Tag Archives: singapura

Dompet Kripto Ini Tembus 30 Juta Pengguna, Naik 50% dalam 4 Bulan


Jakarta

Bitget Wallet, yang merupakan dompet Web3 memiliki 30 juta pengguna, rekor baru untuk pengunduhan aplikasi global di bulan Juli 2024, melampaui pertumbuhan MetaMask di bulan tersebut.

Dikutip dari Cointelegraph, Rabu (14/8/2024), sejak melampaui 20 juta pengguna pada Maret 2024, Bitget Wallet telah melonjak dengan pertumbuhan 50% hanya dalam waktu 4 bulan. Hal ini secara substansial telah meningkatkan posisi wallet ini di pasar kripto DeFi global. Dengan total unduhan di App Store Apple dan Google Play Store Android, angkanya mencapai 1,7 juta pada Juli 2024, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan 140% bulan sebelumnya.

Dibandingkan dengan tahun 2023, pengguna Bitget Wallet naik hingga 150% dalam satu tahun terakhir, karena melampaui dompet WEB3 lainnya dan paling banyak diunduh pada bulan Juli.


Saat ini, Bitget Wallet memiliki pengguna di lebih dari 168 negara dan wilayah. Bitget Wallet telah membuat terobosan signifikan di Eropa, Amerika Utara, dan Oseania, dengan pertumbuhan pengguna di Rusia, Italia, Swedia, dan Australia melebihi lebih dari 40 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, negara-negara seperti Prancis, Portugal, Inggris, Turki, dan Kanada telah menyaksikan tingkat pertumbuhan yang melebihi 1000%.

“Keberhasilan ekspansi internasional kami menyoroti peran penting dari inovasi dan pengembangan ekosistem di bidang Web3. Kami tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar, tetapi juga untuk mendorong seluruh industri ke depan, menciptakan nilai yang tak tertandingi bagi pengguna Web3 di seluruh dunia. Masa depan Web3 sangat cerah, dan Bitget Wallet sangat antusias untuk memimpin,” kata Alvin Kan, COO Bitget Wallet.

Di Asia, Bitget Wallet telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pengunduhan di Jepang, Filipina, dan Thailand telah melonjak sekitar 20 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, tingkat pertumbuhan pengguna di India, Vietnam, dan Singapura telah melebihi 300%. Pasar Afrika, khususnya Nigeria, telah muncul sebagai mesin baru untuk pertumbuhan Bitget Wallet karena baru-baru ini menduduki peringkat teratas di App Store Nigeria, melampaui aplikasi lokal populer seperti TikTok, dan WhatsApp.

Bitget Wallet adalah dompet pertama yang mencapai agregasi multi-chain, menawarkan grafik token on-chain, mendukung transaksi lintas rantai, dan mengintegrasikan pasar NFT dan launchpad di berbagai rantai. Inovasi-inovasi ini telah menetapkan standar untuk dompet Web3. Berfokus pada perdagangan aset on-chain, Bitget Wallet telah mengintegrasikan fitur-fitur inovatif yang memungkinkan pengguna untuk menemukan aset dan peluang baru sesegera mungkin. Sejak diluncurkan, Bitget Wallet telah terintegrasi dengan lebih dari 100 jaringan blockchain publik dan kompatibel dengan EVM.

Pada tahun 2024, Bitget Wallet telah menjadi dompet teratas dalam ekosistem memecoin, mendukung pelacakan smart money pada rantai Solana dan Base. Ini telah memperkenalkan fitur perdagangan canggih untuk perdagangan token meme, seperti selip otomatis, biaya gas nol, dan mode perdagangan instan. Ekosistem TON menjadi jaringan yang paling banyak ditransaksikan di Bitget Wallet, melampaui rantai publik yang sudah mapan seperti Polygon, Arbitrum, dan BNB Chain. Untuk rencana masa depan, Bitget Wallet bertujuan untuk memperkenalkan fitur dan inovasi baru dengan fokus pada pengalaman pengguna dan ekspansi global.

(fdl/fdl)



Sumber : finance.detik.com

Siapa Pemilik Indodax yang Diduga Kena Hack dan Kehilangan Rp 280 M?


Jakarta

Platform pertukaran mata uang kripto milik PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) diduga mengalami peretasan atau hacking. Akibatnya perusahaan itu disebut-sebut kehilangan dana hingga Rp 280,37 miliar yang sudah dikonversi dalam bentuk kripto.

Buntut dugaan peretasan pada sistem transaksi Aset Kripto itu, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) juga sudah memanggil Indodax untuk melakukan pemeriksaan. Siapa pemilik Indodax yang diduga terkena hacking hingga kehilangan uang miliaran rupiah ini?

