Tag: siram

  • Panjang Umur! 3 Tanaman Ini Bisa Hidup Hingga Puluhan Tahun


    Jakarta

    Memiliki tanaman di rumah bisa membuat hunian terasa asri dan sejuk. Biasanya, tanaman memiliki masa hidupnya, ada yang singkat ada juga yang bisa hidup hingga puluhan tahun.

    Masa hidup dari setiap tanaman ini bisa jadi pilihan penghuni rumah untuk memilikinya. Beberapa tanaman ini bisa hidup selama bertahun-tahun bahkan hingga puluhan tahun.

    Dilansir dari Real Simple, berikut ini informasi tanaman yang bisa hidup dalam waktu yang lama


    Lidah Mertua

    Snake plant, Dracaena trifasciata, Devil Tongue (Sansevieria trifasciata) in clay pot on white pattern wall background, wooden table. Small evergreen houseplant for modern home decor interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/M.photostock

    Tanaman yang satu ini merupakan favorit banyak orang. Tak hanya bentuknya yang menarik, perawatannya juga cukup mudah.

    Tergantung dari jenisnya, masa hidup lidah mertua bisa mencapai lebih dari 20 tahun. Tanaman itu juga bisa tumbuh hingga 4 kaki di dalam ruangan dan 8 kaki di luar ruangan.

    Saat memindahkan tanaman ini ke pot atau repotting, pastikan terdapat lubang drainase untuk mencegah pembusukan akar. Sebaiknya repotting dilakukan 2-3 tahun sekali.

    “Kesalahan terbesar adalah menyiram tanaman secara berlebihan. Masukkan jari Anda ke dalam tanah, dan jika dua inci bagian atas tanah kering, saatnya menyiram,” kata ahli perkebunan dan pendiri Gardenuity, Donna Letier, dikutip dari Real Simple, Senin (21/4/2025).

    Namun hati-hati ya kalau penghuni rumah memiliki hewan peliharaan karena tanaman ini beracun bagi kucing dan anjing.

    Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldTanaman giok. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman giok atau jade plant ini juga tanaman yang ‘tahan banting’ dan mudah dirawat. Tanaman ini juga bisa hidup dalam waktu yang lama.

    Tanaman giok menyukai area dengan banyak sinar matahari dan tak butuh terlalu banyak air. Daunnya yang menyimpan air memungkinkannya untuk bertahan ketika penghuni rumah lupa menyiramnya.

    Parlor Palm

    Parlor PalmParlor Palm Foto: Vesna/Pexels

    Parlor Palm atau palem yang tumbuh di dalam ruangan ini juga memiliki masa hidup yang lama. Umurnya bahkan bisa mencapai lebih dari 50 tahun.

    Tanaman yang satu ini mudah dirawat dan aman untuk anabul di rumah. Tanaman ini bisa tumbuh hingga 6 kaki namun biasanya hanya setinggi 3 kaki saja.

    Palem ini menyukai kelembapan dan sinar matahari langsung bisa merusak daunnya. Maka dari itu, simpan tanaman ini di tempat yang tidak terkena matahari langsung.

    Gunakan pot dengan lubang drainase untuk mencegah penumpukan air. Siram tanaman seminggu sekali. Jangan terlalu sering menyiram tanaman ini karena bisa membuat akar busuk jika tanah terus dalam keadaan basah.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa hidup lama bahkan sampai puluhan tahun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan yang Ampuh Bersihkan Noda Kopi yang Tumpah di Baju


    Jakarta

    Kopi adalah salah satu minuman yang tak pernah peminat. Apa pun mereknya, pasti bisa mendapatkan pasar. Rasa apa pun dengan campuran rasa lain tetap digemari.

    Saat membeli kopi, biasanya orang akan menyicipinya sembari berpindah tempat. Pasti ada saja kejadian, kopi tersebut terkena guncangan kencang hingga tumpah. Beruntung apabila air tersebut tumpah mengarah ke area yang bisa dibersihkan. Beda cerita jika kopi tersebut tumpah ke baju seseorang. Apalagi jika mereka tengah memakai baju berwarna cerah.

    Noda kopi pasti tertinggal di pakaian dan tak mudah hilang meskipun telah dibilas dengan air bersih. Noda coklat pasti akan tetap tertinggal pada bahan.


    Jika kejadian seperti ini terjadi pada kalian, jangan langsung kesal, noda kopi bisa dibersihkan dan pakaian bisa kembali bersih seperti sedia kala. Dilansir The Spruce, berikut caranya.

    1. Bersihkan dengan Air Dingin

    Noda kopi akan lebih cepat bersih jika dibilas dengan air dingin yang disiram. Caranya cukup siram noda tersebut dengan air dingin, kemudian diamkan selama 10-15 menit hingga noda hilang. Apabila noda masih belum hilang, kamu bisa membersihkannya dengan detergen.

    2. Bersihkan dengan Detergen Cair

    Cara instan lainnya untuk menghilangkan noda kopi setelah direndam air dingin adalah memberikan sedikit detergen cair atau bubuk. Diamkan kembali selama 3-5 menit. Setelah itu coba bilas sembari digosok pelan. Apabila belum hilang, kamu bisa menggosoknya lebih lama. Jika noda benar-benar membandel, coba rendam di air hangat selama 15 menit sebelum dibilas dengan air bersih.

