Tag: spruce

  • Kucing Masuk Halaman Rumah Bikin Geram? Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kucing liar terkadang suka menyusup ke halaman rumah. Kehadiran kucing ini cukup mengganggu dan membuat penghuni rumah geram.

    Pasalnya, hewan berbulu itu kerap mengacak tempat sampah dan buang kotoran sembarangan. Alhasil, rumah jadi terlihat berantakan, kotor, dan enggak estetis.

    Meski kesal, bukan berarti penghuni boleh menyakiti kucing ya. Ada beberapa cara untuk mencegah kucing masuk ke halaman rumah. Simak cara bikin kucing enggan masuk halaman rumah berikut ini.


    Cara Mencegah Kucing Masuk Halaman Rumah

    Inilah cara menghalau kucing masuk rumah, dikutip dari the Spruce dan Time for Paws.

    1. Pasang Pagar atau Penghalang Khusus

    Kucing biasanya masuk area rumah melalui celah pagar. Pemilik rumah sebaiknya memasang pagar atau penghalang khusus agar kucing sulit masuk.

    Coba pasang pagar rapat atau tambahkan penghalang seperti paku tumpul atau kawat ayam. Pemilik juga bisa pakai karpet plastik kasar di area tanah yang sering dilalui kucing.

    2. Taburkan Pecahan Cangkang Telur

    Taburkan pecahan cangkang telur ke permukaan tanah yang sering didatangi kucing. Langkah ini membuat kucing tidak nyaman berjalan di tanah sehingga mencegah mereka datang dan buang kotoran.

    3. Sebarkan Aroma yang Tak Disukai Kucing

    Kucing sensitif terhadap aroma menyengat. Penghuni rumah bisa memanfaatkan karakteristik itu untuk mengusir kucing secara alami. Coba sebarkan bahan alami seperti bawang putih, cuka, ampas kopi, tembakau, hingga eucalyptus di halaman rumah.

    4. Tanam Tumbuhan yang Tak Disukai Kucing

    Selain itu, ada sejumlah tumbuhan yang juga punya aroma menyengat. Penghuni bisa menanam tanaman seperti lavender, rosemary, minta, atau serai agar kucing ogah datang ke rumah.

    5. Bersihkan Sisa Makanan dan Tutup Tempat Sampah

    Salah satu alasan kucing mendatangi rumah adalah adanya aroma makanan. Nah, sebaiknya penghuni membersihkan sisa makanan dengan baik dan menutup tempat sampah dengan rapat.

    6. Jangan Beri Makan Kucing

    Terakhir, penghuni dianjurkan untuk tidak memberi makan kucing luar. Sebab, kucing tersebut cenderung akan kembali lagi ke rumah yang menyediakan makanan.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah kucing masuk ke halaman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Masih Sering Jemur Handuk di Kamar Mandi? Ini Dampaknya!


    Jakarta

    Setelah mandi, handuk biasanya dijemur di tempat jemuran pakaian agar cepat kering dan bisa digunakan kembali. Namun, tak sedikit penghuni rumah yang memilih menjemur handuk di kamar mandi usai digunakan.

    Alasannya cukup sederhana, karena handuk akan digunakan kembali untuk mandi di malam atau pagi hari. Jadi, ketimbang harus menggantung handuk di tempat jemuran lebih baik dijemur di kamar mandi agar mudah diambil.

    Meski begitu, ternyata ada dampak buruk dari kebiasaan menjemur handuk di kamar mandi. Sayangnya, tidak semua orang sadar akan dampak tersebut. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Dampak Buruk Menjemur Handuk di Kamar Mandi

    Handuk yang telah dipakai untuk mengeringkan badan akan basah. Jika handuk dijemur di bawah sinar matahari atau punya ventilasi udara baik, maka bisa lebih cepat kering.

    Namun, lain halnya jika menjemur handuk di tempat yang lembap dan basah seperti di kamar mandi. Bukannya cepat kering, handuk justru menimbulkan bau apak yang tidak sedap.

    “Saya perhatikan handuk saya tetap lembap selama berjam-jam setelah mandi, dan semakin sering hal ini terjadi maka semakin cepat pula baunya,” kata penulis Natalia Gonzalez mengutip The Spruce.

    Tidak hanya menimbulkan bau apak, handuk yang terus dibiarkan dijemur di kamar mandi juga menyebabkan pertumbuhan jamur. Apabila tetap digunakan maka berisiko menimbulkan gatal-gatal di kulit.

