Tag: stewart

  • 5 Tips Agar Ruangan di Rumah Terasa Lebih Luas


    Jakarta

    Memaksimalkan ruangan yang ada perlu strategi yang cerdik terlebih jika ruangan tidak terlalu luas. Membuat ruangan terasa lebih luas bisa dilakukan tanpa menghamburkan banyak uang.

    Jika rumah kamu bertingkat, kamu bisa memanfaatkan ruang kosong yang ada di bawah tangga. Kamu bisa mengubahnya menjadi tempat penyimpanan, area membaca, atau yang lainnya.

    Selain itu, masih ada beberapa cara lainnya untuk membuat ruangan terasa lebih lega. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    1. Gunakan Pintu Geser

    Dilansir dari Martha Stewart, penggunaan pintu geser pada ruangan bisa menghemat ruang yang digunakan. Pintu geser bisa digunakan di dapur, lemari, maupun kamar mandi.

    2. Gunakan Tirai yang Tipis

    Melansir dari The Spruce penggunaan tirai yang tipis, ringan, dan berwarna polos memungkinkan cahaya matahari masuk melalui jendela. Jika ingin yang bermotif, kamu bisa menggunakan motif sulur bunga atau garis-garis agar tampak sederhana.

    3. Pilih Warna yang Lembut

    Menggunakan warna-warna yang lembut dapat membuat ruangan terasa lebih terbuka dan lapang. Untuk efek yang lebih optimal, kamu bisa menggunakan warna hijau dan biru muda. Menggunakan warna yang hangat dan warna ‘dingin’ atau cool colors pada bagian permukaan juga bisa membuat ruangan tampak lebih terbuka.

    4. Hilangkan Barang-barang yang Tidak Diperlukan

    Biasanya, ruangan terasa lebih sempit karena ada banyak barang. Maka dari itu, kamu bisa menghilangkan atau membuang barang-barang yang tidak diperlukan. Selain itu, bisa juga menaruh barang-barang di tempat yang tidak terlihat, misalnya di dalam laci atau dibalik pintu.

    5. Hindari Wallpaper dengan Motif Terlalu Besar

    Dilansir dari Brightside, wallpaper dengan motif besar bisa memberikan kesan ruangan lebih sempit. Maka dari itu, pilihlah wallpaper dengan motif yang kecil dan berwarna cerah. Warna yang cerah bisa membantu merefleksikan cahaya sehingga ruangan tampak lebih terbuka dan lapang.

    Itulah beberapa cara untuk membuat ruangan di rumah terasa lebih luas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Simpan Kunci Rumah di Bawah Pot Bunga, Bahaya!


    Jakarta

    Menyimpan kunci rumah saat bepergian perlu dilakukan agar hunian tidak dibobol maling. Maka dari itu, sangat penting menemukan tempat yang aman untuk menyimpan kunci rumah.

    Salah satu tempat menyimpan kunci rumah paling umum digunakan adalah di bawah pot bunga. Posisi itu kerap dipilih karena letaknya dekat dengan pintu masuk. Padahal lokasi itu kadang sudah jadi ‘rahasia umum’ yang rentan mengundang pencuri ke rumah.

    “Siapa pun yang familier dengan kebiasaan umum pemilik rumah pasti tahu cara mengangkat pot bunga, patung taman, atau lampu di dekat pintu depan untuk memeriksa kunci tersembunyi,” kata chief product officer di SimpliSafe, Hooman Shahidi, dikutip dari situs Martha Stewart, Sabtu (23/8/2025).


    Selain pot bunga, masih ada beberapa tempat yang sebaiknya tidak dipakai sebagai tempat penyimpanan kunci rumah. Berikut ini informasinya.

    Lokasi yang Sebaiknya Tidak Dipakai untuk Menyimpan Kunci Rumah

    Di Bawah Keset

    Tempat yang umum digunakan untuk menyimpan kunci pintu adalah di bawah keset. Lokasi ini juga rawan memudahkan maling masuk ke dalam rumah dengan mudah.

    Menurut Shahidi, lokasi itu menjadi hal pertama yang dicek oleh pencuri. Maka dari itu, sangat tidak aman untuk menyimpan kunci cadangan maupun kunci rumah di bawah keset saat pemilik pergi.

    Di Atas Kusen Pintu

    Selanjutnya jangan simpan kunci di atas kusen pintu karena cukup mudah dijangkau. Kadang-kadang pemilik rumah juga menaruh kunci dengan cara merekatkannya ke ambang jendela atau di bawah furniture yang ada di luar ruangan. Hal ini juga dianggap tidak aman.

    “Selotipnya akan aus dan titik-titik ini terlalu mudah dikenali,” ujar Denida Grow, spesialis keamanan dan intelijen perlindungan sekaligus pendiri LeMareschal.