Profil Pemilik Indodax

Melansir dari situs resmi Indodax, Kamis (12/9/2024), platform marketplace aset kripto pertama di RI itu didirikan oleh Oscar Darmawan dan William Sutanto pada 2013 lalu yang kala itu masih bernama Bitcoin.co.id atau Bitcoin Indonesia.


Dijelaskan, Oscar Darmawan merupakan lulusan dari Monash University Singapura pada tahun 2006 dengan gelar tanda Teknologi dan Sistem Informasi serta memegang sertifikat Keamanan Internet dari EC-Council USA (Certified Ethical Hacker).

“Menjadi pendiri sekaligus CEO PT Indodax Nasional Indonesia, ia bertanggung jawab atas operasional perusahaan dan turut mengedukasi masyarakat mengenai perkembangan teknologi blockchain di Indonesia, serta menjaga hubungan baik antara masyarakat dengan Indodax,” tulis perusahaan dalam situsnya.

Kemudian dalam situs Darmawan Capital, Oscar Darmawan merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Ia lahir di Semarang, 15 Desember 1985.

Karena keadaan ekonomi keluarga yang pas-pasan sewaktu kecil, Oscar disebut-sebut sudah gemar berbisnis seperti menjual mainan kepada teman sebaya saat masih SD. Masuk bangku SMP, ia menjual peralatan sekolah kepada teman-temannya.

Dikatakan uang yang didapat Oscar, ia pergunakan untuk membeli keperluan sekolah. Bahkan saat Oscar kuliah di Singapura, dirinya juga bisa menghasilkan uang sendiri.

Meski begitu, ternyata ia juga pernah menjadi salah satu korban perdagangan lewat Forex dan e-money. belajar dari kesalahan, Oscar sempat bekerja di perusahaan internet teknologi security setelah lulus dari Monash University.

Meskipun tidak mendapatkan dukungan dari keluarganya, setelahnya Oscar nekat mendirikan usaha bergerak di bidang web development, penyedia hosting, dan internet marketing pada awal tahun 2007 yang bernama Pondok Media.

Perusahaan itu ia dirikan dengan modal Rp 5 juta. Modal tersebut digunakan Oscar untuk belanja promosi seperti iklan sebesar Rp 1 juta, dan menyewa 4 komputer di sebuah warnet untuk dijadikan kantor operasionalnya.

Setelah sukses dengan Pondok Media, Oscar kemudian membangun forum bisnis internet di Indonesia bersama William Sutanto bernama ads-id.com. Selain itu Oscar juga bermitra dengan istrinya, Yenni, dengan membuka bisnis online hobihouse.com yang merupakan situs e-commerce peralatan kebutuhan bayi handmade.

Indodax Dilaporkan Kena Hack

Informasi terkait dugaan peretasan ini pertama kali disampaikan oleh perusahaan keamanan Web3, Cyvers Alerts, melalui akun sosial media X milik mereka.

Cyver Alerts mencatat terdapat alamat yang dilaporkan menampung aset senilai sekitar US$ 14,4 juta atau sekitar Rp 221,83 miliar (kurs Rp 15.405/dolar AS) yang kemudian ditukarkan menjadi Ether.

“Peringatan, hey @indodax, sistem kami telah mendeteksi beberapa transaksi mencurigakan yang melibatkan dompet Anda di berbagai jaringan. Alamat mencurigakan tersebut sudah menampung US$ 14,4 juta dan menukar token tersebut ke Ether,” tulis perusahaan itu di akun X-nya.

Namun setelah itu Cyvers merevisi angka potensi kerugian menjadi US$ 18,2 juta atau setara sekitar Rp 280,37 miliar. Kerugian ini didapat dari transaksi sebanyak lebih dari 150 kali. “Kami telah mendeteksi lebih dari 150 transaksi dan total kerugian US$ 18,2 juta, @indodax mohon ambil tindakan,” tambah Cyvers.

Namun jumlah kehilangan yang dialami perusahaan ini belum bisa dipastikan. Sebab hingga berita ini diterbitkan, pihak Indodax belum memberikan konfirmasi terkait laporan kehilangan ini.

Lihat juga Video: Aftech Soroti soal Indodax yang Diduga Alami Kebocoran Data

[Gambas:Video 20detik]

(fdl/fdl)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Terjun Bebas, Ini Penyebabnya


Jakarta

Harga mata uang kripto, Bitcoin (BTC) terjun bebas setelah menembus level US$ 100.000 pada awal Desember lalu. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin anjlok 5% menjadi US$ 95.519 pada Senin (9/12) kemarin.

