Tag: sisa-sisa sabun

  • Cara Membersihkan Noda di Dinding Tanpa Merusak Warna Cat


    Jakarta

    Dinding merupakan salah satu bagian rumah yang wajib dijaga kebersihannya karena debu dan kotoran bisa dengan mudah menempel. Selain membahayakan kesehatan, dinding yang kotor juga mengganggu penampilan rumah.

    Dinding kotor juga bisa disebabkan oleh anak-anak yang menyalurkan ‘kreativitas’ dengan cara mencoret atau menggambar di tembok. Meski bisa dibersihkan, tetapi perlu mengetahui cara yang tepat.

    Soalnya, membersihkan dinding rumah secara asal bisa menyebabkan kerusakan pada warna cat. Memang debu dan kotoran bakal hilang, tetapi justru warna cat dinding jadi berubah dan bisa terlihat kusam.


    Lantas, bagaimana cara membersihkan noda dan kotoran di dinding tanpa merusak warna cat? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Cara Membersihkan Noda di Dinding Tanpa Merusak Cat

    Sebagian orang khawatir jika membersihkan dinding dapat merusak cat. Tenang saja, ada cara khusus untuk membersihkan dinding tanpa merusak warna cat.

    Dilansir situs Elle Decor, Senin (19/8/2025), salah satu cara dalam membersihkan dinding tanpa merusak warna cat adalah dengan menggunakan air sedikit mungkin. Dengan begitu, kotoran dan debu bisa terangkat tanpa khawatir bikin kusam warna cat.

    “Cara terbaik untuk membersihkan dinding tanpa merusak cat adalah dengan menggunakan air sesedikit mungkin,” kata Justin Carpenter, pendiri layanan kebersihan Modern Maids.

    “Jika cat dinding Anda menggunakan lapisan akhir satin, Anda tidak perlu terlalu khawatir tentang jumlah air yang digunakan,” jelasnya.

    Perlu dicatat, dianjurkan untuk tidak menggunakan pembersih yang bersifat abrasif atau bahan kimia keras. Kandungan zat pada cairan tersebut dapat berakibat cat mengelupas dan warna cat dinding yang berubah.

    Setelah membersihkan dinding dengan air, Carpenter mengimbau agar segera mengeringkannya dengan kain microfiber. Cara ini dilakukan untuk meminimalisir kerusakan pada warna cat lebih parah.

    “Jika Anda memiliki masalah pada cat atau jika dindingnya sangat rapuh, sebaiknya konsultasikan dengan profesional atau lakukan uji coba pada area yang kecil terlebih dahulu,” ujarnya.

    Tips Membersihkan Noda dan Kotoran di Dinding

    Carpenter membagikan sejumlah tips dalam membersihkan noda dan kotoran di dinding dengan baik dan benar. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Siapkan Alat dan Bahan

    Langkah yang pertama adalah dengan mengumpulkan seluruh alat dan bahan, mulai dari sabun cuci piring, air hangat, ember, spons, dan kain microfiber untuk mengeringkan dinding.

    2. Bersihkan Debu di Dinding

    Sebelum membersihkannya dengan air, pastikan kamu telah menyingkirkan debu dan kotoran yang menempel di dinding dengan kemoceng atau kain lembut.

    3. Siapkan Cairan Pembersih

    Langkah selanjutnya adalah menyiapkan cairan pembersih dengan cara mencampurkan air hangat di dalam ember, lalu tuang 1-2 sendok makan sabun cuci piring. Setelah itu, aduk hingga merata dan memunculkan busa.

    4. Bersihkan Dinding dengan Spons

    Setelah itu masukkan spons ke dalam ember yang berisi cairan pembersih, peras sedikit dan bersihkan permukaan dinding yang kotor secara lembut dan perlahan.

    5. Bilas dengan Air Bersih

    Tahap berikutnya adalah dengan membersihkan dinding dengan air bersih, bisa menggunakan spons atau handuk yang lembut. Cara ini dapat membantu menghilangkan sisa-sisa sabun agar tidak meresap ke dalam dinding.

    6. Keringkan dengan Kain Microfiber

    Jika seluruh dinding telah dibersihkan dengan air, segera keringkan dengan kain microfiber. Lap permukaan dinding secara perlahan sampai kering tanpa ada sisa air yang menempel.

