Tag: sirkulasi udara

  • Setel AC 18 Derajat Tak Bikin Ruangan Cepat Dingin, Tagihan Listrik Malah Bengkak



    Jakarta

    Memasang AC di rumah adalah solusi andalan agar tidak kepanasan di negara beriklim tropis. Namun, menyalakan AC bisa memakan banyak listrik, sehingga tagihannya pun menjadi mahal.

    Untuk itu, pengguna AC perlu mencari jalan tengah antara mendinginkan ruangan dan menjaga efisiensi energi ketika cuaca panas. Nah, caranya bisa dengan mengatur suhu AC.

    Lantas, berapa suhu AC yang ideal agar tagihan listrik tidak mahal? Simak penjelasannya berikut ini.


    Dilansir dari Times of India, Biro Efisiensi Energi (BEE) dari India merekomendasikan suhu AC 24 derajat celcius sesuai standar kinerja energi baru untuk AC ruangan. Menyetel suhu ruangan yang tepat ketika tidur bisa membantu menghemat tagihan listrik.

    AC menggunakan banyak energi untuk mempertahankan suhu dingin pada ruangan. Semakin dekat suhu di dalam ruangan dengan di luar, maka AC tidak harus bekerja terlalu keras. Alhasil, energi yang digunakan juga berkurang.

    Menurut sumber yang sama, memasang suhu 18 derajat celcius tidak akan membuat ruangan dingin lebih cepat, tetapi justru memakan lebih banyak listrik. Oleh karena itu, sebaiknya tetap menggunakan suhu AC standar bawaan, yakni 24 derajat celcius.

    Selain itu, tingkat kelembapan yang tinggi bisa membuat ruangan terasa lebih panas dari seharusnya. Penghuni rumah bisa menggunakan dehumidifier bersamaan dengan AC untuk menciptakan lingkungan ruangan yang nyaman.

    Kemudian, sirkulasi udara yang baik juga meningkatkan efek dingin dari AC. Pertimbangkan untuk menggunakan kipas angin portable atau gantung untuk menyebarkan udara dingin AC dengan merata.

    Di sisi lain, penggunaan AC pintar yang bisa membantu penghuni mengatur suhu secara otomatis sepanjang hari. Penghuni dapat menyetel program agar suhu ruangan lebih dingin mendekati waktu tidur. Lalu, suhu AC bisa dinaikkan sedikit secara otomatis ketika penghuni bangun di pagi hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Lembap Picu Pertumbuhan Lumut dan Jamur? Ini Cara Atasinya


    Jakarta

    Pernahkah merasa udara di rumah terasa lembap? Situasi rumah seperti itu tentu membuat penghuni merasa tidak nyaman dan sesak.

    Rumah lembap bisa disebabkan oleh sirkulasi udara yang tidak lancar. Kalau mengalami hal seperti ini, harus segera diatasi agar tidak memicu pertumbuhan lumut dan jamur.

    Lantas, bagaimana cara mengatasi kelembapan di rumah? Simak tipsnya berikut ini


    Tips Mengatasi Rumah Lembap

    Inilah beberapa cara menghilangkan kelembapan di rumah, dikutip dari Tom’s Guide.

    1. Pastikan Semua Permukaan Kering

    Atasi masalah kelembapan dari sumbernya, salah satunya genangan air di rumah. Pastikan semua permukaan kering, seperti di dapur dan kamar mandi.

    Langkah ini untuk mencegah air menguap dan terkumpul di udara. Dengan begitu, air tersebut tidak menambah tingkat kelembapan rumah.

    2. Rutin Buka Pintu dan Jendela

    Sebaiknya penghuni rumah membuka pintu dan jendela secara teratur. Cara ini memungkinkan udara segar masuk sehingga rumah tak terasa sesak.

    Sirkulasi udara yang tidak lancar menyebabkan kondensasi. Membuka jendela dan pintu bisa membuat kelembapan tidak menumpuk di rumah.

    3. Nyalakan Kipas Angin

    Kurangi kelembapan di rumah dengan menyalakan kipas angin, terutama di ruangan lembap seperti dapur dan kamar mandi. Alat ini efektif untuk mempercepat proses pembuangan udara.

    4. Nyalakan AC

    Mendinginkan udara dengan AC juga melancarkan sirkulasi udara di rumah. Hal ini membantu mengurangi kelembapan, kondensasi, dan pertumbuhan jamur.

