Tag: sirup

  • 5 Benda yang Bikin Lalat Menyerbu Rumah, Cepat Singkirkan!



    Jakarta

    Pernahkah terganggu dengan adanya lalat di rumah? Lalat apalagi dengan jumlah banyak memang bikin resah bila menyerbu rumah.

    Apalagi, lalat diketahui sering hinggap di tumpukan sampah sehingga membuat penghuni rumah jijik dan khawatir lalat akan membawa sumber penyakit.

    Meski sudah diusir, seringkali lalat masih datang dan masuk ke rumah.


    Bisa jadi, rumah kita masih ada benda-benda yang mengundang lalat datang. Apa saja benda yang mengundang lalat datang? Berikut penjelasannya.

    Dilansir dari Terminx, berikut ini informasinya.

    Sampah

    Sampah merupakan hal yang ada di setiap rumah. Lalat umumnya tertarik dengan bahan organik di tempat sampah. Lalat juga bisa bertelur di tempat sampah. Makanya, kamu harus rajin menjaga kebersihan sampah dan menutup tempat sampah agar tidak menjadi sarang lalat.

    Kotoran Hewan

    Buat kamu yang punya hewan peliharaan wajib waspada. Hal itu karena lalat menyukai kotoran hewan. Pastikan kamu sering membersihkan kotoran hewan di rumah ya detikers.

    Makanan Basi

    Makanan basi, baik itu makanan hewan maupun makanan manusia, bisa menarik lalat ke rumah. Jadi, pastikan kamu membersihkan makanan basi agar tidak mengundang lalat ke rumah.

    Buah dan Sayur Busuk

    Buah busuk juga bisa menjadi hal yang menarik lalat untuk datang ke rumah. Segera buang buah busuk jika ada di rumah.

    Cairan Manis atau Fermentasi

    Cairan manis atau terfermentasi, seperti sirup, soda, maupun cuka bisa mengundang lalat ke rumah. Jika ada tumpahan cairan tersebut segera dilap dan bersihkan kaleng minuman soda sebelum dibuang.

    Itulah beberapa hal yang bisa menarik lalat ke rumah.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Dilema Secangkir Kopi Tiap Pagi, Ada Bahaya di Balik Manfaat Sehatnya


    Jakarta

    Bagi banyak orang, secangkir kopi di pagi hari bukan cuma minuman, tapi ritual kecil yang bikin hidup terasa “dimulai”. Rasanya belum benar-benar bangun sebelum mencium aroma kopi dari gelas, apalagi bagi yang harus berlarian dengan waktu berangkat kerja.

    Di kantor, kopi jadi teman setia di antara banyaknya deadline. Di rumah, jadi alasan sederhana untuk ngobrol atau santai. Di kafe, jadi simbol gaya hidup kekinian. Tak heran kalau sebagian orang merasa aneh, bahkan pusing, kalau belum ngopi seharian.

    Tapi di balik rutinitas itu, muncul pertanyaan yang sering bikin galau: apakah aman minum kopi setiap hari? Atau jangan-jangan, kebiasaan ini malah diam-diam memunculkan risiko bagi jantung, tekanan darah, atau lambung?


    Beberapa orang mengaku merasa lebih fokus dan bersemangat setelah ngopi, tapi ada juga yang justru berdebar, sulit tidur, atau asam lambungnya naik. Jadi, bagaimana sebenarnya pandangan ilmiah soal ngopi tiap hari?

    Manfaat Minum Kopi bagi Tubuh

    Kopi bukan hanya soal kafein. Dalam secangkir kopi hitam tanpa gula terkandung lebih dari 1.000 senyawa bioaktif, termasuk polifenol dan antioksidan kuat seperti asam klorogenat. Zat ini membantu melawan radikal bebas dan menurunkan risiko penyakit kronis.

    Sebuah studi dari The American Journal of Cardiology tahun 2023 menemukan bahwa orang yang minum kopi 2-3 cangkir per hari memiliki risiko 10-15 persen lebih rendah terhadap penyakit jantung dibanding yang tidak minum sama sekali. Efek ini berlaku untuk kopi tanpa tambahan gula atau krim berlebihan.

    Sementara itu, studi dalam Nutrients Journal tahun 2023 menyebutkan bahwa minum kopi secara moderat bisa meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2. Kandungan kafein juga menstimulasi sistem saraf pusat, meningkatkan fokus, daya ingat, dan suasana hati karena memicu pelepasan dopamin dan serotonin yaitu dua hormon yang berperan besar dalam rasa bahagia.

    Berisiko Kalau Berlebihan

    Meski banyak manfaatnya, terlalu banyak minum kopi bisa jadi bumerang. Kafein memang membuat tubuh lebih “terjaga”, tapi jika berlebihan, efeknya bisa memicu jantung berdebar, cemas, atau sulit tidur.

    Menurut JAMA Network Open (2022), asupan kafein di atas 400 mg per hari atau setara 3 sampai 4 cangkir kopi dapat meningkatkan tekanan darah dan memengaruhi kualitas tidur pada individu yang sensitif. Beberapa orang juga memiliki variasi gen CYP1A2, yang membuat metabolisme kafein mereka lebih lambat, sehingga efeknya bertahan lebih lama di tubuh.

    Hal lain yang sering dilupakan adalah tambahan gula, sirup, dan krim yang sering dipakai dalam kopi kekinian. Satu gelas kopi kekinian bisa mengandung lebih dari 200 kalori dan 40 gram gula. Jika dikonsumsi setiap hari, kebiasaan ini justru meningkatkan risiko obesitas dan diabetes, bukan manfaat kesehatan.

    Waktu Terbaik untuk Minum Kopi

    Kapan waktu yang ideal untuk menikmati kopi juga penting diperhatikan. Banyak orang langsung menyeruput kopi setelah bangun tidur, padahal di saat itu kadar hormon kortisol yang membantu tubuh tetap bertenaga.

    Riset dalam Chronobiology International tahun 2025 menyarankan waktu terbaik untuk minum kopi adalah antara pukul 09.30 hingga 11.30 pagi. Pada rentang waktu ini, kadar kortisol mulai turun sehingga efek kafein lebih optimal tanpa mengganggu ritme alami tubuh.

    Sebaiknya hindari minum kopi setelah pukul tiga sore, karena kafein bisa bertahan hingga delapan jam dalam tubuh. Kalau diminum terlalu malam, kualitas tidur dapat terganggu tanpa disadari.

    Tips Agar Minum Kopi Tetap Sehat

    Agar terhindar dari efek negatif, perhatikan beberapa hal berikut saat minum kopi.

    • Batasi 1-3 cangkir per hari. Jumlah ini cukup untuk mendapatkan manfaatnya tanpa efek samping.
    • Pilih kopi hitam tanpa gula. Jika ingin rasa manis, gunakan sedikit madu atau susu rendah lemak.
    • Jangan minum saat perut kosong. Kafein bisa meningkatkan produksi asam lambung dan memicu nyeri ulu hati.
    • Perhatikan reaksi tubuh. Kalau jantung berdebar, pusing, atau sulit tidur, berarti tubuhmu sensitif terhadap kafein sehingga disarankan untuk coba kurangi porsinya.

    Bagi sebagian orang, minum kopi bukan sekadar rutinitas, tapi juga momen istirahat sejenak di tengah padatnya aktivitas. Selama diminum dengan bijak, kopi tetap bisa jadi teman yang menyehatkan, bukan sumber masalah.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com