Tag: simple

  • 5 Tips Jaga Rumah Selalu Rapi ala Orang Minimalis



    Jakarta

    Gaya hidup minimalis bisa diterapkan mulai dari mengatur barang-barang di dalam rumah. Konsep ini mengajarkan penganutnya sadar akan barang yang dimilikinya dan tidak menumpuk barang yang bikin rumah berantakan.

    Seorang minimalis biasanya menyimpan barang yang benar-benar penting dan terpakai. Jumlah barang yang dimiliki pun tidak berlebihan, sehingga rumahnya lebih mudah dijaga kerapiannya.

    Lalu, bagaimana cara menjaga rumah selalu rapi ala orang minimalis? Simak penjelasannya berikut ini.


    Tips Menjaga Rumah Selalu Rapi ala Orang Minimalis

    Inilah cara menjaga kerapian rumah dengan menerapkan gaya hidup minimalis, dikutip dari The Spruce.

    1. Sering Sortir Barang

    Founder The Simple Life Rachel Whiteaker mengatakan seorang minimalis tidak menumpuk barang-barang. Mereka sering menyortir barang-barang yang tidak terpakai setiap hari atau setiap minggu.

    “It doesn’t have to be a huge production or time block. A little each day keeps the clutter away,” kata Whiteaker dikutip dari The Spruce, Senin (14/4/2025).

    2. Hanya Simpan Barang yang Digunakan

    Penganut gaya hidup minimalis tidak menyimpan barang yang tidak mereka pedulikan. Lalu, mereka juga tak akan menyimpan barang yang tak akan digunakan.

    “Selalu tanyakan pada diri sendiri: Apakah Anda menyukainya, apakah Anda membutuhkannya? Jika tidak, jangan membelinya atau jangan menyimpannya,” katanya.

    3. Terapkan Sistem Satu Masuk, Satu Keluar

    Pemilik Designing with Less Michelle Parravani mengatakan banyak orang tak asing dengan sistem ‘one in, one out’ atau ‘satu masuk, satu keluar’. Seseorang yang menerapkan sistem ini akan mengeluarkan satu barang lama yang jarang dipakai setiap membeli satu barang baru.

    “Jika Anda dapat melakukan ini, Anda dapat mengkurasi barang-barang yang lebih Anda hargai dan sukai,” katanya.

    4. Sering Rapikan Barang

    Parravani menyebut seorang minimalis tidak membiarkan pekerjaan rumah menumpuk. Sebaiknya mencicil pekerjaan rumah yang mudah setiap hari. Ia menyarankan untuk segera membereskan rumah dalam waktu lima menit saja.

    Selain itu, Founder Shira Gill Home dan penulis buku Minimalista menyarankan untuk merapikan rumah selama lima menit saja setiap hari sebelum tidur.

    “Bersihkan meja dan permukaan, simpan barang-barang yang sudah digunakan, dan atur ulang tempat Anda, sehingga dapat bangun dengan rumah yang tenang dan rapi keesokan harinya,” katanya.

    5. Sembunyikan Barang

    Menurut Gill seorang minimalis punya kebiasaan menyembunyikan barang-barang daripada memajangnya. Artinya ada tempat penyimpanan untuk berbagai jenis barang.

    Misalnya, menyimpan kotak tinta printer atau kabel charger ponsel di dalam lemari tertutup atau keranjang, sehingga barang-barang ini tidak menambah kekacauan visual di rumah. Pastikan untuk memberi label pada kotak penyimpanan agar tidak melupakan barang apa yang dimiliki di rumah.

    Itulah cara merapikan rumah ala orang minimalis. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Langkah Bersihkan Kamar Mandi biar Nggak Jadi Sarang Kuman


    Jakarta

    Kamar mandi adalah salah satu ruangan paling kotor di rumah. Ruangan ini tempat penghuni membersihkan diri dan buang kotoran.

    Nggak heran kalau kamar mandi menjadi tempat yang cocok buat kuman bersarang. Kabar baiknya, membersihkan kamar mandi secara mendalam nggak sulit, kok!

    Lalu, bagaimana cara merawat kamar mandi agar bebas kuman? Yuk, simak langkah-langkah membersihkan kamar mandi berikut ini.


    Cara Bersihkan Kamar Mandi

    Inilah sederet hal yang bisa dilakukan untuk membersihkan kamar mandi dikutip dari Real Simple.

    1. Bersihkan Kerak Pancuran Air

    Pancuran air atau shower bisa jadi sarang bakteri yang bisa menyebabkan penyakit pernapasan. Untuk membersihkannya, tuang cuka putih ke dalam kantong plastik dan masukkan pancuran air sampai terendam.

