Tag: siram

  • 4 Cara Mudah Bersihkan Noda Minyak di Lantai Dapur, Bisa Pakai Cuka


    Jakarta

    Saat memasak di dapur, terkadang minyak goreng yang digunakan bisa meletup dan cipratannya tersebar ke lantai. Hal ini tentu bikin kesal karena lantai jadi lengket dan berminyak.

    Selain mengganggu kenyamanan, lantai berminyak juga bisa membahayakan penghuni rumah. Sebab, lantai yang licin bikin mudah tergelincir dan berisiko menyebabkan luka-luka.

    Lantas, bagaimana cara membersihkan noda minyak di lantai dapur? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Cara Ampuh Bersihkan Noda Minyak di Lantai Dapur

    Ada sejumlah cara mudah untuk membersihkan noda minyak di lantai dapur. Dikutip dari situs Mr. Handyman, Minggu (8/6/2025), berikut cara ampuh bersihkan noda minyak di lantai:

    1. Cuka Putih

    Cara yang pertama adalah menggunakan cuka putih. Kamu bisa mencampur cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1, lalu tuangkan ke dalam baskom atau botol semprot. Kocok-kocok terlebih dahulu sebelum digunakan untuk mengatasi lantai dapur yang berminyak.

    Setelah itu, gunakan sikat untuk menggosok lantai secara perlahan, terutama pada noda yang sulit hilang. Jika sudah, kamu bisa membilas lantai dapur dengan air bersih dan keringkan pakai kain pel.

    2. Sabun Cuci Piring

    Selain digunakan untuk mencuci peralatan makan, sabun cuci piring juga bisa dipakai untuk membersihkan noda minyak di lantai. Cara pakainya cukup dengan mencampur air hangat dan beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam baskom, lalu tuang ke area yang terdapat noda minyak.

    Setelah itu, sikat secara perlahan dan bilas dengan air bersih untuk mengangkat noda minyak. Langkah terakhir, keringkan lantai dapur dengan kain pel.

    3. Pasta Soda Kue

    Pasta soda kue bisa jadi opsi alternatif untuk membersihkan noda minyak di lantai. Caranya dengan mencampurkan soda kue dengan sedikit air agar membentuk pasta. Lalu, oleskan pasta soda kue pada lantai berminyak dan biarkan selama 10-15 menit.

    Jika sudah, gosok permukaan lantai dengan sikat atau spons secara perlahan. Kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan lantai.

    4. Larutan Jus Lemon

    Selain menyegarkan tubuh, jus lemon ternyata juga bisa digunakan untuk membasmi noda minyak membandel di lantai. Cara pakainya, peras jus lemon segar dan campur dengan air hangat ke dalam botol semprot, lalu kocok hingga merata.

    Kemudian, semprot cairan tersebut ke lantai yang penuh noda minyak. Diamkan sekitar lima menit agar noda dapat terangkat. Langkah terakhir, siram lantai dengan air dan keringkan pakai kain pel.

    Demikian empat cara ampuh bersihkan noda minyak di lantai dapur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Pilih Kloset Duduk atau Jongkok? Ini Plus-Minusnya


    Jakarta

    Setiap rumah wajib memiliki kloset sebagai tempat untuk buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK). Saat ini, ada dua jenis kloset yang umum dipakai masyarakat, yakni kloset duduk dan jongkok.

    Keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai tempat untuk BAB dan BAK. Meski begitu, baik kloset duduk dan kloset jongkok punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

    Hal ini yang kerap bikin bimbang penghuni rumah setiap kali membangun atau merenovasi kamar mandi. Jadi, lebih baik pilih kloset duduk atau jongkok? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Kloset Duduk vs Kloset Jongkok, Pilih Mana?

    Di era modern, banyak masyarakat yang memilih menggunakan kloset duduk di kamar mandi. Begitu juga pada mal besar hingga gedung kantor, hampir semuanya memilih memakai kloset duduk daripada jongkok.

    Namun, sebagian orang masih nyaman menggunakan kloset jongkok karena dinilai lebih sehat untuk tubuh. Benarkah?

    Dilansir situs Bladder & Bowel UK, Selasa (10/6/2025), sebuah penelitian pada 2003 menunjukkan bahwa orang yang jongkok lebih sedikit mengalami tegang dan butuh waktu lebih sedikit untuk BAB daripada di kloset duduk.

    Penelitian lain pada 2020 lalu mengungkapkan, posisi jongkok saat BAB dapat menurunkan tekanan perut sehingga lebih sedikit tenaga yang dikeluarkan untuk mengosongkan isi usus. Hal ini memengaruhi fungsi otot puborectalis menjadi rileks dan rektum berada di posisi lurus, sehingga lebih gampang mengeluarkan feses dari tubuh.

    Jika dilihat dari segi desain, kloset duduk dinilai lebih baik daripada kloset jongkok. Bahkan, banyak perusahaan yang berlomba-lomba membuat dan mendesain kloset duduk yang nyaman, canggih, serta mengusung smart toilet yang serba otomatis.

