Tag: sofa

  • Warna Sofa yang Harus Dihindari Menurut Sains dan Desainer


    Jakarta

    Sofa adalah salah satu furnitur penting yang ada di rumah. Biasanya, sofa dijadikan sebagai tempat bersantai di depan TV atau dijadikan sebagai tempat duduk di ruang tamu.

    Sofa juga merupakan sebuah furnitur jangka panjang. maka dari itu, ketika kamu ingin membeli sofa, ada banyak aspek yang perlu kamu perhatikan sebelum membelinya. Diantaranya yaitu, bahan sofa, bentuk sofa, dan warna.

    Bahan sofa tentunya akan menjadi salah satu faktor penilaian akan seberapa nyamannya sofa tersebut ketika dipakai. Selain itu, bentuk sofa juga akan menjadi pertimbangan pembeli, tentu alasannya adalah karena pembeli ingin membuat sofa mereka terlihat rapi dan menyatu dengan ruangan.


    Lalu aspek terakhir yang perlu diperhatikan adalah warna dari sofa tersebut.

    Tahukah kamu? Bukan karena alasan preferensi kesukaan dari pemilik saja, warna sofa juga akan mempengaruhi kualitas dari kehidupan rumah tersebut loh.

    Menurut ilmu sains dan para desainer ruangan, ada beberapa warna sofa yang perlu kamu perhatikan. Berikut ringkasannya

    Dikutip dari cozylant.com ada 5 warna yang perlu kamu hindari saat memilih warna sofa.

    1. Merah

    Warna merah memang biasa dikaitkan dengan arti positif, seperti gairah dan energi. Tetapi, menurut sains warna merah bukanlah warna yang cocok untuk dipakai pada sofa.

    Menurut penelitian, warna merah akan meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Hal ini akan mengakibatkan adanya perasaan cemas dan gelisah.

    2. Hitam

    Warna hitam sangat sering disukai oleh kalangan remaja, alasannya karena warna hitam terasa ‘elegan dan dewasa’.

    Tetapi menurut sains, warna hitam justru akan menciptakan suasana yang berat dan gelap pada suatu ruangan, sehingga membuat ruangan terasa lebih sempit. Selain itu, warna hitam juga cenderung sulit dibersihkan.

    3. Kuning Cerah

    Warna kuning biasa diasosiasikan dengan mood positif dan gembira. Tetapi, untuk sofa, warna kuning cerah justru akan berkesan terlalu berlebihan.

    Warna kuning pada sofa akan menyebabkan rasa tidak nyaman, biasanya warna ini akan membuat mata cepat lelah dan sakit karena warna kuning cerah memantulkan banyak cahaya.

    4. Hijau Neon

    Sama dengan warna kuning cerah, warna hijau neon juga akan membuat matamu sakit karena pantulan cahayanya yang terlalu kuat.

    Selain itu, warna hijau neon juga akan mempersulit kamu untuk membuat tema ruangan yang harmoni.

    5. Warna Oranye

    Warna oranye atau oren, biasanya dikaitkan dengan kehangatan dan energi.

    Tetapi, menurut sains, warna oranye juga akan meningkatkan nafsu makan. Oleh karena itu, warna oranye sebaiknya tidak digunakan untuk warna furnitur karena bisa membuat rutinitas makanmu menjadi rusak.

    Dikutip dari livingetc.com, dalam memilih warna sofa, kamu harus memperhatikan faktor dalam ruangan yang akan ditempati sofa tersebut.

    Selain itu, menurut desainer ruangan ada beberapa warna yang perlu dihindari dari karena beberapa alasan. Berikut diantaranya.

    1. Putih

    Sofa dengan warna putih tidak akan cocok untuk ruangan yang sering dilewati pada rumah.

    Warna putih cenderung akan cepat kotor, maka dari itu sofa dengan warna putih hanya cocok ditempatkan pada ruangan yang jarang dilewati, atau dijadikan tempat beraktivitas.

    2. Merah Cerah

    Warna merah sering membawa energi dari perasaan yang membara, maka dari itu warna ini tidak cocok untuk ditempatkan pada ruangan tempat bersantai yang nyaman.

    Selain itu, warna merah cerah juga mudah untuk meredup seiring waktu. Biasanya sofa berwarna merah cerah akan menjadi suram ketika sudah lama, sehingga ini akan memungkinkan kamu untuk lebih sering menggantinya dengan yang baru dalam waktu yang relatif pendek.