    Meski begitu, Natalia menyebut ada beberapa jenis handuk yang masih dapat ditaruh di kamar mandi, yaitu handuk tangan dan handuk kecil untuk mengelap wastafel. Sedangkan, handuk wajah dan handuk mandi sebaiknya jangan dijemur di kamar mandi.

    “Untuk handuk wajah dan handuk mandi saya selalu menyarankan untuk disimpan di area yang punya ventilasi baik,” ungkapnya.

    3 Barang Lain yang Jangan Disimpan di Kamar Mandi

    Selain handuk mandi, Natalia mengungkapkan ada sejumlah barang lain yang sebaiknya jangan disimpan di kamar mandi. Tidak hanya soal kebersihan, tapi juga memengaruhi estetika ruangan. Apa saja barang tersebut?

    1. Sikat Gigi

    Natalia mengimbau agar sikat gigi diletakkan di lemari obat atau rak khusus. Cara ini dilakukan agar bakteri dan kotoran tidak hinggap di sikat gigi.

    2. Obat-obatan

    Beberapa orang sering menyimpan obat-obatan di rak kamar mandi. Natalia menyarankan untuk menyimpan obat di dalam kotak P3K agar lebih mudah dicari dan tidak tercemar bakteri.

    3. Make Up

    Sebagian orang juga memiliki kebiasaan menyimpan make up di kamar mandi. Agar tidak terpapar debu dan kotoran, alat make up sebaiknya disimpan di kamar tidur atau di dalam rak khusus.

    Itu di alasan mengapa jangan menaruh handuk di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Talang Air Harus Dibersihkan? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, sebaiknya detikers segera mengecek atap rumah guna memastikan tidak ada genting yang bocor. Selain itu, kamu juga perlu membersihkan talang air.

    Talang air berfungsi untuk menampung air hujan yang turun di atap rumah. Air hujan akan diarahkan menuju pipa yang nantinya mengalir ke saluran pembuangan atau got untuk dibuang.

    Akan tetapi, air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar jika talang air dalam kondisi sangat kotor dan dipenuhi sampah daun. Oleh karena itu, talang air perlu dibersihkan secara berkala.


    Kapan waktu yang tepat untuk membersihkan talang air di rumah? Simak penjelasannya dari para ahli dalam artikel ini.

    Ini Waktu yang Tepat Membersihkan Talang Air

    Dilansir The Spruce, banyak pemilik rumah yang membersihkan talang air setidaknya dua kali dalam setahun. Namun, ada juga yang membersihkannya dalam hitungan enam bulan sekali.

    Pada dasarnya, seberapa sering talang air dibersihkan tergantung dari jumlah dan jenis pohon yang ada di halaman rumah. Semakin banyak pohon yang tumbuh maka talang air harus rutin dibersihkan karena daun dari pohon bisa berguguran dan menumpuk di talang air.

    Pakar renovasi rumah dari Leaf Home Chris Counahan mengatakan talang air harus dibersihkan secara rutin minimal sebulan sekali jika lokasi tempat tinggal sering turun hujan. Langkah ini dilakukan agar aliran air tidak tersumbat oleh sampah daun yang menumpuk.

    “Pemilik rumah seharusnya membersihkan talang air mereka dengan tujuan mencegah penumpukan, bukan mengatasi penumpukan setelah terjadi,” kata Counahan.

    Talang air yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut akibat sampah daun dan ranting yang menumpuk. Jika dibiarkan, kelembapan bisa sangat tinggi sehingga turut merusak struktur talang air.

    Tak hanya itu, jamur dan lumut yang muncul di talang air juga dapat menyebar melalui pipa pembuangan hingga ke dinding rumah. Kondisi tersebut bisa menimbulkan kerusakan cukup parah serta mengganggu estetika hunian.

    Tanda-tanda Talang Air Harus Dibersihkan

    Letaknya yang berada di atap membuat pemilik rumah terkadang merasa malas untuk mengecek kondisi talang air. Padahal, talang air yang sudah kotor bisa saja merusak material rumah yang lain.

