Tag: siram

  • Cara Jitu Bersihkan Noda Cat Dinding yang Menempel pada Logam-Kayu


    Jakarta

    Saat mengecat dinding, pasti ada beberapa noda yang berserakan dan menempel di benda lain. Masalahnya, cat yang sudah menempel tersebut biasanya tidak bisa hilang jika hanya dibersihkan dengan air.

    Apabila digosok atau ditarik, justru dapat menimbulkan masalah baru, yakni permukaan benda rusak atau muncul goresan. Lantas, bagaimana cara membersihkannya?

    Dilansir This Old House, cara membersihkan cat yang menempel sembarangan berbeda-beda tergantung pada jenis material bendanya, misalnya logam, kain, atau beton. Berikut tips membersihkan cat dinding yang menempel sembarangan berdasarkan material tempatnya menempel.


    Cara Bersihkan Noda Cat Dinding

    1. Logam

    Material logam biasanya dipakai pada jendela, pintu, lemari, meja, hingga tangga. Untuk menghilangkan cat kering bisa dengan tiga proses, yakni penggunaan bahan kimia, pengamplasan, dan panas. Pengamplasan adalah solusi yang cepat dan mudah, tetapi apabila logam tersebut rapuh, bisa menggunakan bahan kimia seperti thinner untuk noda cat minyak dan cat kering.

    Cara menggunakannya pakai sedikit bahan kimia tersebut, lalu diamkan selama 5 menit, bersihkan dengan kain atau gosok sebentar permukaannya. Untuk metode penghilangan noda cat dengan panas harus dilakukan oleh ahli karena memiliki alat khusus.

    2. Karpet

    Saat mengecat dinding, seharusnya material berbahan kain disimpan jauh-jauh karena cat dapat dengan cepat mengering. Apabila sudah terlanjur menempel, siram karpet menggunakan air panas yang telah dicampur sabun cuci piring.

    Pastikan larutan tersebut terserap dan tunggu beberapa menit. Cek secara berkala hingga noda cat tersebut lunak dan mudah untuk dilepas.

    Jika cara tersebut tidak berhasil, coba ambil steamer genggam yang wujudnya seperti hair dryer. Arahkan alat itu ke noda cat tersebut sembari dikikis.

    3. Kayu

    Kayu sama seperti logam, cara membersihkan cat bisa memakai 3 cara yakni, bahan kimia, panas, atau pengamplasan. Jika memilih bahan kimia, oleskan bahan kimia tersebut dan diamkan selama beberapa menit. Kikis perlahan dengan pisau dempul atau pengikis cat.

    Kalau ingin mengampelas cat dari permukaan yang luas, gosok dengan hati-hati agar permukaan kayu tidak rusak atau tergores.

    Untuk cara dipanaskan bisa memakai heat gun. Namun, sebaiknya dilakukan oleh orang yang berpengalaman karena kayu mudah terbakar. Khawatirnya bukan membersihkan cat, melainkan merusak barang tersebut.

    4. Kaca

    Material kaca paling mudah dibersihkan karena bisa minim goresan juga. Caranya bisa dengan menggunakan silet atau benda tajam dengan sudut 45 derajat. Saat mengikisnya harus hati-hati, jangan terlalu menekan atau terlalu cepat menggosoknya. Sebelum digosok, bisa oleskan area noda dengan campuran air hangat dan cuka, lalu gosok dengan spons non-abrasif.

    5. Beton

    Cara membersihkan noda cat di beton bisa menggunakan sikat berbulu kaku. Sebelum itu, beton bisa diberikan cairan pembersih kimia dan tunggu beberapa menit sebelum disikat.

    6. Plastik

    Saat membersihkan noda cat dari plastik sebaiknya hindari penggunaan bahan kimia karena bisa membuatnya meleleh. Lebih baik gunakan pengikis plastik atau pisau dempul untuk mengikis cat secara perlahan. Sebelum itu, tuang minyak sayur, alkohol, atau aseton untuk mempermudah pengikisannya.

    Itulah beberapa cara untuk menghilangkan noda cat pada beberapa material, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Gampang Rawat Lidah Mertua biar Suasana Rumah Tambah Adem


    Jakarta

    Tanaman lidah mertua atau Sansevieria cocok ditanam di rumah. Tanaman hias ini bisa jadi pilihan bagi pemula karena mudah perawatannya.