    Ikat kantong plastik dan biarkan semalaman. Saat pagi tiba, lepas plastik dan nyalakan pancuran air untuk membilas.

    2. Bersihkan Tirai dan Pintu Kamar Mandi

    Kuman dari pancuran air dan tubuh penghuni rumah bisa menempel pada tirai dan pintu kamar mandi. Pastikan untuk membersihkan dua area tersebut, tapi jangan lupa untuk membaca panduannya.

    Cuci tirai kamar mandi menggunakan detergen. Sementara itu, pintu kaca tempat shower dibersihkan menggunakan pasta terbuat dari tetesan cuka putih suling dan satu gelas soda kue.

    Aplikasikan pasta pada pintu dan biarkan selama satu jam. Lalu, bersihkan kaca dengan kain mikrofiber dan bilas dengan air. Terakhir, keringkan pintu menggunakan kain mikrofiber kering.

    3. Bersihkan Nat Ubin

    Nat ubin berpori, sehingga kotoran dan bakteri mudah terperangkap. Celupkan sikat nat atau sikat gigi bekas ke dalam pemutih dan gosok bagian yang berubah warna, lalu bilas hingga bersih. Pastikan untuk ada ventilasi pada ruangan saat mengerjakan ini.

    4. Bersihkan Meja Kamar Mandi, Dinding, dan Langit-langit

    Sabun dan kotoran dari tubuh penghuni rumah bisa tertinggal pada permukaan di kamar mandi, seperti meja, dinding, dan langit-langit.

    Bersihkan permukaan kamar mandi dengan menyemprotkan pembersih serbaguna. Biarkan selama 20 menit, lalu lap semua permukaan menggunakan kain mikrofiber bersih.

    5. Bersihkan WC

    Tuangkan satu gelas soda kue ke pada WC dan diamkan selama beberapa menit. Selanjutnya, sikat dan siram WC.

    Jangan lupa untuk menutup WC duduk setiap akan disiram atau flush. Lalu, gunakan kipas ventilasi untuk menyedot bakteri sebelum mengendap di kamar mandi.

    6. Bersihkan Wastafel

    Saluran pembuangan wastafel merupakan salah satu bagian paling kotor di dalam kamar mandi. Untuk itu, bersihkan wastafel dengan menuangkan cuka putih atau soda kue ke dalam saluran pembuangan. Lalu, siram menggunakan air panas.

    Bagian keran dapat dengan mudah dibersihkan memakai tisu basah desinfektan sekali pakai. Tak berhenti sampai situ, gunakan benang gigi untuk membersihkan ruang sempit dan kotor tempat pangkal keran dan keran air bertemu pada wastafel.

    Jangan lupa sekalian bersihkan cermin kamar mandi menggunakan pembersih kaca.

    7. Disinfeksi Gagang dan Gagang Pintu

    Gagang di pintu atau kabinet sering disentuh oleh para penghuni rumah. Oleh sebab itu, pastikan untuk membersihkannya setidaknya seminggu sekali menggunakan tisu basah desinfektan.

    Itulah cara membersihkan kamar mandi agar bebas kuman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Cukup Pakai Pengharum, Ini 7 Cara Hilangkan Bau Rokok di Dalam Ruangan



    Jakarta

    Merokok merupakan kebiasaan yang sulit hilang karena bisa dilakukan di mana saja bahkan di dalam rumah atau sebuah ruangan. Padahal, merokok di dalam rumah sangat berisiko terhadap kesehatan penghuninya.

    Asap rokok juga dapat menempel tak hanya pada pakaian, kulit, dan rambut, tetapi juga pada dinding, lantai, hingga perabotan di dalam rumah. Jika dibiarkan hal ini dapat membahayakan kesehatan penghuni seperti memicu timbul penyakit kanker dan paru-paru.

    Rumah atau ruangan yang sudah terkena asap rokok terlalu sering juga membuat baunya dapat menempel dan sulit hilang. Ketika tidak ada yang merokok pun, bau asapnya masih menyengat. Menghilangkan bau rokok tak semudah hanya menyemprotkan pengharum ruangan karena asap rokok menempel ke seluruh benda di ruangan.


    Lantas, bagaimana caranya membersihkan rumah atau ruangan agar terbebas dari bau rokok?

    Melansir dari situs Real Simple, terdapat 7 cara menghilangkan bau rokok sebagai berikut.

    Buka Pintu dan Jendela

    Pertama-tama buka pintu dan jendela untuk meningkatkan aliran udara di dalam ruangan. Bila perlu nyalakan kipas.

