Tag: sni

  • Sudah Tahu Belum Pemicu Septic Tank Meledak? Ini Biang Keroknya!



    Jakarta

    Pernahkah kamu mendengar kejadian septic tank meledak di rumah? Hal seperti itu biasanya terjadi saat sedang menyedot septic tank.

    Septic tank sendiri merupakan tempat penampungan air limbah. Di dalamnya terjadi proses penguraian, sehingga tak heran kalau ada unsur-unsur yang dapat menyebabkan ledakan.

    Lantas, apa pemicu ledakan pada septic tank? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Pemicu Septic Tank Meledak

    Inilah penyebab septic tank bisa meledak di rumah.

    1. Gas Metana

    Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho menjelaskan ada unsur gas metana yang terakumulasi di dalam tangki karena tidak ada pipa hawa sebagai ventilasi. Septic tank tanpa pipa hawa seperti itu tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Adapun gas metana bersifat mudah terbakar.

    “Bahan mudah terbakarnya apa? Gas metana. Terus ada oksigen di udara karena terbuka dari manhole,” kata Endro kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Selain itu, ledakan juga bisa terjadi di kamar mandi. Endro menjelaskan hal tersebut kemungkinan besar karena septic tank tidak mempunyai pipa hawa, sehingga gas metana keluar melalui sela-sela pipa kamar mandi. Kemudian, ledakan akhirnya terjadi saat unsur pemicu lengkap dengan ada api yang menyala di kamar mandi.

    2. Api

    Ia mengungkapkan ledakan pada septic tank yang pernah terjadi sebelumnya disebabkan oleh petugas yang memasukkan benda terbakar ke dalam tangki untuk membuktikan proses penyedotan sudah selesai.

    “Istilahnya mungkin menunjukkan tadinya (septic tank) ada isi, sekarang sudah berkurang isinya. Dengan caranya adalah salah, dia (petugas) mengambil koran, kemudian koran dibakar, kemudian dilempar ke dalam. Nah, itu salah,” ucapnya.

    Menurutnya, cara mengecek isi tanki bisa dengan menyalakan senter ke lubang kontrol. Lalu, bisa juga menggunakan tongkat panjang dimasukkan ke dalam manhole.

    Kemudian dalam proses penyedotan, SOP atau prosedur operasi standar tidak memperkenankan ada yang merokok di dekat lokasi sebagai bentuk kehati-hatian. Dengan begitu sebaiknya tidak menyulutkan api di dalam ataupun sekitar septic tank saat penyedotan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada Korsleting listrik yang Jadi Biang Kerok Kebakaran Gedung ATR/BPN



    Jakarta

    Gedung Kementerian ATR/BPN di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengalami kebakaran yang berasal dari ruang humas pada Sabtu (8/2) pukul 23.09 WIB. Penyebab kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik.

    Dilansir dari detikNews, Plt Kepala Dinas Gulkarmat Jakarta Satriadi Gunawan menjelaskan kebakaran itu disebut terjadi karena korsleting listrik perangkat air conditioner atau AC.

    “Dugaan penyebab diduga korsleting perangkat AC,” kata Satriadi kepada wartawan, Minggu (9/2/2025).


    Operasi pemadaman kebakaran dimulai pukul 23.18 WIB. Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 23.45 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan pukul 23.45 WIB. Operasi pemadaman kebakaran gedung Kementerian ATR/BPN dinyatakan selesai pada pukul 00.35 WIB.

    Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid telah menerima informasi awal terkait penyebab kebakaran di gedung Kementerian ATR/BPN. Dia mengatakan kebakaran diduga berawal dari komputer pegawai yang tidak dimatikan.

    “Jadi tadi ini kebetulan tadi itu kayaknya ya, itu ada petugas itu, pegawai, komputernya itu nggak dimatikan. Lalu kejadian (kebakaran) ketahuan sama sekuriti,” kata Nusron.

    Tak jarang kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Kebakaran seperti ini bisa terjadi di rumah, gedung perkantoran, hingga pusat perbelanjaan.

    Dilansir dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banda Aceh, kebanyakan korsleting listrik disebabkan oleh kelalaian manusia. Misalkan pemasangan kabel listrik yang tidak sesuai atau tidak merawat kabel listrik di rumah.

    Lantas, bagaimana cara mencegah terjadinya korsleting listrik untuk menghindari kebakaran?

    Cara Mencegah Korsleting Listrik

    1. Selalu Cabut Kabel Listrik Setelah Digunakan

    Kebanyakan orang setelah menggunakan perangkat elektronik, tidak langsung mencabut kabel pada stop kontak. Padahal itu berisiko penghuni rumah tersetrum dan korsleting listrik.

    2. Pilih Kualitas Peralatan Listrik yang Bermutu

    Pastikan peralatan listrik di rumah adalah produk baru dan berkualitas. Lebih baik membeli peralatan listrik dengan harga mahal, daripada rumah yang justru hangus terbakar. Cari peralatan listrik yang berkualitas, berlambang SNI atau LMK.