    Sebagai pemilik rumah, penting untuk mengetahui tanda-tanda talang air sudah harus dibersihkan. Simak tanda-tandanya di bawah ini:

    1. Muncul luapan air ketika turun hujan karena talang air tersumbat oleh daun atau ranting.
    2. Muncul kerusakan pada atap, dinding, halaman, dan fondasi rumah karena talang air meluap sehingga tidak dapat mengalir dengan baik.
    3. Talang air rusak dan berubah bentuk jadi melengkung atau menggantung. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang menumpuk dan tak mampu menahan beban berat.
    4. Muncul berbagai hewan seperti tikus dan nyamuk di talang air. Hal ini bisa mengindikasikan adanya sarang alami seperti daun basah dan ranting pohon.
    5. Terlihat tumpukan daun dan kotoran di talang air. Segera buat rencana untuk membersihkan talang air demi mencegah mampet.

    Demikian penjelasan soal waktu yang tepat untuk membersihkan talang air. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal Ini Bikin Rumah Nggak Laku Meski Dijual Murah


    Jakarta

    Ada beberapa orang yang tengah kesulitan saat menjual rumahnya. Walau berada di lokasi yang strategis, harganya tidak terlalu mahal, dan memiliki surat yang lengkap, tapi tetap saja tidak laku-laku.

    Mungkin pemilik rumah tidak sadar kalau ada beberapa hal yang membuat propertinya tak kunjung laku. Misalnya, ditemukan kerusakan pada atap atau halaman yang tidak terawat.

    Hal-hal tersebut bisa membuat calon pembeli berubah pikiran. Dari semula sangat yakin untuk membeli rumah, tapi perlahan mundur dan akhirnya memilih mencari rumah yang lain.


    Ingin tahu apa saja hal yang membuat rumah yang dijual tak laku-laku? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Hal Ini Bikin Rumah yang Dijual Tak Laku-laku

    Sejumlah agen properti membeberkan beberapa hal yang membuat rumah tidak kunjung laku. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

    1. Halaman Rumah Tidak Terawat

    Halaman yang tidak terawat membuat banyak calon pembeli memutuskan untuk tidak jadi meminang rumah tersebut. Kondisi ini meliputi rumput yang tumbuh lebat, rumput mati, daun-daun berserakan, atau jalan setapak yang retak.

    Meski bisa dirapikan, tetapi calon pembeli harus mengeluarkan uang lagi untuk merawat halaman rumah. Selain itu, mereka menilai rumah tersebut tidak terawat karena dari halamannya saja sudah tak terurus.

    “Bahkan sepetak kecil rumput hijau yang sehat di halaman depan akan sangat membantu membuat rumah lebih menarik,” kata agen properti Jan Ryan.

    2. Kondisi Cat Dinding yang Kusam

    Tak hanya bagian luar, tapi interior rumah juga wajib diperhatikan oleh calon pembeli. Jika ditemukan cat dinding sudah kusam atau mengelupas maka jangan heran kalau rumah tidak cepat terjual.

    Selain itu, banyak pembeli yang tidak suka dengan warna cat yang terlalu mencolok, baik pada satu dinding atau menutupi seluruh ruangan. Memang bisa dicat kembali sesuai keinginan, tapi tentu mengeluarkan uang lagi.

    “Dinding aksen hijau limau mungkin terasa menyenangkan pada awalnya, tetapi pembeli tidak dapat melihat lebih dari warna-warna yang berani dan ketinggalan zaman,” ujar Ryan.

    3. Banyak Kerusakan di Rumah

    Kondisi rumah yang tidak terawat jadi alasan utama banyak calon pembeli mengurungkan niatnya untuk membeli properti tersebut. Misalnya, ditemukan atap bocor, dinding retak halus, cat dinding mengelupas, atau pintu yang sudah rusak.

    Hal-hal kecil seperti gagang pintu yang longgar atau tetesan air dari keran terkadang dianggap sepele. Namun, hal tersebut akan menjadi penilaian penting bagi calon pembeli rumah.

    “Jika mereka melihat hal-hal kecil diabaikan begitu saja, mereka tentu khawatir akan ada masalah besar yang ditutupi,” papar Ryan.

    4. Perabotan yang Sudah Jadul

    Perabotan di rumah seperti kloset duduk atau fitting lampu yang sudah kuno juga termasuk penilaian bagi calon pembeli. Meski bisa diganti yang baru, tapi Ryan menyebut tak semua orang mau mengeluarkan duit ekstra hanya untuk mengganti perabotan kecil.

