Tag: spesies

  • 4 Hal yang Bisa Memicu Datangnya Lalat ke Rumah



    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu serangga yang sering hinggap di makanan. Kehadirannya tak membawa keuntungan apa pun, justru mengganggu karena hewan ini bisa saja membawa bakteri atau kuman dari tempat hinggap sebelumnya.

    Serangga satu ini masuk ke rumah biasanya karena mendapat sinyal dari sesuatu yang mereka sukai. Misalnya mereka datang karena tau ada makanan di meja makan. Setelah itu, mereka perlu melunakkan makanan tersebut agar bisa dimakan dengan melepaskan cairan pencernaan. Maka dari itu, makanan yang sudah dihinggapi lalat sebaiknya tidak dimakan.

    Selain makanan, lalat juga bisa datang karena penyebab lain, dilansir Better Homes and Gardens berikut beberapa sinyal yang disukai lalat hingga datang ke rumah.


    1. Tempat Sampah di Dekat Jendela

    Tempat sampah adalah salah satu tempat yang disukai oleh lalat. Penempatan tempat sampah di dekat jendela yang keadaan terbuka sangat memudahkan mereka untuk masuk ke rumah. Selain jendela, lalat juga bisa masuk melalui celah-celah kecil seperti pipa drainase.

    “Beberapa lalat seperti lalat drainase dapat masuk melalui retakan tipis di pipa drainase. Kemudian mereka dapat mulai bertelur. Sebaiknya gunakan pembersih drainase enzimatik beberapa kali setahun jika Anda sering dihinggapi lalat drainase,” kata Craig Wilson, pakar hortikultura, dan Direktur Gardener’s Dream Ltd, seperti yang dikutip pada Kamis (9/1/2025).

    2. Bau Busuk

    Alasan lalat senang berada di sekitar tempat sampah adalah untuk mencari makanan dari buah busuk atau terlalu matang yang ada di tempat sampah, bakteri atau makanan kecil pada air menggenang. Mereka memang senang mengkonsumsi makanan organik. Selain tempat sampah, mereka juga sering berburu makan pada di tempat kompos dan genangan air.

    3. Suhu Hangat

    Baik musim kemarau ataupun hujan, lalat bisa berkembang biak. Serangga ini cukup mencari tempat yang hangat bersuhu sekitar di atas 75°F atau setara dengan 24°C.

    Kebanyakan dari spesies lalat bisa bereproduksi sangat cepat. Rata-rata umur seekor lalat adalah 15-30 hari dan bisa menghasilkan hingga 500 telur sepanjang umurnya.

    Selain itu, rata-rata proses pendewasaan telur tersebut hingga menjadi lalat adalah 7-10 hari. Jadi kalau di rumahmu ada 5 ekor lalat betina, lalat tersebut bisa berkembang hingga 2000 ekor dalam waktu kurang dari satu bulan.

    4. Ada Tumpahan Makanan atau Minuman

    Bukan hanya semut, lalat juga bisa datang ke rumah apabila mengetahui ada tumpahan makanan dan minuman. Maka dari itu, bekas tumpahan makanan dan minuman harus langsung dibersihkan atau justru jadi tempatnya berkembang biak.

    “Lalat buah berkembang biak pada bahan organik yang lembap dan membusuk, seperti buah atau tumpahan minuman. Jika ada tempat bagi serangga ini untuk berkembang biak, mereka akan terus kembali,” kata Nancy Troyano, Ahli Entomologi Bersertifikat dan Direktur Operasional Pendidikan dan Pelatihan untuk Pengendalian Hama Ehrlich.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Ini Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Pekarangan Rumah


    Jakarta

    Ular terkadang dapat ditemukan di pekarangan rumah, terutama kalau terdapat rumput tinggi dan semak-semak. Mereka bisa bersarang di pekarangan, lalu sewaktu-waktu dapat memasuki rumah.

    Jika menemukan tanda-tanda sarang ular, kamu perlu segera mengatasinya. Selain bentuknya yang mengerikan, ular bisa membahayakan penghuni rumah.

    Lantas, seperti apa ciri-ciri ada sarang ular di halaman rumah? Simak penjelasannya berikut ini.


    Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Pekarangan Rumah

    Inilah beberapa pertanda terdapat sarang ular di pekarangan rumah kamu.