    Udara panas dan lembap bertemu dengan kumparan dingin dalam AC bisa menurunkan tingkat kelembapan ruangan.

    5. Pelihara Tanaman

    Cara alami untuk menurunkan tingkat kelembapan adalah memelihara tanaman di rumah. Ada tanaman yang secara aktif mengurangi tingkat kelembapan di rumah dan mencegah terbentuknya jamur dan kondensasi.

    Salah satu tanaman yang membantu mengurangi kelembapan adalah tanaman anggrek. Bunga-bunga yang berwarna-warni ini sangat bagus untuk menyerap kelembapan dari udara dan menyerap melalui daun serta akarnya.

    Itulah cara mengatasi ruangan lembap untuk mencegah tumbuhnya lumut dan jamur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Manfaat Punya Taman Minimalis di Area Tengah Rumah dan Tips Bikinnya


    Jakarta

    Taman di dalam rumah saat ini banyak dipilih karena dapat mempercantik ruangan secara alami. Selain itu, taman di dalam rumah dapat membuka jalur sirkulasi udara dan bisa menjadi pemasok oksigen di dalam rumah.

    Namun, tidak semua rumah bisa membuat taman di dalam rumah. Sebab, saat ini ukuran rumah semakin kecil karena keterbatasan lahan. Apabila dipaksakan, rumah justru terlihat lebih sempit dan membuat ruang gerak jadi terbatas.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan, taman di dalam rumah bisa dibuat menyesuaikan sisa ruang yang ada, tidak harus besar. Tujuan adanya taman di dalam rumah adalah sebagai ventilasi yang bisa menjangkau beberapa ruangan di dalam rumah yang jauh dari area luar rumah. Selain itu, adanya taman di dalam rumah juga membuat rumah jauh lebih terang berkat pencahayaan alami.


    “Jadi kita perlu memastikan setiap ruangan bisa mendapat akses yang sama terhadap taman. Kalau ruangannya banyak, lahannya terbatas, kita tidak bisa membuat ventilasi atau pencahayaan alami di salah satu ruang di rumah kita. Makanya dikasih taman supaya memaksimalkan semua ruangan mengakses view taman,” kata Denny kepada detikProperti, Selasa (3/6/2025) lalu.

    Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Bikin Taman di Dalam Rumah

    1. Rencanakan Sejak Awal

    Membuat taman di dalam rumah berarti membutuhkan area yang terbuka hingga ke bagian atas. Pembuatannya tidak bisa asal-asalan dengan membobol bagian rumah. Denny menyarankan agar rencana ini telah disiapkan sejak awal membangun rumah agar mudah untuk dibuat.

    2. Pilih Tanaman yang Tak Merusak Bangunan

    Denny menyarankan untuk memilih tanaman berakar tunggal apabila ingin menanam tanaman yang besar. Namun, bisa pula dengan meletakkan tanaman yang bisa tumbuh di dalam pot.

    “Sebenarnya inner court itu bisa langsung terakses ke tanah ya karena lebih baik resapannya langsung ke tanah. Tapi bisa juga memakai pot-pot tanaman. Kemudian, sistem drainasenya disambung ke sistem drainase awal rumah. Jadi tidak punya alasan kita nggak punya taman. Sebenarnya taman itu fleksibel, bisa dibuat di awal, di akhir juga bisa,” jelasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tinggi Ideal Plafon agar Rumah Tampak Lega dan Terasa Segar


    Jakarta

    Plafon merupakan atap yang terlihat dari dalam rumah. Biasanya plafon dibuat mulus yakni ditutup dengan gypsum agar tampilannya lebih menarik dan rapi. Namun, plafon memiliki fungsi yang jauh lebih penting daripada tampilannya.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan plafon dapat membantu rumah terasa segar dan lapang. Meskipun ruangan di rumah tersebut tidak begitu luas, plafon yang tinggi dapat mempengaruhi suhu di dalam rumah. Hal ini dikarenakan udara panas di dalam rumah letaknya berada di bagian atas.

    Apabila plafon tersebut rendah, penghuninya akan lebih cepat merasa panas, pengap, dan sempit. Apalagi jika rumah tersebut tidak memiliki sirkulasi udara dua sisi yang mendukung atau biasa disebut dengan ventilasi silang.