    Selain gampang dirawat, lidah mertua bermanfaat buat lingkungan rumah. Lidah mertua tak hanya membuat suasana asri tetapi juga bisa memperbaiki kualitas udara serta mengatur kelembapan.

    Nah, bagi yang tertarik memelihara lidah mertua, pelajari dulu caranya berikut ini.


    Cara Merawat Lidah Mertua

    Inilah tips mudah untuk merawat lidah mertua, dilansir dari The Spruce.

    1. Tanam di Tanah Pot yang Gembur

    Lidah mertua sebaiknya ditanam di pot dengan campuran tanah yang gembur serta punya drainase yang baik. Tanah pot kaktus serbaguna merupakan pilihan terbaik karena tanaman tersebut bisa tumbuh subur di tanah yang berpasir.

    Namun, jangan gunakan tanah dengan persentase gambut tinggi. Tanah tersebut akan menahan terlalu banyak air.

    2. Beri Sinar Matahari

    Letakkan lidah mertua di jendela yang menghadap arah timur, selatan, atau barat. Tanaman ini perlu paparan sinar matahari sekitar 8-10 jam sehari.

    Meski begitu, sebenarnya lidah mertua tetap bisa bertahan dalam kondisi minim cahaya. Akan tetapi, pertumbuhannya akan lambat.

    3. Siram Air Saat Sudah Kering

    Lidah mertua tidak dianjurkan buat disiram air secara berlebihan. Terlalu banyak air justru membuat tanaman terendam dan akarnya membusuk. Penghuni rumah hanya perlu menyiram lidah mertua secara menyeluruh saat keadaannya benar-benar kering.

    Kalau tinggal di lingkungan dengan udara cenderung sejuk atau kering, lidah mertua cukup disiram sebulan sekali. Lalu, segera siram tanaman jika daunnya terlihat rapuh dan kering.

    4. Beri Pupuk

    Selain disiram, penghuni perlu memberi pupuk setiap enam bulan sekali biar lidah mertua tumbuh subur. Gunakan pupuk cair organik kalau lidah mertua ditanam di dalam ruangan.

    5. Rutin Cek Batangnya

    Terakhir, pastikan untuk rajin mengecek batang untuk tahu kondisi lidah mertua. Batang yang berubah warna jadi kuning dan bertekstur lembek adalah pertanda tanaman terlalu banyak disiram air sehingga akarnya membusuk.

    Itulah cara merawat tanaman lidah mertua. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Ada Banyak Cacing Muncul di Kamar Mandi? Ini Sebabnya


    Jakarta

    Cacing sering ditemukan di area rumah, salah satunya di dalam kamar mandi. Kehadiran hewan melata ini bikin sebagian orang merasa geli karena khawatir masuk ke dalam tubuh.

    Ada beberapa penyebab cacing bisa muncul di kamar mandi, salah satunya akibat kamar mandi yang lembap. Soalnya, kondisi tersebut sangat cocok bagi cacing untuk berkembang biak.

    Selain itu, ada beberapa faktor yang membuat cacing bisa muncul di kamar mandi. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Ini Penyebab Cacing Muncul di Kamar Mandi

    Hadirnya cacing di kamar mandi membuat sebagian orang merasa jijik dan tidak nyaman. Dilansir situs DIY Home Comfort, berikut penyebab cacing muncul di kamar mandi:

    1. Pipa Air Bocor

    Penyebab pertama karena terjadi kebocoran pipa air. Kondisi ini menyebabkan kamar mandi sangat lembap sehingga menjadi tempat yang cocok bagi cacing untuk menetap.

    Jika menemukan adanya kebocoran pipa air di rumah, sebaiknya segera diperbaiki. Selain mencegah kamar mandi lembap dan timbul cacing, langkah ini juga mencegah kerusakan yang lebih parah.

    2. Kamar Mandi Kotor

    Kondisi kamar mandi yang kotor juga menjadi tempat yang disenangi cacing. Soalnya, hewan melata ini kerap memakan bakteri dan kuman, sedangkan kamar mandi yang kotor menjadi sarang bagi bakteri untuk tumbuh.

    Selain cacing, kamar mandi yang kotor juga mengundang sejumlah hewan lainnya seperti kecoak, laba-laba, kamitetep, hingga tikus.

    3. Drainase Buruk

    Kondisi drainase yang buruk juga bisa menyebabkan banyak cacing di kamar mandi. Hewan tersebut dapat masuk melalui saluran pembuangan yang mampet atau kotor.

