya, seiring berjalannya waktu, produk tersebut akan berkurang efektivitasnya.

    Setelah diganti, pertimbangkan untuk menandai botol pembersih yang baru dengan label tanggal membelinya. Dengan demikian, kamu bisa dengan mudah mengetahui sudah berapa lama menggunakannya.

    Untuk membuang pembersih rumah tangga dengan benar, periksa terlebih dahulu petunjuk produsen pada labelnya. Produk pembersih yang larut dalam air, seperti pembersih serbaguna, detergen, dan penghilang noda, dalam bentuk cair atau bubuk biasanya dapat dibuang ke saluran pembuangan dengan air mengalir. Setelah wadahnya kosong, kamu dapat mendaur ulangnya.

    Itulah 5 barang rumah tangga yang harus segera dibuang. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Lokasi di Rumah yang Jadi Sarang Serangga, Wajib Cek!



    Jakarta

    Meskipun segala sudut ruangan di rumah terasa bersih, tidak menutup kemungkinan hadirnya serangga. Sebab, serangga suka muncul di area yang sering tidak disadari penghuninya.

    Melansir dari situs Real Simple, setidaknya terdapat 6 area di rumah yang ternyata disukai serangga. Pastikan mengecek keenam area ini dan membersihkannya ya.

    Loteng

    Loteng merupakan tempat tersembunyi di atap rumah yang pasti jarang dicek oleh pemilik rumah. Padahal, loteng menjadi titik masuk bagi kecoa, tikus, dan hama yang lain karena terdapat celah-celah sebagai akses keluar masuk.


    Tempat Sampah

    Jika ada kaleng minuman yang dibuang ke tempat sampah dan tidak dibersihkan terlebih dahulu, cairan manis yang tertinggal dapat mengundang serangga. Oleh karena itu, sebelum membuang sampah seperti bekas makanan atau minuman, upayakan bilas atau cuci terlebih dahulu.

    Furnitur Kayu

    Pemilik rumah jarang menyadari jika furnitur kayu atau pintu dan jendela menjadi tempat yang bisa mengundang serangga apabila kayu tersebut lapuk. Tandanya adalah kayu-kayu tersebut lembap dan rusak. Untuk itu, ganti furnitur kayu yang sudah rusak untuk mencegah masuknya lebih banyak serangga.

    Tempat Sikat Gigi

    Tempat sikat gigi sangat menarik serangga karena kelembapannya. Residu dari pasta gigi bisa menjadi tempat berkembang biak bagi jamur dan menarik semut serta lalat. Solusinya adalah bersihkan tempat sikat gigi seminggu sekali dan biarkan sampai benar-benar kering.

    Tanaman

    Jika pemilik rumah hobi berkebun atau pecinta tanaman, tentu pasti mengetahui bahwa tanaman menjadi salah satu sarang hama dan serangga. Tetesan air dari pot tanaman merupakan surganya nyamuk. Maka, jika ada air yang menggenang di sekitar tanaman perlu dibersihkan secara teratur.

    Wastafel

    Sama seperti tempat sikat gigi, wastafel menyimpan kelembapan yang berlebih. Terlebih lagi, lubang wastafel yang gelap, lembap, dan jarang dibersihkan. Oleh karena itu, disarankan membersihkan lubang wastafel menggunakan air mendidih dan cuka setiap satu bulan sekali.

    Untuk mencegah serangga masuk ke dalam rumah melalui area yang telah disebutkan, sebaiknya perlu dibiasakan perilaku membersihkan rumah, seperti menyingkirkan air yang tergenang, membuang sisa makanan, dan membersihkan saluran air yang tersumbat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan Dapur yang Ampuh Hilangkan Noda Kuning di Lantai Kamar Mandi


    Jakarta

    Menjaga kebersihan kamar mandi sangatlah penting agar tidak menimbulkan noda kuning di lantai. Soalnya, noda kuning itu tak hanya membuat tampilan kamar mandi jadi jelek, tapi juga bikin licin sehingga berbahaya.