    1. Lubang yang Berongga

    Dilansir dari detikJogja yang mengutip buku ‘Ular dan Reptilia Lain’ karya Steve Setford, salah satu tanda ada sarang ular adalah adanya lubang yang berongga. Biasanya ular akan menjadikan celah bebatuan, batang pohon berongga, hingga sarang ular atau hewan lain yang telah ditinggalkan sebagai tempat mereka tinggal.

    Hal inilah yang membuat saat menjumpai lubang yang berongga pada tempat-tempat tersebut. Penghuni rumah perlu berhati-hati saat menjumpai lubang berongga di sekitar halaman atau sudut rumah lainnya.

    2. Bekas Kulit Ular

    Selanjutnya ada terdapat bekas kulit ular yang dapat menandakan adanya sarang ular di sekitar rumah. Ular cenderung menanggalkan kulitnya secara rutin.

    Ular mengganti kulitnya adalah dengan menggosok-gosokkan di permukaan yang kasar. Inilah yang membuat sisa kulit ular menandakan keberadaan mereka di sekitar lokasi tersebut.

    3. Pola Liukan

    Ular termasuk hewan melata yang berjalan dengan cara meliuk-liukan tubuhnya. Hal ini secara tidak langsung dapat menunjukkan ular tersebut melewati area tersebut.

    Menurut laman Tom’s Guide, saat ular merayap di tanah tidak jarang mereka meninggalkan pola liukan yang membentuk lintasan tertentu. Tidak hanya sebagai tanda keberadaan mereka, pola liukan yang dihasilkan juga dapat dicermati untuk menentukan ukuran ular dan kecepatan mereka merayap di tanah.

    4. Kotoran Ular

    Adanya kotoran ular dapat menjadi salah satu ciri ular di sekitar kita. Kotoran ular dapat dijumpai pada lubang-lubang terbuka yang menjadi sarang bagi mereka tinggal. Ular yang masih tinggal di sarangnya, cenderung akan meninggalkan bekas kulit atau kotorannya begitu saja.

    5. Berkurangnya Hewan Kecil

    Halaman rumah menjadi salah satu tempat bagi para hewan kecil tinggal dan kerap disadari oleh manusia di sekitarnya. Misalnya saja adanya tikus, serangga, siput, hingga burung-burung liar.

    Saat populasi hewan kecil tersebut semakin berkurang, justru dapat menjadi pertanda adanya ular yang tinggal di sekitar lokasi tersebut. Ada kemungkinan hewan-hewan tersebut telah dimangsa oleh ular, sehingga populasinya berkurang.

    6. Tumpukan Dedaunan

    Ternyata tumpukan dedaunan juga dapat menjadi tanda adanya sarang ular di halaman rumah. Beberapa jenis ular justru membangun sarang dari tumpukan dedaunan.

    Nathan Rusli dalam bukunya ‘Panduan Bergambar Ular Jawa’, king cobra dengan nama ilmiah Ophiophagus hannah memiliki kecenderungan membangun sarang dari dedaunan. Sarang tersebut nantinya akan dipakai untuk menyimpan telur-telurnya.

    7. Suara Gemerisik yang Tak Biasa

    Suara gemerisik yang tidak seperti biasanya ternyata dapat menjadi salah satu ciri adanya sarang ular di halaman rumah. Diungkap dalam laman Nature Guard, suara gemerisik yang berasal dari halaman rumah atau lokasi lain di sekitar rumah bisa menjadi salah satu tanda adanya ular. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk memasang jebakan ular di area tersebut.

    8. Sisik Ular

    Selain kulit, ternyata ditemukannya sisik ular juga dapat menandakan adanya ular di sekitar lokasi tersebut. Mengutip dari jurnal ‘Inventarisasi dan Sebaran Spasial Spesies Ular di Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (Kphl) Batu Tegi’ karya Duta Aditya Putra Pradana, dkk., disampaikan bahwa sisik ular yang ditemukan tidak jarang menandakan adanya aktivitas reptil ini di lokasi tersebut.

    Itulah beberapa ciri adanya sarang ular di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    Artikel ini sudah tayang di detikJogja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! Ini Lokasi Persembunyian Tikus di Rumah



    Jakarta

    Tikus adalah hama yang keberadaannya sangat mengganggu di rumah. Selain merusak bagian-bagian rumah, tikus juga membawa penyakit.