    Alternatif Tempat Menyimpan Kunci Rumah

    Ada beberapa cara untuk menyimpan kunci rumah dengan aman ketika pemilik pergi ke luar.

    Di Stopkontak Palsu

    Ada lho stopkontak palsu yang bisa menjadi tempat menyimpan kunci rumah saat pemiliknya pergi ke luar. Menurut Grow, stopkontak palsu ini jauh lebih tersembunyi dibandingkan dengan menyimpan kunci di bawah batu atau keset. Pencuri juga cenderung tidak akan mencari kunci cadangan di dalam stopkontak.

    Kotak Penyimpanan

    Pilih kotak penyimpanan yang aman, tahan cuaca, dan sulit dirusak. Kotak penyimpanan sebaiknya dipasang tidak di depan pintu masuk karena bisa mengundang pencuri.

    Pakar keamanan rumah, Rob Gabriele, menyarankan untuk memilih brankas kunci dengan kombinasi tiga digit, karena brankas seperti ini terlalu mudah dibobol.

    “Brankas kunci terbaik adalah yang dilengkapi keypad. Selain memecahkan kode, siapa pun yang mencoba membobolnya harus menebak berapa digit kode tersebut,” katanya.

    Titipkan ke Tetangga atau Teman Terpercaya

    Cara lainnya adalah menitipkan kunci rumah cadangan ke tetangga terpercaya. Hal ini apabila pemilik rumah harus pergi lama dan terdapat tanaman atau bagian lainnya yang perlu dirawat maupun diawasi.

    Jika memang tidak ada hal-hal yang harus dijaga, kunci rumah bisa dibawa oleh pemilik hunian ketika pergi agar lebih aman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Benda yang Tidak Boleh Dibuang ke Lubang Kloset, Bisa Bikin Mampet


    Jakarta

    Kloset merupakan salah satu alat penting kamar mandi yang digunakan untuk buang air besar maupun kecil. Fungsinya memang sudah jelas, tapi kadang-kadang masih ada orang yang membuang benda yang tidak seharusnya dibuang ke lubang toilet.

    Memang kesannya langsung beres setelah membuang benda ke lubang toilet lalu disiram karena langsung tidak terlihat. Namun hal itu justru bisa membuat kloset jadi mampet lho!

    Kalau sudah mampet mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk memanggil profesional guna memperbaiki salurannya. Nah, sebelum hal itu terjadi sebaiknya ketahui benda-benda yang tidak boleh dibuang ke dalam toilet.


    Dilansir dari berbagai sumber berikut ini informasinya.

    1.Tisu Basah

    Rekomendasi Tisu Basah Non Alkohol dan Parfum untuk BayiIlustrasi Tisu Basah untuk Bayi Foto: Getty Images/wing-wing

    Tisu basah yang dibuat khusus untuk bayi sebaiknya tidak dibuang ke dalam lubang toilet. Dilansir dari The Spruce, menurut tukang ledeng, dari semua hal yang tidak boleh dibuang ke kloset, tisu basah bayi berada di urutan teratas.

    “Saya terus-menerus mengeluarkan tisu bayi dari saluran air yang tersumbat,” kata seorang tukang dan pemilik Full Flow Plumbing and Drainage Sam Chmielarski. “Tisu bayi tidak terurai seperti kertas.”

    Meskipun tisu bayi lembut dan terasa seperti kertas, tisu bayi sebenarnya bukan kertas. Tisu bayi kebanyakan terbuat dari plastik atau serat semi-sintetis seperti rayon.

    2. Pembalut

    Pembalut juga merupakan salah satu benda yang kerap dibuang ke lubang toilet. Padahal, apabila pembalut dibuang ke dalam lubang kloset bisa menyerap air dan ketika di-flush bisa menghambat saluran pipa yang menyebabkan toilet meluap.

    3. Obat-obatan

    Ilustrasi antibiotikIlustrasi obat Foto: Freepik/freepik

    Jangan pernah membuang obat-obatan ke lubang kloset. Dilansir dari House Digest, membuang obat-obatan ke dalam kloset bisa memengaruhi sumber air dan pasokan air. Efeknya bisa berbahaya dan beracun.

    4. Air Sabun

    Dilansir dari Ideal Home, alasan air sabun tidak dibuang ke toilet dikarenakan di dalam sabun terdapat zat kimia yang tidak dibutuhkan di saluran pembuangan. Zat kimia ini dapat membunuh makhluk pengurai atau bakteri pembusuk di septic tank.

    Dampaknya, kotoran-kotoran yang menumpuk, tercium bau busuk, dan septic tank tidak bisa mengurai. Risikonya septic tank penuh dan bisa meledak. Selain itu, sabun juga dapat menyebabkan kerusakan pada karet di saluran air. Bahaya membuang air sabun ke toilet, sama seperti jika kamu membuang tisu di sana yakni dapat menyumbat saluran dan merusak saluran karena sulit diurai.