    3. Abu-Abu

    Warna abu sering digunakan karena alasan lebih terlihat formal. Tetapi, warna abu-abu tidak cocok digunakan untuk ruangan yang ingin kamu buat memiliki ‘karakter’, karena warna abu-abu terlihat kurang hidup

    4. Warna Trend Saat Itu

    Jangan terpaku pada tren. Sofa adalah furnitur jangka panjang, oleh karena itu, kamu harus membuat sofa tersebut tetap eksis dan cocok dengan ruangan kamu hingga jangka waktu yang panjang.

    5. Hitam

    Sama seperti yang dijelaskan dalam ilmu sains, warna hitam akan membuat ruangan terasa suram dan gelap. Warna hitam akan membawa hawa negatif.

    Sebaiknya ketika membeli sofa, kamu harus membeli warna yang tidak menyerap cahaya, supaya ruangan kamu tidak terasa suram.

    Itulah beberapa warna sofa yang harus dihindari menurut ilmu sains dan desainer ruangan serta alasannya juga. Semoga setelah membaca ini, kamu jadi lebih tau mana warna yang baik untuk rumah kamu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Posisi Terbaik Menempatkan Sofa Agar Ruangan Tampak Menarik


    Jakarta

    Sofa adalah perabotan di rumah yang ukurannya cukup besar. Penempatan sofa pada suatu ruangan bisa berguna sebagai sekat pembatas antar ruang dan mengubah tampilan ruangan jauh lebih menarik. Posisi penempatan sofa yang benar tidak akan membuat ruangan terasa sempit.

    Idealnya sofa diletakkan di area di mana kamu ingin beristirahat atau duduk seperti di ruang tamu dan depan TV. Ada pula yang meletakkan sofa di luar ruangan seperti teras, tetapi ini berisiko merusak bahan sofa lebih cepat.

    Melansir dari The Spruce, Jumat (7/5/2024) berikut 5 posisi terbaik meletakkan sofa agar tampilan ruangan terlihat lebih menarik.


    1. Berseberangan Sofa Lain

    Jika ruang tamu di rumah cukup luas dan kamu ingin menambahkan banyak kursi, kamu bisa mengatur sofa saling berhadapan. Namun pastikan, penempatan sofa ini berjarak dan tidak menutup jalan keluar dan masuk. Sofa yang berhadapan tidak harus sama besar, berbeda ukuran pun bisa terlihat seimbang apabila ada kesamaan.

    2. Depan Jendela

    Posisi ini adalah posisi sofa yang paling banyak ditemukan di rumah-rumah. Tips ketika meletakkan sofa di depan jendela adalah pastikan ukuran sofa tidak menutupi cahaya masuk. Selain itu, beri jarak minimal 30 cm antara jendela dengan sofa.

    3. Seberang Jendela

    Posisi sofa menghadap jendela keuntungannya adalah kamu bisa melihat pemandangan di luar sembari bersantai. Selain itu, posisi sofa yang berseberangan dengan jendela juga tidak akan menutupi jalan saat ingin membuka jendela.

    4. Tengah Ruangan

    Untuk ruangan besar, sofa cocok untuk memecah ruangan atau menjadi sekat pemisah antar ruangan. Kamu juga bisa menambahkan beberapa sofa di dalam ruangan tersebut agar area berkumpul lebih luas dan nyaman.

    5. Berhadapan dengan Pintu

    Ruang tamu biasanya berada di dekat pintu masuk, maka tidak heran jika posisi sofa yang sering ditemui di Indonesia menghadap ke pintu. Hindari meletakkan punggung sofa di dekat pintu agar tidak menghalangi akses masuk.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan 7 Tahap Ini Saat Bersihkan Sofa Kain biar Bersih Maksimal


    Jakarta

    Sofa merupakan tempat duduk panjang yang sangat umum ditemukan di setiap rumah, terutama sofa berbahan kain. Meski banyak yang menggunakannya, masih banyak orang yang belum tahu cara membersihkan sofa.

    Sering kali sofa terabaikan dan tidak dibersihkan, sehingga kotoran dan debu sampai menumpuk. Padahal kan kotoran dan debu itu bisa mengganggu kesehatan, terutama pada pernapasan dan kulit.

    Nah, bagi kamu yang masih bingung, simak cara membersihkan sofa kain berikut ini, dilansir dari Snug Sofa, Jumat (14/6/2024).


    Cara Membersihkan Sofa Kain

    1. Sikat Dudukan Sofa

    Langkah pertama, kamu bisa sikat dudukan sofa menggunakan kain kering dan sikat. Cukup bersihkan debu dan serpihannya dan jika kamu memiliki hewan peliharaan, pastikan dudukan sofa bersih dari bekas goresan atau bulu. Gunakan sikat lembut dan berikan tekanan sedang agar tidak merusak bahan kain dari sofa.