    Di pasaran, toilet duduk juga kerap jadi pilihan rumah modern karena dapat mempresentasikan tingkat modernitas pada hunian tersebut. Dibandingkan toilet jongkok yang terkesan kuno dan harus disiram secara menual.

    Desain kloset yang mengusung kenyamanan membuat kloset duduk banyak dipilih oleh lansia, wanita hamil besar, atau orang yang mengalami cedera lutut. Sebab, mereka tak perlu repot-repot harus jongkok yang justru sangat berisiko bagi kesehatan.

    Jika detikers masih bimbang, simak kelebihan dan kekurangan kloset duduk dan kloset jongkok di bawah ini:

    Kelebihan Kloset Duduk

    • Desain kloset lebih modern dan mewah, cocok untuk hunian yang mengusung konsep minimalis, modern, atau industrial
    • Lebih nyaman digunakan karena kaki tidak cepat pegal
    • Banyak produsen yang meluncurkan produk smart closet dan diklaim lebih canggih, efektif, dan nyaman.

    Kekurangan Kloset Duduk

    • Harganya jauh lebih mahal daripada kloset jongkok, terutama pada kloset yang mengusung konsep smart closet
    • Kurang sehat karena dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, seperti wasir dan sembelit.

    Kelebihan Kloset Jongkok

    • Harganya lebih murah daripada kloset duduk
    • Lebih sehat bagi tubuh
    • BAB jadi lebih lancar
    • Mencegah penyakit seperti wasir atau sembelit.

    Kekurangan Kloset Jongkok

    • Modelnya kuno dan sudah ketinggalan zaman, sehingga tidak cocok untuk hunian modern
    • Kurang nyaman jika digunakan dalam waktu lama karena menyebabkan nyeri dan pegal di paha serta tumit
    • Tidak semua orang dapat menggunakan kloset jongkok, khususnya lansia, wanita hamil besar, hingga orang yang sedang mengalami cedera pada kaki.

    Sejarah Singkat Kloset Duduk

    Sebenarnya, manusia sejak zaman dahulu menerapkan cara jongkok untuk BAB. Namun, seiring perkembangan zaman mulai ditemukan kloset duduk agar lebih nyaman saat buang hajat.

    Dikutip dari Medium, toilet awalnya berupa tanah yang diberi lubang dan dirancang agar nyaman untuk BAB dengan cara jongkok. Namun pada abad ke-16, terciptalah toilet siram pertama yang digagas oleh Sir John Harington.

    Saat itu, Harington mendesain kloset yang dikhususkan untuk Ratu Elizabeth I. Toilet ini dapat membantu sang ratu ketika di kamar mandi, sebab gaun yang dikenakan saat itu punya berat hingga 18 kilogram.

    Meski desain Harington dianggap revolusioner pada masanya, tapi kloset duduk berfokus pada kenyamanan dan kemudahan. Toilet ini dirancang agar sesuai dengan gaya hidup orang Barat yang kaya dan terpandang, sehingga saat buang hajat pun harus duduk di kursi dan memakai pakaian formal.

    Hal ini justru berbanding terbalik di kawasan Timur, terutama di Asia. Toilet jongkok tetap digunakan pada banyak masyarakat karena dinilai praktis, murah, dan selaras dengan gaya hidup yang sederhana. Bahkan, toilet jongkok masih banyak digunakan oleh warga yang tinggal di pedesaan.

    Itu dia kelebihan dan kekurangan kloset duduk dengan kloset jongkok. Jadi, mau pilih yang mana?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Merawat Lidah Mertua Biar Makin Cantik dan Subur


    Jakarta

    Ada berbagai jenis tanaman hias yang cocok ditanam di rumah, salah satunya yang populer adalah lidah mertua (Sansevieria). Tanaman ini memiliki sejumlah manfaat untuk hunian, mulai dari memperbaiki kualitas udara hingga mengatur kelembapan.

    Lidah mertua juga termasuk tanaman yang mudah dirawat lho. Maka dari itu, lidah mertua sangat cocok bagi detikers yang baru memulai menanam tanaman hias di rumah.

    Meski mudah dirawat, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menanam lidah mertua. Bagaimana tips merawat lidah mertua? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Tips Mudah Merawat Lidah Mertua

    Ada sejumlah tips dalam merawat lidah mertua agar bisa tumbuh subur. Dikutip dari The Spruce, Rabu (11/6/2025), berikut beberapa tipsnya:

    1. Beri Sinar Matahari

    Lidah mertua perlu sinar matahari sekitar 8-10 jam dalam sehari. Akan tetapi, tanaman ini juga dikenal dapat bertahan hidup meski dalam kondisi minim cahaya. Namun, proses pertumbuhannya akan berjalan lambat.

    Maka dari itu, sebaiknya letakkan lidah merua di jendela yang menghadap arah timur. Bisa juga meletakkan tanaman ini di dekat jendela yang menghadap ke selatan atau barat.

    2. Tanam di Tanah Pot yang Gembur

    Lidah mertua lebih menyukai campuran tanah pot yang gembur dan punya drainase baik. Tanaman ini dapat tumbuh subur di tanah berpasir, sehingga tanah pot kaktus serbaguna bisa menjadi pilihan terbaik.