    Plafon yang dibuat tinggi akan mempermudah pertukaran udara segar dan udara panas. Selain itu, di bagian atas juga harus ditambahkan kipas angin agar udara panas tersebut bergerak.

    Tidak hanya itu, plafon juga bisa mempengaruhi pencahayaan di rumah. Apabila plafon di rumah tinggi, pemiliknya bisa menambahkan jendela pada fasad atau ventilasi khusus cahaya. Ventilasi ini sebisa mungkin tidak tertutup apa pun termasuk kanopi. Dengan begitu cahaya tetap dapat masuk ke rumah dan saat hari cerah, pemiliknya tidak perlu repot-repot menyalakan lampu.

    Lantas, berapa tinggi plafon yang disarankan agar bisa membantu lupa terasa lebih lapang dan segar?

    Tinggi Ideal Plafon Rumah

    Direktur Utama PT Sanskara Bumi Perkasa, Harismawan Akbar Dwiatmojo, membeberkan tinggi ideal plafon rumah sebaiknya tidak kurang dari 2,4 meter dari lantai. Pengukurannya dihitung dari lantai ke atas. Senada, Denny juga menyebutkan tinggi ideal plafon rumah adalah 2,4 meter. Apabila ingin membangun rumah 2 lantai dengan satu plafon yang sama seperti model mezzanine, tinggi plafonnya adalah dua kalinya 4,8 meter.

    Harismawan menyampaikan ketinggian plafon juga dipengaruhi oleh iklim. Di Indonesia sendiri, daerah yang suhunya agak tinggi dan panas tinggi plafon yang disarankan adalah 2,8-3,2 meter, lebih tinggi dari batas ideal. Sementara, untuk rumah yang berada di daerah yang dingin, bisa mengikuti tinggi ideal 2,4-22,5 meter.

    “Untuk rumah di daerah dingin sebenarnya dapat dibuat lebih pendek karena mampu menangkap panas sehingga dapat hemat energi. Untuk bangunan rumah di daerah tropis dibuat sebaliknya, agar sirkulasi udara lebih lancar dan udara panas tidak terperangkap di dalam rumah,” tuturnya kepada detikProperti, seperti yang dikutip Rabu (2/7/2025).

    Cara Menghitung Tinggi Ideal Plafon Rumah

    Cara menghitung tinggi plafon rumah juga cukup mudah. Patokannya adalah tinggi badan sendiri, ditambah ukuran tinggi badan 76 centimeter. Untuk lebih jelasnya, berikut contohnya.

    Tinggi badan Z misalnya 180 cm. Maka 180 + 76 cm = 256 cm atau setara 2,56 m. Maka 2,56 meter adalah tinggi ideal plafon rumah Z.

    Cara hitungan ini juga berlaku untuk tinggi plafon pada ruangan lain, seperti kamar tidur, kamar mandi hingga dapur. Jarak plafon ini juga bisa disesuaikan lagi dengan jenis dan gaya rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Benar Nggak Atap Hitam Bikin Rumah Panas? Begini Faktanya



    Jakarta

    Konon atap warna hitam bisa menyebabkan rumah panas terutama pada saat terik. Hal ini dikarenakan warna hitam dipercaya bisa menyerap panas. Banyak orang akhirnya menghindari atap hitam karena hal tersebut dan memilih alternatif lain.

    Apakah benar warna hitam bisa mempengaruhi suhu di dalam rumah?

    Menurut laman Nombarch, warna bukan satu-satunya faktor naiknya suhu di rumah. Faktor lainnya juga bisa disebabkan pada material atap yang digunakan. Ada material yang bisa menangkis panas meski warnanya hitam sehingga rumah tidak panas. Ada pula material atap yang tidak berwarna hitam, tetapi bisa membuat rumah lebih panas, yakni asbes.


    Atap warna hitam disebut dapat menyerap panas karena panas dari matahari terperangkap di lapisan bawah. Kemudian, panas tersebut akan terasa hingga ke dalam, terutama yang rumahnya tidak memiliki plafon dan ventilasi yang memadai. Panas akan terus terperangkap di bagian atas rumah tersebut. Rumah akan terasa pengap dan udara yang berputar di dalamnya terasa hangat.

