Tag: stop kontak

  • Panduan Pasang Sakelar dan Stop Kontak, Salah Posisi Bisa Berabe


    Jakarta

    Sakelar dan stop kontak adalah salah satu material penting yang tidak boleh dilewatkan pada suatu bangunan untuk instalasi listrik rumah.

    Sakelar berfungsi menjadi sumber tegangan baik untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik yang mengarah ke lampu. Sementara, stop kontak memiliki fungsi sebagai terminal penghubung antara arus listrik dengan beban, antara lain televisi, kulkas, dan perangkat lainnya.

    Dikutip dari Wilson Cables, Jumat (24/11/2023), pemasangan sakelar dan stop kontak sangat penting terutama pada pemasangan yang letaknya di dalam dinding. Oleh karena itu, berikut ini adalah tips posisi sakelar yang harus kamu perhatikan agar sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan standar pemasangan.


    Panduan Memasang Sakelar dan Stop Kontak

    Ada beberapa hal yang perlu kamu perlu perhatikan dalam pemasangan sakelar dan stop kontak, diantaranya penentuan titik pemasangan, baik secara tata letak maupun ketinggian yang sesuai dengan standar PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik).

    Penentuan titik pemasangan sakelar dan stop kontak selain untuk menjaga keamanan, hal ini juga mempengaruhi estetika ruangan. Pemasangan ini juga perlu mempertimbangkan kebutuhan dan fungsi perangkat elektronik yang kamu gunakan di rumah, sehingga kamu tidak memposisikan stop kontak terlalu tinggi maupun terlalu rendah.

    Selain itu, sakelar dan stop kontak juga perlu material listrik tambahan, selain pipa conduit untuk jalur kabel ada material tambahan yang disebut dengan inbow dus. Inbow dus memiliki fungsi sebagai tempat penyambungan kabel dengan menanam stop kontak dan sakelar di dalam dinding.

    Cara Menentukan Posisi sakelar dan Stop Kontak

    Untuk menentukan posisi sakelar dan stop kontak, penempatan tinggi rendahnya harus dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini adalah posisi sesuai dengan standar PUIL 2011

    Posisi Bawah

    Pemasangan sakelar dan stop kontak dibawah setidaknya harus memiliki ketinggian 40 cm dari permukaan lantai dan biasanya ini untuk kepentingan perangkat elektronik yang memerlukan pemasangan kabel power seperti kulkas, televisi, perangkat audio, dan mesin cuci. Posisi ini harus dalam pengawasan dan tetap aman dari jangkauan anak-anak, sehingga pilihlah stop kontak yang memiliki penutup untuk menghindari bahaya.

    Posisi atau Letak Stop KontakPosisi atau Letak Stop Kontak Foto: Wilson Cables

    Posisi Tengah

    Posisi tengah pemasangan disarankan memiliki ketinggian 105 cm dari permukaan lantai. Biasanya posisi tengah diperlukan untuk penempatan sakelar yang berada dekat dengan tempat tidur dan ketinggian ini biasanya dipakai pada kamar tidur hotel, sehingga tamu dengan mudah menggapai sakelar dan stop kontak.

    Posisi atau Letak Stop KontakPosisi atau Letak Stop Kontak Foto: Wilson Cables

    Posisi Sejajar dengan Badan

    Umumnya dalam instalasi rumah dan bangunan lainnya, posisi ini paling sering dipakai dan memiliki ketinggian sekitar 145-150 cm dari permukaan lantai. Jika rumah kamu memiliki posisi sakelar yang sejajar dengan badan, disarankan untuk menempatkan perabotan meja atau lemari yang berdekatan dengan arus listrik tersebut agar mudah untuk mempermudah kebutuhan perangkat elektronik kamu. Misalnya, jika kamu ingin mengecas HP, pastikan kabel tidak menggantung dengan menempatkan di meja atau perabotan sekitar.

    Posisi atau Letak Stop KontakPosisi atau Letak Stop Kontak Foto: Wilson Cables

    Posisi Atas

    Posisi atas ini lebih sering dipakai untuk instalasi stop kontak pada alat yang membutuhkan aliran listrik seperti kipas kamar mandi, AC (Air Conditioner), atau pemanas air seperti water heater yang posisinya dekat dengan plafon dibanding permukaan lantai. Jarak untuk pemasangan stop kontak ini disarankan ketinggian 20 cm dari plafon atau 280 cm dari permukaan lantai.

    Posisi atau Letak Stop KontakPosisi atau Letak Stop Kontak Foto: Wilson Cables

    Posisi di Permukaan Lantai

    Ini adalah posisi pemasangan lantai yang berguna sebagai penghubung kebutuhan arus listrik elektronik yang berada di luar atau dalam ruangan jauh dari stop kontak dinding. Jenis stop kontak ini pun khusus yang memiliki pengaman tambahan agar tidak mudah pecah atau korsleting listrik.