    Perlu diingat, jangan mencampur tanah yang mengandung persentase gambut tinggi karena dapat menahan terlalu banyak air.

    3. Siram Air ketika Sudah Kering

    Lidah mertua sebaiknya disiram ketika benar-benar kering dan pastikan disiram secara menyeluruh. Jika kamu tinggal di udara yang cenderung sejuk atau dingin, lidah mertua hanya perlu disiram sebulan sekali saja. Jika daunnya sudah terlihat rapuh dan kering, sebaiknya segera disiram.

    Sebagai informasi, tidak dianjurkan menyiram lidah mertua secara berlebihan. Sebab, terlalu bayak air membuat tanaman ini jadi terendam dan sistem akarnya menjadi busuk.

    3. Suhu dan Kelembapan

    Agar dapat tumbuh subur, sebaiknya tanam lidah mertua di suhu sekitar 21-32 derajat Celcius. Sebagai pengingat, tanaman ini tidak tahan terhadap embun beku dan suhu di bawah 10 derajat Celcius. Dalam jangka waktu singkat, lidah mertua bisa mati karena suhu yang dingin.

    Jika ingin menanam lidah mertua di dalam rumah, pastikan tingkat kelembapannya berada di antara 30-50%.

    4. Pupuk

    Beri pupuk setiap enam bulan sekali agar lidah mertua tetap tumbuh dengan baik. Jika ditanam di dalam ruangan, sebaiknya beri pupuk cair organik.

    5. Rutin Mengecek Batangnya

    Selain mengganti pupuk, penting juga untuk mengecek batang lidah mertua secara teratur. Jika batangnya berubah warna jadi kuning dan teksturnya lembek, hal itu terjadi karena terlalu banyak disiram air sehingga mengalami pembusukan akar.

    Manfaat Menanam Lidah Mertua di Rumah

    Ada sejumlah manfaat dari menanam lidah mertua di rumah. Apa saja? Simak di bawah ini:

    • Mudah dirawat dan cocok bagi orang yang baru pertama kali menanam tanaman di rumah.
    • Mengatasi udara kotor.
    • Dapat menghilangkan benzena, formaldehida, toluena, trikloroetilen pada udara di dalam ruangan.
    • Punya bentuk yang unik dan menarik sebagai tanaman hias.
    • Dapat tumbuh di kondisi cahaya yang redup, meski proses pertumbuhannya sedikit lambat
    • Tidak perlu disiram air setiap hari.
    • Tahan kering.
    • Mengeluarkan oksigen saat malam hari.

    Sebagai catatan, lidah mertua merupakan tanaman yang sedikit beracun bagi hewan peliharaan. Maka dari itu, tanaman ini tidak disukai kucing dan anjing. Apabila lidah mertua tertelan manusia, hal ini berisiko menyebabkan iritasi mulut, gangguan pencernaan, hingga muntah.

    Demikian tips merawat lidah mertua di rumah agar tumbuh subur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan yang Ampuh Hilangkan Kerak Putih pada Keran Air


    Jakarta

    Kebanyakan keran air memakai material yang mengkilat sehingga saat kotor tidak terlihat jelas. Namun, yang namanya kerak pasti lama kelamaan akan terlihat dan membuat keran terlihat kusam.

    Kerak-kerak tersebut bukan hanya mengganggu tampilan keran, bisa juga menjadi sarang baru bagi bakteri-bakteri. Perangkat yang seharusnya membantu pemakainya untuk bersih-bersih, justru bisa menjadi tempat paling kotor di rumah.

    Sebelum membersihkan keran, perlu cari tahu dulu asal mula kerak muncul di keran tersebut. Penyebab paling umum adalah kondisi air di rumah yang mengandung magnesium tinggi atau sering disebut dengan air sadah. Jenis air ini dapat menimbulkan kerak putih yang tak dapat dihilangkan dengan menyiramkan air saja. Penyebab lainnya adalah bisa karena bekas sabun, sel-sel kulit yang mati yang menempel pada keran, atau bekas makanan yang lengket dan menempel.


    Kerak yang paling sering ditemui di keran air adalah noda putih yang bentuknya bermacam-macam. Saat disentuh, kerak tersebut tidak licin dan tidak basah saat terkena air.

    Untuk mencegah muncul kerak putih pada keran air, penggunanya perlu membersihkan minimal sehari sekali setiap selesai digunakan. Dengan begitu, setiap ada noda yang muncul akan jauh lebih mudah dibersihkan

    Saat membersihkannya, air saja tidak cukup untuk menghilangkan noda putih, perlu bahan-bahan pembersih tambahan. Sebagai rekomendasi, dilansir dari Livspace Magazine berikut beberapa bahan yang bisa digunakan.

    1. Cuka Putih

    white vinegar on wood table topcuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Cuka putih merupakan bahan pembersih yang bisa membersihkan noda membandel hampir di setiap permukaan. Sifatnya yang asam dikenal ampuh untuk membersihkan beragam macam noda. Untuk pemakaian di keran air juga bisa untuk membuat tampilannya kembali kinclong.