    2. Bersihkan Debu pada Sofa

    Kamu bisa membersihkan debu dari sofa dengan penyedot debu. Pastikan kamu menyedot debu sampai masuk ke sudut dan celah jauh di bagian belakang sofa. Sedot semua kotoran dan remah-remah makanan sampai bersih. Masukkan kotoran tadi ke dalam kantong sampah.

    3. Bersihkan Sofa Kain dengan Uap

    kamu bisa menggunakan alat pembersih uap untuk membersihkan bahan kain pada sofa. Jika tidak ala tersebut , kamu bisa gunakan setrika uap. Pastikan seluruh bagian permukaan sofa terkena uap hingga cukup lembab. Sofa kamu akan mulai saat terlihat bersih seperti baru.

    4. Hilangkan Noda Membandel

    Jika sofa kain kamu terdapat noda yang membekas kamu bisa membilasnya menggunakan air dan lap. Untuk noda yang membandel kamu bisa gunakan detergen untuk menghilangkannya.

    5. Keringkan Sofa

    Setelah membersihkannya ada baiknya sofa jangan langsung diduduki. Karena kain pada sofa yang masih basah dan lembab akan menimbulkan bau tidak sedap. Sofa kain yang masih basah juga bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur.

    kamu bisa gunakan handuk kering atau kain pembersih kering untuk mengeringkan sofa kamu. Selanjutnya, kamu bisa jemur di bawah sinar matahari atau menyalakan kipas angin dan arahkan ke sofa.

    6. Vakum Sekali Lagi

    Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, setelah sofa kain kering kamu bisa vakum sekali lagi. Hal ini dilakukan agar sofa benar-benar bersih dari debu dan kotoran.

    Itulah cara membersihkan sofa berbahan kain dengan maksimal. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertimbangkan 4 Hal Ini buat Beli Sofa yang Cocok Sama Interior Rumah


    Jakarta

    Sofa menjadi furniture yang tidak luput untuk melengkapi interior rumah seperti ruang tamu dan ruang keluarga. Perabot andalan ini berfungsi sebagai tempat untuk duduk dan bersantai bersama keluarga maupun teman-teman di rumah.

    Kalau kamu berencana membeli sofa, sebaiknya melakukan beberapa pertimbangan terlebih dahulu. Dari warna yang serasi hingga bahan sofa yang nyaman perlu dipikirkan matang-matang supaya bisa memilih sofa terbaik.

    Lalu, apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli sofa? Yuk, simak tips berikut ini yang dilansir dari Living Cozy, Selasa (18/6/2024).


    Tips Membeli Sofa Terbaik

    1. Warna Dinding

    Tentu salah satu pertimbangan utama ketika membeli sofa adalah warnanya. Desainer Interior dari Mackenzie Collier Interiors, Rasha Rizwan menyarankan untuk mempertimbangkan warna dinding dan palet warna ruangan secara keseluruhan saat memilih sofa. Jika punya warna dinding netral. Kamu bisa bebas memilih warna sofa.

    “Anda memiliki lebih banyak kebebasan untuk memilih warna sofa yang melengkapi ruangan,” kata Rizwan, dikutip Living Cozy.

    Namun, jika warna dindingnya ‘berani’ atau bermotif, yang terbaik adalah memilih sofa warna solid dengan shade warna yang saling melengkapi.

    2. Tujuan Sofa

    Tak sekadar membeli sofa, kamu perlu menentukan tujuan sofa sebagai pelengkap ruangan. Seorang Penata Interior dan Presenter TV Maxine Brady, dengan pengalaman 20 tahun di dunia desain, menekankan pentingnya tujuan sofa di ruangan kamu.

    “Apakah kamu ingin sofa kamu menonjol? Atau menyatu? Apakah kamu ingin sofa kamu menjadi pilihan desain atau tempat praktis dan nyaman untuk bersantai?” tuturnya.

    Untuk membantu mengambil keputusan, Brady merekomendasikan untuk membuat board atau papan di Pinterest dan mengeksplorasi warna yang membuat kamu tertarik atau melihat warna yang ada di ruangan yang kamu sukai.

    3. Warna Dekorasi, Tekstur, dan Ukuran Ruangan yang Ada

    Selain itu, desain interior ruangan perlu menjadi pertimbangan sebelum menambahkan sofa. Rozit Arditi, seorang Desainer Interior dan Pendiri Arditi Design menyarankan untuk memulai dengan permadani (jika ada) dan memutuskan bahan sofa terbaik untuk kebutuhan kamu.

    “Kami tertarik menggunakan tekstur pada karpet, sehingga bahan sofa biasanya lebih netral bagi kami,” jelasnya.

