Tag: sikat

  • Ingat! Jangan Taruh 4 Barang Ini di Bawah Wastafel


    Jakarta

    Wastafel adalah tempat untuk mencuci tangan, sikat gigi, atau untuk membersihkan barang. Wastafel bentuknya cukup sederhana yakni keran, wadah seperti mangkuk sebagai tempat air terbuang dan pipa pembuangannya. Biasanya, di bawah wastafel tersedia ruang kosong.

    Ada beberapa orang menggunakan ruang kosong di bawah wastafel ini untuk meletakkan beberapa benda atau tempat penyimpanan. Ternyata, area dibawah wastafel tidak bisa untuk meletakkan sembarang barang. Sebab, beberapa benda ini justru dapat menimbulkan bahaya bagi penghuninya.

    Dilansir Ideal Home, Sabtu (12/10/2024), berikut 6 barang yang tidak boleh disimpan di bawah wastafel..


    1. Cairan Pembersih Kimia

    Biasanya kamu meletakkan sesuatu di tempat yang mudah dijangkau. Sebagai contoh cairan pembersih kimia. Biasanya dipakai untuk membersihkan toilet, membersihkan lantai, atau kerak di dinding. Maka dari itu, tempat penyimpanannya di dekat sumber air. Salah satunya adalah wastafel.

    Ternyata lokasi ini sangat tidak disarankan karena bisa dijangkau anak-anak dan hewan peliharaan. Saat mereka tengah aktif di rumah, bisa saja cairan tersebut tersenggol dan akhirnya tumpah. Selain itu, untuk menghindari cairan tersebut terminum karena warna yang menarik.

    2. Tekstil

    Biasanya ada kain yang diletakkan di bawah wastafel untuk mengeringkan lantai yang basah. Jika fungsinya untuk itu, kamu perlu sering menggantinya agar tidak mudah berjamur karena di bawah wastafel kerap basah dan lebih lembap dari area lain.

    3. Makanan Hewan Peliharaan

    Perlakukan makanan hewan layaknya makanan untuk kita sendiri. Agar hewan aman saat memakannya kamu juga perlu menyimpan makanan mereka di tempat yang aman dan kering. Sementara di bawah wastafel, lebih sering lembap daripada kering.

    4. Barang yang Mudah Berkarat

    Hindari meletakkan barang-barang mudah berkarat di bawah wastafel jika ingin kualitasnya tahan lama. Air dan kelembapan dapat memicu karat lebih cepat muncul.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Masuk Musim Hujan, Ini 3 Alat yang Ampuh Cegah Pagar Besi Berkarat


    Jakarta

    Besi dikenal sebagai salah satu jenis material yang mudah berkarat. Pemicunya biasanya karena air atau lingkungan yang lembap. Mengingat akhir-akhir ini beberapa wilayah sering diguyur hujan deras, kamu perlu melindungi barang di rumah dari karat, seperti pagar besi.

    Pagar adalah penutup akses masuk ke rumah agar lebih aman, tertutup, dan rapih bila dilihat dari luar. Biasanya material yang sering digunakan adalah besi. Sebab, besi cukup tahan lama, harganya lebih terjangkau, dan mudah diolah. Di satu sisi, memang ada kekurangannya yakni pagar besi mudah berkarat.

    Agar pagar besi bisa lebih tahan lama dan tidak mudah berkarat kamu perlu mencegahnya dan merawatnya. Mengutip Aberdeen Gate, Rabu (16/10/2024), kamu bisa memakai 3 alat ini untuk mengatasi masalah karat pada pagar besi.


    1. Sikat Kawat, Kikir, Bor Listrik

    Sikat kawat dan kikir dapat digunakan untuk pagar besi yang permukaannya menunjukkan tanda-tanda mengelupas. Apabila sudah seperti itu, kamu perlu mengikisnya dahulu baru ditutupi dengan cat atau lapisan yang baru.