    Posisi atau Letak Stop KontakPosisi atau Letak Stop Kontak Foto: Wilson Cables

    Itu tadi penjelasan mengenai posisi ketinggian sakelar dan stop kontak yang perlu kamu perhatikan. Jarak ketinggian dalam penempatan arus listrik ini akan berbeda karakteristik dan jenis yang digunakan sehingga sesuaikan standar yang direkomendasikan oleh PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik)

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah Pilih! Berikut Ciri-ciri Stop Kontak yang Bagus dan Aman


    Jakarta

    Keberadaan stop kontak sangat penting untuk menyalurkan listrik di rumah. Namun, ingat untuk selalu memilih stop kontak yang memiliki kualitas bagus. Pasalnya, kini marak stop kontak abal-abal yang tidak punya standar yang bagus.

    Sehingga keamanannya dipertanyakan. Namun, kamu tak perlu khawatir salah pilih. Karena berikut ada beberapa ciri-ciri stop kontak berkualitas yang bisa kamu perhatikan saat ingin membelinya.

    Bahaya Menggunakan Stop Kontak Abal-abal

    Melansir dari Listrikmu, Selasa (28/11/2023), ketika kamu menggunakan stop kontak abal-abal ada resiko terjadi kebocoran listrik. Banyak juga kejadian orang yang kesetrum saat mencolokkan peralatan ke stop kontak karena mengalami kebocoran listrik. Tak jarang orang yang tersetrum mengalami cedera berat hingga kematian.


    Nah, untuk menghindari kejadian tersebut. Kamu dapat memilih stop kontak berkualitas yang ditandai dengan ciri-ciri berikut.

    Ciri-Ciri Stop Kontak yang Bagus dan Aman

    Menurut para ahli kelistrikan, ciri-ciri stop kontak yang bagus dan aman bisa ketahuan dengan cara memeriksa bagian luar dan dalam stop kontak.

    Bagian Luar

    Stop kontak yang bagus dan aman bisa kelihatan dari tampilan luarnya dengan ciri-ciri:

    1. Memiliki Label SNI

    Stop kontak listrik yang bagus dan aman ditandai dengan adanya label SNI yang dikeluarkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN), yaitu suatu badan penguji produk-produk di pasaran.

    Terdapatnya label ini menjadi pertanda bahwa stop kontak tersebut telah lulus uji BSN, serta mengikuti standar IEC 60884-1, sehingga dinyatakan aman digunakan oleh masyarakat.

    Jadi, jangan coba-coba menggunakan stop kontak yang tidak ada label SNI-nya, karena belum teruji dan kualitasnya masih meragukan.

    2. Body Penutup Tebal dan Lentur

    Stop kontak yang bagus dan aman memiliki body penutup yang tebal dan lentur.

    Ketebalan body berfungsi untuk mengurangi resiko terjadinya bahaya kebocoran listrik dan lebih tahan terhadap panas.

    Sementara itu, kelenturan berfungsi agar body stop kontak tidak mudah patah atau pecah pada saat pemasangan atau penggunaan.

    3. Dilengkapi Penutup Lubang

    Stop kontak yang aman salah satu cirinya adalah memiliki penutup pada lubang colokan dengan mekanisme tertutup otomatis ketika steker dicabut dan terbuka ketika steker dicolokkan.

    Dengan begitu, stop kontak menjadi lebih aman dari jangkauan anak-anak yang memang belum memahami bahaya arus listrik. Mengingat, cukup banyak kejadian di mana seorang anak kesetrum karena memasukkan benda-benda logam ke lubang stop kontak.

    Olehnya itu, hindari kejadian ini dengan memilih stop kontak yang telah dilengkapi penutup lubang.

    4. Penjepit Arde Berbahan Kuningan

    Sebagian besar stop kontak telah dilengkapi dengan penjepit atau penahan steker yang sekaligus berfungsi sebagai arde. Arde sendiri berfungsi sebagai untuk melindungi perangkat elektronik yang sedang terhubung dengannya dari kerusakan akibat kejadian arus pendek

    Namun, stop kontak yang bagus adalah stop kontak yang memakai bahan kuningan sebagai plat penjepit karena lebih tahan terhadap karat, memastikan arde dan steker selalu terhubung dengan baik.

    Selain itu, bahan kuningan juga sangat bagus dalam hal kelenturan menjadikan plat mudah kembali ke posisinya semula ketika steker dicabut. Sehingga, fungsi plat sebagai penjepit atau penahan bisa selalu terjaga.

    Bagian Dalam

    Bagian dalam dari stop kontak yang bagus dan aman memiliki ciri-ciri:

    1. Terminal Penghantar Menggunakan Kuningan

    Bahan kuningan dapat menjadi salah satu tolak ukur utama stop kontak yang bagus, kali ini adalah di bagian terminal penghantar bagian dalam yang nantinya dialiri arus.

