Tag: spons

  • 3 Cara Mudah Hilangkan Coretan di Dinding Rumah


    Jakarta

    Adanya coretan di dinding, baik dari krayon, spidol, maupun tinta bisa merusak estetika ruangan. Kejadian tersebut kerap terjadi apabila ada anak-anak di rumah.

    Namun kamu tidak perlu pusing kalau ada coretan di dinding. Sebab, ada berbagai cara untuk membersihkannya. Berikut ini adalah tipsnya.

    Cara Membersihkan Coretan di Dinding

    Pakai Pasta Gigi

    Kandungan abrasif ringan dalam pasta gigi dapat membantu mengikis noda tanpa merusak permukaan dinding. Cara menggunakannya pun cukup mudah. Pertama, oleskan sedikit pasta gigi langsung pada area yang terkena coretan.


    Kemudian, gosok secara lembut dengan kain atau spons basah hingga coretan mulai memudar. Setelah coretan hilang, bersihkan sisa pasta gigi dengan kain bersih yang telah dibasahi air.

    Baking Soda dan Air

    Baking soda, yang dikenal sebagai bahan pembersih alami, juga sangat efektif untuk menghilangkan coretan di dinding. Kamu hanya perlu mencampurkan baking soda dengan sedikit air hingga membentuk pasta.

    Oleskan pasta ini pada area yang tercoret, kemudian gosok dengan gerakan melingkar menggunakan kain atau spons. Setelah noda hilang, bersihkan sisa baking soda dengan kain lembab hingga bersih. Cara ini sangat cocok untuk coretan yang tidak terlalu dalam dan tidak membekas lama.

    Pakai Cuka Putih

    Cuka putih memiliki sifat asam yang efektif untuk memecah dan menghilangkan noda yang cukup membandel. Untuk menggunakannya, campurkan cuka putih dengan air dalam perbandingan yang sama.

    Celupkan kain atau spons ke dalam campuran tersebut, lalu gosokkan pada area yang terkena coretan. Proses ini mungkin membutuhkan beberapa kali aplikasi, tergantung pada seberapa kuat noda yang ingin dihilangkan. Setelah coretan hilang, bilas area tersebut dengan kain bersih yang lembab untuk menghilangkan sisa cuka.

    Selain dengan menggunakan cara-cara di atas, kamu juga bisa menggunakan beberapa tips berikut ini. Beberapa cara ini bisa membantu memudarkan coretan di dinding.

    Pertama, uji dulu bahan pembersih pada area kecil dan tersembunyi di dinding. Ini dilakukan untuk memastikan bahan yang digunakan tidak akan merusak cat atau permukaan dinding.

    Kedua, saat membersihkan dinding hindari menggosok terlalu keras karena ini dapat merusak cat atau membuat noda semakin menyebar. Cukup gosok secara lembut dan perlahan.

    Ketiga, kamu bisa coba menggunakan penghapus ajaib (magic eraser) yang banyak tersedia di pasaran. Produk ini sangat efektif untuk menghilangkan berbagai jenis noda tanpa memerlukan bahan tambahan. Basahkan dengan sedikit air pada penghapus ajaib dan gosok perlahan pada coretan dinding.

    Jika cara-cara tersebut masih belum mampu menghilangkan coretan, maka perlu dilakukan pengecatan ulang. Pengecatan ulang adalah pilihan yang baik jika noda terlalu membandel dan tidak bisa diatasi dengan pembersihan biasa. Proses pengecatan dinding cukup sederhana, namun kualitas hasilnya memiliki beberapa faktor penentu.

    “Perhatikan ukuran permukaan dinding dan perbedaan jenis cat. Jika tidak menemukan jenis cat, pilih yang paling mendekati dengan warna dinding awal. Dan yang paling penting adalah keterampilan tukang bangunan yang melakukan pengecatan. Walau seperti sederhana, namun proses pengecatan dinding lumayan kompleks,” kata PR & Marketing Communication Senior Manager Gravel, Ricky Alexander Samosir dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (31/8/2024).

    Itulah beberapa cara untuk menghilangkan coretan pada dinding di rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Kalau Cuci Piring di Kamar Mandi, Ini Faktanya!


    Jakarta

    Mencuci piring merupakan aktivitas yang biasanya dilakukan di dapur. Tapi, ada sebagian orang yang memilih untuk mencuci piring di kamar mandi, mungkin karena keterbatasan ruang.

    Meski sekilas tidak terlihat bermasalah, kebiasaan ini sebenarnya tidak disarankan. Mengapa begitu?