    3. Hindari Memakai Tusuk Kontak yang Terlalu Longgar

    Tusuk kontak adalah area kepala dan kaki dari kabel. Biasanya tusuk kontak adalah bagian yang dimasukkan ke dalam stop kontak. Tusuk kontak yang terlalu longgar, jika terpegang tangan bisa menyetrum dan tidak sedikit yang menimbulkan percikan.

    4. Jangan Memencet atau Memainkan MCB

    Mengotak-atik atau menyambung langsung (bypass) peralatan pengaman, baik sekring maupun Mini Circuit Breaker (MCB) dapat menyebabkan korsleting listrik.

    5. Minta Bantuan Ahli Saat Pemasangan Instalasi Listrik di Rumah

    Untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik di rumah atau bangunan, serahkan pada ahli.

    6. Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala

    Pemeriksaan dapat dilakukan kurang lebih setelah 10 tahun dan selanjutnya 5 tahun.

    7. Lakukan Perawatan Rutin

    Dilansir dari Sinar Mas Land, jadwalkan pemeriksaan rutin instalasi listrik oleh teknisi listrik profesional. Mereka akan memeriksa kabel, sambungan, dan komponen lainnya untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik.

    8. Hindari Beban Berlebih

    Jangan mencolokkan terlalu banyak perangkat ke satu stopkontak atau sirkuit. Gunakan kabel ekstensi dengan hati-hati dan pastikan kabel tersebut memiliki kapasitas yang cukup.

    9. Lindungi Kabel dan Perangkat Listrik dari Air

    Jauhkan kabel dan perangkat listrik dari sumber air atau kelembapan. Pastikan stopkontak dan saklar di area basah (seperti kamar mandi atau dapur) memiliki penutup pelindung.

    10. Pasang Alat Pelindung

    Pertimbangkan untuk memasang alat pelindung seperti MCB (Miniature Circuit Breaker) dan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker). MCB melindungi dari kelebihan beban, sedangkan ELCB melindungi dari kebocoran arus yang bisa menyebabkan sengatan listrik.

    11. Sedia APAR

    Dilansir dari situs Pemerintah Kota Depok, sebaiknya di setiap rumah atau tempat usaha menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk penanganan pertama jika terjadi kebakaran. Tabung Apar 5 kg untuk skala rumah tangga dan tempat usaha 6 kg.

    Itulah beberapa cara mencegah terjadinya korsleting listrik. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab dan Solusi Jika Isi Token Listrik Gagal atau Ada Tulisan ‘Periksa’


    Jakarta

    Mengisi token listrik prabayar seharusnya menjadi proses yang mudah dan cepat. Namun, tidak jarang pengguna mengalami kendala saat memasukkan kode token.

    Sudah isi saldo listrik, tapi malah gagal atau muncul keterangan ‘Periksa’ pada layar meteran listrik. Kenapa ya? Tapi tak perlu panik aliran listrik terancam terputus, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

    Mulai dari memastikan kode token yang dimasukkan benar, hingga melaporkan kendala ke PLN melalui aplikasi PLN Mobile.


    6 Penyebab Isi Token Listrik Gagal atau Ada Tulisan ‘Periksa’

    Keterangan ‘Gagal’ bisa disebabkan oleh kesalahan dalam memasukkan kode token, ketidaksesuaian nomor meteran atau ID Pelanggan, atau bahkan pembaruan sistem pada kWh meter.

    Sementara tulisan ‘Periksa’ biasanya mengindikasikan adanya gangguan pada instalasi listrik rumah atau kemungkinan kebocoran listrik. Jika ini terjadi, sebaiknya segera melaporkannya ke PLN melalui aplikasi PLN Mobile untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut. Berikut 6 penyebab kendala isi token listrik:

    1. Pengisian Kode Salah

    Guna mengatasinya, coba masukkan kembali kode token dengan benar. Jika masih gagal, pastikan nomor meteran yang dimasukkan sudah sesuai, yang biasanya terdiri dari 11 digit.

    Jika nomor meteran salah, kamu mungkin perlu membeli token baru dengan nomor yang benar. Jika masalah tetap berlanjut, hubungi petugas PLN melalui aplikasi PLN Mobile.

    2. Meteran Belum Update

    Gagalnya pengisian token listrik bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah meteran yang sedang dalam proses pembaruan atau membutuhkan update. Sistem pada kWh meter diperbarui untuk menjaga performanya agar tetap optimal.

    Jika pengisian token gagal karena alasan ini, pelanggan disarankan segera melapor melalui aplikasi PLN Mobile agar petugas PLN dapat memberikan bantuan.

    3. Ada Perbedaan Arus Listrik

    Akun YouTube Elec Ben Channel, menjelaskan bahwa meteran dengan tulisan ‘Periksa’ dikarenakan meteran dengan tipe SPLN 2010 dual sensing. Sehingga, meteran bisa membaca perbedaan arus pada lain.

    “Jika ada simbol tangan, artinya ada perbedaan arus. Jika muncul simbol panah, meteran memberitahu bahwa letak powernya terbalik dan letak grounding di rumah kamu salah. Itu wewenangnya PLN, haram hukumnya kita otak-atik sendiri,” ucapnya pada video yang ditonton lebih dari 117 ribu orang.