    Tikus pada dasarnya merupakan hewan kotor karena suka berada di tempat sampah dan got. Oleh karena itu jika ada tikus di rumah maka ada bagian di rumah tersebut yang kotor.

    Tikus juga suka bersembunyi. Ada beberapa tempat yang bisa menjadi tempat persembunyian tikus seperti di atap dan di dapur.


    Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia, Boyke Arie Pahlevi menuturkan secara umum ada 2 spesies tikus yang umum ditemukan, yaitu tikus got yang bersarang di dalam tanah dan tikus atap yang bersarang di atap rumah.

    Ia menuturkan, tikus suka bersembunyi di tempat yang gelap, hangat, dan tersembunyi. Contohnya seperti dapur.

    “Di dalam rumah, biasanya tikus bersembunyi di dapur seperti peralatan dapur yang besar atau tumpukan barang di area dapur,” katanya dalam keterangan yang diterima detikcom.

    Agar dapur tidak menjadi tempat persembunyian tikus, sebaiknya kamu menjaga kebersihan dapur rumah. Apalagi, jika di dapur kamu ada tempat sampah. Sebisa mungkin sampah tidak didiamkan semalaman di dalam rumah.

    “Diharapkan sampah tidak didiamkan di rumah semalaman sehingga tidak mengundang tikus untuk masuk (ke dalam rumah),”paparnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Merawat Bonsai dan Membentuknya Menjadi Indah


    Jakarta

    Bonsai adalah seni menanam pohon dalam ukuran mini. Tidak hanya sekadar tanaman hias, bonsai juga mencerminkan keindahan alam dalam versi yang lebih kecil, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta tanaman.

    Pohon mini ini membutuhkan perawatan khusus agar tetap sehat dan memiliki bentuk yang indah. Bonsai harus dirawat dengan teliti, mulai dari penyiraman, pemangkasan, pemupukan, hingga pengendalian hama.

    Merawat bonsai tidak hanya tentang menjaga kesehatannya, tetapi juga membentuknya agar sesuai dengan keinginan. Proses pembentukan ini melibatkan teknik pemangkasan, penggunaan kawat untuk mengarahkan pertumbuhan cabang, serta penyesuaian lingkungan tumbuhnya.


    Mengenal Tanaman Bonsai

    Disadur dari laman Martha Stewart, bonsai adalah jenis pohon yang dikerdilkan dan ditanam di dalam pot. Tujuannya adalah untuk membuat miniatur dari pohon asli yang besar dan sudah tua di alam bebas.

    Bonsai menjadi salah satu tanaman hias yang kerap digunakan untuk memperindah interior rumah. Istilah bonsai sendiri berasal dari Jepang yang merupakan seni tradisional pemeliharaan tanaman dalam sebuah pot dangkal, atau ‘ditanam dalam wadah’.

    Bonsai adalah bentuk seni kuno yang berasal dari Tiongkok hampir 1.000 tahun yang lalu. “Bonsai melibatkan penggunaan berkebun dalam wadah dan teknik hortikultura lainnya untuk menjaga tanaman dalam ukuran mini dengan cara memangkas dan membentuknya,” kata Kelly Funk, presiden perusahaan perkebunan mawar Amerika, Jackson & Perkins dalam laman tersebut.

    8 Cara Merawat Bonsai dan Membentuknya Menjadi Indah

    Pohon bonsai seharusnya ditanam dan dirawat di luar ruangan. Tapi, pada varietas tertentu mungkin lebih cocok ditanam di dalam ruangan.

    Merawat bonsai membutuhkan perhatian khusus agar tanaman ini tetap sehat dan tumbuh dengan baik. Mulai dari pemilihan ukuran yang sesuai, penyiraman, hingga pengendalian hama, setiap langkah memiliki peran penting dalam menjaga keindahan bonsai.

    Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan agar bonsai tetap terawat dengan baik, dirangkum dari laman Martha Stewart, Bonsai Empire, dan FTD.

    1. Tentukan Ukuran Bonsai yang Sesuai

    Sebelum mulai merawat bonsai, penting untuk memilih ukuran yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan perawatanmu. Bonsai memiliki berbagai ukuran, mulai dari sekitar 15 cm hingga lebih dari satu meter, tergantung pada jenis tanamannya.