    “Banyak dari barang-barang ini sebenarnya dapat diperbarui dengan biaya terjangkau, tetapi jika masih digunakan dapat memberikan perbedaan besar pada calon pembeli saat melihat rumah Anda,” tuturnya.

    5. Perbaikan Rumah yang Tidak Tuntas

    Sebelum dijual, banyak pemilik rumah yang melakukan sejumlah perbaikan di beberapa sudut ruangan. Meski tujuannya baik agar menambah nilai jual, tapi jika dikerjakan secara asal-asalan justru bisa berdampak buruk.

    Sebagai contoh, cat dinding yang terlihat belang atau tidak rapi bisa membuat calon pembeli mengurungkan niatnya membeli rumah.

    “Jika saya masuk ke sebuah rumah dan melihat lebih dari satu pekerjaan yang tidak rapi, hal itu menunjukkan jika penjual rumah terlalu hemat. Saya akan berasumsi dia juga menyewa tukang listrik atau tukang ledeng yang termurah,” imbuh Ryan.

    Itulah lima hal yang membuat calon pembeli gagal membeli rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Noda Tinta di Sofa Kain Bisa Dihilangkan Pakai Sabun Cuci Piring, Ini Caranya


    Jakarta

    Noda tinta kerap ditemukan pada sofa. Biasanya noda itu berasal dari pulpen, spidol, atau yang lainnya.

    Tapi penghuni rumah nggak perlu khawatir karena noda tersebut masih bisa dibersihkan lho. Salah satu caranya adalah membersihkannya pakai sabun cuci piring.

    Gimana caranya? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Cara Menghilangkan Noda Tinta di Sofa

    Sabun Cuci Piring

    macro shot of dish soap being squeezed onto green sponge in aluminum sinkSabun cuci piring. Foto: iStock

    Sabun cuci piring ternyata nggak cuma bisa membersihkan alat masak lho, bisa juga untuk membersihkan noda tinta di sofa. Begini caranya.

    – Gunakan tisu untuk menyerap tinta sebanyak mungkin. Tepuk-tepuk noda tinta dengan lembut, tetapi jangan digosok karena akan menyebabkan noda menjadi menyebar atau menempel.

    – Ambil mangkuk kecil dan tambahkan sabun cuci piring cair secukupnya ke air hangat untuk menghasilkan busa saat kamu mengaduk campuran.

    – Ambil kain mikrofiber bersih dan celupkan ke dalam air sabun hangat, lalu tepuk-tepuk noda. Ulangi proses hingga noda hilang.

    – Ambil kain mikrofiber lain dan basahkan dengan air hangat, lalu tepuk-tepuk area yang terkena noda untuk menghilangkan sisa sabun.

    – Jika area yang terkena noda terlalu basah, ambil kain mikrofiber kering dan tekan untuk menyerap kelebihan air dan biarkan kain mengering sepenuhnya sebelum duduk atau menaruh bantal di sofa.

    Cuka

    white vinegar on wood table topcuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Selain sabun cuci piring, membersihkan tinta di sofa juga bisa pakai cuka. Berikut ini caranya.

    – Bersihkan noda tinta dengan tisu bersih.

    – Dalam mangkuk kecil, campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama.

    – Celupkan kain mikrofiber ke dalam campuran cuka dan air, lalu bersihkan noda tinta. Ulangi proses hingga noda hilang. Ingat, jangan menggosok noda agar tidak menyebar atau menempel.

    – Ambil kain bersih lainnya, basahkan dengan air, lalu bersihkan noda untuk menghilangkan sisa cuka.

    – Gunakan kain kering untuk hilangkan sisa air dan biarkan kain mengering sepenuhnya.

    Pembersih Kuteks

    Pembersih kuteks atau aseton juga bisa dipakai untuk membersihkan noda tinta di sofa. Begini caranya.

    – Tepuk-tepuk noda dengan tisu untuk menghilangkan tinta.

    – Celupkan kain mikrofiber yang bersih dan kering ke dalam aseton dan tepuk-tepuk noda. Ulangi hingga noda hilang.

    – Ambil kain mikrofiber lain dan basahkan dengan air hangat lalu tepuk-tepuk area tersebut untuk menghilangkan sisa dan bau aseton.

    – Hilangkan sisa kelembapan pada sofa kain dengan kain bersih dan kering lalu biarkan kain mengering sepenuhnya.