    Sebab bagian inilah yang akan menjepit dua logam steker ketika tercolok ke stop kontak untuk mendapatkan arus listrik.

    Bahan kuningan menjadi lebih baik karena penghantaran arus listrik menjadi lebih maksimal dibandingkan dengan bahan lainnya, seperti besi dan seng yang mudah berkarat dan melengkung.

    Biasanya pada beberapa merk, terdapat stiker di bagian body atau keterangan pada kemasan yang menerangkan bahwa stop kontak tersebut menggunakan bahan kuningan.

    2. Penjepit Logam Steker yang Kuat

    Setelah memastikan bahwa bagian tersebut menggunakan kuningan, maka pastikan lagi bahwa bagian tersebut kuat dalam menjepit steker.

    Kuat atau tidaknya cengkraman penjepit tadi biasanya tergantung oleh bentuk atau desain penjepitnya.

    Pilihlah stop kontak yang bisa mencengkram steker dengan kuat agar tidak mudah goyang atau longgar. Cara memastikannya cukup mudah, colokkan steker ke stop kontak tersebut, pada stop kontak yang bagus, steker akan terasa sempit ketika dicolok dan dicabut.

    Demikian ciri-ciri stop kontak yang memiliki kualitas bagus dan aman. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Alasan Kenapa Colokan Listrik Tiap Negara Berbeda-beda



    Jakarta

    Bentuk colokan listrik setiap negara berbeda-beda. Bagi yang pertama kali keluar negeri, pasti pernah kaget melihat perbedaan tersebut. Namun, apa, sih, alasan di balik perbedaan bentuk colokan listrik tersebut?

    Ada berbagai tipe colokan di dunia, mulai dari tipe A hingga tipe N. Setiap tipe colokan memiliki bentuk yang berbeda-beda, seperti lingkaran, persegi, hingga persegi panjang. Meskipun bentuknya sama, jumlah lubang colokannya pun bisa berbeda.

    Melansir The Conversation, Jumat (24/11/2023), sistem distribusi listrik ke rumah di seluruh dunia telah dibangun oleh ribuan orang selama 140 tahun terakhir dan belum selesai hingga sekarang.


    Di seluruh dunia, satu dari setiap 10 orang masih belum memiliki akses listrik. Namun, bagi 90% yang memiliki akses, ada 15 tipe colokan listrik domestik yang berbeda yang digunakan di seluruh dunia.

    Bagaimana Colokan Listrik Bekerja?

    Sebelum mengetahui alasannya, kita perlu mengetahui bagaimana cara colokan listrik bekerja. Di Amerika Serikat, lubang di sisi kanan colokan disebut sisi “panas” dan lubang di sebelah kiri adalah “netral.”

    Saat kamu mencolok lampu dan menyalakannya, sirkuit akan tersambung yang memungkinkan arus listrik mengalir dan menyalakan lampu. Arus mengalir dari sisi “panas” melalui lampu dan kembali ke sisi “netral.”

    Lubang ketiga di tengah colokan disebut ‘grounding’ yang berfungsi untuk melindungi kita dari sengatan listrik jika ada masalah pada colokan atau jika kawat terlepas dari kabel yang kamu colok.

    Sejarah Colokan Listrik di Amerika

    Saat para penemu, seperti Thomas Edison, George Westinghouse, dan Nikola Tesla membangun jaringan transmisi modern pertama di dunia di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1880-an, tegangan listrik yang dikirimkan ke rumah ditetapkan pada 110 volt.

    Sebagian besar barang yang menggunakan listrik saat itu, terutama lampu, bekerja paling baik pada tegangan 110 volt. Ini kemudian menjadi standar di AS, meskipun tegangan aktual pada sistem listrik di rumah-rumah cenderung sedikit lebih tinggi.

    Alasan Bentuk Colokan Listrik Tiap Negara Berbeda

    Singkatnya, setiap negara membangun jaringan listrik masing-masing tanpa adanya kesepakatan bersama. Setiap negara mencoba memodifikasi jaringan listrik AS agar lebih baik dan lebih hemat, baik dari segi bahan baku maupun uang.

    Sebagai contoh, perusahaan di Eropa menyadari bahwa tegangan 220 volt akan lebih murah daripada 110 volt.

    Pada tegangan yang lebih tinggi, perusahaan listrik bisa menyampaikan daya yang sama dengan arus yang lebih sedikit. Bayangkan aliran sungai yang sempit mengalir dengan cepat dibandingkan dengan aliran yang lebih lebar yang mengalir lebih lambat.

    Lebih jauh, arus yang lebih sedikit memungkinkan penggunaan kawat yang lebih tipis. Karena tembaga yang digunakan untuk kabel listrik mahal, tegangan yang lebih tinggi bisa menghemat uang.

    Bentuk bulat kemudian menjadi salah satu inovasi pada awal mula adanya colokan. Hal ini karena colokan bulat dinilai lebih aman dan lebih pas saat dicolok.