    Semakin besar ukuran bonsai, semakin banyak pula kebutuhan air, tanah, dan cahaya mataharinya. Selain itu, pemilihan ukuran bonsai juga harus mempertimbangkan kapasitas pot, ruang tempat bonsai akan ditempatkan, serta waktu yang bisa kamu luangkan untuk merawatnya.

    2. Letakkan Bonsai di Lokasi yang Tepat

    Menempatkan bonsai di lokasi yang sesuai dengan jenisnya sangat penting untuk mendukung pertumbuhan yang optimal. Pohon bonsai seperti juniper, pinus, dan cemara lebih cocok diletakkan di luar ruangan, sedangkan spesies subtropis lebih sesuai untuk lingkungan dalam ruangan dengan suhu yang stabil.

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat meletakkan bonsai adalah menjauhkannya dari paparan angin dan panas secara langsung, memastikan bonsai mendapatkan sinar matahari yang cukup, serta menjaga kelembaban agar tanah tetap dalam kondisi optimal.

    3. Penyiraman dengan Waktu dan Jumlah yang Tepat

    Menyiram bonsai sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar akarnya dapat menyerap air dengan baik. Hindari menyiram bonsai secara berlebihan karena dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan pembusukan akar.

    Sebaliknya, jangan biarkan bonsai mengalami kekeringan karena bisa menyebabkan tanaman mati. Salah satu cara untuk mengecek kelembaban tanah adalah dengan menusukkan tusuk gigi ke dalam media tanam. Jika masih terasa lembab, penyiraman bisa ditunda.

    4. Pastikan Penjemuran Sudah Tepat dan Rutin

    Bonsai memerlukan sinar matahari, tetapi terlalu banyak paparan sinar matahari justru bisa merusaknya. Oleh karena itu, keseimbangan antara penyiraman, penjemuran, dan pemangkasan sangat penting untuk menjaga kualitas bonsai.

    Bonsai memerlukan sinar matahari untuk tumbuh dengan baik, tetapi intensitasnya harus diperhatikan. Jika terkena sinar matahari terlalu lama, bonsai bisa mengalami kerusakan.

    Sebaiknya, mulai berikan sinar matahari setelah sekitar dua minggu sejak ditanam. Pada tahap awal, cukup jemur selama 1-3 jam per hari, kemudian durasinya bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai kebutuhan tanaman.

    Selain itu, lakukan penyiangan jika ada gulma yang tumbuh di media tanam. Menambahkan lumut di permukaan tanah juga bisa membantu menjaga kelembaban.

    5. Lakukan Pemupukan Agar Nutrisi Cukup

    Agar bonsai tetap sehat, pemupukan perlu dilakukan secara rutin dengan takaran yang tepat, idealnya sebulan sekali. Pupuk yang dapat digunakan antara lain NPK atau urea, disesuaikan dengan kebutuhan jenis bonsai yang dirawat.

    Selain pupuk untuk tanah, pupuk daun juga perlu diberikan sekitar tiga kali dalam sebulan untuk mendukung pertumbuhan yang lebih optimal.

    6. Mengganti Pot Secara Berkala

    Karena bonsai ditanam dalam pot yang dangkal, penggantian pot perlu dilakukan secara berkala untuk mendorong pertumbuhan akar baru. Saat mengganti pot, pilih ukuran yang sedikit lebih besar agar akar memiliki ruang untuk berkembang.

    Pastikan pot memiliki lubang drainase di bagian bawahnya untuk mencegah kelebihan air yang dapat menyebabkan akar bonsai membusuk.

    7. Pengendalian Hama dan Penyakit

    Hama seperti ulat dan wereng coklat bisa menyerang bonsai dan menyebar ke seluruh tanaman, menyebabkan kerusakan serius. Untuk mencegahnya, penyemprotan insektisida dapat dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan.

    8. Memangkas Bonsai Agar Terlihat Indah

    Pemangkasan adalah langkah penting dalam merawat bonsai karena itulah cara utama untuk membentuknya agar terlihat unik dan indah. Sebelum mulai memangkas, tentukan terlebih dahulu bentuk atau gaya bonsai yang ingin kamu ciptakan.

    Agar bonsai tetap terlihat rapi dan menarik, pemangkasan harus dilakukan secara rutin. Pemangkasan batang, cabang, dan daun bonsai harus dilakukan sesuai kebutuhan.