    4. Letak Grounding Kabel Salah

    Kesalahan dalam pemasangan grounding juga bisa menjadi penyebab token listrik gagal diisi. Grounding berfungsi sebagai saluran pembuangan arus listrik ke tanah jika terjadi kebocoran, sehingga melindungi peralatan listrik dari kerusakan. Jika pemasangan ground tidak dilakukan dengan benar, arus listrik bisa terganggu, yang menyebabkan tulisan ‘Periksa’ muncul pada meteran.

    5. Kualitas Kabel Listrik Buruk

    Selain itu, kualitas kabel listrik yang digunakan dalam instalasi rumah juga berpengaruh. Kabel yang tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dapat menghambat aliran listrik yang stabil dan mengganggu transfer data antara meteran listrik dan server token.

    Hal ini bisa menyebabkan kegagalan pengisian token dan bahkan memunculkan tulisan ‘Periksa’ pada meteran listrik. Oleh karena itu, penggunaan kabel berkualitas standar sangat dianjurkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran suplai listrik.

    6. Ada Kemungkinan Bocor Listrik

    Kebocoran listrik juga menjadi penyebab umum gagalnya pengisian token. Kebocoran terjadi ketika arus listrik mengalir melalui jalur yang tidak semestinya, seperti akibat kabel terkelupas atau sambungan kabel yang longgar dan tidak tertutup isolasi dengan baik.

    Selain menyebabkan kegagalan pengisian token, kebocoran listrik juga dapat menimbulkan risiko keselamatan. Oleh karena itu, pemeriksaan instalasi listrik secara berkala sangat penting untuk menghindari masalah ini.

    Solusi Jika Isi Token Listrik Gagal atau Ada Tulisan ‘Periksa’

    Mengutip dari situs resmi PLN, berikut adalah langkah-langkah untuk melaporkan kendala ‘Gagal’ atau ‘Periksa’ pada token listrik. Jika mengalami kendala yang tidak bisa diselesaikan mandiri, kamu sebaiknya melapor melalui aplikasi PLN Mobile dengan cara berikut:

    1. Unduh dan buka aplikasi PLN Mobile melalui Play Store (Android) atau App Store (iPhone).
    2. Pilih menu “Pengaduan” di halaman utama aplikasi.
    3. Pilih jenis pengaduan yang sesuai dengan masalah yang dialami.
    4. Masukkan ID Pelanggan atau nomor meter yang ingin dilaporkan. Jika tidak mengetahui ID Pelanggan, bisa menunjukkan lokasi rumah melalui peta yang disediakan.
    5. Klik “Konfirmasi”, isi data lokasi dengan benar, lalu tekan “Lanjutkan”.
    6. Lampirkan foto kendala (jika ada) dan tulis laporan, lalu klik “Kirim Pengaduan”.
    7. Terima Nomor Laporan dalam format Gxxxxx dan pilih “OK” untuk mengirimkan laporan ke PLN.
    8. Pantau status laporan secara real-time melalui aplikasi PLN Mobile.

    Untuk mengatasinya, kamu juga bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau call center PLN di 123. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa segera mendapatkan solusi untuk kendala yang terjadi pada token listrik di rumah. Semoga bermanfaat!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Tips Memilih AC yang Tepat, Awet, dan Canggih



    Jakarta

    Cuaca panas yang kerap melanda Indonesia membuat banyak orang memilih memasang AC (air conditioner) untuk kenyamanan di rumah atau kantor. Namun, agar tidak salah pilih, perlu diperhatikan beberapa hal sebelum membeli AC.

    Menurut pakar di bidang refrigerasi ramah lingkungan, Dr. Ardiyansyah, S.T., M.Eng., Ph.D., AC ideal sebaiknya menggunakan refrigeran ramah lingkungan seperti R32 yang lebih aman bagi bumi dibanding R22. Selain itu, pilih AC yang hemat energi dengan melihat label bintang efisiensi energi (1-5 bintang) dan nilai CSPF tinggi. Berikut tips penting saat memilih AC.

    1. Kapasitas Sesuai Ukuran Ruangan


    Pastikan kapasitas AC cocok dengan luas ruangan. Untuk ruangan sedang, gunakan AC berkapasitas ½ PK (minimal 5000 BTU/h).

    AC dengan kapasitas lebih tinggi akan lebih cepat mendinginkan ruangan dan bekerja lebih baik untuk ruangan besar atau yang terpapar sinar matahari langsung. Kebutuhan pendinginan juga dapat dihemat dengan mengurangi beban panas ruangan antara lain dengan menutup pintu dan menggunakan tirai pada jendela.

    2. Kualitas Material Tahan Lama

    Pilih AC dengan material anti karat dan korosi seperti blue fin atau gold fin di evaporator dan kondensor. Material berkualitas membuat AC lebih awet.

    Selain itu terdapat cover pelindung samping dan lapisan logam untuk menghindari kerusakan fisik unit outdoor akibat cuaca ekstrem.

    3. Fitur Keamanan

    Pilih AC bersertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia), memiliki proteksi arus lebih, box listrik tahan api, dan sistem drainase terpisah dari kabel listrik untuk mencegah korsleting.