    Arsitek Denny Setiawan menjelaskan, udara panas letaknya akan selalu berada di atas. Ia menyarankan setiap rumah seharusnya memiliki sistem ventilasi silang. Fungsinya untuk menarik udara segar dan mendorong udara panas keluar. Sirkulasi udara yang buruk dapat menyebabkan rumah jauh lebih lembap karena tidak ada perputaran udara di dalam.

    Apabila tidak ada ventilasi silang, bisa disiasati dengan penggunaan kipas angin agar udara di dalam rumah bergerak. Namun, kipas angin tidak dapat menurunkan suhu di rumah tersebut.

    Solusinya adalah menghidupkan air conditioner (AC) agar suhu di rumah turun dan lebih segar. Namun, ada efek samping apabila terlalu sering menyalakan AC adalah dapat merusak ozon serta membuat tagihan listrik bulanan membengkak.

    Ia juga menyarankan untuk mengatasi rumah yang panas dengan membuat plafon atau langit-langit rumah yang tinggi. Idealnya memiliki tinggi 2,4 meter dari lantai. Plafon tersebut juga perlu ditambahkan kipas angin dengan baling-baling menghadap ke bawah untuk membantu pergerakan udara panas. Cara ini bisa menjadi solusi untuk rumah yang sudah terlanjur memakai atap berwarna hitam.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Jadi Biang Kerok Rumah Bau



    Jakarta

    Rumah yang harum dan segar jelas bikin betah. Tapi pernah nggak sih kamu mencium bau nggak sedap di rumah padahal sudah rajin bersih-bersih? Bisa jadi sumber baunya bukan dari tempat sampah atau kamar mandi, melainkan dari kebiasaan kecil yang sering dilakukan tanpa sadar.

    Mengutip The Spruce, ada beberapa kebiasaan penghuni rumah yang bisa bikin udara dalam ruangan jadi tidak segar dan malah mengganggu kenyamanan.

    Berikut daftar kebiasaan yang perlu kamu waspadai:


    1. Malas Cuci Piring Setelah Makan

    Piring kotor yang dibiarkan menumpuk di wastafel ternyata bisa jadi sumber bau yang menyebar ke seluruh rumah. Sisa makanan yang menempel bisa jadi sarang bakteri dan menimbulkan bau asam seperti rawa.

    “Sisa makanan di piring basah jadi santapan lezat bagi bakteri dan bisa mengeluarkan bau tak sedap lebih cepat dari yang diduga,” jelas Robin Murphy, Presiden Maid Brigade.

    2. Memasak Tanpa Ventilasi

    Dapur tanpa ventilasi yang baik bisa bikin aroma masakan menempel lama di ruangan. Bahkan, bau masakan hari Senin bisa saja masih tercium sampai Kamis, lho

    “Bau masakan akan menempel di dinding, lemari, dan perabotan kalau sirkulasi udara buruk,” tambah Murphy.

    Pastikan dapur punya ventilasi atau gunakan cooker hood saat memasak ya.

    3. Handuk Basah Dibiarkan di Kamar Mandi

    Siapa yang suka menggantung handuk basah begitu saja setelah mandi? Hati-hati, kebiasaan ini bisa mengundang bau apek bahkan jamur!

    Handuk basah sebaiknya dijemur dulu hingga kering sempurna sebelum disimpan atau digantung kembali.

    4. Rumah Kurang Sirkulasi Udara

    Kalau udara di rumah terasa pengap atau berbau, bisa jadi aliran udaranya kurang lancar. Steve Evans dari Memphis Maids menyarankan untuk membuka jendela minimal 30 menit setiap hari agar ada pertukaran udara bersih.

    5. Merokok di Dalam Rumah

    Asap rokok bukan cuma bikin sesak napas, tapi juga meninggalkan bau yang sulit hilang. Nikotin bisa menempel di dinding, tirai, dan furnitur.

    “Bau rokok yang menempel nyaris mustahil dihilangkan kecuali dibersihkan oleh jasa profesional,” ujar Evans.

    Bahkan perabot bekas yang pernah digunakan oleh perokok juga bisa menyimpan aroma tak sedap, jadi harus selektif saat beli barang second-hand.