    Alasan Sebaiknya Tidak Mencuci Piring di Kamar Mandi

    Pada faktanya, area kamar mandi menjadi populasi terbesar bagi kuman dan serangga di rumah. Jika tidak dibersihkan dengan teratur, kamar mandi bukanlah tempat yang higienis untuk mencuci piring. Mengutip laman Loo Academy, begini penjelasanya:


    1. Kran Kamar Mandi Seringkali Tidak Steril

    Jika kamu jarang atau bahkan tidak pernah membersihkan gagang kran kamar mandi dengan disinfektan, kemungkinan besar di sana menjadi tempat berkumpul kuman dan bakteri. Dengan mencuci piring di kamar mandi, maka kemungkinan besar kuman dari keran berpindah ke piring. Sebab, kamu menyentuh keran kamar mandi dan memegang piring.

    2. Wastafel Kamar Mandi menjadi Tempat Berkembangnya Kuman

    Mungkin, ada yang berpikir aman-aman saja jika mencuci piring di wastafel kamar mandi. Namun, pada kenyataannya tidak. Ada banyak bakteri dan kuman di wastafel ini.

    Wastafel kamar mandi juga seringkali berada di dekat toilet, tempat berkembang biak berbagai macam kontaminan. Jadi, jika mencuci piring di wastafel kamar mandi, berbagai bakteri dan kuman juga bisa mencemari piring.

    3. Lantai Kamar Mandi Tempat Bakteri Bekembang Biak setelah Dudukan Toilet

    Lantai kamar mandi menjadi salah satu tempat yang paling memungkinkan bakteri berkembang biak kedua setelah dudukan toilet. Saat mencuci piring, bisa saja sabun, spons atau perlengkapan cuci piring lainnya di lantai. Tentunya hal ini juga bisa membawa bakteri ke peralatan makan.

    Cara Aman Mencuci Piring di Kamar Mandi

    Jika kamar mandi memang satu-satunya tempat mencuci piring, pastikan kamu sudah membersihkannya terlebih dahulu. Selain menggosok permukaan kamar mandi, disinfeksi bisa dilakukan untuk menghilangkan kuman dan bakteri yang tidak terlihat. Berikut langkah-langkah membersihkan kamar mandi:

    1. Semprotkan Disinfektan

    Jika kamu memiliki wastafel di kamar mandi, bersihkan tempat ini dengan pembersih kamar mandi disinfektan. Diamkan setidaknya selama lima menit untuk membunuh kuman. Lalu bilas dan lap permukaannya hingga bersih.

    2. Bersihkan Keran

    Keran bisa menjadi tempat persembunyian mikroorganisme. Pastikan mendisinfeksi keran dan bagian-bagian yang sulit dijangkau.

    3. Disinfeksi Toilet

    Sebab toilet merupakan sumber utama kuman di kamar mandi, jadi pastikan area ini dibersihkan. Disinfeksi permukaan toilet dengan cara yang sama seperti membersihkan wastafel kamar mandi. Bersihkan juga dengan pembersih toilet dengan teratur.

    Untuk membersihkan kamar mandi secara menyeluruh, lakukan ini:

    • Bersihkan kuman dari ventilasi kamar mandi
    • Semprotkan dinding dan langit kamar mandi dengan pembersih serbaguna.
    • Sikat dan gosok nat ubin kamar mandi
    • Bersihkan pintu kamar mandi
    • Bersihkan kerak pada perlengkapan kamar mandi seperti kran, pancuran, keran, dan saluran pembuangan.

    Cuci piring sesekali di kamar mandi mungkin tidak masalah. Namun jangan selalu membersihkan alat makan di kamar mandi, untuk menjamin kebersihannya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Kesalahan Saat Pasang Wallpaper, Bikin Tampilannya Kurang Rapi


    Jakarta

    Memakai wallpaper pada dinding rumah dapat menjadi pilihan untuk mempercantik interior rumah kamu. Dinding akan jauh terlihat indah dan pemasangannya juga cukup mudah. Namun kamu perlu mengetahui teknik pemasangan yang tepat agar hasilnya sesuai layaknya dinding yang digambar.

    Salah pemasangan, wallpaper bisa terpasang tidak merata dan hasilnya tidak rapih. Jika sudah salah pasang bukan hanya waktu dan tenaga yang terkuras, tetapi biaya juga jika wallpaper tersebut harus diganti.

    Melansir Better Homes & Gardens, Rabu (30/10/2024), berikut beberapa hal yang harus kamu hindari saat memasang wallpaper di dinding.


    Saat hendak memasang wallpaper kamu harus memastikan tidak ada wallpaper lain di bawahnya. wallpaper lama yang ditumpuk, dapat menimbulkan gelembung pada wallpaper.