    3. Pakai Cuka

    Dilansir Better Homes & Gardens, apabila noda kopi sudah mengering, sebaiknya menggunakan campuran cuka dan detergen yang sudah dicampurkan di dalam air. Rendam pakaian yang bernoda di sana selama 15 menit. Selanjutnya, bilas pakaian dan gantung supaya kering.

    Apabila kamu takut pakaian rusak, kamu bisa mencobanya terlebih dahulu pada area pakaian yang tidak terlihat, contohnya bagian bawah baju.

    4. Pemutih

    Bahan pemutih hanya ampuh dipakai untuk membersihkan pakaian berwarna putih. Caranya dengan mencampurkan 1/4 cangkir pemutih berklorin dan 3,7 liter air. Rendam pakaian selama 5 menit, bilas, dan cuci baju seperti biasa.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Lalat Limbah Muncul di Kamar Mandi? Ini Penyebab hingga Cara Basminya


    Jakarta

    Pernahkah melihat ada lalat kecil hinggap di kamar mandi? Serangga ini disebut lalat limbah dan bersarang di saluran pembuangan.

    Dilansir dari family handyman, lalat limbah hidup di saluran drainase, pipa, dan air yang tergenang. Larvanya memakan pertumbuhan berlendir di tempat tersebut.

    Larva lalat limbah sulit dilihat di dalam saluran pembuangan. Namun, penampakan lalat kecil di sekitar rumah seperti di kamar mandi dan dapur merupakan tanda ada larva bersarang di saluran pembuangan.


    Lantas, kenapa lalat limbah muncul di kamar mandi ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Lalat Limbah Muncul di Kamar Mandi

    Inilah alasan lalat limbah kerap ditemukan di kamar mandi.

    1. Lapisan Mikroorganisme di Saluran Pembuangan

    Lalat limbah tertarik pada bahan yang berbau busuk. Nah, lapisan pertumbuhan mikroorganisme yang terbentuk di saluran pembuangan menjadi tempat yang cocok bagi larva lalat limbah untuk tumbuh.

    Terlepas dari seberapa bersihnya penghuni rumah, semua yang masuk ke saluran pembuangan akan membentuk lapisan bahan organik.

    2. Saluran Pembuangan Jarang Digunakan

    Lalat ini biasanya mulai berkembang biak di saluran pembuangan yang jarang digunakan, seperti kamar mandi tamu. Hal ini memungkinkan tempat berkembang biak bagi lalat limbah.

    Cara Cegah Lalat Limbah di Kamar Mandi

    Inilah beberapa cara untuk mencegah lalat limbah muncul di kamar mandi.

    1. Sering Gunakan Saluran Pembuangan

    Cara terbaik untuk mencegah lalat limbah muncul adalah menggunakan saluran pembuangan secara normal.

    2. Bersihkan Sumbatan Saluran Pembuangan

    Pastikan saluran pembuangan tidak ada kebocoran atau sumbatan. Dalam beberapa kasus, S-trap pada wastafel perlu dilepas dan dibersihkan.

    3. Pasang Penutup Saluran Pembuangan

    Pasang penutup atau penyumbat saluran pembuangan yang jarang digunakan. Langkah ini dapat membantu menghentikan lalat limbah masuk ke dalam saluran pembuangan.

    Cara Membasmi Lalat Limbah

    Berikut ini langkah yang bisa dilakukan untuk membasmi lalat limbah di kamar mandi.

    1. Cari Sumber Lalat Limbah

    Pertama, kenali saluran pembuangan tempat lalat limbah bersarang. Caranya dengan memasang selotip untuk menutup saluran pembuangan dekat tempat muncul lalat limbah.

    Lalat kecil ini akan tersangkut pada selotip saat mereka mencoba meninggalkan saluran pembuangan.

    2. Bersihkan Saluran Pembuangan

    Kemudian, bersihkan saluran pembuangan tersebut. Jangan terpaku untuk membunuh lalat limbah, tetapi menghilangkan sarangnya.

    Gunakan sikat dengan tongkat panjang untuk menyikat saluran pembuangan. Langkah ini untuk menghancurkan lapisan mikroorganisme dan larva lalat limbah.

    Siram saluran pembuangan dengan campuran ½ gelas gara, ½ gelas soda kue, dan 1 gelas cuka. Siapkan campuran tersebut dalam mangkuk besar dengan urutan garam, soda kue, lalu cuka.

    Keesokan harinya, siram air mendidih ke saluran pembuangan untuk membuang residu larva dan telur lalat limbah. Ulangi langkah ini bila diperlukan.

    3. Pasang Perangkap Lalat Limbah

    Lalat yang tersisa akan menghilang setelah saluran pembuangan dibersihkan Sebab, tempat berkembang biak lalat sudah dihilangkan.

    Untuk mengusir lalat yang masih berkeliaran, buatlah perangkap dengan membungkus bagian atas mangkuk kecil berisi cuka sari apel dengan plastik pembungkus. Buat lubang kecil pada plastik agar lalat bisa masuk.

    Tinggalkan perangkap ini dekat saluran pembuangan. Lalat limbah akan tertarik dengan rasa manis cuka sari apel dan akan merangkak ke dalam mangkuk. Saat sudah masuk, lalat kecil itu akan kesulitan untuk keluar lagi.