    Itulah cara membersihkan noda dan kotoran di dinding tanpa khawatir merusak warna cat. Semoga membantu!

    (ilf/ilf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Biang Kerok Saluran Air Mampet dan Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Saluran air tersumbat merupakan permasalahan yang cukup menjengkelkan. Penyebabnya tentu adanya sumbatan di saluran air yang disebabkan oleh penumpukan kotoran ataupun sampah.

    Dalam keadaan yang sudah parah, saluran air tersumbat bukan hanya menghambat saluran pembuangan air, tapi juga bisa meluap.

    Maka dari itu, ketika mencuci piring atau mandi, kamu tidak bisa asal membuang benda padat ke dalam saluran. Melansir dari Dengarden, berikut penyebab saluran air tersumbat.


    1. Rambut

    Saat mandi, pasti mudah sekali menemukan rambut rontok di lantai. Jika jumlahnya hanya satu mungkin tidak masalah, tetapi biasanya rambut rontok jumlahnya banyak dan layaknya benang kusut. Saat rambut terseret ke dalam saluran, bisa saja helaiannya tersangkut. Selain itu, bulu dari hewan juga harus diwaspadai karena sama-sama dapat mengikat zat lain seperti sabun dan minyak yang dibuang di saluran pembuangan.

    Solusinya, kamu perlu rajin mengambil gumpalan rambut tersebut dan membuangnya di tempat sampah. Selain itu, kamu juga harus selalu menutup saluran air dengan penutup yang hanya dapat dilalui oleh air. Jika sudah tersumbat, coba gunakan baking soda dan cuka.

    2. Sabun

    Sabun memang efektif untuk membersihkan kotoran pada tubuh, tetapi sisa-sisa sabun yang berbentuk buih yang tertinggal di lantai atau yang terbuang ke saluran air kamar mandi dapat mengurangi diameter pipa. Semakin kecil diameternya, saluran air makin sulit dilalui air. Sabun ini juga bisa terbawa oleh rambut rontok yang terbuang ke saluran air.

    Cara mencegah sabun menumpuk di saluran air bisa dengan selalu membersihkan sabun setiap selesai mandi dan atau mencuci sesuatu.

    3. Sisa Makanan

    Sudah sewajarnya sisa makanan baik yang kecil atau besar tidak dibuang ke saluran air. Sampah satu ini bisa saja menyangkut di saluran air yang sempit. Salah satu contohnya adalah teh dan bubuk kopi sulit untuk terurai sehingga dapat menumpuk di saluran air. Cara mengatasinya bisa dengan membersihkan dengan cairan pembersih ditambah menggunakan alat pembersih, seperti plumber snake, lakukan hal ini secara rutin.

    4. Kotoran

    Mungkin kamu terbiasa membuang kotoran di toilet, tetapi ada beberapa orang yang menyepelekan hal ini. Kotoran sama seperti sabun tidak akan terurai jika dibuang ke saluran air. Justru jika tersangkut dan menumpuk di dalam saluran air akan menyebabkan bau yang tidak sedap. Jika saluran air sudah tersumbat karena kotoran kamu perlu tenaga profesional untuk membersihkannya.

    5. Minyak dan Lemak

    Sama seperti sabun, minyak dan lemak adalah partikel yang seharusnya tidak asal dibuang ke saluran air. Sebab, keduanya tidak akan larut dalam air dan berujung menumpuk di dalamnya. Sebaiknya minyak atau lemak kamu buang ke tempat sampah. Jika sudah menyumbat coba gunakan campurkan sedikit deterjen dengan air panas, lalu tuangkan cairan campuran tersebut ke dalam saluran air. Larutan detergen dan air panas bisa memecah lemak yang menyumbat.

    6. Endapan Mineral

    Air sadah biasa ditemui di rumah yang tidak mendapatkan air bersih. Air sadah mengandung konsentrasi pH mineral tinggi yang dapat merusak saluran air jika terjadi penumpukan. Jika sudah tersumbat, kamu perlu memanggil tenaga ahli untuk mengatasi endapan mineral tersebut.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com