    Nah, itu dia beberapa kebiasaan yang bisa bikin rumah jadi bau dan nggak nyaman. Yuk, mulai ubah kebiasaan dari sekarang biar rumah selalu harum, segar, dan bikin betah seharian!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Bikin Kamar Tidur Selalu Harum Sepanjang Hari


    Jakarta

    Kamar tidur yang harum membuat penghuni merasa nyaman tinggal di rumah. Akan tetapi, terkadang hanya menyemprotkan pengharum tidak cukup membuat ruangan wangi

    Sebab, menyemprotkan pengharum ruangan bisa cepat hilang, sehingga tak lagi wangi. Bau tak sedap di kamar pun tidak dapat ditutupi.

    Bagaimana cara membuat kamar tidur harum sepanjang waktu? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Bikin Kamar Tidur Harum

    Inilah beberapa tips untuk membuat kamar wangi sepanjang hari, dikutip dari Good Housekeeping dan Real Simple.

    1. Rapikan Barang

    Penghuni sebaiknya merapikan barang-barang di kamar tidur. Rapikan barang atau buang barang yang sudah tidak digunakan agar kamar lebih lega.

    Sebab, kamar yang dipenuhi barang akan membatasi sirkulasi udara dan menyebabkan panas berlebih. Hal tersebut bisa menimbulkan bau apek.

    2. Bersihkan Kamar dari Sampah

    Bau tak sedap di kamar tidur bisa berasal dari tempat sampah. Nah, penghuni sebaiknya membuang sampah setiap hari meski wadahnya belum penuh. Selain buang sampah, tempatnya pun perlu dibersihkan setidaknya sebulan sekali.

    3. Rutin Cuci Sarung Bantal dan Seprai

    Sarung bantal dan seprai lama-lama akan kotor karena digunakan. Mengingat, keringat hingga residu produk perawatan diri dapat menempel di kasur.

    Oleh karena itu, dianjurkan untuk mencuci seprai dan sarung bantal setidaknya dua minggu sekali. Penghuni sebaiknya mengganti seprai dan sarung lebih sering kalau memiliki hewan peliharaan atau alergi. Kemudian, cuci bantal, selimut, dan kasur setidaknya 2 kali dalam setahun.

    4. Semprotkan Pengharum Ruangan

    Penghuni bisa menyemprotkan pengharum ruangan ke kamar tidur. Ada berbagai bentuk pengharum ruangan, seperti yang dijual bebas

    di pasaran, elektrik, ataupun buatan sendiri. Penghuni bisa menggunakan bahan alami seperti larutan minyak esensial atau rempah-rempah.

    5. Buka Jendela dan Pintu

    Pastikan ada sirkulasi udara yang baik di dalam kamar dengan membuka jendela dan pintu. Buka jendela atau pintu beberapa jam di pagi hari. Cara ini membantu menghilangkan sisa kelembapan dan bau apek.

    6. Pajang Tanaman atau Bunga

    Tanaman dan bunga tak hanya memperindah kamar tetapi juga membuat udara kamar segar, lho. Penghuni bisa memajang tanaman yang harum, seperti begonia, melati, gardenia, atau rosemary tuscan di sudut kamar.

    Lalu, memajang bunga harum dalam vas juga dapat membuat kamar wangi. Letakkan bunga lavender, mawar, lilac, atau peony di dalam kamar.

    7. Rebus Campuran Rempah dan Buah

    Rebusan buah dan rempah juga bisa membuat kamar tidur wangi. Caranya dengan merebus buah-buahan atau rempah. Aroma rebusan itu akan menyebar ke seluruh ruangan.

    Kombinasi bahan yang dapat direbus bersamaan yaitu:

    • Jeruk, rosemary, dan vanili.
    • Jahe, kayu manis, adas manis, pala, dan kapulaga.
    • Apel, jeruk, kayu manis, dan cengkeh.

    Itulah beberapa cara membuat kamar tidur selalu wangi. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Posisi AC yang Perlu Dihindari, Bisa Bikin Ruangan Jadi Nggak Dingin


    Jakarta

    Membeli AC tak hanya memperhatikan harga dan mereknya, tapi juga sudah harus tahu posisi pemasangannya. Sebab, salah menempatkan AC di rumah justru membuat ruangan tidak terasa dingin.

    Agar AC dapat berfungsi optimal, maka kamu harus menempatkannya di posisi yang tepat. Namun, masih banyak pemilik rumah yang tidak memperhatikan hal tersebut.