    Buang Asbak

    Buang asbak atau singkirkan abu rokok yang ada di dalam ruangan.

    Gunakan Cuka

    Tuang cuka putih suling ke dalam beberapa mangkuk kecil dan letakkan di sekitar ruangan di area yang tidak terganggu. Cuka berguna untuk menyerap bau.

    Bersihkan Perabotan

    Bersihkan segala perabotan di dalam ruangan, misalnya bantal, gorden, atau apa saja. Bersihkan dengan deterjen dengan menambahkan satu cangkir soda kue ke cucian.

    Taburkan Soda Kue

    Taburkan soda kue pada furnitur yang kering seperti sofa atau apapun, bisa gosok dengan sikat yang berbulu lembut. Kemudian, biarkan 4 hingga 8 jam lalu bersihkan dengan penyedot debu.

    Bersihkan Dinding

    Asap rokok juga bisa meninggalkan noda pada dinding, loh. Caranya campurkan 1 sendok teh pembersih serbaguna dan ½ cangkir soda kue pada 1 liter air hangat dalam ember kemudian aduk. Celupkan spons atau kain mirofiber ke dalam larutan, lalu seka dinding dari atas ke bawah dengan lembut. Kemudian, gunakan spons lain yang sudah dibasahi dengan air biasa untuk menyeka dinding agar menghilangkan sisa sabun.

    Bersihkan Karpet

    Pada karpet bisa gunakan penyedot debu, tetapi lebih baik taburkan soda kue dan diamkan selama 8 jam sebelum menyedot debu. Berikan penyegar kain untuk menghilangkan bau.

    Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar bau rokok di ruangan bisa hilang dengan maksimal. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Bersihkan Rumah dengan Cepat buat Orang Sibuk


    Jakarta

    Penghuni rumah bisa disibukkan dengan berbagai pekerjaan, keluarga, hobi, dan istirahat. Terkadang kesibukan itu sangat menyita waktu, sehingga terasa seakan tidak ada waktu buat membersihkan rumah.

    Padahal, menjaga rumah bersih dan rapi juga penting untuk kenyamanan penghuninya. Namun tenang aja, masih ada cara untuk merawat rumah di tengah kesibukan kok.

    Lalu, bagaimana cara menyiasati waktu terbatas untuk merapikan dan membersihkan rumah? Simak tipsnya berikut ini, dikutip dari Real Simple.


    Tips Bersihkan Rumah buat Orang Sibuk

    Inilah beberapa langkah untuk merapikan rumah di tengah kesibukan yang padat.

    1. Kerjakan Sesuai Urutan

    Terdapat tiga jenis tugas saat membersihkan rumah, yakni merapikan, membersihkan, dan mengatur. Berfokus pada tiga langkah berbeda membantu tugas menjadi lebih mudah dikelola dan lebih mudah disesuaikan dengan jadwal yang sibuk.

    Lakukan sesuai urutan kategori tersebut ketika membereskan rumah. Rapikan rumah dulu seperti mengembalikan barang-barang ke tempatnya, membuang sampah, dan mengumpulkan barang-barang yang perlu disortir.

    Kemudian, bersihkan rumah seperti mengelap, menyapu, dan mengepel. Terakhir, atur barang-barang ke tempat semula dan lakukan penyortiran.

    2. Buat Daftar Tugas

    Buatlah daftar tugas untuk membereskan rumah dan urutkan sesuai prioritas. Sempatkan untuk menyelesaikan tugas satu per satu di sela-sela kesibukan.

    Setelah satu tugas selesai, beri tanda agar penghuni rumah tahu sisa pekerjaan yang semakin menipis. Mengatur tugas dengan cara ini mengurangi hambatan dan waktu memikirkan untuk mulai mengerjakannya.

    3. Tak Perlu Lipat Pakaian

    Penghuni bisa melewatkan langkah-langkah yang tidak terlalu mempengaruhi kehidupannya., misalnya melipat pakaian. Daripada melipat pakaian, penghuni bisa beralih ke menggantung pakaian dan menaruh sisanya di tempat yang sudah tersortir.

    Mengidentifikasi tugas-tugas yang sebenarnya tidak penting memungkinkan penghuni untuk mengurangi beban tugas. Temukan sistem pengorganisasian alternatif yang bisa menghemat waktu.

    4. Sempatkan Sedikit Waktu Sebelum Tidur

    Di penghujung hari, sempatkan sedikit waktu hanya untuk tugas-tugas yang paling krusial untuk mempersiapkan ruang buat hari berikutnya. Lakukan pekerjaan sederhana saja tapi paling fungsional, misalnya membuang sampah, membersihkan dapur, dan menyiapkan bekal.