    Itulah tips seputar lalat limbah di kamar mandi. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Langkah Bersihkan Kamar Mandi biar Nggak Jadi Sarang Kuman


    Jakarta

    Kamar mandi adalah salah satu ruangan paling kotor di rumah. Ruangan ini tempat penghuni membersihkan diri dan buang kotoran.

    Nggak heran kalau kamar mandi menjadi tempat yang cocok buat kuman bersarang. Kabar baiknya, membersihkan kamar mandi secara mendalam nggak sulit, kok!

    Lalu, bagaimana cara merawat kamar mandi agar bebas kuman? Yuk, simak langkah-langkah membersihkan kamar mandi berikut ini.


    Cara Bersihkan Kamar Mandi

    Inilah sederet hal yang bisa dilakukan untuk membersihkan kamar mandi dikutip dari Real Simple.

    1. Bersihkan Kerak Pancuran Air

    Pancuran air atau shower bisa jadi sarang bakteri yang bisa menyebabkan penyakit pernapasan. Untuk membersihkannya, tuang cuka putih ke dalam kantong plastik dan masukkan pancuran air sampai terendam.

    Ikat kantong plastik dan biarkan semalaman. Saat pagi tiba, lepas plastik dan nyalakan pancuran air untuk membilas.

    2. Bersihkan Tirai dan Pintu Kamar Mandi

    Kuman dari pancuran air dan tubuh penghuni rumah bisa menempel pada tirai dan pintu kamar mandi. Pastikan untuk membersihkan dua area tersebut, tapi jangan lupa untuk membaca panduannya.

    Cuci tirai kamar mandi menggunakan detergen. Sementara itu, pintu kaca tempat shower dibersihkan menggunakan pasta terbuat dari tetesan cuka putih suling dan satu gelas soda kue.

    Aplikasikan pasta pada pintu dan biarkan selama satu jam. Lalu, bersihkan kaca dengan kain mikrofiber dan bilas dengan air. Terakhir, keringkan pintu menggunakan kain mikrofiber kering.

    3. Bersihkan Nat Ubin

    Nat ubin berpori, sehingga kotoran dan bakteri mudah terperangkap. Celupkan sikat nat atau sikat gigi bekas ke dalam pemutih dan gosok bagian yang berubah warna, lalu bilas hingga bersih. Pastikan untuk ada ventilasi pada ruangan saat mengerjakan ini.

    4. Bersihkan Meja Kamar Mandi, Dinding, dan Langit-langit

    Sabun dan kotoran dari tubuh penghuni rumah bisa tertinggal pada permukaan di kamar mandi, seperti meja, dinding, dan langit-langit.

    Bersihkan permukaan kamar mandi dengan menyemprotkan pembersih serbaguna. Biarkan selama 20 menit, lalu lap semua permukaan menggunakan kain mikrofiber bersih.

    5. Bersihkan WC

    Tuangkan satu gelas soda kue ke pada WC dan diamkan selama beberapa menit. Selanjutnya, sikat dan siram WC.

    Jangan lupa untuk menutup WC duduk setiap akan disiram atau flush. Lalu, gunakan kipas ventilasi untuk menyedot bakteri sebelum mengendap di kamar mandi.

    6. Bersihkan Wastafel

    Saluran pembuangan wastafel merupakan salah satu bagian paling kotor di dalam kamar mandi. Untuk itu, bersihkan wastafel dengan menuangkan cuka putih atau soda kue ke dalam saluran pembuangan. Lalu, siram menggunakan air panas.

    Bagian keran dapat dengan mudah dibersihkan memakai tisu basah desinfektan sekali pakai. Tak berhenti sampai situ, gunakan benang gigi untuk membersihkan ruang sempit dan kotor tempat pangkal keran dan keran air bertemu pada wastafel.

    Jangan lupa sekalian bersihkan cermin kamar mandi menggunakan pembersih kaca.

    7. Disinfeksi Gagang dan Gagang Pintu

    Gagang di pintu atau kabinet sering disentuh oleh para penghuni rumah. Oleh sebab itu, pastikan untuk membersihkannya setidaknya seminggu sekali menggunakan tisu basah desinfektan.

    Itulah cara membersihkan kamar mandi agar bebas kuman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Membersihkan Toilet Duduk, Seberapa Sering Perlu Disikat?


    Jakarta

    Toilet, sebagai bagian dari fasilitas sebuah properti, wajib dijaga kebersihannya. Tak terkecuali toilet duduk yang banyak bersentuhan langsung dengan kulit.

    Jika tidak dibersihkan menyeluruh, berbagai jejak usai buang air besar dan buang air kecil berisiko tertinggal di toilet duduk. Jejak berupa bakteri, virus, dan noda inilah yang berisiko mengganggu kesehatan pengguna toilet duduk lainnya.

    Tips Membersihkan Toilet Duduk dengan Benar

    Sejumlah hal perlu diperhatikan saat membersihkan toilet duduk. Simak tips yang dibagikan ahli kebersihan, yang dikutip dari Good Housekeeping dan Martha Stewart:


    1. Kenakan Sarung Tangan

    Sarung tangan perlu dikenakan saat membersihkan toilet duduk untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Gulung lengan baju dan kenakan sarung tangan karet panjang selama membersihkan toilet.