    Caranya dengan menambahkan larutan cuka secukupnya ke dalam air hangat yang jumlahnya sama dengan cuka. Kemudian, celupkan kain ke dalam larutan tersebut. Lilit kain tersebut pada keran air dan diamkan selama sejam. Buka dan lihat apakah kerak-kerak sudah bersih. Jangan lupa untuk bilas menggunakan air bersih dan keringkan. Hal ini untuk menghindari keran berkarat.

    2. Sabun Cuci Piring

    macro shot of dish soap being squeezed onto green sponge in aluminum sinkIlustrasi sabun cuci piring. Foto: iStock

    Sabun cuci piring juga ampuh untuk membersihkan keran air yang kusam karena di dalamnya terdapat kandungan yang abrasi dan mengangkat noda. Sabun cuci piring juga tidak akan merusak keran air dan pasti tersedia di setiap rumah. Cara menggunakan adalah dengan mencampurkan sabun cuci piring ke dalam air hangat. Lalu celupkan kain bersih yang akan digunakan untuk membersihkan keran. Gosok seluruh permukaannya, siram, dan keringkan apabila sudah bersih.

    3. Lemon

    Orang dengan 5 Kondisi Ini Tak Disarankan Konsumsi LemonLemon. Foto: Getty Images/Bryony van der Merwe

    Buah ini memang terkenal dapat membersihkan noda di beberapa benda, salah satunya adalah kerak pada keran air. Caranya dengan menempelkan lemon yang sudah dipotong ke sisi keran yang kotor dan diamkan beberapa jam. Asam pada lemon melarutkan kerak kapur. Kemudian gosok kerak kapur yang terlepas dengan sikat gigi bekas atau kain gosok. Bisa juga dengan mengoleskan air lemon pada kain dan gosok untuk menghilangkan noda air sadah pada keran.

    4. Baking Soda

    baking sodabaking soda Foto: Getty Images/skhoward

    Salah satu bahan yang mudah untuk membersihkan kerak pada keran air adalah baking soda. Bahan ini bahkan tidak perlu menunggu hingga berjam-jam. Ketika dilapisi ke keran air, sudah bisa membersihkan kerak, tetapi bahan ini sebaiknya tidak digunakan begitu sering. Gunakan untuk noda kerak yang benar-benar sulit dihilangkan.

    Itulah bahan-bahan yang bisa digunakan untuk membersihkan kerak pada keran air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan di Rumah yang Nggak Disukai Lintah, Dijamin Auto Kabur!


    Jakarta

    Lintah merupakan parasit yang bisa menghisap darah hewan dan manusia. Mereka dapat beraksi tanpa disadari karena lintah memiliki 3 gigi berbentuk segitiga untuk memotong dan mengeluarkan serangkaian zat kimia untuk mengencerkan darah. Hal ini yang membuat kulit mati rasa sehingga kehadirannya tidak terdeteksi.

    Parasit satu ini biasanya hidup di air tawar. Meskipun di perkotaan cukup jarang ditemui, tetapi pada rumah-rumah yang sering banjir, hewan ini bisa terbawa ke permukiman.

    Ukuran lintah bermacam-macam, mulai dari sekecil lalat hingga 7 cm. Efek dari gigitan lintah di antaranya iritasi kulit, gatal, pendarahan, hingga memar.


    Jika melihat lintah di rumah, tidak perlu panik apalagi asal mematikannya. Dilansir dari How to Repel begini cara mengusir lintah.

    Cara Mengusir Lintah dari Rumah

    1. Garam

    Garam merupakan bumbu dapur yang berguna untuk mengusir hewan-hewan seperti lintah dan bekicot. Caranya cukup dengan menaburkan garam di sekeliling lintah atau daerah yang sering didatanginya. Garam dapat memberikan efek osmosis yang menyebabkan dehidrasi pada tubuh lintah. Garam dapat menarik air dari dalam tubuh lintah, menyebabkan dehidrasi.

    Sebagai catatan, garam tidak disarankan dipakai untuk mengusir lintah yang sudah menggigit di kulit manusia atau hewan. Apabila sudah menempel di kulit, coba cari kepala lintah, kemudian tekan kulit di area yang digigit, agar lintah mudah terlepas. Apabila sulit, ambil kertas atau kartu ATM dan kartu yang agak keras untuk melepas lintah.

    2. Jus lemon

    Perasan lemon sering sekali digunakan untuk membersihkan barang dan mengusir binatang. Air perasan yang mengandung asam ini sangat tidak disukai oleh lintah. Cara memakainya adalah dengan memeras jeruk kemudian campurkan dengan sedikit air. Siram pada area dinding dan tanaman yang sering ditemui lintah.

    3. Bawang Putih dan Cengkeh

    Bahan alami lainnya yang ditakuti oleh lintah adalah bawang putih dan cengkeh. Dua bahan dapur ini ternyata memiliki senyawa yang dapat menahan lintah mendekat. Bawang putih dan cengkeh yang digunakan tidak perlu banyak, secukupnya saja. Lalu hancurkan dan sebar di area yang lembap di mana lintah sering terlihat.