Mengutip Coindesk, Selasa (10/12/2024) kapitalisasi pasar kripto global turun. Bitcoin kembali turun ke level US$ 95.000 atau 5% selama 24 jam terakhir. Sementara itu, Ether (ETH) turun 10% menjadi US$ 3.590.

Berdasarkan Indeks CoinDesk20, penurunan juga terjadi di beberapa aset kripto. Bahkan penurunan 20% untuk Cardano (ADA), Avalanche (AVAX), dan XRP (XRP).


Ada beberapa tanda menurunnya momentum di pasar kripto, termasuk menurunnya volume dan aksi ambil untung besar-besaran oleh pemegang jangka panjang. Pendiri 10x Research, Markus Thielen mengatakan fase ini merupakan salah satu fase konsolidasi sementara sebelum pasar kembali bullish.

“Namun, para trader sekarang harus memperhatikan dengan seksama posisi mana yang berkinerja lebih baik dan mana yang berkinerja buruk, karena reli memasuki fase di mana tidak semuanya akan terus meningkat,” kata Thielen.

Dia mengimbau agar para trader menjauhi segmen yang lebih lemah dan fokus pada aset kripto pilihan masing-masing. Hal ini dilakukan agar para trader dapat menavigasi pasar kripto secara efektif.

“Untuk menavigasi pasar ini secara efektif, para trader harus menjauhi segmen yang lebih lemah dan berfokus pada posisi inti mereka yang memiliki keyakinan tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, perusahaan perdagangan aset kripto terkemuka di Singapura, QCP Capital dalam laporannya menyebut kondisi tersebut disebabkan beberapa hal, di antaranya para trader di pasar semakin memposisikan diri untuk dalam kondisi sideways hingga akhir tahun, mengambil untung dari tren bullish mereka sebelumnya, hingga berpotensi memperpanjang posisi hingga awal tahun depan.

“Meskipun kami masih bullish secara struktural, (harga) spot kemungkinan seperti sekarang selama sisa musim liburan,” tulis laporan tersebut.

Lihat juga Video: Cara Situs Judi Online Samarkan Transaksi: Pakai Kripto-Money Changer

[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)



Sumber : finance.detik.com

Fintech Ini Dapat Kredit dari BlackRock-InnoVen Capital Rp 1,3 T


Jakarta

Perusahaan financial technology (fintech), Atome Financial, menerima fasilitas penyaluran dana kredit dari BlackRock dan InnoVen Capital hingga US$ 80 Juta atau sekitar Rp 1,3 triliun (kurs Rp 16.369/dolar AS).

Diketahui tim kredit swasta BlackRock memiliki rekam jejak yang kuat dalam investasi kredit swasta. Sementara InnoVen Capital merupakan penyedia pembiayaan ventura yang mendukung perusahaan tahap awal dan pertumbuhan di Asia Tenggara, China, dan India.

Chief Commercial Officer Atome Financial, Andy Tan, mengatakan fasilitas dana kredit ini akan mendukung pertumbuhan produk perusahaan, memperkuat kemitraan dan portofolio regional di pasar Asia Tenggara termasuk Singapura, Malaysia, Filipina, dan Indonesia.


“Kami sangat gembira dan merasa terhormat menyambut BlackRock dan InnoVen Capital sebagai mitra pemberi pinjaman baru kami,” kata Andy dalam keterangan resminya, Rabu (12/2/2025).

“Partisipasi mereka mencerminkan keunggulan operasional, kepemimpinan pasar, serta momentum bisnis luar biasa kami yang berkelanjutan, yang diharapkan akan meningkat pada tahun 2025,” sambungnya.

Sementara itu Head of APAC Private Credit di BlackRock, Celia Yan, mengatakan Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan peluang investasi kredit swasta yang menarik. Sehingga ia sangat mengapresiasi kerja sama penyaluran pendanaan kredit ini

“Atome Financial telah membuktikan dirinya sebagai pemain fintech terkemuka di Asia Tenggara dan kami berharap dapat terus mendukung percepatan ekspansi yang dilakukan,” kata Celia.

Sebagai tambahan Informasi, Atome Financial merupakan platform teknologi keuangan atau fintech bagian dari Advance Intelligence Group yang berkantor pusat di Singapura. Perusahaan ini meliputi Atome, platform pembiayaan dan penyedia layanan keuangan digital yang mencakup asuransi, kartu, dan pinjaman, serta Kredit Pintar.

Di Indonesia perusahaan ini juga sudah berlisensi, diawasi, dan diatur oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Sedangkan induk usahanya, Advance Intelligence Group, turut didukung oleh SoftBank Vision Fund 2, Warburg Pincus, Northstar, dan investor global yang berbasis di Singapura, EDBI.