    Setelah pembersihan toilet duduk selesai, jangan lupa menggosok tangan yang bersarung tangan dengan sabun dan air panas di wastafel atau keran. Upaya ini adalah cara terbaik untuk membersihkan tangan sekaligus sarung yang telah dipakai.

    Kemudian, buang sarung tangan sekali pakai atau biarkan sarung tangan tak sekali pakai mengering dengan sendirinya. Sarung tangan bisa dikenakan kembali saat toilet duduk dibersihkan kembali.

    2. Baca Petunjuk Penggunaan Pembersih

    Periksa petunjuk penggunaan cairan pembersih yang dipakai sebelum membersihkan toilet. Setiap produk punya metode pemakaian yang berbeda. Cek cara penggunaan dan lama waktu rekomendasi cairan perlu didiamkan. Biasanya pembersih perlu dibiarkan terlebih dahulu selama 5-10 menit.

    3. Buat Larutan Pembersih Sendiri

    Cairan pembersih toilet juga dapat dibuat sendiri jika kehabisan. Diperlukan cuka dan soda kue. Cuka digunakan sebagai pembersih pertama dan soda kue dapat ditambahkan jika noda tidak sepenuhnya hilang.

    Cuka perlu dibiarkan meresap selama 30-60 menit dan barulah disikat. Biarkan soda kue sekitar 10 menit untuk pembersihan lebih lanjut. Bisa juga menggunakan pemutih, gosok dan biarkan selama 5 menit sebelum disiram.

    4. Bersihkan Bagian Dalam Toilet Terlebih Dahulu

    Pembersihan toilet duduk dapat dimulai dengan bagian dalam alias mangkuknya. Tuang seluruh bagian mangkuk toilet dengan cairan pembersih. Biarkan selama beberapa menit lalu sikat menyeluruh. Siram menggunakan air bersih atau tekan tombol flush.

    5. Bersihkan Bagian Luar Toilet Lebih Sering

    Bagian luar toilet dapat disikat berikutnya menggunakan sikat dan cairan pembersih. Bisa juga dibersihkan dengan tisu, kain, atau tisu disinfektan.

    Toilet umumnya digunakan setiap hari. Jika tak sempat membersihkan toilet harian secara menyeluruh, setidaknya bersihkan bagian luar lebih sering termasuk penutup dan dudukan. Dengan begitu toilet akan tetap bersih.

    6. Jangan Lupa Bersihkan Dudukan Toilet

    Dudukan toilet juga jangan sampai terlewat untuk dibersihkan. Gunakan cairan pembersih yang sama lalu siram ke kedua sisi dudukan. Gosok menyeluruh dan semprot disinfektan agar semakin bersih. Jangan lupa turunkan kembali dudukan setelah selesai pembersihan.

    7. Rutin Bersihkan Alat Pembersih

    Penting juga untuk membersihkan alat pembersih yang digunakan. Ini karena alat tersebut bersentuhan langsung dengan kotornya toilet duduk. Peralatan dapat dibersihkan menggunakan larutan pembersih yang sama.

    Termasuk membersihkan sarung tangan, spons, atau perlengkapan pembersih plastik lainnya. Rendam selama 5 menit dalam larutan 1 liter air yang dicampur 3 sdm pemutih untuk memastikannya bebas kuman.
    Gantung agar kering secara alami dengan angin-angin. Selain sarung tangan, pastikan sikat benar-benar kering sebelum menyimpannya kembali ke dalam tabung agar tidak mendorong pertumbuhan bakteri.

    Seberapa Sering Perlu Membersihkan Toilet Duduk?

    Toilet yang digunakan setiap hari harus sering dibersihkan menyeluruh, setidaknya seminggu sekali. Jika ada orang sakit di rumah, toilet harus dibersihkan dan didisinfeksi lebih sering sebanyak 2-3 hari sekali.

    Sementara toilet duduk yang jarang digunakan tidak perlu dibersihkan secara menyeluruh setiap minggu. Namun perlu disiram secara teratur untuk mencegah penumpukan mineral air yang dapat menjadi noda.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Lengkap Tanam Cabai di Rumah, Siapa Aja Bisa!



    Jakarta

    Cabai merupakan tanaman yang memiliki cita rasa pedas dan salah satu bahan penting dalam masakan. Biasanya untuk mendapatkan cabai kita harus membelinya ke pasar, tetapi kita bisa lho mendapatkan cabai gratis dengan menanamnya di pekarangan rumah.

    Dilansir laman resmi Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, cabai merah dapat tumbuh subur di kawasan dataran rendah maupun tinggi di antara 0-1.000 mdpl. Jenis tanah yang cocok dipakai untuk menanam cabai adalah tanah gembur yang teksturnya seperti remah dan tidak begitu padat. Kandungan pH-nya pun normal yakni 6-7.

    Lalu, waktu yang tepat untuk menanam cabai adalah saat musim hujan. Tanaman ini lebih baik ditanam saat kondisi udara cukup lembap daripada kering.


    Cara Menanam Cabai di Rumah

    1. Rendam Benih Cabai

    Saat hendak menanam cabai, dibutuhkan benih yang berkualitas. Untuk mengetahui bibit yang berkualitasnya caranya adalah dengan merendam bibit tersebut di dalam air hangat 50 derajat. Benih yang berkualitas biasanya akan tenggelam di dalam air.