    Kamu juga perlu mempertimbangkan bentuk, warna, dan tekstur furnitur lain seperti meja kopi, meja samping, dan konsol media.

    Ukuran ruangan juga berperan saat memilih warna yang tepat untuk sofa di ruang tamu. Jika kamu memiliki ruangan kecil, warna sofa yang berani mungkin akan sedikit berlebihan, sebaiknya gunakan warna yang lebih netral atau minimalis seperti abu-abu muda karena lebih cocok.

    4. Bahan Sofa

    Bahan sofa yang tepat juga sangat penting untuk desain dan kepraktisan. Arditi menekankan pentingnya memilih kain yang kamu sukai yang tak lekang oleh waktu.

    Di sisi lain, Brady mengatakan pilih bahan yang tahan lama dan mudah dibersihkan untuk menjaga penampilan sofa dari waktu ke waktu.

    “Selalu carilah sofa dengan bahan yang tahan lama – yang dapat dibersihkan dari noda atau anti noda,” sarannya.

    Ingatlah bahwa kamu selalu dapat memperbarui sofa dengan bahan baru melalui ahli pelapis furnitur maupun dengan menggunakan sarung penutup sofa.

    Itulah beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum membeli sofa. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 7 Kesalahan Ini Kalau Nggak Mau Rumah Kecil Jadi Makin Sempit


    Jakarta

    Rumah yang terasa lapang dan lega biasanya lebih disenangi penghuni rumah, salah satunya karena bisa bebas bergerak dan mendapat pemandangan luas. Akan tetapi, sebagian orang mempunyai rumah berukuran kecil, sehingga penempatan barang yang kurang tepat bisa bikin sesak.

    Kalau kamu mempunyai rumah kecil, kamu bisa mendesain dan menata ruangan sedemikian rupa supaya tidak terasa sempit, lho! Nah, sebaiknya kamu menghindari kesalahan-kesalahan desain dan tata ruangan yang bikin sesak ruangan.

    Berikut ini tujuh kesalahan menata ruangan yang membuat rumah kecil terasa sempit, dikutip dari Brightside, Kamis (4/7/2024).


    Kesalahan yang Bikin Ruangan Sempit

    1. Motif Wallpaper Terlalu Besar

    Vintage old radio from eastern Europe (labels indicate cities of the eastern block, including former GDR, East Germany) laying on a piece of furniture and a background showing a sixties, seventies design wallpaper pattern. Copy space on the side for customization.Ilustrasi Penggunaan Wallpaper Bercorak Lebar Foto: istock

    Wallpaper bisa menghiasi dinding ruangan agar terlihat estetik dan manis. Tapi hindari menggunakan wallpaper dengan motif besar karena akan memberi kesan ruangan lebih sempit. Terlebih lagi jika rumah kamu memang tidak terlalu luas dan banyak sekat.

    Pilih motif wallpaper yang kecil dengan warna terang untuk dinding. Warna terang bisa membantu merefleksikan cahaya sehingga ruangan tampak lebih terbuka dan lapang.

    2. Rak Buku Terbuka

    modern living room. Scandinavian interior design. 3d rendering conceptMenggunakan Rak Buku Terbuka Foto: istock

    Rak buku yang terbuka membuat kekacauan visual di dalam ruangan serta terasa lebih sumpek. Efek ini akan makin terasa pada kamar atau ruangan kecil.

    “Pilih rak yang berpintu jadi kamu bisa menyimpan semua buku itu,” saran desainer Kim Gordon.

    Rak dengan pintu akan memberi kesan lebih rapi dan tertata. Pilihlah rak yang warnanya senada dengan tema ruangan.

    3. Sofa Bentuk-L

    Large L-shaped corner sofa in living room furniture show homeSofa Besar Berbentuk L Foto: istock

    Sofa berbentuk L memang jadi furnitur favorit karena multifungsi dan terasa nyaman. Tapi furnitur model ini tidak cocok jika rumah kamu kecil dan minimalis. Bentuk L akan menciptakan batasan pada ruangan dan membuatnya kurang fungsional.

    Sofa berbentuk L lebih cocok untuk menciptakan zona pada ruangan yang luas dan berkonsep terbuka. Maka dari itu hindari membeli sofa model ini jika rumah kamu tergolong minimalis.

    4. Salah Menempatkan Cermin

    Spacious and stylish home interior with old glass door and wooden parquetGara-gara 7 Kesalahan Ini, Ruang Kecil Jadi Makin Terasa Sempit Foto: istock

    Cermin seharusnya membuat ruangan terasa lebih luas. Namun, kalau ditempatkan pada sudut yang gelap justru membuat rumah makin sempit.