    Sementara itu, roda kawat yang dipasang pada mata bor juga dapat mengampelas, mengikis area yang sulit dijangkau. Lalu, ada sandblaster yang dapat digunakan untuk menghilangkan pembentukan karat.

    2. Kuas Pembersih Lubang

    Untuk area pagar besi yang sudah terlihat berkarat dan lebih sulit dibersihkan, kamu bisa menggunakan cairan kimia seperti asam fosfat. Dalam 24 jam, karat tersebut akan berubah menjadi serpihan hitam.

    Serpihan ini dapat dengan mudah dihilangkan dengan sikat pembersih. Jangan lupa untuk memakai masker debu untuk mencegah kamu menghirup uap cat yang mungkin mengandung timbal.

    3. Kuas Cat

    Tahap selanjutnya adalah memberikan cat primer berbahan dasar minyak pada pagar besi yang telah dibersihkan. Tahap ini untuk melindungi besi dari reaksi karat setelah ini. Pastikan kamu memakai sarung tangan dan penutup mulut dan hidung saat mengecat. Setelah cat primer benar-benar kering, gunakan kuas cat baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

    Sebagai catatan tambahan, jangan gunakan cat eksterior dinding untuk gerbang besi karena produk jenis ini tidak mengandung komponen penghambat karat yang diperlukan seperti cat DTM (direct-to-metal).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Mudah Menyapu Lantai biar Kinclong dan Bebas Debu



    Jakarta

    Lantai yang bersih dari debu dan kotoran mencerminkan keadaan rumah yang terurus. Tentunya cara paling mudah membersihkan lantai adalah dengan menyapunya.

    Meski terkesan sederhana, menyapu lantai tak boleh asal-asalan. Kalau kamu mau hasil menyapu yang bersih, ada teknik-teknik yang perlu kamu perhatikan.

    Kamu bisa ikuti cara mudah menyapu lantai dengan hasil bersih maksimal kok. Yuk, simak tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Scrub n Bubbles.


    Tips Menyapu Lantai biar Kinclong dan Bebas Debu

    Inilah cara mudah menyapu lantai agar hasilnya semakin bersih.

    1. Mulai dari Atas

    Sebelum menyapu ruangan, membersihkan debu dari atas dulu, seperti perabotan-perabotan. Kalau kamu menyapu terlebih dahulu lalu membersihkan kipas angin atau mengelap meja, debu akan berjatuhan, sehingga kamu harus menyapu ulang.

    2. Pakai Sapu Khusus Indoor

    Pastikan menggunakan sapu khusus indoor dan jangan campurkan dengan penggunaan di luar rumah. Sapu indoor memiliki helaian yang lebih lembut daripada sapu outdoor yang kaku. Tipe sapu ini akan memudahkan kamu ketika menyapu dan tidak akan merusak permukaan lantai.

    3. Sapu ke Arah Pintu

    Mulai menyapu dari sudut di belakang ruangan menuju pintu keluar. Lalu, pastikan untuk menyapu ke arahmu dan bukan menjauh.

    Dengan begini, kamu akan menyapu sambil berjalan mundur. Setelah selesai menyapu, kamu akan berdiri di ujung ruangan dengan tumpukan kotoran.

    Sebaiknya kumpulkan kotoran hingga membuat tumpukan kecil, lalu sapu ke pengki. Kalau tumpukan kotoran terlalu besar, beberapa butiran debu bisa berterabaran ke udara atau lantai.

    4. Bagi Ruangan Besar

    Jika ruangan yang akan disapu berukuran besar, kamu bisa membaginya menjadi bagian-bagian. Sapu lantai dan buang kotoran dengan pengki per bagiannya.

    5. Buat Jadwal

    Idealnya, menyapu rumah dilakukan setiap hari agar rumah selalu dalam keadaan bersih. Apalagi kalau ada ada anak-anak dan hewan peliharaan di rumah, mungkin kamu harus menyapu lebih sering. Kamu juga bisa membuat jadwal menyapu secara rutin.