    4. Minyak Atsiri

    Lintah cukup sensitif dengan wewangian, salah satunya adalah aroma dari minyak atsiri atau essential oil. Cara ini lebih mudah dan praktis karena tinggal disemprot ke area yang sering didatangi lintah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Mudah Cegah Kucing BAB di Halaman, Bisa Pakai Jeruk


    Jakarta

    Kucing terkadang suka buang air besar (BAB) sembarangan, salah satunya di halaman. Hal ini tentu bikin penghuni rumah geram karena bisa mengotori sekaligus membuat bau tak sedap di halaman.

    Jika ada kucing liar yang BAB, mungkin kamu bisa mengusirnya dari halaman rumah. Namun lain halnya jika yang sering BAB adalah kucing peliharaan kamu sendiri. Tentu tidak tega kan untuk mengusirnya?

    Nah, ada sejumlah cara mudah untuk mencegah kebiasaan kucing BAB di rumah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Mencegah Kucing BAB di Halaman Rumah

    Memiliki anabul tentu sangat lucu dan menggemaskan. Namun, semua itu berubah ketika kucing mulai sering BAB di halaman rumah.

    “Jika Anda melihat kucing mulai menyukai halaman Anda, mungkin Anda secara tidak sengaja menciptakan lingkungan yang sempurna bagi kucing untuk buang air. Meski ini adalah perilaku alami kucing, tapi hal itu bisa bikin frustrasi,” kata Shauna Walsh, dokter hewan PDSA yang mengutip Country Living, Selasa (24/6/2025).

    Berikut tips mudah mencegah kucing agar tidak BAB di halaman rumah:

    1. Menyebarkan Aroma yang Tidak Disukai Kucing

    Tips yang pertama adalah menyebarkan aroma yang tidak disukai kucing, seperti lavender, pepermin, atau kayu manis. Ketiga tanaman itu diklaim ampuh mengusir kucing karena punya aroma menyengat.

    Kamu bisa menggunakan minyak atsiri dari ketiga aroma di atas, lalu dicampur dengan air, dan dimasukkan ke botol semprot. Setelah itu, semprotkan cairan tersebut ke seluruh halaman. Langkah ini terbilang hemat biaya sekaligus tidak membahayakan tanaman, tapi hanya efektif dalam hitungan jam saja.

    2. Kulit Jeruk

    Sisa kulit jeruk sebaiknya jangan langsung dibuang karena dapat dimanfaatkan untuk mengusir kucing dari halaman. Mirip dengan aroma lavender dan pepermin, kucing tidak menyukai aroma jeruk yang kuat.

    Cara pakainya juga mudah, cukup mencincang halus kulit jeruk dan menaruhnya di sekitar taman. Selain itu, kamu juga bisa membuat larutan semprot dengan cara memeras buah jeruk yang dicampur air, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    3. Pisang

    Masih terkait dengan aroma yang tidak disukai kucing, pisang bisa menjadi opsi alternatif untuk mengusir kucing dari halaman rumah. Kamu bisa memotong dan mencincang pisang sampai halus, lalu menebarkannya di sekitar halaman. Sebaiknya gunakan pisang yang sudah matang karena baunya tidak disukai oleh kucing.

    4. Bubuk Kopi

    Apabila buah-buahan kurang efektif untuk mengusir kucing, cobalah memakai bubuk kopi. Kamu bisa menaburkan bubuk kopi di sekitar halaman secara merata agar kucing tidak berani untuk BAB sembarangan.

    Bubuk kopi membuat kucing memilih ‘putar balik’ karena aromanya yang kuat. Di sisi lain, bubuk kopi juga disebut aman jika terkena rumput atau tanaman.

    5. Tutup Halaman dengan Ranting

    Tips berikutnya untuk mencegah kucing BAB di halaman adalah dengan menutupnya pakai ranting. Sebab, kucing tidak suka menginjak ranting karena punya duri tajam. Meski disebut efektif, tetapi cara ini bikin halaman rumah jadi terlihat tidak cantik karena ditutupi banyak ranting pohon.

    6. Cuka

    Aroma cuka yang kuat dan menyengat bisa menjadi cara alternatif agar kucing tidak BAB di rumah. Untuk cara pakainya, kamu dapat mencampur cuka dengan air, lalu dituangkan ke botol semprot. Setelah itu, kamu bisa menyemprotkan cairan cuka ke sekitar halaman.

    Namun perlu diingat, penggunaan cuka dalam jumlah banyak dapat membahayakan sejumlah tanaman. Jadi pakai secukupnya saja.

    7. Air Sabun

    Jika kucing masih sering BAB di halaman rumah, kamu bisa menggunakan air sabun. Aroma dari sabun yang wangi justru tidak disukai kucing sehingga memilih menjauh dari halaman.

    Sebaiknya siram air sabun ke halaman secara menyeluruh. Sebab, kucing bisa saja menemukan area di sudut halaman yang menurutnya aman untuk BAB.