    Penampilan rumah tidak harus terlihat sempurna, tetapi harus berfungsi. Beberapa hal tersebut merupakan hal yang wajib dimiliki setiap hari.

    5. Taruh Alat Pembersih di Tempat yang Terlihat

    Siapkan alat pembersih di tempat yang terlihat dan mudah diakses. Dengan begitu, penghuni rumah bisa dengan mudah mulai bersihkan rumah ketika ada waktu dan motivasi.

    Meski cara ini bisa mengganggu pemandangan, setidaknya memberikan kemudahan bagi penghuni rumah.

    6. Gunakan Timer

    Sering kali penghuni rumah enggan memulai bersihkan rumah karena mengira akan menyita banyak waktu. Padahal, belum tentu tugas itu memakan waktu lama, lho.

    Menyetel timer atau pengatur waktu dapat menunjukkan durasi waktu untuk menyelesaikan tugas rumah. Jika penghuni rumah sangat sibuk, coba pasang timer 15 menit sehari untuk pekerjaan rumah.

    7. Buat Jadwal Bersih-bersih

    Kalau benar-benar tak sempat bersihkan rumah di tengah kesibukan, penghuni bisa membuat jadwal. Cukup membuat rutinitas yang sesuai dengan penghuni rumah daripada memaksakan diri.

    Dedikasikan satu hari setiap minggu untuk membersihkan keseluruhan rumah. Jika penghuni memerlukan waktu akhir pekan untuk beristirahat, coba buat daftar tugas yang sesuai dengan waktu yang dimiliki pada minggu itu.

    Itulah beberapa cara menyiasati waktu untuk membersihkan rumah bagi orang sibuk. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Matikan Lampu Saat Meninggalkan Ruangan? Ini Anjurannya



    Jakarta

    Sebagian orang mungkin sering mendengar anjuran untuk mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan. Harapannya, pemilik rumah bisa hemat tagihan listrik.

    Banyak yang percaya semakin lama lampu menyala, maka semakin banyak listrik yang terpakai. Alhasil, tagihan listrik bisa membengkak. Padahal, teknologi sudah semakin maju dan peraturan zaman dulu mungkin sudah tidak berlaku saat ini.

    Lantas, sebaiknya penghuni rumah mematikan lampu setiap kali meninggalkan ruangan? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


    Dilansir dari Real Simple, berdasarkan Department of Energy (DOE), semua bola lampu atau bohlam memiliki masa pakai yang terukur, dipengaruhi oleh seberapa sering bohlam dinyalakan dan dimatikan. Semakin sering bohlam dinyalakan dan dimatikan, semakin pendek masa pakainya.

    Oleh karena itu, daripada khawatir soal berapa lama lampu menyala, lebih baik memikirkan seberapa sering lampu tersebut dinyalakan dan dimatikan. Hal ini karena penghematan tagihan listrik dengan mematikan lampu bisa sangat kecil sedangkan biaya untuk mengganti bohlam usang secara berkala dapat melebihi biaya tersebut.

    Jadi, apakah penghuni rumah perlu mematikan lampu setiap kali meninggalkan ruangan atau tidak menggunakannya? Jawabannya terkadang iya, tetapi sering kali tidak. Hal ini tergantung pada jenis bohlam yang digunakan.

    Menurut DOE, efektivitas biaya mematikan lampu saat meninggalkan ruangan bergantung pada jenis bohlam dan biaya listrik. Namun, secara umum, semakin hemat penggunaan energi sebuah lampu, semakin lama penghuni dapat membiarkannya menyala.

    Jenis-jenis Bohlam

    1. Pijar

    Lampu Pijar adalah bohlam yang paling tidak efisien energi. Penghuni harus mematikannya setiap kali tidak digunakan.

    2. Halogen

    Meskipun lebih efisien daripada bohlam pijar, bohlam halogen menggunakan teknologi yang sama. Lampu ini tidak seefisien bohlam CFL dan LED, jadi sebaiknya dimatikan saat tidak digunakan.

    3. CFL (Compact fluorescent lamp)

    Bohlam CFL sangat efisien dan umur pakainya dipengaruhi seberapa sering lampu dinyalakan dan dimatikan. Jadi sebaiknya pikir-pikir dulu sebelum mematikannya.

    DOE menyarankan untuk membiarkan lampu menyala kalau penghuni bakal meninggalkan ruangan hanya selama 15 menit atau kurang. Jika penghuni meninggalkannya lebih lama, matikan saja lampunya.