    6. Pastikan Sapu Kering

    Jangan membersihkan lantai menggunakan sapu yang basah. Bulu sikat yang basah dapat menyebabkan kerusakan dan memperpendek umur sapu.

    Hindari sapu basah, kecuali kalau kamu sedang mencuci sapu. Setelah sapu dicuci, letakkan terbalik hingga benar-benar kering.

    Itulah beberapa tips untuk menyapu lantai agar rumah bersih dari debu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Lokasi di Rumah yang Jadi Sarang Serangga, Wajib Cek!



    Jakarta

    Meskipun segala sudut ruangan di rumah terasa bersih, tidak menutup kemungkinan hadirnya serangga. Sebab, serangga suka muncul di area yang sering tidak disadari penghuninya.

    Melansir dari situs Real Simple, setidaknya terdapat 6 area di rumah yang ternyata disukai serangga. Pastikan mengecek keenam area ini dan membersihkannya ya.

    Loteng

    Loteng merupakan tempat tersembunyi di atap rumah yang pasti jarang dicek oleh pemilik rumah. Padahal, loteng menjadi titik masuk bagi kecoa, tikus, dan hama yang lain karena terdapat celah-celah sebagai akses keluar masuk.


    Tempat Sampah

    Jika ada kaleng minuman yang dibuang ke tempat sampah dan tidak dibersihkan terlebih dahulu, cairan manis yang tertinggal dapat mengundang serangga. Oleh karena itu, sebelum membuang sampah seperti bekas makanan atau minuman, upayakan bilas atau cuci terlebih dahulu.

    Furnitur Kayu

    Pemilik rumah jarang menyadari jika furnitur kayu atau pintu dan jendela menjadi tempat yang bisa mengundang serangga apabila kayu tersebut lapuk. Tandanya adalah kayu-kayu tersebut lembap dan rusak. Untuk itu, ganti furnitur kayu yang sudah rusak untuk mencegah masuknya lebih banyak serangga.

    Tempat Sikat Gigi

    Tempat sikat gigi sangat menarik serangga karena kelembapannya. Residu dari pasta gigi bisa menjadi tempat berkembang biak bagi jamur dan menarik semut serta lalat. Solusinya adalah bersihkan tempat sikat gigi seminggu sekali dan biarkan sampai benar-benar kering.

    Tanaman

    Jika pemilik rumah hobi berkebun atau pecinta tanaman, tentu pasti mengetahui bahwa tanaman menjadi salah satu sarang hama dan serangga. Tetesan air dari pot tanaman merupakan surganya nyamuk. Maka, jika ada air yang menggenang di sekitar tanaman perlu dibersihkan secara teratur.

    Wastafel

    Sama seperti tempat sikat gigi, wastafel menyimpan kelembapan yang berlebih. Terlebih lagi, lubang wastafel yang gelap, lembap, dan jarang dibersihkan. Oleh karena itu, disarankan membersihkan lubang wastafel menggunakan air mendidih dan cuka setiap satu bulan sekali.

    Untuk mencegah serangga masuk ke dalam rumah melalui area yang telah disebutkan, sebaiknya perlu dibiasakan perilaku membersihkan rumah, seperti menyingkirkan air yang tergenang, membuang sisa makanan, dan membersihkan saluran air yang tersumbat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bersihkan Kepala Shower biar Air Tidak Mudah Tersumbat


    Jakarta

    Shower merupakan pancuran air yang menempel pada dinding kamar mandi. Shower perlu sering dibersihkan, terutama pada bagian kepalanya. Kenapa?

    Kepala shower merupakan bagian penting dari shower karena dari bagian ini, air dapat keluar. Namun, bagian ini sayangnya terkadang suka dilewatkan saat membersihkannya karena letaknya agak tinggi dan terkadang terlihat bersih.