    2. Semai Benih Cabai

    Setelah itu, semai benih cabai ke media tanam. Gunakan pupuk kendang atau kompos yang telah dicampur dengan tanah dengan perbandingan 1:1 yang ditempatkan pada sebuah wadah atau polibag. Setelah disemai, tutup area tersebut dengan daun pisang selama 2-3 hari.

    Lalu, awasi pertumbuhan tanaman cabai sekitar 7-8 hari berikutnya. Setelah 7-8 hari, benih cabai yang sudah tumbuh bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar dengan campuran tanah yang sama. Selama itu, terus siram tanaman setiap harinya.

    3. Pindahkan ke Tanah

    Jika halaman rumah memiliki lahan, buat area tanam sekitar 1-1,2 meter dan tinggi 30 cm. Area tanam ini akan berbentuk seperti gundukan tanah tinggi.

    Apabila kondisi tanah sebelum ditanam terlihat kering, campurkan dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang kuda atau sapi dan pupuk buatan. Selain itu, tambahkan pula pupuk susulan berupa Urea, ZA, KCl, sebanyak 3 kali pada umur 3, 6, dan 9 minggu setelah bibit ditanam. Untuk besaran masing-masing pupuk bisa disesuaikan dengan luas tanah yang dibuat.

    Kemudian tutup tanah tersebut dengan plastik mulsa berlubang. Masukkan cabai muda tersebut ke dalam lubang.

    4. Perawatan

    Setelah 1-2 minggu penanaman, cek apakah ada bibit yang mati. Buang bibit yang mati dan sakit. Untuk bibit tanaman cabai yang berhasil berkembang, pastikan untuk selalu disiram. Apabila ada tanaman cabai yang sudah tumbuh tinggi, tambahkan bambu kecil sebagai penyangga agar batangnya tidak tumbuh ke samping.

    5. Masa Panen

    Waktu penanaman cabai hingga panen sekitar 2 bulan lebih atau sekitar 70-75 hari di dataran rendah, dan 4-5 bulan di dataran tinggi. Jika ada buah cabai yang rusak, sebaiknya segera singkirkan saja.

    Cara menentukan waktu panen adalah dengan menyesuaikan waktu penggunaan cabai tersebut. Jika cabai tersebut ingin dikirim ke daerah yang jauh, panen ketika warnanya masih hijau. Nantinya, cabai di tempat yang kering dan memiliki lubang ventilasi untuk udara. Namun apabila dipakai untuk keperluan di rumah, panen saat cabai berubah merah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kelabang dan Kaki Seribu Masuk Rumah? Ini Alasan dan Cara Usirnya



    Jakarta

    Rumah bisa dimasuki makhluk-makhluk kecil, seperti kelabang dan kaki seribu. Kehadiran dua hewan melata ini bisa membuat penghuni rumah tak nyaman.

    Kelabang dan kaki seribu sebenarnya tidak menyerang manusia. Akan tetapi, racunnya bisa menimbulkan sakit pada sebagian orang kalau sampai tergigit.

    Kalau mau rumah bebas kelabang dan kaki seribu, penghuni rumah perlu tahu alasan mereka masuk ke rumah. Simak penjelasan soal kelabang dan kaki seribu berikut ini, dikutip dari Better Homes & Gardens dan The Spruce.


    Penyebab Muncul Kaki Seribu dan Kelabang

    Kelabang dan kaki seribu menyukai tempat yang lembap, hangat, dan gelap. Jika menemukan hewan ini di rumah, bisa jadi rumah memiliki kondisi demikian.

    Selain itu, keberadaan hama ini juga dapat menandakan ada serangga seperti kecoak, ngengat, lalat, serta rayap. Serangga tersebut merupakan sumber makanan bagi kelabang dan kaki seribu.

    Oleh karena itu, penting menjaga rumah tetap kering kalau nggak mau kelabang dan kaki seribu masuk rumah. Penghuni rumah bisa memperbaiki kebocoran pipa yang membuat air terus-menerus menetes, membersihkan area lembap.

    Lalu, pastikan menutup rapat celah atau retakan pada jendela, pintu, dan dinding. Langkah ini untuk menutup akses masuk hama ke dalam rumah.

    Cara Basmi Kaki Seribu dan Kelabang

    Kalau menemukan kelabang dan kaki seribu di rumah, coba usir dengan cara berikut ini.

    1. Semprotkan Cuka Putih

    Cuka mengandung air dan asam asetat. Kandungan asamnya cukup ampuh untuk memusnahkan hama rumah. Cuka putih juga diketahui memiliki sifat antimikroba.

    Untuk menumpaskan kelabang dan kaki seribu, semprotkan cuka langsung ke dua hewan itu. Tidak perlu mengencerkan cuka dengan air.

    2. Sebarkan Daun Pandan

    Kelabang sensitif terhadap bau menyengat dan akan menghindari aroma tersebut. Daun pandan dan serai mengeluarkan aroma kuat yang aman bagi manusia tapi tidak disukai hama tersebut.

    Kedua bahan alami itu dapat dimanfaatkan dengan memotongnya menjadi beberapa bagian atau menggepreknya agar baunya keluar. Lanjut letakkan di lokasi kaki seribu dan kelabang kerap muncul.