    FLifeFoto: dok. FLife

    4. Garansi Kompresor dan Servis

    Sebagai jantung dari AC, kompresor merupakan unit penting dalam proses pendinginan. Jika rusak, perbaikannya bisa menghabiskan hingga 60-70% dari harga unit baru.

    Untuk itu, pastikan kompresor bergaransi minimal 10 tahun. Lebih baik lagi jika disertai garansi sparepart dan servis indoor minimal 3 tahun.

    5. Fitur Modern

    Beberapa AC sudah dilengkapi dengan fitur modern. Beberapa fitur teknologi canggih tersebut seperti Self-Diagnosis yang sangat membantu memudahkan deteksi kerusakan dini, mempercepat perbaikan, dan mengurangi downtime.

    Selain itu ada juga fitur Self-Cleaning yang berfungsi untuk mengurangi frekuensi pencucian AC yang pada umumnya 2 bulan cuci sekali, menjadi 3-4 bulan sekali.

    6. Nyaman Digunakan

    Untuk faktor kenyamanan, pilih AC yang minim suara. Suara yang dikeluarkan AC maksimal berada di rentang 27 dBA.

    Desain ‘easy removal’ dan ‘user friendly’ juga membantu dalam perawatan AC karena desainnya memungkinkan pengguna atau teknisi untuk melepas dan membersihkan filter serta bagian lainnya dengan mudah saat servis.

    FLifeFoto: dok. FLife

    7. Tampilan LED Informasi

    Panel LED pada unit indoor berguna menampilkan suhu dan kode error yang mempermudah perbaikan.

    Ini akan membantu teknisi untuk melakukan perbaikan dengan tepat dan efektif dalam sekali kunjungan. Selain fungsi, desain LED panel yang modern dapat mempercantik tampilan interior ruangan.

    8. Diproduksi oleh Pabrik Terpercaya

    Pastikan AC berasal dari pabrik yang khusus memproduksi AC. Cek informasi pabrikan lewat website resmi.

    Hal ini untuk menjamin Quality Control (QC), pengujian performa produk dan sistem Commissioning (COMM). Cek informasi di box kemasan atau name tag produk, lalu telusuri informasi pabriknya melalui situs resmi merek tersebut. Pabrikan yang fokus pada produk AC biasanya memiliki riset dan pengembangan (R&D) yang lebih kuat.

    9. Utamakan Merek Terpercaya

    Merek ternama umumnya memiliki sistem distribusi, purna jual, dan kualitas produk yang lebih konsisten. Hindari merek yang tidak jelas asal-usulnya meski harganya menggiurkan.

    Lihat juga apakah merek tersebut bagian dari grup perusahaan yang telah terpercaya. Anda juga bisa membaca ulasan pengguna di forum atau e-commerce.

    10. Layanan After Sales Andal

    Pertimbangkan lamanya garansi, cakupan perbaikan, dan kemudahan akses layanan pelanggan, terutama di akhir pekan dan hari libur.

    Semakin lama garansi yang diberikan semakin membawa keuntungan bagi konsumen pastinya. Selain itu beberapa brand hanya menyediakan suku cadang dan menanggung biaya jasa perbaikan secara gratis di tahun pertama.

    Selanjutnya, pilihlah merek yang memberikan layanan komprehensif dan mudah diakses, agar Anda tidak kesulitan jika AC mengalami masalah di kemudian hari.

    Memilih AC bukan sekadar mencari harga termurah, tetapi juga memastikan kenyamanan jangka panjang, efisiensi energi, dan perawatan. Bandingkan spesifikasi dan fitur dari beberapa merek sebelum membeli. Pastikan Anda memilih AC yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan penggunaan.

    Informasi selengkapnya silahkan cek di YouTube.

    (prf/ega)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Dua Hal Ini Bisa Bikin Septic Tank Meledak



    Jakarta

    Kejadian septic tank meledak kerap terdengar di masyarakat. Biasanya kejadian seperti ini terjadi saat sedang menyedot septic tank.

    Septic tank merupakan tempat pengolahan limbah di rumah, sehingga muncul unsur yang rawan terbakar. Supaya hal ini nggak terjadi, pemilik rumah perlu tau apa yang menyebabkan septic tank meledak.

    Lantas, apa saja pemicu ledakan pada septic tank? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Septic Tank Meledak

    Inilah penyebab septic tank bisa meledak di rumah menurut ahli.

    1. Septic Tank Tanpa Pipa Hawa

    Spesialis Sanitasi Endro Adinugroho mengatakan septic tank mengandung gas metana yang mudah terbakar. Namun, gas ini bisa terakumulasi di dalam tangki karena tidak ada pipa hawa sebagai ventilasi. Septic tank tanpa pipa hawa seperti itu tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

    “Bahan mudah terbakarnya apa? Gas metana. Terus ada oksigen di udara karena terbuka dari manhole,” kata Endro kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Ia menambahkan ledakan juga bisa terjadi di kamar mandi. Hal itu kemungkinan besar karena septic tank tidak mempunyai pipa hawa, sehingga gas metana keluar melalui sela-sela pipa kamar mandi. Ledakan pun akhirnya terjadi saat unsur pemicu lengkap, yakni ada yang menyalakan api di dalam kamar mandi.

