Tag: situs

  • Jangan Anggap Remeh! Begini Cara dan Waktu Tepat Mencuci Selimut



    Jakarta

    Selimut merupakan salah satu kain tebal yang digunakan untuk menghangatkan tubuh terutama ketika sedang tidur. Kain yang tebal dan jarang terlihat noda membuat orang selalu mengira selimut tetap bersih sehingga lupa untuk mencuci. Padahal, walau kelihatan bersih, selimut justru menyimpan banyak debu di dalamnya.

    Untuk itu, selimut juga perlu dicuci secara rutin seperti kain yang lain. Namun, kapan sebaiknya selimut harus dicuci?

    Menurut pakar binatu di SudShare, Laurie Fulford, seperti dikutip dari situs Homes and Gardens, waktu mencuci selimut tergantung dengan seberapa sering selimut tersebut menyentuh dengan tubuh manusia atau hewan.


    “Jika selimut tidak sering menyentuh tubuh manusia apalagi hewan peliharaan, maka aman untuk mencuci selimut setiap satu bulan sekali. Namun, jika sering bersentuhan dengan tubuh manusia atau hewan peliharaan maka perlu dicuci setiap satu hingga dua minggu sekali,” ujar Fulford.

    Mencuci selimut memang hal yang penting untuk menjaga selimut tetap bersih guna mencegah timbulnya gejala alergi terutama pada kulit. Bahkan, selimut tetap kotor jika tidak digunakan dan hanya disimpan di dalam lemari. Sebab, debu-debu akan menempel terutama pada lapisan selimut terluar. Debu inilah yang akhirnya dapat beterbangan dan menempel di udara, rambut, hingga kulit manusia.

    Walau mencuci selimut terdengar sulit karena bahannya yang tebal, kamu bisa gunakan jasa binatu. Akan tetapi, mencuci selimut sendiri sebetulnya tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut terdapat 3 tips untuk mencuci selimut.

    1. Pisahkan selimut dari pakaian lain. Hindari mencuci selimut dan seprai bersamaan.
    2. Jangan gunakan air panas saat mencuci karena dapat membuat selimut menyusut dan bahannya menjadi rusak.
    3. Pilih siklus halus pada mesin cuci agar selimut tetap lembut dan bebas serat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Rayap! Ini 5 Tanda Rumah Diserang Semut Kayu



    Jakarta

    Pernahkah mengalami perabotan, pintu, atau jendela dari kayu di rumah terkikis? Penghuni rumah pasti berpikir bahwa ini adalah ulah rayap yang memakan kayu. Namun, ternyata tak hanya rayap, terdapat hewan bernama semut kayu yang juga menjadi penyebab mengapa bahan-bahan kayu di rumah menjadi terkikis.

    Melansir dari situs The Spruce, terdapat 5 tanda adanya semut kayu di rumah.

    Jejak Semut di Malam Hari

    Semut kayu umumnya berwarna hitam dan sedikit lebih besar daripada spesies semut lainnya. Ciri paling mencolok adalah mereka punya area perut yang berbentuk hati. Mereka aktif pada malam hari untuk mencari makanan. Jika penghuni rumah melihat semut kayu berjalan di malam hari artinya mereka sudah menemukan jalan masuk ke dalam rumah.


    Serbuk Kayu Berceceran

    Tanda lain adanya semut kayu adalah tumpukan serbuk atau serutan kayu. Uniknya, semut kayu tidak memakan kayu seperti rayap, tetapi mereka hanya menggali kayu untuk membuat sarang. Inilah yang membuat sisa-sisa serbuk kayu ditemukan di sekitar perabotan kayu atau pintu dan jendela.

    Pada Dinding

    Semut kayu ternyata tidak hanya berjalan di lantai rumah, tetapi juga mereka dapat merayap dinding. Jika melihat banyak semut bersayap di dinding bisa jadi mereka adalah semut kayu yang mencari sarang di rumah.

    Suara Gemerisik

    Terdapat suara-suara yang bisa jadi tanda kehadiran semut kayu, seperti gemerisik atau suara garukan pada dinding. Suara ini bisa jadi adalah suara semut kayu yang sedang menggerogoti kayu di rumah. Mereka biasanya aktif pada malam hari.