    Kenapa Bentuk Colokan Tidak Dibuat Seragam Saja?

    Saat ini, sebagian besar rumah di dunia memiliki akses listrik. Ide untuk mengadopsi satu standar global bentuk colokan listrik mungkin terdengar solutif.

    Namun, perubahan tersebut akan menghabiskan triliunan rupiah, mulai dari mengubah bentuk colokan, mengubah cara membangun gedung, dan bahkan cara mereka memproduksi beberapa peralatan. Maka, tak heran, setiap negara mempertahankan bentuk colokan yang sudah ada dan mengalokasikan dana tersebut untuk keperluan yang lain.

    Nah, karena itu, kamu sebaiknya membawa adaptor colokan agar bisa pergi keluar negeri dengan nyaman.

    Demikianlah alasan mengapa bentuk colokan listrik setiap negara berbeda-beda. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Baru Tahu Ternyata Jenis Colokan Ada Segini Banyak, Apa yang Bikin Beda?


    Jakarta

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali mengabaikan pentingnya stop kontak listrik di rumah kita. Namun, pengetahuan mendalam mengenai jenis-jenis stop kontak, pemilihan yang tepat, dan keamanannya sangat penting untuk melindungi keluarga dan rumah kita dari risiko kebakaran atau kejutan listrik.

    Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengenai stop kontak di rumah, dari jenis-jenisnya, panduan memilih yang tepat, hingga tips keamanan yang perlu diperhatikan.

    Jenis-Jenis Stop Kontak Berdasarkan Negara

    Sudah menjadi informasi umum bahwa setiap negara memiliki jenis stop kontak yang berbeda-beda. Ada berbagai jenis stop kontak, mulai dari tipe A hingga tipe O.


    Melansir situs Lightning Bug Electric, Senin (29/1/2024), berikut ini adalah stopkontak dan gaya steker standar umum di dunia.

    Jenis-jenis ColokanJenis-jenis Colokan Foto: Lightning Bug Electric

    Tipe A – Kanada, Amerika Serikat, Jepang, dan Meksiko

    Tipe B – Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko

    Tipe C – banyak digunakan di seluruh Asia, Eropa, dan Amerika Selatan

    Tipe D – India

    Tipe E – Belgia, Ceko, Prancis, Polandia, dan Slowakia

    Tipe F – Umumnya digunakan di Eropa dan Rusia

    Tipe G – Banyak digunakan di Jazirah Arab dan Inggris, serta di Irlandia, Malaysia, Malta, dan Singapura

    Tipe H – Israel, Jalur Gaza, dan Tepi Barat

    Tipe I – Australia, Argentina, Cina, dan Selandia Baru

    Tipe J – Hanya digunakan di Liechtenstein dan Swiss

    Tipe K – Hanya digunakan di Denmark dan Greenland

    Tipe L – Hanya digunakan di Chili dan Italia

    Tipe M – Hanya digunakan di Afrika Selatan

    Tipe N – Pilihan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) untuk steker universal standar. Terutama digunakan di Brasil dan Afrika Selatan.

    Tipe O – Hanya digunakan di Thailand

    Jenis-jenis Stop Kontak Berdasarkan Kapasitas Listrik

    Selain berdasarkan bentuknya yang beragam, jenis-jenis stop kontak juga dibedakan berdasarkan tingkat keamanannya. Melansir situs Just Energy, Senin (29/1/2024), berikut jenis-jenis stop kontak tersebut yang perlu kamu ketahui.

    1. Stop Kontak 15 Ampere

    Stop kontak jenis ini merupakan standar umum dengan dua slot paralel. Stop kontak jenis ini seringkali digunakan untuk perangkat sehari-hari, seperti lampu baca dan peralatan ringan lainnya.

    2. Stop Kontak 20 Ampere

    Memiliki arus listrik sebesar 20 Ampere, stop kontak ini sangat ideal digunakan untuk peralatan dapur berat. Perlu diingat, pemasangan stop kontak ini harus pada sirkuit 20 Ampere pula untuk mencegah terjadinya risiko kebakaran.

    3. Stop Kontak AFCI

    Stop kontak AFCI (arc fault circuit interrupter) dilengkapi dengan fitur keselamatan untuk mengidentifikasi bahaya listrik dan mematikan aliran listrik saat terdeteksi masalah, seperti overheating.

    4. Stop Kontak GFCI

    Stop kontak GFCI (ground fault circuit interrupter) menawarkan perlindungan terhadap bahaya air dengan memutus aliran listrik saat mendeteksi lonjakan arus sehingga sangat cocok digunakan untuk ruangan yang rentan terhadap kelembaban.

    Cara Memilih Stop Kontak yang Tepat

    Saat memilih stop kontak untuk rumah, pertimbangkan kebutuhan daya perangkat dan sesuaikan dengan jenis sirkuit yang ada. Jangan lupakan faktor-faktor lain, seperti keamanan anak-anak, ketahanan cuaca untuk area luar, atau kemungkinan penggunaan USB untuk perangkat elektronik.