Secara umum pada Tahun Fiskal 2024, Atome Financial yang mencakup Atome Buy-Now-Pay-Later (BNPL) dan Kredit Pintar mencatat kinerja bisnis yang solid. Hal ini ditunjukkan oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 45% YoY, menjadi US$ 280 juta.

Kemudian ada juga pertumbuhan nilai transaksi kotor (Gross Merchandise Value/GMV) perusahaan sebesar 35% YoY, menjadi US$ 2,5 miliar.

(fdl/fdl)



Sumber : finance.detik.com

OJK Sebut Uang Hasil Penipuan yang Dilarikan ke Kripto Sulit Dilacak


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan uang hasil penipuan bisa tidak dilacak karena dilarikan ke kripto. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi Mohammad Ismail Riyadi mulanya mengatakan salah satu orang yang terkenal yang tertipu dengan total kerugian Rp 330 juta.

Untungnya, orang tersebut sudah menghubungi Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) dengan segera sehingga dapat memblokir nomor rekening penipu.

“Karena dari scammer ini, itu akan melarikan uangnya dari, dipecah-pecah melalui beberapa bank, kemudian juga terakhir ini juga diarahkan kepada kripto, untuk bisa tidak dilacak gitu,” kata Ismail dalam acara Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah di Menara Radius Prawiro, Jakarta Pusat, Senin (28/4/2025).


Dari November hingga Maret 2025, IASC telah menyelamatkan dana Rp 137 miliar dari 98.713 laporan yang diterima. Selain itu, OJK juga telah memblokir 40.445 rekening penipu.

Ismail menerangkan, kecepatan dalam melaporkan dan menangani aduan tersebut menjadi penting, meskipun tingkat pengembaliannya (recovery rate) masih kalah dibanding negara lain, seperti Singapura dan Malaysia. Untuk itu, Ismail mengimbau agar segera melaporkan ke IASC apabila diduga terjadi penipuan, seperti telah membagikan kode One Time Password (OTP).

“Nah, ini kebetulan ada data yang menunjukkan ibu ada transaksi, mungkin kita bantu untuk blokir. Padahal itu sebenarnya penipuan, nanti sampai di OTP dan sebagainya terus kita ketipu. Nah ini, itu kalau terjadi demikian, apakah dalam bentuk WA atau dalam bentuk telepon dan sebagainya, itu bisa lapor ke Indonesia Anti-Scam,” terang Ismail.

‘Simak juga Video: Bareskrim Bongkar Penipuan Berkedok Investasi Kripto Internasional’

(rea/ara)



Sumber : finance.detik.com

Masih Diburu Interpol & OJK, Eks Bos Investree Malah Jadi CEO di Qatar


Jakarta

Mantan CEO PT Investree Radhika Jaya (Investree), Adrian Gunadi, yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) hingga red notice Interpol masih hidup bebas di Qatar. Bahkan kini namanya tercatat sebagai CEO perusahaan di negara itu.

Adrian Gunadi diketahui menjabat sebagai CEO JTA Holding Qatar, yang merupakan bagian dari JTA International Investment Holding yang berbasis di Singapura. Dalam situs resmi perusahaan, Adrian disebut sebagai operator global dan wirausahawan berpengalaman.

“CEO: Adrian A Gunadi. Operator global dan wirausahawan berpengalaman. Memimpin pertumbuhan teknologi keuangan di berbagai pasar Asia Tenggara,” tertulis JTA Holding dalam situs resminya, dikutip Jumat (25/7/2025).


Sementara itu, JTA International Holding sendiri merupakan perusahaan penyedia solusi keuangan dan investasi yang didirikan pada 2010 lalu. Seiring berjalannya waktu, JTA disebut berkembang menjadi penyedia solusi investasi yang aktif dengan kemitraan dan asosiasi yang kuat dengan perusahaan dan individu yang memiliki visi yang sama.

“Kehadiran global kami, yang terdiri dari kantor-kantor di berbagai negara, beserta jaringan mitra global kami, mendukung platform investasi JTA yang secara aktif mengidentifikasi dan mengkonvergensikan proyek-proyek investasi. Anak perusahaan kami bergerak di bidang energi, pangan, olahraga, kesehatan, pariwisata, teknologi, dan infrastruktur,” jelas perusahaan.

“Organisasi perusahaan kami, yang didirikan di perusahaan-perusahaan dengan kepemilikan mayoritas di Qatar dan Inggris, mengawasi dana investasi, memberikan arahan bisnis, dan memastikan tata kelola yang terstruktur di seluruh grup,” tulis JTA Holding dalam situs resminya lagi.