    Kayu Rusak atau Membusuk

    Semut kayu umumnya tertarik pada kayu yang lembap atau lapuk, yang dapat terjadi seiring waktu karena adanya air merembes ke celah-celah dinding. Jika ada bahan kayu yang lembap maka itu menjadi target utama semut kayu membangun sarangnya.

    Oleh karena itu, jika penghuni rumah menemukan salah satu dari kelima tanda tersebut, segera cek keberadaan semut kayu. Cek bagian perabotan kayu termasuk jendela dan pintu. Selain itu, cek juga pohon atau tanaman di halaman rumah karena semut kayu juga sering membuat terowongan atau sarang dari kayu-kayu yang mati.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal Sepele yang Mengundang Lalat ke Rumah Tanpa Disadari



    Jakarta

    Lalat masuk ke dalam rumah memang sangat mengganggu. Apalagi jika mereka masuk ke bagian dapur dan menghinggapi makanan membuat kita merasa jijik untuk memakannya. Sebab, lalat memang dikenal sebagai hewan yang kotor.

    Biasanya untuk mengusir lalat cukup dengan membiarkan pintu atau jendela terbuka sehingga mereka bisa keluar dengan sendirinya. Namun, penghuni rumah juga harus mencegah lalat masuk dengan memperhatikan hal-hal yang bisa mengundang kehadiran lalat.

    Melansir dari situs The Spruce, berikut terdapat 6 hal yang dapat mengundang lalat ke rumah.


    Cairan Manis

    Tidak hanya semut, lalat juga tertarik dengan cairan manis, seperti kaleng minuman ringan yang ada di atas meja. Mereka juga menyukai botol sirup yang tidak tertutup atau menetes.

    Makanan yang Tidak Tertutup

    Membiarkan makanan terbuka yang segar atau setengah dimakan bisa menarik lalat. Hal ini karena bau makanan akan membuat lalat mendekat.

    Buah Busuk

    Saat buah busuk maka buah mengalami fermentasi dan menghasilkan senyawa seperti etanol dan asam asetat yang bisa menarik lalat. Apalagi, lalat betina sangat tertarik dengan buah busuk sebagai tempat bertelur. Sebab, gula dan lingkungan lembap merupakan tempat ideal bagi larva lalat untuk berkembang.

    Tempat Sampah

    Sudah menjadi hal umum bahwa lalat akan mendekati tempat sampah. Mereka sangat menyukai cairan dan bau yang ada di tempat sampah.

    Saluran Wastafel Kotor

    Jarang membersihkan saluran wastafel di dapur maupun saluran pembuangan di kamar mandi secara teratur membuat lumpur akan terkumpul di sekitar tepi saluran. Nah, lumpur inilah yang disukai lalat sebagai makanan.

    Hewan Mati

    Waspada terhadap hewan yang mati misalnya ada tikus mati di loteng, maka itu pasti akan menarik ratusan lalat ke rumah.

    Untuk mencegah masuknya lalat, maka ikuti langkah berikut.

    • Bersihkan tempat sampah secara teratur.
    • Tutupi semua makanan dan segera bersihkan tumpahan apapun.
    • Bersihkan saluran pembuangan dan wastafel secara teratur.
    • Bersihkan dapur setiap habis memasak.
    • Buang makanan busuk ke tempat sampah di luar. Ikat kantong sampah dengan erat untuk mengurangi bau.
    • Tutup makanan hewan peliharaan dan cuci piring makanan secara teratur.

    Itu dia seputar lalat masuk ke rumah dan cara mencegahnya. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Menaruh Tanaman di Dapur Bisa Bikin Layu! Ini Alasannya



    Jakarta

    Menyimpan tanaman di dapur memang dapat menambah keindahan dan menciptakan suasana yang positif dan segar. Namun bukan berarti menempatkan tamanan di dapur tidak ada risiko.