    4. LED (Light Emitting Diode)

    Bohlam LED sangat efisien dan tidak terpengaruh oleh seberapa sering dinyalakan dan dimatikan. Jadi penghuni rumah tak perlu terlalu khawatir soal menyalakan dan mematikan lampu saat meninggalkan ruangan.

    Namun perlu diketahui saat menggunakan lampu LED, membiarkan lampu menyala selama beberapa jam tidak akan membuat perbedaan besar dalam tagihan listrik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tidur Sebelum Lakukan 6 Hal Ini di Rumah!


    Jakarta

    Membersihkan rumah memang melelahkan sehingga bagi sebagian orang melakukannya pada akhir pekan. Namun, membersihkan rumah juga perlu menjadi kebiasaan agar rumah senantiasa rapi dan sehat.

    Untuk memulai kebiasaan membersihkan rumah, penghuni rumah perlu mencoba beberapa hal yang harus dibersihkan sebelum tidur. Melakukan rutinitas pembersihan sebelum tidur ini akan meringankan beban di keesokan pagi.

    Dilansir dari situs Real Simple, berikut rutinitas pembersihan rumah yang bisa dilakukan pada malam hari atau sebelum tidur.


    1. Bersihkan Kamar Mandi

    Memang kedengarannya cukup melelahkan membersihkan kamar mandi pada malam hari. Namun, jika kebiasaan ini terus dilakukan maka akan membuat hidup lebih mudah. Sebab, pembersihan rutin kamar mandi dapat mencegah kotoran menumpuk akhirnya jika terbiasa maka kamar mandi dapat dengan mudah dibersihkan.

    “Ceceran pasta gigi dan bercak air dapat menumpuk dengan cepat, jadi membersihkannya dengan cepat juga di malam hari dapat membantu menjaga kamar mandi terlihat bagus,” ucap Michelle Urban, pengelola rumah professional The Organized House, dikutip dari Real Simple.

    Menurutnya, agar tidak membuat penghuni malas, simpan saja beberapa tisu desinfektan atau kain mikrofiber jika ingin membersihkan dengan cepat.

    2. Cuci Piring

    Piring yang menumpuk di wastafel dapat menjadi pekerjaan besar bila tidak dibersihkan dengan cepat. Bangun tidur tanpa melihat tumpukan cucian piring juga dapat membuat penghuni rumah merasa segar. Maka, jadikan mencuci piring sebagai kebiasaan yang senantiasa dilakukan sebelum tidur.

    3. Bersihkan Meja Dapur

    Membersihkan meja dapur dari barang yang berserakan juga mampu mencegah kotoran menumpuk. Sebab, meja dapur yang kotor dapat menarik hama dari sisa-sisa makanan sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Membersihkan meja dapur juga tidak memakan waktu banyak dan bisa dilakukan sebelum tidur.

    4. Buang Sampah

    Jika tempat sampah di rumah sudah penuh atau ada sampah yang menimbulkan bau, maka sebaiknya segera dituntaskan sebelum tidur. Hal ini berlaku untuk seluruh tempat sampah baik di dapur, kamar, atau kamar mandi. Membuang sampah dilakukan agar ketika bangun tidur tidak ada sampah yang meluap atau berbau.

    5. Merapikan Ruang Keluarga

    Seharusnya merapikan ruang keluarga tidaklah sulit dan memberatkan. Cukup dua hingga tiga menit seperti meletakkan barang-barang ke tempatnya atau merapikan bantal atau selimut. Supaya lebih mudah, sediakan keranjang lucu yang dapat menampung berbagai barang-barang acak.

    6. Melipat Pakaian

    Pakaian juga merupakan salah satu barang yang cepat menumpuk sehingga menyebabkan ruangan menjadi berantakan. Jika ada pakaian yang baru kering, maka lipat. Lalu, jika ada pakaian kotor berceceran, maka tumpuk di keranjang cuci.

    Itulah rutinitas membersihkan rumah sebelum tidur, semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Ini Cocok untuk Penghuni Rumah yang Super Sibuk


    Jakarta

    Memiliki tanaman di rumah tentu bisa menyegarkan pemandangan dan menjadi dekorasi alami. Apalagi kalau tanaman yang mudah dirawat, sudah pasti menjadi favorit banyak orang.

    Merawat tanaman dengan telaten tentu tidak bisa dilakukan oleh semua orang, terutama bagi orang-orang sibuk. Walau demikian, ada beberapa tanaman yang bisa lho dirawat oleh penghuni rumah yang super sibuk dan tidak punya banyak waktu.

    Tanaman apa saja kah itu? Dilansir dari Real Simple, berikut ini informasinya.