    2. Tidak Tahu Jenis Wallpaper yang Tepat

    Tidak semua wallpaper dapat dipasang di lokasi mana pun, misalnya seperti grasscloth yang tidak anti air sehingga dapat melunturkan warna di area dengan kelembapan tinggi. Sebelum memulai memasang, sesuaikan dengan lokasi yang akan ditempel. Selain itu, baca petunjuk cara pemasangan wallpaper.

    3. Memasang Tanpa Perhitungan

    Kamu harus mencocokkan setiap potongan kertas dinding di bagian sambungannya. Layaknya menggambar di kertas, gambar tersebut akan indah dilihat jika tidak terpotong di tengah-tengah. Maka dari itu, kamu tidak bisa asal dalam memotong agar membuat hasil akhir yang rapi dan sempurna.

    4. Tidak Memastikan Wallpaper Butuh Perekat Tambahan

    Sebelum memasang wallpaper, pastikan apakah pelapis kertas dinding kamu memerlukan persiapan khusus. Beberapa kertas dinding memiliki lapisan belakang yang sudah direkatkan yang dapat dibasahi. Wallpaper dinding lainnya ada yang hanya bisa menempel pada pelapisan dasar khusus.

    5. Tidak Menyiapkan Alat yang Tepat

    Siapkan peralatan kamu sebelum mulai menempelkan wallpaper. Peralatan ini dapat memastikan hasil akhir yang bertahan selama mungkin.

    6. Lupa Membersihkan Setelah Memasang

    Setelah selesai menempelkan wallpaper di dinding, disarankan untuk memeriksa dan membersihkan area yang mungkin memiliki sisa lem berlebih. Biasanya pada permukaannya ada sisa-sisa lem wallpaper seperti noda mengkilap.

    Cara menghilangkannya, gunakan wadah untuk air bersih dan spons baru untuk mengelap kertas dinding segera setelah menyelesaikan pemasangan wallpaper pada dinding interior rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Kain Pel Lantai dan Perbedaannya, Kamu Sudah Tahu?


    Jakarta

    Salah satu cara untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan ketika berada di rumah adalah dengan mengepel lantai. Lantai yang kotor, berdebu, bau dan lengket membuat penghuni rumah tak nyaman.

    Terlebih, bila ada anak kecil atau bayi di rumah, lantai yang kotor pun bisa jadi sumber penyakit. Virus dan bakteri jahat bisa terhirup atau menempel pada kulit hingga menyebabkan sakit.

    Mengepel lantai ternyata tidak juga bisa sembarangan. Cairan dan alat pel yang dipakai juga harus sesuai dengan karakteristik lantai.


    Berikut 6 jenis kain pel lantai rumah dikutip dari The Spruce

    1. Pel datar (flat mop)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Sesuai namanya, pel jenis ini memiliki bentuk datar yang biasanya dilengkapi dengan bantalan yang bisa diganti atau dipakai ulang. Pel datar termasuk kain pel yang paling umum dan banyak digunakan.

    Pel datar sangat cocok digunakan sehari-hari, mudah digunakan, dan tidak memerlukan banyak usaha dalam persiapannya. Pel datar juga efektif membersihkan sudut-sudut, meskipun mungkin perlu usaha lebih untuk menghilangkan kotoran yang menempel kuat.

    Keunggulan lainnya adalah kepala pel datar bisa dicuci di mesin cuci dan pengering sehingga menjadikannya pilihan yang lebih higienis. Selain itu, pel datar cenderung menahan lebih sedikit air. Hal ini berguna untuk melindungi lantai yang rentan terhadap kerusakan akibat air.

    2. Pel spons (sponge mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel jenis ini memiliki kepala spons yang biasanya dilengkapi dengan penjepit. Pel ini cocok untuk membersihkan lantai keramik dan permukaan yang tidak rata. Sayangnya, pel spons rentan menjadi tempat penyebaran bakteri jika dirawat dengan cara yang tidak tepat.

    Nah, biar nggak menjadi sarang bakteri, bilas pel setelah digunakan. Setelah itu, keringkan dengan sempurna agar bakteri tidak berkembang. Saat spons pada pel ini mulai rusak atau pel mulai berbau dan berubah warna, segera ganti kepala pel.

    3. Pel debu (dust mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel debu dapat digunakan untuk membersihkan berbagai permukaan, termasuk dinding, langit-langit, dan lampu ringan. Pel jenis ini biasanya memiliki pegangan panjang yang memungkinkanmu mencapai tempat-tempat yang sulit dijangkau.

    Pel debu bisa terbuat dari berbagai bahan, seperti wol domba, mikrofiber, dan sintetis. Sesuai namanya, pel jenis ini digunakan untuk membersihkan debu di permukaan yang kering. Pastikan untuk mencuci kepala pel debu setelah digunakan.