    Noda kuning tersebut bisa menjalar ke dinding, kloset, hingga bak mandi yang bersinggungan langsung dengan lantai kamar mandi. Penyebabnya karena beberapa hal, seperti pertumbuhan jamur, lumut, sisa kerak sabun yang tidak ikut terbuang dengan air, campuran minyak tubuh, penumpukan kelembapan, dan endapan mineral air sadah untuk rumah yang kondisi airnya kurang bersih.

    Namun jangan khawatir, noda kuning di lantai kamar mandi dapat dibersihkan dengan bahan sederhana. Apa saja bahan tersebut? Simak dalam artikel ini.


    Bahan Sederhana untuk Membersihkan Noda Kuning di Lantai Kamar Mandi

    Ada sejumlah bahan sederhana dan mudah didapat yang diklaim ampuh mengatasi noda kuning di lantai kamar mandi. Dikutip dari Express dan Get Set Clean, berikut bahan-bahannya:

    1. Soda Kue

    Soda kue atau baking soda dikenal sebagai bahan yang ampuh mengangkat noda membandel. Cara pakainya cukup tuang dua sendok makan soda kue ke dalam wadah yang telah diisi air, lalu aduk hingga soda kue larut.

    Setelah itu, siram larutan tersebut ke seluruh lantai kamar mandi. Gosok lantai dengan sikat dengan gerakan memutar, bisa menggunakan sikat khusus lantai dan sikat gigi bekas untuk area yang sempit. Kemudian, bilas lantai dengan air bersih agar seluruh noda kuning tersapu.

    2. Cuka

    Selain digunakan untuk bahan masak, cuka juga bisa dimanfaatkan untuk mengangkat noda kuning di lantai kamar mandi. Langkah ini disarankan jika soda kue kurang efektif untuk mengatasi noda kuning.

    Untuk cara penggunaannya, campur satu sendok makan cuka dengan dua sendok makan soda kue, kemudian tuang ke dalam wadah yang sudah berisi air. Lalu, siram larutan tersebut ke seluruh lantai kamar mandi dan gosok pakai sikat lantai. Terakhir, bilas lantai dengan air bersih agar seluruh noda kuning tersapu.

    3. Perasan Jeruk Lemon

    Air perasan jeruk lemon juga bisa digunakan untuk membersihkan noda kuning di lantai kamar mandi. Sifatnya yang asam disebut efektif membasmi noda membandel.

    Agar lebih efektif, disarankan menggunakan campuran soda kue dan jeruk lemon. Caranya dengan mencampur dua sendok makan soda kue dan dua gelas air jeruk lemon ke dalam wadah, lalu aduk sampai merata.

    Siram larutan tersebut ke lantai kamar mandi, kemudian gosok menggunakan sikat lantai. Diamkan selama kurang lebih 45 menit agar soda kue dan air jeruk lemon bereaksi. Terakhir, bilas lantai kamar mandi dengan air bersih agar seluruh noda kuning ikut tersapu.

    Bahan yang Tidak Aman Digunakan untuk Membersihkan Lantai Kamar Mandi

    Sejumlah pakar melarang penggunaan pemutih, amonia, dan pembersih yang terlalu asam untuk membersihkan noda kuning di lantai kamar mandi. Bahan-bahan tersebut dinilai terlalu keras, dapat merusak, dan menurunkan kualitas keramik, terutama jika pelapis keramik memiliki kualitas yang rendah.

    Demikian tiga bahan sederhana yang ampuh membersihkan noda kuning di lantai kamar mandi. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang Ini Jangan Ditaruh di Kamar Mandi, Bisa Rusak-Terpapar Bakteri!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang kerap ditemukan aneka macam barang. Benda-benda tersebut bahkan selalu digunakan setiap hari, seperti sikat gigi dan sabun cuci muka.

    Sebenarnya, tidak masalah jika menaruh barang di kamar mandi, seperti tempat sabun, shampoo, atau pasta gigi. Namun, tidak semua barang ternyata bisa ditaruh di ruangan tersebut.

