Tag Archives: sistem pembayaran

4 Faktor yang Membuat Aplikasi DANA Jadi Makin Aman


Jakarta

Sebagai salah satu dompet digital paling dapat dipercaya di Indonesia, DANA terus berupaya untuk menghadirkan aplikasi yang aman. Sejumlah langkah telah dilakukan mulai dari izin operasional hingga fitur keamanan yang ditawarkan

Inovasi terus menjadi pendorong utama dalam dunia teknologi, termasuk dalam sektor keuangan. DANA, sebagai salah satu pemain terdepan dalam industri dompet digital, tidak hanya fokus pada kemudahan transaksi, tetapi juga pada keamanan pengguna. Mengadopsi teknologi terkini dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, DANA telah berhasil membangun sistem keamanan yang sangat canggih.

Artikel ini akan mengulas 5 faktor inovatif yang membuat DANA aman, sebagai salah satu dompet digital paling dapat dipercaya di Indonesia, serta bagaimana inovasi-inovasi tersebut memberikan manfaat bagi pengguna. Aplikasi DANA Jadi Makin Aman, Diawasi BI dan Kominfo hingga Fitur DANA Protection


1. DANA Diawasi BI dan Kominfo

Keamanan pengelolaan DANA terjamin karena diawasi oleh Bank Indonesia (Bank Indonesia) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pengelolaannya pun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Izin operasional DANA juga semakin diperkuat dengan mengantongi lisensi dari BI, sebagai Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) Kategori I dan penyedia Layanan Keuangan Digital (LKD).

Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa DANA diawasi oleh BI dan Kominfo, bukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)? Jawabannya terletak pada sifat DANA sebagai penyedia layanan pembayaran elektronik. BI bertanggung jawab dalam mengatur sistem pembayaran di Indonesia, sementara Kominfo mengawasi aspek teknologi informasi dan komunikasi. Dengan pengawasan ganda ini, DANA berada di bawah pengawasan yang ketat untuk memastikan keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

2. Fitur DANA Protection

Bukan hanya dari segi regulasi, DANA juga menawarkan fitur yang memberikan rasa aman kepada penggunanya apabila mereka menjadi korban oknum tidak bertanggung jawab. Salah satu fitur andalan DANA adalah DANA Protection.

Fitur ini memberikan jaminan pengembalian dana kepada pengguna jika terjadi transaksi yang tidak sah. DANA Protection bekerja dengan cara memverifikasi setiap transaksi yang dilakukan. Jika terdeteksi adanya indikasi penipuan, DANA akan segera memblokir transaksi tersebut dan mengembalikan 100% dana ke pengguna.

3. Fitur-fitur Keamanan DANA

Selain DANA Protection, DANA juga dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan lainnya, seperti:

  • Verifikasi Dua Faktor (2FA): Setiap kali Anda melakukan login atau transaksi penting, DANA akan mengirimkan kode verifikasi ke nomor telepon atau email Anda. Hal ini memastikan bahwa hanya Anda yang dapat mengakses akun Anda.
  • DANA VIZ: Teknologi pengenalan wajah yang dikembangkan sendiri oleh DANA untuk meningkatkan keamanan login.
  • Enkripsi Data: Seluruh data pengguna dienkripsi dengan teknologi yang sangat kuat untuk melindungi dari akses yang tidak sah.
  • Monitoring Transaksi 24/7: Tim keamanan DANA memantau setiap transaksi secara real-time untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai fitur-fitur keamanan dan layanan lainnya yang ditawarkan oleh DANA, Anda dapat mengunjungi halaman resmi DANA di https://www.dana.id/personal/digital-wallet. Di sana, Anda akan menemukan informasi lengkap tentang bagaimana DANA berkomitmen untuk menjaga keamanan dan privasi pengguna, serta berbagai fitur menarik yang dapat meningkatkan pengalaman transaksi digital Anda.

4. Kolaborasi dengan Institusi Keuangan

DANA juga menjalin kerjasama dengan berbagai bank dan lembaga keuangan lainnya. Kolaborasi ini memungkinkan DANA untuk mengakses data dan informasi yang lebih luas, sehingga dapat meningkatkan kemampuannya dalam mendeteksi dan mencegah penipuan.