    Panduan Keamanan Menggunakan Stop Kontak

    Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan keamanan dalam menggunakan stop kontak.

    1. Hindari Overloading

    Jangan melebihi kapasitas daya yang ditetapkan untuk stop kontak. Ini dapat menyebabkan overheating dan risiko kebakaran.

    2. Pilih Stop Kontak Sesuai Keperluan

    Gunakan jenis stop kontak yang sesuai dengan kebutuhan setiap ruangan, seperti GFCI di area yang bersentuhan dengan air.

    3. Perhatikan Kondisi Stop Kontak

    Jika stop kontak terasa panas atau mengeluarkan suara aneh, segera hubungi ahli listrik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    4. Gunakan Alat Pengukur Tegangan

    Memastikan stop kontak memberikan tegangan yang sesuai dapat mencegah risiko overvoltage dan melindungi perangkat Anda.

    Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis stop kontak, cara memilih, dan langkah untuk meningkatkan keamanan dalam menggunakannya. Mengetahui lebih banyak tentang jenis-jenis, cara memilih, dan panduan keamanan stop kontak di rumah adalah langkah penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan hidup. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Praktis Jaga Stop Kontak Listrik Tetap Aman


    Jakarta

    Stop kontak listrik adalah bagian vital dari instalasi listrik di rumah. Untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan kinerja yang optimal, perawatan yang tepat sangatlah diperlukan.

    Selain menghindari gangguan dan biaya yang mungkin timbul, pemeliharaan yang benar juga bisa memperpanjang umur pakai instalasi listrik di rumah. Terlebih lagi, yang paling penting adalah meningkatkan keamanan rumah dengan menghindari terjadinya kecelakaan.

    Melansir situs Endesa, Selasa (30/1/2024), berikut serangkaian tips praktis untuk menjaga kondisi stop kontak listrik tetap baik, menghindari gangguan, dan meningkatkan keselamatan di rumah.


    1. Lakukan Pemeriksaan Instalasi yang Teliti

    Sebelum menyentuh stop kontak, pastikan instalasi listrik di rumahmu berada dalam kondisi yang aman. Matikan sakelar diferensial sebelum melakukan pemeriksaan atau pemeliharaan. Jika ada tanda-tanda kejutan listrik atau percikan, segera nonaktifkan dan hubungi teknisi terlatih untuk pemeriksaan lebih lanjut, terutama di area rawan, seperti dapur dan kamar mandi.

    2. Bersihkan Stop Kontak Secara Rutin

    Debu dan kotoran bisa mengganggu kinerja stop kontak. Bersihkan stop kontak secara berkala dengan hati-hati. Pastikan untuk mematikan sakelar diferensial terlebih dahulu, lalu gunakan kapas dan cairan pembersih yang tepat untuk membersihkan permukaan stop kontak. Hindari cairan masuk ke dalam lubang stop kontak, dan pastikan semuanya kering sebelum menyalakan listrik kembali.

    3. Ganti Kabel yang Rusak atau Aus

    Hindari menggunakan kabel yang rusak, terbuka, atau sangat tua. Pergantian dengan kabel baru adalah solusi terbaik dan teraman. Jangan mencoba memperbaiki kabel sendiri karena hal ini bisa menimbulkan risiko keamanan.

    4. Hindari Overloading dengan Bijak

    Overloading bisa merusak stop kontak dan saklar. Gunakan adaptor multi-stop kontak dengan tombol on/off untuk menghindari overloading. Cabut perangkat yang tidak digunakan secara langsung untuk mengurangi beban listrik. Pastikan untuk tidak menempatkan adaptor dekat dengan tekstil atau di area yang lembab.

    5. Sebarkan Penggunaan Sirkuit

    Distribusikan penggunaan titik listrik di rumah secara merata. Hindari mengkonsentrasikan aktivitas di satu titik. Ini membantu mencegah beban berlebih pada satu sirkuit, meminimalkan risiko gangguan, dan melindungi peralatan listrik di rumahmu.

    6. Baca Label dan Sertifikat dengan Teliti

    Terakhir, pastikan kamu selalu memeriksa label dan sertifikat pada perangkat listrik, kabel, stop kontak, dan adaptor multi-stop kontak. Pastikan semuanya sesuai dengan standar instalasi di rumahmu. Membaca petunjuk dengan teliti bisa membantu kita dalam menghindari penggunaan yang tidak tepat dan potensi risiko listrik.

    Demikianlah tips praktis untuk menjaga kondisi stop kontak listrik tetap baik, menghindari gangguan, dan meningkatkan keselamatan di rumah. Dengan mengikuti tips sederhana ini, kamu bisa menjaga stop kontak listrik di rumah tetap optimal, aman, dan efisien. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan 7 Hal Ini saat Menggunakan Stop Kontak Sambungan



    Jakarta

    Stop kontak ekstensi atau stop kontak sambungan saat berguna ketika kamu memiliki banyak perangkat elektronik. Dengan stopkontak ekstensi kamu dapat membuat satu colokan listrik menjadi lebih banyak.