    Itu dia tujuh cara mudah cegah kucing BAB di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kutu Putih Muncul dan Rusak Tanaman? Ini Penyebab dan Cara Basminya



    Jakarta

    Merawat tanaman tidak sekadar menyiram air dan memberi pupuk, tetapi juga menjaganya dari hama. Salah satu hama yang suka muncul adalah serangga kutu putih.

    Tanaman yang terinfeksi kutu putih bisa rusak, pertumbuhannya terhambat, bahkan mati. Kutu putih merusak tanaman dengan menghisap sari inangnya, sehingga muncul residu putih pada bagian tertentu.

    Oleh karena itu, penghuni rumah harus segera membasmi kutu putih. Penghuni juga perlu tahu penyebab munculnya kutu putih agar bisa lebih waspada.


    Kenapa kutu putih muncul pada tanaman dan bagaimana cara membasminya? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari The Spruce dan Martha Stewart.

    Penyebab Kutu Putih pada Tanaman

    Kutu putih menyerang tanaman karena tertarik dengan hal berikut ini.

    1. Banyak Sari Buah

    Tanaman yang kaya akan sari buah, misalnya pohon jeruk dan mangga, menarik bagi kutu putih. Tanaman tersebut bisa menjadi bahan makanan mereka.

    2. Kadar Nitrogen Tinggi

    Kutu putih juga muncul pada tanaman dengan kadar nitrogen tinggi dan pertumbuhannya lunak. Hal ini dapat terjadi kalau menyiram dan memberi pupuk terlalu banyak pada tanaman.

    Jika tanaman sudah terserang kutu putih, sebaiknya jauhkan dari tanaman lain. Infeksi kutu putih dapat menyebar ke tanaman terdekat.

    Cara Basmi Kutu Putih pada Tanaman

    Inilah cara membasmi kutu putih agar tanaman nggak rusak.

    1. Pangkas Sebagian Tanaman

    Penghuni rumah bisa memangkas bagian tanaman yang terserang kutu putih kalau infeksinya cukup berat. Lalu, buang potongan tersebut karena kutu putih dapat mengenai bagian tanaman lain.

    2. Siram Kutu Putih

    Untuk serangan kutu putih yang tergolong ringan, penghuni dapat menyiram tanaman dengan air untuk menyingkirkannya. Letakkan bagian tanaman yang terserang di bawah pancuran air keran. Pastikan menyiram bagian atas dan bawah tanaman atau daun yang terinfeksi.

    3. Semprotkan Cairan DIY

    Selain itu, penghuni bisa membuat cairan pengusir kutu putih. Cairan tersebut dapat dibuat dari bawang bombay, bawang putih, dan bubuk cabai.

    Bahan-bahan tersebut dihaluskan dengan blender hingga konsistensinya menjadi pasta dan tambahkan air sekitar 1 liter. Kemudian, campuran didiamkan selama 1 jam. Larutan itu disaring dengan kain tipis dan ditambahkan sabun cuci piring cair, lalu diaduk rata.

    Cairan ini dapat dimasukkan ke dalam botol untuk disemprotkan ke bagian tanaman yang terserang kutu putih. Ulangi penyemprotan setelah beberapa hari sesuai kebutuhan. Larutan DIY (do-it-yourself) atau buatan sendiri ini bisa disimpan dalam kulkas hingga seminggu.

    4. Semprotkan Larutan Minyak Nimba

    Penghuni juga bisa menyemprotkan larutan minyak nimba sebagai insektisida organik. Zat dalam minyak nimba bakal mempengaruhi kemampuan makan, pertumbuhan, dan perkembangan kutu putih.

    Campurkan 1-2 sdm minyak nimba dengan 1-2 sdt sabun cuci piring dan 3,7 liter air. Campuran diaduk rata dan dimasukkan ke dalam botol semprot.

    Semprotkan larutan tersebut ke tanaman yang terinfeksi kutu putih pada pagi dan sore hari. Ulangi penyemprotan cairan minyak nimba setelah 1-2 minggu jika serangan kutu putih masih berlanjut.

    5. Sebarkan Serangga Predator

    Kalau serangan kutu putih masih ringan, penghuni bisa memanfaatkan sejumlah serangga predator yang dapat membunuh kutu putih secara alami. Serangga tersebut antara lain tawon parasitoid (Leptomastix dactylopii) dan kumbang Cryptolaemus montrouzieri.

    Sebarkan serangga tersebut sebagai cara alternatif untuk membasmi kutu putih. Namun, proses ini membutuhkan waktu cukup lama.

    Itulah penjelasan seputar kutu putih. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Takut Tanaman Rusak Diserang Kutu Putih? Begini Cara Cegahnya



    Jakarta

    Kutu putih merupakan serangga penghisap getah berwarna putih. Penghuni rumah yang memelihara tanaman patut waspada dengan serangan kutu putih. Sebab, kutu putih bisa rusak, layu, bahkan daun dan buahnya cepat rontok.