    Jika pertumbuhannya cepat, pemangkasan dapat dilakukan sebulan sekali, sedangkan jika pertumbuhan lambat, cukup setiap dua hingga tiga bulan sekali. Saat memangkas dan membentuk bonsai, bisa gunakan beberapa tips berikut dari Kelly Funk dalam laman Martha Stewart:

    • Gunakan gunting khusus bonsai atau gunting pemangkas yang tajam dan bersih, agar hasil pemangkasan lebih rapi dan tanaman tetap sehat.
    • Fokuslah pada pembentukan struktur utama pohon, seperti batang dan cabang utama. Jika ada bagian yang terlalu rimbun, potong daun dan ranting yang berlebihan.
    • Periksa bonsai secara rutin dan pangkas pertumbuhan baru yang bisa mengganggu bentuk yang sudah dirancang.

    Itulah tadi cara perawatan tanaman bonsai yang tepat. Dengan begitu, bonsai akan tumbuh dengan indah, dan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Merawat bonsai memang memerlukan kesabaran dan ketelitian, jadi selamat mencoba!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Penyebab Ada Walang Sangit di Rumah dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Walang sangit bisa saja ditemukan di rumah. Keberadaannya cukup mengganggu penghuni rumah karena bisa mengeluarkan bau menyengat.

    Melansir dari Reader Digest, bau walang sangit ini merupakan salah satu bentuk pertahanan diri. Bau ini hanya akan dikeluarkan bila walang sangit merasa terancam atau bila mereka tersakiti, seperti tidak sengaja tergencet atau ketindihan.

    Bau tersebut datang dari cairan kimia di dalam tubuh mereka yang terdapat di kelenjar di perut. Beberapa spesies walang sangit bahkan dapat menyemprotkan bahan kimia tersebut hingga beberapa inci.


    Penyebab Walang Sangit Masuk ke Rumah dan Cara Mengatasinya

    1. Banyak Celah di Rumah

    Penyebab yang pertama adalah karena banyaknya akses masuk serangga kecil ke dalam rumah, seperti contohnya celah pada pintu, jendela, dan ventilasi.

    Cara untuk mengatasinya adalah dengan menambal seluruh celah pada rumah dengan dempul silikon atau lateks silikon yang berkualitas.

    2. Terlalu Banyak Sumber Cahaya

    Sumber cahaya seperti lampu bisa mengundang perhatian walang sangit. Oleh karena itu, sebaiknya kurangi pencahayaan di area luar rumah saat sore dan malam hari.

    3. Banyak Tumpukan Sampah Daun

    Walaupun walang sangit sangat menyukai sisi bangunan yang cerah atau terkena sinar matahari, bukan berarti mereka tidak menyukai tempat yang lembap. Nyatanya, mereka juga suka berkumpul di sampah daun dan sisa makanan di halaman rumah. Maka dari itu, biasakanlah untuk menyapu sampah dedaunan kering yang menumpuk di halaman rumah.

    Kapan Musim Walang Sangit?

    Biasanya walang wangit akan lebih sering beraktivitas saat cuaca sedang hangat. Sebaliknya, saat cuaca sedang dingin, mereka akan bersembunyi di bangunan rumah, dari mulai dari sela tembok, loteng, rak buku, hingga di bawah kasur.

    Menurut vice president Technical and Regulatory Affairs National Pest Management, Jim Fredericks, walang sangit biasanya akan aktif ketika cuaca sedang hangat, mereka akan cenderung muncul pada bagian rumah yang hangat dan terkena sinar matahari.

    “Walang sangit akan muncul di sisi rumah yang terkena sinar matahari, tempat mereka menghangatkan diri,” ujar Fredericks.

    Itu dia beberapa penyebab mengapa walang sangit masuk ke dalam rumah, dan cara untuk mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamitetep Bikin Gatal Suka Hidup dekat Pakaian, Ini Cara Cegahnya Menurut Ahli



    Jakarta

    Salah satu serangga yang kerap ditemukan di rumah, tetapi mungkin tidak banyak yang mengetahui namanya adalah kamitetep. Hewan ini bisa menyebabkan gatal bila terkena kulit manusia.

    Serangga satu ini bentuknya cukup unik tidak seperti serangga pada umumnya. Beberapa orang mungkin akan mengira hewan ini sebagai butiran pasir yang menggumpal di sudut rumah. Padahal jika diperhatikan lebih saksama, pada salah satu ujungnya akan muncul hewan kecil seperti ulat berwarna coklat.