    Padahal sama seperti perangkat lain di kamar mandi, kepala shower perlu dibersihkan. Sebab, terkadang tekanan air yang mengecil setiap digunakan bisa jadi bukan salah dari pipa air, melainkan karena ada lubang yang terutup kotoran. Selain itu, kepala shower yang jarang dibersihkan bisa membuat mengalirkan kotoran saat digunakan.


    Dilansir The Spruce berikut beberapa cara membersihkan kepala shower beserta bahan yang bisa dipakai.

    1. Siapkan Cuka

    Cara membersihkan shower terutama pada bagian kepalanya tidak bisa hanya memakai air biasa. Coba siapkan cuka sari apel dan kantong yang yang cukup untuk menutupi bagian kepala pancuran di rumah serta mampu untuk menampung air. Masukkan satu cangkir air cuka ke dalam kantong tersebut.

    2. Pasang Kantong ke Kepala Shower

    Kantong yang sudah berisi cuka sari apel tersebut pasang pada kepala shower. Air tersebut pasti cukup berat, sebaiknya gunakan selotip yang erat, atau jika ingin lebih kuat coba pakai cable ties untuk mengikat plastik tersebut.

    Biarkan kantong tersebut salama 4 jam. Pastikan saat ingin membersihkannya tidak ada orang rumah yang ingin menggunakan shower tersebut. Semakin lama waktu penutupan dengan cuka maka lebih mudah membersihkan kotoran yang mungkin menyumbat kepala shower.

    3. Sikat sampai Bersih

    Setelah empat jam, lepas kantong cuka dan sikat permukaan dan lubang dengan sikat kecil berbulu nilon atau sikat gigi bekas. Jika masih terlihat endapan di lubang nosel, gunakan tusuk gigi atau klip kertas yang diluruskan untuk mengambil kotorang pada setiap lubang.

    Apabila dirasa sudah bersih, bilas bagian dengan air bersih. Kemudian, coba nyalakan shower beberapa menit untuk melihat air yang keluar. Cara ini juga bisa mendorong kotoran keluar saat air dinyalakan.

    4. Keringkan Permukaan Shower

    Meskipun telah bersih dari noda, kepala shower tetap harus dikeringkan untuk mencegah noda air yang tercetak di permukaannya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Hilangkan Noda Cat Membandel di Kaca dan Lantai


    Jakarta

    Mengecat dinding rumah merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara hati-hati. Soalnya, proses pengecatan yang tidak benar bisa membuat cat menempel di dinding dan lantai sehingga menjadi noda.

    Maka dari itu, penting untuk menggunakan alas dari plastik atau kertas bekas saat mengecat dinding rumah. Jangan sampai noda cat bikin kaca dan keramik lantai jadi jelek.

    Namun, jika ditemukan noda cat yang menempel maka detikers perlu segera membersihkannya. Kalau telat, noda tersebut bisa menempel dan jadi sulit untuk dibersihkan.


    Jika cat sudah mengering dan susah dibersihkan, jangan khawatir. Ada beberapa cara mudah untuk membersihkan noda cat di kaca jendela dan lantai rumah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Cara Mudah Hilangkan Noda Cat di Kaca dan Lantai

    Ada berbagai cara untuk menghilangkan noda cat di kaca dan lantai. Dilansir situs Better Homes & Gardens dan Cleanpedia, Jumat (13/6/2025), berikut tipsnya:

    Bersihkan Noda Cat di Kaca

    Kamu bisa membersihkan noda cat di kaca dengan sejumlah bahan yang mudah ditemukan di rumah, yaitu:

    1. Cuka

    Selain digunakan sebagai bumbu masak, cuka bisa dipakai untuk menghilangkan noda cat di kaca. Caranya adalah dengan menuangkan cuka ke kain lap yang telah dibasahi dengan air, lalu gosok ke noda yang terdapat di kaca.

    Jika sudah, bersihkan kaca dengan sabun cuci piring dan air. Jika noda sudah hilang, kamu bisa keringkan dengan kain lap microfiber.