    Dilansir dari The Spruce, serangga ini menyukai tanaman yang mengandung banyak sari buah. Mereka tertarik dengan tumbuhan tropis seperti spesies hoya, philodendron, dan schefflera. Pohon sitrus pun sangat rentan diserang kutu putih.

    Nah, sebenarnya kutu putih suka tanaman dengan kadar nitrogen tinggi dan pertumbuhan lunak. Kandungan nitrogen cenderung menjadi tinggi kalau tanaman disiram air dan diberi pupuk secara berlebihan.


    Cara terbaik untuk mengendalikan kutu putih adalah dengan cara bertahan. Tanaman yang sehat dan kuat tidak mudah diserang hama dibandingkan tanaman yang lemah dan stres.

    Namun, kutu putih tetap dapat menginfeksi tanaman yang sehat maupun tanaman baru sekali pun. Tanaman hias yang terserang hama harus dipisahkan dari tanaman hias lainnya untuk mencegah penyebaran hama.

    Oleh karena itu, sebaiknya cegah kemunculan kutu putih sebelum terlanjur. Simak caranya berikut ini.

    Cara Cegah Serangan Kutu Putih

    Inilah beberapa tips agar tanaman aman dari serangan kutu putih.

    1. Kurangi Pupuk dan Siram Tanaman

    Hindari menggunakan pupuk dan menyiram tanaman secara berlebihan. Cara ini membantu menurunkan kandungan nitrogen sekaligus memperkuat ketahanan tanaman. Pasalnya, kutu putih tertarik dengan tanaman dengan kandungan nitrogen yang tinggi.

    2. Gunakan Minyak Nimba

    Cegah pertumbuhan kutu putih dengan rajin merawat daun tanaman. Semprotkan cairan yang tidak disukai kutu putih, seperti yang mengandung minyak nimba.

    3. Rutin Bersihkan Tanaman

    Bersihkan tanaman secara rutin untuk mencegah kutu putih hinggap. Caranya dengan menyemprotkan air pada tanaman.

    4. Turunkan Suhu Udara

    Kutu putih cenderung menyukai suhu hangat. Untuk tanaman indoor yang tahan dingin, sebaiknya turunkan suhu udara di malam hari hingga 15 derajat celsius buat cegah kutu putih.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah serangan kutu putih pada tanaman. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Noda di Kamar Mandi Bisa Hilang Pakai 4 Bahan Sederhana Ini!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu area di rumah yang paling cepat kotor. Meski terkena air hampir setiap hari, tapi justru dapat menimbulkan noda dan kotoran yang menempel di lantai dan dinding.

    Kamar mandi bisa jadi sangat kotor karena disebabkan oleh beberapa hal. Dikutip dari Better Homes & Gardens, Minggu (6/7/2025), penyebab utamanya karena tumbuh jamur dan lumut akibat udara di kamar mandi yang terlalu lembap.

    Penyebab lainnya karena kerak sabun yang menempel di keramik. Setelah mandi, mungkin kamu tidak sadar masih ada sisa busa sabun yang menempel di dinding ataupun lantai.


    Sebenarnya, kamu dapat mengatasi noda tersebut dengan cairan pembersih khusus. Namun, ada juga bahan-bahan sederhana yang bisa digunakan untuk mengangkat noda membandel. Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Cara Membersihkan Noda yang Menempel di Kamar Mandi

    Membersihkan noda yang menempel di lantai dan dinding kamar mandi ternyata sangat mudah. Dilansir situs The Tiles House, berikut bahan-bahan alami yang bisa dipakai untuk membersihkan kamar mandi:

    1. Baking Soda

    Tips yang pertama adalah memakai baking soda. Bahan ini dinilai efektif untuk mengangkat noda membandel, terutama pada keramik lantai dan dinding kamar mandi.

    Cara pakainya cukup mencampurkan baking soda dengan air hingga membentuk pasta, lalu oleskan ke bagian yang terdapat noda. Setelah itu, gosok dengan perlahan dengan spons atau sikat, kemudian bilas dengan air sampai bersih.

    2. Cuka

    Kandungan zat asam pada cuka dinilai ampuh untuk menyingkirkan noda hingga kotoran di kamar mandi. Cara penggunaannya cukup sederhana, campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama ke dalam botol semprot. Lalu, semprotkan cairan tersebut ke lantai dan dinding yang terdapat noda.

    Diamkan selama kurang lebih 15 menit agar cuka dapat bereaksi terhadap noda tersebut. Jika sudah, gosok dengan sikat dan bilas pakai air bersih. Jangan lupa cek kembali apakah masih ada sisa noda atau tidak.

    3. Air Jeruk Lemon

    Tak hanya menyegarkan tubuh, perasan air jeruk lemon bisa dimanfaatkan untuk membersihkan kamar mandi lho. Caranya gampang, cukup peras jeruk lemon segar ke dalam wadah, lalu siram ke area yang terdapat noda di kamar mandi.

    Diamkan sekitar 10 menit agar air jeruk dapat beraksi, lalu gosok dengan sikat sampai bersih. Langkah terakhir, bilas dengan air bersih agar noda ikut larut.