    Dilansir laman Ask Entomologists yang mengutip dari karya ilmiah Holarctic Lepidoptera berjudul Notes on the Plaster Bagworm, Phereoeca uterella, in Florida (Lepidoptera: Tineidae) karya JB Heppner, serangga satu ini biasa hidup di tempat kering, mudah beradaptasi di lingkungan baru, serta bisa hidup di daerah yang tidak begitu banyak makanan.


    Biasanya hewan ini banyak ditemukan di dekat pakaian manusia karena area tersebut cukup kering. Para ahli entomologi, ahli yang mempelajari seputar serangga, mengatakan spesies ini kebanyakan hidup berdampingan dengan manusia.

    Temuan lainnya mengungkapkan bahwa kamitetep ini senang hidup di dekat laba-laba. Mereka akan memakan sisa yang dibuang laba-laba dan sutra dari jaring laba-laba. Mereka juga memakan serangga mati. Dari sanalah mereka bisa masuk ke dalam rumah yang memang kebanyakan juga banyak ditemukan laba-laba.

    Dari karakteristik kamitetep tersebut, para ahli menyimpulkan salah satu cara untuk mencegah serangga ini masuk ke rumah adalah dengan menyingkirkan laba-laba.

    Selain itu, ada cara lainnya untuk menyingkirkan kamitetep dari rumah, berikut di antaranya yang bisa diikuti.

    1. Jaga Kebersihan Rumah

    Menurut Heppner, menjaga kebersihan rumah juga penting untuk mencegah kamitetep datang ke rumah dan agar laba-laba yang menjadi sumber makanannya tidak muncul. Bersihkan rumah secara menyuluruh hingga ke area yang jarang digunakan.

    2. Meletakkan Kamper di Lemari

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, menurut ahli entomology, kamitetep sering ditemukan di dekat pakaian seperti lemari, keranjang pakaian kotor atau di dekat gantungan baju. Dilansir Enesis, sebaiknya lemari juga dilengkapi dengan kamper atau kapur barus agar serangga tidak muncul.

    3. Tutup Ventilasi dengan Kawat Nyamuk

    Pastikan tidak banyak serangga yang masuk ke rumah. Semakin banyak serangga di rumah berarti memberikan peluang untuk kamitetep hidup di rumah tersebut. Tutup lubang ventilasi rumah dengan jaring-jaring kecil agar serangga terutama nyamuk tidak masuk ke rumah.

    4. Bersihkan Kaca

    Kamitetep sering ditemui tengah menempel di sudut rumah. Agar bagian rumah tidak menarik kamitetep, pastikan untuk menjaga kebersihannya, terutama pada bagian kaca.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Cukup Ditanam, Ini Cara Ampuh Mengusir Nyamuk dengan Lavender


    Jakarta

    Lavender merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan untuk mengusir serangga di rumah, salah satunya adalah nyamuk. Sebab, nyamuk tidak suka dengan aroma lavender yang menyengat.

    Dilansir The Spruce, sejumlah studi mengungkapkan lavender dapat mengusir bahkan membunuh nyamuk. Namun ternyata, menanam lavender di halaman rumah saja masih belum cukup.

    Sebab, lavender tidak memiliki efek yang ampuh jika dibandingkan dengan minyak esensial atau losion. Agar lebih efektif, lavender harus diolah agar bisa membasmi nyamuk di rumah.


    Ingin tahu cara mengolah lavender yang tepat agar bisa mengusir nyamuk? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Mengolah Lavender untuk Membasmi Nyamuk

    Lavender perlu diolah agar bisa mengusir dan membasmi nyamuk secara maksimal. Dikutip dari Homestead and Chill, caranya adalah dengan membuat minyak esensial lavender.

    Dalam sebuah studi pada 2019, para peneliti menguji manfaat minyak esensial berbasis tanaman yang diklaim ampuh sebagai pengusir serangga. Peneliti menggunakan minyak lavender, minyak serai, minyak kamper, minyak kayu manis, rosemary, chamomile, hingga eucalyptus.

    Hasil penelitian itu mengungkapkan minyak esensial dari tanaman dapat mengusir berbagai spesies nyamuk hingga delapan jam. Namun, dibutuhkan penyempurnaan ekstrak minyak esensial agar efeknya dapat bertahan lama.