    Emma Pritchard, editor majalah Country Living, menyarankan menempatkan cermin di dekat atau seberang jendela. Pantulan cahaya pad cermin akan memberi kesan kamar lebih luas.

    5. Tirai Berbahan Tebal

    on Black Backgroundon Black Background Foto: istock

    Kesalahan menata ruangan yang membuat rumah kecil terasa sempit lainnya adalah pemilihan tirai atau gorden. Tirai berbahan tebal dan berat seperti satin atau beludru akan membuat langit-langit terkesan lebih rendah dan mempersempit ruangan.

    Material seperti ini jga menyerap cahaya dari luar jendela sehingga rumah tampak suram. Untuk kesan rumah terang dan lebih lega, pilih tirai dengan bahan melayang, halus, dan ringan. Misalnya linen atau sifon.

    6. Karpet Kecil di Tengah Ruangan

    Eclectic furniture of a modern studio apartment balance out the blank white wallsGara-gara 7 Kesalahan Ini, Ruang Kecil Jadi Makin Terasa Sempit Foto: istock

    Karpet kecil sebaiknya hanya ditempatkan di depan pintu, bukan sebagai dekorasi utama pada ruangan. Karpet berukuran kecil yang ditaruh dekat sofa atau tempat tidur akan membuat interior terlihat ‘terpecah-pecah’ dan ‘mempersempit’ ruangan.

    Jika ingin mendekorasi ruangan dengan karpet, gunakan yang ukurannya lebar, atau tidak memakai karpet sama sekali. Pilih karpet berwarna terang untuk memberi ilusi ruang yang lebih lebar.

    7. Kipas Angin di Langit-langit

    Ceiling fan in a roomGara-gara 7 Kesalahan Ini, Ruang Kecil Jadi Makin Terasa Sempit Foto: istock

    Kipas angin yang dipasang di langit-langit membantu membuat ruangan terasa lebih sejuk. Tapi sebaiknya pertimbangkan lagi jika rumah kamu kecil dan langit-langitnya rendah.

    Penempatan kipas angin pada langit-langit akan menciptakan bayangan yang membuat ruangan tampak lebih gelap dan rendah. Sebaiknya gunakan kipas angin berdiri atau kipas angin meja dengan warna putih.

    Itulah kesalahan menata ruangan yang membuat rumah kecil terasa sempit. Memikirkan proporsi rumah atau ruangan sebelum menatanya sangat penting agar rumah kecil tak jadi makin terlihat sempit.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh Cegah Kutu Busuk Bersarang di Kasur atau Sofa di Rumah


    Jakarta

    Selain debu, ada masalah lain yang mengintai jika kasur jarang dibersihkan yakni kutu busuk. Serangga satu ini suka bersembunyi di tempat-tempat yang jarang terkena sinar matahari. Area yang disukainya seperti pinggiran kasur hingga dalam kasur.

    Kutu busuk cukup mengganggu karena menimbulkan gatal di kulit setelah terkena gigitan mereka. Namun, setelah digigit, kutu busuk tidak menimbulkan penyakit lain sehingga tidak begitu berbahaya. Sebab, kutu satu ini memang mengincar hewan berdarah panas. Meskipun tidak menimbulkan penyakit lain, tetapi adanya kutu busuk dapat menyebabkan kasur berbau tidak sedap dan cepat kotor.

    Maka dari itu, penting untuk menjaga kebersihan agar kutu busuk tidak bersarang di kasur, sofa, dan perabotan di rumah.


    Melansir dari Apartment Therapy, Rabu (4/9/2024), berikut beberapa cara ampuh untuk mencegah kutu busuk bersarang di kasur dan perabotan lainnya di rumah.

    1. Gunakan Sarung Bantal dan Guling

    Sarung bantal dan guling memang tidak dapat mengatasi kutu busuk, tetapi setidaknya dengan cara ini dapat mencegah hewan kecil ini masuk ke dalam kasur atau peralatan tidur lainnya.

    2. Semprotan Alkohol

    Alkohol dapat membuat kutu busuk mengalami dehidrasi. Dengan begitu, kutu busuk tidak akan hidup pada perabotan rumah dan tidak berani dekat-dekat. Jika kamu ingin memakai cara ini, periksa dulu jenis alkohol yang akan digunakan, pastikan khusus untuk membasmi kutu busuk.

    3. Penutup Bagasi

    Kutu busuk juga sering di dapati di koper setelah bepergian dari luar daerah. Agar kutu busuk tidak menyebar ke tempat lain, pasang lapisan di bagasi agar barang bawaan tidak dihinggapi kutu busuk.