    2. Menyulut Api

    Selanjutnya, Endro mengatakan ledakan pada septic tank dipicu oleh api ketika menyedot septic tank. Ia menyebutkan salah satu kejadian ledakan di masyarakat, ada petugas yang memasukkan benda terbakar ke dalam tangki untuk membuktikan proses penyedotan sudah selesai.

    “Istilahnya mungkin menunjukkan tadinya (septic tank) ada isi, sekarang sudah berkurang isinya. Dengan caranya adalah salah, dia (petugas) mengambil koran, kemudian koran dibakar, kemudian dilempar ke dalam. Nah, itu salah,” ucapnya.

    Padahal, cara mengecek isi tanki bisa dengan memasukkan tongkat panjang ke dalam manhole. Cara lain adalah dengan menyalakan senter ke lubang kontrol.

    Endro menambahkan prosedur operasi standar tidak memperkenankan ada yang merokok di dekat lokasi penyedotan. Dengan begitu sebaiknya tidak menyulutkan api di dalam ataupun sekitar septic tank saat penyedotan.

    Itulah pemicu septic tank meledak yang perlu pemilik rumah waspadai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Besi Beton Ulir Terbaru 2025 Sesuai Ukuran


    Jakarta

    Besi beton ulir merupakan salah satu material yang penting dalam konstruksi bangunan. Sebelum membeli material ini, sebaiknya ketahui dulu harga terbarunya di toko bangunan.

    Dikutip dari e-Jurnal um.ac.id, besi beton punya fungsi untuk menarik serta menahan gaya tekan, sehingga bangunan dapat berdiri kokoh dan kuat. Maka dari itu, besi beton dimanfaatkan untuk rangka utama serta pondasi penyusun struktur bangunan.

    Sebagai informasi, besi beton terbagi ke dalam dua jenis, yakni besi beton polos dan besi beton ulir. Besi beton polos berfungsi untuk tulangan utama pada struktur beton bertulang, lalu permukaannya juga halus dan licin.


    Sedangkan besi beton ulir umumnya digunakan untuk tulangan sekunder pada struktur beton bertulang. Fungsi ulir pada besi beton ini dapat meningkatkan daya lekat antara besi dan beton sehingga lebih kokoh.

    Dalam artikel ini, detikProperti akan membahas kisaran harga besi beton ulir terbaru 2025. Harga bisa berbeda-beda tergantung dari ukuran ketebalan. Cek selengkapnya di bawah ini.

    Kisaran Harga Besi Beton Ulir Terbaru 2025

    Besi beton ulir memiliki ketebalan yang berbeda-beda, mulai dari 10-16 milimeter (mm), tapi ada juga yang 19 mm. Harga besi beton ulir juga beragam karena tergantung dari lokasi toko bangunan.

    Biasanya, toko bangunan punya aturan khusus dalam pembelian besi beton ulir, seperti minimal pembelian harus 50-100 buah. Selain itu, pastikan kamu membeli besi beton ulir yang sudah mengusung Standar Nasional Indonesia (SNI).

    Dari pantauan detikProperti di sejumlah e-commerce, Senin (30/6/2025), berikut kisaran harga besi beton ulir terbaru 2025 sesuai ukuran:

    • Besi beton ulir 10 mm full SNI: Rp 60.000/batang
    • Besi beton ulir 10 mm SNI: Rp 71.000/batang
    • Besi beton ulir 10 mm SNI TS 280: Rp 70.000/batang
    • Besi beton ulir 10 mm SNI TS 420: RP 72.000/batang
    • Besi beton ulir 13 mm standar SNI: Rp 90.000/batang
    • Besi beton ulir 13 mm full SNI: Rp 115.000/batang
    • Besi beton ulir 13 mm full SNI TS 420: Rp 118.000/batang
    • Besi beton ulir 16 mm SNI: Rp 139.500/batang
    • Besi beton ulir 16 mm SNI Krakatau Steel: Rp 196.500/batang
    • Besi beton ulir 19 mm SNI: Rp 265.000/batang
    • Besi beton ulir 22 mm SNI: Rp 358.000/batang.

    Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari ketentuan pihak toko bangunan. Selain itu, besi beton ulir dengan merek ternama punya harga yang sedikit lebih mahal meskipun ukurannya sama.

    Besi beton ulir yang dijual umumnya memiliki panjang 12 meter sehingga yang berbeda hanya ukurannya saja. Pastikan kamu juga sudah berkonsultasi dengan kontraktor yang membangun rumah agar dapat membeli besi beton sesuai kebutuhan.

    Demikian kisaran harga terbaru besi beton ulir 2025 sesuai ukuran. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Kriteria Rumah Sehat Versi Kemenkes, Sudah Sesuai dengan Hunianmu?


    Jakarta

    Standar kesehatan bukan hanya ditujukan pada tubuh manusia, melainkan berlaku pula pada tempat tinggalnya. Sebab kondisi rumah juga berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental penghuninya.

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah merumuskan kriteria rumah yang sehat. Hal ini dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk mewujudkan hunian yang nyaman, sehat, dan idaman.

    Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) nomor 829/Menkes/SK/VII/1999, kriteria mengenai rumah sehat sebagai berikut.