    2. Aseton

    Kamu bisa menggunakan aseton, yakni cairan yang biasa digunakan untuk menghapus kuteks. Kandungan aseton diklaim ampuh untuk menghilangkan noda cat di kaca.

    Cara pakainya adalah dengan mengoleskan aseton ke noda cat di kaca, lalu diamkan selama 10-15 menit agar bereaksi. Setelah itu, bersihkan cairan aseton dengan air bersih dan kain lap.

    3. Tiner

    Cara lain untuk membersihkan noda cat di kaca adalah menggunakan tiner. Kamu bisa mencelupkan kain bekas ke tiner, lalu bersihkan noda cat di kaca dengan cara digosok secara perlahan. Apabila noda cat sudah benar-benar hilang, bilas dengan air bersih dan keringkan pakai kain lap.

    Bersihkan Noda Cat di Lantai

    Jika ingin menghilangkan noda cat di lantai keramik, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Air Panas dan Sabun Cuci Piring

    Cara ini disebut paling mudah dan ampuh membersihkan noda cat di keramik. Cukup dengan mencelupkan kain bersih ke dalam larutan yang berisi sabun cuci piring dan air, lalu gosok noda cat dengan lembut.

    2. Cuka dan Soda Kue

    Cuka dan soda kue bisa jadi opsi alternatif untuk membersihkan noda cat di keramik. Cara pakainya dengan mencampur cuka putih dan air hangat ke dalam botol semprot dengan perbandingan 50:50, setelah itu kocok hingga merata.

    Kemudian, semprot cairan ke keramik yang terdapat noda cat dan diamkan selama 10-15 menit, lalu taburkan baking soda di atas noda cat. Setelah itu, gunakan sikat halus untuk menggosok noda dengan lembut sampai seluruh noda terangkat.

    Apabila semua noda sudah terangkat, bilas lantai dengan air bersih dan keringkan pakai handuk atau kain pel.

    Demikian cara mudah bersihkan noda cat yang menempel di kaca dan lantai keramik. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Mandi Kering Vs Kamar Mandi Basah, Ini Kelebihan dan Kekurangannya



    Jakarta

    Kamar mandi adalah ruangan buat penghuni membersihkan diri dengan air dan sabun. Nggak heran kalau ruangan ini sering kali dalam kondisinya basah dan licin.

    Penghuni perlu berhati-hati ketika berjalan di kamar mandi yang basah karena berisiko tergelincir. Oleh sebab itu, ada konsep kamar mandi kering yang memisahkan area basah dan kering. Konsep tersebut mencegah lantai menjadi basah dan licin.

    Lantas, apa perbedaan kamar mandi basah dan kamar mandi kering? Simak penjelasannya berikut ini dikutip dari Bathing Solutions dan Favourite Livin.


    Kamar Mandi Kering

    Concept of modern decoration design of bathroom with toilet and shower decorating with black and white ceramic for luxury hotel, condominium, residentialKamar Mandi Kering Foto: Getty Images/iStockphoto/indigosmx

    Dikutip dari Bathing Solutions, kamar mandi kering terbagi menjadi dua bagian, yakni area basah dan area kering. Kedua bagian tersebut terpisah oleh sekat kaca.

    Bagian kamar mandi yang kering biasanya terdiri dari kloset duduk dan wastafel. Sementara itu, area basah terdapat shower atau bathtub.

    Kelebihan

    Inilah kelebihan kalau punya kamar mandi kering.

    1. Lebih aman karena penghuni rumah tak perlu khawatir terpeleset saat berapa di area kering.

    2. Adanya sekat membuat kamar mandi lebih fungsional karena bisa dipakai oleh dua orang. Contohnya kamar mandi dipakai untuk mandi dan sikat gigi.

    3. Mudah untuk dirawat dan dibersihkan. Bagian basah perlu sering dibersihkan, sedangkan area kering bisa dibersihkan sekali dalam seminggu.