    4. Minyak Atsiri

    Solusi alami untuk memusnahkan kutu busuk adalah menggunakan minyak esensial seperti minyak atsiri. Caranya dengan melarutkan minyak dengan air dan memasukkannya ke dalam botol berukuran 100 mililiter. Kemudian, semprotkan ke barang bawaan dan tempat tidur secara berkala.

    5. Bersihkan Barang Setelah Dibeli

    Jika kamu membeli barang bekas, terutama sofa, kursi, atau kasur periksalah secara menyeluruh, bisa juga menggunakan kaca pembesar. Kemudian, cuci barang bekas tersebut dan keringkan. Jangan lupa ketika mencuci, gunakan air yang panas di atas 45 derajat dan rendam minimal 60 menit.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Alasan Kucing Suka Mencakar Sofa, Ketahui Cara Mengatasinya!


    Jakarta

    Kucing dikenal sebagai hewan yang suka mencakar sofa, karpet, lemari, dan perabot lain di rumah. Pada faktanya, mencakar atau menggaruk sudah tertanam dalam naluri kucing.

    Meski begitu, perilaku kucing yang mencakar sofa di rumah bisa menjadi hal menjengkelkan. Ketahui berbagai alasan kucing mencakar sofa dan cara mengatasinya berikut ini.

    Alasan Kucing Mencakar Sofa

    Ada sejumlah alasan kenapa kucing suka mencakar sofa atau perabotan rumah lainnya. Mungkin dia mau mengasah cakarnya agar tetap tajam atau sekedar ingin menarik perhatian.


    1. Mengasah Cakarnya

    Alasan pertama kucing suka mencakar sofa adalah untuk menjaga kukunya tetap tajam. Mengutip laman Merrimac Valley, tidak seperti kuku manusia, cakar kucing berlapis-lapis.

    Jadi, mencakar sesuatu akan memungkinkan kucing menghilangkan bagian cakar lamanya sambil mengasah lapisan baru. Pada dasarnya di alam liar, kucing memakai cakarnya untuk berburu makanan dan memanjat pohon. Jadi secara naluri kucing ingin menjaga cakarnya tetap tajam.

    2. Menandai Wilayah

    Kucing sering mencakar perabotan, seperti sofa untuk meninggalkan aroma dan menandai wilayah mereka. Secara tidak langsung, kucing memberitahu bahwa tempat itu miliknya.

    Saat mencakar, kucing memang mengeluarkan bau yang unik. Meski begitu, perlu diketahui bahwa menandai wilayah bisa menjadi tanda-tanda kucing stres, tidak aman, atau terancam.

    3. Merasa Bosan

    Menggaruk atau mencakar sesuatu bisa jadi kegiatan yang memuaskan dan menyenangkan bagi kucing. Sehingga, menggaruk-garuk sofa bisa jadi disebabkan karena kucing merasa bosan.

    4. Mencari Perhatian

    Kucing juga merupakan hewan yang ingin diperhatikan. Jadi, jika hewan ini mencakar furnitur, dia merasa bisa menarik perhatian pemiliknya.

    Banyak juga kucing yang mencakar sofa dan perabotan lain hanya untuk bermain atau melepaskan energi berlebih yang dimlikinya. Kegembiraan juga bisa mendorong kucing mencakar sesuatu.

    Cara Menghentikan Kucing Mencakar Sofa

    Kamu bisa melakukan beberapa upaya untuk menghentikan kucing mencakar sofa. Berikut di antaranya.

    1. Sediakan Tempat Khusus untuk Mencakar di Rumah

    Untuk mencegah kucing mencakar sofa, berikan mereka tempat untuk mencakar di dalam rumah. Mengutip laman Purina, kucing yang tinggal di luar rumah biasanya mencakar pohon atau tiang.

    Jadi, sebaiknya berikan tiang garukan kucing. Hal ini akan mengalihkan fokusnya dari mencakar. Pilih tiang garukan yang mempunyai kualitas baik. Sehingga benda tersebut tidak akan goyang saat kucing mencakarnya.

    2. Letakkan Tiang Garukan dekat Sofa

    Tempatkan tiang garukan di dekat bagian sofa yang sering dicakarnya. Sehingga, tiang garuk akan mengalihkan perhatian kucing dari sofa.

    3. Taburkan Catnip

    Tanaman catnip bisa membuat kucing semangat beraktivitas dan moodnya lebih baik. Sebab, tanaman ini memiliki bahan kimia nepetalactone yang dapat memicu respon kucing. Menurut laman Omlet, kamu bisa menaburkan catnip ke tiang garuk untuk menarik perhatian kucing.

    4. Beri Hadiah pada Kucing

    Berikan hadiah pada kucing saat mereka mencakar tiang garukan. Sehingga, kucing nantinya akan lebih memilih untuk mencakar tiang garukan dibanding sofa.