    4. Pel tali (string mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel tali merupakan jenis pel yang sering ditemukan. Pel ini cukup tradisional terbuat dari katun. Pel tali memiliki daya serap yang baik dan kemampuan membersihkan yang efektif. Pel ini juga mudah digunakan untuk membersihkan sudut-sudut yang sulit dijangkau.

    Sayangnya, memeras pel tali seringkali menjadi PR tersendiri. Pel tali juga cenderung lebih cepat rusak. Nah, karena itu, hati-hati saat ingin mencuci dan mengeringkan pel ini, ya!

    5. Pel kain (strip mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel kain merupakan jenis pel yang digunakan di permukaan yang basah. Pel jenis ini memiliki kepala sintetis berbentuk strip dengan penjepit bawaan. Daya serap pel ini mungkin tak sekuat pel yang terbuat dari katun. Namun, pel ini lebih nyaman dan mudah dirawat.

    Pel kain tetap efisien dalam membersihkan lantai dan kadang-kadang memiliki kemampuan sedikit lebih baik dalam menggosok daripada kain pel datar. Kepala pel kain ini bisa kering dengan cepat sehingga tidak mudah menimbulkan bau tidak sedap atau menjadi kotor.

    6. Pel uap (Steam mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel uap menjadi jenis pel paling canggih. Pel jenis ini memiliki tangki isi ulang untuk air yang dioperasikan dengan cara dihubungkan ke aliran listrik.

    Pel uap bekerja dengan cara memanaskan air dan mengubahnya menjadi uap. Lalu, uap tersebut dikeluarkan melalui kain pel yang dapat digunakan kembali.

    Pel uap sangat efektif dalam membersihkan dan mendisinfeksi lantai. Namun, harganya relatif lebih mahal daripada pel jenis lain dan mungkin tidak cocok untuk semua jenis lantai.

    Perlu diingat bahwa penggunaan pel uap secara sembarangan bisa menyebabkan kerusakan serius pada lantai kayu dan laminasi, serta berpotensi menyebabkan luka bakar pada kulit jika tidak digunakan dengan hati-hati.

    Itulah 6 jenis pel lantai rumah. Sebelum memilih jenis pel yang tepat untuk rumah, pertimbangkan jenis lantai yang akan kamu bersihkan. Dengan memilih jenis pel yang sesuai, kamu bisa membersihkan rumah dengan lebih efisien dan hasil yang memuaskan.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Wastafel Bau? Ini Cara Cepat Mengatasinya!



    Jakarta

    Pertimbangkan saluran pembuangan sejenak, karena terkadang kita menganggap saluran pembuangan sebagai hal yang biasa. Instalasi saluran pembuangan tidak cuma memperhitungkan gravitasi, vakum, dan kemiringan, tapi juga tentang harus memperhitungkan keselamatan, seperti paparan manusia terhadap agen biologis.

    Namun tidak perlu khawatir, simak tips berikut ini untuk menyingkirkan bau tak sedap dari saluran pembuangan itu.

    Penyebab Saluran Berbau

    Melansir Home Made Simple, terkadang bau yang dihasilkan saluran air bersumber dari berbagai macam hal, mulai dari partikel makanan dan kotoran lain yang tersangkut di tempat yang tidak seharusnya.


    Penumpukan makanan di wastafel dapur dapat menimbulkan tumbuhnya jamur dan bakteri, yang akan memperparah bau tak sedap di wastafel. Saluran pembuangan yang tidak pernah digunakan juga bisa menyebabkan bau tak sedap ketika air di dalamnya terperangkap dan menguap seiring berjalannya waktu.

    Hindari juga membuang lemak daging atau minyak ke wastafel, karena keduanya dapat membeku di dalam pipa dan akan membusuk di sana, dan ini menyebabkan bau yang tak sedap.

    Bahkan, terkadang kita membuang sampah dari sisa-sisa makanan ke wastafel. Hal ini boleh dilakukan namun, sesekali perlu dibersihkan dengan sikat gigi.

    Kamar mandi juga merupakan penyebab terjadinya bau pada saluran karena penyumbatan yang terjadi, kotoran seperti rambut dan buih sabun juga dengan nyaman masuk ke saluran pembuangan, saling menempel dan akhirnya mengeras menjadi zat yang tidak hanya membuat saluran tersumbat, tetapi kemungkinan terdapat bau aneh pada saluran.

    Perlengkapan yang Dibutuhkan

    Alat untuk membersihkan saluran air yang berbau sangat sering dijumpai di rumah. Kamu bisa menggunakan sabun cuci piring yang lembut namun kuat, bisa juga kamu memakai penyedot debu untuk dapur atau kamar mandi, dan yang terakhir pakai spons atau penggosok untuk pembersihan.