    Namun, ada beberapa aturan saat menggunakan stop kontak ekstensi. Jika diabaikan, maka akan berpotensi terjadi korsleting listrik, kesetrum, hingga risiko kebakaran.

    Mengutip dari Family Handyman, Selasa (6/2/2024), berikut sejumlah hal yang tidak boleh kamu lakukan pada stopkontak ekstensi.


    1. Jangan Pernah Mencolokkan Stopkontak Ekstensi ke Stopkontak Sejenis

    Jika stopkontak ekstensi tidak menjangkau cukup jauh atau membutuhkan colokan tambahan, kamu mungkin akan menambahkan stopkontak ekstensi lainnya. Merangkainya stopkontak ekstensi ke stopkontak lainnya dapat berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan satu atau lebih stopkontak korsleting bahkan terbakar.

    2. Jangan Menggunakan Stopkontak Ekstensi dalam Ruangan Untuk Luar Ruangan

    Selanjutnya, hal yang tidak boleh dilakukan pada stopkontak ekstensi adalah menggunakan stopkontak dalam ruangan di luar ruangan. Meski ada soket ekstensi yang dirancang untuk penggunaan luar ruangan, stopkontak ekstensi di dalam ruangan tidak dirancang untuk tahan terhadap cuaca dan air. Jadi, pastikan stopkontak ekstensi memang secara khusus menyatakan cocok untuk penggunaan di luar ruangan.

    3. Jangan Membebani Stopkontak Ekstensi dengan Penggunaan yang Berlebihan

    Penggunaan stopkontak berlebihan dengan mencolokkan banyak peralatan juga menjadi hal dihindari saat menggunakan stopkontak ekstensi. Setiap stopkontak ekstensi memiliki kapasitas beban, yang berarti hanya dapat mengalirkan daya sebanyak itu melalui sirkuitnya pada waktu tertentu.

    Membebani stopkontak secara berlebihan dapat menimbulkan bahaya kebakaran, melelehkan plastik, dan merusak rumah atau bisnis kamu serta peralatan di sekitarnya. Jika khawatir akan kelebihan beban pada stopkontak ekstensi, luangkan waktu menentukan kebutuhan arus listrik dari semua yang akan kamu sambungkan ke stopkontak tersebut.

    4. Jangan Meletakkan Stopkontak Ekstensi di Bawah Karpet

    Hal yang tidak boleh dilakukan pada stopkontak ekstensi berikutnya adalah meletakkannya di bawah karpet. Listrik bisa menghasilkan panas. Biasanya, hal ini tidak menjadi masalah, tetapi jika kamu meletakkan stopkontak ekstensi di bawah karpet atau di tempat tertutup rapat, hal ini dapat menimbulkan bahaya kebakaran.

    Selain itu, apabila kamu menginjaknya atau kabel listrik yang terpasang, kamu dapat merusaknya, yang dapat menyebabkan sengatan listrik dan bahaya kebakaran. Jaga keamanan keluarga dan properti kamu dengan memperhatikan bahaya kebakaran tersembunyi lainnya di rumah kamu.

    5. Hindari Mencolokkan Alat Kecantikan ke Stopkontak Ekstensi

    Pengering rambut, alat pengeriting rambut, pelurus rambut, dan alat kecantikan lainnya menghasilkan panas serta menarik cukup banyak arus listrik untuk menghasilkan panas tersebut. Stopkontak ekstensi tidak dirancang untuk menghasilkan arus listrik tinggi yang konsisten seperti itu.

    6. Jangan Memakai Stopkontak yang Sudah Rusak

    Stopkontak yang rusak juga menjadi hal yang tidak boleh dilakukan pada stopkontak ekstensi. Hindari stopkontak ekstensi yang mengeluarkan percikan api saat mencolok. Perhatikan juga pada kabel, jika sudah terkelupas lebih baik jangan digunakan. Jika salah satu soket terbakar, kemungkinan besar ada kerusakan internal di dalam stopkontak ekstensi. Hal tersebut merupakan bahaya kebakaran.

    7. Jangan Membasahi Stopkontak Ekstensi

    Hindari menyentuh stopkontak dalam keadaan tangan basah. Jauhkan juga stopkontak ekstensi dari jangkauan air seperti air minum. Listrik dan air tidak dapat bercampur. Jangan sampai stopkontak ekstensi basah karena hal ini berisiko membuat kamu kesetrum dan semua peralatan yang dicolokkan terbakar.

    Demikian 7 hal ini yang tidak boleh dilakukan saat menggunakan stopkontak ekstensi. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Sederhana Jaga Stop Kontak Tetap Aman Dipakai



    Jakarta – Stop kontak listrik adalah bagian vital dari instalasi listrik di rumah. Untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan kinerja yang optimal, perawatan yang tepat sangatlah diperlukan.