    4. Ada Celah di Kamar Mandi

    Cacing juga bisa masuk ke kamar mandi karena menemukan ada celah atau lubang. Cacing dapat masuk ke lubang kecil karena memiliki tubuh yang elastis. Biasanya hewan melata ini dapat masuk lewat celah dinding, lantai, atau lubang drainase.

    5. Suhu Lembap di Kamar Mandi

    Kondisi lembap di kamar mandi dapat memicu cacing bermunculan. Hal ini disebabkan oleh ventilasi udara yang buruk sehingga toilet lembap secara terus-menerus. Solusi untuk mengatasi masalah ini bisa memasang exhaust fan agar terdapat ventilasi udara.

    Cara Basmi Cacing di Kamar Mandi dengan Ampuh

    Cacing yang bermunculan di kamar mandi dapat diatasi dengan bahan sederhana. Simak tipsnya di bawah ini:

    1. Soda Kue dan Cuka Putih

    Kombinasi soda kue dan cuka putih ternyata efektif untuk membasmi cacing di kamar mandi. Caranya cukup mencampurkan baking soda dan cuka putih dengan perbandingan 50:50, lalu tuang air secukupnya dan aduk hingga merata.

    Jika sudah tercampur rata, siram cairan tersebut ke area yang terdapat cacing dan saluran pembuangan air di kamar mandi.

    2. Garam dan Air Sabun Mandi

    Penggunaan garam dan sabun mandi juga ampuh untuk membasmi cacing di kamar mandi. Cukup mencampur 500 gram garam dan 5 liter air sabun mandi, lalu kocok hingga merata.

    Setelah itu, siram cairan tersebut ke dinding, lantai, dan saluran air di kamar mandi. Setelah itu, sikat kamar mandi secara perlahan untuk membasmi cacing. Terakhir, bilas kamar mandi dengan air bersih.

    Itulah penyebab cacing dapat muncul di kamar mandi dan cara basminya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Sekadar Dekorasi, 4 Tanaman Ini Bisa Bikin Ruangan Lebih Sejuk


    Jakarta

    Tanaman merupakan salah satu dekorasi yang harus ada di rumah. Tanaman bisa membuat rumah terlihat asri, indah, dan sejuk.

    Keberadaan tanaman di dalam rumah bisa jadi salah satu alternatif mengatasi cuaca yang sedang panas-panasnya akhir-akhir ini. Beberapa jenis tanaman dikenal ampuh menyerap udara hangat dan melepaskan banyak oksigen di rumah.

    Studi NASA menyebut tanaman dapat menurunkan suhu karena melepaskan uap air saat bertranspirasi. Proses ini membuat tanaman tidak hanya menyejukkan diri, tapi juga lingkungan sekitarnya.


    Dilansir House Beautiful, berikut beberapa jenis tanaman yang bisa mendinginkan ruangan tanpa perlu pakai AC.

    1. Lidah Mertua

    Lidah mertua merupakan tanaman hias yang mudah ditemukan dan tumbuh di negara tropis. Bahkan tanaman ini bisa diletakkan di dalam ruangan.

    Manfaat tanaman ini adalah melepaskan uap air dingin yang membantu menurunkan suhu ruangan. Sebagai tanaman, tentu lidah mertua juga menghasilkan oksigen keluar. Tanaman ini tahan panas dan cocok ditempatkan di dekat jendela bahkan tanpa sering disiram.

    2. Tanaman Karet Kebo (Ficus Elastica)

    Tanaman kedua yang bisa dirawat di rumah adalah ficus elastica. Tanaman ini menyerap air lewat akar dan melepaskannya kembali melalui daun sehingga dapat membuat ruangan lebih sejuk. Cara merawat tanaman ini dengan menyiram air secukupnya agar tanah tetap lembap. Letakkan di tempat terang, tapi jangan terkena paparan matahari langsung.

    3. Lidah Buaya

    Lidah buaya sudah terkenal memiliki beragam manfaat bahkan sudah banyak diolah menjadi produk siap pakai. Di luar itu, lidah buaya sebagai tanaman hias itu sudah banyak manfaatnya. Tanaman ini bisa menjadi pendingin alami ruangan Selain bermanfaat untuk kesehatan kulit, lidah buaya juga bisa jadi pendingin alami karena kerap melepas uap dingin. Cara merawat tanaman ini pun tidak sulit, letakkan di area teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung, dan siram hanya saat tanah sudah kering.