Sebagai informasi, dalam catatan detikcom kasus pengejaran Adrian Gunadi ini bermula pada 2023 saat Investree diterpa isu gagal bayar. Walaupun sempat membantah, namun beberapa bulan berlalu sejak awal 2023 masuk pengaduan mengenai dana nasabah yang tidak kembali.

Lalu pada awal 2024 di tengah semakin kencangnya kredit macet perusahaan, Adrian Gunadi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama Investree. Kala itu kredit macet perusahaan tercatat naik signifikan.

Hingga pada Desember 2024, mantan CEO Investree ini ditetapkan sebagai tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO). Tak sampai di situ, pada Februari 2025 lalu OJK kemudian mengajukan permohonan red notice terhadap Adrian kepada interpol.

Terakhir, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) Agusman mengatakan pihaknya bersama penegak hukum masih terus berupaya membawa pulang Adrian ke Indonesia untuk mempertanggungjawabkan kasus Investree.

“OJK terus berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum dalam upaya hukum terhadap Sdr. Adrian Gunadi antara lain untuk membawa saudara Adrian ke tanah air dan pengembalian kerugian Lender,” kata Agusman dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (8/6/2025) lalu.

(igo/fdl)



Sumber : finance.detik.com

Eks Bos Investree Masuk Daftar Red Notice, OJK Minta Ekstradisi


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) terkait pencantuman status red notice atau permintaan resmi kepada interpol untuk mencari dan menahan Adrian Asharyanto Gunadi.

Diketahui, Adrian Asharyanto Gunadi adalah tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana di sektor jasa keuangan. Ia sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Investree Radhika Jaya (Investree), sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

“OJK terus melanjutkan koordinasi dan korespondensi dengan aparat penegak hukum dan kementerian/lembaga terkait di dalam maupun luar negeri, untuk mendorong upaya pemulangan Sdr. AG ke Indonesia guna selanjutnya dilakukan proses hukum atas dugaan tindakan pidana maupun kewajiban perdata yang bersangkutan,” ujar OJK dalam keterangan tertulis, Rabu (30/7/2025).


OJK secara aktif berkoordinasi dengan interpol agar Adrian Asharyanto Gunadi dicantumkan pada red notice terhitung sejak tanggal 7 Februari 2025 sebagaimana dokumen Interpol Red Notice – Control No.: A-1909/2-2025.

Ke depan, OJK akan memastikan setiap pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku ditindak tegas sebagai bentuk komitmen OJK untuk mewujudkan industri jasa keuangan yang sehat dan berintegritas.

Sebagai informasi Adrian Asharyanto Gunadi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Akan tetapi, ia tercatat sebagai CEO perusahaan JTA Holding Qatar, yang merupakan bagian dari JTA International Investment Holding yang berbasis di Singapura. Dalam situs resmi perusahaan, Adrian disebut sebagai operator global dan wirausahawan berpengalaman.

Berdasarkan catatan detikcom, kasus pengejaran Adrian Gunadi bermula pada 2023 saat Investree diterpa isu gagal bayar. Walaupun sempat membantah, namun beberapa bulan berlalu sejak awal 2023 masuk pengaduan mengenai dana nasabah yang tidak kembali.

Lalu pada awal 2024 di tengah semakin kencangnya kredit macet perusahaan, Adrian Gunadi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama Investree. Kala itu kredit macet perusahaan tercatat naik signifikan.

Hingga pada Desember 2024, mantan CEO Investree ini ditetapkan sebagai tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO). Tak sampai di situ, pada Februari 2025 lalu OJK kemudian mengajukan permohonan red notice terhadap Adrian kepada interpol.

Lihat juga Video: Irjen Napoleon Tak Dipecat Polri di Kasus Red Notice

(hns/hns)



Sumber : finance.detik.com

Buronan Investree Jadi CEO di Qatar, OJK Masih Usaha Bawa ke RI


Jakarta

Eks CEO PT Investree Radhika Jaya Adrian Gunadi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) hingga red notice Interpol malah hidup bebas di Qatar. Bahkan kini namanya tercatat sebagai CEO perusahaan di negara itu.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan secara aktif telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum mengenai pencantuman nama Founder dan eks-CEO Investree Adrian Gunadi pada red notice terhitung sejak 7 Februari 2025. Sampai saat ini upaya pemulangan yang bersangkutan ke Indonesia masih terus dilakukan.