    1. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Salah satu tanaman yang bisa dirawat dengan mudah adalah lidah mertua. Tanaman ini bisa bertahan di tempat yang sulit atau jarang terpapar sinar matahari.

    Tak hanya itu, tanaman ini bisa bertahan tanpa air hingga 2 minggu, khususnya bila tanaman ini diletakkan di tempat yang gelap.

    2. Tanaman Dolar

    Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Zamioculcas (ZZ) atau tanaman dolar. Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

    Menurut pendiri Bouquet Box, Courtney Sixx, tanaman ini bisa bertahan pada kondisi cahaya matahari yang terang namun tidak langsung. Ia mengatakan bahwa tanaman ini hanya perlu disiram beberapa minggu sekali saja.

    “Kamu bisa menyiramnya setiap beberapa minggu sekali, biarkan mengering di sela-sela penyiraman. Tanaman ini tumbuh dari rimpang, yang memungkinkannya untuk menyimpan air, sehingga secara alami membuatnya tahan kekeringan. Anggap saja sebagai sumber air cadangan,” ujarnya dikutip dari Real Simple.

    3. Janda Bolong

    Monstera White TigerMonstera White Tiger Foto: Chairul Amri Simabur

    Tanaman janda bolong alias monstera ini juga cocok untuk penghuni rumah yang sibuk. Tanaman yang sempat ngetren beberapa waktu lalu ini cukup mudah dirawat.

    Menurut Sixx, tanaman yang satu ini juga bisa bertahan hidup di tempat dengan cahaya matahari yang terang namun tidak langsung. Tanaman ini hanya memerlukan penyiraman air setiap 7 hingga 10 hari sekali saja.

    4. Kaktus dan Sukulen

    Stylish room interior with beautiful potted cactiKaktus. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Kaktus maupun sukulen juga termasuk tanaman yang mudah dirawat. Tanaman tersebut kerap menjadi favorit bagi mereka yang ingin memiliki tanaman yang mudah dirawat dan tahan kering. Kaktus bisa bertahan selama 2 minggu tanpa air walaupun diletakkan di area yang terpapar sinar matahari langsung.

    5. Sirih Gading

    Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar in Palm Beach, Florida.Also known as the Epipremnum aureum. The Pothos Plant is a trailing, leafy vine that can reach lengths of up to 40 feet in tropical jungles. Its genus name is derived from the Greek words epi (meaning upon) and premnon (meaning a trunk) in reference to its growing on tree trunks.Indoors, the pothos plant usually confines itself to about six to 10 feet. Its leaves are bright and waxy with a noteworthy pointed heart shape, and are often green or variegated in white, yellow, or pale green. It is rare for them to flower or produce berries, especially indoors, but certain varietals can have tiny, petal-less white flowers that feature small berries.Also called devil's ivy, pothos can be grown in hanging baskets or as a potted plant on a desk. They are excellent at helping to purify the air and tolerant of fluorescent light, making them a popular choice for office environments. These plants can also help cleanse the air when grown in your home or office, as well.Sirih gading. Foto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

    Tanaman ini bisa bertahan hidup di tempat dengan cahaya matahari yang terang namun tidak terkena secara langsung. Sirih gading juga tidak perlu terlalu sering disiram, cukup 1-2 minggu sekali saja.

    Itulah beberapa tanaman yang cocok untuk penghuni rumah super sibuk. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari Tanam 5 Pohon Ini di Dekat Rumah, Bisa Rusak Bangunan


    Jakarta

    Bagi kalian yang ingin menanam pohon di rumah, sebaiknya hati-hati. Sebab, ada beberapa jenis pohon yang justru bisa merusak bangunan rumah.

    Tentunya para penghuni maupun pemilik rumah nggak mau dong bangunannya rusak karena pohon? Hal itu bisa menyebabkan penghuni rumah mengeluarkan banyak uang untuk melakukan perbaikan.

    Nah, ada beberapa pohon yang sebaiknya dihindari untuk ditanam di dekat rumah. Berikut ini daftarnya.


    1. Pohon Alpukat

    Pohon alpukatPohon alpukat Foto: Getty Images/iStockphoto/DenGuy

    Menurut California Polytechnic State University, akar pohon alpukat memiliki potensi merusak bangunan di dekatnya. Namun, ada cara untuk mengurangi kerusakannya yaitu dengan memilih batang bawah yang kurang invasif dan menanamnya sejauh 7,5 meter dari bangunan. Selain itu, bikin penghalang akar atau pot agar tidak tumbuh ke sembarangan arah.