    4. Beringin (Ficus Benjamina)

    Tanaman hias bernama beringin juga ada lho. Bentuknya indah dan biasanya harganya cukup mahal. Tanaman satu ini berbeda dengan pohon beringin yang memiliki batang yang besar dan rindang. Ficus benjamina atau beringin bisa tumbuh subur di dalam rumah dan menjaga udara tetap sejuk serta lembap. Supaya tetap segar, siram tanaman ini secara rutin terutama saat cuaca panas. Tempatkan di area terang dengan sedikit naungan. Lebih bagus jika di luar ruangan.

    5. Aglaonema

    Aglaonema atau chinese evergreen terkenal dapat membersihkan udara. Tingkat transpirasi yang tinggi membuat udara di sekitarnya jadi lebih lembap dan sejuk. Perawatannya mudah, cukup siram dengan sedikit air dan letakkan di tempat bercahaya redup.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa menjadi penyejuk rumah, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Mudah Bersihkan Kotoran dan Pipis Kucing yang Bikin Rumah Bau


    Jakarta

    Memiliki hewan peliharaan seperti kucing bisa sangat menyenangkan. Sebab, kucing bisa diajak bermain untuk melepas penat karena tingkahnya yang lucu

    Namun, kelucuan dan gemasnya tingkah kucing bisa hilang saat ketahuan buang air sembarangan di rumah. Selain lantai menjadi kotor, bau yang muncul sangat tidak sedap sehingga bikin tidak nyaman.

    Kalau menemukan ada kotoran dan pipis kucing di rumah, jangan khawatir. Hal itu karena ada beberapa cara mudah untuk membersihkan kotoran tersebut. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Cara Mudah Bersihkan Kotoran Kucing di Rumah

    Membersihkan kotoran dan pipis kucing di rumah dapat dilakukan dengan mudah. Dilansir situs The Vets, berikut langkah-langkahnya:

    1. Pakai Tisu atau Kain

    Untuk mengangkat kotoran kucing yang padat bisa menggunakan tisu atau kain. Agar lebih aman, gunakan sarung tangan karet guna mencegah bakteri dan kuman bisa masuk ke dalam tubuh.

    Masukkan kotoran kucing ke dalam kantong plastik, lalu buang ke dalam tempat sampah. Kemudian, bersihkan sisa-sisa kotoran di lantai dengan cairan pembersih agar bakteri tidak berkembang.

    Untuk pipis kucing, kamu juga bisa membersihkannya dengan tisu atau kain. Setelah itu, masukkan kain dan tisu yang penuh pipis kucing ke dalam kantong plastik, lalu segera buang ke tempat sampah.

    2. Jangan Buang Kotoran ke Kloset

    Sebagian orang memilih membuang kotoran kucing ke dalam kloset di kamar mandi. Sebab, kloset juga digunakan oleh manusia untuk buang air sehari-hari.

    Meski begitu, para ahli mengimbau agar tidak membuang kotoran kucing ke dalam kloset. Dikutip dari Green Matters, kotoran kucing mengandung organisme parasit, termasuk Toxoplasma gondii.

    Jika membuang kotoran kucing ke dalam kloset yang penuh air, maka parasit bisa masuk ke dalam sumber air dan menyebabkan infeksi yang disebut toksoplasmosis. Parasit ini sangat berbahaya bagi manusia, terutama bagi yang memiliki imun tubuh lemah dan ibu hamil.

    3. Hindari Pembersih Mengandung Amonia

    Siram lantai bekas kotoran dan pipis kucing dengan cairan pembersih. Langkah ini agar lantai kembali bersih, wangi, dan tidak ada sisa bakteri yang hidup.

    Pastikan cairan yang digunakan tidak mengandung zat berbasis amonia. Soalnya, penggunaan produk pembersih berbasis amonia dapat memicu kucing untuk pipis kembali di tempat yang sama.

    Sebaiknya gunakan produk pembersih yang mengandung enzim seperti campuran baking soda dan cuka putih. Selain itu, bisa juga menggunakan campuran detergen dan air soda.

    Demikian cara membersihkan kotoran dan pipis kucing di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Pasca Banjir Banyak Lumpur dan Bau? Begini Tips Bersihkannya


    Jakarta

    Saat rumah terendam banjir, bagian yang repot bukan hanya ketika air masuk dan mengotori semua ruangan, melainkan setelah air surut.