Demi menjaga keamanan pengguna, DANA juga menerapkan sejumlah sistem keamanan yang diakui secara internasional. Beberapa di antaranya yaitu ISO 27001 terkait Manajemen Keamanan Informasi yang melindungi data pengguna, PCI-DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) yang menjadi standar keamanan data pembayaran melalui kartu, serta Zero Data Sharing Policy yang menjamin keamanan data pengguna.

(akn/ega)



Sumber : finance.detik.com

Cara Mudah Isi Saldo E-Toll Lewat Aplikasi DANA


Jakarta

Uang elektronik yang digunakan untuk membayar tol atau e-toll merupakan sistem pembayaran elektronik yang memudahkan transaksi di jalan tol. Untuk itu, Anda perlu memastikan apakah saldo anda telah terisi. Jika tidak, perjalanan Anda akan tertahan oleh gerbang tol.

Di zaman yang serba digital ini, mengisi saldo e-toll dapat dilakukan di mana saja. Dengan ponsel pintar yang kamu miliki, kamu dapat mengisi saldo e-toll melalui dompet digital tanpa perlu datang ke gerai. Salah satu dompet digital yang dapat kamu gunakan adalah DANA.

“Sebagai dompet digital yang multifungsi, pengguna DANA dapat mengisi saldo e-Toll langsung melalui HP. Cara isi e-Toll lewat DANA dapat dilakukan melalui fitur top-up uang elektronik. Namun perlu diperhatikan, ponsel pintar yang digunakan harus sudah mendukung fitur Near Field Communication (NFC),” tulis keterangan resmi DANA, Rabu (25/9/2024).


Fitur NFC di ponsel pintar berfungsi untuk membaca kartu uang elektronik yang akan diisikan saldo e-toll melalui DANA. Selain memastikan adanya fitur NFC di ponsel pintar, kamu juga perlu memastikan bahwa kartu elektronik yang kamu miliki adalah versi terbaru yang mendukung fitur NFC.

Tak perlu khawatir, pengguna ponsel pintar yang belum memiliki fitur NFC masih tetap bisa mengisi saldo e-toll di Dana, lho! Di bawah ini adalah cara mengisi saldo e-toll lewat DANA.

1. Buka aplikasi DANA;

2. Pilih View All pada deretan menu fitur-fitur dan klik Electronic Money;

3. Pilih jenis kartu uang elektronik Anda. DANA hanya mendukung dari dua bank, yaitu Mandiri e-Money dan BRI BRIZZI;

4. Jika HP mendukung fitur NFC, klik Check Balance pada halaman selanjutnya;

5. Kemudian tempelkan kartu untuk membaca saldo dan Anda bisa langsung memilih untuk mengisi saldo dengan mengisikan nominal sesuai kebutuhan;

6. Namun jika HP dan kartu tidak mendukung fitur NFC, pada halaman sebelumnya pilih Top Up, kemudian isikan nomor kartu anda pada layar HP berupa 16 angka yang ada di belakang kartu;

7. Lalu pilih nominal saldo yang ingin diisi, mulai dari Rp20,000 hingga Rp500,000;

8. Setelah itu, klik Confirm dan akan muncul detail pembayaran.

9. Pastikan metode pembayaran yang digunakan adalah saldo DANA;

10.Lalu pilih Pay untuk membayar transaksi tersebut dan saldo kartu uang elektronik Anda akan terisi.

Dengan integrasi yang semakin seamless ini, kamu bisa melakukan top up saldo e-toll kapan saja dan di mana saja berkat aplikasi dompet digital DANA. Yuk, download & pakai dompet digital DANA sekarang melalui Play Store dan App Store.

(ncm/ega)



Sumber : finance.detik.com

Bakal Ada Payment ID! BI Bisa Ngintip Transfer Gopay & Dana-Transaksi Online


Jakarta

Bank Indonesia (BI) akan memperkenalkan Payment ID sebagai inovasi baru dalam sistem pembayaran. Sistem canggih ini menjadi bagian dari rencana dalam pengembangan sistem pembayaran nasional melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.