    Memperbaiki Wastafel Dapur yang Bau

    Gunakan sumbat wastafel, rendam wastafel menggunakan air yang sangat panas dengan sabun cuci piring. Setelah direndam, bilas dengan benar bagian yang telah direndam tadi dan area sekitarnya agar bersih secara keseluruhan.

    Buang semua kotoran yang terlihat. Jika kamu merasa ada sesuatu yang kurang, kamu bisa menggunakan sikat gigi bekas untuk sudut dan setiap celah-celah kecil.

    Jika bau masih tercium, pakailah pembersih untuk menyelesaikan masalah dengan cepat, tetapi beberapa tukang ledeng mengingatkan agar tidak memakai pembersih kimia keras, karena dapat merusak pada pipa dan menimbulkan masalah yang lebih besar.

    Periksa kembali, apakah masih ada partikel makanan atau kotoran yang tersangkut di saluran pembuangan, lalu singkirkan. Alirkan dan tuangkan air yang panas dengan ketel teh sampai mendidih ke dalam saluran pembuangan secara perlahan guna membuat penyumbatan menjadi lunak.

    Jika saluran pembuangan masih berbau, kamu bisa menggunakan kulit jeruk ke dalam saluran dengan ditambah es batu di dalamnya, guna membantu menghilangkan bongkahan makanan yang tersisa dan menempel pada bilah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Membersihkan Pagar Vinyl agar Selalu Terlihat Baru



    Jakarta

    Perawatan penting sangat penting untuk memastikan kualitas dan tampilan pagar vinyl bisa bertahan. Pembersihan yang tepat merupakan kunci dari perawatan dan mencegah adanya jamur serta lumut.

    Lakukan pembersihan setidaknya setahun sekali untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menumpuk serta mencegah pertumbuhan jamur serta noda. Namun membersihkan pagar vinyl tidak bisa asal. Ada beberapa cara mudah untuk membersihkan pagar vinyl.

    Dilansir dari Better Homes & Gardens, berikut cara mudah membersihkan pagar vinyl agar tetap terlihat bagus.


    Membersihkan Pagar Vinyl dengan Selang Air

    Salah satu metode pembersihan pagar vinyl yang paling mudah dan cepat adalah dengan menggunakan selang taman. Pertama, bilas pagar vinyl dengan selang untuk menghilangkan debu dan kotoran lainnya.

    Hubungkan nosel semprot selang taman jika membutuhkan daya ekstra. Bersihkan pagar dengan kain lap atau kain untuk menghilangkan kotoran yang membandel.

    Membersihkan dengan Sabun atau Cuka

    Larutan air sabun hangat dapat membantu menghilangkan kotoran yang mungkin menempel di pagar vinyl kamu. Menggunakan larutan cuka dengan air hangat juga dapat menghilangkan noda rumput, jamur, dan lumut.

    Celupkan spons, kain, atau lap ke dalam salah satu larutan dan bersihkan pagar untuk menghilangkan kotoran dan noda. Kemudian, gosok pagar dengan gerakan memutar mulai dari bagian atas setiap bagian pagar.

    Lanjutkan hingga ke bagian bawah. Bilas sisa larutan pembersih dan kotoran yang lepas dengan selang serta ulangi proses tersebut hingga seluruh pagar bersih.

    Membersihkan Pagar Vinyl dengan Pelarut Pembersih

    Bila sabun dan cuka tidak cukup kuat untuk membersihkannya, tersedia berbagai pelarut pembersih pagar vinyl yang dapat membersihkan kotoran, jamur, lumut, dan kerak.

    Oleskan produk pembersih pagar vinyl ke struktur dengan kain lap atau sikat gosok berbulu untuk membersihkan setiap bagian atas. Bilas pagar dengan selang taman untuk membuang sisa larutan pembersih dan kotoran yang lepas. Ulangi seluruh pagar.

    Membersihkan dengan Pemutih

    Larutan pemutih dan air dapat digunakan pada pagar vinyl putih, tetapi tidak pada warna lain karena bahan kimia tersebut akan menyebabkan perubahan warna permanen. Kenakan perlengkapan keselamatan yang sesuai, termasuk sarung tangan saat menangani pemutih.

    Campurkan satu bagian pemutih dengan lima bagian air dalam ember besar dan gunakan sikat gosok berbulu, kain, lap, atau spons untuk menggosok setiap bagian pagar. Mulai dari atas dan lanjutkan hingga ke bawah.