    4. Pasta Gigi dan Soda Kue

    Kombinasi antara pasta gigi dan soda kue ternyata dapat digunakan untuk mengatasi noda. Campurkan pasta gigi dan soda kue dalam wadah, lalu aduk hingga merata.

    Setelah itu, oleskan bahan tersebut ke area yang penuh dengan noda dan kotoran di kamar mandi. Gosok agak keras dengan spons atau sikat, kemudian bilas dengan air sampai bersih.

    Demikian empat cara membersihkan noda di kamar mandi dengan bahan alami. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips agar Kamar Mandi Terasa Wangi Seperti Hotel Bintang 5


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang paling gampang bau. Hal ini bisa terjadi karena kamar mandi jarang dibersihkan sehingga mengeluarkan aroma tak sedap.

    Kamu pasti tidak akan betah berlama-lama di kamar mandi yang baunya bikin enek. Apalagi jika kedatangan tamu, pasti mereka akan menilai buruk tempat tinggal detikers karena aroma tak sedap dari kamar mandi.

    Sebenarnya, jika kamar mandi dibersihkan secara rutin maka dapat mencegah munculnya bau. Meski begitu, kamu juga perlu menambahkan pewangi ruangan agar terasa segar dan harum.


    Menurut pakar, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar kamar mandi tetap wangi seperti hotel bintang lima. Penasaran? Simak dalam artikel ini.

    Tips Mudah agar Kamar Mandi Terasa Wangi

    Cara Palmer, pendiri organisasi sekaligus pakar kebersihan di Organize Every Room mengatakan, salah satu penyebab munculnya bau di kamar mandi karena kelembapan yang sangat tinggi.

    “Kelembapan berlebih dapat menciptakan lingkungan yang cocok untuk jamur dan lumut tumbuh, sering kali hal tersebut jadi penyebab umum muncul bau di kamar mandi yang tidak kunjung hilang,” kata Palmer dikutip The Spruce, Senin (7/7/2025).

    Palmer membagikan sejumlah tips mudah agar kamar mandi tetap wangi dan bersih. Berikut caranya:

    1. Baking Soda

    Bau tak sedap yang muncul di kamar mandi harus dibuang terlebih dahulu. Kamu bisa menggunakan baking soda karena dinilai dapat menyerap dan menetralkan bau.

    Caranya gampang sekali, cukup tuang baking soda secukupnya ke dalam mangkuk kecil. Setelah itu, letakkan di sudut-sudut ruangan agar soda kue efektif menyerap bau tak sedap.

    Pastikan kamu mengganti baking soda secara rutin agar dapat menyerap bau secara maksimal.

    2. Cuka

    Selain baking soda, kamu juga dapat menggunakan cuka untuk menghilangkan bau tak sedap di kamar mandi. Caranya dengan mencampur 3 sendok makan cuka putih dengan garam secukupnya ke dalam wadah, lalu aduk hingga tercampur rata.

    Setelah itu, gosokkan larutan tadi ke sudut-sudut kamar mandi yang bau, kemudian siram dengan air bersih agar bau juga ikut larut.

    3. Tanaman Hidup

    Menanam tanaman di kamar mandi juga efektif untuk menghilangkan bau tak sedap di kamar mandi. Terdengar sepele, tapi sejumlah penelitian menunjukkan kalau sejumlah tanaman dapat menghilangkan polutan tertentu dari udara dan bahkan mengubahnya menjadi nutrisi.

    Adapun sejumlah tanaman yang bisa ditaruh di kamar mandi, seperti lidah mertua, lidah buaya, sirih gading, hingga peace lily. Tak hanya mempercantik ruangan, hadirnya tanaman ini juga menambah keasrian dan bisa memberikan wangi yang segar.

    4. Lemon

    Lemon dikenal sebagai buah yang dapat menyegarkan tubuh. Di sisi lain, lemon juga bisa digunakan sebagai pengharum ruangan alami, khususnya pada kamar mandi.

    Cukup dengan mengiris beberapa buah jeruk lemon dan taruh ke dalam wadah. Setelah itu, letakkan irisan lemon ke sejumlah sudut kamar mandi. Agar dapat memberikan kesegaran maksimal, pastikan kamu mengganti irisan lemon setiap 3-4 hari sekali.

    5. Minyak Esensial

    Tips berikutnya adalah menggunakan minyak esensial. Adapun sejumlah minyak esensial yang bisa digunakan, seperti lavender, chamomile, serai, hingga pepermin.

    Untuk cara pakainya, tuang beberapa tetes minyak esensial ke dalam wadah dan masukkan bola-bola kapas. Setelah itu, letakkan bola kapas tadi ke sudut-sudut ruangan agar wanginya bisa menyebar.

    6. Kayu Manis

    Kayu manis juga bisa digunakan untuk membuat kamar mandi tetap wangi karena memiliki aroma yang kuat. Untuk cara pakainya cukup menaruh beberapa batang kayu manis ke dalam wadah, lalu letakkan di pojok kamar mandi.

    Itu dia enam tips agar kamar mandi tetap wangi dan terasa segar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com