    Kekurangan

    Di sisi lain, kamar mandi kering mempunyai kekurangan dari segi luasannya. Luas kamar mandi yang ideal adalah 1,5×1,5 meter. Namun, konsep kamar mandi kering membutuhkan minimal luas 2×2 meter agar lebih lega.

    Kamar Mandi Basah

    Ilustrasi desain kamar mandi.Kamar Mandi Basah Foto: iStock

    Kamar mandi basah sering ditemui di rumah-rumah di Indonesia. Kamar mandi ini tidak ada sekat yang memisahkan area kering dan basah. Alhasil, seluruh lantai akan basah ketika penghuni rumah mandi.

    Kelebihan

    Inilah kelebihan memiliki kamar mandi basah di rumah.

    1. Kamar mandi basah tidak membutuhkan banyak ruang karena tidak ada pemisah antara bagian basah dan kering.

    2. Kamar mandi basah lebih hemat anggaran pembuatannya karena tidak perlu membeli bathtub dan shower tambahan, cukup sediakan bak mandi dan kloset duduk.

    Kekurangan

    Namun, ada beberapa kekurangan kamar mandi sebagai berikut.

    1. Kamar mandi harus rajin dibersihkan karena seluruh lantai dan dinding terkena air.

    2. Lantai kamar mandi rawan licin, sehingga penghuni berisiko terpeleset.

    3. Kamar mandi basah mudah lembap kalau tidak ada sirkulasi udara yang baik.

    Itulah informasi seputar kamar mandi basah dan kamar mandi kering. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Titik Ini Jarang Dibersihkan di Rumah, Bisa Jadi Sarang Debu


    Jakarta

    Rumah harus dibersihkan secara rutin agar bebas kotoran dan debu. Namun, ada beberapa bagian rumah yang sering kali luput dibersihkan, sehingga menjadi sarang debu.

    Debu merupakan kumpulan partikel kecil yang berasal dari kotoran, pasir, kulit mati, hingga bulu hewan peliharaan. Penghuni perlu membersihkan debu agar rumah tidak kotor serta terhindar dari penyakit.

    Lantas, bagian rumah mana saja yang biasa menjadi sarang debu? Simak penjelasannya berikut ini.


    Tempat yang Bisa Jadi Sarang Debu

    Inilah beberapa tempat yang sering kali menjadi sarang debu karena jarang dibersihkan, dilansir dari Southern Living.

    1. Gorden atau Tirai

    Gorden dan tirai mudah sekali kotor dan ditempeli debu karena biasanya terbuat dari bahan kain. Penghuni rumah perlu rajin mengganti gorden dan mencucinya. Jika gorden atau tirai tidak terbuat dari kain, penghuni bisa membersihkannya dengan kemoceng atau kain mikrofiber.

    2. Dipan Tempat Tidur

    Dipan adalah kerangka tempat tidur yang biasanya terbuat dari besi, kayu, atau bahan lainnya. Sisi-sisi dipan mudah jadi tempat berkumpulnya debu.

    Sebagai langkah pencegahan, penghuni perlu membersihkan sisi-sisi tempat tidur setiap membereskan kasur. Penghuni bisa menggunakan kain, mikrofiber basah, atau penyedot debu untuk membersihkan dipan.

    3. Dinding

    Dinding rumah juga dapat menjadi sarang debu. Debu masih bisa menempel walaupun dinding berbentuk vertikal.

    Bagian rumah ini memang jarang dibersihkan, sehingga nggak heran kalau debu menumpuk. Penghuni bisa membersihkannya dengan kain mikrofiber atau kemoceng bergagang panjang.

    4. Kusen Pintu dan Jendela

    Kusen adalah bingkai pada pintu dan jendela. Biasanya bagian atas dan dalam kusen sering berdebu karena jarang dibersihkan. Bagian tersebut bisa dibersihkan menggunakan spons kering dan basah.