    Menurut penelitian dari Universitas Chapman, seperti dikutip dari situs Backyard Boss, tanaman hijau memang dapat mengurangi stress serta meningkatkan fokus dan kreativitas. Sehingga, tanaman memang kerap ada di berbagai ruangan di rumah.

    Tanaman juga mampu menjernihkan udara karena kemampuannya menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen.


    Namun, menyimpan tanaman di dapur justru berisiko bagi tanaman itu sendiri. Saat memasak menimbulkan udara panas yang menyebar di seluruh ruangan dapur. Suhu tinggi dari udara panas ini bisa membuat tanaman stress dan sulit untuk tumbuh subur. Selain itu, panas berlebih juga bisa membuat daun tanaman kering bahkan terbakar.

    Selain udara, terdapat hal lain yang membahayakan tanaman yaitu minyak dan partikel bekas memasak dapat bertebaran melalui udara lalu hinggap pada daun tanaman menyebabkan pori-pori daun tersumbat. Hal ini dapat mencegah sinar matahari menyerap ke dalam daun tanaman akhirnya menghambat proses fotosintesis.

    Residu partikel minyak tersebut juga bisa menumpuk di tanah hingga memengaruhi kemampuan air untuk mengalir dengan baik pada tanaman. Hal inilah yang juga membuat tanaman menjadi tidak sehat.

    Oleh karena itu, untuk mencegah tanaman semakin tidak sehat, sebaiknya jauhi tanaman dari kompor atau oven. Letakkan tanaman di dekat jendela agar terkena sinar matahari. Saat memasak upayakan selalu membuka jendela dan pintu agar aliran udara lancar. Bersihkan daun dengan kain lap dan ganti tanah secara teratur untuk membersihkan penumpukkan residu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 7 Kesalahan Sepele Ini Saat Mencuci Pakaian



    Jakarta

    Mencuci tidak hanya sekadar memasukkan pakaian ke dalam mesin dan mengeluarkannya ketika sudah bersih. Mencuci butuh persiapan dan kehati-hatian, seperti takaran deterjen dan hal lainnya agar pakaian serta mesin cuci tidak rusak.

    Beberapa kesalahan ketika mencuci mungkin wajar dilakukan, tapi beberapa kesalahan ada yang bisa fatal dan merusak pakaian atau mesin cuci itu sendiri. Untuk itu, melansir dari situs Better Homes & Gardens, berikut deretan kesalahan mencuci yang harus dihindari.

    Menggunakan Terlalu Banyak Deterjen

    Menggunakan terlalu banyak deterjen bukan berarti pakaian jadi lebih bersih, justru sebaliknya. Menambahkan deterjen dalam jumlah banyak dapat menghasilkan busa tambahan sehingga pakaian tidak dapat terbilas secara menyeluruh. Akibatnya, pada pakaian masih ada residu lengket yang menarik lebih banyak kotoran, debu, dan bakteri. Oleh karena itu, gunakan deterjen secukupnya.


    Tidak Memilah Jenis Pakaian

    Tidak semua jenis pakaian dapat dicuci secara bersamaan, seperti pakaian warna terang harus dipisah dengan pakaian warna gelap. Bahan pada pakaian tertentu seperti jins, sweater, dan kemeja juga harus dipisah. Handuk, seprai, dan kain tebal juga harus dicuci terpisah.

    Tidak Mengosongkan Kantong

    Pastikan kantong-kantong pada baju atau celana dikosongkan sebelum dicuci. Tisu menjadi salah satu benda yang cukup sering ditemukan pada kantong. Maka, buang semua apa yang ada di kantong untuk menghindari kerusakan pakaian.

    Tidak Menutup Ritsleting

    Ritsleting pada celana dapat tersangkut pada pakaian lain di dalam mesin cuci. Hal ini sangat berisiko menimbulkan kerusakan baik bagi pakaian itu sendiri atau mesin cuci. Oleh karena itu, tutup ritsleting sebelum memasukkannya ke dalam mesin cuci. Pada bra, kencangkan kaitnya agar tidak tersangkut.

    Tidak Membuka Kancing Kemeja

    Kemeja harus dibuka seluruh kancingnya sebelum dicuci. Hal ini agar menghindari kemeja robek. Selain itu, kancing dibuka agar mencegah benang kancing mengendur saat dicuci.