    Jika kebiasaan menaruh sejumlah barang ini di kamar mandi, dampaknya bisa rusak seiring waktu. Bahkan, kotoran dan bakteri bisa menggerogoti barang tersebut dan akhirnya membahayakan kesehatan.


    Penasaran, apa saja barang yang sebaiknya tidak ditaruh di kamar mandi? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Barang Ini Sebaiknya Jangan Ditaruh di Kamar Mandi

    Menurut berbagai pakar, ada sejumlah barang yang sebaiknya jangan ditaruh di kamar mandi. Dikutip dari situs Bob Vila, berikut daftar barangnya:

    1. Sikat Gigi

    Banyak orang yang terbiasa menaruh sikat gigi di kamar mandi. Sayangnya, kebiasaan ini justru dapat membahayakan kesehatan karena bakteri dan kotoran bisa menempel di sikat gigi.

    “Kamar mandi adalah tempat yang lembap dan sering dilalui orang, dan setiap kali toilet disiram, partikel mikroskopis dapat beterbangan di udara dan menempel di permukaan di sekitarnya,” kata pakar interior rumah tangga Lori Bailey.

    Daripada meletakkan sikat gigi di kamar mandi, Bailey menyarankan untuk menyimpannya di rak atau kantong khusus sikat gigi. Selain melindungi sikat gigi tetap bersih, cara ini membuat kamar mandi tidak terlihat berantakan.

    2. Perhiasan

    Menyimpan perhiasan di kamar mandi merupakan kebiasaan yang salah. Soalnya, perhiasan seperti cincin dan kalung berisiko jatuh ke wastafel atau kloset, lalu bisa terbuang lewat saluran air.

    Lalu, beberapa perhiasan seperti batu permata juga bisa rusak karena terpapar air. Suhu yang lembap di kamar mandi juga dapat merusak perhiasan kamu yang harganya jutaan rupiah.

    “Solusinya adalah menyimpan perhiasan di lemari atau memasukkannya ke kota perhiasan agar tetap aman,” ujar Bailey.

    3. Alat Penata Rambut

    Alat penata rambut seperti hair dryer dan hair straightener (catokan) jangan ditaruh di kamar mandi. Sebab, benda ini bisa cepat rusak jika karena terkena cipratan air. Jika kamu mencoloknya ke stop kontak maka bisa tersengat arus listrik atau menimbulkan korsleting.

    Bailey menyebut tidak masalah menggunakan hairdryer di kamar mandi, asalkan langsung dicabut dari stop kontak dan disimpan di tempat yang kering setelah digunakan.

    “Saya selalu menyarankan untuk mencabut kabel dari stop kontak setelah alat penata rambut selesai digunakan dan menyimpannya dengan benar,” jelasnya.

    4. Makeup

    Barang lain yang sebaiknya jangan ditaruh di kamar mandi adalah alat makeup. Kondisi kamar mandi yang lembap dapat merusak alat makeup seiring waktu.

    “Kamar mandi adalah lingkungan yang punya kelembapan tinggi sehingga dapat merusak makeup, mengurangi masa penggunaan, dan menyebabkan pertumbuhan bakteri, terutama pada krim dan bedak,” papar Bailey.

    5. Obat-obatan

    Beberapa orang terkadang menyimpan obat-obatan di kamar mandi karena mudah diambil. Namun, Bailey menyebut suhu yang lembap di kamar mandi justru dapat memengaruhi kualitas obat.

    “Kamar mandi jauh dari kata ideal untuk menyimpan obat-obatan. Banyak obat yang sudah tidak efektif menyembuhkan penyakit jika disimpan di tempat yang lembap seperti kamar mandi,” pungkasnya.

    Demikian lima barang yang sebaiknya jangan ditaruh di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sikat Gigi Saat Puasa Hukumnya Makruh Atau Tidak?


    Jakarta

    Menjaga kebersihan mulut adalah bagian tak terpisahkan dari ajaran Islam. Bahkan Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk rutin membersihkan gigi, baik dengan bersiwak atau sikat gigi.