“OJK terus melanjutkan koordinasi dan korespondensi dengan aparat penegak hukum dan kementerian/lembaga terkait baik di dalam maupun luar negeri untuk mendorong upaya pemulangan Sdr. AG ke Indonesia,” kata Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman dalam jawaban tertulis, Kamis (7/8/2025).


Agusman menyebut upaya pemulangan Adrian Gunadi ke Indonesia agar dilakukan proses hukum atas dugaan tindakan pidana maupun kewajiban perdata yang bersangkutan.

Diketahui, Adrian Gunadi adalah tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana di sektor jasa keuangan. Kasus bermula pada 2023 saat Investree diterpa isu gagal bayar. Walaupun sempat membantah, namun beberapa bulan kemudian sejak itu masuk pengaduan mengenai dana nasabah yang tidak kembali.

Lalu pada awal 2024 di tengah semakin kencangnya kredit macet perusahaan, Adrian Gunadi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama Investree. Kala itu kredit macet perusahaan tercatat naik signifikan.

Sampai pada Desember 2024, mantan CEO Investree ini ditetapkan sebagai tersangka dan masuk DPO. Tak sampai di situ, pada Februari 2025 lalu OJK mengajukan permohonan red notice terhadap Adrian Gunadi kepada Interpol.

Malah Jadi CEO di Qatar

Lama menghilang, Adrian Gunadi justru tercatat sebagai CEO perusahaan JTA Holding Qatar, yang merupakan bagian dari JTA International Investment Holding yang berbasis di Singapura. Dalam situs resmi perusahaan, ia disebut sebagai operator global dan wirausahawan berpengalaman.

“CEO: Adrian A Gunadi. Operator global dan wirausahawan berpengalaman. Memimpin pertumbuhan teknologi keuangan di berbagai pasar Asia Tenggara,” tertulis JTA Holding dalam situs resminya.

JTA International Investment Holding merupakan perusahaan penyedia solusi keuangan dan investasi yang didirikan pada 2010. Seiring berjalannya waktu, JTA disebut berkembang menjadi penyedia solusi investasi yang aktif dengan kemitraan dan asosiasi yang kuat dengan perusahaan dan individu yang memiliki visi yang sama.

“Kehadiran global kami yang terdiri dari kantor-kantor di berbagai negara beserta jaringan mitra global kami mendukung platform investasi JTA yang secara aktif mengidentifikasi dan mengkonvergensikan proyek-proyek investasi. Anak perusahaan kami bergerak di bidang energi, pangan, olahraga, kesehatan, pariwisata, teknologi dan infrastruktur,” jelas perusahaan.

Lihat juga Video: Buron Paling Dicari Pemerintah China Dibekuk Imigrasi di Bali

(aid/rrd)



Sumber : finance.detik.com

Lika-liku Kejar Adrian Gunadi Eks Bos Investree hingga Ditangkap


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kepolisian RI resmi menangkap dan memulangkan eks Direktur Utama PT Investree Radika Jaya (Investree), Adrian Gunadi, setelah menjadi buronan internasional. Namun dalam proses penangkapannya, Adrian Gunadi disebut tidak kooperatif.

Deputi Komisioner Hukum dan Penyidikan OJK, Yuliana, menjelaskan Adrian Gunadi menggunakan PT Radhika Persada Utama (RPU) dan PT Putra Radhika Investama (PRI) sebagai kendaraan khusus atau special purpose vehicle untuk menghimpun dana ilegal Investree.

Selama tahap penyidikan, terang Yuliana, mantan bos Investree ini tidak berlaku kooperatif dan justru kabur ke Doha, Qatar. OJK pun menetapkan Adrian Gunadi sebagai tersangka, menerbitkan daftar pencarian orang (DPO), dan red notice pada 14 November 2024.


“Selama tahap penyidikan, kami menilai tersangka tidak kooperatif dan justru diketahui berada di Doha, Qatar,” ungkap Yuliana dalam konferensi persnya di Gedung 6000 PT Angkasa Pura II, Tangerang, Jumat (26/9/2025).

Yuliana mengungkap, penangkapan dilakukan melalui jalur G to G atau permohonan ekstradisi kepada Pemerintah Qatar. Selanjutnya, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mencabut paspor Adrian Gunadi.

“Proses pemulangan AAG dilaksanakan melalui mekanisme kerja sama NCB to NCB serta kolaborasi dengan berbagai pihak, dan di sini peran Menteri Dalam Negeri Qatar juga cukup besar untuk membantu suksesnya penahanan tersangka,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kadivhubinter Polri, Irjen Pol Amur Chandra, mengaku penangkapan Adrian Gunadi cukup rumit lantaran menggunakan proses G to G. Ia menyebut penahanan dengan skema tersebut membutuhkan waktu yang lama.