    3. Semprotkan Essential Oil

    Untuk mengusir kelabang dan kaki seribu, campurkan minyak esensial ini dengan air dan semprotkan di sekitar titik masuk atau tempat yang mungkin didatangi mereka. Essential oil seperti tea tree dan peppermint mempunyai aroma menyengat yang tidak disukai hama rumah.

    4. Taburkan Garam

    Kelabang dan kaki seribu menyukai lingkungan yang lembap untuk berkembang biak. Untuk mengurangi kelembapan di area rumah, garam dapat dimanfaatkan.

    Garam diketahui bisa menyerap kelembapan dan mengurangi kadar air di udara sehingga kaki seribu dan kelabang tidak akan tertarik lagi untuk datang.

    5. Siram Pemutih

    Pemutih pakaian mengandung bahan kimia kuat yang bisa memusnahkan kelabang dan kaki seribu kalau terkena. Aroma kuat yang dikeluarkannya pun tidak disenangi hama itu, sehingga cukup efektif untuk memberantas serangga di rumah.

    Sebagai catatan, jangan pernah mencampur cuka dan pemutih. Campuran tersebut dapat membentuk gas klorin yang beracun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tips Menjaga Halaman Rumah Tetap Bersih dan Nyaman


    Jakarta

    Halaman rumah wajib dijaga agar tetap bersih dan nyaman. Jangan sampai ada sampah hingga daun-daun berserakan karena dapat mengganggu kenyamanan dan kecantikan hunian.

    Sayangnya, tidak semua orang mau membersihkan halaman depan secara rutin. Padahal, jika tidak dirawat bisa mengakibatkan tumbuhnya rumput liar hingga tanaman hias akan rusak akibat pemiliknya yang cuek.

    Ada sejumlah tips dalam menjaga halaman rumah agar tetap bersih dan nyaman. Biar nggak penasaran, simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Tips Menjaga Halaman Rumah agar Tetap Bersih

    Menjaga kebersihan rumah tak hanya bagian interiornya saja, tapi halaman rumah juga wajib diperhatikan. Mengutip laman Nicholas Design Build, berikut sejumlah tips menjaga halaman rumah agar tetap bersih:

    1. Rutin Menyapu Daun-daun yang Berguguran

    Tips yang pertama adalah rutin mneyapu daun-daun yang berguguran. Sebab, halaman rumah kerap dipenuhi oleh daun-daun yang berguguran hingga sampah yang terbawa angin.

    Kamu bisa menyapu daun-daun dengan sapu lidi yang kokoh. Siapkan juga pengki untuk mengangkat sisa-sisa daun dan sampah agar bisa dibuang ke dalam tempat sampah.

    2. Potong Rumput Liar yang Tumbuh Panjang

    Halaman rumah yang tidak dirawat bisa memicu tumbuhnya rumput liar. Semakin dibiarkan maka rumput liat bisa tumbuh tinggi. Selain mengganggu pemandangan, rumput liar juga bisa mengacaukan pertumbuhan tanaman lain.

    Agar halaman rumah tetap terlihat rapi dan bersih, usahakan rutin memotong rumput liar setiap seminggu sekali. Tak perlu mesin pemotong rumput, kamu bisa menggunakan gunting untuk memotong rumput liar.

    3. Siram Tanaman dan Rumput

    Selain itu, pastikan kamu rutin menyiram tanaman dan rumput yang tumbuh di halaman rumah. Kamu bisa menyiram tanaman sehari sekali agar tumbuhan tidak layu. Apabila turun hujan di hari itu, detikers tak perlu menyiram tanaman lagi.

    4. Sediakan Tempat Sampah

    Pastikan kamu memiliki tempat sampah khusus di area luar rumah dan sebaiknya diletakkan agak jauh dari teras. Sebab, bau busuk dari sampah bisa mengganggu penghuni hingga tamu yang datang.

    Selain itu, pastikan jadwal pengambilan sampah dilakukan secara tepat waktu. Sampah yang dibiarkan menumpuk secara terus-menerus bisa mengeluarkan bau tidak sedap.

    5. Rutin Membersihkan Selokan

    Jika terdapat selokan di depan rumah, pastikan kamu rutin mengeceknya secara rutin. Apabila ada sampah yang menumpuk di selokan, segera bersihkan agar tidak mengganggu aliran air. Sebab, jika sudah turun hujan bisa mengganggu saluran air sehingga menyebabkan banjir.

    6. Membersihkan Lantai Teras

    Tips berikutnya adalah dengan membersihkan lantai teras secara rutin. Sebab, lantai teras dapat dengan mudah terkena debu hingga air hujan. Jika jarang dibersihkan maka keramik lantai akan cepat rusak dan warnanya cepat pudar.

    7. Tanam Berbagai Tanaman Hias

    Agar halaman rumah tidak terlihat “polos” dan membosankan, kamu bisa menanam berbagai tanaman hias sebagai dekorasi. Adapun sejumlah tanaman hias yang cocok di luar ruangan, seperti bougenville, kaktus, lidah mertua, hingga sirih gading.

    8. Letakkan Perabotan Secara Teratur

    Tips yang terakhir adalah meletakkan perabotan secara teratur. Sebab, beberapa orang kerap meletakkan perkakas secara sembarangan sehingga mengganggu pemandangan rumah.