    Selain menghindari gangguan dan biaya yang mungkin timbul, pemeliharaan yang benar juga bisa memperpanjang umur pakai instalasi listrik di rumah. Terlebih lagi, yang paling penting adalah meningkatkan keamanan rumah dengan menghindari terjadinya kecelakaan.

    Ikuti tips berikut biar penggunaan stop kontak di rumah tetap aman.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pasang Colokan Listrik di Dekat Kasur, Ini Lokasi yang Disarankan


    Jakarta

    Stop kontak atau colokan listrik kerap kali diletakkan di dekat tempat tidur untuk mempermudah kamu mengisi daya barang elektronik mereka.

    Saat hendak bersantai sebelum tidur, kamu pasti menyempatkan untuk membuka ponsel atau menonton film, sehingga keberadaan stop kontak di dekat kasur mudah untuk dijangkau.

    Lokasi yang dekat ini juga membuat kamar lebih rapih dibandingkan harus memasang stop kontak gulung yang menghadang jalan dan berbahaya jika tersandung.


    Ternyata peletakan stop kontak di samping tempat tidur ini berbahaya bagi kesehatan dan keamanan rumah. Menurut Healthdigest.com stop kontak yang dipasang terlalu dekat dengan kasur dapat menimbulkan kanker. Hal ini dikarenakan radiasi listrik yang dipancarkan selama berjam-jam.

    Badan Internasional untuk Penelitian Kanker di World Health Organization (WHO) pada tahun 2011, merilis laporan yang menyatakan bahwa medan listrik dan magnet atau electric and magnetic fields (EMF) bersifat karsinogenik bagi manusia yang dapat mengurangi produksi melatonin yang membuat tubuh susah untuk cepat tidur.

    Sementara itu, dalam konsep feng shui sendiri menyarankan semua alat elektronik dicabut dari stop kontak sebelum beranjak tidur karena kamar adalah tempat untuk beristirahat dan bersantai.

    Sebagai informasi, feng shui seperti yang dilansir dari National Geographic adalah seni Tiongkok kuno yang menjabarkan tata bangunan, benda, dan ruang dalam suatu lingkungan untuk mencapai keselarasan dan keseimbangan sehingga membawa kedamaian dan kemakmuran.

    Barang elektronik yang disebut harus dimatikan seperti televisi, telepon, tablet, hingga WiFi. Namun memang saat ini ada beberapa barang elektronik yang tentu sulit untuk dimatikan seperti ponsel dan WiFi. Misalnya ponsel kerap digunakan untuk pemasangan alarm atau untuk berjaga-jaga ada panggilan darurat. Sementara WiFi harus tetap dihidupkan agar ponsel terhubung dengan internet.

    Tempat yang Tepat Meletakkan Stop Kontak di Kamar Tidur

    Posisi yang tepat untuk meletakkan stop kontak di kamar tidur menurut situs precisionelectricals.com yang dikutip pada Selasa (20/20/2024) adalah di samping pintu masuk, di bawah meja belajar, dan di dekat TV. Hindari menutup jalur stop kontak dengan meletakkan rak atau lemari pakaian di depannya.

    Apabila sudah terlanjur memasang stop kontak di sebelah tempat tidur bisa menggunakan cara berikut agar lebih aman.

    Pindahkan Posisi Kasur

    Cara mudah untuk mengurangi paparan radiasi listrik adalah dengan memindahkan posisi tempat tidur agar berjauhan dengan stop kontak. Pasang kabel gulung agar tetap bisa menjangkau stop kontak utama. Rapihkan kabel ke pinggir ruangan atau apabila memakai karpet sembunyikan di bawahnya agar tampilannya lebih rapih dan jangan lupa untuk mencabutnya sebelum tidur.

    Gunakan Penutup Stop Kontak

    Jika pemindahan kasur atau tempat stop kontak tidak memungkinkan, coba pasang penutup plastik di depan lubang stop kontak. Ini dapat menjaga stop kontak dari jangkauan anak-anak.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Begini Penempatan Colokan Listrik Sesuai Ruangan


    Jakarta

    Letak atau stop kontak atau colokan listrik cukup penting untuk menunjang aktivitas di rumah. Jangan sampai kamu kerepotan cari colokan karena posisinya terlalu jauh dari jangkauan.

    Bagi kamu yang sedang bangun rumah atau baru beli rumah, ini saat yang tepat buat pasang stopkontak yang strategis. Letak stop kontak yang ideal bisa berbeda-beda berdasarkan ruangan.

    Lalu, di mana penempatan colokan listrik yang tepat sesuai ruangan? Berikut penjelasannya dikutip dari Horizon Services, Rabu (28/8/2024).