Payment ID sendiri adalah sebuah kode unik yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi pembayaran, dengan format yang menggabungkan NIK dan kode ID.

“17 Agustus nanti akan keluar yang namanya Payment ID. Payment ID ini sangat powerful,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dudi Dermawan, dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (19/7/2025).


Menurut Dudi, Payment ID akan memberi otoritas seperti BI kemampuan untuk melihat dan menganalisis profil keuangan setiap warga negara. Ini termasuk pendapatan dan belanjanya serta profil pajak dan investasinya.

Lebih jauh, sistem ini juga akan berguna dalam mendeteksi penipuan atau kecurangan keuangan (fraud). Bahkan, seluruh informasi dari berbagai akun bank atau platform keuangan yang dimiliki satu orang dapat disatukan dalam Payment ID.

Dudi menegaskan bahwa BI akan sangat berhati-hati dalam mengelola sistem ini. Ia pun memberikan contoh penerapan Payment ID dalam proses pengajuan kredit.

Dengan adanya Payment ID, bank dapat melakukan pengecekan kredit secara langsung. Misalnya, Bapak A mengajukan kredit ke Bank B, karena semua profil keuangan calon debitur ada di Payment ID, nantinya pihak bank tinggal mengirimkan pesan berisi pengajuan ‘consent’ di ponsel debitur.

“Nanti begitu saya klik OK, nanti Bank B akan nge-lead ke BI-Payment Info,” ungkap Dudi.

Data keuangan yang muncul akan sangat lengkap, termasuk informasi dari e-wallet atau layanan pembayaran digital. Hal ini dimungkinkan karena kebanyakan layanan seperti GoPay, Shopeepay, dan OVO juga meminta NIK saat pendaftaran.

“Sehingga kami (BI) akan melindungi semua pemilik dari Payment ID dan demikian juga menghindari penyalahgunaan dari pihak-pihak yang tidak kami inginkan,” tegasnya.

Selain itu, nantinya, BI akan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untuk memperkuat keamanan sibernya dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).

(ily/hns)



Sumber : finance.detik.com

DOKU Kenalkan MCP Server, Inovasi Payment Gateway Berbasis AI


Jakarta

Mendukung kemudahan pembayaran, DOKU menghadirkan MCP Server. Ini adalah inovasi payment gateway yang memungkinkan sistem pembayaran terhubung langsung dengan AI Agents, mulai dari chatbot hingga voice assistant.

Melalui fitur ini, DOKU menyediakan solusi yang lebih efisien dan tetap sesuai regulasi, sehingga peluncuran produk berbasis pembayaran bisa dilakukan lebih cepat tanpa mengorbankan keamanan.

Sebagai pionir fintech di Indonesia, DOKU memang sudah dikenal dengan layanan lengkapnya, mulai dari payment gateway, cross-border, tagihan, e-wallet, QRIS, hingga collecting agent. Dengan dukungan enam lisensi pembayaran yang dimiliki, DOKU menegaskan kesiapan infrastrukturnya untuk menopang inovasi baru ini.


Contoh penerapannya bisa dilihat pada layanan telekomunikasi. Pengguna cukup membeli paket roaming lewat chatbot, lalu MCP Server menerjemahkan permintaan itu menjadi transaksi. Pembayaran bisa dilakukan melalui QRIS, kartu, VA, atau e-wallet, dan status transaksi akan langsung kembali ke chatbot secara real-time.

Saat ini, MCP Server masih dalam tahap pengembangan dan akan segera diluncurkan. Sementara menunggu, DOKU mengajak penggunanya untuk memanfaatkan lebih dari 45 metode pembayaran yang sudah tersedia, sembari menyiapkan diri menyambut era transaksi digital yang lebih cerdas.