    Itulah beberapa cara menghilangkan noda tinta pada sofa. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Gampang Rawat Lidah Mertua biar Suasana Rumah Tambah Adem


    Jakarta

    Tanaman lidah mertua atau Sansevieria cocok ditanam di rumah. Tanaman hias ini bisa jadi pilihan bagi pemula karena mudah perawatannya.

    Selain gampang dirawat, lidah mertua bermanfaat buat lingkungan rumah. Lidah mertua tak hanya membuat suasana asri tetapi juga bisa memperbaiki kualitas udara serta mengatur kelembapan.

    Nah, bagi yang tertarik memelihara lidah mertua, pelajari dulu caranya berikut ini.


    Cara Merawat Lidah Mertua

    Inilah tips mudah untuk merawat lidah mertua, dilansir dari The Spruce.

    1. Tanam di Tanah Pot yang Gembur

    Lidah mertua sebaiknya ditanam di pot dengan campuran tanah yang gembur serta punya drainase yang baik. Tanah pot kaktus serbaguna merupakan pilihan terbaik karena tanaman tersebut bisa tumbuh subur di tanah yang berpasir.

    Namun, jangan gunakan tanah dengan persentase gambut tinggi. Tanah tersebut akan menahan terlalu banyak air.

    2. Beri Sinar Matahari

    Letakkan lidah mertua di jendela yang menghadap arah timur, selatan, atau barat. Tanaman ini perlu paparan sinar matahari sekitar 8-10 jam sehari.

    Meski begitu, sebenarnya lidah mertua tetap bisa bertahan dalam kondisi minim cahaya. Akan tetapi, pertumbuhannya akan lambat.

    3. Siram Air Saat Sudah Kering

    Lidah mertua tidak dianjurkan buat disiram air secara berlebihan. Terlalu banyak air justru membuat tanaman terendam dan akarnya membusuk. Penghuni rumah hanya perlu menyiram lidah mertua secara menyeluruh saat keadaannya benar-benar kering.

    Kalau tinggal di lingkungan dengan udara cenderung sejuk atau kering, lidah mertua cukup disiram sebulan sekali. Lalu, segera siram tanaman jika daunnya terlihat rapuh dan kering.

    4. Beri Pupuk

    Selain disiram, penghuni perlu memberi pupuk setiap enam bulan sekali biar lidah mertua tumbuh subur. Gunakan pupuk cair organik kalau lidah mertua ditanam di dalam ruangan.

    5. Rutin Cek Batangnya

    Terakhir, pastikan untuk rajin mengecek batang untuk tahu kondisi lidah mertua. Batang yang berubah warna jadi kuning dan bertekstur lembek adalah pertanda tanaman terlalu banyak disiram air sehingga akarnya membusuk.

    Itulah cara merawat tanaman lidah mertua. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Basmi dan Usir Laba-laba dari Rumah Tanpa Bahan Kimia Berbahaya


    Jakarta

    Laba-laba kerap ditemukan di rumah, apalagi di ruangan yang jarang dihuni atau ditumpukan barang tak terpakai. Adanya laba-laba terkadang bikin penghuni rumah merasa resah karena harus membersihkan sarangnya.

    Kalau tidak segera dibersihkan, bisa-bisa rumah tampak tidak terawat dan memberikan kesan kotor. Tak heran, banyak orang yang segera membasmi laba-laba ketika melihatnya.

    Tapi, ada lho beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusirnya. Dilansir dari Mirror, berikut ini informasinya.


    Cara Usir Laba-laba

    Lilin Aromaterapi Serai

    Serai biasanya digunakan untuk mengusir serangga seperti tawon dan nyamuk, tetapi lilin aromaterapi ini juga populer untuk membantu mengusir laba-laba. Hewan berkaki delapan ini tidak menyukai aroma seperti lemon, kayu manis, dan serai.

    Selain itu, laba-laba juga tidak menyukai asap sehingga peran lilin juga akan membantu menjauhkan laba-laba dari rumah dengan cara menaruhnya di dekat jendela.

    Cuka Putih

    Penghuni rumah juga bisa memakai bahan dapur seperti cuka putih. Laba-laba bisa sangat sensitif karena kandungan asam asetat yang tinggi pada cuka.