    Tidak Membersihkan Noda Sebelum Mencuci

    Terkadang beberapa pakaian memiliki noda membandel yang tidak mudah hilang jika dicuci hanya dengan mesin cuci. Oleh karena itu, sebelum mencuci, periksa seluruh pakaian khususnya yang memiliki noda. Kemudian, hilangkan dulu nodanya bisa dengan air panas, tepuk-tepuk agar kain tidak rusak, baru setelah noda hilang bisa dicuci kembali di mesin cuci.

    Tidak Membuka Pintu Mesin Cuci

    Setelah selesai mencuci sebaiknya buka pintu mesin cuci agar tidak membuat udara di dalamnya terjebak sehingga jadi lembap. Biarkan terbuka sampai mesin cuci mengering dengan sendirinya. Hal ini agar mesin cuci bebas dari bakteri dan bau.

    Itulah beberapa kesalahan umum saat mencuci. Perhatikan dan jangan diulangi lagi, ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bersihkan Saluran Air Pembuangan Bisa Pakai Es Batu, Begini Caranya!



    Jakarta

    Saluran pembuangan tersumbat dan bau memang menjadi masalah serius. Hal ini diakibatkan oleh penumpukan kotoran, sisa makanan, hingga partikel minyak yang menempel. Terkadang, kita sering bingung bagaimana cara membersihkan saluran pembuangan. Padahal, ada cara sederhana yaitu menggunakan es batu.

    Menurut Kepala Pemasaran dan Inovasi InspireClean, Aminah Vieira, seperti dikutip dari situs The Spruce, Senin (05/05/2025), es batu menjadi penggosok alami yang dapat menjangkau area di dalam saluran pembuangan yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gosok.

    “Es bekerja dengan sangat baik dalam pembuangan sampah dengan mengikis sisa makanan dan endapan,” kata Vieira.


    Lalu, bagaimana cara melakukannya? Berikut terdapat petunjuk berisi langkah-langkah cara membersihkan saluran pembuangan menggunakan es batu.

    Kosongkan Wastafel

    Pastikan wastafel kosong sebelum mulai dibersihkan. Singkirkan benda apapun yang ada di wastafel, seperti piring kotor.

    Tambahkan Es

    Letakkan satu atau dua genggam besar es batu.

    Nyalakan Air

    Setelah es batu masuk ke saluran pembuangan dan memenuhi isinya, maka nyalakan air atau gunakan air dingin untuk disiram ke dalam saluran.

    Biarkan Air Mengalir

    Biarkan air mengalir hingga es batu hancur jika sudah maka matikan air.

    Untuk hasil yang lebih maksimal, bisa gunakan cuka putih. Caranya bekukan cuka putih dan air lalu letakkan es cuka putih ke dalam saluran pembuangan. Cara ini efektif mengatasi residu dan bau.

    Saran lainnya adalah hindari gunakan air panas, sebab air panas justru dapat menyebabkan terbentuknya endapan pada dinding bagian dalam saluran. Gunakan selalu air dingin untuk membantu mendorong benda-benda di dalam saluran pembuangan.

    Selain itu, jangan buang makanan terlalu besar ke dalam saluran pembuangan. Hal ini dapat menyumbat saluran pembuangan. Untuk itu, hancurkan makanan dan masukan ke dalam saluran pembuangan secara perlahan-lahan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Lokasi di Rumah yang Jadi Sarang Serangga, Wajib Cek!



    Jakarta

    Meskipun segala sudut ruangan di rumah terasa bersih, tidak menutup kemungkinan hadirnya serangga. Sebab, serangga suka muncul di area yang sering tidak disadari penghuninya.

    Melansir dari situs Real Simple, setidaknya terdapat 6 area di rumah yang ternyata disukai serangga. Pastikan mengecek keenam area ini dan membersihkannya ya.

    Loteng

    Loteng merupakan tempat tersembunyi di atap rumah yang pasti jarang dicek oleh pemilik rumah. Padahal, loteng menjadi titik masuk bagi kecoa, tikus, dan hama yang lain karena terdapat celah-celah sebagai akses keluar masuk.