    1. Kualitas Udara

    Rumah sehat menurut Kemenkes harus memenuhi kualitas udara yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Berikut kriterianya.

    • Suhu udara nyaman antara 18°C – 30°C
    • Pertukaran udara (air exchange rate) terdiri 5 kaki kubik per menit per penghuni
    • Kelembaban udara sekitar 40-70 persen
    • Konsentrasi gas CO (karbon monoksida) tidak lebih dari 100 ppm per 8 jam
    • Konsentrasi gas SO2 (sulfur dioksida) tidak lebih dari 0,10 ppm per 24 jam
    • Konsentrasi gas formaldehida tidak lebih dari 120 mg/m3

    2. Kualitas Sumber Air Bersih

    Bukan hanya udara, air yang tersedia di rumah tersebut juga harus bersih, bisa digunakan, dan jumlahnya sesuai yang dibutuhkan. Kemenkes menyebutkan kualitas dan kuantitas air yang dibutuhkan dalam rumah harus sesuai dengan jumlah penghuni untuk kebutuhan sehari-hari. Terdapat dua syarat penting yang berhubungan dengan air berikut.

    • Setiap rumah setidaknya memiliki sarana air bersih dengan jumlah kapasitas minimal sebesar 60 liter/hari/orang
    • Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih untuk beraktivitas sehari-hari seperti mencuci hingga untuk diminum menurut Permenkes 416 tahun 1990 dan Kepmenkes 907 tahun 2002.

    3. Sumber Pencahayaan Alami dan Buatan

    Kemudian dari kriteria pencahayaan, baik yang berasal dari alam maupun buatan manusia secara langsung maupun tidak langsung, Kemenkes menyarankan harus memberikan pencahayaan dengan intensitas minimal sebesar 60 lux. Namun, pastikan jumlah cahaya berikut jangan sampai menyilaukan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

    4. Material Bangunan

    Material bangunan merupakan kunci penting keselamatan penghuni yang menempati rumah tersebut. Material bangunan yang digunakan harus memenuhi kriteria rumah sehat bukan hanya kokoh dan terlihat menawan. Material bangunan yang sehat adalah tidak terbuat dari bahan yang berisiko melepaskan zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan penghuni seperti asbes bebas tidak lebih dari 0.5 fiber/m3 per 4 jam, debu total tidak lebih dari 150 µg m3, timah hitam tidak lebih dari 300 mg/kg, dan material tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tempat tumbuh kembang mikroorganisme patogen.

    5. Komponen dan Penataan Ruang Rumah

    Komponen dan penataan ruangan di rumah juga ada ketentuannya, sebagai berikut.

    • Lantai harus kedap air dan mudah untuk dibersihkan
    • Dinding ruang tidur dan keluarga harus memiliki ventilasi yang baik untuk mengatur sirkulasi udara
    • Dinding kamar mandi dan tempat cuci kedap air dan mudah untuk dibersihkan
    • Langit rumah harus kuat (tidak rawan kecelakaan) dan mudah dibersihkan
    • Pembagian ruangan harus dibagi berdasarkan fungsi dan kapasitas yang cukup sesuai dengan kebutuhannya
    • Ruang Dapur punya saluran pembuangan asap

    6. Pengolahan Limbah Rumah

    Setiap rumah pasti akan memproduksi limbah atau kotoran. Hal ini juga menjadi tanggungjawab masing-masing rumah sehingga diperlukan ruang untuk pengelolaan limbah. Kemenkes telah membuat tata cara pengelolaan limbah tersebut, berikut penjelasannya.

    • Untuk limbah padat, pastikan agar tidak menimbulkan bau dan juga tidak mencemarkan permukaan tanah di lingkungan rumah
    • Untuk limbah cair, pastikan agar limbah tidak mencemari sumber air sehingga dapat menimbulkan bau yang tidak sedap dan juga jangan sampai mencemari permukaan tanah.

    7. Kepadatan Hunian pada Kamar Tidur

    Luas ruangan juga di atur karena setiap manusia memiliki minimal luas ruang bergerak menurut SNI, yakni sekitar 9 meter persegi per orang. Oleh karena itu, luas kamar tidur tidak bisa dibuat sembarangan. Untuk kamar tidur yang sehat adalah berukuran 8 m2 dan kapasitas yang dianjurkan tidak lebih dari dua orang kecuali untuk anak di bawah umur 5 tahun.

    8. Mempunyai Ventilasi Udara yang Cukup

    Rumah harus dilengkapi dengan sirkulasi udara yang baik agar dapat beristirahat lebih nyaman. Keberadaan ventilasi udara dapat mempengaruhi kualitas udara yang ada di dalam rumah. Dibutuhkan setidaknya 10 persen ventilasi alami permanen dari luas lantai agar sirkulasi udara dan pencahayaan dapat menyebar ke seluruh area rumah dengan baik.

    9. Tempat Penyimpanan Makanan

    Selain soal bangunan, tempat untuk menyimpan makanan juga harus higienis. Salah satu yang kerap disepelekan oleh penghuni rumah adalah keberadaan lalat. Hewan kecil ini sering datang ke rumah karena mengetahui ada sumber makanan. Padahal keberadaannya bisa berbahaya karena diketahui kaki lalat merupakan sumber bakteri yang berbahaya apabila sudah menempel pada makanan.