    Cobalah untuk membeli lemari khusus guna menyimpan berbagai macam perkakas. Posisikan lemari tersebut di tempat yang aman agar tidak terkena sinar matahari langsung atau air hujan.

    Itulah delapan tips menjaga halaman rumah agar tetap bersih dan nyaman. Semoga bermanfaat!

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Hias yang Cocok buat Rumah Mungil


    Jakarta

    Tanaman hias sering kali menjadi pilihan untuk membuat rumah terlihat segar dan asri. Meski sedap di mata, menaruh pot tanaman di dalam rumah bisa memenuhi ruangan.

    Apalagi tanaman lama-lama tumbuh besar, sehingga semakin makan ruang. Hal ini mungkin menjadi pertimbangan bagi pemilik rumah kecil.

    Namun tenang aja, ada sejumlah tanaman hias yang cocok buat rumah sempit. Yuk simak ulasannya berikut ini dikutip dari Garden Design.


    Tanaman Hias yang Cocok buat Rumah Kecil

    Inilah sederet tanaman yang tidak makan banyak tempat, pas banget untuk rumah kecil.

    1. Alocasia

    Alocasia sanderiana Bull or Alocasia Plant in clay pot on wooden table in living roomAlocasia sanderiana Bull or Alocasia Plant in clay pot on wooden table in living room Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

    Alocasia bisa tumbuh sampai berukuran 30-91 cm tergantung pada jenisnya. Meski beberapa alocasia dapat tumbuh setinggi 30 cm, pemilik rumah bisa memilih varian yang bentuknya lebih kompak, sehingga cukup dipajang di atas meja.

    Untuk merawatnya, cukup siram tanaman secara teratur untuk menjaga tanah tetap lembab, tetapi tidak becek. Lalu, beri pupuk satu hingga dua kali sebulan.

    2. Calathea

    Potted plant calathea orbifolia on a wooden tablePotted plant calathea orbifolia on a wooden table Foto: Getty Images/iStockphoto/Eva Peters

    Calathea atau rattlesnake plant dapat tumbuh berukuran 20-76 cm. Tanaman ini menyukai tempat yang cahayanya sedang hingga rendah. Kemudian, kelembapannya cukup.

    Hindari terlalu banyak sinar matahari pada daunnya karena dapat terbakar. Segera siram kalau permukaannya terasa kering. Gunakan air suling atau air saringan, karena tanaman ini sensitif terhadap kotoran dalam air keran. Lalu, beri pupuk pada tanaman sebulan sekali.

    3. Pothos

    Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar in Palm Beach, Florida.Also known as the Epipremnum aureum. The Pothos Plant is a trailing, leafy vine that can reach lengths of up to 40 feet in tropical jungles. Its genus name is derived from the Greek words epi (meaning upon) and premnon (meaning a trunk) in reference to its growing on tree trunks.Indoors, the pothos plant usually confines itself to about six to 10 feet. Its leaves are bright and waxy with a noteworthy pointed heart shape, and are often green or variegated in white, yellow, or pale green. It is rare for them to flower or produce berries, especially indoors, but certain varietals can have tiny, petal-less white flowers that feature small berries.Also called devil's ivy, pothos can be grown in hanging baskets or as a potted plant on a desk. They are excellent at helping to purify the air and tolerant of fluorescent light, making them a popular choice for office environments. These plants can also help cleanse the air when grown in your home or office, as well.Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar oto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

    Photos atau lebih dikenal sirih gading emas bisa tumbuh merambat sepanjang 182-304 cm. Tanaman hias ini termasuk yang paling mudah tumbuh.

    Tanaman merambat ini dapat dipangkas dan dijaga agar berukuran kecil. Pemilik rumah bisa membiarkannya tumbuh menjuntai di keranjang gantung atau merambat ke atas permukaan vertikal.

    Cara merawatnya dengan membiarkan tanah bagian atas mengering di antara waktu penyiraman. Berilah pupuk cair seimbang setiap 1 hingga 3 bulan.

    4. Peperomia

    Watermelon peperomia plant. Houseplant for home decoration. a plant that has green, patterned leavesWatermelon peperomia plant. Houseplant for home decoration. a plant that has green, patterned leaves Foto: Getty Images/iStockphoto/Tri Rohmat

    Peperomia berukuran kecil, cocok untuk dipajang di rak atau meja. Tanaman ini bisa tumbuh berukuran 15-30 cm.

    Penghuni rumah cukup menyiram tanaman ini 7-10 hari sekali atau saat permukaan tanah sedalam 5 cm terasa kering. Lalu, berikan pupuk cair encer setiap bulan.

    5. Tradescantia

    Tradescantia zebrina (Silver inch plant, Silvery wandering jew) leaf background has zebra-patterned leaves. Purple and green leaves background.Tradescantia zebrina (Silver inch plant, Silvery wandering jew) leaf background has zebra-patterned leaves. Purple and green leaves background. Foto: Getty Images/iStockphoto/Piyavachara Arunotai

    Tradescantia atau spiderwort adalah tanaman yang mudah dipelihara bagi pemula. Tanaman ini cocok disimpan dalam keranjang gantung atau bahkan tumpah dari pot biasa.

    Jika tanaman menjadi tinggi seiring waktu, pangkas kembali dengan menjepit batang tepat di atas ruas daun. Tanaman hias ini bisa tumbuh hingga sepanjang 91 cm.