Namun titik baliknya, terang Amur, adanya konferensi Interpol Asia Regional di Singapura. Melalui ajang tersebut, Kadivhubinter berdiskusi dengan otoritas Qatar untuk membahas ihwal penangkapan Adrian Gunadi.

“Nah disitulah titik tolaknya pihak Qatar berkomitmen untuk melakukan atau membantu kita untuk mengamankan tersangka. Tersangka ini sudah memiliki permanen residen dan memang sulit untuk dipulangkan kalau dengan mekanisme yang normal,” ungkapnya.

(rrd/rrd)



Sumber : finance.detik.com

15 Tanaman Aquascape yang Mudah Dirawat, Cocok untuk Pemula!


Jakarta

Pernahkah kamu melihat akuarium ikan dengan taman indah di dalamnya? Nah, itu disebut aquascape. Aquascape bisa dibilang seni mempercantik akuarium atau media serupa dengan komponen seperti tanaman hias.

Pemilik akuarium tidak sebatas memelihara ikan saja tetapi juga memperhatikan ekosistemnya. Tanaman hias dan objek lain diatur sedemikian rupa agar tercipta tampilan estetis yang sekaligus mirip dengan habitat asli ikan. Tak jarang aquascape dijadikan interior rumah karena penampilannya yang sedap dipandang mata.

Untuk komponen tanaman hias di aquascape, kira-kira jenis apa saja ya yang biasa digunakan?


Tanaman Aquascape yang Mudah Dirawat

Selain menambah unsur keindahan akuarium, tanaman hias yang disusun berguna untuk menjaga kualitas air dan memberi tempat berlindung bagi ikan dan hewan lain di dalamnya. Dilansir Tropica Aquarium Plants A/S, berikut beberapa jenis tanaman aquascape yang mudah perawatannya:

1. Anubias nana

Anubias termasuk tanaman aquascape yang paling populer, terlebih varietas nana. Tanaman asal Kamerun ini dapat tumbuh subur di atas batu atau kayu. Jika ditanam di dasar, rimpangnya tidak boleh ditutup karena cenderung membusuk.

Anubias nana bisa tumbuh mencapai 5-10 cm. Pertumbuhannya agak lambat tapi daunnya bisa tahan cukup lama. Tanaman hias ini tidak akan dimakan oleh ikan herbivora.

2. Cryptocoryne wendtii

Cryptocoryne wendtii berdaun hijau dengan panjang mencapai 10-30 cm. Varietas berasal dari Sri Lanka satu ini akan tumbuh melebar jika diletakkan di dasar. Lebar rosetnya berkisar 8-15 cm. Cryptocoryne termasuk tanaman aquascape yang populer di kalangan pemula.

3. Bacopa caroliniana

Bacopa caroliniana dapat tumbuh setinggi 10-30 cm. Pertumbuhan tanaman ini lambat tetapi mudah diperbanyak dengan metode stek. Tunas yang dipotong akan cepat membentuk tanaman baru.

Tanaman batang asal Amerika Utara ini cocok untuk pemula dalam aquascaping. Lantaran tidak membutuhkan perawatan khusus dan cukup berada di pencahayaan dan tingkat CO2 yang rendah.

4. Bucephalandra pygmaea

Di alam, Bucephalandra pygmaea tumbuh di bebatuan atau kayu di aliran sungai. Tanaman yang mudah tumbuh ini mempunyai daun berwarna hijau dengan tepi bergelombang. Lebar daun sekitar 2 cm dan panjangnya 5 cm. Bintik-bintik putih akan muncul pada daun yang tumbuh sempurna.

Bucephalandra pygmaea lebih suka tingkat cahaya yang rendah. Batang dan rimpangnya tidak boleh ditutupi saat ditanam karena bisa menyebabkan tanaman membusuk dan mati.

5. Anubias coin leaf

Sesuai namanya, kultivar anubias barteri satu ini mempunyai daun yang berbentuk agak bulat dengan diameter 4-6 cm. Warnanya hijau pekat yang cerah dan pertumbuhannya merambat tapi cenderung lambat.

Anubias coin leaf mudah tumbuh di pencahayaan yang relatif rendah. Tanaman ini bisa diletakkan di atas batu atau kayu dalam akuarium. Tingginya dapat mencapai 5-15 cm dan tidak memerlukan tingkat CO2 yang tinggi.

6. Java moss

Taxiphyllum barbieri atau dikenal java moss tidak membutuhkan banyak cahaya untuk hidup. Lumut ini dapat setebal 3.010 cm dan mampu tumbuh di permukaan apa pun. Sangat ideal untuk menghiasi batu, akar pohon, atau tempat persembunyian ikan-ikan di aquascape.