Simak juga Video ‘Ini Kia, Bot AI yang Bantu Proses Perkuliahan di Kanada’:

(anl/ega)



Sumber : finance.detik.com

Jangan Sampai Ketipu! Ini Tips Mengawasi Kontraktor Saat Bangun Rumah


Jakarta

Saat ingin membangun rumah, kamu bisa memakai jasa kontraktor untuk memastikan pembangunan berjalan dengan lancar. Saat ini mencari jasa kontraktor juga cukup mudah, bahkan bisa melalui online.

Namun, kamu harus tahu jika tidak semua kontraktor dapat memberikan pelayanan yang bagus. Ada beberapa di antaranya justru membangun secara asal-asalan. Alhasil saat rumah sudah selesai, banyak bagian rumah yang tampilannya tidak rapi, saat hujan atapnya bocor, atau muncul retak rambut di dinding.

Lantas, bagaimana cara menghindari kontraktor yang tak bertanggung jawab? Begini tipsnya.


1. Harus Memahami Desain Rumah dan RAB yang Jelas

CEO SobatBangun Taufiq Hidayat mengatakan saat memilih kontraktor, kamu harus memastikan mereka memahami desain rumah dan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Selain itu, pemilik rumah juga harus memahami dua hal tersebut agar komunikasi ke depannya terjalin dengan baik.

“Bangun rumah itu kan biasanya kan ada desain, ada gambar kerja, ada RAB. Nah itu kalau bangun rumah yang benar semua itu sesuai spek yang ada di gambar, yang ada di desain, dan yang ada di RAB,” kata Taufiq saat dihubungi detikProperti, Jumat (8/11/2024).

2. Buat Kontrak yang Jelas

Kontrak adalah perjanjian kerja antara kontraktor dengan pemilik rumah. Kontrak juga bisa digunakan sebagai panduan selama bekerja. Salah satu yang harus ada adalah apakah pihak kontraktor bersedia bertanggung jawab apabila setelah rumah selesai ternyata ditemukan kerusakan.

“Rumah itu kan biasanya ada kontrak tuh, kesepakatan kontraknya itu seperti apa? Tadi kan ditanya apakah itu masih bisa diperbaiki atau nggak. Jadi misalnya rumah udah jadi, kontraktor masih bertanggung jawab pada masa perawatan, berapa lama, nah itu biasanya ada gitu,” sebutnya.

3. Minta Didampingi Arsitek

Taufiq menyarankan untuk pemilik rumah yang kurang memahami seputar pembangunan rumah bisa meminta bantuan arsitek atau jasa pengawasan pembangunan. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman atau penipuan.

“Kalau nggak ngerti harus ada pendamping, pendamping arsitek, pendamping insinyur. Apa kata mandor, kontraktor, (bisa) dibohongi gitu kan, kita cari orang yang ngerti,” jelasnya.

Terkait biaya memakai jasa arsitek atau orang ahli, tergantung kepada siapa pemilik rumah meminta bantuan. Sebagai contoh jika ia meminta saudaranya yang ternyata arsitek, bisa saja tidak dikenakan biaya atau hanya memberikan uang makan dan transportasi karena pengecekan tidak setiap hari.

4. Tentukan Cara Pembayaran

Kontraktor ada yang dibayar per progres seperti selesai menyelesaikan lantai satu, mereka menerima bayaran, baru dilanjutkan lantai berikutnya.

“Jadi kalau mau bikin kamar mandi, fondasinya dulu. Fondasi udah selesai dibayar. Naik ke dinding, dinding selesai dibayar, terus atap, atap selesai dibayar. Keramik, keramik selesai dibayar,” ucapnya.

Sistem pembayaran pembangunan per progress ini memberikan peluang ke pemilik rumah untuk mengecek pekerjaan secara menyeluruh. Apabila tidak sesuai, kamu bisa menahan pembayaran sampai perbaikan selesai.

Namun, ada pula cara pembayaran kontraktor di muka atau bahkan pembayaran penuh di akhir.

5. Penghuni Harus Sering Tanya Progres

Taufiq menegaskan agar tidak terjadi kesalahan di akhir, sejak awal penghuni rumah harus sering bertanya sampai tidak ada keraguan. Apabila pemilik tidak begitu paham, pada saat bertanya bisa didampingi oleh arsitek atau orang yang lebih paham.