    Metode ini bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan setengah air dan setengah cuka ke tempat laba-laba yang menyelinap masuk. Selain itu, cuka tidak memiliki efek yang berbahaya dan beracun sehingga aman untuk digunakan ketika penghuni rumah dalam posisi dekat hewan peliharaan.

    Cara Cegah Laba-laba Ada di Rumah

    Selain mengusirnya, penghuni rumah juga bisa mencegahnya untuk masuk ke dalam ruangan lho. Dilansir dari The Spruce, entomolog di Mosquito Squad Plus, Emma Grace Crumbley mengatakan untuk mencegah keberadaan laba-laba di rumah, khususnya pada beranda, sebaiknya buat area tersebut yang tidak mudah diakses untuk laba-laba. Contohnya seperti membatasi sumber makanan dan lainnya.

    Selain itu masih ada beberapa cara lainnya. Berikut ini informasinya.

    Matikan Lampu Depan

    Menyalakan lampu di depan rumah kerap dilakukan untuk mengindikasikan bahwa ada penghuni di dalamnya. Tapi hal ini justru bisa menarik beberapa serangga yang bisa jadi mangsa laba-laba.

    “Matikan lampu depan kalau kamu tidak memerlukannya untuk mencegah menarik sumber makanan laba-laba” ujar ahli pest control dan co-owner dari Green Pest Management Matt Smith, dikutip dari The Spruce, Kamis (16/10/2025).

    Basmi Sarang Laba-laba

    Crumbley menjelaskan, untuk membangun sarang laba-laba dibutuhkan waktu dan energi. Menghilangkan sarang mereka, tentunya membuat laba-laba enggan membuat sarang di sana lagi.

    Menghancurkan sarang laba-laba memberikan pesan bahwa area tersebut tidak cocok untuk mereka huni.

    Kurangi Sumber Makanan Laba-laba

    Cara lainnya adalah dengan mengurangi sumber makanan laba-laba. Hal itu berarti menutup tempat sampah dan menjaganya agar tetap bersih supaya lalat nggak berkeliaran, matikan lampu depan, bersihkan got, dan cek area yang tergenang air yang bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk.

    Hilangkan Jalur Masuk Laba-laba

    Untuk mencegah laba-laba masuk ke rumah, Crumbley menyarankan untuk pastikan tidak ada lubang di bawah pintu, jendela, atau di antara struktur rumah.

    Itulah beberapa cara basmi dan usir laba-laba dari rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Langkah Mudah Basmi Belatung di Tempat Sampah, Bisa Pakai Garam


    Jakarta

    Meski digunakan untuk membuang sampah dapur, tetapi tempat sampah juga harus dibersihkan secara berkala. Sebab, ada sisa-sisa makanan yang mungkin tak sempat dibuang sehingga menempel di dasar tempat sampah.

    Jika dibiarkan terus-menerus, maka akan menimbulkan bau tak sedap sekaligus memicu kehadiran belatung. Kalau sudah muncul larva dari lalat tersebut, maka sebaiknya segera dibasmi agar jumlahnya tidak semakin bertambah.

    Ada beberapa cara efektif untuk mengatasi belatung yang muncul di tempat sampah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Basmi Belatung di Tempat Sampah

    Kalau muncul belatung dalam jumlah banyak di tempat sampah, sebaiknya segera dibasmi. Dilansir situs The Spruce, berikut cara ampuh basmi belatung di tempat sampah:

    1. Pemutih

    Salah satu cara termudah untuk basmi belatung di tempat sampah bisa menggunakan pemutih. Caranya cukup mencampur pemutih dan air dengan perbandingan 50:50, lalu tuang ke dalam tempat sampah yang penuh belatung.

    Setelah itu, tutup tempat sampah dan diamkan sekitar 30 menit agar uap pemutih bekerja untuk membasmi belatung. Jika sudah, buang cairan pemutih dan belatung yang sudah mati secara hati-hati.

    2. Cuka

    Apabila enggan memakai bahan kimia, kamu dapat menggunakan cuka untuk membasmi belatung di tempat sampah. Caranya dengan mencampur sekitar 50 ml cuka dengan air panas secukupnya ke dalam wadah, lalu tutup wadah dan diamkan selama 30 menit.

    Setelah itu, tuang larutan cuka dan air panas tersebut ke dalam tempat sampah. Diamkan selama 2-3 jam agar cuka dapat membasmi belatung.