    Air yang masuk ke rumah, tidak mungkin bening seperti kondisi air keran. Pasti ada tanah, lumpur, kotoran, sampah, hingga hewan. Jadi bagian yang paling repot dan melelahkan adalah membersihkan rumah setelah terendam banjir.

    Tahapan untuk membersihkan bekas banjir sebenarnya sama seperti membersihkan rumah pada umumnya. Tambahannya adalah semua perabotan yang terendam harus dicuci bersih dan ditunggu sampai kering. Apabila air yang masuk cukup tinggi biasanya membersihkannya cukup lama, lebih dari sehari terutama untuk mengeringkan perabotan.


    Apabila ada detikers yang sedang mengalami hal serupa, yuk simak tips berikut agar bersih-bersih rumahnya cepat dan mudah.

    Cara Membersihkan Rumah yang Terendam Banjir

    Dilansir dari NSW Health ada tata cara untuk membersihkan rumah sehabis terendam banjir, berikut langkah-langkahnya.

    1. Siram Air ke Seluruh Ruangan

    Lantai merupakan bagian di rumah yang paling kotor setelah ruangan tersebut terendam banjir. Selain kotor, lumpur yang tertinggal juga mengeluarkan bau dan membuat lantai jauh lebih licin. Untuk mempermudah bersih-bersih, pastikan lantai bebas dari kotoran dan lumpur.

    Caranya adalah keluarkan barang-barang yang rentan basah dan ukurannya besar. Lalu siapkan beberapa ember air untuk disiram ke seluruh ruangan. Sebelum disiram pastikan mengetahui arah air harus keluar agar air tersebut tidak menggenang di dalam rumah. Penyiramannya bisa dengan selang atau dengan disiram biasa.

    2. Keringkan Rumah

    Setelah kotoran di lantai berkurang, gosok-gosok hingga bersih, bilas lagi, dan keringkan. Area yang dikeringkan bukan hanya lantai, melainkan keseluruhan rumah yang terendam banjir. Hal ini untuk mencegah rumah jadi lembap dan jamur tumbuh cepat di perabotan dan sisi rumah.

    Ketika mengeringkan pastikan seluruh ventilasi, seperti jendela dan pintu terbuka agar udara dan suhu panas di luar masuk ke dalam. Bisa juga menyalakan kipas angin untuk mempercepat proses pengeringan. Cek juga apakah ada sisa air atau lumpur yang terperangkap di rongga atau lantai rumah.

    3. Bersihkan Furniture

    Sembari menunggu ruangan kering, perabotan atau furnitur bisa sembari dibersihkan, misalnya dijemur, dicuci, atau dikeringkan. Apabila tidak pernah membersihkan barang tersebut, bisa meminta bantuan ahli atau mengajak anggota keluarga lain gotong royong. Perabotan yang sebaiknya tidak digunakan lagi setelah terendam banjir adalah kasur, bantal, guling, hingga perangkat elektronik.

    Untuk furnitur seperti kasur atau sofa dapat dicuci dengan air hangat dan detergen. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

    4. Cuci Bahan Kain

    Untuk seprai, selimut, dan pakaian yang terendam banjir juga wajib dicuci. Caranya adalah dengan direndam di air panas, jika bahan tersebut memang tahan panas. Selain itu, bahan kain juga bisa dicuci dengan metode dry clean.

    5. Disinfektan Benda-benda di Rumah

    Barang-barang yang sudah terendam air kotor selama beberapa jam pasti terjadi kontaminasi bakteri dan kuman. Oleh karena itu, pemilik rumah bisa melakukan disinfektan pada seluruh benda, seperti peralatan makan, alat masak, hingga mainan anak-anak agar benar-benar bersih.

    Seluruh benda tersebut wajib dicuci dengan air panas dan dibersihkan pakai sabun antiseptik. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari hingga kering.

    6. Atasi Jamur dan Lumut

    Cara membersihkan noda mirip jamur, pakai cairan pemutih yang dicampurkan ke dalam air. Lalu oleskan ke bagian noda tersebut, diamkan, dan bilas hingga bersih. Namun, sebelum itu pastikan bahan yang kotor tersebut aman dibersihkan dengan cairan pemutih.

    7. Pakai Sarung Tangan dan Alas Kaki

    Sebagai tambahan pengaman, selama membersihkan rumah lindungi badan dengan menggunakan sarung tangan sekali pakai dan alas kaki, seperti sepatu boot. Hal ini untuk mencegah kaki menginjak atau tangan memegang benda yang kotor dan dipenuhi banyak kuman. Kita tidak tahu jika air tersebut membawa kotoran hewan dan manusia, pecahan kaca, serpihan kayu, sampah medis, atau barang kotor lainnya.