    Oleh karena itu, salah satu persyaratan rumah sehat menurut Kemenkes ialah lokasi penyimpanan makanan berada di tempat yang higienis. Hal ini untuk menghindari makanan berbau karena aktivitas bakteri, kuman, dan serangga. Jangan lupa untuk membersihkan secara merata dan rutin agar tempat penyimpanan makanan tetap dalam keadaan higienis.

    10. Tersedianya Sarana dan Prasarana

    Sekitar rumah harus tersedia prasarana dan sarana yang lengkap dan mendukung, berikut di antaranya.

    • Memiliki taman bermain untuk anak, sarana rekreasi keluarga dengan konstruksi yang aman dari kecelakaan
    • Memiliki sarana drainase yang tidak menjadi tempat sumber penyakit
    • Memiliki sarana jalan lingkungan dengan ketentuan konstruksi jalan tidak mengganggu kesehatan, konstruksi trotoar tidak membahayakan pejalan kaki dan penyandang cacat, jembatan harus memiliki pagar pengaman, lampu penerangan dan tidak menyilaukan mata
    • Tersedia cukup air bersih sepanjang waktu dengan kualitas air yang memenuhi persyaratan kesehatan
    • Pengelolaan pembuangan tinja dan limbah rumah tangga harus memenuhi persyaratan kesehatan
    • Pengelolaan pembuangan sampah rumah tangga harus memenuhi syarat kesehatan
    • Memiliki akses terhadap sarana pelayanan kesehatan, komunikasi, tempat kerja, tempat hiburan, tempat pendidikan, kesenian, dan lain sebagainya
    • Pengaturan instalasi listrik harus menjamin keamanan penghuninya
    • Tempat pengelolaan makanan (TPM) harus menjamin tidak terjadi kontaminasi makanan yang dapat menimbulkan keracunan.

    Demikian 10 kriteria rumah sehat menurut Kementerian Kesehatan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! 9 Tips Bangun Rumah Anti Gempa Biar Nggak Waswas


    Jakarta

    Gempa bumi menjadi salah satu bencana alam yang paling ditakuti karena bisa merobohkan rumah dalam hitungan detik. Meski tak bisa diprediksi kapan datangnya, masyarakat bisa meminimalisir risiko dengan membangun rumah yang tahan gempa.

    CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat, menegaskan pentingnya memperhitungkan kekuatan struktur bangunan sejak awal. Fondasi, kolom, hingga balok beton bertulang harus dihitung secara matang agar mampu menahan guncangan.

    “Ketahanan strukturnya itu harus kuat. Mulai dari kualitas beton, besi sebagai tulangan rangka, hingga perhitungan zona gempa di lokasi rumah,” kata Taufiq kepada detikProperti.


    Tips Bangun Rumah Tahan Gempa

    1. Hitung Kekuatan Struktur dengan Ahli

    Jangan asal bangun! Pastikan ahli struktur menghitung fondasi, kolom, dan rangka beton sesuai standar.

    2. Perkuat Sambungan Kolom dan Balok

    Banyak rumah roboh karena sambungan kolom dan balok lemah. Pastikan penulangan dibuat overlap, bukan asal tempel.

    3. Amankan Genteng Rumah

    Atap adalah bagian paling rawan saat gempa. Gunakan genteng ringan seperti spandek, seng, PVC, atau ikat genteng dengan baut agar tidak mudah runtuh.

    4. Pilih Jendela Kecil

    Jendela kaca besar mudah pecah. Lebih aman gunakan jendela modular kecil agar rangkanya kuat menahan getaran.

    5. Kuatkan Struktur Dinding

    Tambahkan pembesian pada dinding, misalnya dengan bata interlock yang diberi tulangan besi vertikal dan horizontal.

    6. Ikuti Panduan Resmi PUPR

    Kontraktor Panggah Nuzhul Rizki mengingatkan bahwa Kementerian PUPR sudah membuat panduan teknis bangunan tahan gempa, seperti rumah contoh RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat).

    7. Konsultasi dengan Konsultan

    Konsultasi dengan arsitek dan konsultan struktur akan membantu memilih desain, fondasi, hingga dimensi bangunan yang paling aman.

    8. Gunakan Material Ringan & Berstandar SNI

    Pilih material ringan, seperti genteng metal atau beton ringan. Pastikan semua bahan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

    9. Pastikan Pelaksanaan Sesuai Rencana

    Jangan sampai pembangunan berbeda dengan rencana awal. Pemilik rumah bisa memakai jasa konsultan profesional untuk mengawasi kualitas bangunan.

    Membangun rumah tahan gempa memang membutuhkan perencanaan yang matang. Namun, investasi ini sangat penting demi keselamatan penghuni.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan Ini Dekat Septic Tank, Bisa Meledak!



    Jakarta

    Kabar septic tank meledak mungkin sudah tidak asing di telinga para penghuni rumah. Kejadian seperti itu memang bikin ngeri. Siapa sangka alat di bawah tanah yang tidak terlihat itu bisa bikin celaka.