    3. Garam

    Selain digunakan untuk memasak, garam ternyata juga bisa dipakai untuk membasmi belatung. Hanya saja, jumlah garam yang digunakan harus cukup banyak agar efektif mengatasi belatung.

    Cukup menaburkan garam yang banyak ke seluruh area tempat sampah yang penuh belatung. Lalu, letakkan tempat sampah di bawah sinar matahari langsung selama 1 jam.

    Panas dari matahari dan efek garam akan membunuh belatung secara perlahan. Jika sudah, bilas tempat sampah dengan air untuk membersihkan sisa-sisa belatung yang mati.

    4. Air Panas

    Cara praktis lainnya untuk membasmi belatung adalah dengan air panas. Cukup tuang satu teko air mendidih ke dalam tempat sampah secara perlahan.

    Air yang sangat panas akan membunuh belatung secara instan. Namun, tetap hati-hati saat menuang air panas agar tidak terkena kulit.

    Jika sudah, buang sisa air panas dan belatung yang mati. Jangan lupa untuk mencuci tempat sampah dari sisa-sisa kotoran.

    Itulah cara membasmi belatung di tempat sampah dengan bahan sederhana. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Material yang Aman Buat Perabotan Outdoor, Tahan di Musim Hujan-Panas


    Jakarta

    Sudah sering ditemukan, banyak pemilik rumah meletakkan perabotan di teras atau area luar rumah. Perabotan tersebut seperti kursi, meja kecil, rak sepatu hingga sofa untuk bersantai.

    Jika cuacanya bagus, tanpa hujan dan tidak begitu panas, meletakkan perabotan tersebut di luar ruangan sepertinya tidak masalah. Namun, akhir-akhir ini hujan turun sangat deras, bahkan disertai angin yang kencang. Kemudian beberapa jam setelahnya suhunya naik jadi sangat panas karena matahari yang terik. Apakah aman meletakkan perabotan di luar rumah?

    Dilansir dari The Spruce, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis di POLYWOOD, Lindsay Schleis, mengatakan asalkan material yang dipakai pada perabotan tersebut benar-benar tahan cuaca, tidak akan ada masalah pada perabotan tersebut.


    Jenis perabotan yang tidak boleh dibiarkan berada di luar terutama saat hujan adalah sofa yang dibuat khusus di dalam ruangan dan perlengkapan makan. Jadi setiap habis berkumpul di luar, peralatan makan harus segera dikembalikan.

    “Furnitur luar ruangan dibuat agar tahan cuaca, tetapi itu tidak selalu berarti tahan cuaca,” kata Schleis, seperti yang dikutip pada Selasa (28/10/2025).

    Material Perabotan yang Aman di Luar Ruangan

    1. Kayu plastik

    Saat ini sudah banyak produk yang bisa meniru tampilan atau tekstur kayu. Salah satunya adalah plastik. Material tersebut tahan air, panas, dan lembap. Dengan memakai material kayu plastik, dari segi tampilan bakal tetap estetik, tetapi dari kualitas bakal tetap tahan lama.

    2. Aluminium

    Aluminium kerap dipakai sebagai material untuk rak sepatu. Berbeda dengan besi yang mudah karatan, aluminium lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Selain itu, dari segi tampilan, aluminium cukup berkelas dan bisa cocok dengan segala jenis desain.

    3. Kayu

    Banyak orang menghindari kayu sebagai material di luar ruangan karena takut cepat lapuk, berjamur, dan jadi sasaran rayap. Padahal kayu memiliki banyak sekali jenis. Bisa jadi yang mengalami gejala tadi merupakan jenis kayu yang tidak cocok untuk luar ruangan.

    Kalau dilihat ke belakang, rumah tradisional di Indonesia kebanyakan memakai kayu, tetapi bisa bertahan lama. Beberapa jenis kayu yang bagus dipakai di luar ruangan adalah jati, ulin, akasia, kayu merah, cedar, dan eukaliptus.

    Itulah penjelasan mengenai perabotan di luar ruangan saat hujan, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Injak Laba-laba di Rumah! Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Keberadaan laba-laba bisa saja membuat penghuni rumah merasa terganggu dan ingin segera membasminya. Namun jangan pernah coba untuk membasmi laba-laba dengan cara menginjaknya ya.

    Menginjak atau menghancurkan laba-laba bisa membuat masalah baru di rumah seperti memicu alergi atau masalah kesehatan penghuni rumah. Hal ini diungkapkan oleh Ed Dolshun dari Catchmaster.