    2. Pohon Mangga

    Bunch of green mango on tree in garden. Selective focusPohon mangga. Foto: Getty Images/iStockphoto/jantroyka

    Pohon mangga adalah tanaman yang mudah untuk dirawat. Pohon ini pun mudah untuk berbuah.

    Namun, menurut situs New Vision, pohon mangga memiliki akar yang kuat dan dalam. Akar ini dapat mencapai ke rumah dan merusak fondasi bangunan.

    3. Pohon Karet

    Virus corona jenis baru berdampak ke sejumlah sektor usaha salah satunya karet. Diketahui harga karet mengalami penurunan akibat mewabahnya virus itu.Ilustrasi pohon karet. Foto: Antara Foto

    Dalam catatan detikcom, sebaiknya tidak menenam pohon karet di dekat rumah atau halaman. Sebab, akarnya dapat menjalar dan merusak struktur rumah apabila sudah terlalu panjang.

    4. Pohon Bambu

    Pohon Bambu Tanaman yang Disukai Ular, Sebaiknya Jangan Ditanam di RumahPohon Bambu Foto: freepik/Freepik

    Pohon bambu memang mudah dirawat dan tumbuh. Namun, ada beberapa bambu yang sangat invasif yang akarnya tumbuh mendalam dan bisa merusak taman.

    “Bambu yang menjalar umumnya lebih invasif dibandingkan bambu yang berumpun, meskipun bambu apa pun bisa menjadi invasif jika tidak dirawat dan dijaga dengan baik,” kata ahli perkebunan di LeisureBench, Steve Chilton, dikutip dari Ideal Home, Senin (9/6/2025).

    Bambu juga tanaman yang kuat dan tangguh sehingga tidak ada yang bisa menghentikan laju pertumbuhannya. Maka dari itu, penghuni rumah harus mengendalikan pertumbuhan bambu tersebut apabila ingin ditanam di rumah agar tidak menjadi invasif.

    5. Pohon Dedalu

    pohon willow atau dedalupohon willow atau dedalu Foto: Photo by ROMAN ODINTSOV via pexels

    Pohon willow atau yang dikenal juga sebagai dedalu menjadi tanaman selanjutnya yang sebaiknya tidak ditanam di dekat rumah. Hal itu karena tanaman ini memiliki sistem akar yang agresif untuk mencari kelembapan sehingga dapat menyusup ke celah fondasi rumah yang akhirnya bisa menyebabkan masalah struktural.

    Pohon dedalu memiliki akar yang tumbuh cepat dan dapat tumbuh dekat dengan permukaan tanah, yang berpotensi merusak fondasi dan trotoar. Akar pohon willow tumbuh sangat cepat di tanah yang subur dan lembap serta dapat menimbulkan risiko pada fondasi jika pohon ini berada di dekat rumah.

    “Saya sarankan untuk memasang penghalang akar, memangkas cabang yang lebih rendah, dan menyiram pohon yang lebih jauh dari rumah untuk mengarahkan pertumbuhan akar menjauh dari pondasi,” kata pemilik Boston Landscape Co, Steve Schumacher, dikutip dari Real Simple.

    Itulah beberapa pohon yang sebaiknya dihindari untuk ditanam di dekat rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Selalu Disiram, 5 Tanaman Ini Bisa Tumbuh di Kondisi Kering


    Jakarta

    Menanam tanaman bisa memberikan kesan rumah asri apalagi ketika cuaca sedang panas. Tanaman biasanya tumbuh membutuhkan sinar matahari secara langsung dan ada yang tidak.

    Tanaman yang tak kuat menahan sinar matahari bisa layu dan tidak tumbuh karena mengalami kekeringan. Meski begitu, ada beberapa yang bisa bertahan hidup ketika cuaca sedang panas. Salah satunya adalah aloe vera alias lidah buaya.

    Tanaman yang kaya akan manfaat dan banyak ditemukan di Indonesia ini bisa tetap hidup di kondisi yang kering dan cuaca panas. Tanaman ini disebut bisa tumbuh lebih baik di tanah yang berpasir yang meniru lingkungan gurun tempat asalnya.


    Selain itu, masih ada beberapa tanaman yang tanah cuaca panas. Dilansir dari Real Simple, berikut ini informasinya.

    1. Lavender

    Lavender.Lavender. Foto: Mohammed Harith Khalil/Wikimedia Commons

    Tanaman cantik berwarna ungu ini memiliki wangi yang menenangkan. Tak heran, terkadang tanaman ini ditemukan di rumah. Ternyata lavender juga bisa bertahan hidup di lingkungan yang panas.