    Bilas pagar dengan selang untuk membuang sisa pemutih dan kotoran yang lepas, ulangi proses ini sepenuhnya hingga seluruh pagar bersih.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Mudah Bersihkan Sisa Stiker di Berbagai Permukaan Benda


    Jakarta

    Menempelkan stiker di jendela, meja, maupun pintu kerap dilakukan, baik itu untuk keindahan maupun yang lainnya. Namun, jika sudah bosan maka stiker akan dilepas. Akan tetapi, terkadang sisa stiker masih tersisa di benda-benda tersebut.

    Bekas stiker tersebut justru bisa membuat tampilan rumah kurang bagus atau terlihat kotor. Meski demikian, jangan khawatir karena ada cara mudah untuk membersihkannya.

    Berikut ini cara membersihkan sisa stiker di berbagai permukaan benda dilansir dari berbagai sumber.


    1. Pakai Air Hangat

    Dilansir The Spruce, jika label atau stiker yang menempel di permukaan kaca dapat direndam di ember atau bak cuci, rendam di air hangat dengan beberapa tetes sabun cuci piring. Label yang terbuat dari kertas biasanya akan mudah dibersihkan pada permukaan kaca setelah direndam satu jam.

    Kalau permukaan kacanya tidak bisa direndam, kamu basahkan tisu dan taruh di atas stiker atau label itu. Diamkan selama 30 menit dan periksa apakah labelnya sudah bisa dilepas atau belum.

    Kamu juga bisa mengangkat stiker atau label dengan ujung kartu kredit atau pisau tumpul. Nah, kalau sudah tidak ada perekat yang tersisa, kamu bisa bersihkan permukaan kaca dengan pembersih kaca dan kain mikrofiber.

    2. Pakai Uap Panas

    Beberapa perekat akan mudah lepas jika terkena panas maupun uap panas. Kamu bisa pakai pengering rambut atau hairdryer, heat gun, atau setrika uap dan arahkan ke stiker selama 1-2 menit. Setelah perekat mulai meleleh, segera kelupas stiker dengan pengikis. Sebab, jika sudah dingin kemungkinan perekatnya akan menempel kembali.

    3. Pakai Minyak, Mentega, atau Selai Kacang

    Membersihkan residu stiker juga bisa pakai berbagai macam minyak sayur, mentega, margarin, atau bahkan minyak kacang. Oleskan beberapa tetes minyak ke tisu dan basahkan stiker atau gosokkan lemak padat (margarin atau mentega atau selai kacang) pada stiker.

    Selanjutnya, tutup bagian yang sudah di basahkan dengan bungkus plastik dan rekatkan dengan selotip. Diamkan setidaknya selama 30 menit lalu kikis stiker tersebut. Cuci dengan air sabun hangat atau bersihkan dengan pembersih kaca.

    4. Pakai Alkohol Gosok atau Alkohol Isopropil

    Gunakan beberapa tetes alkohol isopropil atau alkohol gosok pada kapas atau tisu dan basahkan stiker. Setelah stiker mulai basah, tunggu minimal 10 menit dan gunakan pengikis plastik untuk melepas label dan perekatnya. Jangan gosok terlalu kencang karena bisa menggores kaca.

    Jika masih ada sisa-sisa lem, oleskan kembali alkohol ke residu yang ada. Setelah selesai, kamu bisa mengelap permukaan kaca dengan kain mikrofiber untuk menghilangkan perekatnya.

    5. Pasta Gigi

    Dilansir Reader Digest, pasta gigi memiliki sifat abrasif yang bisa digunakan untuk membersihkan residu stiker. Namun, metode pasta gigi ini tidak boleh digunakan pada pakaian dan kayu yang belum dipoles.

    6. Aseton (Pembersih Cat Kuku)

    Cairan pembersih kuat seperti aseton bisa kamu gunakan untuk membersihkan residu stiker pada permukaan kaca dan beberapa pakaian.

    Perlu diperhatikan bahwa aseton dapat melarutkan beberapa bahan plastik dan polimer. Oleh karena itu, sebaiknya kamu tidak menggunakan metode ini untuk membersihkan residu stiker pada dinding yang dicat

    Caranya, ujilah terlebih dahulu pada area kecil. Jika bahan permukaan tempat residu stiker menempel tidak bereaksi buruk, oleskan aseton pada bola kapas, lalu gosok residu stikernya hingga bersih.

    7. Cuka

    Cuka, salah satu bahan alami yang sering digunakan sebagai cairan pembersih ini juga bisa membantu untuk membersihkan residu stiker.

    Caranya sangat mudah sekali. Cukup basahi kain atau spons dengan air cuka, lalu gosok residu stiker secara perlahan menggunakan kain yang sudah dibasahi tadi.