    Penempatan Colokan Listrik Sesuai Ruangan

    1. Ruang Keluarga

    Ruang keluarga adalah biasanya membutuhkan banyak colokan listrik. Misalnya untuk TV, video game, hingga layanan internet. Pertimbangkan posisi stop kontak di tengah setiap dinding, dan sudut ruangan.

    Apa kamu akan memasang TV? Pastikan untuk memasang stop kontak lebih tinggi di dinding untuk mengurangi kekacauan kabel.

    2. Kamar Tidur

    Sebaiknya pasang colokan listrik di sisi tempat tidur. Kemungkinan kamu akan membutuhkan colokan yang mudah dijangkau dari tempat tidur untuk mengisi daya HP, lampu, dan perangkat lainnya.

    3. Kamar Mandi

    Letakkan stop kontak di dekat meja kamar mandi untuk mencegah tersandung kabel. Pastikan juga stopkontak jauh dari jangkauan shower atau bak mandi untuk mencegah terkena cipratan air.

    4. Dapur

    Dapur sebaiknya memiliki stopkontak yang ditempatkan dengan jarak sekitar 60 cm sepanjang meja dapur. Kamu bisa menempatkan stop kontak listrik di atas lemari, bawah lemari, atau di dinding tempat memasang peralatan elektronik.

    5. Ruang Kerja

    Penempatan stop kontak sangat penting saat merencanakan kantor atau ruang kerja di rumah. Pertimbangkan untuk menempatkan stop kontak di sepanjang setiap dinding agar kamu bisa fleksibel dalam menempatkan furniture.

    Itulah beberapa cara menempatkan stop kontak listrik di rumah. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dianggap Remeh, Stop Kontak di Samping Kasur Bahayakan Kesehatan!


    Jakarta

    Colokan listrik atau stop kontak adalah salah satu perangkat yang pasti ditemui di setiap rumah. Sebab, setiap rumah yang berpenghuni pasti memiliki barang elektronik dan butuh pengisian daya atau aliran listrik agar dapat berfungsi.

    Hampir setiap ruangan di rumah, bahkan setiap sudut di rumah tempat kamu sering beraktivitas pasti dekat dengan stop kontak. Termasuk kamar tidur. Minimal ada 1 stop kontak di sana. Namun, tahukah kamu jika ada posisi stop kontak yang harus dihindari di kamar yakni di samping kasur. Lho kenapa?

    Menurut Healthdigest.com stop kontak yang dipasang terlalu dekat dengan kasur dapat memicu kanker. Hal ini dikarenakan radiasi listrik yang dipancarkan selama berjam-jam.


    Badan Internasional untuk Penelitian Kanker di World Health Organization (WHO) pada tahun 2011, merilis laporan yang menyatakan bahwa medan listrik dan magnet atau electric and magnetic fields (EMF) bersifat karsinogenik bagi manusia. Paparan ini dapat mengurangi produksi melatonin yang membuat tubuh susah untuk cepat tidur.

    Sementara itu, dalam konsep Feng Shui barng-barang elektronik sebaiknya dalam keadaan mati dan tidak ada yang tersambung ke listrik sebelum kamu beranjak tidur. Feng Shui menilai kamar adalah tempat untuk beristirahat dan bersantai.

    Sebagai informasi, feng shui seperti yang dilansir dari National Geographic adalah seni Tiongkok kuno yang menjabarkan tata bangunan, benda, dan ruang dalam suatu lingkungan untuk mencapai keselarasan dan keseimbangan sehingga membawa kedamaian dan kemakmuran.

    Lokasi yang Tepat Untuk Pasang Stop Kontak di Kamar Tidur

    Dilansir precisionelectricals.com pada Sabtu (21/9/2024) lokasi yang tepat untuk meletakkan stop kontak di kamar tidur adalah di samping pintu masuk, di bawah meja belajar, dan di dekat TV. Selain itu, stop kontak sebaiknya tidak tertutup dengan perabotan besar seperti meletakkan rak atau lemari pakaian di depannya.

    Berikut beberapa cara mengatur agar stop kontak tidak berada di dekat tempat tidur.

    1. Pindahkan Posisi Kasur

    Memindahkan stop kontak yang sudah tertanam di dinding tentu akan susah dan membutuhkan biaya yang besar. Maka dari itu, posisi kasur yang harus dipindahkan.

    Lokasi stop kontak yang jauh bisa disiasati dengan memakai kabel gulung agar tetap terjangkau. Rapihkan kabel ke pinggir ruangan atau apabila memakai karpet sembunyikan di bawahnya. Tampilan kamar akan lebih rapih dan jangan lupa untuk mencabut kabel tersebut setiap sebelum tidur atau saat tidak digunakan.

    2. Gunakan Penutup Stop Kontak

    Jika pemindahan kasur atau tempat stop kontak tidak memungkinkan, coba pasang penutup plastik di depan lubang stop kontak. Ini dapat menjaga stop kontak dari jangkauan anak-anak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com