    “Lavender adalah tanaman yang menyukai sinar matahari penuh dan tanah yang dikeringkan dengan baik,” kata ahli perkebunan dan pelatih dibalik The Birch Arbor Gardens, Arianna Lappinin, dikutip dari Real Simple.

    2. Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryTanaman rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Tanaman yang kerap digunakan sebagai bumbu masakan ini juga bisa bertahan di kondisi cuaca panas. Jika pemilik rumah tinggal di tempat dengan iklim panas, rosemary tetap bisa tumbuh dengan baik sepanjang tahun.

    “Tumbuhan ini menyukai sinar matahari dan dapat bertahan hidup dalam kondisi kering,” kata Lambton.

    3. Bugenvil

    Herianto (35) merupakan warga Desa Karang Bendo, Kecamatan Tekung, Lumajang. Ia membudidayakan bunga bugenvil hingga meraup untung Rp 15 juta per bulan.Bugenvil. Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikcom

    Tanaman yang memiliki aneka warna ini bisa tumbuh setinggi 20 kaki dan lebar 40 kaki. Selain mempercantik taman rumah, bugenvil ini juga ‘tahan banting’ alias bisa bertahan hidup di lingkungan kering.

    “(Bugenvil) terkenal karena mekar lebih banyak saat kondisi kering, ini adalah pemandangan yang memukau di lanskap,” ujar director of design untuk Tilly, Kate Singleton.

    4. Bunga Terompet

    Yellow angel trumpet flower. The yellow flower that adorns the streets. Tropical flowers.Bunga terompet. Foto: Getty Images/iStockphoto/Photographer and graphic artist

    Tumbuhan ini memiliki warna yang indah ini bisa mempercantik taman rumah. Bunga terompet juga bisa mekar sempurna walau dalam lingkungan yang kering.

    5. Marigold

    Orange marigold flowers.Please see more similar pictures of my Portfolio.Thank you!Marigold. Foto: Getty Images/schnuddel

    Marigold menjadi salah satu tanaman favorit pemilik rumah karena bisa mengusir hama. Selain itu, warnanya yang cerah juga bisa membuat taman terasa lebih ‘hidup’.

    Tanaman tahan panas yang satu ini perlu disiram secara teratur pada awal musim, tetapi bisa tahan terhadap lingkungan kering.

    Itulah beberapa tanaman yang tahan cuaca panas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Begini Cara Pilih Cat Eksterior


    Jakarta

    Memilih warna cat eksterior sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Jika salah pilih warna justru bisa membuat rumah terlihat kusam hingga ketinggalan zaman.

    Banyaknya warna untuk dipertimbangkan tentunya sangat penting untuk memilih yang pas untuk rumah dan juga tak lekang oleh waktu. Pemilik pastinya nggak mau rumahnya sudah terlihat ketinggalan zaman padahal baru dicat beberapa tahun lalu.

    Salah satu warna yang sangat tidak disarankan untuk eksterior rumah adalah kuning. Para desainer sepakat bahwa warna tersebut bisa membuat rumah tampak tidak menarik dan terkesan jadul.


    Pendiri Studio Envie Jennifer Carter menuturkan cukup sulit untuk mendapatkan warna kuning sempurna. Terkadang terlalu kuning, terlalu kusam, atau terkadang terlihat keruh.

    Untuk mendapatkan warna eksterior rumah yang tepat, para desainer menyarankan beberapa hal. Dilansir dari Real Simple, berikut ini cara untuk memilih cat eksterior yang tepat.

    Hindari Warna yang ‘Berani’

    Desainer Melissa Mahoney menyarankan untuk menghindari warna-warna yang berani untuk eksterior rumah. Menurutnya, sebaiknya gunakan warna yang berani atau yang cerah pada pintu depan.

    Pilih Warna yang Berbeda dari Rumah Tetangga

    Mahoney menyarankan untuk memilih warna yang berbeda dari rumah tetangga. Menurutnya jika warna rumah sama seperti milik tetangga sekitar sangat disayangkan karena akan kehilangan sentuhan personal.

    Walau demikian, desainer Erin Tripodi mengingatkan untuk tidak berpikir terlalu out of the box agar terlihat sangat unik.

    “Rumah Anda harus tetap terasa seperti bagian dari lingkungan (perumahan),” katanya, dikutip dari Real Simple.

    Cek Warna Dulu

    Cara lainnya adalah mengecek warna dulu alias swatch cat di dinding luar rumah untuk mengetahui apakah cocok atau tidak.

    “Selalu uji tiga hingga empat sampel pada eksterior Anda dan amati pada waktu yang berbeda dalam sehari sebelum berkomitmen,” ujar Tripodi.

    Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan warna cat dinding eksterior yang cocok dengan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com