    Tempat Sampah

    Jika ada kaleng minuman yang dibuang ke tempat sampah dan tidak dibersihkan terlebih dahulu, cairan manis yang tertinggal dapat mengundang serangga. Oleh karena itu, sebelum membuang sampah seperti bekas makanan atau minuman, upayakan bilas atau cuci terlebih dahulu.

    Furnitur Kayu

    Pemilik rumah jarang menyadari jika furnitur kayu atau pintu dan jendela menjadi tempat yang bisa mengundang serangga apabila kayu tersebut lapuk. Tandanya adalah kayu-kayu tersebut lembap dan rusak. Untuk itu, ganti furnitur kayu yang sudah rusak untuk mencegah masuknya lebih banyak serangga.

    Tempat Sikat Gigi

    Tempat sikat gigi sangat menarik serangga karena kelembapannya. Residu dari pasta gigi bisa menjadi tempat berkembang biak bagi jamur dan menarik semut serta lalat. Solusinya adalah bersihkan tempat sikat gigi seminggu sekali dan biarkan sampai benar-benar kering.

    Tanaman

    Jika pemilik rumah hobi berkebun atau pecinta tanaman, tentu pasti mengetahui bahwa tanaman menjadi salah satu sarang hama dan serangga. Tetesan air dari pot tanaman merupakan surganya nyamuk. Maka, jika ada air yang menggenang di sekitar tanaman perlu dibersihkan secara teratur.

    Wastafel

    Sama seperti tempat sikat gigi, wastafel menyimpan kelembapan yang berlebih. Terlebih lagi, lubang wastafel yang gelap, lembap, dan jarang dibersihkan. Oleh karena itu, disarankan membersihkan lubang wastafel menggunakan air mendidih dan cuka setiap satu bulan sekali.

    Untuk mencegah serangga masuk ke dalam rumah melalui area yang telah disebutkan, sebaiknya perlu dibiasakan perilaku membersihkan rumah, seperti menyingkirkan air yang tergenang, membuang sisa makanan, dan membersihkan saluran air yang tersumbat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Meski Nyaman, Menaruh TV di Kamar Bisa Ganggu Kesehatan



    Jakarta

    Menonton TV di kamar tidur memang menyenangkan, apalagi setelah lelah seharian beraktivitas dan ingin bersantai menonton TV sebelum tidur. Oleh karena itu, banyak orang yang sengaja meletakkan TV di kamar tidur.

    Namun, ternyata memasang TV di kamar tidur kurang baik bagi kesehatan. Menurut ahli pengobatan alternatif dari Tiongkok Tsao Lin Moy, seperti dikutip dari situs Homes and Gardens, beberapa barang elektronik justru tidak boleh disimpan di kamar tidur, termasuk televisi.

    “TV di kamar tidur dianggap sebagai feng shui yang buruk. Layar TV atau komputer tidak boleh berada di kamar tidur, keduanya merupakan portal ke dunia luar dan secara energetik keduanya mengundang orang asing ke kamar tidur anda,” ujar Moy.


    TV memiliki energi yang kuat karena merupakan objek yang merangsang dan ketika dinyalakan terdapat suara serta cahaya terang. Bahkan, ketika TV dimatikan, TV masih menyimpan energi aktif. Hal ini yang tidak boleh ada di kamar tidur.

    Adanya TV di kamar membuat suasana kamar menjadi tidak nyaman atau tidak sehat. Menurut Moy, saat memasuki kamar yang ada TV nya dapat membuat perasaan menjadi gelisah, kacau, dan lelah. Hal ini karena menurut feng shui, semua perangkat elektronik seperti TV, komputer, dan ponsel memiliki cahaya biru yang memengaruhi kualitas tidur.

    “Cahaya biru dari layar dapat mengganggu ritme sirkadian, jam biologis, dan pada akhirnya mengganggu kesehatan kita secara keseluruhan. Layar juga dapat memicu kecemasan,” tambah Moy.