    5. Ventilasi Udara

    Debu bisa masuk rumah melalui ventilasi udara. Tak heran, banyak debu menumpuk di bagian rumah ini. Penghuni dapat membersihkan ventilasi menggunakan kemoceng, kain mikrofiber, atau penyedot debu dengan sikat minimal sebulan sekali.

    Itulah beberapa tempat yang bisa menjadi sarang debu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bagian Dapur yang Paling Kotor dan Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu ruangan yang paling sering digunakan. Karena sering digunakan, ada beberapa bagian yang di dapur yang sangat kotor.

    Bagian-bagian tersebut tentunya harus dibersihkan secara rutin agar aman digunakan. Lantas, bagian dapur apa saja yang sangat kotor?

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Gagang Pintu dan Touch Pad

    microwavemicrowave Foto: iStock

    Setiap gagang, baik gagang pintu, lemari dapur, oven, maupun microwave rentan kotor karena sering dipegang setiap kali digunakan. Touch pad pada microwave pun demikian.

    Maka dari itu, bagian-bagian itu perlu dibersihkan karena sering kali dilewatkan begitu saja. Bersihkan bagian-bagian tersebut dengan semprotan pembersih yang mengandung disinfektan dan lap dengan kain bersih.

    2. Wastafel

    wastafelwastafel Foto: Getty Images/ben-bryant

    Walaupun air sering mengalir dan membuat wastafe tampak bersih, tapi bisa saja masih ada mikroba di permukaannya, terutama di celah-celah tempat wastafel yang terhubung dengan meja dapur, di sekitar saluran pembuangan, dan saringan sampah. Sebaiknya didisinfeksi setelah setiap persiapan masak, cuci piring, atau setidaknya sehari sekali.

    Gunakan pembersih wastafel yang mengandung disinfektan dan lap bersih atau tisu disinfektan sekali pakai. Jangan lupa bersihkan juga keran dan area meja dekat wastafel.

    Untuk membuat wastafel wangi, bisa juga menaruh kulit lemon bersamaan es batu di dekat saluran pembuangan wastafel lalu nyalakan air.

    “Lemon akan menyegarkan wastafel Anda sementara es membantu membersihkan kerak ringan pada bilah wastafel,” ujar ahli kebersihan dan COO Sparkly Maid San Antonio, Jessica Gonzalez, dikutip dari The Spruce, Selasa (5/8/2025).

    3. Talenan

    5 Cara Membersihkan Talenan Kayu Agar Awet dan Tak Mudah BerjamurTalenan kayu. Foto: iStock

    Talenan, apalagi yang terbuat dari kayu, bisa jadi sarang bakteri di celah-celah kecil. Sebaiknya siapkan talenan terpisah, satu untuk buat potong buah dan sayur lalu satu lagi untuk potong daging. Hal ini untuk mengurangi kontaminasi silang selama persiapan memasak.

    Untuk mencegah bakteri tumbuh, sebaiknya cuci talenan setiap penggunaan dengan air sabun panas lalu bilas hingga bersih pakai air panas. Selanjutnya, keringkan dengan lap bersih, jangan didiamkan hingga kering karena bakteri suka di tempat yang lembap dan hangat.

    4. Meja Dapur

    Meja dapur kuarsaMeja dapur. Foto: (Foto: iStock/hikesterson)

    Meja dapur juga bisa jadi salah satu bagian yang paling kotor. Sebab, kadang-kadang meja dapur dipakai untuk menaruh tas belanja dan juga untuk menyiapkan makanan.

    Bersihkan meja dapur dengan semprotan disinfektan sehari sekali atau sebelum menyiapkan makanan. Hindari bersihkan pakai spons atau lap bekas karena bisa jadi tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman.

    5. Spons, Sikat, dan Lap

    Blue whale sponge isolated on white background. Top viewIlustrasi spons. Foto: Istock

    Barang-barang tersebut termasuk dalam bagian dapur yang paling kotor. Kalau kalian menggunakan barang-barang itu, sebaiknya cuci dengan air panas setelah melakukan pembersihan.