    Septic tank sendiri adalah tempat untuk menampung limbah rumah tangga. Terjadi proses penguraian kotoran di dalamnya sehingga muncul unsur yang dapat menimbulkan ledakan.

    Jika tak ingin septic tank meledak, penghuni harus tahu penyebabnya. Ketahui juga pantangan untuk mencegah ledakan pada septic tank.


    Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho pernah menjelaskan ada unsur gas metana di dalam tangki. Gas ini bersifat mudah terbakar sehingga menjadi salah satu pemicu ledakan.

    “Bahan mudah terbakarnya apa? Gas metana. Terus ada oksigen di udara karena terbuka dari manhole,” kata Endro kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Gas metana bisa terakumulasi kalau tidak ada pipa hawa sebagai ventilasi. Model septic tank seperti ini tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

    Endro pun mengungkapkan kalau ledakan yang pernah terjadi sebelumnya disebabkan oleh petugas penyedot septic tank memasukkan benda terbakar ke dalam tangki itu. Hal itu dilakukan untuk membuktikan proses penyedotan sudah selesai. Padahal, seseorang tidak boleh menyalakan api di dalam ataupun sekitar septic tank saat penyedotan.

    “Istilahnya mungkin menunjukkan tadinya (septic tank) ada isi, sekarang sudah berkurang isinya. Dengan caranya adalah salah, dia (petugas) mengambil koran, kemudian koran dibakar, kemudian dilempar ke dalam. Nah, itu salah,” ujarnya.

    Cara mengecek isi tangki dapat dilakukan dengan menyalakan senter ke lubang kontrol. Lalu, bisa juga menggunakan tongkat panjang dimasukkan ke dalam manhole.

    Selain itu, prosedur operasi standar juga tidak memperkenankan ada yang merokok di dekat lokasi penyedotan septic tank. Langkah ini sebagai bentuk kehati-hatian terhadap risiko ledakan.

    Endro menambahkan ledakan dapat terjadi di kamar mandi. Hal itu kemungkinan besar karena septic tank tidak ada pipa hawa sehingga gas metana keluar melalui sela-sela pipa kamar mandi. Ledakan pun terjadi saat unsur pemicu lengkap dengan adanya api, misalnya ketika penghuni merokok di kamar mandi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Septic Tank Bisa Meledak, Jangan Lakukan Kesalahan Fatal Ini!



    Jakarta

    Septic tank adalah sistem pengolahan limbah yang berada di bawah tanah. Penghuni rumah mesti berhati-hati karena tangki tersembunyi ini ada risiko untuk meledak.

    Proses penguraian kotoran di dalam septic tank menghasilkan unsur yang bisa menimbulkan ledakan. Namun septic tank nggak serta merta akan meledak kok, melainkan ada pemicunya.

    Lalu, apa saja kesalahan yang bikin septic tank meledak? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Septic Tank Meledak

    Inilah beberapa hal yang perlu dihindari agar septic tank tidak meledak menurut ahlinya.

    1. Bikin Septic Tank Tidak Sesuai Standar

    Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho pernah mengatakan ada gas metana di dalam septic tank. Gas tersebut mudah terbakar sehingga berisiko menimbulkan ledakan.

    “Bahan mudah terbakarnya apa? Gas metana. Terus ada oksigen di udara karena terbuka dari manhole,” kata Endro kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Gas metana akan terakumulasi di dalam tangki kalau tidak ada pipa hawa sebagai ventilasi. Hal ini biasanya terjadi kalau tangki tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

    2. Menyalakan Api Saat Sedot Septic Tank

    Berkaca dari kasus ledakan yang pernah terjadi, Endro mengatakan hal itu disebabkan oleh petugas penyedot septic tank memasukkan benda terbakar ke dalam tangki. Padahal, seseorang tidak boleh menyalakan api di dalam ataupun sekitar septic tank saat penyedotan.

    Petugas juga tidak dibolehkan merokok ketika proses penyedotan. Langkah ini untuk mencegah risiko ledakan.

    Menurutnya, petugas memasukkan benda terbakar ke tangki untuk membuktikan proses penyedotan sudah selesai. Seharusnya petugas bisa mengecek isi tangki dengan menyorotkan senter ke lubang control atau memasukkan tongkat Panjang ke dalam manhole.

    “Istilahnya mungkin menunjukkan tadinya (septic tank) ada isi, sekarang sudah berkurang isinya. Dengan caranya adalah salah, dia (petugas) mengambil koran, kemudian koran dibakar, kemudian dilempar ke dalam. Nah, itu salah,” ucapnya.

    3. Merokok di Kamar Mandi

    Selain itu, ledakan juga bisa terjadi di kamar mandi. Kejadian ini kemungkinan besar disebabkan oleh septic tank tidak ada pipa hawa sehingga gas metana keluar melalui sela-sela pipa kamar mandi.

    Ledakan akan terjadi saat penghuni rumah menyalakan api di ruangan berisi gas metana. Contoh kejadiannya, ledakan terjadi ketika penghuni merokok di kamar mandi yang ada gas metananya.

    Itulah beberapa hal yang perlu dihindari untuk mencegah ledakan septic tank. Semoga bermanfaat!

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com