    Juru bicara Simple Shui Amanda Gibby Peters juga menyatakan persetujuannya bahwa TV dapat mengganggu kualitas tidur seseorang.

    “TV mengeluarkan gelombang elektromagnetik yang kuat yang dapat mengganggu tidur. Hal ini dapat bermanifestasi sebagai ketidakmampuan untuk tertidur. Selain itu, bisa membuat merasa gelisah dan merasa pikiran menjadi lebih intens di malam hari,” kata Peters.

    Lantas, apakah TV benar-benar tidak boleh diletakkan di kamar tidur?

    Hal ini bergantung pada preferensi pribadi masing-masing pemilik kamar. Sebab, sebagian orang merasa kamar tidur adalah tempat yang multifungsi sehingga tetap perlu berkoneksi dengan dunia luar melalui TV atau ponsel.

    Dikutip dari Ideal Home, pakar perabotan kamar tidur Ashley Hainsworth, menyarankan sebaiknya untuk kamar anak tidak perlu dipasang TV untuk kenyamanan tidur mereka.

    “Anak-anak khususnya harus menghindari meletakkan TV di kamar tidur mereka, karena dapat berdampak negatif pada kesehatan, rentang perhatian, dan kemampuan mereka untuk tidur nyenyak,” ujar Ashley.

    Bahkan, studi pada tahun 2019 membuktikan bahwa anak-anak yang memiliki TV di kamar tidur mereka rata-rata memiliki durasi tidur lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memiliki TV di kamar tidurnya.

    Akan tetapi, jangan khawatir, bagi pemilik rumah yang memang sengaja meletakkan TV di kamar tidur terdapat solusi yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kualitas tidur.

    “Saya menyarankan untuk mencabut kabel TV di malam hari untuk mengurangi medan elektromagnetik di sekitar saat tidur. Jika kamar tidur cukup besar, maka cobalah membatasi TV agar dapat ditonton dari tempat duduk yang terpisah dari tempat tidur,” kata Dr. Yang, praktisi Feng Shui.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Belatung Bisa Muncul di Rumah, Ini Lokasi yang Harus Diwaspadai!



    Jakarta

    Belatung merupakan sangat menjijikan karena bentuknya dan habitatnya di lingkungan kotor Seperti tempat sampah. Akan tetapi, belatung bisa lho ditemukan dengan mudah di dalam rumah.

    Dikutip dari situs Family Handyman, Jumat (09/05/2025), belatung merupakan lalat muda alias larva lalat. Hewan ini tidak memiliki kaki, bertubuh gemuk, dan berwarna putih. Mereka menyerupai cacing kecil. Biasanya terdapat satu atau dua bintik hitam di salah satu ujungnya yang merupakan lubang pernapasan mereka.

    Biasanya belatung dapat ditemukan dalam jumlah yang banyak. Secara teknis, mereka akan berubah menjadi kepompong lalu menjadi lalat. Belatung bisa hilang dengan sendirinya jika sudah menjadi lalat dan memakan semua sumber makanan sehingga area tersebut tidak bisa lagi menjadi tempat bertelur. Bahkan, faktor cuaca yang terlalu kering atau terlalu dingin juga bisa membunuh mereka karena tidak kuat bertahan hidup.


    Namun, adanya belatung di sekitar rumah bukan berarti bisa dibiarkan begitu saja. Pemilik rumah harus waspada dan segera membersihkan belatung agar tidak menjadi sarang penyakit.

    Untuk itu, penghuni rumah harus tahu tempat-tempat di mana kemungkinan adanya belatung. Dikutip dari situs Homes and Garden, pada Jumat (09/05/2025), berikut area di rumah yang menjadi sarang belatung.

    Tempat Sampah Terbuka

    Lalat sangat tertarik kepada area kotor di rumah, termasuk tempat sampah. Sebab, mereka butuh sumber makanan yang berasal dari sisa-sisa makanan di tempat sampah. Pastikan semua sampah dimasukkan ke dalam kantong lalu tutup dengan benar.