    Dalam studi lain pada 2017, peneliti juga mengungkapkan bahwa minyak esensial lavender, eucalyptus, dan jeruk dapat mencegah nyamuk sebesar 65-85% setelah dioleskan ke kulit selama lima menit.

    Selain membelinya di toko, kamu juga bisa membuat minyak esensial lavender sendiri di rumah dengan praktis. Caranya adalah dengan memanfaatkan daun lavender yang sudah dikeringkan.

    Kamu bisa mengeringkan daun lavender sendiri di rumah atau membelinya yang sudah jadi. Pastikan daunnya benar-benar kering karena jika masih basah bisa membuat minyak esensial berjamur atau rusak.

    Jika daun lavender sudah kering dan siap digunakan, ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk membuat minyak esensial di rumah:

    • Masukkan daun lavender kering ke dalam botol kaca hingga 3/4 botol
    • Tuang minyak zaitun atau minyak kelapa ke dalam botol sampai penuh. Bisa juga menggunakan minyak jojoba untuk hasil yang lebih maksimal
    • Letakkan botol kaca di tempat yang cukup hangat, seperti di dekat jendela yang terkena sinar matahari atau di dalam lemari
    • Biarkan minyak lavender selama 2 minggu agar meresap. Untuk hasil yang maksimal bisa didiamkan selama 1 bulan
    • Sesekali botol kaca dikocok secara perlahan agar minyak dan daun lavender bisa tercampur
    • Jika sudah didiamkan, saring bunga lavender dan simpan minyaknya ke dalam wadah
    • Lalu, tuang minyak tersebut ke dalam botol kaca bersih untuk disimpan dan digunakan.

    Oh ya, pastikan kamu menyimpan minyak lavender yang sudah jadi di tempat yang kering, sejuk, dan gelap. Tutup minyak esensial lavender dengan rapat agar tidak cepat rusak.

    Kamu bisa mengoleskan minyak esensial lavender ke tangan dan kaki agar tidak digigit nyamuk. Selain itu, minyak ini juga bisa digunakan untuk menyembuhkan ruam, luka bakar, luka gores, dan sengatan lebah.

    Demikian cara mengolah tanaman lavender menjadi minyak esensial untuk mengusir nyamuk. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Bisa Ada Rayap di Rumah? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Rayap merupakan salah satu hewan yang bisa ditemukan di rumah. Hati-hati, karena keberadaannya bisa membuat furnitur yang terbuat dari kayu rusak.

    Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi, rayap sebenarnya tidak hanya memakan kayu saja tetapi apa pun yang mengandung selulosa. Contohnya seperti multipleks, conwood, gipsum, karpet, wall paper, buku, dan lainnya.

    Lalu, bagaimana cara mengatasinya kalau ada rayap di rumah? Sebelum mengetahui cara mengatasinya, yuk simak informasi mengenai rayap terlebih dahulu.


    Pembagian Kasta Rayap

    Rayap merupakan serangga yang hidup berkoloni. Dalam koloni tersebut, ada pembagian kasta yang jelas yaitu kasta pekerja, kasta prajurit, dan kasta reproduktif.

    Sekitar 90 persen anggota koloni rayap adalah kasta pekerja. Rayap tersebut bertugas untuk memelihara sarang, koloni dan anggotanya, mencari makan, grooming serta membersihkan kasta lain.

    Selanjutnya ada kasta prajurit yang jumlahnya 10 persen dari koloni rayap. Mereka bertugas untuk mempertahankan koloni.

    Di sisi lain, ada juga kasta reproduktif. Kasta ini memiliki abdomen yang besar terutama milik ratu koloni. Untuk spesies Coptotermes bisa menghasilkan 100 telur per hari.

    Siklus Hidup Rayap

    Siklus hidup rayap sebenarnya berawal dari laron yang berhasil berpasangan. Ya, rayap dan laron merupakan hewan yang sama.

    Boyke mengatakan, laron dihasilkan setelah koloni mencapai ukuran tertentu, misalnya pada Coptotermes formosanus yang ada di China, setelah 8 tahun.

    Sebelum terbang, kasta pekerja menyiapkan pintu keluar dan ruang tunggu (lounge) dekat pintu keluar serta dijaga oleh prajurit. Curah hujan merupakan salah satu pemicu keluarnya laron.