    Ingin tahu posisi pemasangan AC di rumah yang perlu dihindari? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Letak Pemasangan AC di Rumah yang Wajib Dihindari

    Dilansir situs House Digest, berikut sejumlah posisi pemasangan AC di rumah yang perlu dihindari:

    1. Area Terpanas di Rumah

    Posisi yang pertama berada di area paling panas di rumah. Sejumlah rumah pasti memiliki area yang terasa lebih pengap atau panas daripada ruangan lainnya. Hal ini biasanya karena ruangan tersebut luasnya terlalu kecil, tidak ada ventilasi, atau terlalu banyak barang sehingga sirkulasi udara tidak baik.

    Memasang AC di ruangan tersebut memang dapat mendinginkan udara, tapi AC jadi bekerja lebih keras karena terjadi perbedaan suhu yang signifikan. Jika terus dibiarkan maka AC bisa lebih cepat rusak.

    2. Dekat Barang yang Mudah Terbakar

    AC akan berfungsi optimal jika ruangan tersebut tertutup rapat sehingga tidak ada udara dingin yang keluar. Lalu, ruangan akan lebih cepat dingin jika di dalamnya tidak ada sumber panas. Lalu,

    Apabila di dalam ruangan terdapat cerobong asap, tungku api, kompor, atau di dekat oven yang terbuka, jangan memasang AC dan sebaiknya maksimalkan penggunaan ventilasi udara. Ventilasi yang dimaksud bisa berupa kipas angin atau exhaust fan.

    Sebab, AC yang dipasang di dekat sumber panas membuatnya bekerja lebih keras karena harus mendinginkan ruangan, sedangkan di ruangan itu terdapat sumber panas yang menyala. Oleh sebab itu, ada penempatan khusus jika ingin memasang AC di dapur, yakni arah anginnya tidak boleh mengarah langsung ke kompor.

    3. Dekat Tempat Sampah

    AC sebaiknya tidak dipasang di dekat atau menghadap langsung ke tempat sampah. Hal itu karena aroma tak sedap dari tempat sampah bisa menyebar ke seluruh ruangan. Ruangan memang terasa dingin, tapi penghuni rumah tetap tidak nyaman karena mencium bau busuk.

    Perlu diingat, mencium bau tak sedap serta tidak adanya ventilasi udara di ruangan bisa berdampak pada masalah pernapasan. Dalam jangka panjang bisa memicu asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    4. Terhalang oleh Benda Besar

    Disarankan untuk tidak memasang AC di dekat benda atau perabotan yang berukuran besar, misalnya lemari. Jika AC terhalang oleh lemari besar maka udara dingin tidak bisa menyebar ke seluruh ruangan. Kondisi ini tak hanya bikin ruangan tetap terasa panas, tapi bisa membuat AC jadi cepat rusak.

    5. Dekat Perangkat Elektronik

    Memasang AC di dekat perangkat elektronik juga tidak dianjurkan. Hal itu karena AC terkadang mengeluarkan uap air dan tetesan air dari unitnya. Jika tetesan air tersebut jatuh dan mengenai perangkat elektronik di bawahnya maka bisa menimbulkan kerusakan atau lebih parahnya terjadi korsleting listrik.

    6. Di Atas Pintu

    Posisi AC sebaiknya juga jangan berada di atas pintu, seperti pintu kamar atau pintu depan rumah. Hal itu karena pintu tersebut sering kali dibuka dan ditutup sehingga dikhawatirkan udara dingin justru berhembus keluar.

    Alhasil, ruangan jadi tidak terasa dingin sesuai suhu yang telah diatur. Hal ini juga berdampak pada meningkatkan tagihan listrik karena AC harus bekerja ekstra.

    Itulah beberapa enam posisi AC yang perlu dihindari di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bau Apek? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Pernah merasa udara di dalam rumah tidak segar atau bau apek? Suasana rumah seperti ini bisa membuat penghuni merasa kurang nyaman.

    Bukan tanpa alasan, bau apek itu dapat muncul karena berbagai faktor. Kalau merasa terganggu, penghuni sebaiknya mengatasi bau langsung pada sumbernya karena jika hanya menyemprot pewangi tak cukup menghilangkan baunya.

    Namun, kenapa rumah bisa bau apek ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Rumah Bau Apek

    Inilah sederet hal yang membuat rumah bau, dikutip dari Homes and Gardens.