    Itulah langkah-langkah membersihkan rumah yang terendam banjir, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Simpel Rawat Tanaman Saat Cuaca Panas Agar Tetap Subur


    Jakarta

    Beberapa hari terakhir cuaca panas ekstrem melanda sejumlah daerah di Indonesia. Suhu udara di luar ruangan saat siang hari bisa mencapai 37 derajat Celcius.

    Cuaca panas ekstrem tidak hanya bikin gerah dan pengap, tapi juga memengaruhi makhluk hidup lainnya seperti tanaman. Sebab, panas dari matahari bisa membuat tumbuhan layu dan akhirnya mati jika tidak dirawat.

    Apabila detikers memiliki tanaman hias di rumah, sebaiknya lebih sering dirawat dan diperhatikan ketika cuaca panas ekstrem. Ingin tahu tipsnya? Simak dalam artikel ini.


    Tips Merawat Tanaman Saat Cuaca Panas

    Beberapa tanaman seperti sukulen dan kaktus mungkin dapat bertahan hidup saat cuaca panas ekstrem. Namun lain halnya dengan tanaman hias dalam ruangan yang justru membutuhkan perawatan ekstra.

    Dilansir situs Ugaoo, berikut tips merawat tanaman hias saat cuaca panas ekstrem:

    1. Rutin Siram Tanaman

    Tips yang pertama adalah rutin menyiram tanaman saat cuaca panas sedang melanda. Sebab, udara panas menyebabkan air menguap lebih cepat sehingga tanaman lebih mudah dehidrasi.

    Teknik menyiram tanaman juga tidak bisa sembarangan. Sebaiknya siram tanaman secara perlahan agar tanah bisa punya waktu untuk menyerap air.

    Jika tanaman langsung disiram dalam jumlah banyak maka tanah tidak memiliki waktu untuk menyerap air dan langsung terbuang lewat lubang drainase. Sedangkan jika disiram terlalu sedikit maka hanya lapisan tanah bagian atas saja yang akan basah, sedangkan akar tanaman tetap dehidrasi.

    2. Jaga Kelembapan Tanaman

    Sejumlah tanaman hias menyukai kelembapan tinggi, seperti fittonia, monstrea, calathea, dan sejumlah pakis. Tanaman tersebut perlu disemprot air secara berkala saat cuaca panas ekstrem.

    Selain itu, isi pot tanaman dengan batu kerikil. Fungsinya untuk memastikan kelembapan tanah tetap terjaga dengan baik.

    3. Jauhi Tanaman dari Sinar Matahari Berlebih

    Saat cuaca panas ekstrem, sebaiknya jauhi tanaman dari sinar matahari langsung. Sebab, tumbuhan yang terpapar panas matahari berlebih bisa menyebabkan layu dan akhirnya mati.

    Pindahkan tanaman ke sudut rumah yang tidak terkena sinar matahari langsung sepanjang hari. Selain itu, siram tanaman secara berkala setiap pagi.

    4. Kenali Tanda-tanda Tanaman Stres

    Tanaman juga bisa mengalami stres akibat jarang dirawat. Ketika cuaca sedang panas-panasnya, tanaman bisa lebih mudah stres dan akhirnya mati.

    Ada sejumlah tanda-tanda yang perlu diketahui saat tanaman sudah mulai stres, yakni:

    • Tanaman tropis (terutama yang merambat) akan layu karena terlalu panas.
    • Muncul bintik-bintik cokelat pada tanaman.
    • Setelah itu, daun mulai berwarna kuning kecokelatan.
    • Jika tidak segera diatasi, daun akan berwarna cokelat tua dan mulai berguguran.

    5. Jangan Beri Pupuk Jika Tanaman Mulai Layu

    Banyak orang yang sengaja memberi pupuk tambahan untuk tanaman yang sudah mulai layu. Sayangnya, hal tersebut bukan ide yang baik dan justru membuat tanaman cepat mati.

    Meski pupuk bisa membantu tanaman jadi subur dan menambah nutrisi, tetapi tanaman yang stres akibat cuaca panas kurang tepat jika diberi pupuk. Tanaman lebih membutuhkan air yang cukup agar bisa kembali segar.