    Itulah sejumlah alasan kucing suka mencakar sofa. Semoga artikel ini membantu menghentikan kucing mencakar sofa dan perabot lain di rumah kamu ya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Panduan Jarak Aman Nonton TV dari Sofa Berdasarkan Ukuran Inci


    Jakarta

    Seiring perkembangan teknologi, ukuran TV kini sudah semakin lebar. Jika dahulu TV masih berukuran 32 hingga 40 inch, kini ada TV yang ukurannya hingga 65 inch.

    Punya TV yang ukurannya lebar tentu memberikan sensasi tersendiri saat menonton. Sebab, gambar di TV akan terasa lebih jelas dan seolah dekat dengan kita.

    Namun, menonton TV yang punya layar besar juga membuat mata cepat lelah. Apalagi jika kamu menonton TV dalam jarak terlalu dekat, pasti kamu tidak akan betah berlama-lama.


    Maka dari itu, sebaiknya atur jarak aman saat menonton TV dari sofa kesayangan. Cara ini dapat memberikan sensasi menonton yang nyaman dan aman karena mata tidak mudah lelah.

    Lantas, berapa jarak nonton TV yang aman dari sofa? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Panduan Jarak Aman Nonton TV dari Sofa

    Muncul stigma di masyarakat jika menonton TV terlalu dekat bisa menyebabkan sakit mata. Sebenarnya, jarak antara TV dan mata manusia yang terlalu dekat tidak menyebabkan gangguan penglihatan, hanya saja berisiko memicu masalah lain seperti sindrom mata lelah.

    Oleh karena itu, sebaiknya menonton TV dengan jarak yang pas agar mata tidak cepat lelah. Mengutip catatan detikProperti, berikut panduan jarak menonton TV ke sofa berdasarkan ukuran inci TV.

    • 24 inci = 1,2 meter
    • 32 inci = 1,2 meter
    • 40 inci = 1,2 meter
    • 42 inci = 1,2 meter
    • 46 inci = 1,4 meter
    • 47 inci = 1,4 meter
    • 50 inci = 1,5 meter
    • 55 inci = 1,7 meter
    • 65 inci = 2 meter
    • 75 inci = 2,3 meter
    • 85 inci = 2,6 meter
    • 98 inci = 3 meter
    • 100 inci = 3 meter.

    Penyebab Mata Lelah saat Menonton TV

    Head of Product AV Business Samsung Electronics Indonesia Ubay Bayanudin mengatakan, saat menonton TV ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kondisi mata. Ia mencontohkan saat menonton TV dalam keadaan gelap, sebaiknya buat layar TV jadi lebih redup.

    Begitupun sebaliknya, jika kamu menonton TV dalam keadaan terang, maka sebaiknya atur kecerahan TV juga lebih terang. Cara ini untuk menghindari kelelahan pada mata.

    Lalu, Ubay menjelaskan antara TV 4K dan 8K punya perbedaan jarak ideal menonton. Semakin tinggi kepadatan pixel TV, maka bisa menonton lebih dekat.

    “TV 8K punya kepadatan pixelnya lebih tinggi dari 4K jadi bisa menonton lebih dekat,” kata Ubay mengutip detikInet.

    Dilansir Will Vision, menonton TV terlalu lama bisa menyebabkan mata tegang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gejala seperti nyeri mata, penglihatan kabur, dan sakit kepala.

    Selain menonton TV terlalu lama, kamu juga bisa mengalami mata lelah jika menonton TV dari sudut yang sembarangan, misalnya dari samping kiri atau kanan. Jika mata sudah tegang, sebaiknya istirahat sejenak dan jauhkan dari perangkat elektronik lainnya, seperti HP, tablet, ataupun komputer.

    Demikian penjelasan mengenai jarak aman menonton TV ke sofa. Semoga dapat bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Beli 5 Perabotan Ini dalam Kondisi Bekas, Pokoknya Jangan


    Jakarta

    Banyak yang mengatakan perabotan rumah tidak harus barang baru. Perabotan juga bisa dibeli dari toko barang bekas atau tempat rongsokan. Banyak barang dengan kondisi bagus dijual di sana dengan harga murah.

    Peringatan untuk kamu, jangan mudah tergiur dengan embel-embel barang murah karena tidak semua perabotan bekas itu layak untuk digunakan kembali.

    Dilansir House Beautiful ada beberapa perabotan yang sebaiknya tidak dibeli di tempat barang bekas, berikut di antaranya.


    1. Kasur

    Kasur adalah alas tidur tempat kamu beristirahat. Kasur merupakan perabotan yang mudah sekali kotor tetapi tidak terlihat secara kasat mata. Jika kamu mengambil kasur bekas yang kondisinya masih bagus, hati-hati karena banyak sekali risikonya.