    Itulah beberapa cara menghilangkan stiker di permukaan benda. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Bersihkan Permukaan Dapur yang Berminyak dengan Benar


    Jakarta

    Dapur adalah salah satu ruangan yang cepat kotor di rumah. Tentunya aktivitas memasak membuat permukaan dapur berminyak.

    Berbagai sisi dapur berpotensi untuk terkena minyak, seperti meja, dinding, kompor hingga kabinet. Meski hal ini wajar, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dapur ya.

    Menghilangkan minyak mungkin agak rumit, tapi ada cara efektif untuk membersihkannya kok. Yuk, simak caranya berikut ini seperti yang dikutip dari Homes & Gardens.


    Sebelum mulai bersih-bersih, siapkan dulu cairan pembersih, spons, dan lap kain. Kamu bisa membuat pembersih sendiri dengan mencampurkan 1 cangkir cuka dengan 3 cangkir air dalam mangkuk, lalu tambahkan 1 cangkir soda kue dan ½ cangkir sabun cuci piring.

    Membersihkan Kompor Berminyak

    1. Lepaskan kenop dan kisi-kisi kompor. Letakkan di wastafel dan cuci dengan air hangat dan sabun cuci piring secara terpisah.
    2. Oleskan cairan pembersih pada kompor menggunakan spons lembut tapi hindari pembakar.
    3. Setelah beberapa menit, bersihkan hingga semua minyak hilang. Ulangi bila perlu, bilas spons atau lap kain hingga bersih.

    Membersihkan Kabinet dan Dinding

    Sebelum mulai membersihkan, coba tes cairan pembersih ke permukaan kecil dan tidak mencolok pada kabinet dan dinding. Bila aman dan tidak merusak permukaan, kamu bisa menggunakannya.

    Kamu bisa mengoleskan campuran sabun dan cuka putih yang diencerkan dalam air sebagai alternatif pembersih yang paling aman. Bersihkan dengan lap kain bersih yang lembut atau spons lembut.

    Tergantung pada penumpukan minyak, mungkin kamu perlu mengulanginya satu kali atau lebih. Selalu bilas dengan spons lembut atau kain lap bersih yang sedikit dibasahi dan keringkan secara menyeluruh.

    Membersihkan Backsplash Ubin

    Membersihkan ubin dapur dengan cuka memang memungkinkan, tetapi sebaiknya encerkan larutan dengan setidaknya 50% air agar asamnya tidak merusak permukaan ubin.

    Kalau ada noda membandel, gunakan cuka, tetapi segera cuci ubin dengan air bersih untuk mengurangi tingkat keasamannya. Produk pembersih yang ampuh menghilangkan lemak alami adalah minyak jeruk atau lemon.

    Cukup teteskan beberapa tetes langsung ke permukaan ubin, lalu lap dengan kain lembap atau spons dan air bersih untuk menghilangkan lemak sekaligus membuat rumah beraroma segar.

    Itulah beberapa cara membersihkan permukaan dapur yang berminyak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Boleh Asal, Ini 5 Tips Bersihkan Lantai Marmer di Kamar Mandi


    Jakarta

    Marmer adalah salah satu batuan alam yang bisa dipasang di kamar mandi karena marmer tahan terhadap kelembapan, air, dan tahan lama. Namun, perlu diingat marmer juga bisa ditumbuhi jamur atau noda hitam sehingga perlu rajin dibersihkan.

    Cara membersihkan marmer berbeda dengan keramik atau bahan lantai lainnya. Untuk lebih jelasnya, melansir dari The Spruce begini tips membersihkan lantai marmer di kamar mandi.

    Tips Membersihkan Lantai Marmer di Kamar Mandi

    1. Hati-hati Memilih Bahan Pembersih

    Mengingat batuan ini cukup mahal, kamu perlu berhati-hati jika ingin menggunakan cairan pembersih yang mengandung bahan kimia. Bahan-bahan pembersih yang tidak cocok untuk membersihkan marmer adalah pemutih, cuka, pembersih untuk kaca, dan pembersih yang mengandung asam (seperti asam sitrat).


    2. Gunakan Kain Mikrofiber atau Alat Pembersih dari Plastik

    Alat pembersihAlat pembersih Foto: The Spruce

    Agar marmer tidak banyak goresan, kamu bisa menggunakan kain mikrofiber sebagai gantinya. Usap lantai marmer atau alat penyeka air yang terbuat dari plastik lentur yang memiliki gagang panjang.

    Keringkan lantai kamar mandi setiap setelah mandi. Cara ini untuk menghilangkan kelembapan dari udara dan membersihkan sisa sabun atau kotoran dari tubuh.