    Itulah beberapa tanaman hias yang bisa dipajang di rumah kecil. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Hal yang Wajib di Cek Sebelum Meninggalkan Rumah


    Jakarta

    Menjelang akhir pekan, beberapa orang memilih untuk menghabiskan waktu dengan liburan ke luar kota. Sebelum pergi meninggalkan rumah, ada sejumlah hal yang wajib dicek agar rumah tetap aman ketika pulang nanti.

    Rumah yang kosong ditinggal penghuninya selama beberapa hari menjadi sasaran empuk para komplotan maling. Meski hanya ditinggal selama 2-3 hari saja, bukan berarti rumah akan aman dari para penjahat.

    Selain itu, risiko lain jika rumah ditinggal pergi adalah terjadinya hal-hal yang diinginkan, seperti korsleting listrik karena ada perangkat elektronik yang lupa dicabut dari stop kontak. Sangat berbahaya bukan?


    Maka dari itu, penting untuk mengecek kondisi rumah terlebih dulu sebelum ditinggal pergi selama beberapa hari. Apa saja hal yang perlu dicek? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Hal yang Wajib Dicek Sebelum Meninggalkan Rumah

    Ada beberapa hal penting yang wajib dilakukan sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama. Dikutip dari Family Handyman, berikut sejumlah hal yang wajib dicek:

    1. Cabut Perangkat Elektronik dari Stop Kontak

    Tips yang pertama adalah mencabut perangkat elektronik dari stop kontak. Namun, tak semua barang elektronik harus dicabut, seperti kamera CCTV yang harus tetap menyala untuk memantau segala aktivitas saat rumah ditinggal pergi.

    Adapun sejumlah perangkat elektronik yang bisa dicabut dari stop kontak, di antaranya:

    • TV
    • Soundbar atau speaker
    • Gim konsol
    • Router WiFi
    • Komputer
    • Printer
    • Coffee maker atau alat pembuat kopi
    • Microwave
    • AC
    • Mesin cuci.

    2. Buang Seluruh Sampah

    Apabila ada sampah di dapur atau ruang makan, pastikan langsung dibuang ke dalam tempat sampah utama. Jangan biarkan sisa makanan dan minuman saat pergi meninggalkan rumah karena bisa mengalami pembusukan serta mengeluarkan bau tak sedap.

    3. Cuci Piring

    Beberapa orang terkadang malas untuk mencuci piring dan gelas kotor sebelum berangkat pergi liburan. Padahal, tumpukan piring kotor yang tak dicuci selama berhari-hari dapat mengeluarkan bau serta mendatangkan serangga seperti lalat, belatung, hingga kecoak.

    4. Periksa Jendela dan Pintu

    Sebelum pergi meninggalkan rumah, jangan lupa untuk mengecek pintu dan jendela terlebih dahulu. Pastikan telah tertutup secara rapat dan dikunci agar tidak bisa dibuka dari luar. Soalnya, komplotan maling bisa saja masuk ke dalam rumah melalui pintu dan jendela yang tidak terutup.

    5. Titipkan Hewan Peliharaan

    Apabila kamu memiliki hewan peliharaan di rumah, seperti kucing atau anjing, cobalah untuk titipkan ke saudara atau teman yang sesama pecinta binatang. Jika tidak mau repot, kamu bisa menitipkannya di pet hotel terdekat dari rumah.

    6. Siram Tanaman

    Langkah berikutnya adalah menyiram tanaman dan tumbuhan di halaman rumah. Beberapa tanaman yang kamu miliki mungkin membutuhkan perawatan khusus, sehingga jangan lupa disiram air terlebih dahulu sebelum berangkat liburan.

    7. Aktifkan CCTV 24 Jam

    Demi meningkatkan keamanan rumah, jangan lupa mengaktifkan kamera CCTV selama 24 jam. Saat ini sudah ada sejumlah CCTV yang terhubung ke WiFi, sehingga pemilik rumah bisa memantau huniannya dari jauh melalui aplikasi di smartphone.

    8. Pasang Lampu Otomatis

    Lampu otomatis saat ini sudah banyak dijual di pasaran. Lampu ini dapat hidup dan mati secara otomatis dengan cara diatur jadwalnya melalui smartphone.

    Penggunaan lampu otomatis dapat menghemat energi karena tidak harus menyala sepanjang hari. Selain itu, lampu jenis ini juga dapat mengelabui maling karena mengira ada penghuni di rumah tersebut.

    9. Simpan Barang-barang Berharga

    Saat liburan, detikers tentu tidak akan membawa seluruh barang berharga ke dalam koper. Sebagai bentuk antisipasi, kamu bisa membeli brankas untuk meletakkan barang-barang tersebut. Selain itu, simpan brankas di tempat yang aman agar tidak mudah dilacak orang lain.

    10. Beri Tahu Tetangga

    Langkah yang terakhir adalah memberitahu tetangga jika kamu dan sekeluarga akan pergi meninggalkan rumah dalam waktu lama. Selain itu, kamu bisa meminta bantuan tetangga untuk mengecek dan memantau hunianmu jika ada aktivitas yang mencurigakan.

    Itu dia 10 hal yang wajib dicek sebelum pergi meninggalkan rumah dalam waktu lama. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com