    Bukan hanya air sabun, cairan pembersih lainnya juga disarankan tidak dibuang ke dalam toilet. Mulai dari air bekas cucian baju, air yang tercampur dengan cairan pencuci piring, hingga cairan pelembut pakaian.

    Cairan licin yang telah tercampur ini dapat menempel dan menumpuk di saluran air. Dampaknya pada septic tank juga sama.

    5. Rambut

    Girl holding her hair in her hand. Hair care concept. Shampoo. Haircut needed.Ilustrasi rambut. Foto: Getty Images/iStockphoto/Cristalov

    Dilansir dari Martha Stewart, rambut juga tidak boleh dibuang ke dalam kloset. Rambut itu seperti tali dalam sistem perpipaan, bisa melilit kotoran lain dan membentuk gumpalan padat yang menjebak kotoran hingga menjadi penyumbatan. Kalau mau buang rambut sebaiknya ke tempat sampah.

    6. Lemak dan Minyak

    Lemak dan minyak yang dibuang ke dalam kloset bisa mengeras di dalam sistem perpipaan. Lemak yang membeku dan menempel di dinding pipa bisa menjebak kotoran hingga terjadi penyumbatan.

    Itulah beberapa benda yang tidak boleh dibuang ke dalam kloset.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Beli Lagi, Begini Cara Tanam Jahe di Rumah


    Jakarta

    Menanam jahe tidak perlu memiliki lahan yang luas, tanaman herba ini bisa tumbuh subur bahkan di dalam ruangan. Jadi, nggak ada lagi alasan nggak punya jahe di rumah karena kelupaan beli, kan bisa ditanam sendiri di rumah.

    Kenapa kita harus punya persediaan jahe di rumah? Manfaat jahe sangat banyak, mulai dari sebagai obat herbal, bahan masakan, bisa menyerap bau tak sedap pada makanan, tubuh, dan ruangan, hingga memiliki sifat anti-bakteri dan jamur.

    Manfaatnya yang banyak dan bisa untuk segala macam kebutuhan, jahe perlu tersedia setiap minggu di dapur. Oleh karena itu, daripada membeli di pasar dengan harga mahal, lebih baik menanam sendiri di rumah.


    Dilansir dari Martha Stewart, Jahe dapat ditanam dari akar yang dorman (rimpang). Cara jahe tumbuh mirip dengan kentang yang tumbuh dari tunas. Berikut langkah-langkah menanam jahe di dalam rumah.

    1. Beli Jahe Sehat

    Untuk menggandakan jahe, tentu membutuhkan jahe dahulu. Bukan dari bibit kecil. Ukuran jahe yang dibutuhkan tidak boleh kecil. Satu potong jahe seberat 230 gram sudah cukup.

    “Jahe itu pasti organik karena beberapa jahe non-organik telah diradiasi atau disemprot dengan inhibitor pertumbuhan, yang dapat mencegah jahe bertunas,” kata Ian Jerolmack, pemilik dan pengelola Stonecipher Farm, dikutip dari Martha Stewart, Kamis (13/11/2025).

    2. Rendam Jahe

    Langkah kedua adalah rendam jahe di dalam air selama satu hari sebelum ditanam di tanah untuk mempercepat perkecambahan. Sebagai catatan, cara ini tidak menjamin pertumbuhan akan sehat atau subur.

    3. Tanam Jahe

    Masukkan jahe ke dalam wadah yang sudah diisi tanah. Tanam sekitar 5 cm di bawah permukaan tanah. Alasannya agar jahe tidak cepat mengering.

    4. Simpan Jahe di Tempat Hangat

    Ini bagian yang penting. Jahe dapat tumbuh cepat di tempat yang hangat, seperti di atas kulkas (yang menghasilkan panas) atau ruangan yang minim ventilasi.

    Hindari menanam jahe di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Kuncinya adalah jahe perlu berada di sekitar area yang panas bukan yang tersiram sinar matahari. Sebab, sinar matahari tidak terlalu penting sampai tanaman menumbuhkan daun.

    “Hal terpenting saat menanam jahe adalah menjaga suhu pada 21 derajat Celcius atau lebih hangat, bahkan hingga 32 derajat Celcius,” ujar Jerolmack.

    5. Waktu Penyiraman

    Setelah itu, siram jahe seminggu sekali, tetapi air yang digunakan jangan terlalu banyak. Air di sini hanya untuk membantu tunas tumbuh karena bagian tersebut harus lembap di dalam tanah.

    6. Pindahkan ke Pot Baru

    Waktu tunggu untuk tunas Jahe rimbun sekitar 6-8 minggu, tetapi proses ini terkadang memakan waktu berbulan-bulan (terutama jika suhu tidak cukup hangat). Setelah daun jahe tambah tinggi dan besar pindahkan ke pot permanen.

    Itulah langkah-langkah menanam jahe di dalam ruangan, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com