    Itulah beberapa bagian dapur yang paling kotor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Seprai yang Jarang Diganti Bisa Sekotor Dudukan Toilet



    Jakarta

    Seprai mirip seperti pakaian yang harus rutin dibersihkan karena cepat kotor walau tidak dibawa ke luar rumah. Oleh karena itu, ada anjuran untuk sering mengganti seprai kasur.

    Dilansir dari BBC, sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan tempat tidur Amerika Amerisleep pada 2013 mengungkapkan gambaran seprai yang kotor ternyata mirip dengan kotornya dudukan toilet. Gambaran ini juga berlaku pada sarung bantal dan guling yang jarang diganti. Permukaannya menjadi tempat hidup bagi jutaan koloni bakteri atau colony-forming unit (CFU) per inci persegi. Jumlah ini setara dengan kotornya dudukan toilet dan mangkuk hewan peliharaan.

    Studi tersebut menguji penumpukan bakteri pada sarung bantal dan seprai yang tidak diganti selama empat minggu. Dalam satu minggu pertama, pada sarung bantal ditemukan sekitar 3 juta CFU bakteri per inci persegi. Jumlah ini 17.000 kali lebih banyak daripada jumlah yang ditemukan pada dudukan toilet. Lalu, pada seprai rata-rata ditemukan 5 juta CFU atau 25.000 kali lebih banyak daripada penemuan bakteri di gagang pintu kamar mandi.


    Bisa terbayang bagaimana jumlah koloni bakteri yang ditemukan pada minggu keempat? Benar, jumlahnya lebih banyak. Pada sarung bantal ditemukan 12 juta CFU, sementara seprai mengandung rata-rata hampir 11 juta CFU. Lebih banyak dari penemuan bakteri pada pada mangkuk hewan peliharaan dan tempat sikat gigi.

    Jenis bakteri yang ditemukan pada seprai, sarung bantal, dan sarung guling adalah bakteri Staphylococcus. Bakteri ini juga umum ditemukan pada kulit manusia. Sifat bakteri ini jinak, tetapi dapat menyebabkan infeksi kulit, jerawat, dan pneumonia pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    Lantas, seberapa sering kita harus mengganti seprai?

    Dilansir dari Homes & Gardens, ahli menyarankan seprai diganti setidaknya dua minggu sekali. Waktu penggantian seprai ini bisa lebih sering apabila pemakainya banyak dan orang tersebut sering keluar rumah.

    “Beberapa orang menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur dibandingkan saat mengenakan pakaian, sehingga masuk akal untuk mencuci seprai lebih teratur,” kata Nick Drewe, pakar rumah tangga di WeThift.

    Selain itu, seprai harus lebih sering diganti apabila orang tersebut mudah berkeringat terutama saat cuaca sedang panas. Waktu penggantian seprai sebaiknya 3-4 hari sekali. Seprai yang lembap bukan hanya dapat memicu munculnya bakteri saja, melainkan jamur juga.

    Tips lain untuk menjaga permukaan seprai tidak lembap adalah setelah bangun tidur biarkan seprai selama beberapa menit. Jangan dipakai dahulu dan tertimpa selimut hingga bantal dan guling. Sebaiknya bantal, guling, dan selimut dijemur di bawah sinar matahari untuk memusnahkan jamur. Alasan kasur dibiarkan kosong adalah untuk mengeringkan kelembapan.

    Apabila kamu jarang menggunakan kasur atau lebih banyak bepergian, tidak apa-apa jarang mengganti seprai, tetapi pastikan jika kasur tersebut dilapisi penutup agar debu tidak menempel.

    Sebaliknya, kamu harus mencuci seprai sekali jika kasur berpotensi lebih cepat kotor. Misalnya kamu selalu berkeringat saat tidur, atau kamu berbagi tempat tidur dengan hewan peliharaan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com