    1. Kurang Sirkulasi Udara

    Bau tidak sedap bisa timbul dari aktivitas penghuni rumah seperti memasak, berolahraga di rumah, dan membersihkan rumah. Aroma itu bisa terperangkap di dalam rumah yang kurang sirkulasi udara. Nah, pastikan rumah sudah memiliki cukup ventilasi udara.

    2. Kelembapan Rumah Tinggi

    Rumah yang terlalu lembap bisa menimbulkan bau apek dan lembap. Kondisi seperti ini juga memicu pertumbuhan jamur dan lumut sehingga menambah bau. Penghuni dapat mengurangi kelembapan menggunakan dehumidifier atau membuka jendela setiap pagi selama setengah jam.

    3. Karpet Kotor

    Selain itu, bau apek bisa berasal dari karpet yang sudah tua dan jarang dibersihkan. Sebenarnya sekadar menyedot debu pada karpet tidak cukup. Sebaiknya menyedot debu dan menggunakan semprotan pembersih seminggu sekali untuk menjaga kebersihan karpet.

    4. Pakaian Lembap

    Pakaian dan linen yang belum sepenuhnya kering alias lembap bisa menimbulkan bau apek di rumah. Pastikan semua bahan kain kering sempurna sebelum menyimpannya di lemari.

    5. Jamur

    Rumah yang lembap sangat rawan ditumbuhi jamur. Beberapa tanda pertumbuhan jamur adalah muncul bercak hitam di tembok, furniture, dan karpet disertai bau apek. Cara menyingkirkannya bisa dengan menyemprotkan cuka pada jamur hitam lalu bilas dengan air hangat secara perlahan.

    Bau apek juga bisa disebabkan oleh debu dan kotoran di rumah. Setiap sudut rumah dan furnitur harus rajin dibersihkan agar tidak bau. Penghuni dapat menggunakan kain kanebo dan cairan pembersih.

    Itulah beberapa sumber bau apek di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • AC Tidak Dingin? Bisa Jadi Salah Pasang Outdoor Unit!



    Jakarta

    Pernah merasa AC di rumah tidak dingin meski sudah disetel ke suhu rendah? Jangan buru-buru menyalahkan perawatan atau usia AC. Bisa jadi masalahnya ada pada posisi outdoor unit yang keliru.

    Seperti diketahui, AC terdiri dari dua bagian: unit dalam (indoor) yang menghembuskan udara sejuk ke ruangan, dan unit luar (outdoor) berupa kipas besar berbentuk kotak yang dipasang di luar rumah. Keduanya harus terhubung agar AC bisa bekerja optimal.

    Sayangnya, masih banyak pemilik rumah yang hanya fokus memasang unit dalam, tanpa memerhatikan posisi unit luar. Padahal, peletakan outdoor unit sangat berpengaruh terhadap kinerja pendinginan.


    Berikut panduan posisi yang tepat untuk memasang outdoor AC, dikutip dari All Purpose Air Conditioning:

    1. Pilih Lokasi Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari

    Pasang outdoor AC di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Lokasi terbaik biasanya di tembok yang menghadap utara atau selatan. Hindari sisi timur atau barat karena rentan terkena panas matahari pagi dan sore, yang membuat AC harus bekerja lebih keras.

    2. Tempat Terbuka dan Datar

    Outdoor unit sebaiknya ditempatkan di area datar, kering, dan punya ventilasi udara yang baik. Hindari memasangnya di lokasi sempit atau tertutup tembok, karena bisa menghambat sirkulasi udara dan membuat AC boros listrik.

    3. Mudah Dijangkau untuk Perawatan

    Pastikan posisi outdoor AC mudah dijangkau agar proses pengecekan dan pembersihan lebih praktis. Unit yang terpasang terlalu tinggi atau sulit diakses justru menyulitkan saat perawatan rutin, yang idealnya dilakukan setiap 2-3 bulan sekali.

    4. Jauh dari Pohon Tinggi dan Genangan Air

    Meski butuh tempat sejuk, hindari memasang outdoor unit di bawah pohon. Daun, debu, dan kotoran bisa tersedot ke dalam mesin dan mempercepat kerusakan. Jangan juga menaruhnya di dekat tanah atau area rawan banjir. Lebih aman dipasang agak tinggi agar terhindar dari air hujan.

    Dengan memperhatikan posisi outdoor unit, AC di rumah bisa bekerja lebih efisien, awet, dan tentu saja lebih hemat listrik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com