    “Sepasang laron berkembang menjadi raja dan ratu (kasta reproduktif), dan bertelur untuk selanjutnya menghasilkan rayap muda yang kita kenal sebagai nimfa. Nimfa akan mengalami perubahan bentuk menjadi kasta pekerja atau kasta prajurit, atau menjadi calon kasta reproduktif,” kata Boyke kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Habitat Rayap

    Di muka bumi ini ada sekitar 3.000 jenis rayap yang 200 di antaranya ada di Indonesia. Di Indonesia rayap merupakan serangga perusak bangunan, perkebunan, dan hutan tanaman industri. Hal ini karena letak geografis, geologis, dan geomorfologis yang mendukung tumbuh subur rayap di Indonesia.

    Habitat rayap ada dua, di tanah yang disebut dengan rayap tanah (subterranean termite), dan di kayu yang disebut dengan rayap kayu kering (dry wood termite).

    Dilansir dari Homes & Gardens, rayap bisa masuk ke rumah karena ada area lembap yang membuatnya tertarik untuk bersarang. Area lembap juga bisa membuat kayu mudah lunak sehingga disukai oleh rayap.

    Cara Atasi Rayap di Rumah

    Boyke menuturkan, pengendalian rayap bisa dilakukan dengan cara pencegahan dan juga pembasmian. Untuk pencegahan, ia menyarankan untuk menjaga kelembapan rumah dan merawat kayu agar tidak dikonsumsi rayap.

    “Metode pembasmian menggunakan bahan kimia seperti insektisida dan termitisida, serta metode fisik seperti mengganggu rumah rayap atau menggunakan umpan. Metode fisik seperti semprotan busa dan injeksi bahan kimia ke dalam kayu atau tanah dapat membasmi rayap dengan cepat,” ungkapnya.

    Namun, apabila serangan rayap sudah parah, sebaiknya pertimbangkan untuk memakai jasa pengendalian hama profesional. Hal ini supaya mendapat solusi efektif dan terjamin.

    “Layanan profesional juga dapat membantu mendeteksi keberadaan rayap secara dini sebelum kerusakan meluas,” tutupnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis Ikan yang Bisa Hidup Tanpa Mesin Pompa Udara, Bisa Hemat Listrik Rumah


    Jakarta

    Ingin pelihara ikan di rumah tapi ingin hemat listrik? Tenang, ada beberapa jenis ikan hias yang ternyata bisa hidup sehat tanpa bantuan mesin pompa udara, lho!

    Dilansir dari laman Fresh Water Systems, Rabu (22/10/2025), pompa udara berfungsi untuk meningkatkan kadar oksigen di dalam air. Namun, tak semua ikan membutuhkannya. Bahkan, beberapa spesies justru lebih suka air yang tenang.

    Hal serupa juga disampaikan dalam laman The Times of India. Ada sejumlah spesies ikan yang bisa hidup tanpa bantuan pompa udara, cocok untuk pemilik akuarium atau pemula yang ingin memelihara ikan. Berikut beberapa contohnya.


    Ikan Cupang

    Ilustrasi jenis ikan cupang hias termahal.Ilustrasi ikan cupang. Foto: iStock

    Ikan Cupang memiliki sistem pernafasan labirin yang memungkinkan ikan tersebut untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Tak heran, mereka bisa bertahan hidup di wadah kecil atau air yang tenang tanpa pompa udara.

    Ikan Molly

    Potret ikan hias molly.Potret ikan hias molly. Foto: BACbKA/Wikimedia Commons

    Ikan Molly berasal dari daerah perairan hangat sehingga sudah terbiasa hidup dengan lingkungan yang berkadar oksigen rendah.

    Ikan Lele

    Bukan cuma untuk konsumsi, ikan lele juga bisa dijadikan peliharaan unik di rumah, lho! Seperti ikan cupang, ikan lele memiliki sistem pernafasan labirin yang membuatnya dapat bertahan hidup di air yang kekurangan oksigen.

    Nah, itulah beberapa ikan hias yang bisa hidup tanpa mesin pompa udara! Selain mudah dirawat, ikan-ikan ini juga jadi solusi cerdas buat penghuni rumah yang ingin memelihara ikan di akuarium tanpa boros listrik. Rumah tetap estetik, tagihan listrik pun aman!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com