“Cara yang paling gampang, tanya sama yang mengerjakan, ‘itu bocor apa nggak’, ‘gimana caranya’, itu nanti dijelasin sama dia gitu. ‘Bisa ditunggu waktu hujan nggak?’, ‘nanti bapak cek, ceknya yang mana?’,” paparnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

6 Perbedaan Tukang Harian dan Borongan, Pilih yang Mana?


Jakarta

Saat merencanakan proyek renovasi atau pembangunan rumah, salah satu keputusan yang harus diambil adalah memilih jasa tenaga kerja yang tepat. Dua opsi yang umum digunakan adalah tukang harian dan tukang borongan.

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan, anggaran, dan skala pekerjaan. Jadi, memahami perbedaan keduanya bisa membantu pemilik rumah dalam mengambil keputusan. Berikut perbedaan tukang harian dan borongan.

Perbedaan Tukang Harian dan Borongan

Tukang harian dan borongan memiliki perbedaan dalam sistem pembayaran, waktu penyelesaian, serta upah yang diberikan. Mengutip buku 54 Inspirasi Desain Pengembangan Rumah type 36, 45, dan 54 oleh Atitya Murti, 24 Desain Rumah di Bawah 80 Juta oleh DMaximus arc, hingga situs jual beli rumah, berikut penjelasan dari perbedaan keduanya.


1. Sistem Pembayaran

  • Tukang harian: Dibayar per hari berdasarkan hari kerja
  • Tukang borongan: Dibayar berdasarkan proyek dalam jangka wakt tertentu. Biaya ditentukan sesuai dengan kesepakatan di awal.

2. Waktu Penyelesaian

  • Tukang harian: Cenderung lebih lambat dalam menyelesaikan pekerjaan dibandingkan tukang borongan.
  • Tukang borongan: Lebih cepat dari tukang harian, karena melibatkan banyak orang dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Namun, karena cenderung cepat selesai, perlu pengawasan di lapangan.

3. Biaya

  • Tukang harian: Biaya yang dikeluarkan untuk tukang harian lebih besar dari tukang borongan dan keahlian spesifik diperlukan. Namun, tukang harian bisa lebih hemat jika pengawasan dilakukan setiap hari, sehingga tak ada pekerjaan tertunda atau keterlambatan material.
  • Tukang borongan: Biaya yang dikeluarkan untuk tukang borongan lebih murah. Sebab, tukang borongan menerapkan strategi tertentu untuk mengefisiensi waktu dan penggunaan bahan bangunan.

4. Jenis Proyek

  • Tukang harian: Relatif lebih kecil dan sederhana. Contohnya, renovasi ruangan atau perbaikan rumah
  • Tukang borongan: Umumnya diberikan untuk proyek yang lebih besar. Contohnya, bangunan komersial dan hunian baru.

5. Hasil Pekerjaan

  • Tukang harian: Umumnya, tukang harian lebih detail ketika menyelesaikan pekerjaan. Apabila ada hasil pekerjaan yang kurang memuaskan dan perlu dilakukan penggantian pekerja, lebih mudah melakukan pemutusan hubungan kerja.
  • Tukang borongan: Hasil pekerjaannya baik, berkualitas, dan tepat waktu. Dengan catatan, pemilik rumah memahami tata cara serta tahapan dalam membangun rumah. Pemilik rumah juga perlu mempunyai cukup waktu untuk mengawasi tukang di lapangan.

6. Tanggung Jawab

  • Tukang harian: Lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaan karena bekerja berdasarkan keahlian spesifik.
  • Tukang borongan: Tanggung jawab lebih besar. Sebab melakukan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

Pilih mandor atau tukang yang sudah dipercaya dan bisa bekerja dengan profesional. Tukang profesional akan bekerja dengan tidak mengulur waktu meski dibayar harian. Begitu pula tukang profesional yang dibayar borongan juga tidak akan mengerjakan secara terburu-buru, tapi lebih mementingkan kualitas pekerjaannya.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com