    Itulah tips simpel dalam merawat tanaman saat cuaca panas ekstrem. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuma Modal Lemon dan Soda Kue, Noda di Wastafel Langsung Hilang Total!


    Jakarta

    Stainless steel sering dipilih sebagai material tempat cuci piring atau wastafel. Alasannya stainless steel lebih tahan lama daripada baja dan besi, mudah dibersihkan, dan tidak mudah berkarat.

    Meskipun mudah dibersihkan, wastafel stainless steel tidak menjamin bebas dari noda bekas sabun. Penampakan noda tersebut seperti bentuk tidak beraturan berwarna putih atau titik-titik putih. Noda ini tidak dapat dibersihkan hanya karena digosok dan disiram air, perlu ada bahan tambahan lainnya agar bisa kembali kinclong.

    Dilansir Martha Stewart, berikut cara ampuh membersihkan noda bekas sabun di tempat cuci piring berbahan stainless steel.


    1. Taburkan Baking Soda

    Pertama, bersihkan tempat cuci piring dari barang-barang agar seluruh permukaannya benar-benar bisa dibersihkan. Lalu, siram sekali seluruh permukaannya dengan air hangat.

    Taburkan soda kue ke beberapa titik di tempat cuci piring yang basah tersebut. Gosok perlahan permukaannya dengan sikat atau spons dan diamkan beberapa menit.

    2. Bilas dengan Air Hangat

    Bilas permukaannya hingga bersih dengan air hangat. Pakai kain mikrofiber atau spons untuk memastikan semuanya kering.

    3. Gosok dengan Lemon

    Untuk memberikan aroma yang segar pada permukaannya, coba pakai lemon yang sudah dibelah menjadi dua. Gosokkan lemon tersebut ke seluruh permukaan wastafel. Air lemon yang keluar mengandung asam yang dapatmembantu membersihkan noda di permukaan tersebut dan menambah aroma segar.

    4. Tuangkan Cuka ke Wastafel

    Tuangkan sedikit cuka putih ke kain mikrofiber atau spons. Gosok permukaan tempat cuci piring dengan lembut.

    “Cuka akan bereaksi dengan sisa soda kue dan membantu menghilangkan endapan mineral,” kata Alicia Sokolowski, presiden dan co-CEO AspenClean, seperti yang dikutip pada Rabu (5/11/2025).

    5. Bilas Hingga Kering

    Bilas sekali lagi dengan air hangat untuk menghilangkan sisa cuka tersebut. Jika masih ada noda atau bercak yang tersisa, bisa ulangi cara yang sama hingga noda benar-benar menghilang.

    Itulah tahapan membersihkan tempat cuci piring berbahan stainless steel agar kembali kinclong, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Beli Lagi, Begini Cara Tanam Jahe di Rumah


    Jakarta

    Menanam jahe tidak perlu memiliki lahan yang luas, tanaman herba ini bisa tumbuh subur bahkan di dalam ruangan. Jadi, nggak ada lagi alasan nggak punya jahe di rumah karena kelupaan beli, kan bisa ditanam sendiri di rumah.

    Kenapa kita harus punya persediaan jahe di rumah? Manfaat jahe sangat banyak, mulai dari sebagai obat herbal, bahan masakan, bisa menyerap bau tak sedap pada makanan, tubuh, dan ruangan, hingga memiliki sifat anti-bakteri dan jamur.

    Manfaatnya yang banyak dan bisa untuk segala macam kebutuhan, jahe perlu tersedia setiap minggu di dapur. Oleh karena itu, daripada membeli di pasar dengan harga mahal, lebih baik menanam sendiri di rumah.


    Dilansir dari Martha Stewart, Jahe dapat ditanam dari akar yang dorman (rimpang). Cara jahe tumbuh mirip dengan kentang yang tumbuh dari tunas. Berikut langkah-langkah menanam jahe di dalam rumah.

    1. Beli Jahe Sehat

    Untuk menggandakan jahe, tentu membutuhkan jahe dahulu. Bukan dari bibit kecil. Ukuran jahe yang dibutuhkan tidak boleh kecil. Satu potong jahe seberat 230 gram sudah cukup.

    “Jahe itu pasti organik karena beberapa jahe non-organik telah diradiasi atau disemprot dengan inhibitor pertumbuhan, yang dapat mencegah jahe bertunas,” kata Ian Jerolmack, pemilik dan pengelola Stonecipher Farm, dikutip dari Martha Stewart, Kamis (13/11/2025).