    Sebagaimana sabda beliau, “Aku sering menganjurkan kalian untuk menggosok gigi” (HR Bukhari). Bahkan, Aisyah RA pernah bersaksi bahwa hal pertama yang Nabi SAW lakukan saat memasuki rumahnya adalah menggosok gigi.

    Namun, apakah sikat gigi saat puasa dapat membatalkan ibadah? Mari kita telaah berbagai pandangan ulama mengenai hukum sikat gigi saat berpuasa.


    Pendapat Ulama Mengenai Sikat Gigi Saat Puasa

    Ada beberapa pandangan di kalangan ulama mengenai hukum sikat gigi saat puasa, yang penting untuk kita pahami. Mengutip buku Fikih Puasa karya Ali Musthafa Siregar, berikut penjelasannya.

    1. Mazhab Syafi’iyah: Makruh Setelah Zuhur

    Menurut ulama Syafi’iyah, sikat gigi saat puasa hukumnya makruh, terutama jika dilakukan setelah matahari tergelincir (waktu Zuhur). Pendapat ini didasarkan pada tujuan agar bau mulut orang yang berpuasa tetap terjaga, sebagaimana dijelaskan dalam At-Tadzhib fi Adillati Matn al-Ghayah wa al-Taqrib karya Musthafa Dib Al-Bugha dan Kitab Matan Abu Syuja‘.

    Hal ini berkaitan dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA: “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misik (kasturi)” (HR Bukhari dan Muslim).

    Bau mulut ini dianggap sebagai salah satu tanda ibadah puasa yang istimewa di mata Allah. Oleh karena itu, menjaga bau mulut tersebut dianggap lebih baik.

    2. Mazhab Hanafi dan Maliki: Tidak Membatalkan Puasa

    Berbeda dengan Syafi’iyah, Mazhab Hanafi dan Maliki berpendapat bahwa sikat gigi saat puasa tidak membatalkan puasa yang sedang dijalani. Para ulama dari mazhab ini berargumen bahwa jika sikat gigi itu dilarang, niscaya Rasulullah SAW akan menjelaskannya secara gamblang, sebagaimana syariat lainnya. (Abu Malik Kamal ibn Sayyid Salim dalam Kitab Fiqh as-Sunnah li An-Nisa’)

    Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, dalam kitab Zadul Ma’ad, menjelaskan bahwa berkumur dianjurkan saat berpuasa, dan itu bahkan lebih dalam daripada bersiwak. Logikanya, jika berkumur saja diperbolehkan, apalagi sikat gigi.

    Ibnu Qayyim juga menegaskan kalau Allah SWT tidak menghendaki hamba-Nya mendekatkan diri dengan bau mulut yang tidak sedap. Membiarkan bau mulut tidak enak bukanlah bagian dari ibadah yang disyariatkan.

    Ibnu Qayyim menafsirkan hadits tentang bau mulut orang berpuasa yang lebih harum dari kasturi sebagai dorongan untuk meningkatkan semangat berpuasa. ukan alasan untuk mengabaikan kebersihan mulut.

    Dari penjelasan di atas, kita bisa melihat bahwa tidak ada kesepakatan mutlak di antara ulama. Namun, intinya adalah:

    • Sikat gigi saat puasa tidak membatalkan puasa, selama tidak ada air atau pasta gigi yang tertelan.
    • Waktu terbaik untuk sikat gigi adalah sebelum imsak dan setelah berbuka.
    • Jika khawatir dengan pendapat yang memakruhkan sikat gigi setelah Zuhur, detikers bisa memilih untuk sikat gigi sebelum waktu Zuhur atau menggunakan siwak yang kering.
    • Jika terpaksa harus sikat gigi di siang hari, berhati-hatilah agar tidak ada air atau pasta gigi yang tertelan.

    Pada akhirnya, menjaga kebersihan adalah ajaran utama dalam Islam. Detikers bisa memilih pendapat yang paling meyakinkan, namun tetap utamakan kehati-hatian agar puasa tetap sah dan sempurna.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com