    3. Pakai Campuran Air Hangat dan Sabun Cuci Piring

    Sabun cuci piring memiliki pH yang aman untuk membersihkan noda di marmer. Kamu bisa membuat cairan pembersih dengan sabun cuci piring yang dicampur air hangat. Kemudian masukkan ke dalam botol spray. Semprotkan cairan tersebut pada area yang akan dibersihkan.

    4. Hindari Alat Pembersih yang Berbulu Keras

    Alat pembersih dengan bulu yang kaku dan keras dapat karena menggores marmer. Bahkan spons yang permukaannya kasar juga sebaiknya tidak digunakan saat membersihkan marmer.

    5. Minta Pasang Lapisan Anti Jamur dan Pelindung Goresan

    Sebenarnya ini bisa kamu lakukan sejak awal memasang marmer. Namun, kamu tetap bisa meminta marmer di kamar mandi dipasang lapisan penghambat jamur dan lumut. Kamu juga bisa menambahkan lapisan anti gores agar perawatannya lebih mudah.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Debu dan Jamur di Dinding Bisa Bikin Alergi, Ini Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Dinding juga bisa berdebu, sama seperti perabotan rumah tangga lainnya. Dinding yang berdebu dan kotor bisa terjadi karena faktor cuaca dan kebiasaan dari penghuninya.

    Dinding yang dekat dengan ventilasi udara atau ruang terbuka biasanya akan cepat kotor dan kusam. Begitu pula dengan dinding yang jarang dibersihkan juga membuat debu menumpuk.

    Debu pada dinding dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti alergi. Selain itu, dinding yang banyak debu juga mudah ditumbuhi jamur dan lumut yang membuat warna cat juga jadi cepat kusam.


    Nah, kamu bisa membersihkannya untuk menghilangkan debu dan mencegah tumbuhnya jamur. Sebelum membersihkan dinding kamu harus tau jenis cat yang digunakan. Ada cat berbahan dasar minyak dan air atau lateks.

    Cat Berbahan Dasar Minyak

    Biasa digunakan pada area dengan kelembapan tinggi. Kualitasnya lebih bagus dan lebih tahan lama dibandingkan cat lateks. Keunggulannya lain adalah tahan meskipun sering dibersihkan.

    Cat Berbahan Dasar Air atau Lateks

    Biasa digunakan untuk dinding di dalam rumah. Lebih tahan terhadap retak dan tidak mudah terkelupas dibandingkan yang berbahan dasar minyak. Namun, saat membersihkannya jangan gunakan pembersih cairan.

    Mengutip dari Spruce, berikut cara membersihkan dinding rumah berbahan minyak atau lateks.

    Cara Membersihkan Dinding Dicat Berbahan Dasar Minyak

    1. Siapkan Larutan Pembersih

    Pertama, bersihkan dinding memakai kain bersih. Lalu siapkan satu sendok teh sabun pencuci piring dan 1/2 sendok teh cuka putih ke dalam air hangat. Siapkan wadah lain berisi air bersih untuk membilas.

    2. Bersihkan Dinding dengan Diusap

    Ambil kain bersih lain atau spons. Celupkan ke wadah berisi cairan lalu peras. Jika tidak ada noda membandel seperti kotoran cicak atau bekas coretan tidak perlu ditekan saat membersihkannya.

    Apabila ada noda membandel, kamu bisa menambahkan 2 sendok makan boraks ke larutan pembersih. Bila sudah dibersihkan bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih.

    Cara Membersihkan Dinding Dicat Berbahan Lateks

    1. Siapkan Larutan Pembersih

    Bersihkan debu yang menempel dengan kemoceng atau penyedot debu. Setelah itu siapkan larutan pembersih terdiri dari satu sendok teh pembersih serbaguna yang dicampur dengan 1 liter air hangat. Siapkan ember kedua dengan air bersih untuk bilasan.

    2. Bersihkan Dinding dengan Gerakan Melingkar

    Siapkan spons atau kain bersih. Celupkan ke dalam larutan tadi dan peras hingga tidak ada air yang menetes. Mulai dari atas agar tidak mengotori area yang sudah bersih.

    Celupkan spons atau kain kedua ke dalam air bersih dan peras hingga hampir kering. Bilas sisa sabun saat Anda bergerak ke bawah dinding.

    Hati-hati saat membersihkan area dekat stopkontak atau sakelar listrik, jangan terlalu basah pada area ini. Apabila sudah dibersihkan, bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih.

    Jika ada goresan atau noda yang sulit hilang, celupkan spons basah ke dalam soda kue dan gosok perlahan area tersebut.

    Itulah cara membersihkan dinding berdasarkan bahan dasarnya. Semoga bermanfaat detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com