    2. Rendam Jahe

    Langkah kedua adalah rendam jahe di dalam air selama satu hari sebelum ditanam di tanah untuk mempercepat perkecambahan. Sebagai catatan, cara ini tidak menjamin pertumbuhan akan sehat atau subur.

    3. Tanam Jahe

    Masukkan jahe ke dalam wadah yang sudah diisi tanah. Tanam sekitar 5 cm di bawah permukaan tanah. Alasannya agar jahe tidak cepat mengering.

    4. Simpan Jahe di Tempat Hangat

    Ini bagian yang penting. Jahe dapat tumbuh cepat di tempat yang hangat, seperti di atas kulkas (yang menghasilkan panas) atau ruangan yang minim ventilasi.

    Hindari menanam jahe di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Kuncinya adalah jahe perlu berada di sekitar area yang panas bukan yang tersiram sinar matahari. Sebab, sinar matahari tidak terlalu penting sampai tanaman menumbuhkan daun.

    “Hal terpenting saat menanam jahe adalah menjaga suhu pada 21 derajat Celcius atau lebih hangat, bahkan hingga 32 derajat Celcius,” ujar Jerolmack.

    5. Waktu Penyiraman

    Setelah itu, siram jahe seminggu sekali, tetapi air yang digunakan jangan terlalu banyak. Air di sini hanya untuk membantu tunas tumbuh karena bagian tersebut harus lembap di dalam tanah.

    6. Pindahkan ke Pot Baru

    Waktu tunggu untuk tunas Jahe rimbun sekitar 6-8 minggu, tetapi proses ini terkadang memakan waktu berbulan-bulan (terutama jika suhu tidak cukup hangat). Setelah daun jahe tambah tinggi dan besar pindahkan ke pot permanen.

    Itulah langkah-langkah menanam jahe di dalam ruangan, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Anti Ribet! 4 Cara Basmi Lalat Kecil di Kamar Mandi Pakai Bahan Alami


    Jakarta

    Kalau melihat serangga berupa lalat berukuran kecil di dinding atau sudut kamar mandi, bisa jadi itu lalat limbah. Serangga ini hidup di tempat yang lembap dan banyak material organik seperti di dapur dan kamar mandi.

    Dilansir dari Treehugger, Kamis (13/11/2025), lalat limbah sering muncul di wastafel yang jarang digunakan atau ada genangan air. Biasanya penghuni rumah bakal melihat lebih banyak lalat limbah saat kembali ke rumah dari liburan panjang.

    Serangga ini tidak berbahaya dan tidak menggigit. Akan tetapi, kemunculannya cukup mengganggu pemandangan penghuni rumah. Bayangkan saja kalau kamar mandi diserbu banyak lalat limbah, pasti suasananya kurang nyaman.


    Lalu, bagaimana cara membasmi lalat limbah? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

    Cara Basmi Lalat Limbah

    Inilah beberapa tips untuk menghilangkan lalat limbah pakai bahan alami.

    1. Perangkap Cuka Putih

    Penghuni rumah bisa membuat perangkap untuk menangkap lalat limbah. Campurkan gula, air, dan cuka putih dengan perbandingan yang sama ke dalam mangkuk. Lalu, tambahkan 5-10 tetes sabun cuci piring.

    Simpan perangkap itu di dekat lubang tempat lalat limbah bersarang semalaman. Lalat bakal tertarik untuk mendekati cairan itu dan berujung tenggelam.

    2. Tuang Cuka

    Campurkan ½ cangkir garam, ½ cangkir soda kue, dan 1 cangkir cuka. Lalu, tuangkan campuran tersebut ke lubang pembuangan dan biarkan semalaman. Setelah itu, bilas lubang pembuangan dengan air mendidih keesokan harinya.

    3. Perangkap Cuka Apel

    Selain itu, penghuni bisa bikin perangkap menggunakan cuka apel. Tuang ¼ cuka apel ke dalam gelas, lalu tutup dengan plastik.

    Tusuk-tusuk plastik untuk membuat lubang dan taruh perangkap itu dekat lubang pembuangan atau wastafel. Lalat limbah akan masuk ke dalam gelas itu dan terperangkap.

    4. Air Panas

    Bersihkan lubang pembuangan menggunakan sikat besi. Kemudian, siram lubang itu dengan banyak air mendidih. Penghuni bisa menyiram air mendidih sebanyak 1-2 kali sehari selama seminggu.

    Itulah cara alami untuk membasmi lalat limbah di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com