    Kasur yang sudah dibiarkan di ruang penuh debu merupakan sarang kutu dan hama. Risikonya apabila kamu memakai kasur tersebut meskipun sudah dibersihkan adalah masalah pada kulit, timbul rasa gatal, dan infeksi.

    2. Sofa dan Kursi Berlapis Kain

    Jika kamu berkunjung ke tempat barang bekas, kamu akan menemukan banyak sofa dengan kualitas yang masih bagus dijual di sana. Namun, hati-hati tidak ada yang menjamin kebersihan benda tersebut. Bisa jadi banyak bulu hewan, noda yang sulit dibersihkan, hingga kutu busuk yang bisa menyebabkan alergi.

    3. Barang Elektronik

    Banyak di antara kalian tertarik untuk membeli barang elektronik yang masih bagus kualitasnya. Sebagai contoh TV, mesin cuci, kipas angin, atau tempat penyetelan CD.

    Sebelum tertarik untuk membeli barang elektronik bekas, ketahui risikonya dahulu. Barang-barang elektronik kerap menjadi tempat bertelurnya serangga seperti kecoak. Mereka menyukai tempat yang hangat dan gelap. Lebih baik kamu membeli barang baru daripada harus sibuk membersihkan tanda-tanda serangga.

    4. Perabotan dari Papan Bongkar Pasang

    Kamu pasti pernah menemukan perabotan yang bisa dibongkar pasang seperti lemari atau rak. Perabotan seperti ini dapat mempermudah pengiriman ke rumah dan biasanya lebih murah.

    Jika kamu tertarik untuk memiliki perabotan seperti ini sebaiknya beli barang yang baru. Terutama yang berbahan kayu. Jenis kayu yang dipakai berbeda dengan kayu jati atau jenis kayu bagus lainnya. Lebih baik bersabar, lalu menabung lebih banyak agar bisa membeli perabotan yang lebih mahal, tetapi tahan lama.

    5. Karpet

    Sama seperti pertimbangan saat membeli sofa dan kasur, karpet juga bisa menjadi sarang hama, kutu, dan noda yang sulit dibersihkan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menata Sofa dan TV di Ruang Sempit, Biar Nggak Sumpek!



    Jakarta

    Meletakkan sofa dan televisi (TV) di ruangan yang sempit harus cermat. Sebab, jika salah posisi justru bisa membuat ruangan semakin sempit atau tidak nyaman.

    Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatur sofa dan TV di ruang keluarga yang sempit. Salah satunya adalah meletakkan TV dengan ketinggian yang pas dengan sofa. Hal ini agar penghuni rumah bisa menonton TV dengan nyaman.

    Selain itu masih ada beberapa cara lainnya untuk meletakkan sofa dan TV yang pas pada ruangan sempit. Dilansir dari Ideal Home, berikut ini informasinya.


    Tips Meletakkan Sofa di Ruang Keluarga yang Sempit

    Jika ruangan keluarga di rumahmu berbentuk persegi atau persegi panjang, posisikan dua sofa berukuran sama yang saling berhadapan dengan meja kopi di antaranya. Sebenarnya, tidak ada aturan pasti dan tepat yang mengatakan kamu tidak dapat memasangkan furnitur dengan ukuran berbeda, seperti tiga tempat duduk dan dua tempat duduk, atau sofa panjang dengan tempat duduk.

    Pastikan selalu memberikan sedikit jarak di sekitar furniture agar orang rumah dapat berjalan dengan nyaman.

    Sebenarnya, tidak ada aturan pasti dan tepat yang mengatakan kamu tidak dapat memasangkan furnitur dengan ukuran berbeda, seperti tiga tempat duduk dan dua tempat duduk, atau sofa panjang dengan tempat duduk. Ukuran yang bervariasi dapat menciptakan dinamika yang berbeda di dalam ruang keluarga kecil tersebut.

    Tips Meletakkan TV di Ruang Keluarga yang Sempit

    TV biasanya diletakkan di area ruang keluarga agar penghuni rumah bisa menonton bersama. Untuk posisi menonton yang optimal, idealnya TV diletakkan di bagian depan tengah sofa.

    Kamu juga bisa meletakkan TV di sudut ruangan jika menaruhnya di tengah ruangan merusak estetika. Selain itu, TV harus berada pada ketinggian yang tepat dalam kaitannya dengan sofa sehingga terasa nyaman untuk dilihat dan kamu tidak perlu melihat ke atas atau meninggikan leher untuk menontonnya.

    Itulah beberapa tips meletakkan sofa dan TV di ruangan sempit. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com