Untuk menanamnya, ikat java moss dengan tali hingga lumut ini melekat pada dekorasi. Jika pertumbuhannya terlalu lebat maka dapat dipangkas dengan gunting.

7. Cryptocoryne tropica

Cryptocoryne varietas satu ini memiliki daun berwarna gelap dan bergerigi. Ukuran daunnya sekitar 10-20 cm dengan roset selebar 10-20 cm. Apabila ditanam di tempat terbuka, daunnya akan tergeletak melebar di dasar. Tanaman ini menyukai akuarium dengan tingkat CO2 rendah dan cahaya redup.

8. Helanthium tenellum

Helanthium tenellum sebelumnya bernama Echinodorus tenellus. Tanaman ini mudah tumbuh membentuk bak hamparan rumput setinggi 5-10 cm bila cahayanya bagus. Meski begitu, tingkat pencahayaan tanaman rosulat ini cukup rendah saja.

9. Anubias caladiifolia

Anubias caladiifolia dikembangkan di Australia. Meski pertumbuhannya lambat, tanaman ini dapat tumbuh subur membentuk sekelompok besar anubias. Batang kecilnya bisa menjalar setinggi 50 cm dan daunnya bisa awet sampai tahunan.

Anubias varietas satu ini hanya memerlukan pencahayaan redup dan tingkat CO2 yang rendah. Tanaman ini cukup ditempel di potongan kayu dan batu untuk tumbuh

10. Egeria densa

Egeria densa cocok untuk pemula di aquascaping. Tanaman ini tumbuh cepat dengan batang setinggi 40-100 cm dan lebarnya 2-4 cm saja. Laju pertumbuhan bergantung pada cahaya dan nutrisi yang didapatkannya.

Pertumbuhan Egeria densa juga tidak berhenti meski dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Hanya saja warna daunnya berubah menjadi terang dan sulurnya menipis. Tanaman ini bantu menciptakan keseimbangan di akuarium sedari awal dan mencegah alga.

11. Bucephalandra kedagang

Kedagang dari famili Bucephalandra berasal dari Kalimantan. Tanaman ini memiliki ciri khas daun panjang berwarna hijau tua dengan bintik-bintik putih. Panjang daunnya bisa mencapai 6 cm dengan lebar 1-2 cm.

Saat terendam air, warna biru metalik dapat muncul pada daunnya. Bucephalandra kedagang tidak lebih menyukai tingkat cahaya dan CO2 yang rendah.

12. Hottonia palustris

Hottonia palustris mudah ditanam dan dapat tumbuh rapat serta lebat. Tinggi setiap batangnya bisa mencapai 10-30 cm. Warnanya yang hijau cerah dan pertumbuhan tanaman ini yang membentuk kelompok rapat, menciptakan kontras yang menawan di taman aquascape.

13. Anubias petite

Anubias petite memiliki tinggi kurang dari 5 cm dengan daun berukuran kecil dan rimpang sepanjang 5-10 cm. Rimpangnya ini akan bercabang dengan baik dan menumbuhkan banyak daun.

Varietas yang muncul di Singapura ini ideal ditanam di atas potongan kayu dan batu. Sama seperti anubias lain, tanaman ini perlu diikat terlebih dahulu dengan tali sampai bisa menempel sendiri. Anubias petite tidak membutuhkan intensitas cahaya yang tinggi.

14. Spiky moss

Tanaman spiky moss dapat tumbuh setinggi 2-10 cm. Pertumbuhannya cepat pada intensitas cahaya sangat rendah. Lumut berasal dari Asia ini timbul paling baik di permukaan vertikal tempat tunas bercabang terlihat. Tanaman akan berbentuk bak karpet indah jika ditanam di selipan substrat bawah dengan celah kecil.

15. Java fern

Microsorum pteropus atau dikenal java vern atau pakis Jawa bisa tumbuh 15-30 cm. Idealnya tanaman ini tumbuh di atas komponen batu atau kayu di dalam akuarium. Perlu diikat terlebih dahulu dengan tali dan dilepas jika sudah kuat berdiri sendiri.

Java fern mudah diperbanyak cukup dengan membelah rimpang secara horizontal. Tanaman ini juga tahan hidup di berbagai kondisi. Bintik-bintik hitam di bawah daun adalah sporangia dan bukan tanda-tanda penyakit.

Nah, itu tadi sejumlah jenis tanaman aquascape yang mudah dirawat dan cocok untuk pemula. Jadi, kamu tertarik dengan tanaman yang mana nih?

(row/row)



Sumber : www.detik.com