    “Menekan laba-laba di permukaan dinding atau di lantai akan meninggalkan genangan cairan tubuh dan, tergantung dari apa yang dimakan oleh laba-laba, bakteri dari makanan terakhirnya,” katanya, dikutip dari Homes & Gardens, Rabu (29/10/2025).


    Ed menambahkan, dalam beberapa kasus, jika seseorang sensitif atau memiliki alergi dan kontak langsung dengan cairan laba-laba atau bagian tubuh lainnya, bisa menyebabkan badan iritasi.

    Sementara itu, ahli pengendali hama dan pendiri The Pied Piper Pest Control, Tony King, juga menyarankan untuk tidak menginjak laba-laba.

    “Salah satu efek yang paling tak terduga dan tidak menyenangkan dari membunuh seekor laba-laba, terutama seperti wolf spider, adalah bisa ada puluhan bayi laba-laba di punggung seekor laba-laba betina. Ketika Anda menghancurkan mereka, bayi-bayi laba-laba akan berhamburan ke segala arah,” tuturnya.

    Menurut entomolog tersertifikasi di Hawx Pest Control, Daniel Baldwin, laba-laba memiliki manfaatnya tersendiri dan bisa menjadi pengendali hama alami untuk tumbuhan. Hal itu karena laba-laba memakan serangga kecil jadi mereka bisa membantu mengurangi hama yang bisa merusak rumah.

    “Laba-laba juga sangat bermanfaat di kebun, dengan senang hati memakan kutu daun, ulat, dan serangga lain yang diketahui merusak dedaunan dan bunga,” ujar Daniel Baldwin.

    Cara Mengatasi Laba-laba di Rumah

    Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi adanya laba-laba di rumah adalah dengan mengelap permukaan benda dan membuang benda-benda yang tak digunakan.

    Dilansir dari Mirror, penghuni rumah juga bisa memakai bahan dapur seperti cuka putih. Laba-laba bisa sangat sensitif karena kandungan asam asetat yang tinggi pada cuka.

    Metode ini bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan setengah air dan setengah cuka ke tempat laba-laba yang menyelinap masuk. Selain itu, cuka tidak memiliki efek yang berbahaya dan beracun sehingga aman untuk digunakan ketika penghuni rumah dalam posisi dekat hewan peliharaan.

    Dilansir dari The Spruce, entomolog di Mosquito Squad Plus, Emma Grace Crumbley mengatakan untuk mencegah keberadaan laba-laba di rumah, khususnya pada beranda, sebaiknya buat area tersebut yang tidak mudah diakses untuk laba-laba. Contohnya seperti membatasi sumber makanan dan lainnya.

    Selain itu masih ada beberapa cara lainnya. Berikut ini informasinya.

    Hilangkan Jalur Masuk Laba-laba

    Untuk mencegah laba-laba masuk ke rumah, Crumbley menyarankan untuk pastikan tidak ada lubang di bawah pintu, jendela, atau di antara struktur rumah.

    Matikan Lampu Depan

    Menyalakan lampu di depan rumah kerap dilakukan untuk mengindikasikan bahwa ada penghuni di dalamnya. Tapi hal ini justru bisa menarik beberapa serangga yang bisa jadi mangsa laba-laba.

    “Matikan lampu depan kalau kamu tidak memerlukannya untuk mencegah menarik sumber makanan laba-laba” ujar ahli pest control dan co-owner dari Green Pest Management Matt Smith, dikutip dari The Spruce.

    Kurangi Sumber Makanan Laba-laba

    Cara lainnya adalah dengan mengurangi sumber makanan laba-laba. Hal itu berarti menutup tempat sampah dan menjaganya agar tetap bersih supaya lalat nggak berkeliaran, matikan lampu depan, bersihkan got, dan cek area yang tergenang air yang bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk.

    Basmi Sarang Laba-laba

    Crumbley menjelaskan, untuk membangun sarang laba-laba dibutuhkan waktu dan energi. Menghilangkan sarang mereka, tentunya membuat laba-laba enggan membuat sarang di sana lagi.

    Menghancurkan sarang laba-laba memberikan pesan bahwa area tersebut tidak cocok untuk mereka huni.

    Itulah alasan jangan menginjak laba-laba dan cara mengatasinya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com