    Jangan biarkan tempat sampah terlalu penuh sehingga tidak bisa ditutup dengan rapat. Hal ini karena lalat akan masuk melalui celah sekecil apapun. Bahkan, jika ada wadah makanan yang akan dibuang, pastikan mencucinya terlebih dahulu untuk mengurangi bau yang akan mengundang lalat.

    Selain itu, mengoleskan minyak herbal beraroma lavender atau mint sangat berguna untuk menetralkan bau sampah yang bisa mengurangi kehadiran lalat.

    Piring Kotor

    Lalat akan hinggap pada sisa makanan lalu bertelur yang menjadi cikal bakal timbulnya belatung. Oleh karena itu, jangan pernah membiarkan piring kotor di wastafel atau tergeletak begitu saja di meja dapur. Segera cuci agar tidak mengundang lalat.

    Hal ini juga berlaku jika pemilik rumah memiliki hewan peliharaan. Pastikan untuk selalu membersihkan sisa makanan hewan peliharaan. Jangan membiarkan makanan mereka terbuka karena lalat akan tertarik.

    Halaman Rumah

    Belatung juga bisa ditemukan di area halaman rumah, seperti ada kotoran hewan peliharaan, bangkai binatang, atau kompos. Sebab, lalat sangat tertarik dengan bahan organik yang sudah rusak karena bahan tersebut menyediakan banyak makanan bagi belatung.

    Namun, jika sudah menemukan belatung di area tertentu, maka langsung dibuang dengan penyedot debu atau tisu. Buang belatung jauh dari area rumah. Akan tetapi, jika merasa jijik atau mual maka bisa bunuh belatung dengan campuran bahan yang terdiri dari garam, cuka putih, air mendidih, dan pestisida.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Pintu Kamar Berhadapan Konon Ternyata Kurang Baik, Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Pada rancangan rumah-rumah modern, sering dijumpai dua pintu kamar yang saling berhadapan di dalam rumah. Otomatis saat membuka pintu kamar langsung menghadap pintu kamar yang ada di hadapannya.

    Ternyata, pintu kamar yang berhadapan kurang baik menurut feng shui. Seperti dikutip pada situs Your Chinese Astrology,dua pintu kamar yang saling berhadapan di rumah dapat mendatangkan pertikaian serta bencana.

    Menurut feng shui sebaiknya hindari merancang dua pintu kamar yang berhadapan. Coba untuk mengubah tata letak pintu. Namun, jika hal tersebut sulit dilakukan, pasang penutup atau gunakan tirai untuk memperlambat aliran udara yang masuk dan keluar sehingga bisa seimbang.


    Tidak hanya pintu kamar yang berhadapan dengan pintu kamar lain, tetapi pintu kamar juga tidak boleh berhadapan dengan pintu dapur. Hal ini karena kamar merupakan tempat beristirahat yang tenang dan bebas dari api, air, dan sebagainya. Pintu dapur yang berseberangan dengan pintu kamar tidak hanya dapat mencemari air, tetapi juga mempengaruhi feng shui.

    Selain dapur, pintu gudang juga tidak boleh berhadapan dengan pintu kamar. Gudang merupakan tempat penumpukan berbagai macam barang sehingga udaranya buruk dan mampu mempengaruhi kualitas udara di kamar tidur.

    Tak hanya kamar, tetapi aturan penempatan pintu juga tidak bisa sembarangan menurut feng shui. Misalnya, pintu depan dan belakang rumah tidak boleh saling berhadapan. Hal ini dapat mengakibatkan aliran udara yang masuk dapat menguras kekayaan pemilik rumah.

    Aturan lainnya adalah pintu kamar mandi tidak boleh berseberangan dengan pintu masuk. Sebab, pintu masuk merupakan jalur masuk udara ke rumah. Jika di seberangnya ada pintu kamar mandi maka pintu utama akan terpapar udara yang kurang sehat.

    Pintu kamar mandi juga tidak boleh berhadapan dengan pintu dapur. Sebab, dapur merupakan tempat memasak sedangkan kamar mandi penuh dengan udara yang tidak bersih. Jika kedua pintu saling berhadapan makan dapat mencemari udara di dapur, bahkan bisa membahayakan kesehatan tuan rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com